Pendapatan dan Belanja Negara

Top PDF Pendapatan dan Belanja Negara:

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara y

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara y

Dalam undang-undang negara Indonesia nomor 23 tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja negara tahun anggaran 2014 dikatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang disingkat dengan APBN adalah rencana keuangan tahunan pemerintahaan yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat . Anggaran Pendapatan dan Belanja negara ( APBN ) adalah suatu daftar yang memuat rinci pendapatan dan pengeluaran suatu negara untuk waktu tertentu, semisalnya dalam 1 tahun. Pada masa orde baru, Anggaran Pendapatan dan Belanja negara ( APBN ) berlaku mulai dari tanggal 1 april sampai dengan 31 maret tahun berikutnya. Saat sekarang ini Anggaran Pendapatan dan Belanja negara ( APBN ) mulai dihitung sejak tanggal 1 januari hingga tanggal 31 desember.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

ab II Anggaran Pendapatan Belanja Negara

ab II Anggaran Pendapatan Belanja Negara

Dasar hukum penyusunan APBN adalah sebagai berikut. a. UUD 1945 pasal 23 ayat 1 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang ditetapkan setiap tahun. Dalam pasal tersebut dinyatakan bahwa anggaran pendapatan dan belanja negara ditetapkan tiap-tiap tahun dengan undang-undang, dan apabila DPR tidak menyetujui anggaran yang diusulkan pemerintah, maka pemerintah melaksanakan APBN tahun sebelumnya.

5 Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara t

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara t

Presiden Nomor 4 tahun 2014 tentang Langkah-langkah Penghematan dan Pemotongan Belanja Kementerian/Lembaga dalam rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2014. Dalam lampiran Instruksi Presiden tersebut tercantum rincian anggaran dari 86 Kementerian/Lembaga (K/L) yang harus dihemat. Total anggaran yang dihemat

6 Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara I

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara I

Undang-Undang Dasar 1945 merupakan dasar hukum yang paling tinggi dalam struktur perundang-undangan di Indonesia. Oleh karena itu pengaturan mengenai keuangan negara selalu didasarkan pada undang-undang ini, khususnya dalam bab VIII Undang-Undang Dasar 1945 Amendemen IV pasal 23 mengatur tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

12 Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 1968

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 1968

Selambat-lambatnya pada akhir tahun anggaran 1968 oleh Pemerintah harus diajukan Rancangan Undang-undang tentang Tambahan dan Perubahan atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 1968 berdasarkan kepada perubahan/tambahan sebagai hasil penyesuaian dimaksud dalam pasal 3 untuk mendapatkan pengesahan dari Dewan Perwakilan Rakyat Gotong-Royong.

12 Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 1967

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 1967

Selambat-lambatnya pada akhir tahun anggaran 1967 oleh Pemerintah harus diajukan Rancangan Undang-undang tentang Tambahan dan Perubahan atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 1967 berdasarkan kepada perubahan/tambahan sebagai hasil penyesuaian dimaksud dalam pasal 4 untuk mendapatkan pengesahan dari Dewan Perwakilan Rakyat Gotong-Royong.

0 Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang merupakan perwujudan dari pengelolaan keuangan negara harus dilaksanakan secara profesional, terbuka, dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Untuk menjamin pelaksanaan UU- APBN sesuai dengan yang dicita-citakannya, Pemerintah selaku penyelenggara Negara dan DPR sebagai jelmaan dari wakil rakyat telah bersepakat melahirkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara yang mengatur bagaimana pola interaksi antarotoritas dalam lingkup internal Pemerintah dalam melaksanakan dan mempertanggungjawabkan APBN.
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, dan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 4 ayat (11), Pasal 5 ayat (7), Pasal 8 ayat (5), Pasal 12, Pasal 13 ayat (6), Pasal 17 ayat (3), dan Pasal 18 ayat (5) Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2014 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2015 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2014 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2015, perlu menetapkan Peraturan Presiden tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2015;
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

