pendapatan peternak sapi

Top PDF pendapatan peternak sapi:

Analisis Pendapatan Peternak Sapi Potong di Kecamatan Siempat Nempu Hulu Kabupaten Dairi

Analisis Pendapatan Peternak Sapi Potong di Kecamatan Siempat Nempu Hulu Kabupaten Dairi

Peternakan sapi potong penggemukan merupakan usaha sampingan mayoritas masyarakat di Kecamatan Siempat Nempu Hulu dimana terdapat perbedaan profil dari masyarakat tersebut. Oleh sebab itu perlu diketahui analisis pendapatan peternak sapi potong di kecamatan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Siempat Nempu Hulu Kabupaten Dairi Propinsi Sumatera Utara mulai bulan Juni sampai September 2013. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan unit responden keluarga yang memelihara ternak sapi potong. Sampel diperoleh melalui metode Proportional Stratified Random Sampling dan diperoleh 69 orang peternak , yaitu dari desa Gunung Meriah berjumlah 42 responden, desa Silumboyah berjumlah 21 responden dan desa Sungai Raya berjumlah 6 responden. Metode analisis data pendapatan menggunakan analisis regresi linier berganda.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

Pengaruh karakteristik peternak terhadap tingkat pendapatan peternak sapi potong di Kabupaten Wonogiri AWAL

Pengaruh karakteristik peternak terhadap tingkat pendapatan peternak sapi potong di Kabupaten Wonogiri AWAL

Jika dilihat dari besar pengaruhnya karakteristik peternak terhadap tingkat pendapatan peternak sapi potong di Kabupaten Wonogiri yang dapat dijelaskan oleh variabel bebasnya (jumlah kepemilikan ternak, lama beternak, tingkat pendidikan, jumlah tenaga kerja dan tujuan pemeliharaan) hanya sebesar 24% sedangkan selebihnya yaitu sebesar 76% dijelaskan oleh variabel-variabel lain (µ) di luar model regresi yang digunakan.

14 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETERNAK SAPI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETERNAK SAPI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI.

Tujuan pembangunan mencakup berbagai sektor perekonomian yang salah satunya memberikan kontribusi terbesar dan memberikan peran sangat strategis dalam kerangka pembangunan ekonomi daerah adalah peran sektor peternakan, dimana sub sektor ini memiliki kaitan kuat dari hulu ke hilir dibandingkan dengan sektor lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mengetahui seberapa besar pengaruh harga ternak, produksi daging, pengeluaran tenaga kerja keluarga dan pengalaman peternak serta modal peternak terhadap tingkat pendapatan peternak sapi di Kabupaten Serdang Bedagai. Dengan menggunakan data primer terpilih sampel di Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai dengan jumlah responden sebanyak 94 orang peternak sapi. Dari jawaban responden yang mengisi kuesioner, kemudian ditabulasi dan dikelompokkan dalam 5 kelas interval serta dianalisis dan diuji dengan model OLS berupa perangkat software Eviews 6,0. Hasil estimasi menunjukkan bahwa Variabel-variabel yang digunakan seperti harga ternak, produksi daging, pengalaman peternak dan modal berpengaruh positif dan signifikan, variabel pengeluaran tenaga kerja keluarga berpengaruh negatif dan signifikan dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 %, terhadap pendapatan peternak sapi. Rekomendasi yang disampaikan untuk pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai adalah mendirikan sarana dan prasarana pendudukung seperti pasar khusus hewan ternak, pemberian kredit bergulir dengan bunga ringan, pemberian obat-obatan untuk ternak serta mendirikan pusat- pusat penyuluhan dan pelatihan bagi peternak.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Analisis  Pendapatan   Peternak   Sapi  Potong Di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat

Analisis Pendapatan Peternak Sapi Potong Di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat

Sumatera Utara memiliki beberapa daerah yang sangat padat, ada yang sedang, tetapi ada yang sangat jarang atau terbatasnya populasi ternak sapi potong. Tentu saja hal ini sangat mempengaruhi besarnya pendapatan masyarakat pada daerah tersebut sehingga timbulnya perbedaan dalam pemenuhan gizi hewani khususnya daging sapi di setiap daerah. Sehubungan dengan hal diatas maka penulis mencoba untuk meneliti dan menganalisis faktor - faktor yang mempengaruhi pendapatan peternak sapi potong pada suatu daerah yang berdasarkan jumlah kepemilikan ternak sapi potong. Perkembangan populasi ternak besar menurut jenis ternak dan Kecamatan di Kabupaten Langkat tahun 2007 dapat dilihat pada Tabel 4.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

DAMPAK MUSIM KEMARAU TERHADAP PENDAPATAN PETERNAK SAPI DI PULAU TIMOR

DAMPAK MUSIM KEMARAU TERHADAP PENDAPATAN PETERNAK SAPI DI PULAU TIMOR

Selanjutnya apabila dipilah seperti data yang nampak pada Tabel 1 berikut terlihat bahwa populasi ternak sapi baik yang ada di pulau Timor maupun NTT secara keseluruhan selama lima tahun terakhir menunjukkan trend peningkatan kecuali pada 2013 di Timor yang mengalami penurunan populasi sebesar 8.905 ekor atau 1,81 %. Dari Tabel ini apabila dirinci per kabupaten yang ada nampak bahwa terjadi pergeseran daerah sentra dominan dari kabupaten Kupang antara 2009 – 2011 yang mampu mendominasi antara 32,84 pada 2010 sampai 33,15 % pada 2009 kemudian bergeser menjadi Timor Tengah Selatan (TTS) selama tiga tahun terakhir yaitu 2011 sebesar 31,45 % dan pada 2013 sebesar 30,21 %. Sedangkan tiga kabupaten lainnya Timor Tengah Utara (TTU) dan Belu cenderung lebih kecil dari kedua daearah tersebut yaitu TTU antara 14,04 % (2010) sampai 19,69 % pada 2013, untuk Belu antara 20,83 (2011) sampai 24,37 pada 2010 selanjutnya untuk kota Kupang pada umumnya < 1 %.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

