Pendekatan Kontektual

Top PDF Pendekatan Kontektual:

PENDEKATAN KONTEKTUAL PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG POKOK BAHASAN PECAHAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK.

PENDEKATAN KONTEKTUAL PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG POKOK BAHASAN PECAHAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK.

Penelitian ini berangkat dari permasalahan kurangnya hasil belajar peserta didik pada pelajaran matematika pokok bahasan pecahan di SDN Sumbersari Indah 2 Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung. Untuk itu, penelitian ini berjudul “ Pendekatan Kontektual pada Pembelajaran Matematika Pokok Bahasan Pecahan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana perencanaan pembelajaran matematika melalui pendekatan kontektual bagi peserta didik kelas IV sekolah dasar? Bagaimana pelaksanaan pembelajaran matematika melalui pendekatan kontekstual? Dan apakah dengan pendekatan pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik? Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, dan tes formatif setiap akhir pembelajaran. Berdasarkan uraian hasil dan pembahasan dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan pendekatan pembelajaran ini dapat mengembangkan cara berpikir, kreativitas, mengkomunikasikan pendapat atau presetasi tentang sesuatu yang berkaitan dengan matematika. Dengan kegiatan yang beragam, peserta didik akan menggali pengetahuannya sendiri melalui membaca, diskusi, tanya jawab, kerja kelompok, pengamatan, pencatatan, pengerjaan, dan presentasi. Dengan pendekatan pembelajaran kontekstual hasil belajar peserta didik dapat meningkat, hal ini terbukti dengan antusias peserta didik dalam mengikuti pelajaran. Penggunaan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan prestasi peserta didik pada pokok bahasan pecahan, hal ini dapat dilihat dari peningkatan persentase ketuntasan belajar pada setiap siklus. Persentase rata-rata ketuntasan belajar pada siklus I hanya mencapai 73% dan pada siklus II mencapai 83%. Maka terdapat peningkatan sebesar 10% pada siklus II dibandingkan dengan siklus I.Setelah melakukan penelitian ini, peneliti merasakan adanya sesuatu yang berbeda dalam melaksananakan pembelajaran dan terjadi perubahan yang sangat berarti bagi peserta didik maupun bagi guru dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu peneliti ingin menyarankan pendekatan kontekstual kepada para guru agar digunakan dalam proses pembelajaran.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI BENTUK ALJABAR DENGAN PENDEKATAN KONTEKTUAL UNTUK SISWA SMP KELAS VII.

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI BENTUK ALJABAR DENGAN PENDEKATAN KONTEKTUAL UNTUK SISWA SMP KELAS VII.

LKS terdiri dari 3 Bab yaitu bentuk aljabar dan unsur-unsurnya, operasi hitung pada bentuk aljabar serta persamaan dan pertidaksaman linear satu variabel. Struktur LKS secara umum adalah Judul, petunjuk belajar, kompetensi yang akan tercapai, informasi pendukung, latihan, langkah-langkah kegiatan dan penilaian. LKS mata pelajaran matematika materi bentuk aljabar dengan pendekatan kontekstual untuk siswa SMP kelas VII ini dikembangkan mengikuti model pengembangan ADDIE, yaitu: a) analysis: analisis kebutuhan yang mana menunjukkan masih terbatasnya bahan ajar, dan siswa belum dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran, analisis materi bentuk aljabar yang hanya mendapat 57,77% dalam presentase daya serap siswa untuk Provinsi DIY, dan analisis kurikulum sesuai dengan KTSP; b) design : pengumpulan referensi, perancangan isi materi sesuai dengan aspek kontekstual, penyusunan LKS, penyusunan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan media yang digunakan; c) development : pembuatan bahan ajar, validasi ahli untuk mengetahui kevalidan bahan ajar, dan merevisi produk tahap I berdasarkan masukan validator; d) implementation : uji coba untuk memperoleh kepraktisan dan keefektifan penggunaan bahan ajar; e) evaluation : menganalisis kepraktisan dan keefektifan bahan ajar dan merevisi produk tahap II. Kualitas bahan ajar yang dikembangkan adalah: a) kevalidan dengan kriteria bagus/sesuai dan sangat bagus/sangat sesuai berdasarkan penilaian ahli media dan materi dengan skor masing-masing 3,94 dan 4,3; b) kepraktisan dengan kriteria tinggi berdasarkan penilaian guru dan siswa dengan skor masing-masing 4,23 dan 4,06 dan hasil observasi pembelajaran sebesar 89,40%; c) keefektifan dengan kriteria tinggi berdasarkan tes hasil belajar siswa dengan persentase sebesar 72%.
Baca lebih lanjut

