Pendapatan dan Belanja Negara

Top PDF Pendapatan dan Belanja Negara:

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1987 1988

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1987 1988

c. bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1987/1988 pada dasarnya merupakan rencana kerja tahunan Pemerintah dalam rangka pelaksanaan tahun keempat Rencana Pembangunan Lima Tahun IV dan dimaksudkan pula untuk memelihara dan meneruskan hasil-hasil yang telah dicapai dalam pelaksanaan pembangunan sejak Pembangunan Lima Tahun I sampai dengan tahun ketiga Pembangunan Lima Tahun IV, serta untuk meletakkan landasan bagi usaha-usaha pembangunan selanjutnya;

8 Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara I

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara I

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara Indonesia yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. APBN berisi daftar sistematis dan terperinci yang memuat rencana penerimaan dan pengeluaran negara selama satu tahun anggaran (1 Januari - 31 Desember). APBN, perubahan APBN, dan pertanggungjawaban APBN setiap tahun ditetapkan dengan Undang-Undang.

12 Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

2. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2014 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2015 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 259, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5593) sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 3 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2014 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2015 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 44, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5669);
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ab II Anggaran Pendapatan Belanja Negara

ab II Anggaran Pendapatan Belanja Negara

Dasar hukum penyusunan APBN adalah sebagai berikut. a. UUD 1945 pasal 23 ayat 1 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang ditetapkan setiap tahun. Dalam pasal tersebut dinyatakan bahwa anggaran pendapatan dan belanja negara ditetapkan tiap-tiap tahun dengan undang-undang, dan apabila DPR tidak menyetujui anggaran yang diusulkan pemerintah, maka pemerintah melaksanakan APBN tahun sebelumnya.

5 Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 1963

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 1963

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG UU PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 1963 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN 1963 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, M[r]

0 Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 1967

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 1967

Selambat-lambatnya pada akhir tahun anggaran 1967 oleh Pemerintah harus diajukan Rancangan Undang-undang tentang Tambahan dan Perubahan atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 1967 berdasarkan kepada perubahan/tambahan sebagai hasil penyesuaian dimaksud dalam pasal 4 untuk mendapatkan pengesahan dari Dewan Perwakilan Rakyat Gotong-Royong.

0 Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 1968

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 1968

Pasal ini menetapkan bahwa tidak ada perubahan atau penyesesuai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 1968 di atas plafond yang telah ditetapkan selain dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat yang dilaksanakan dalam bentuk suatu Undang-undang tentang Perubahan dan Tambahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 1968. Rancangan Undang-undang tersebut harus sudah disampaikan Pemerintah selambat-lambatnya pada akhir tahun 1968.

12 Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang merupakan perwujudan dari pengelolaan keuangan negara harus dilaksanakan secara profesional, terbuka, dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Untuk menjamin pelaksanaan UU- APBN sesuai dengan yang dicita-citakannya, Pemerintah selaku penyelenggara Negara dan DPR sebagai jelmaan dari wakil rakyat telah bersepakat melahirkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara yang mengatur bagaimana pola interaksi antarotoritas dalam lingkup internal Pemerintah dalam melaksanakan dan mempertanggungjawabkan APBN.
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1983 1984

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1983 1984

Selambat-lambatnya pada akhir Tahun Anggaran 1983/1984 oleh Pemerintah diajukan Rancangan Undang-undang tentang Tambahan dan Perubahan atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1983/1984 berdasarkan tambahan dan perubahan sebagai hasil penyesuaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) Pasal 3 Undang-undang ini untuk mendapatkan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat.

7 Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah wujud dari pengelolaan keuangan negara yang menjadi cara Pemerintah untuk mengatur pengeluaran dan penerimaan negara. Tujuan penyusunan APBN tersebut adalah dalam rangka membiayai pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan pembangunan, mencapai pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pendapatan nasional, mencapai stabilitas perekonomian, dan menentukan arah serta prioritas pembangunan secara umum. APBN terdiri dari bagian pendapatan, belanja, dan hibah. Pendapatan Negara berasal dari penerimaan perpajakan, penerimaan Negara bukan pajak (PNBP), serta hibah.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara t

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara t

tahun 2014 disusun dengan berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah tahun 2014, serta Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal tahun 2014. APBN 2014 disahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 14 November 2013 melalui Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2014. [1] Pada tanggal 18 Juni 2014 Dewan Perwakilan Rakyat telah

6 Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara T

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara T

Pasal 1 UU No 18 tahun 2016 menyatakan bahwa APBN Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara adalah rencana keuangan tahunan pemerintah negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Setelah penetapan UU tersebut maka tertanggal 1 januari – 31 Desember 2017 menandakan periode pelaksanaan APBN tahun berjalan 2017.

