Pendapatan Pedagang Kaki Lima

Top PDF Pendapatan Pedagang Kaki Lima:

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA   Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Kaki Lima (Studi Di Seputar Alun-Alun Kabupaten Klaten).

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Kaki Lima (Studi Di Seputar Alun-Alun Kabupaten Klaten).

Koefisien determinasi digunakan untuk mmenganalisis seberapa besar variasi variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam model. Nilai R 2 (R-square) sebesar 0,551490 artinya variasi variabel pendapatan pedagang kaki lima dapat dijelaskan oleh variabel Modal awal, lama usaha, jumlah karyawan, jam buka, tingkat pendidikan sebesar 55,15%, dan sisanya sebesar 44,68% dijelaskan oleh variabel bebas lain yang tidak disertakan dalam model.

14 Baca lebih lajut

DETERMINAN PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KABUPATEN JEMBER JAWA TIMUR

DETERMINAN PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KABUPATEN JEMBER JAWA TIMUR

Penelitian ini berjudul “ Determinan Pendapatan Pedagang Kaki Lima di Kabupaten Jember Jawa Timur” bertujuan untuk mengetahui apakah variabel modal, jam kerja, masa kerja, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga mempunyai pengaruh terhadap pendapatan pedagang kaki lima baik secara sendiri-sendiri (parsial) maupun secara bersama-sama (serentak).

18 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA DI WILAYAH TEGALBOTO JEMBER

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA DI WILAYAH TEGALBOTO JEMBER

Keberadaan PKL yang sebagian besar menggunakan fasilitas-fasilitas umum, misalkan di pinggiran jalan dan trotoar tidak dipungkiri menjadi gejala munculnya ketidaktertiban arus lalu lintas dan kontaminasi keindahan kota. Fenomena seperti yang disebutkan di atas, membuat keadaan tidak bisa berkompromi, yang mengakibatkan PKL mengabaikan segala bentuk kebijakan maupun faktor penghambat yang ada untuk tetap memenuhi kebutuhan hidup yang semakin meningkat. Selain itu keberadaan Kampus Universitas Jember mampu menarik para pedagang kaki lima untuk membuka peluang kerja di sektor informal. Pedagang dengan modal yang relatif bervariasi yang berusaha di bidang produksi dan penjualan barang-barang atau jasa-jasa untuk memenuhi kebutuhan kelompok tertentu di dalam masyarakat. Modal yang dimiliki relatif tidak terlalu besar sehingga berdagang merupakan salah satu alternatif lapangan kerja informal yang banyak menyerap tenaga kerja. Untuk itu perlu dikembangkan lapangan kerja pada sektor informal yang mampu menghasilkan keuntungan dan pendapatan keluarga sekaligus menyerap tenaga kerja. Potensi daerah di sekitar Kampus Universitas Jember bila dikembangkan dan dikelola akan dapat menguntungkan pemerintah daerah baik dari sisi finansial maupun penyediaan peluang kerja di sektor informal. Berangkat dari kondisi di atas, maka peneliti tertarik untuk mengamati faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang kaki lima di Wilayah Tegalboto Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh faktor tingkat pendidikan, pengalaman kerja, waktu, modal dan lokasi baik secara simultan maupun parsial serta faktor yang berpengaruh paling dominan terhadap pendapatan Pedagang Kaki Lima di Wilayah Tegalboto Jember.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KABUPATEN LUMAJANG

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KABUPATEN LUMAJANG

2.1 Kurva penawaran Tenaga Kerja Individual ............................................... 12 2.3 Kerangka konseptual ................................................................................. 17 4.1 Jumlah Penduduk Kabupaten Lumajang Tahun 2011-2012 ..................... 29 4.3 Scatterplot Nilai Prediksi Variabel Pendapatan Pedagang Kaki Lima