BESERTA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

BESERTA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

melalui pajak maupun PNBP, namun kebijakan tersebut dilakukan dengan tetap menjaga iklim investasi dan keberlanjutan dunia usaha dan memperhatikan redistribusi pendapatan masyarakat. Upaya untuk meningkatkan rasio pendapatan perpajakan terhadap PDB (tax ratio ), akan terus dilakukan Pemerintah utamanya melalui intensifikasi, ekstensifikasi, dan penegakan hukum dengan penagihan aktif, pemeriksaan dan penyidikan serta melakukan terobosan kebijakan. Sementara itu, PNBP juga diharapkan terus mengalami peningkatan. Berbagai upaya optimalisasi sumber-sumber pendapatan bukan pajak tersebut dilakukan antara lain melalui optimalisasi lifting minyak dan gas bumi, penyesuaian tarif dan jenis PNBP, mendukung peningkatan kinerja PNBP, dan perbaikan pengelolaan PNBP. Pendapatan negara dalam periode 2019 hingga 2021 diperkirakan akan terus meningkat dan diperkirakan tumbuh dari 12,8–13,9 persen terhadap PDB di tahun 2019 dan mencapai 14,2–15,2 persen terhadap PDB di tahun 2021. Pertumbuhan ini disumbang oleh penerimaan perpajakan dengan rasio berkisar 11,2-11,8 persen terhadap PDB pada tahun 2019 dan meningkat hingga mencapai kisaran 12,7-13,3 persen terhadap PDB pada tahun 2021. Sementara itu, kontribusi PNBP diperkirakan sebesar 1,5-2,1 persen terhadap PDB pada tahun 2019 dan pada kisaran 1,5-1,9 persen terhadap PDB pada tahun 2021 yang disebabkan oleh belum optimalnya lifting minyak dan masih rendahnya harga komoditas. Kedua, belanja negara dalam jangka menengah akan diarahkan untuk pembangunan sarana-prasarana produktif, seperti infrastruktur perhubungan, ketahanan pangan, dan energi. Selain itu, untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan kesenjangan pendapatan, maka pemerintah akan melanjutkan dan memperluas program-program perlindungan sosial, termasuk dalam bentuk layanan kesehatan, pendidikan, dan program perlindungan sosial lainnya. Selanjutnya, untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dibutuhkan penguatan kualitas belanja antara lain dengan meningkatkan belanja modal mencapai 3,0 persen PDB di tahun 2021 dan melakukan efisiensi belanja non prioritas, serta mengembangkan pembiayaan kreatif dan inovatif. Secara umum, Belanja negara diperkirakan sebesar 14,6-16,0 persen terhadap PDB di tahun 2019 dan mencapai 15,8-17,1 persen terhadap PDB di tahun 2021.
Baca lebih lanjut

459 Baca lebih lajut

BESERTA RANCANGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

BESERTA RANCANGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

melalui pajak maupun PNBP, namun kebijakan tersebut dilakukan dengan tetap menjaga iklim investasi dan keberlanjutan dunia usaha dan memperhatikan redistribusi pendapatan masyarakat. Upaya untuk meningkatkan rasio pendapatan perpajakan terhadap PDB (tax ratio ), akan terus dilakukan Pemerintah utamanya melalui intensifikasi, ekstensifikasi, dan penegakan hukum dengan penagihan aktif, pemeriksaan dan penyidikan serta melakukan terobosan kebijakan. Sementara itu, PNBP juga diharapkan terus mengalami peningkatan. Berbagai upaya optimalisasi sumber-sumber pendapatan bukan pajak tersebut dilakukan antara lain melalui optimalisasi lifting minyak dan gas bumi, penyesuaian tarif dan jenis PNBP, mendukung peningkatan kinerja PNBP, dan perbaikan pengelolaan PNBP. Pendapatan negara dalam periode 2019 hingga 2021 diperkirakan akan terus meningkat dan diperkirakan tumbuh dari 12,8–13,9 persen terhadap PDB di tahun 2019 dan mencapai 14,2–15,2 persen terhadap PDB di tahun 2021. Pertumbuhan ini disumbang oleh penerimaan perpajakan dengan rasio berkisar 11,2-11,8 persen terhadap PDB pada tahun 2019 dan meningkat hingga mencapai kisaran 12,7-13,3 persen terhadap PDB pada tahun 2021. Sementara itu, kontribusi PNBP diperkirakan sebesar 1,5-2,1 persen terhadap PDB pada tahun 2019 dan pada kisaran 1,5-1,9 persen terhadap PDB pada tahun 2021 yang disebabkan oleh belum optimalnya lifting minyak dan masih rendahnya harga komoditas. Kedua, belanja negara dalam jangka menengah akan diarahkan untuk pembangunan sarana-prasarana produktif, seperti infrastruktur perhubungan, ketahanan pangan, dan energi. Selain itu, untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan kesenjangan pendapatan, maka pemerintah akan melanjutkan dan memperluas program-program perlindungan sosial, termasuk dalam bentuk layanan kesehatan, pendidikan, dan program perlindungan sosial lainnya. Selanjutnya, untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dibutuhkan penguatan kualitas belanja antara lain dengan meningkatkan belanja modal mencapai 3,0 persen PDB di tahun 2021 dan melakukan efisiensi belanja non prioritas, serta mengembangkan pembiayaan kreatif dan inovatif. Secara umum, Belanja negara diperkirakan sebesar 14,6-16,0 persen terhadap PDB di tahun 2019 dan mencapai 15,8-17,1 persen terhadap PDB di tahun 2021.
Baca lebih lanjut