1 Baca lebih lajut

BESERTA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

BESERTA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

melalui pajak maupun PNBP, namun kebijakan tersebut dilakukan dengan tetap menjaga iklim investasi dan keberlanjutan dunia usaha dan memperhatikan redistribusi pendapatan masyarakat. Upaya untuk meningkatkan rasio pendapatan perpajakan terhadap PDB (tax ratio ), akan terus dilakukan Pemerintah utamanya melalui intensifikasi, ekstensifikasi, dan penegakan hukum dengan penagihan aktif, pemeriksaan dan penyidikan serta melakukan terobosan kebijakan. Sementara itu, PNBP juga diharapkan terus mengalami peningkatan. Berbagai upaya optimalisasi sumber-sumber pendapatan bukan pajak tersebut dilakukan antara lain melalui optimalisasi lifting minyak dan gas bumi, penyesuaian tarif dan jenis PNBP, mendukung peningkatan kinerja PNBP, dan perbaikan pengelolaan PNBP. Pendapatan negara dalam periode 2019 hingga 2021 diperkirakan akan terus meningkat dan diperkirakan tumbuh dari 12,8–13,9 persen terhadap PDB di tahun 2019 dan mencapai 14,2–15,2 persen terhadap PDB di tahun 2021. Pertumbuhan ini disumbang oleh penerimaan perpajakan dengan rasio berkisar 11,2-11,8 persen terhadap PDB pada tahun 2019 dan meningkat hingga mencapai kisaran 12,7-13,3 persen terhadap PDB pada tahun 2021. Sementara itu, kontribusi PNBP diperkirakan sebesar 1,5-2,1 persen terhadap PDB pada tahun 2019 dan pada kisaran 1,5-1,9 persen terhadap PDB pada tahun 2021 yang disebabkan oleh belum optimalnya lifting minyak dan masih rendahnya harga komoditas. Kedua, belanja negara dalam jangka menengah akan diarahkan untuk pembangunan sarana-prasarana produktif, seperti infrastruktur perhubungan, ketahanan pangan, dan energi. Selain itu, untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan kesenjangan pendapatan, maka pemerintah akan melanjutkan dan memperluas program-program perlindungan sosial, termasuk dalam bentuk layanan kesehatan, pendidikan, dan program perlindungan sosial lainnya. Selanjutnya, untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dibutuhkan penguatan kualitas belanja antara lain dengan meningkatkan belanja modal mencapai 3,0 persen PDB di tahun 2021 dan melakukan efisiensi belanja non prioritas, serta mengembangkan pembiayaan kreatif dan inovatif. Secara umum, Belanja negara diperkirakan sebesar 14,6-16,0 persen terhadap PDB di tahun 2019 dan mencapai 15,8-17,1 persen terhadap PDB di tahun 2021.
Baca lebih lanjut

459 Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara y

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara y

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ) adalah salah satu alat negara dalam mensejahterahkan rakyat. APBN juga merupakan alat pemerintah dalam mengatur dan mejalankan perekonomian. Sebagai alat pemerintah, APBN bukan hanya penyangkut keputusan ekonomi namun juga menyangkut keputusan politik, pendidikan dan sosial

4 Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1988 1989

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1988 1989

b. bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1988/ 1989 sebagai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun kelima dalam rangka pelaksanaan Rencana Pembangunan Lima Tahun IV, tetap disusun dengan mengikuti prioritas nasional sebagaimana ditetapkan di dalam Pola Umum Pembangunan Lima Tahun IV yang tercantum dalam Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor II/MPR/1983 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara;

8 Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

Tautan Sumber: https://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/1178 Pembiayaan Luar Negeri Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara miliar rupiah, 2007-2015 Dana perimbangan Dana otonomi [r]