19 Baca lebih lajut

Determinan Pendapatan Pedagang Kaki Lima di Kabupaten Jember Jawa Timur

Determinan Pendapatan Pedagang Kaki Lima di Kabupaten Jember Jawa Timur

pendidikan (X 4 ) dan jumlah tanggungan keluarga (X 5 ) terhadap pendapatan pedagang kaki lima. Hal ini ditunjukkan oleh nilai probabilitas F hitung sebesar 0,001 atau lebih kecil dari level of significance (α = 0,05). Hasil analisis uji t dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial terhadap pengaruh yang signifikan dari variabel modal dan jumlah jam kerja, masa kerja, tingkat pendidikan dan jumlah tanggungan keluarga tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang kaki lima, hal ini dapat dilihat dali nilai t dari masing-masing variabel bebas dimana level of significance (α = 0,05), nilai probabilitas t sebesar 0,000 untuk variabel modal, 0,047 variabel jumlah jam kerja, 0,135 variabel masa kerja, 0,740 variabel tingkat pendidikan dan 0,609 untuk variabel jumlah tanggungan keluarga. Koefisien determinasi (R 2 ) yang menunjukkan besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variable terikat mempunyai nilai sebesar 0,515. Berarti variabel modal, jumlah jam kerja, masa kerja, tingkat pendidikan dan jumlah tanggungan keluarga dalam penelitian ini berpengaruh terhadap pendapatan pedagang kaki lima sebesar 51,5% sedangkan sisanya 48,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak tercakup dalam model penelitian ini.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

DETERMINAN PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI PRINGSEWU KOTA, KECAMATAN PRINGSEWU

DETERMINAN PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI PRINGSEWU KOTA, KECAMATAN PRINGSEWU

Dari sisi produk, Kotler (1996) menyatakan produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke dalam pasar untuk diperhatikan, dimiliki, dipakai atau dikonsumsi sehingga dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen. Penambahan lebih banyak barang di dalam variasi barang yang sudah ada, merupakan salah satu cara penjual untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, memuaskan dan menarik perhatian konsumen. Jadi penyediaan variasi menu yang ditawarkan PKL dapat menjadi suatu ketertarikan konsumen untuk membeli sesuai dengan keinginan mereka, sehingga variasi barang dapat memberikan peluang kepada PKL untuk mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi. Berdasarkan dari latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka penelitian ini mengulas judul tentang“Determinan Pendapatan Pedagang Kaki Lima (PKL) Warung Makan di Pringsewu Kota, Kecamatan Pringsewu”
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Pengaruh Pembangunan Alun alun Kota Batu Terhadap Pendapatan Pedagang Kaki Lima

Pengaruh Pembangunan Alun alun Kota Batu Terhadap Pendapatan Pedagang Kaki Lima

Pengaruh Pembangunan Alun-alun Kota Batu Terhadap Pendapatan Pedagang Kaki LimaEka SetyawatiMahasiswi Universitas Negeri MalangJurusan GeografiAbstrak Menurut Undang- Undang Tata Ruang, kriteria kota yang nyaman ditinggali adalah masyarakat dapat mengartikulasikan seluruh aktivitas sosial, ekonomi, budayanya dengan tenang dan damai. Kota hrus mempunyai Ruang Terbuka Hijau dengan luas 30% yang terdiri dari 20 % publik, 10 % privat dari luas kota. Alun-alun Kota Batu termasuk RTH Publik. Pembangunan kembali alun-alun Kota Batu dengan konsep baru yang dimaksudkan untuk membentuk dan menguatkan ikon citra Kota Wisata Batu. Pembangunan alun-alun Kota Batu tentunya mempunyai dampak positif dan negatif. Baik dampak lingkungan maupun sosial yang akan berpengaruh terhadap lokasi di selingkaran alun-alun. Dalam bidang sosial ekonomi, pusat kota yang bersimbolkan alun-alun Kota Batu sudah lama dijadikan tempat para pedagang kaki lima untuk mencari pendapatan. Dengan dibangunya alun-alun Kota Batu diduga akan mempengaruhi pendapatan pedagang kaki lima yang erda di sekitar
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA DI WILAYAH TEGALBOTO JEMBER

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA DI WILAYAH TEGALBOTO JEMBER

Tujuan pokok dijalankannya suatu usaha perdagangan adalah untuk memperoleh pendapatan, dimana pendapatan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kelangsungan hidup usaha perdagangannya. Pendapatan yang diterima adalah dalam bentuk uang, dimana uang adalah merupakan alat pembayaran atau alat pertukaran. Pendapatan juga didefinisikan sebagai jumlah seluruh uang yang diterima oleh seseorang atau rumah tangga selama jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), pendapatan terdiri dari upah, atau penerimaan tenaga kerja, pendapatan dari kekayaan seperti : sewa, bunga dan deviden serta pembayaran transfer atau penerimaan dari pemerintah seperti tunjangan sosial atau asuransi pengangguran” (Samuelson dan Nordhaus, 1997).
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA  Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Kaki Lima (Studi Di Seputar Alun-Alun Kabupaten Klaten).