272 Baca lebih lajut

PENDEKATAN KONTEKTUAL MELALUI METODE PENUGASAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 2 KUTASARI PURBALINGGA

PENDEKATAN KONTEKTUAL MELALUI METODE PENUGASAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 2 KUTASARI PURBALINGGA

Prestasi belajar merupakan hasil yang telah dicapai atau penguasaan pengetahuan/ ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai atau angka yang diberikan oleh guru, (Oemar Hardih, 2003 : 787). Mata pelajaran Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai salah satu mata pelajaran muatan lokal yang mencakup tata boga dan tata busana. Mata pelajaran tersebut memer- lukan latihan-latihan praktek untuk mening- katkan pengetahuan dan ketrampilan. Pada kenyatannya dalam pembelajaran, banyak guru yang mengeluh rendahnya kemampuan siswa dalam menerapkan bidang tata boga dan tata busana. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya kesalahan siswa dalam me- mahami konsep, sehingga berdampak pada semakin rendahnya prestasi belajar siswa. Padahal dalam pelaksanaan proses pembela- jaran di kelas biasanya guru memberikan tugas secara kontinyu. Akan tetapi pem- berian tugas yang secara kontinyu dengan metode yang kurang bervariasi dapat mengakibatkan motivasi belajar siswa men- jadi sulit ditumbuhkan. Ditambah lagi dengan penggunaan pendekatan pembelaja- ran yang cenderung membuat siswa kurang aktif dan siswa tidak tertarik untuk mengi- kuti pelajaran.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKTUAL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PKN KELAS IV SD NEGERI 056000 KAMPUNG BARU STABAT KABUPATEN LANGKAT T.A 2011/2012.

PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKTUAL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PKN KELAS IV SD NEGERI 056000 KAMPUNG BARU STABAT KABUPATEN LANGKAT T.A 2011/2012.

Dari identifikasi masalah yang diberikan di atas cakupannya sangat luas maka peneliti memberi batasan hanya pada “Penerapan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pokok bahasan Pengaruh Globalisasi di kelas IV SD. Negeri 056000 Kampung Baru Stabat Kabupaten Langkat T.A 2011/2012.

24 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN KONTEKTUAL POKOK BAHASAN PERSAMAAN GARIS LURUS KELAS VIII-B MTs. RADEN RAHMAT SELOREJO MOJOWARNO JOMBANG.

PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN KONTEKTUAL POKOK BAHASAN PERSAMAAN GARIS LURUS KELAS VIII-B MTs. RADEN RAHMAT SELOREJO MOJOWARNO JOMBANG.

Pendekatan CTL merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkanya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkan dalam kehidupan mereka. Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk meneliti tentang perbedaan efektifitas pendekatan CTL dalam pembelajaran matematika. Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan proses pembelajaran yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural), sehingga siswa memiliki pengetahuan/ ketrampilan yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Peningkatan Kemampuan Mengarang Deskripsi Dengan Pendekatan Contextual Teaching Learning Pada Siswa Kelas IV SDN 1 Giriroto Ngemplak Boyolali Tahun Pelajaran 2012/2013.

PENDAHULUAN Peningkatan Kemampuan Mengarang Deskripsi Dengan Pendekatan Contextual Teaching Learning Pada Siswa Kelas IV SDN 1 Giriroto Ngemplak Boyolali Tahun Pelajaran 2012/2013.

Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah konstekstual Pendekatan kontektual (Contextual Teaching and Learning /CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.

8 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN.

Dalam kurikulum KTSP penerapan semua pendekatan dalam pembelajaran saat ini menggunakan pendekatan kontektual/CTL ( Contextual Teaching and Learning) yang konsep belajarnya guru mengaitkan antara materi yang di ajarkan dengan situasi dunia nyata siswadan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam dalam kehidupan mereka sebagai angg0ta keluarga dan masyarakat Metode Pembelajaranyang disusun dalam RPP lebih banyak menggunakan metode CTL dan Lifeskill dimana siswa dapat jauh memahami karena pembelajaran dikaitkan dengan situasi merekayang pernah di lakukan .Model pembelajaran yang diterapkan praktikan dalam praktik mengajar yang telah tercantum RPP adalah Autentic Assesment dimana siswayang akan terlihat seberapa jauh ketrampilan yang siswa miliki.Siswa diberikan keleluasaan untuk lebih kreatif dalam berketrampilan ,dibebaskan untuk membuat karya yang lebih kreatif.Selain itu juga digunakan model pembelajaran Modelling dimana siswa menirukan cara menggali informasi,demonstrasi yang di modelkan oleh guru.Pada pelaksanaannya siswa merasa metode ini snagatlah efektif dan snagta membantu.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Model Pembelajaran Contextual Teaching a (3)

