Pendekatan Creative Problem Solving

Top PDF Pendekatan Creative Problem Solving:

PENDEKATAN CREATIVE PROBLEM SOLVING BERBANTUAN ALGEBRATOR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP.

PENDEKATAN CREATIVE PROBLEM SOLVING BERBANTUAN ALGEBRATOR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan pemahaman dan penalaran matematis siswa SMP yang menggunakan pembelajaran dengan pendekatan Creative Problem Solving berbantuan Algebrator dibandingkan dengan siswa yang menggunakan pembelajaran dengan pendekatan Creative Problem Solving tanpa bantuan Algebrator. Desain penelitian ini adalah pretes postes tanpa kelompok kontrol, dimana kedua kelas diperlakukan sebagai kelas eksperimen 1 dan eksperimen 2. Kelas eksperimen 1 diberi perlakuan pembelajaran dengan pendekatan Creative Problem Solving berbantuan Algebrator dan kelas eksperimen 2 diberi perlakuan pembelajaran dengan pendekatan Creative Problem Solving tanpa bantuan Algebrator. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Cibeber dengan sampel penelitian kelas VIIC dan VIID yang dipilih secara purposive sampling. Data penelitian ini diperoleh dari dua jenis instrumen yaitu tes dan non tes. Instrumen jenis tes digunakan untuk mengukur kemampuan pemahaman dan penalaran matematis siswa sedangkan instrumen non tes adalah skala sikap siswa, lembar observasi aktivitas siswa dan guru. Analisis data dilakukan secara kuantitatif. Analisis kuantitatif dilakukan terhadap data gain ternormalisasi kemampuan pemahaman dan penalaran matematis siswa antara kedua kelas sampel dengan menggunakan uji perbedaan rataan dua populasi. Perbedaan dua rataan dihitung menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman dan penalaran matematis siswa yang menggunakan pembelajaran dengan pendekatan Creative Problem Solving berbantuan Algebrator lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran dengan pendekatan Creative Problem Solving tanpa bantuan Algebrator. Sedangkan untuk melihat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman dan penalaran matematis siswa ditinjau dari KAS, digunakan uji statistik analisis varians (ANAVA) satu jalur. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan untuk siswa level tinggi dengan sedang pada kemampuan pemahaman. Sedangkan pada kemampuan penalaran yang menunjukkan tidak ada perbedaan yaitu siswa level sedang dengan rendah. Hasil skala sikap juga menunjukkan sikap yang positif siswa terhadap pembelajaran dengan pendekatan Creative Problem Solving berbantuan Algebrator baik secara total maupun berdasarkan level siswa pada kelas eksperimen1.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF SISWA DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) TERHADAP SISWA SMP ( PTK di SMP N 2 BANYUDONO, BOYOLALI Tahun Ajaran 2010 / 2011

PENDAHULUAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF SISWA DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) TERHADAP SISWA SMP ( PTK di SMP N 2 BANYUDONO, BOYOLALI Tahun Ajaran 2010 / 2011

sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik. Pemikiran yang kreatif dari pendidik dan peserta didik dapat menghasilkan generasi yang baik. Dengan demikian, maka penulis melakukan penelitian tentang “ Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Melalui Penerapan Pendekatan Creative Problem Solving (CPS) Terhadap Siswa SMP.

7 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF SISWA DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN  PENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF SISWA DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) T

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF SISWA DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF SISWA DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) T

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan peningkatan Kreatifitas belajar matematika siswa melalui penerapan pendekatan Creative Problem Solving, 2) Mendeskripsikan peningkatkan prestasi belajar matematika siswa melalui penerapan pendekatan Creative Problem Solving. Subjek penelitian yang dikenai tindakan adalah siswa kelas VII E SMPN 2 Banyudono yang berjumlah 36 siswa. Data dikumpulkan melalui metode observasi, metode tes, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data secara deskriptif kualitatif dengan metode alur. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kreatifitas dan prestasi belajar matematika dalam pembelajaran matematika khususnya pecahan. Hal ini dapat dilihat dari minat siswa dalam: 1) siswa yang antusias dalam mengikuti pembelajaran dari (27,8%) menjadi (55,6%), 2) memberikan tanggapan guru dan siswa lain dari (13,9%) menjadi (41,7%), 3) mengajukan pertanyaan dari (8,33%) menjadi (41,7%), 4) siswa berani memberikan ide atau gagasan dari (5,56%) meningkat menjadi (22,2%), 5) prestasi belajar matematika siswa ditandai dengan nilai siswa ≥ 65 meningkat dari (55,6%) menjadi (88,9%) Kesimpulan penelitian ini adalah pembelajaran melalui penerapan pendekatan Creative Problem Solving dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan kreatifitas dan prestasi belajar matematika siswa.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PDF ini HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP YANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN CREATIVE PROBLEM SOLVING | Eftafiyana | Teorema: Teori dan Riset Matematika 1 PB