TINGKAT PENDAPATAN PETERNAK SAPI PERAH ANGGOTA KUD “BATU” PENERIMA FASILITAS KREDIT SAPI PERAH

TINGKAT PENDAPATAN PETERNAK SAPI PERAH ANGGOTA KUD “BATU” PENERIMA FASILITAS KREDIT SAPI PERAH

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 14 Maret sampai dengan tanggal 5 Mei 2009 di Kota  Batu.  Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  tingkat  pendapatan  peternak  sapi  perah  anggota  KUD  “BATU”  Desa  Gunung  Sari  Kecamatan  Bumiaji  dan  Desa  Songgokerto  dan  Temas Kecamatan Batu yang menerima fasilitas kredit sapi perah, untuk mengetahui pengaruh  skala  usaha  dan  perbedaan  jangka  waktu  pembayaran  kredit  sapi  perah  terhadap  tingkat  pendapatan peternak anggota KUD “BATU”. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah  31 orang responden peternak sapi perah anggota KUD ”BATU” yang mendapatkan kredit sapi  perah  yang  ditentukan  secara  acak  dengan  menggunakan  metode  survey,  pengamatan  dan  wawancara  secara  langsung.  Data  yang  diperoleh  dianalisis  secara  deskriptif  dan  Regresi  Sederhana dengan Dummy Varables kemudian dilanjutkan dengan uji statistik yang terdiri dari  uji F dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata­rata tingkat pendapatan peternak sapi  perah  sebesar  Rp.  592.349,46/bulan  dengan  rata­rata  skala  usaha  sapi  perah  laktasi  3  ekor/peternak.  Hasil  analisis  regresi  sederhana  dengan  Dummy  variables  menunjukkan bahwa  skala usaha sapi perah berpengaruh sangat nyata terhadap tingkat pendapatan peternak sapi perah  anggota KUD “BATU” penerima fasilitas kredit sapi perah (P < 0,01, nilai P = 0,000002) dan  jangka waktu pembayaran kredit sapi perah menunjukkan tidak berbeda nyata terhadap tingkat  pendapatan  peternak  sapi  perah  anggota  KUD  ”BATU”  (P  >  0,01,  nilai  P  =  0,15).  Selisih  tingkat pendapatan peternak anggota KUD “BATU” yang menerima fasilitas kredit sapi perah  antara  jangka  waktu  pembayaran  lima  tahun  dengan  tiga  tahun  adalah  Rp.  194.248,53/bulan.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh yang signifikan antara skala usaha sapi  perah  dengan  tingkat  pendapatan  yang dihasilkan peternak  peternak  sapi  perah  anggota  KUD  ”BATU”,  namun  untuk  jangka  waktu  pembayaran  kredit  sapi  perah  tidak  berpengaruh  nyata.  Dari  kedua  system  pembayaran  kredit  sapi  perah  jangka  panjang  (lima  tahun)  dengan  jangka  pendek  (tiga  tahun)  terdapat  selisih  tingkat  pendapatan  sebesar  Rp.  194.248,53/bulan.  Saran yang dapat diberikan sebagai rekomendasi dari hasil penelitian ini  kepada peternak sapi  perah penerima fasilitas kredit sapi perah adalah peternak harus meningkatkan skala usaha sapi  perah  yang dimilikinya,  baik  melalui modal  kredit  KUD maupun dari  modal sendiri.  Peternak  yang  menerima  bantuan  modal  kredit  sapi  perah  dari  KUD,  hendaknya  memilih  sistem  pembayaran jangka panjang (lima tahun). 
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Analisis Usaha Ternak Sapi Potong terhadap Pendapatan dan Efisiensi Pemasaran Usaha Sapi Potong di Kabupaten Langkat

Analisis Usaha Ternak Sapi Potong terhadap Pendapatan dan Efisiensi Pemasaran Usaha Sapi Potong di Kabupaten Langkat

Peternakan sapi potong merupakan usaha masyarakat di Kabupaten Langkat. Peternak sapi potong memiliki profil yang tidak sama dengan yang lainnya. Profil peternak terbagi atas umur, tingkat pendidikan, pengalaman dan umlah tanggungan keluarga. Sosial ekonomi peternak meliputi skala usaha dan biaya produksi. Untuk mengetahui pengaruh profil terhadap pendapatan peternak sapi potong dan Sosial ekonomi maka perlu dilakukan survey di Kabupaten Langkat. Penelitian ini di laksanakan di Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara mulai bulan Juli sampai dengan September 2014. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan unit responden keluarga yang memelihara ternak sapi potong. Sampel diperoleh melalui metode Proportional Stratified Random Samplingdan diperoleh 219 orang peternak, yaitu kecamatan Batang Serangan berjumlah 111 responden, kecamatan Besitang berjumlah 69 responden, dan kecamatan Sirapit berjumlah 369 responden. Efisiensi pemasaran didapat melalui metode wawancara terhadap petani, pengempul, pedagang besar, pedagang kecil dan konsumen akhir mengenai harga jual sapi potong di masing- masing pelaku tersebut.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

Analisis  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Peternak Sapi Potong Intensif dan Tradisional di Kecamatan Pantai Cermin dan Kecamatan Serba Jadi Kabupaten Serdang Bedagai

Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Peternak Sapi Potong Intensif dan Tradisional di Kecamatan Pantai Cermin dan Kecamatan Serba Jadi Kabupaten Serdang Bedagai

Tabel 4.22. menunjukkan bahwa model regresi ini memiliki nilai F-hitung 385,688 sedangkan nilai F-tabel 0.05 (3 : 56) 2,78. Berdasarkan kriteria keputusan, maka Ha diterima karena F-hitung lebih besar dari F-tabel. Itu artinya variabel biaya bibit, biaya pakan, dan biaya tenaga kerja secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan peternak sapi potong. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Karafir dalam Aditan (1994), menyatakan bahwa kemampuan petani sebagai pengelola erat hubungannya dengan modal petani. Tenaga kerja dan luas lahan petani dimana semakin tinggi tingkat pendidikan petani maka semakin luas pula wawasan usahanya termasuk dalam hal peningkatan produksi.
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

USAHA TERNAK SAPI POTONG DI KECAMATAN AMPEL  Usaha Ternak Sapi Potong Di Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali.