1 Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1989 1990

Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1989 1990

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1989/1990 didasarkan pada prioritas nasional sebagaimana ditetapkan di dalam Pola Umum Pembangunan Lima Tahun V yang tercantum dalam Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor II/MPR/1988 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara. Prioritas diletakkan pada pembangunan di bidang ekonomi dengan titik berat pada sektor pertanian untuk memantapkan swasembada pangan dan meningkatkan produksi hasil pertanian lainnya, serta meningkatkan industri khususnya yang menghasilkan untuk ekspor, industri yang banyak menyerap tenaga kerja, industri pengolahan hasil pertanian, serta industri yang dapat menghasilkan mesin-mesin industri, baik industri berat maupun industri ringan, yang akan terus dikembangkan dalam Pembangunan Lima Tahun - Pembangunan Lima Tahun selanjutnya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2012 disusun dengan berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2012, serta Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2012 sebagaimana telah dibahas dan disepakati bersama, baik dalam Pembicaraan Pendahuluan maupun Pembicaraan Tingkat I Pembahasan Rancangan APBN Tahun Anggaran 2012 antara Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 12 dan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Selain itu, APBN Tahun Anggaran 2012 juga mempertimbangkan kondisi ekonomi, sosial, dan politik yang berkembang dalam beberapa bulan terakhir, serta berbagai langkah kebijakan yang diperkirakan akan ditempuh dalam tahun 2012.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

BESERTA RANCANGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

BESERTA RANCANGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

melalui pajak maupun PNBP, namun kebijakan tersebut dilakukan dengan tetap menjaga iklim investasi dan keberlanjutan dunia usaha dan memperhatikan redistribusi pendapatan masyarakat. Upaya untuk meningkatkan rasio pendapatan perpajakan terhadap PDB (tax ratio ), akan terus dilakukan Pemerintah utamanya melalui intensifikasi, ekstensifikasi, dan penegakan hukum dengan penagihan aktif, pemeriksaan dan penyidikan serta melakukan terobosan kebijakan. Sementara itu, PNBP juga diharapkan terus mengalami peningkatan. Berbagai upaya optimalisasi sumber-sumber pendapatan bukan pajak tersebut dilakukan antara lain melalui optimalisasi lifting minyak dan gas bumi, penyesuaian tarif dan jenis PNBP, mendukung peningkatan kinerja PNBP, dan perbaikan pengelolaan PNBP. Pendapatan negara dalam periode 2019 hingga 2021 diperkirakan akan terus meningkat dan diperkirakan tumbuh dari 12,8–13,9 persen terhadap PDB di tahun 2019 dan mencapai 14,2–15,2 persen terhadap PDB di tahun 2021. Pertumbuhan ini disumbang oleh penerimaan perpajakan dengan rasio berkisar 11,2-11,8 persen terhadap PDB pada tahun 2019 dan meningkat hingga mencapai kisaran 12,7-13,3 persen terhadap PDB pada tahun 2021. Sementara itu, kontribusi PNBP diperkirakan sebesar 1,5-2,1 persen terhadap PDB pada tahun 2019 dan pada kisaran 1,5-1,9 persen terhadap PDB pada tahun 2021 yang disebabkan oleh belum optimalnya lifting minyak dan masih rendahnya harga komoditas. Kedua, belanja negara dalam jangka menengah akan diarahkan untuk pembangunan sarana-prasarana produktif, seperti infrastruktur perhubungan, ketahanan pangan, dan energi. Selain itu, untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan kesenjangan pendapatan, maka pemerintah akan melanjutkan dan memperluas program-program perlindungan sosial, termasuk dalam bentuk layanan kesehatan, pendidikan, dan program perlindungan sosial lainnya. Selanjutnya, untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dibutuhkan penguatan kualitas belanja antara lain dengan meningkatkan belanja modal mencapai 3,0 persen PDB di tahun 2021 dan melakukan efisiensi belanja non prioritas, serta mengembangkan pembiayaan kreatif dan inovatif. Secara umum, Belanja negara diperkirakan sebesar 14,6-16,0 persen terhadap PDB di tahun 2019 dan mencapai 15,8-17,1 persen terhadap PDB di tahun 2021.
Baca lebih lanjut

460 Baca lebih lajut

BESERTA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

BESERTA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

1 001 Majelis Permusyawaratan Rakyat 958,4 - - - - - - 958,4 2 002 Dewan Perwakilan Rakyat 5.739,3 - - - - - - 5.739,3 3 004 Badan Pemeriksa Keuangan 2.948,9 4,1 - - - - - 2.953,1 4 005 Mahkamah Agung 8.276,5 - - - - - - 8.276,5 5 006 Kejaksaan Republik Indonesia 6.346,3 - - - - - - 6.346,3 6 007 Kementerian Sekretariat Negara 1.556,5 1,1 415,6 - - - - 1.973,2 7 010 Kementerian Dalam Negeri 3.015,2 48,7 - 92,0 17,1 - - 3.173,0 8 011 Kementerian Luar Negeri 7.562,6 349,1 - - - - - 7.911,8 9 012 Kementerian Pertahanan 93.667,6 3.121,8 919,5 9.292,6 - 1.356,4 - 108.357,9 10 013 Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI 10.994,5
Baca lebih lanjut

479 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...