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Kaki Lima (Studi Di Seputar Alun-Alun Kabupaten Klaten).

Hasil analisis adalah : (1) Hasil perhitungan uji normalitas data dengan model Jurque Bera berdistribusi normal; (2) Hasil uji linieritas dengan model Ramsey Riset menunjukan bahwa model berbentuk linier; (3) Hasil uji asumsi klasik menunjukan bahwa tidak terdapat masalah multikolonieritas dan heteroskedatisitas, terjadi masalah autokorelasi; (4) Hasil uji t dapat diketahui bahwa variabel modal awal, jumlah karyawan dan tingkat pendidikan berpengaruh dan signifikan sedagkan variabel lama usaha dan jam buka tidak berpengaruh signifikan; (5) Hasil uji F menunjukan model yang dipakai eksis; (6) R 2 memperoleh nilai 55,14% yang berarti bahwa 55,14% variasi pendapatan pedagang kaki lima dapat dijelaskan oleh variabel modal awal, lama usaha, jumlah karyawan, jam buka dan tingkat pendidikan. Sedangkan 44,86% sisanya dijelaskan oleh variabel-variabel bebas lain yang dimasukan dalam model.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

BEBERAPA VARIABEL YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA

BEBERAPA VARIABEL YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA

Skripsi berjudul " Beberapa Variabel yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Kaki Lima (Studi Kasus pada Pedagang Kaki Lima Penjual Makanan di Sekitar Alun-Alun Kota Probolinggo Tahun 2007)", telah diuji dan disahkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember

18 Baca lebih lajut

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA SURABAYA JAWA TIMUR

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA SURABAYA JAWA TIMUR

Hasil analisis uji F menunjukan bahwa secara bersama – sama terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor modal, jumlah jam kerja, cara usaha dan variasi barang dagangan terhadap penghasilan pedagang kaki lima. Hal ini ditunjukan oleh nilai probabilitas F hitung sebesar 0,000 atau lebih kecil dari level of significance ( α = 0,05). Hasil analisis uji-t dari penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel modal dan jumlah jam kerja, lokasi usaha dan variasi barang dagangan tidak signifikan terhadap penghasilan pedagang kaki lima, hal ini dapat dilihat dari nilai t dari masing – masing variabel bebas dimana level of significance (α = 0,05), nilai probabilitas t sebesar 0,000 untuk variabel modal, 0,004 untuk variabel jam kerja, 0,163 untuk variabel lokasi usaha dan 0,229 untuk variabel variasi barang dagangan.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA SURABAYA JAWA TIMUR

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA SURABAYA JAWA TIMUR

Penelitian ini berjudul “ Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Kaki Lima di Kota Surabaya Jawa Timur ” bertujuan untuk mengetahui apakah variabel modal, jam kerja, cara usaha dan variasi barang dagangan mempunyai pengaruh terhadap penghasilan pedagang kaki lima baik secara sendiri-sendiri (parsial) maupun secara bersama-sama (serentak).

18 Baca lebih lajut

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA SURABAYA JAWA TIMUR

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA SURABAYA JAWA TIMUR

Hasil analisis uji F menunjukan bahwa secara bersama – sama terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor modal, jumlah jam kerja, cara usaha dan variasi barang dagangan terhadap penghasilan pedagang kaki lima. Hal ini ditunjukan oleh nilai probabilitas F hitung sebesar 0,000 atau lebih kecil dari level of significance ( α = 0,05). Hasil analisis uji-t dari penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel modal dan jumlah jam kerja, lokasi usaha dan variasi barang dagangan tidak signifikan terhadap penghasilan pedagang kaki lima, hal ini dapat dilihat dari nilai t dari masing – masing variabel bebas dimana level of significance (α = 0,05), nilai probabilitas t sebesar 0,000 untuk variabel modal, 0,004 untuk variabel jam kerja, 0,163 untuk variabel lokasi usaha dan 0,229 untuk variabel variasi barang dagangan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Kaki Lima di Kecamatan Denpasar Barat.

Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Kaki Lima di Kecamatan Denpasar Barat.

Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk memperoleh pembuktian dari sebuah hipotesis. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan kuesioner serta pengamatan langsung. Sampel yang digunakan sebanyak 96 Pedagang Kaki Lima dengan teknik sampling acak sederhana (simple random sampling). Analisis data menggunakan pengujian statistik dengan bantuan program E-views versi 7. Dalam menganalisis digunakan teknik analisis regresi linier berganda

12 Baca lebih lajut

Analisis Determinan Pendapatan Pedagang Kaki Lima Di Kabupaten Aceh Utara

Analisis Determinan Pendapatan Pedagang Kaki Lima Di Kabupaten Aceh Utara

Wangsatmaja dalam Alma (2006:141) menyatakan bahwa ” PKL bukan untuk dilarang, bukan untuk diusir, bahkan bukan untuk dijadikan sapi perahan. Namun lebih dari itu PKL merupakan asset yang potensial apabila dibina, ditata dan dikembangkan status usahanya. Lebih khusus dalam peningkatan laju pertumbuhan ekonomi kota atau dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) ” . Masalah pedagang kaki lima ini merupakan masalah yang tidak bisa dilepaskan dari masalah ledakan penduduk dari suatu pertumbuhan perkotaan, sebagian besar mereka tergolong dalam masyarakat dari lapisan ekonomi yang rendah, dalam struktur ekonomi dan sosial Indonesia. Ciri khas yang menonjol dari kelompok ini ialah ketidakteraturan mereka menjajakan barang dagangannya, yang secara hukum sebenarnya melanggar ketentuan yang berlaku (Wangsatmaja dalam Alma, 2006:141). Masalah pedagang kaki lima tersebut sudah pernah diseminarkan di negara lain yang diprakarsai oleh International Development, mengenai hawkers dan vendors seperti diadakan di Malaysia, Philipina dan Singapura dan Indonesia sendiri.
Baca lebih lanjut

128 Baca lebih lajut

(ABSTRAK) DISTRIBUSI SPASIAL LOKASI PEDAGANG KAKI LIMA DI KELURAHAN SRAGEN KULON KECAMATAN SRAGEN KABUPATEN SRAGEN.

(ABSTRAK) DISTRIBUSI SPASIAL LOKASI PEDAGANG KAKI LIMA DI KELURAHAN SRAGEN KULON KECAMATAN SRAGEN KABUPATEN SRAGEN.

Fenomena munculnya pedagang kaki lima sering terjadi di beberapa kota di Indonesia. Keadaan tersebut terkait dengan jumlah angkatan kerja yang tidak tertampung di sektor formal mengharuskan mereka terjun ke sektor informal pedagang kaki lima untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Kota Sragen yang merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Tengah tidak lepas dari keberadaan pedagang kaki lima. Kelurahan Sragen Kulon salah satu wilayah Kabupaten Sragen yang dilewati jalan Solo-Ngawi merupakan daerah konsentrasi pedagang kaki lima. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana persebaran lokasi pedagang kaki lima, apa jenis dagangan pedagang kaki lima, berapa besarnya sumbangan pendapatan pedagang kaki lima terhadap pendapatan keluarga di wilayah Kelurahan Sragen Kulon Kecamatan Sragen Kabupaten Sragen. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui persebaran lokasi usaha pedagang kaki lima, mengetahui jenis dagangan pedagang kaki lima, mengetahui besarnya sumbangan pendapatan pedagang kaki lima terhadap pendapatan keluarga di wilayah Kelurahan Sragen Kulon Kecamatan Sragen Kabupaten Sragen.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