USAHA TERNAK SAPI POTONG DI KECAMATAN AMPEL Usaha Ternak Sapi Potong Di Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali.

Per Hari .................................................................................... 41 Tabel 4.4 Jenis-jenis Pakan Tambahan Sapi Potong di Daerah Penelitian 42 Tabel 4.5 Pendapatan Peternak Sapi Potong ............................................ 43 Tabel 4.6 Besar Tingkat Pendapatan Non Usaha Ternak Sapi Potongdi

16 Baca lebih lajut

Analisis Profil Peternak Terhadap Pendapatan Dan Efisiensi Pemasaran Usaha Sapi Potong Di Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo

Analisis Profil Peternak Terhadap Pendapatan Dan Efisiensi Pemasaran Usaha Sapi Potong Di Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Siregar (2009), variabel umur tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan peternak sapi potong, karena disebabkan karena kriteria umur peternak tidak mendorong peternak dalam mengembangkan usaha ternak sapi potong di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. Faktor umur biasanya lebih diindetikkan dengan produktivitas kerja dan jika seseorang masih tergolong usia produktif ada kecederungan produktivitasnya juga tinggi.

19 Baca lebih lajut

Analisis Profil Peternak Terhadap Pendapatan Dan Efisiensi Pemasaran Usaha Sapi Potong Di Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo

Analisis Profil Peternak Terhadap Pendapatan Dan Efisiensi Pemasaran Usaha Sapi Potong Di Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo

Salah satu mata pencaharian masyarakat Tigapanah adalah beternak khususnya sapi potong. Peternak sapi potong memiliki profil yang tidak sama satu dengan yang lainnya. Profil peternak terbagi atas umur, tingkat pendidikan dan pengalaman. Untuk mengetahui pengaruh profil peternak terhadap pendapatan peternak sapi potong maka perlu dilakukan survey di kecamatan tersebut. Lokasi penelitian ini adalah di Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo mulai Juli sampai September 2012. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan unit responden adalah peternak sapi potong. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah Proportional Stratified Random Sampling yaitu memilih 6 buah desa berdasarkan kepadatan ternak sapinya dan diperoleh 89 peternak sebagai sampel, yaitu desa Lau Riman, desa Kuta Mbelin, desa Tigapanah, desa Manuk Mulia, desa Seberaya dan desa Bunuraya (19, 18, 14, 10, 15 dan 13 peternak). Efisiensi pemasaran didapat melalui metode wawancara terhadap petani, pengumpul, bandar/pedagang besar, pedagang kecil dan konsumen akhir mengenai harga jual sapi potong di masing-masing pelaku tersebut.
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

ANALISIS PENDAPATAN PETERNAK DAN STRATEGI PENGEMBANGAN UNIT USAHA SAPI PERAH PADA KOPERASI PETERNAK SAPI BANDUNG UTARA

ANALISIS PENDAPATAN PETERNAK DAN STRATEGI PENGEMBANGAN UNIT USAHA SAPI PERAH PADA KOPERASI PETERNAK SAPI BANDUNG UTARA

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui jumlah total pendapatan peternak dalam KPSBU (2) merumuskan alternatif strategi untuk pengembangan unit usaha sapi perah di KPSBU. Penelitian ini merupakan studi kasus pada KPSBU yang menggunakan analisis pendapatan dan SWOT. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja yaitu pada kabupaten Lembang. Jumlah sample sebanyak 54 peternak dipilih dengan metode simpel random. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan (1) pendapatan peternak sapi pada KPSBU Jawa Barat menguntungkan dan, (2) alternatif strategi yang didapat yaitu : a) memanfaatkan peluang kerjasama dengan pihak luar guna memperluas
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

