pendapatan peternak sapi

Top PDF pendapatan peternak sapi:

Analisis Pendapatan Peternak Sapi Potong di Kecamatan Siempat Nempu Hulu Kabupaten Dairi

Analisis Pendapatan Peternak Sapi Potong di Kecamatan Siempat Nempu Hulu Kabupaten Dairi

Peternakan sapi potong penggemukan merupakan usaha sampingan mayoritas masyarakat di Kecamatan Siempat Nempu Hulu dimana terdapat perbedaan profil dari masyarakat tersebut. Oleh sebab itu perlu diketahui analisis pendapatan peternak sapi potong di kecamatan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Siempat Nempu Hulu Kabupaten Dairi Propinsi Sumatera Utara mulai bulan Juni sampai September 2013. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan unit responden keluarga yang memelihara ternak sapi potong. Sampel diperoleh melalui metode Proportional Stratified Random Sampling dan diperoleh 69 orang peternak , yaitu dari desa Gunung Meriah berjumlah 42 responden, desa Silumboyah berjumlah 21 responden dan desa Sungai Raya berjumlah 6 responden. Metode analisis data pendapatan menggunakan analisis regresi linier berganda.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

Analisis Profil Peternak Terhadap Pendapatan Dan Efisiensi Pemasaran Usaha Sapi Potong Di Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo

Analisis Profil Peternak Terhadap Pendapatan Dan Efisiensi Pemasaran Usaha Sapi Potong Di Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Siregar (2009), variabel umur tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan peternak sapi potong, karena disebabkan karena kriteria umur peternak tidak mendorong peternak dalam mengembangkan usaha ternak sapi potong di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. Faktor umur biasanya lebih diindetikkan dengan produktivitas kerja dan jika seseorang masih tergolong usia produktif ada kecederungan produktivitasnya juga tinggi.

19 Baca lebih lajut

Pengaruh karakteristik peternak terhadap tingkat pendapatan peternak sapi potong di Kabupaten Wonogiri AWAL

Pengaruh karakteristik peternak terhadap tingkat pendapatan peternak sapi potong di Kabupaten Wonogiri AWAL

Tesis yang berjudul : “Pengaruh Karakteristik Peternak Terhadap Tingkat Pendapatan Peternak Sapi Potong di Kabupaten Wonogiri” adalah merupakan salah satu persyaratan dalam menyelesaikan persyaratan mencapai derajat Magister Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta.

14 Baca lebih lajut

ANALISIS PENDAPATAN PETERNAK DAN STRATEGI PENGEMBANGAN UNIT USAHA SAPI PERAH PADA KOPERASI PETERNAK SAPI BANDUNG UTARA

ANALISIS PENDAPATAN PETERNAK DAN STRATEGI PENGEMBANGAN UNIT USAHA SAPI PERAH PADA KOPERASI PETERNAK SAPI BANDUNG UTARA

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui jumlah total pendapatan peternak dalam KPSBU (2) merumuskan alternatif strategi untuk pengembangan unit usaha sapi perah di KPSBU. Penelitian ini merupakan studi kasus pada KPSBU yang menggunakan analisis pendapatan dan SWOT. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja yaitu pada kabupaten Lembang. Jumlah sample sebanyak 54 peternak dipilih dengan metode simpel random. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan (1) pendapatan peternak sapi pada KPSBU Jawa Barat menguntungkan dan, (2) alternatif strategi yang didapat yaitu : a) memanfaatkan peluang kerjasama dengan pihak luar guna memperluas
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Pendapatan Peternak.

Hubungan Antara Pendapatan Peternak.

ABSTRAK. Penambahan modal untuk meningkatkan skala usaha menjadi lebih besar selalu menjadi kendala yang umum, tetapi bagi peternak sapi perah rakyat anggota Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) hal tersebut sudah dapat diatasi, karena dari sebagian pendapatan yang mereka terima, sedikit banyak sudah mampu ditabungkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keeratan hubungan antara pendapatan peternak sapi perah rakyat pada berbagai skala usaha pemilikan dengan tabungan. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan teknik pengambilan sampel acak stratifikasi (stratified random sampling). Jumlah sampel tiap kelompok ditentukan sebanyak 40 orang dan total sampel 120 orang dari anggota populasi 7491 orang atau 1,60 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Terdapat perbedaan besarnya pendapatan yang nyata antara berbagai skala usaha. 2. Terdapat perbedaan besarnya tabungan yang nyata antara berbagai tingkat pendapatan. 3. Terdapat hubungan yang nyata antara pendapatan ( X ) dengan tabungan ( Y ), dengan model korelasi berikut ini:
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETERNAK SAPI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETERNAK SAPI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI.