PDF ini HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP YANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN CREATIVE PROBLEM SOLVING | Eftafiyana | Teorema: Teori dan Riset Matematika 1 PB

Permasalahan dalam pembelajaran matematika yang telah dipaparkan sebelumnya harus segera diatasi, salah satunya yaitu menjadi guru yang kreatif dan inovatif yang dapat membuat pembelajaran matematika menjadi menyenangkan, lebih menarik, tidak membosankan dan disukai oleh siswa. Selain itu dalam kegiatan belajar guru hanya sebagai motivator dan fasilitator, sedangkan pembelajaran harus berpusat pada siswa ini bertujuan agar suasana kelas menjadi hidup. Cara mengatasi ketidaksenangan siswa dalam meningkatkan motivasi belajar terhadap pembelajaran matematika yaitu dengan menggunakan pendekatan Creative Problem Solving (CPS) yang bertujuan agar siswa lebih terlatih untuk bertindak atas pemikiran secara kreatif. Pada pendekatan pembelajaran ini siswa diminta untuk berpikir secara kreatif untuk menemukan solusi dan cara penyelesaian terhadap masalah yang diajukan, selain itu diharapkan siswa bisa lebih termotivasi untuk belajar matematika.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH PENDEKATAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS), PROBLEM SOLVING (PS), DAN DIRECT INSTRUCTION (DI), TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMP.

PENGARUH PENDEKATAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS), PROBLEM SOLVING (PS), DAN DIRECT INSTRUCTION (DI), TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMP.

2. Creative Problem Solving merupakan variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik yang sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Yang dimaksud dari pembelajaran Creative Problem Solving dalam penelitian ini adalah suatu model pembelajaran yang melakukan pemusatan pada pengajaran dan keterampilan pemecahan masalah, yang diikuti dengan penguatan keterampilan. Ketika siswa dihadapkan dengan suatu permasalahan, siswa dapat melakukan keterampilan memecahkan masalah untuk memilih dan mengembangkan tanggapannya, sehingga permasalahan dapat diselesaikan dengan pemecahan berbagai cara dan solusinya juga bisa beragam. Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisionalitas ide, kreativitas, kognitif tinggi, kritis, komunikasi, interaksi, keterbukaan dan sosialisasi. Sintaknya bahwa pembelajaran Creative Problem Solving adalah dimulai dari fakta aktual sesuai dari materi bahan ajar, melalui tanya jawab lisan, identifikasi permasalahan, mengolah pikiran sehingga muncul gagasan orisinal untuk menentukan solusi, persentasi dan pemecahan masalah.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

T MTK 1302693 Bibliography

T MTK 1302693 Bibliography

Wulanratmini, D. 2010. Peningkatan Kemampuan Penalaran dan Komunikasi Matematika Dengan Pendekatan Creative Problem Solving Melalui Media Geogebra di Kota Bandung Propinsi Jawa Barat (Tesis, Universitas Pendidikan Indonesia, 2010, Tidak diterbitkan).

6 Baca lebih lajut

T MAT 14047324 Abstract

T MAT 14047324 Abstract

Penelitian ini fokus pada peningkatan kemampuan koneksi dan melihat perbedaan disposisi matematis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol pretes-postes. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sehingga terpilih 39 orang siswa kelompok eksperimen dan 37 orang siswa kelompok kontrol pada kelas VIII SMP Negeri 1 Lembang Kabupaten Bandung Barat. Kelompok ekperimen diberi pembelajaran dengan pendekatan Creative Problem Solving, sedangkan kelompok kontrol diberi pembelajaran biasa. Instrumen penelitian terdiri dari tes kemampuan koneksi matematis dan skala angket disposisi matematis. Analisis data dengan uji t dan Mann Whitney untuk melihat peningkatan kemampuan koneksi serta melihat perbedaan skala disposisi matematis kedua kelompok berdasarkan kategori KAM (tinggi, sedang, dan rendah). Hasil analisis menunjukkan bahwa: a) Peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan Creative Problem Solving lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran biasa, baik secara keseluruhan maupun berdasarkan kategori KAM (tinggi, sedang, dan rendah); b) Disposisi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan Creative Problem Solving lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran biasa hanya pada kategori KAM sedang dan nilai secara keseluruhan, sedangkan untuk kategori KAM (tinggi dan rendah) tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMP DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING : Studi Kuasi Eksperimen terhadap siswa salah satu SMP Negeri di Kota Bandung.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMP DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING : Studi Kuasi Eksperimen terhadap siswa salah satu SMP Negeri di Kota Bandung.