Analisis Viabilitas Finansial Peternak Sapi Di Kabupaten Sumatera utara (Studi Kasus: Desa Paya Bakung, Kec. Hamparan Perak, Kab. Deli Serdang)

Analisis Viabilitas Finansial Peternak Sapi Di Kabupaten Sumatera utara (Studi Kasus: Desa Paya Bakung, Kec. Hamparan Perak, Kab. Deli Serdang)

Kondisi tersebut juga terjadi di Sumatera Utara dimana peternak sapi masih mengusahakan usaha ternak sapi mereka sebagai usaha sampingan dan kurangnya pengetahuan para peternak tentang bagaimana cara beternak yang baik guna menghasilkan produksi yang optimal. Permasalahan inilah yang mengakibatkan para peternak juga tidak dapat memperoleh keuntungan yang optimal dari usaha mereka dan dampaknya banyak peternak yang tidak mau mengusahakan usaha ternak sapi ini lagi. Hal ini mengakibatkan jumlah populasi ternak yang semakin menurun. Salah satu daerah di Sumatera Utara yang populasi ternaknya menurun adalah Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Berikut tabel banyaknya ternak sapi: Tabel 1.2. Banyaknya ternak sapi/lembu, kerbau, kambing, dan babi di
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PETERNAK SAPI PERAH DIKAITKAN DENGAN KEBERADAAN ASOSIASI PETERNAK SAPI PERAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETERNAK

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PETERNAK SAPI PERAH DIKAITKAN DENGAN KEBERADAAN ASOSIASI PETERNAK SAPI PERAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETERNAK

Asosiasi dituntut untuk melakukan penguatan dengan mengedepankan peran serta anggota-anggota yang menjadi kekuatan dalam keberkembangan asosiasi tersebut. Tuntutan terhadap asosiasi sebagai pengemban amanat dalam memperjuangkan kepentingan- kepentingan anggota yang tergabung dalam asosiasi tersebut tidak hanya terkait dengan kepentingan perekonomian, melainkan pula dengan perannya sebagai sebuah perkumpulan. Kedudukan ini penting untuk menentukan keberlangsungan program-program operasional dalam peternak sapi perah demi merangsang kegiatan ekonomi produktif di tingkat rakyat sekaligus memupuk jiwa kewirausahaan merupakan tujuan utama dari ekonomi kerakyatan., sebagaimana diketahui sebuah organisasi dengan kedudukan badan hukum memiliki perbedaan dengan yang tidak berbadan hukum. 32
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHA TERNAK SAPI POTONG PADA PROGRAM SARJANA MEMBANGUN DESA (SMD) TERHADAP PENDAPATAN RUMAHTANGGA PETERNAK DI KABUPATEN PESISIR SELATAN.

KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHA TERNAK SAPI POTONG PADA PROGRAM SARJANA MEMBANGUN DESA (SMD) TERHADAP PENDAPATAN RUMAHTANGGA PETERNAK DI KABUPATEN PESISIR SELATAN.

Dalam rangka pencapaian Swasembada Daging Sapi 2014, penyediaan akan ternak sapi dalam negeri sangat potensial untuk ditingkatkan. Namun, yang menjadi permasalahan peternak dalam meningkatkan populasi ternak sapi adalah keterbatasan modal yang dimiliki peternak untuk meningkatkan skala usaha serta ketrampilan peternak dalam penanganannya dirasakan belum optimal dalam hal peningkatan produksi dan produktivitasnya. Untuk itu Direktorat Jendral Peternakan melaksanakan suatu program yaitu Sarjana Membangun Desa (SMD), dengan cara pemberian kredit murah jangka panjang dan atau modal abadi (dalam bentuk bantuan sosial) dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, atau pemerintah daerah kepada kelompok peternak yang dimotori oleh peternak berpendidikan (minimal Sarjana/D3 Peternakan/Keswan) yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu (Ditjen Peternakan, 2010).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi.