Meskipun ternak sapi termasuk dalam kategori dengan jumlah populasi yang rendah, namun jika dibandingkan dari produksi yaitu berupa daging sapi serta harga ternak per satuannya yang tinggi tidaklah mengherankan jika ternak dengan jenis ini menjadi primadona untuk diusahakan sebagai sumber pendapatan dan sekaligus untuk meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya peternak di Kabupaten Serdang Bedagai.

30 Baca lebih lajut

TINGKAT PENDAPATAN PETERNAK SAPI PERAH ANGGOTA KUD “BATU” PENERIMA FASILITAS KREDIT SAPI PERAH

TINGKAT PENDAPATAN PETERNAK SAPI PERAH ANGGOTA KUD “BATU” PENERIMA FASILITAS KREDIT SAPI PERAH

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 14 Maret sampai dengan tanggal 5 Mei 2009 di Kota  Batu.  Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  tingkat  pendapatan  peternak  sapi  perah  anggota  KUD  “BATU”  Desa  Gunung  Sari  Kecamatan  Bumiaji  dan  Desa  Songgokerto  dan  Temas Kecamatan Batu yang menerima fasilitas kredit sapi perah, untuk mengetahui pengaruh  skala  usaha  dan  perbedaan  jangka  waktu  pembayaran  kredit  sapi  perah  terhadap  tingkat  pendapatan peternak anggota KUD “BATU”. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah  31 orang responden peternak sapi perah anggota KUD ”BATU” yang mendapatkan kredit sapi  perah  yang  ditentukan  secara  acak  dengan  menggunakan  metode  survey,  pengamatan  dan  wawancara  secara  langsung.  Data  yang  diperoleh  dianalisis  secara  deskriptif  dan  Regresi  Sederhana dengan Dummy Varables kemudian dilanjutkan dengan uji statistik yang terdiri dari  uji F dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata­rata tingkat pendapatan peternak sapi  perah  sebesar  Rp.  592.349,46/bulan  dengan  rata­rata  skala  usaha  sapi  perah  laktasi  3  ekor/peternak.  Hasil  analisis  regresi  sederhana  dengan  Dummy  variables  menunjukkan bahwa  skala usaha sapi perah berpengaruh sangat nyata terhadap tingkat pendapatan peternak sapi perah  anggota KUD “BATU” penerima fasilitas kredit sapi perah (P < 0,01, nilai P = 0,000002) dan  jangka waktu pembayaran kredit sapi perah menunjukkan tidak berbeda nyata terhadap tingkat  pendapatan  peternak  sapi  perah  anggota  KUD  ”BATU”  (P  >  0,01,  nilai  P  =  0,15).  Selisih  tingkat pendapatan peternak anggota KUD “BATU” yang menerima fasilitas kredit sapi perah  antara  jangka  waktu  pembayaran  lima  tahun  dengan  tiga  tahun  adalah  Rp.  194.248,53/bulan.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh yang signifikan antara skala usaha sapi  perah  dengan  tingkat  pendapatan  yang dihasilkan peternak  peternak  sapi  perah  anggota  KUD  ”BATU”,  namun  untuk  jangka  waktu  pembayaran  kredit  sapi  perah  tidak  berpengaruh  nyata.  Dari  kedua  system  pembayaran  kredit  sapi  perah  jangka  panjang  (lima  tahun)  dengan  jangka  pendek  (tiga  tahun)  terdapat  selisih  tingkat  pendapatan  sebesar  Rp.  194.248,53/bulan.  Saran yang dapat diberikan sebagai rekomendasi dari hasil penelitian ini  kepada peternak sapi  perah penerima fasilitas kredit sapi perah adalah peternak harus meningkatkan skala usaha sapi  perah  yang dimilikinya,  baik  melalui modal  kredit  KUD maupun dari  modal sendiri.  Peternak  yang  menerima  bantuan  modal  kredit  sapi  perah  dari  KUD,  hendaknya  memilih  sistem  pembayaran jangka panjang (lima tahun). 
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

USAHA TERNAK SAPI POTONG DI KECAMATAN AMPEL  Usaha Ternak Sapi Potong Di Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali.