460 Baca lebih lajut

BESERTA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

BESERTA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

Salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional lainnya adalah konsumsi masyarakat. Hal ini sejalan dengan kontribusinya yang besar terhadap perekonomian. Konsumsi rumah tangga dan lembaga nonprofit melayani rumah tangga (LNPRT) diperkirakan tumbuh sebesar 5,1 persen pada tahun 2019. Komitmen Pemerintah dalam menjaga stabilitas tingkat inflasi terutama harga kebutuhan pangan turut mendukung terjaganya tingkat konsumsi rumah tangga. Dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah, penyempurnaan penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran dan tepat waktu juga terus dilakukan. Hal ini ditempuh melalui sinergi antar program dan antar Kementerian/Lembaga pada program peningkatan kesejahteraan masyarakat seperti PKH, PIP, Bidikmisi, serta pengalihan Rastra menjadi Bantuan Pangan Nontunai. Peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat di daerah agar lebih mandiri juga dilakukan melalui pemanfaatan dana transfer ke daerah dan dana desa untuk kegiatan-kegiatan produktif. Selain hal tersebut, pelaksanaan Pemilu tahun 2019 juga diharapkan memberikan dorongan terhadap kinerja pertumbuhan LNPRT seiring dengan tingginya pengeluaran dari partai-partai politik dan organisasi kemasyarakatan. Pada tahun 2019, konsumsi pemerintah diperkirakan tumbuh sebesar 5,4 persen. Alokasi belanja pemerintah diarahkan untuk meningkatkan value for money agar lebih efektif dan efisien dengan mendorong kinerja sektor unggulan terutama pada sektor pangan, energi, kemaritiman, pariwisata, ekonomi kreatif dan industri. Selain itu, pelaksanaan Pemilu presiden dan legislatif juga turut mempengaruhi belanja pemerintah di tahun 2019, termasuk revitalisasi pendidikan untuk peningkatan kualitas sumberdaya manusia serta perbaikan akses dan layanan kesehatan.
Baca lebih lanjut

479 Baca lebih lajut

Bab 2 Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)

Bab 2 Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)

Pajak (dilambangkan T) merupakan pungutan yang di- lakukan oleh pemerintah kepada rakyat tanpa kontra prestasi secara langsung. Sebaliknya, subsidi (dilambangkan F) merupakan pemberian pemerintah kepada rakyat. Oleh karena itu, boleh dikatakan bahwa subsidi merupakan pajak yang negatif. Berangkat dari konsep inilah pembahasan tentang pajak dan subsidi biasanya dijadikan satu. Pajak dan subsidi dapat memengaruhi pendapatan nasional melalui pengu- rangan/penambahan pendapatan masyarakat yang siap digunakan untuk konsumsi. Pajak mengurangi daya beli sedangkan subsidi menambah daya beli masyarakat.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat

J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat

c. bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1994/95 pada dasarnya merupakan rencana kerja tahunan pemerintah yang pertama dalam rangka pelaksanaan rencana PJP II yang dimaksudkan juga untuk memelihara dan meneruskan hasil-hasil yang telah dicapai dalam pelaksanaan pembangunan selama PJP I, serta untuk meletakkan landasan bagi usaha-usaha pembangunan selanjutnya;

Baca lebih lajut

Analisis Kinerja Dan Pengelolaan Anggaran Dinas Kesejahteraan Dan Sosial Pemerintah Provinsi Sumatera Utara

Analisis Kinerja Dan Pengelolaan Anggaran Dinas Kesejahteraan Dan Sosial Pemerintah Provinsi Sumatera Utara

Anggaran pendapatan dan belanja dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikelola oleh pemerintah pusat dan Anggaran pendapatan dan belanja Daerah (APBD) yang dikelola oleh pemerintah daerah. APBN adalah rencana keuangan tahunan pemerintah negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat RI., sedangkan APBD adalah rencana tahunan pemerintah daerah yang disetujui oleh DPRD.

Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

Penerimaan Negara bukan pajak merupakan salah satu jenis pendapatan Negara yang asalnya bukan dari sektor penerimaan perpajakan. PNBP dipungut atau ditagih oleh Instansi Pemerintah dengan perintah UU atau PP atau penunjukan dari Menteri Keuangan, berdasarkan Rencana PNBP yang dibuat oleh Pejabat Instansi Pemerintah tersebut. PNBP yang telah dipungut atau ditagih tersebut kemudian disetorkan ke kas negara dan wajib dilaporkan secara tertulis oleh Pejabat Instansi Pemerintah kepada Menteri Keuangan dalam bentuk Laporan Realisasi PNBP Triwulan yang disampaikan paling lambat 1 (satu) bulan setelah triwulan tersebut berakhir. Untuk satker yang berstatus Badan Layanan Umum, tidak seluruh PNBP harus disetor ke kas negara, namun boleh dikelola sendiri oleh satuan kerja yang bersangkutan dengan catatan siap dan sanggup diaudit.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara T

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara T

Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk anggaran tahun 2017 mengalami penurunan 0,1 % hal ini dapat kita lihat berdasarkan jumlah nominal Pendapat- an Asli Negara tahun anggaran 2016 sebesar 1.822.845.849.136.000,00 sedangkan untuk periode 2017 hanya sebesar 1.750.283.380.176,00 sehingga dengan selisih tersebut dapat dikatakan saat ini untuk periode berjalan tahun 2017 terkait mengalami deficit sebesar 0,1 % dari tahun sebelumnya.

1 Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

RPJMN tahap pertama telah selesai dengan berakhirnya masa kerja Kabinet Indonesia Bersatu, dan tahun 2012 merupakan tahun ketiga dalam agenda RPJMN tahap kedua. Berdasarkan pelaksanaan, pencapaian, dan sebagai kelanjutan dari RPJMN ke-1 (2004 – 2009), RPJMN ke-2 (2010 – 2014) ditujukan untuk lebih memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan ilmu dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian. Sementara itu, dalam RPJMN tahap kedua (2010 – 2014), kegiatan pembangunan akan diarahkan untuk beberapa tujuan, yaitu: (a) memantapkan penataan kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia, (b) meningkatkan kualitas sumber daya manusia, (c) membangun kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan (d) memperkuat daya saing perekonomian. Upaya pencapaian tujuan- tujuan tersebut akan diimplementasikan melalui pencapaian sasaran pembangunan di tiap tahun dengan fokus yang berbeda, sesuai dengan tantangan dan kondisi yang ada. Fokus kegiatan tersebut diterjemahkan dalam rencana kerja Pemerintah (RKP) di tiap-tiap tahun.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah dan Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3848) dinyatakan tidak berlaku. 2. Ketentuan yang mengatur tentang Dana Bagi Hasil sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Provinsi Papua dinyatakan tetap berlaku selama tidak diatur lain.

Baca lebih lajut

TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

Salah satu upaya pemerintah mewujudkan kedaulatan pangan adalah dengan cara meningkatkan kualitas dan kuantitas produk pangan melalui peningkatan penelitian, pengembangan, dan penyediaan benih perkebunan. Untuk itu, perlu dilakukan penyertaan modal negara kepada PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang berasal dari barang milik negara Kementerian Pertanian yang dimanfaatkan oleh PT Riset Perkebunan Nusantara berdasarkan usulan yang diajukan oleh Kementerian Pertanian. Ayat (2)

Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara A

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara A

pengeluaran anggaran hendaknya dapatdipertanggungjawabkan dengan menunjukkan hasil (result) berupa outcome atau setidaknya output dari dibelanjakannya dana-dana publik tersebut. Sebagai alat manajemen, sistem penganggaran selayaknya dapat membantu aktivitas berkelanjutan untuk memperbaiki efektifitas dan efisiensi program pemerintah.Sedangkan sebagai instrumen kebijakan ekonomi, anggaran berfungsi untukmewujudkan pertumbuhan dan stabilitas perekonomian serta pemerataan pendapatan dalam rangka mencapai tujuan bernegara.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...