Pendekatan kurikulum K-13

Top PDF Pendekatan kurikulum K-13:

K-13 FOR ANDROID BAGI PENGGUNA KURIKULUM 2013 SEBAGAI PIRANTI M-LEARNING.

K-13 FOR ANDROID BAGI PENGGUNA KURIKULUM 2013 SEBAGAI PIRANTI M-LEARNING.

Awal tahun 2014, Kurikulum 2013 telah usai diujicobakan di berbagai jenjang. Sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.156928/MPK.A/KR/ 2013 tanggal 8 November 2013, pada tahun pelajaran 2014/2015 kurikulum 2013 diterapkan pada semua satuan pendidikan SD/MI kelas I, II, IV, dan V; SMP/MTs kelas VII dan VIII; SMA/MA/ SMK./MAK kelas X dan XI di seluruh Indonesia. Berdasarkan hasil evaluasi secara menyeluruh, ditemukan bahwa kualitas pelaksanaan Kurikulum 2013 masih jauh dari sempurna, termasuk di sekolah dasar. Salah satu permasalahan mendasar pada uji coba Kurikulum 2013 adalah masih belum banyak dipahami dan diimplementasikannya pendekatan ilmiah dalam pembelajaran.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

207 IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA DI LOMBOK TENGAH Baiq Emilia Susdiana

207 IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA DI LOMBOK TENGAH Baiq Emilia Susdiana

Semua jenis teks pada KTSP berstruktur tunggal yaitu pembuka, isi, dan penutup. Dengan demikian, rumusan kompetensi dasar pada KTSP, masih mencampuradukkan antara pendekatan liguistik struktural dengan linguistik sistemik fungsional. Suatu hal yang sangat berbeda dengan K-13 yang sepenuhnya berbasis teks lainnya berbeda, karena fungsi sosial yang diemban setiap teks berbeda. Dengan kata lain, K-13 sepenuhnya mendasarkan diri pada pendekatan linguistik sistemik fungsional. Persoalan mengenai teks dijadikan basis dalam pembelajaran K-13, ada beberapa alasan yang dapat dikemukakan untuk hal tersebut. Pertama, melalui teks kemampuan berpikir siswa dapat dikembangkan. Kedua, materi pembelajaran berupa teks lebih relevan dengan karakteristik K-13 yang menetapkan capaian kompetensi siswa yang mencakupi ketiga ranah pendidikan, pengetahuan, keterampilan, dan sikap (Mahsun, 2014:97).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

K-13 FOR ANDROID BAGI PENGGUNA KURIKULUM 2013 SEBAGAI PIRANTI M-LEARNING.

K-13 FOR ANDROID BAGI PENGGUNA KURIKULUM 2013 SEBAGAI PIRANTI M-LEARNING.

Penelitian ini bertujuan menghasilkan sebuah aplikasi berbasis android yang diharapkan dapat membantu pengguna Kurikulum 2013 dalam menerapkan pendekatan ilmiah. Desain penelitian ini dirancang menggunakan Research and Development (R & D) mengadaptasi dari Plomp (2001) yang terdiri dari empat tahap, yakni (1) investigasi awal, (2) perancangan atau desain (3) realisasi, (4) tes, evaluasi, dan revisi dan (5) implementasi (Rochmad, 2011). Uji coba produk dilakukan dalam tiga tahap yakni uji coba satu-satu (3 subyek coba), uji coba kelompok kecil (8 subyek coba), dan uji coba kelompok besar (25 subyek coba). Validitas produk dilakukan dengan teknik expert judgement dan focus group discussion bersama calon guru sekolah dasar. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket. Data yang dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif kemudian dikonversi ke data kualitatif dengan skala 5 mengacu pada Eko Putro Widoyoko (2011). Data kualitatif dianalisis isi kemudian disimpulkan dan ditindaklanjuti dalam bentuk revisi produk. Hasil penelitian adalah sebuah software aplikasi Pendekatan ilmiah dalam K-13dengan ekstensi apk. tervalidasi dan telah diujicobakan dalam tiga tahap. Karakteristik aplikasi Pendekatan ilmiah dalam K-13 adalah sebagai berikut: a. Berplatform android, b. Tersedia di Playstore secara gratis, c. Tanda membutuhkan pendaftaran dan password, d. Mengandung materi: Bab I. Hakikat Pendekatan Ilmiah, Bab II. Keterampilan berpikir dalam pendekatan ilmiah, Bab III. Pendekatan ilmiah dalam berbagai mata pelajaran, Bab. IV. Penerapan pendekatan ilmiah dalam tahapan 5 M. Selain itu, disertai juga link untuk membeli buku dengan penjelasan lebih luas tentang pendekatan ilmiah. Hasil uji coba kelompok besar adalah kualitas aplikasi berada pada tingkat sangat baik (skor 15,24) sehingga dikatakan layak dan efektif.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