DISTRIBUSI SPASIAL LOKASI PEDAGANG KAKI LIMA DI KELURAHAN SRAGEN KULON KECAMATAN SRAGEN KABUPATEN SRAGEN

DISTRIBUSI SPASIAL LOKASI PEDAGANG KAKI LIMA DI KELURAHAN SRAGEN KULON KECAMATAN SRAGEN KABUPATEN SRAGEN

pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Hal itu menandakan bahwa pedagang kaki lima di kawasan tersebut ditarik oleh kegiatan ekonomi yang ada di sepanjang jalan utama tersebut, mengingat bahwa banyak kantor-kantor, pusat perbelanjaan yang berlokasi di wilayah Sragen Kulon. Kondisi tersebut dicoba untuk dimanfaatkan pedagang kaki lima yang berharap kepada pegawai atau karyawan untuk makan siang pada waktu jam istirahat dan penduduk sekitar untuk membeli makanan di tempat mereka yang berjualan makanan. Pedagang kaki lima ini tidak semata hanya melayani warga atau konsumen lokal melainkan juga melayani konsumen interlokal, mengingat letak Kelurahan Sragen Kulon yang berada dan di lewati jalan utama Solo-Surabaya memungkinkan para konsumen interlokal ini untuk makan atau minum sembari beristirahat sejenak setelah melakukan perjalanan jauh, atau membutuhkan jasa pelayanan tambal ban jika mengalami kebocoran ban ketika dalam melakukan perjalanan dengan menggunakan mobil atau sepeda motor. 3. Sumbangan Pendapatan Pedagang Kaki Lima Terhadap Keluarga
Baca lebih lanjut

112 Baca lebih lajut

Peran Elit Pemerintah dalam Proses Penataan dan Pemberdayaan PKL Taman Pinang Kabupaten Sidoarjo Ariq Muhammadi

Peran Elit Pemerintah dalam Proses Penataan dan Pemberdayaan PKL Taman Pinang Kabupaten Sidoarjo Ariq Muhammadi

Kontrol elit pemerintah dalam penyelesaian konflik Taman Pinang ini sangat diperlukan, terutama sebagai pihak yang mendapatkan legitimasi dari proses demokrasi yang terselenggara melalui Pilbup dan Pileg di Kabupaten Sidoarjo. Karena bagaimana pun terjadinya konflik ini juga tidak terlepas dari ketidak sepakatan para pedagang atas kebijakan pemerintah melalui Perda No 5 tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Kepentingan Umum. Dimanan proses implementasinya berupa relokasi pemindahan pedagang yang sebelumnya dari wilayah alun-alun Sidoarjo ke GOR Sidoarjo. Sehingga dengan adanya proses relokasi yang tidak menguntungkan dengan para pedagang akhirnya para pedagang melakukan perlawanan untuk menolak kebijakan tersebut dari informasi yang ada dan hal tersebut berujung pada jejak pendapat antara para pedagang kaki lima dengan anggota dewan Kabupaten Sidoarjo.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

pedagang kaki lima di bawah kaki pasar m

pedagang kaki lima di bawah kaki pasar m

berada di pasar Panggung Rejo, tidak ada sosialisasi mengenai keberadaan Pasar Panggung Rejo sebagai suatu pasar pusat belanja yang di dalamnya bercampur para pedagang dengan beraneka macam jenis jualannya. Mbak Minah, usia beliau ialah 56 tahun, beliau merupakan pedagang relokasi di pasar Panggung Rejo. Sebelum di relokasi oleh Pemerintah Kota beliau berjualan di seberang gapura kapal ISI, tepatnya di depan PDAM, sebagai pedagang kelomtong. Walaupun telah mendapatkan tempat usaha dagang dari Pemerintah Kota berupa pasar relokasi, beliu menuturkan tidak mungkin akan bertahan hidup jika hanya berjualan di pasar relokasi tersebut, dikarenakan pasar yang terisolasi dari lalu lintas pembeli karena jauh dari jalanan, dan sekaligus beliau mendapatkan lokasi dilantai tiga dan bagian belakang dari Pasar Panggung Rejo, oleh harena itu beliau dalam kesehariannya harus berdagang secara asongan untuk membawa barang dagangannya ke jalan dengan cara dibopong agar barang dagangannya tersebut dapat terjual habis.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...