Model Pembelajaran Contextual Teaching a (3)

Menurut Depdiknas untuk penerapannya, pendekatan kontektual (CTL) memiliki tujuah komponen utama, yaitu konstruktivisme (constructivism), menemukan (Inquiry), bertanya (Questioning), masyarakat-belajar (Learning Community), pemodelan (modeling), refleksi (reflection), dan penilaian yang sebenarnya (Authentic). Adapaun penjelasannya sebagai berikut: 1. Konstruktivisme (constructivism). Kontruktivisme merupakan landasan berpikir CTL, yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal, mengingat pengetahuan tetapi merupakan suatu proses belajar mengajar dimana siswa sendiri aktif secara mental mebangun pengetahuannya, yang dilandasi oleh struktur pengetahuanyang dimilikinya.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

III.A.1.c.1).b).(3) IMPLEMENTASI BAHAN	AJAR - CEK PL ARTIKEL DWI S III.A.1.c.1).b).(3)PROSIDING SEMINAR UNIMUS IMPLEMENTASI BAHAN AJAR

III.A.1.c.1).b).(3) IMPLEMENTASI BAHAN AJAR - CEK PL ARTIKEL DWI S III.A.1.c.1).b).(3)PROSIDING SEMINAR UNIMUS IMPLEMENTASI BAHAN AJAR

Data motivasi mahasiswa dalam mengikuti proses pembelajaran yang menggunakan bahan ajar program linear dengan pendekatan kontekstual berbantuan Linever diperoleh dengan cara membagikan angket kepada mahasiswa. Analisis data angket tersebut Presentase keterampilan proses diperoleh dari frekuensi setiap aspek pengamatan dibagi dengan banyaknya frekuensi semua aspek pengamatan dikali 100%. Hasil analisis keterampilan proses mahasiswa digunakan untuk mengetahui peningkatan keterampilan mahasiswa dan mengetahui pengaruh keaktifan terhadap hasil belajar dalam penerapan bahan ajar dengan pendekatan kontektual pada matakuliah program linear berbantuan software Linever.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

MODEL PEMBELAJARAN MOOD CURDER DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI, PENALARAN MATEMATIS DAN SOFT SKILL SISWA SMP.

MODEL PEMBELAJARAN MOOD CURDER DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI, PENALARAN MATEMATIS DAN SOFT SKILL SISWA SMP.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah kemampuan komunikasi dan penalaran matematis serta soft skill siswa SMP yang belum dikembangkan secara optimal. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan ketiga kemampuan tersebut adalah model pembelajaran Mood CURDER dengan pendekatan kontekstual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah peningkatan kemampuan komunikasi dan penalaran matematis serta kemampuan soft skill siswa yang mendapatkan model pembelajaran Mood CURDER dengan pendekatan kontekstual lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP BPI Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain kelompok kontrol non-ekivalen. Sampel yang diambil sebanyak dua kelas dari empat kelas yang ada di SMP BPI Bandung, yaitu kelas VIII C dan kelas VIII D yang masing-masing disebut sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada penelitian ini dikembangkan empat buah instrumen: tes komunikasi matematis siswa, tes kemampuan penalaran matematis siswa, lembar observasi dan angket soft skill siswa. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji-t. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu Peningkatan kemampuan komunikasi dan penalaran matematis serta kemampuan soft skill siswa yang mendapatkan model pembelajaran Mood CURDER dengan pendekatan kontekstual lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika dengan konvensional.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN TEMATIK, KONTEKSTUAL (CTL) DAN PEMBELAJARAN DI LABORATORIUM DI SEKOLAH DASAR