USAHA TERNAK SAPI POTONG DI KECAMATAN AMPEL Usaha Ternak Sapi Potong Di Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali.

Per Hari .................................................................................... 41 Tabel 4.4 Jenis-jenis Pakan Tambahan Sapi Potong di Daerah Penelitian 42 Tabel 4.5 Pendapatan Peternak Sapi Potong ............................................ 43 Tabel 4.6 Besar Tingkat Pendapatan Non Usaha Ternak Sapi Potongdi

16 Baca lebih lajut

Analisis  Pendapatan   Peternak   Sapi  Potong Di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat

Analisis Pendapatan Peternak Sapi Potong Di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat

Sumatera Utara memiliki beberapa daerah yang sangat padat, ada yang sedang, tetapi ada yang sangat jarang atau terbatasnya populasi ternak sapi potong. Tentu saja hal ini sangat mempengaruhi besarnya pendapatan masyarakat pada daerah tersebut sehingga timbulnya perbedaan dalam pemenuhan gizi hewani khususnya daging sapi di setiap daerah. Sehubungan dengan hal diatas maka penulis mencoba untuk meneliti dan menganalisis faktor - faktor yang mempengaruhi pendapatan peternak sapi potong pada suatu daerah yang berdasarkan jumlah kepemilikan ternak sapi potong. Perkembangan populasi ternak besar menurut jenis ternak dan Kecamatan di Kabupaten Langkat tahun 2007 dapat dilihat pada Tabel 4.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Pendataan Penyusunan Data Base Kelembagaan Peternakan Di Jawa Barat Pasca Otonomi Daerah.

Pendataan Penyusunan Data Base Kelembagaan Peternakan Di Jawa Barat Pasca Otonomi Daerah.

4. Pemberdayaan Kelompok. Secara konseptual pemberdayaan masyarakat pertanian cakupannya dapat dipersempit menjadi pemberdayaan kelompok yang diartikan sebagai upaya meningkatkan kemampuan kelompok dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya secara mandiri dan berkelanjutan. Dalam hal ini mencakup pemberdayaan masyarakat agribisnis maupun pemberdayaan ketahanan pangan masyarakat dengan pendekatan kelompok usaha. Berdasarkan pengertian di atas titik tolak pemberdayaan peternak adalah pengembangan potensi yang dimiliki peternak supaya masyarakat mampu secara mandiri untuk menopang hidupnya. Oleh karena itu harus melibatkan sejumlah sumberdaya yang dikuasai masyatakat, sehingga mereka dapat melakukan kegiatan ekonomi/usaha secara mandiri dengan posisi tawar yang cukup. Makin besar sumberdaya dikuasai masyarakat peternak, proses pemberdayaan mempunyai peluang yang makin besar untuk sampai pada tujuan pemberdayaan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KONSUMSI SUSU KELUARGA PETERNAK SAPI PERAH ANGGOTA KOPERASI PETERNAK SAPI PERAH SETIA KAWAN

KONSUMSI SUSU KELUARGA PETERNAK SAPI PERAH ANGGOTA KOPERASI PETERNAK SAPI PERAH SETIA KAWAN

Keadaaan ekonomi seseorang akan berpengaruh besar terhadap pilihan produk pangan (Kotler, 1996). Pendapatan rumah tangga peternak yang rendah memaksa peternak sapi perah mengutamakan kebutuhan sekunder seperti sekolah, fasilitas rumah tangga, dan lain sebagainya. sehingga susu yang dihasilkan oleh peternak lebih baik dijual agar menghasilkan uang bagi keluarga. Peternak sapi perah di pedesaan umumnya menjadikan usaha ternak ini menjadi mata pencaharian utama. Jumlah kepemilikan ternak sapi dibawah 4 turut menyumbang bahwa usaha ini belum mampu memberikan penghasilan yang lebih baik.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Sistem Usaha Ternak Sapi Potong Dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Keluarga (Studi Kasus : Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan,   Kabupaten Deli Serdang)

Sistem Usaha Ternak Sapi Potong Dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Keluarga (Studi Kasus : Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang)