4. Mengamati dan merefleksikan dalam proses pemecahan masalah matematis. Kemampuan pemecahan masalah erat kaitannya dengan berpikir kreatif. Kiesswetter (dalam Pehkonen, 1997) mengemukakan bahwa dalam pengalamannya, berpikir fleksibel yang merupakan suatu komponen dalam berpikir kreatif adalah salah satu kemampuan paling penting, bahkan mungkin yang utama, yang harus dimiliki oleh seorang problem-solver yang baik. Di dalam memilih dan mengembangkan berbagai alternatif strategi pemecahan masalah tentunya diperlukan kreativitas. Saat ini kemampuan berpikir kreatif sangat dibutuhkan karena perkembangan teknologi dan informasi begitu pesat. Setiap individu harus memiliki kreativitas agar dapat bersaing dalam menghadapi era globalisasi.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM   Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Melalui Pendekatan Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Bagi Siswa Kelas X TP2 Semester Genap S

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Melalui Pendekatan Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Bagi Siswa Kelas X TP2 Semester Genap S

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika dengan menggunakan pendekatan pembelajaran Creative Problem Solving. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru, dengan subyek penelitian adalah siswa kelas X TP2 SMK “YP” Delanggu, yang terdiri dari 22 siswa. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, catatan lapangan, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Teknik analisis data dilakukan secara diskriptif kualitatif dengan analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemecahan masalah matematika. Hal ini dilihat dari indikator pemecahan masalah: 1) kemampuan memahami masalah dari kondisi awal 9,09%, siklus I 59,09%, dan siklus II 81,81%, 2) kemampuan merencanakan pemecahan masalah dari kondisi awal 9,09%, siklus I 40,90%, dan siklus II 81,81%, 3) kemampuan melaksanakan pemecahan masalah dari kondisi awal 9,09%, siklus I 27,27%, dan siklus II 72,72%, 4) kemampuan melihat kembali hasil yang diperoleh dari kondisi awal 9,09%, siklus I 27,27%, dan siklus II 72,72%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran Creative Problem Solving meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam belajar matematika.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN RME DAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) DITINJAU DARI KEAKTIFAN BELAJAR SISWA ( Pada Siswa Kelas VII SMP N II Mondokan Sragen ).

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN RME DAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) DITINJAU DARI KEAKTIFAN BELAJAR SISWA ( Pada Siswa Kelas VII SMP N II Mondokan Sragen ).

Guru merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam prestasi belajar siswa. Kemampuan guru dalam menentukan suatu pendekatan pembelajaran sangatlah penting. Pada dasarnya pendekatan pembelajaran yang tepat akan menjadikan siswa mengerti dan memahami secara optimal dalam suatu pembelajaran.

Baca lebih lajut

Pemecahan Masalah Secara Kreatif (Creative Problem Solving)

Pemecahan Masalah Secara Kreatif (Creative Problem Solving)

Pendekatan ini pada dasarnya sama seperti Creative Problem Solving (CPS), tetapi CPS meliputi enam tahap, dimulai dengan ungkapan masalah secara samar (mess and fuzzy problem) sedangkan teknik Shallcross hanya terdiri dari lima tahap. Pernyataan masalah dirumukan pada tahap orientasi, sedangkan tahap persiapan adalah tahap menemukan, penggagasan merupakan tahap menemukan gagasan, tahap penilaian sesuai dengan tahap penemuan solusi, dan tahap implementasi adalah tahap menemukan penerimaan pada CPS.

Baca lebih lajut

EFEKTIFITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) MENGGUNAKAN PENDEKATAN OPEN-ENDED TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 1 POGALAN - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

EFEKTIFITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) MENGGUNAKAN PENDEKATAN OPEN-ENDED TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 1 POGALAN - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Pendekatan open-ended digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah. Dengan menggunakan problem open- ended dalam proses pembelajaran dapat membantu peserta didik untuk mengoptimalkan fungsi otak dalam berfikir. Karena problem open-ended menuntut siswa untuk menyelesaikan permasalahan secara beragam, sehingga mereka akan memunculkan ide-ide atau gagasan-gagasan yang beragam dalam menyelesaikan suatu masalah. Dengan demikian siswa diharapkan mampu memahami materi lebih baik dan hasil belajar juga akan meningkat.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

T MTK 1402666 Bibliography

T MTK 1402666 Bibliography

Deswita, R. (2015). Penerapan model pembelajaran connecting-organizing- reflecting-extending (CORE) dengan pendekatan scientific untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan koneksi matematis serta self- efficacy siswa SMP. (Tesis). SPs UPI, Bandung.