PEMBELAJARAN TEMATIK, KONTEKSTUAL (CTL) DAN PEMBELAJARAN DI LABORATORIUM DI SEKOLAH DASAR

Seperti yang kita pahami bahw inovasi dilakukan dalam proses pembelajaran merupakan hal yang mutlak dilakukan oleh seorang guru, dengan menerapkan pendekatan pembelajaran tematik di sekolah dasar bisa disebut sebagai suatu upaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan, terutama dalam rangka mengimbangi gejala penjejalan isi kurikulum yang sering terjadi dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah-sekolah kita. Penjejalan isi kurikulum tersebut dikhawatirkan akan mengganggu perkembangan anak, karena terlalu banyak menuntut anak untuk mengerjakan aktivitas atau tugas- tugas yang melebihi kapasitas dan kebutuhan mereka. Dengan demikian, anak kehilangan sesuatu yang seharusnya bisa mereka kerjakan. Jika dalam proses pembelajaran, anak hanya merespon segalanya dari guru, maka mereka akan kehilangan pengalaman pembelajaran yang alamiah dan langsung (direct experiences).
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

SILABUS MATA KULIAH BAB (15)

SILABUS MATA KULIAH BAB (15)

1 Konsep Dasar Pengukuran,Penilaian, Pengujian peranannya terhadap Dunia pendidikan.2.Pendekatan Dalam Penilaian Pendidikan dan Ruang Lingkup Penilaian Pengajaran.3.Penilaian Teknik Tes.4. Penilaian teknik non tes 5.Penyusunan Alat Teknik Tes 6 Penyusunan Alat Teknik non Tes 7.Pengolahan skor 8.Mengkonversi nilai 9 Standard Z dan Standard T 10. Analisis Butir Soal 11 Analisis Validitas 12. Analisis Reliabilitas .13.Penilaian Pembelajaran berbasis Kompetensi dan Kontektual 1 14 Penilaian Pembelajaran berbasis Kompetensi dan Kontektual 2.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

t pu 0908835 bibliography

t pu 0908835 bibliography

Iryani, M,R. (2008) Kontribusi Pembelajaran Kontektual dalam Pendidikan Kewarganegaraan terhadap Pembentukan Karakter Siswa (Studi Deskribtif Analisis di SMA Negeri 1 Cilaku Kabupaten Cianjur), Tesis pada pendidikan kewarganegaraan UPI Bandung: tidak terbitkan.

5 Baca lebih lajut

Arie Rakhmat Riyadi, M

Arie Rakhmat Riyadi, M

1 Konsep Dasar Pengukuran,Penilaian, Pengujian peranannya terhadap Dunia pendidikan.2.Pendekatan Dalam Penilaian Pendidikan dan Ruang Lingkup Penilaian Pengajaran.3.Penilaian Teknik Tes.4. Penilaian teknik non tes 5.Penyusunan Alat Teknik Tes 6 Penyusunan Alat Teknik non Tes 7.Pengolahan skor 8.Mengkonversi nilai 9 Standard Z dan Standard T 10. Analisis Butir Soal 11 Analisis Validitas 12. Analisis Reliabilitas .13.Penilaian Pembelajaran berbasis Kompetensi dan Kontektual 1 14 Penilaian Pembelajaran berbasis Kompetensi dan Kontektual 2.

5 Baca lebih lajut

Pengembangan Modul dengan Pendekatan Kontekstual dalam Pembelajaran Matematika Pada Materi Luas Permukaan dan Volume Kubus dan Balok Untuk Siswa Kelas VIII SMPN 2 Sumbergempol Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Pengembangan Modul dengan Pendekatan Kontekstual dalam Pembelajaran Matematika Pada Materi Luas Permukaan dan Volume Kubus dan Balok Untuk Siswa Kelas VIII SMPN 2 Sumbergempol Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

dengan siswa. Ada dua jenis pendekatan dalam pembelajaran matematika, yaitu pendekatan yang bersifat metodologi dan pendekatan yang bersifat materi. Pendekatan metodologik berkenaan dengan cara siswa mengadaptasi konsep yang disajikan ke dalam struktur kognitifnya, yang sejalan dengan guru menyajikan bahan tersebut. Pendekatan metodologik diantaranya adalah pendekatan intuitif, analitik, sintetik, spiral, induktif, deduktif, tematik, realistic(kontekstual), dan heuristic. Sedangkan pendekatan material yaitu pendekatan pembelajaran matematika dimana dalam menyajikan konsep matematika melalui konsep matematika lain yang telah dimiliki siswa. Misalnya untuk menyajikan penjumlahan bilangan menggunakan pendekatan garis bilangan atau himpunan. 12
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