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi keberdayaan peternak sapi perah. Populasi sampling adalah koperasi peternak sapi perah yang ada di Kabupaten Bandung, dan populasi sasaran adalah seluruh peternak sapi perah anggota dari koperasi tersebut. Pengambilan sampel penelitian dilakukan melalui teknik pengambilan sampel gugus bertahap (multistage sampling), sehingga terpilih 4 koperasi dengan peternak sapi perah responden sebanyak 120 orang. Uji pengaruh variabel luar terhadap variabel keberdayaan peternak dilakukan dengan analisis model persamaan stuktural dengan menggunakan program Linear Structural Relationship (LISREL) versi 8.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi-fungsi koperasi, peranan penyuluh dan keberdayaan kelompok berpengaruh positif dan nyata terhadap keberdayaan peternak sapi perah. Fungsi-fungsi koperasi, peranan penyuluh dan keberdayaan kelompok tergolong rendah sehingga keberdayaan peternak sapi perahpun menjadi rendah.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

T1 162008064 BAB III

T1 162008064 BAB III

Sumber data penelitian ini ada beberapa. Peternak sebagai pihak yang memelihara sapi perah digunakan sebagai sumber data yang akan digunakan untuk mengungkap bagaimana susu sapi sebagai komoditas dihasilkan. Pengumpul susu sapi baik yang berhubungan langsung dengan peternak maupun yang tidak berhubungan langsung dengan peternak dan pengecer susu sapi akan digunakan sebagai sumber data yang akan digunakan untuk mengungkap bagaimana peranan mereka masing-masing dalam pemasaran susu sapi di Kecamatan Getasan. Perusahaan yang menggunakan susu sapi sebagai bahan baku produksi digunakan sebagai sumber data yang akan digunakan untuk mendeskripsikan bagaimana akhir dari pemasaran susu sapi di Kecamatan Getasan. Data yang digunakan merupakan data yang dapat digunakan untuk menjawab bagaimana peranan mereka masing-masing dalam pemasaran susu sapi di Kecamatan Getasan. Sementara itu, data yang digunakan dalam mengungkap peran standar mutu dan harga diperoleh dari seluruh peternak, pengumpul, pengecer, perusahaan pengolah dan konsumen susu sapi yang menjadi satuan analisi dari penelitian ini. Hal ini dilakukan karena setiap pelaku pemasaran susu
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PERAN DAYA DUKUNG WILAYAH TERHADAP PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN SAPI MADURA

PERAN DAYA DUKUNG WILAYAH TERHADAP PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN SAPI MADURA

Pendidikan dinilai sebagai sarana belajar yang mampu menanamkan pengetahuan, sikap dan keterampilan peternak. Tingkat pendidikan peternak merupakan faktor yang penting kare- na usaha peternakan sapi potong membutuh- kan kecakapan, pengalaman, dan wawasan manajemen usaha. Masyarakat peternak Sapi Madura di Madura pada umumnya berpendi- dikan Sekolah Dasar (SD) yaitu berkisar antara 62,00–78,00 persen, sedangkan yang berpendi- dikan Sekolah Menegah Atas (SMA) hanya se- besar 10,00–16,00 persen (Tabel 1). Tingkat pen- didikan peternak sapi potong dilokasi peneli- tian mayoritas hanya sampai tingkat SD. Hal ini tidak jauh berbeda dengan hasil penelitian Deptan (2006) yang menyatakan bahwa tingkat pendidikan tenaga kerja di sektor pertanian pada umumnya rendah sehingga produktivitas- nya rendah juga. Pada hal tingkat pendidikan peternak mempengaruhi cara berfikir dan ting- kat penerimaan terhadap inovasi dan teknologi. Semakin tinggi tingkat pendidikan peternak, maka akan semakin baik kualitas sumberdaya manusia, yang pada gilirannya akan semakin baik pula produktivitas kerjanya. Dengan demi- kian semakin tinggi tingkat pendidikan peter- nak, maka kinerja usaha peternakannya akan semakin baik.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...