Adapun yang menjadi hasil dari penelitian ini adalah : Sistem pemeliharaan usaha ternak sapi potong di daerah penelitian masih tergolong sederhana atau tradisional (ekstensif), rataan pendapatan bersih usaha ternak sapi potong adalah Rp. 22.573.523 per peternak / tahun, kontribusi pendapatan dari usaha ternak sapi potong terhadap pendapatan keluarga adalah lebih besar dari 30 % yakni sebesar 69,3 %, masalah-masalah yang dihadapi oleh peternak sapi potong di daerah penelitian pada umumnya adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang sistem pemeliharaan ternak sapi potong yang lebih baik (intensif) dan kurang tersedianya modal untuk meningkatkan sistem usaha ternak sapi potong tersebut, upaya-upaya yang dilakukan oleh peternak dalam mengatasi masalah yang dihadapi oleh peternak sapi potong adalah mengadakan kerjasama dengan peternak sapi potong lainnya dalam bentuk kelompok usaha ternak agar dapat diskusi untuk memecahkan setiap masalah yang dihadapi oleh peternak sapi potong tersebut.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Potensi Dan Prospek Kelompok Sebagai Wadah Pemberdayaan Peternak Sapi Perah ( Kasus Di Kabupaten Bandung) Potencies And Prospect Of Group As Empowement Dairy Farmers Organization: Case At Bandung District.

Potensi Dan Prospek Kelompok Sebagai Wadah Pemberdayaan Peternak Sapi Perah ( Kasus Di Kabupaten Bandung) Potencies And Prospect Of Group As Empowement Dairy Farmers Organization: Case At Bandung District.

Cara pengukuran semua variabel dilakukan dengan skala ordinal dalam bentuk indeks. Untuk mengetahui tingkat keragaan dari Fungsi-fungsi Koperasi, Peranan Penyuluh, Dinamika Kelompok, Keberdayaan Kelompok, dan Keberdayaan Peternak, didasarkan pada kriteria atau kelas kategori, yang didasarkan atas perhitungan selisih antara skor harapan tertinggi dengan skor harapan terendah, yang dibagi menjadi lima dengan skala yang sama, sehingga diperoleh kelas kategori dari sangat rendah sampai sangat tinggi.

Baca lebih lajut

KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHA TERNAK SAPI POTONG PADA PROGRAM SARJANA MEMBANGUN DESA (SMD) TERHADAP PENDAPATAN RUMAHTANGGA PETERNAK DI KABUPATEN PESISIR SELATAN.

KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHA TERNAK SAPI POTONG PADA PROGRAM SARJANA MEMBANGUN DESA (SMD) TERHADAP PENDAPATAN RUMAHTANGGA PETERNAK DI KABUPATEN PESISIR SELATAN.

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena tidak ada daya dan upaya selain izin-Nya. Atas izin Allah SWT pula tesis yang berjudul “ Kontribusi Pendapatan Usaha Ternak Sapi Potong Pada Program Sarjana Membangun Desa (SMD) Terhadap Pendapatan Rumahtangga Peternak Di Kabupaten Pesisir Selatan” ini dapat penulis selesaikan.

22 Baca lebih lajut

Evaluasi Aspek Teknis dan Strategi Pengembangan Sapi Perah Rakyat di Kabupaten Karo Sumatera Utara

Evaluasi Aspek Teknis dan Strategi Pengembangan Sapi Perah Rakyat di Kabupaten Karo Sumatera Utara

Produksi susu peternakan sapi perah rakyat sangat rendah yaitu rata rata produksi 3 liter per induk laktasi. Hasil analisis dan informasi produksi susu dipengaruhi manajemen aspek pakan terutama pemberian konsentrat yang belum baik. Cara pemerahan sapi perah dilakukan peternak kurang memperhatikan kebersihan tangan, kebersihan ambing dan kebersihan peralatan yang digunakan membuat kualitas susu yang dihasilkan kurang terjamin dan diragukan para konsumen susu segar. Ketersediaan sarana dan prasarana kandang merupakan faktor yang mempengaruhi tingkat penerapan aspek teknis. Kandang sapi perah di Kabupaten Karo umumnya ada dibuat permanen maupun semi permanen. Kandang permanen dibuat dengan dinding dan lantai terbuat dari semen sedangkan kandang semi permanen lantai terbuat dari tanah padat atau lantai semen dan dinding terbuat dari bambu. Sarana kandang dan prasarana kandang yang digunakan peternak sapi perah terdiri atas sabit yang digunakan untuk memotong pakan hijauan di lahan. Keranjang sebagai wadah hijauan maupun wadah pakan limbah sayuran. Kaleng susu sebagai wadah susu pada saat pemerahan. Ember sebagai wadah air untuk mencampur pakan komboran. Sekop digunakan untuk membersihkan kotoran sapi. Karung sebagai wadah pakan hijauan maupun pakan komboran. Bak penampung air sebagai tempat penampungan air.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Strategi Kemitraan Antara KUD Musuk Dengan Peternak Dalam Meningkatkan Pendapatan dan Kesejahteraan Peternak Sapi Perah Di Kabupaten Boyolali