ESSAY BLOK CORE PIMNAS DAN TANNAS

ESSAY BLOK CORE PIMNAS DAN TANNAS

2. Penerapan kepemimpinan RLA di lingkungan Polri diawali oleh sebuah kehendak “Membangun Polri yang RLA 2020” dengan pendekatan teori Scenario Learning dan PDB Triangle. Jika membangun Polri yang RLA 2020 sebagai focal concern maka ada dua driving forces atau variabel kritikal atau dapat dikatakan sebagai pengungkit, yaitu moralitas dan profesionalisme. Untuk mewujudkan kehendak yang merupakan sebuah alternatif masa depan atau plausible sesuatu yang mungkin terjadi “membangun Polri yang RLA 2020” ini, maka dibutuhkan kepemimpinan yang juga RLA. Kepemimpinan yang RLA ini disamping bersumber pada nilai-nilai kepemimpinan nasional, kepemimpinan negarawan, kepemimpinan visioner, kepemimpinan kontemporer dan sifat-siafat kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang shiddiq, amanah, tabligh dan fatonah, juga bersumber dari nilai-nilai yang ada dalam pedoman hidup Polri Tribrata dan pedoman kerja Catur Prasetya serta ditentukan oleh dua variabel yang menentukan yaitu moral dan profesionalisme.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

12_FPEB-SIL-14-12_SILABUS KOMPUTER APLIKASI.

12_FPEB-SIL-14-12_SILABUS KOMPUTER APLIKASI.

Membekali mahasiswa agar memiliki wawasan konseptual dan pengetahuan praktis secara kontektual tentang penggunaan komputer berbasis system operasi windows berkenaan dengan pemanfaatan Microsoft office terutama Microsoft word dan Microsoft Excel membuat bahan presentasi untuk menunjang pekerjaan mereka dikemudian hari.

4 Baca lebih lajut

PTK MTK Kelas IV (Bangun Datar-Alat Peraga)

PTK MTK Kelas IV (Bangun Datar-Alat Peraga)

Selain itu proses belajar mengajar tidak efektif dikarenakan, sebagian guru belum sepenuhnya menerapkan model-model pembelajaran misalnya model pembelajaran kontektual dalam proses pembelajaran, kegiatan belajar mengajar yang dilakukan kurang menarik, berlangsung monoton dan membosankan, serta interaksi yang terjadi hanya satu arah karena guru yang dominan aktif, sementara siswanya pasif dan sebagian siswa kelas IV SDN Kedungmaron 1 memiliki nilai yang dibawah standar terutama pada mata pelajaran Matematika. Rendahnya hasil belajar tersebut diduga akibat motivasi, minat dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran sangat rendah sehingga terlihat banyak siswa kurang siap dalam menerima materi pelajaran setiap pertemuan.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

PENINGKATAN  KOMPETENSI  MENULIS  WACANA  EKSPOSISI DENGAN METODE PEMBELAJARAN KONTEKTUAL PADA   PENINGKATAN KOMPETENSI MENULIS WACANA EKSPOSISI DENGAN METODE PEMBELAJARAN KONTEKTUAL PADA SISWA KELAS IXB SMP PENDA MOJOGEDANG KABUPATEN KARANGANYAR.

PENINGKATAN KOMPETENSI MENULIS WACANA EKSPOSISI DENGAN METODE PEMBELAJARAN KONTEKTUAL PADA PENINGKATAN KOMPETENSI MENULIS WACANA EKSPOSISI DENGAN METODE PEMBELAJARAN KONTEKTUAL PADA SISWA KELAS IXB SMP PENDA MOJOGEDANG KABUPATEN KARANGANYAR.

Tujuan penelitian ini antara lain untuk: (1) mendeskripsikan peningkatan sikap belajar kompetensi menulis wacana eksposisi pada siswa kelas IXB Sekolah Menengah Pertama Penda Karanganyar melalui metode kontektual, (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar kompetensi menulis wacana eksposisi siswa kelas IXB Sekolah Menengah Pertama Penda Karanganyar melalui metode kontektual

17 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS SURAT DINAS DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PEMODELAN SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 2 PIYUNGAN, BANTUL

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS SURAT DINAS DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PEMODELAN SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 2 PIYUNGAN, BANTUL

Pada kenyataannya, guru tidaklah mudah untuk memilih metode atau pendekatan yang cocok dan sesuai dengan materi serta tingkat perkembangan siswa. Akhirnya proses belajar mengajar menulis di kelas terkesan asal jalan, kurang menarik bagi siswa dan membosankan. Untuk itu, perlu dicari solusi agar proses belajar mengajar keterampilan menulis berjalan lebih efektif lagi, menyenangkan, dan lebih bermakna bagi siswa.

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...