9 Baca lebih lajut

T MAT 14047324 Chapter5

T MAT 14047324 Chapter5

1. Direkomendasikan kepada guru untuk menerapkan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Creative Problem Solving sebagai upaya dalam meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa. 2. Pembelajaran dengan pendekatan Creative Problem Solving yang

2 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING DAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI IS SMA N.11 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING DAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI IS SMA N.11 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015.

Model pembelajaran Creative Problem Solving merupakan suatu model pembelajaran yang melakukan pemusatan pada pengajaran dan keterampilan pemecahan masalah yang diikuti dengan penguatan keterampilan. Dalam model pembelajaran ini siswa dapat melakukan keterampilan memecahkan suatu masalah untuk memilih dan mengembangkan tanggapannya. Sedangkan pendekatan Contextual Teaching and Learning( CTL) merupakan suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga medorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

LANDASAN TEORI  Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Melalui Pendekatan Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Bagi Siswa Kelas X TP2 Semester Genap SMK “YP” Delanggu Tahun 2013/2014.

LANDASAN TEORI Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Melalui Pendekatan Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Bagi Siswa Kelas X TP2 Semester Genap SMK “YP” Delanggu Tahun 2013/2014.

Ali, dkk (2010) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa “There exists a significant difference in the achievement of mathematics studenta taugh through problem solving method and traditional methods”. Dalam jurnalnya, Ali, dkk menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antar prestasi belajar siswa melalui metode tradisional dan metode pemecahan masalah. Pemecahan masalah adalah metode yang lebih efektif pada pembelajaran matematika dibandingkan dengan metode tradisional (ceramah). Oleh karena itu guru matematika harus menggunakan metode pemecahan masalah dalam mengajarkan konsep-konsep matematika untuk memberikan pengetahuan, pemahaman tentang pembelajaran berbasis masalah, dan meningkatkan prestasi akademik siswa.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

T MAT 14047324 Chapter1

T MAT 14047324 Chapter1

Hasil penelitian serupa juga diperoleh oleh Sefalianti (2014) walaupun terdapat perbedaan disposisi matematis secara keseluruhan antara kelompok siswa yang mendapatkan pembelajaran inkuiri terbimbing dengan kelompok siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional, tetapi tidak terdapat perbedaan disposisi matematis pada semua tingkat KAM antara kelompok siswa SMP yang mendapatkan pembelajaran inkuiri terbimbing dengan kelompok siswa SMP yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, jelas bahwa pemilihan pendekatan pembelajaran harus diarahkan agar setiap siswa dengan kemampuan heterogen bisa diakomodasikan dengan baik sehingga proses belajar mengajar lebih efektif dan hasilnya juga lebih maksimal baik secara keseluruhan maupun berdasarkan kategori KAM siswa.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING DAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI IS SMA N.11 MEDAN T.P 2014/2015.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING DAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI IS SMA N.11 MEDAN T.P 2014/2015.

Model pembelajaran Creative Problem Solving merupakan suatu model pembelajaran yang melakukan pemusatan pada pengajaran dan keterampilan pemecahan masalah yang diikuti dengan penguatan keterampilan. Dalam model pembelajaran ini siswa dapat melakukan keterampilan memecahkan suatu masalah untuk memilih dan mengembangkan tanggapannya. Sedangkan pendekatan Contextual Teaching and Learning( CTL) merupakan suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga medorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

T MTK 1402038 Chapter5

T MTK 1402038 Chapter5

9. Pencapaian disposisi matematis siswa laki-laki yang belajar dengan pendekatan challenge based learning lebih baik daripada siswa laki-laki yang belajar dengan pendekatan saintifik. Namun, tidak terdapat perbedaan pencapaian disposisi matematis antara siswa perempuan yang belajar dengan pendekatan challenge based learning dengan siswa perempuan yang belajar dengan pendekatan saintifik.

Baca lebih lajut

PENERAPAN STRATEGI CREATIVE PROBLEM SOLVING DENGAN PENDEKATAN RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI AK 1 SMK PRAYATNA-1 MEDAN TP 2013/2014.

PENERAPAN STRATEGI CREATIVE PROBLEM SOLVING DENGAN PENDEKATAN RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI AK 1 SMK PRAYATNA-1 MEDAN TP 2013/2014.

menggantikan perannya sebagai guru dalam kelompok tersebut. Pendekatan Reciprocal Teaching merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menerapkan empat strategi pemahaman mandiri kepada siswa yaitu menyimpulkan bahan ajar, menyusun pertanyaan menyelesaikannya dan menjelaskan kembali pengetahuan yang diperoleh. Dengan penerapan pendekatan Reciprocal Teaching diharapkan siswa yang kurang aktif akan lebih aktif lagi dari sebelumnya karena mereka dituntut untuk mampu menggantikan peran seorang guru.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...