Strategi Kemitraan Antara KUD Musuk Dengan Peternak Dalam Meningkatkan Pendapatan dan Kesejahteraan Peternak Sapi Perah Di Kabupaten Boyolali

Kewajiban peternak adalah kegiatan atau tindakan yang dilaksanakan oleh peternak guna memenuhi kesepakatan yang telah dibuat bersama dengan KUD Musuk dalam rangka membangun kemitraan bersama. Kewajiban peternak ini antara lain adalah membayar iuran wajib sebagai anggota KUD, menjaga kualitas susu yang dihasilkan, menjual susu yang dihasilkan ke KUD serta selalu mengikuti kegiatan pembinaan yang dilakukan oleh KUD dalam rangka memenuhi kepentingan bersama. Dari Tabel 3. (Lampiran) dapat dilihat bahwa dari keseluruhan responden, rata-rata telah menjadi anggota KUD Musuk antara 5 sampai dengan 15 tahun dan selalu membayar simpanan wajib sebesar Rp.10.000 untuk setiap bulannya. Rata-rata susu yang dihasilkan sebanyak 39,8 liter per hari dan selalu di jual hanya ke KUD Musuk. Pakan ternak diperoleh secara mandiri karena sampai saat ini KUD Musuk belum menyediakan pakan ternak khususnya konsentrat untuk para anggotanya. Keseluruhan responden menyatakan selalu berusaha untuk menjaga dan bahkan meningkatkan kualitas susu yang dihasilkan termasuk mematuhi segala aturan yang telah disepakati bersama dengan KUD Musuk. Keseluruhan responden juga menyatakan aktif dalam setiap kegiatan pembinaan yang diselenggarakan KUD Musuk dalam rangka lebih mendayagunakan kemitraan yang telah dibangun khususnya dalam hal teknis budidaya sapi ternak dan meningkatkan kualitas susu yang dihasilkan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Penerapan E-Commerce Pada Perdagangan Sapi

Penerapan E-Commerce Pada Perdagangan Sapi

Sapi adalah salah satu komoditas yang dibutuhkan oleh masyarakat di Indonesia. Dewasa ini para peternak sudah mulai melakukan perdagangan sapi dengan menggunakan teknologi informasi. Perdagangan sapi menggunakan teknologi informasi dewasa ini memiliki beberapa kekurangan dari segi keamanan, kenyamanan dan kehandalan serta rekam jejak transaksi yang kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sistem yang mempermudah proses transaksi sehingga tercipta proses perdagangan sapi yang lebih cepat, aman dan murah serta memiliki rekam jejak transaksi. Penelitian ini mengembangkan teknologi berbasis web yang dinamakan Pasarternak menggunakan metode incremental dengan tiga increment. Increment 1 berpusat pada pengembangan fitur yang menunjang peternak dalam memasarkan sapi. Increment 2 berpusat pada pengembangan rekam jejak transaksi dan keranjang belanja. Increment 3 berpusat pada pengembangan fitur notifikasi dan testimoni. Dengan terimplementasinya sistem ini, telah tercipta sistem yang mendukung perdagangan sapi yang lebih murah dan cepat karena tidak perlu melalui banyak perantara serta lebih aman dengan adanya verifikasi pengguna. Dengan adanya rekam jejak pengguna dapat melacak setiap transaksi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Sistem Pemeliharaan dan Pemanfaatan Ternak Sapi (Studi Pada Rumah Tangga Peternak Sapi di Kecamatan Rindi – Sumba Timur) T1 222008015 BAB V

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Sistem Pemeliharaan dan Pemanfaatan Ternak Sapi (Studi Pada Rumah Tangga Peternak Sapi di Kecamatan Rindi – Sumba Timur) T1 222008015 BAB V