KMA No. 165 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 - K-13

KMA No. 165 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 - K-13

Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Aliyah bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:1)Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya mempelajari landasan ajaran, nilai-nilai dan norma- norma Islam yang telah dibangun oleh Rasulullah saw. dalam rangka mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam.2) Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya waktu dan tempat yang merupakan sebuah proses dari masa lampau, masa kini, dan masa depan, 3) Melatih daya kritis peserta didik untuk memahami fakta sejarah secara benar dengan didasarkan pada pendekatan ilmiah. 4) Menumbuhkan apresiasi dan penghargaan peserta didik terhadap peninggalan sejarah Islam sebagai bukti peradaban umat Islam di masa lampau. 5) Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam mengambil ibrah dari peristiwa-peristiwa bersejarah (Islam), meneladani tokoh-tokoh berprestasi, dan mengaitkannya dengan fenomena sosial, budaya, politik, ekonomi, iptek dan seni dan lain-lain untuk mengembangkan Kebudayaan dan peradaban Islam.
Baca lebih lanjut

318 Baca lebih lajut

2 1 konsep pendekatan scientific rev final

2 1 konsep pendekatan scientific rev final

 Ranah pengetahuan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu apa.”  Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menj[r]

21 Baca lebih lajut

Buku I untuk kelas I dan IV untuk IN saja (28 maret)

Buku I untuk kelas I dan IV untuk IN saja (28 maret)

Titik tekan pengembangan Kurikulum 2013 adalah penyempurnaan pola pikir, penguatan tata kelola kurikulum, pendalaman dan perluasan materi, penguatan proses pembelajaran, dan penyesuaian beban belajar agar dapat menjamin kesesuaian antara apa yang diinginkan dengan apa yang dihasilkan. Pengembangan kurikulum menjadi amat penting sejalan dengan kontinuitas kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni budaya serta perubahan masyarakat pada tataran lokal, nasional, regional, dan global di masa depan. Aneka kemajuan dan perubahan itu melahirkan tantangan internal dan eksternal pada bidang pendidikan pendidikan. Oleh karena itu, implementasi Kurikulum 2013 merupakan langkah strategis dalam menghadapi globalisasi dan tuntutan masyarakat Indonesia masa depan.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

pendekatan dan model dalam pengembangan (2)

pendekatan dan model dalam pengembangan (2)

Kurikulum adalah seperangkat alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan dengan beberapa pendekatan (dilihat dari aspek perencanaannya), yaitu: 1) Pendekatan Kompetensi ialah menitikberatkan pada semua ranah, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik, 2) Pendekatan Sistem ialah penggunaan berbagai konsep yang serasi dari teori sistem yang umum untuk memahami teori organisasi dan paktik manajemen, 3) Pendekatan Klarifikasi Nilai ialah menekankan peserta didik untuk mengemukakan pendapatnya sendiri tentang isu-isu disamping pendapat guru, 4) Pendekatan Komprehensif ialah melihat, dan menganalisis kurikulum secara keseluruhan serta mengidentifikasi masalah secara global, 5) Pendekatan yang berpusat pada masalah ialah mengidentifikasi berbagai masalah kurikulum secara khusus dengan meminta informasi, pendapat serta saran dari guru, dan 6) pendekatan Terpadu ialah memadukan keseluruhan bagian untuk mencapai tujuan tertentu. Adapun model pengembangan kurikulum, yaitu: the administrative (line-staff) ialah structural dari atas ke bawah, the grass-roots ialah guru sebagai pelaksana kurikulum, the demonstration, Beauchamp’s system, Taba’s inverted, dan lain-lain
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Buku II untuk kelas IV untuk IN dan GS (28 maret)

Buku II untuk kelas IV untuk IN dan GS (28 maret)

Penilaian autentik terdiri dari berbagai teknik penilaian. Pertama, pengukuran langsung keterampilan peserta didik yang berhubungan dengan hasil jangka panjang pendidikan seperti kesuksesan di tempat kerja. Kedua, penilaian atas tugas-tugas yang memerlukan keterlibatan yang luas dan kinerja yang kompleks. Ketiga, analisis proses yang digunakan untuk menghasilkan respon peserta didik atas perolehan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang ada. Dengan demikian, penilaian autentik akan bermakna bagi guru untuk menentukan cara-cara terbaik agar semua siswa dapat mencapai hasil akhir, meski dengan satuan waktu yang berbeda. Konstruksi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dicapai melalui penyelesaian tugas di mana peserta didik telah memainkan peran aktif dan kreatif. Keterlibatan peserta didik dalam melaksanakan tugas sangat bermakna bagi perkembangan pribadi mereka. Dalam pembelajaran autentik, peserta didik diminta mengumpulkan informasi dengan pendekatan saintifk, memahami aneka fenomena atau gejala dan hubungannya satu sama lain secara mendalam, serta mengaitkan apa yang dipelajari dengan dunia nyata yang luar sekolah. Di sini, guru dan peserta didik memiliki tanggung jawab atas apa yang terjadi. Peserta didik pun tahu apa yang mereka ingin pelajari, memiliki parameter waktu yang feksibel, dan bertanggungjawab untuk tetap pada tugas. Penilaian autentik pun mendorong peserta didik mengonstruksi, mengorganisasikan, menganalisis, mensintesis, menafsirkan, menjelaskan, dan mengevaluasi informasi untuk kemudian mengubahnya menjadi pengetahuan baru.
Baca lebih lanjut

158 Baca lebih lajut

Buku Guru SDMI Kelas V

Buku Guru SDMI Kelas V

Baru-baru ini murid-murid Sekolah Dasar Islam Tugasku Jakarta yang tergabung dalam Sanggar Tari Ayudha tampil memikat dalam misi kesenian pada Internationales Jugend-Volkstandz Festival atau (The International Youth Folkdance Festival) ke-20 di Austria, 10-13 Juli 2013. The International Youth Folkdance Festival adalah festival tari rakyat tingkat internasional khusus bagi anak dan remaja berusia 4-16 tahun dari seluruh dunia. Acaranya digelar di beberapa kota di Austria, yaitu Spittal, Gmünd, Seeboden, dan Döbriach.

188 Baca lebih lajut

1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - STRATEGI DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI (Guru dalam Implementasi Kurikulum 13 di Kelas X SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang ) - Unissula Repository

1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - STRATEGI DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI (Guru dalam Implementasi Kurikulum 13 di Kelas X SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang ) - Unissula Repository

dengan peningkatan kualitas guru, yang sampai saat ini masih banyak kendala dan tantangan yang dihadapi, terutama dalam pelaksanaan pembelajaran. Hal ini penting, karena kunci keberhasilan dalam implementasi kurikulum dan pembelajaran adalah kemampuan profesional guru-gurunya. Keberhasilan guru dalam implementasi kurikulum dan manajemen pembelajaran sangat ditentukan oleh beberapa hal, diantaranya adalah hubungan interpersonal guru dengan peserta didik, adanya pemahaman individu tentang kemampuan peserta didik dan adanya balikan berupa saran dan kritik untuk pengembangan kompetensi profesionalnya dari teman sejawat, Kepala Sekolah atau Pengawas. Dalam hal ini, strategi pembelaj aran merupakan “taktik” yang digunakan guru dalam implementasi kurikulum dan pembelajaran agar dapat mempengaruhi peserta didik mencapai tujuan secara produktif, kreatif, inovatif dan berkarakter.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Buku Guru SDMI Kelas V