2) Pemerintah perlu memberdayakan para peternak sapi lewat peningkatan kapasitas pengetahuan praktis peternak untuk dapat mengembangkan sapi secara efisien seperti sekolah lapang, penyuluhan berbasis sektor unggulan yang intensif, pelatihan-pelatihan tematik terkait teknologi produksi dan pemasaran serta percontohan (demonstrasi plot) pada sentra-sentra pertumbuhan, sehingga dapat menghasilkan sapi yang memiliki mutu dan kualitas yang baik untuk meningkatkan posisi tawar (bargaining power) yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan dari rumah tangga peternak sapi secara bertahap.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HUBUNGAN DINAMIKA KELOMPOK PETERNAK SAPI PERAH TERHADAP KUALITAS PRODUKSI SUSU SAPI DAN PENDAPATAN PETERNAK DI DESA KANDANGTEPUS KABUPATEN LUMAJANG

HUBUNGAN DINAMIKA KELOMPOK PETERNAK SAPI PERAH TERHADAP KUALITAS PRODUKSI SUSU SAPI DAN PENDAPATAN PETERNAK DI DESA KANDANGTEPUS KABUPATEN LUMAJANG

Guna menguji hipotesis pertama yang menyatakan bahwa dinamika kelompok peternak sapi perah tinggi ataupun rendah dapat melalui perhitungan skor pada unsur-unsur dinamika kelompok dilakukan dalam analisis deskriptif kuantitatif. Menurut Ibrahim (2002), untuk melakukan analisis terhadap dinamika kelompok pada hakekatnya dapat dilakukan melalui dua macam pendekatan, yaitu pendekatan psiko-sosial serta pendekatan sosiologis. Pendekatan psiko-sosial digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika kelompok itu sendiri. Analisis dinamika kelompok dengan pendekatan psiko- sosial dimaksudkan untuk melakukan kajian terhadap segala sesuatu yang akan berpengaruh terhadap perilaku anggota-anggota kelompok dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan demi tercapainya tujuan kelompok. Unsur-unsur dinamika kelompok dalam pendekatan psiko-sosial yaitu: tujuan (group goals), struktur (group structure), fungsi tugas (task function), pemeliharaan dan pengembangan kelompok (group building and maintenance), kesatuan kelompok (group cohesiveness), suasana kelompok (group atmosphere), tekanan dan tegangan yang dialami kelompok (group pressure), efektivitas kelompok (group effectiveness) dan maksud terselubung (hidden agenda).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS RISIKO KEMITRAAN PETERNAK DAN KUD DALAM PETERNAKAN SAPI PERAH DI KECAMATAN PACET KABUPATEN MOJOKERTO

ANALISIS RISIKO KEMITRAAN PETERNAK DAN KUD DALAM PETERNAKAN SAPI PERAH DI KECAMATAN PACET KABUPATEN MOJOKERTO

Kristianto (2009), dalam penelitiannya yang berjudul “Hubungan Karakteristik Peternak Mitra dengan Keberhasilan Usaha Penggemukan Sapi Peternak Mitra (studi kasus peternak mitra sapi potong UD Rahmad alam Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara)” menyatakan bahwa pola kemitraan sapi potong UD Rahmad Alam tergolong sebagai pola kemitraan Kerjasama Operasional Agribisnis (KOA). Latar belakang perusahaan menerapkan kemitraan adalah karena keterbatasan lahan dan jumlah kandang, sementara peternak mitra karena keterbatasan modal untuk membeli sapi. Tujuan perusahaan menerapkan kemitraan adalah untuk memenuhi permintaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sementara peternak mitra bertujuan untuk mendapatkan tambahan penerimaan dan perantara menjadi peternak mandiri. Ketentuan umum sistem kemitraan sapi potong UD Rahmad Alam adalah perusahaan berperan menyediakan sapi bakalan, menanggung kegiatan transportasi, menanggung risiko kematian sapi, memberikan nota pemotongan sapi, dan mendapatkan 40 atau 45 persen keuntungan. Peternak mitra berperan menyediakan kandang, menyediakan rumput dan sarana pemeliharaan, mendapatkan keuntungan penjualan sebesar 60 atau 55 persen, dan mendapatkan nota penjualan atau pemotongan sapi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...