Buku Guru SDMI Kelas V

Pencapaian kompetensi terpadu sebagaimana rumusan itu menuntut pendekatan pembelajaran tematik ter- padu, yaitu mempelajari semua mata pelajaran secara terpadu melalui tema-tema kehidupan yang dijumpai peserta didik sehari-hari. Peserta didik diajak mengikuti proses pembelajaran transdisipliner yang menempat- kan kompetensi yang dibelajarkan dikaitkan dengan konteks peserta didik dan lingkungan. Materi-materi ber- bagai mata pelajaran dikaitkan satu sama lain sebagai satu kesatuan, membentuk pembelajaran multidisipliner dan interdisipliner, agar tidak terjadi ketumpangtindihan dan ketidakselarasan antarmateri mata pelajaran. Tu- juannya, agar tercapai efisiensi materi yang harus dipelajari dan efektivitas penyerapannya oleh peserta didik. Buku ini merupakan penjabaran hal-hal yang harus dilakukan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan Kurikulum 2013, peserta didik diajak berani untuk mencari sumber be- lajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap peserta didik dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru dapat memperkaya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan alam, sosial, dan budaya.
Baca lebih lanjut

208 Baca lebih lajut

Benda-benda di Lingkungan Sekitar

Benda-benda di Lingkungan Sekitar

Pencapaian kompetensi terpadu sebagaimana rumusan itu menuntut pendekatan pembelajaran tematik ter- padu, yaitu mempelajari semua mata pelajaran secara terpadu melalui tema-tema kehidupan yang dijumpai peserta didik sehari-hari. Peserta didik diajak mengikuti proses pembelajaran transdisipliner yang menem- patkan kompetensi yang dibelajarkan dikaitkan dengan konteks peserta didik dan lingkungan. Materi-materi berbagai mata pelajaran dikaitkan satu sama lain sebagai satu kesatuan, membentuk pembelajaran multi- disipliner dan interdisipliner, agar tidak terjadi ketumpangtindihan dan ketidakselarasan antarmateri mata pelajaran. Tujuannya, agar tercapai efisiensi materi yang harus dipelajari dan efektivitas penyerapannya oleh peserta didik.
Baca lebih lanjut

220 Baca lebih lajut

Buku Siswa SDMI Kelas IV

Buku Siswa SDMI Kelas IV

Buku Seri Pembelajaran Tematik Terpadu untuk Siswa Kelas IV SD/MI ini disusun berdasarkan konsep itu. Sebagaimana lazimnya buku teks pelajaran yang mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi, buku ini memuat rencana pembelajaran berbasis aktivitas. Buku ini memuat urutan pembelajaran yang dinyatakan dalam kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan peserta didik. Buku ini mengarahkan hal-hal yang harus dilakukan peserta didik bersama guru dan teman sekelasnya untuk mencapai kompetensi tertentu; bukan buku yang materinya hanya dibaca, diisi, atau dihafal.

112 Baca lebih lajut

Buku Guru SDMI Kelas II

Buku Guru SDMI Kelas II

Disklaimer: Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku guru ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.

200 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA. pdf

PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA. pdf

Pesan-pesan pendidikan agama Islam tidak semua dapat didekati secara teknologis. Sebagai contoh: bagaimana membentuk kesadaran keimanan peserta didik terhadap Allah Swt., malaikatnNya, kitab-kitabNya dan lainnya. Masalah kesadaran keimanan banyak mengadung masalah yang abstrak, yang tidak hanya dilihat dari perilaku riil atau konkritnya. prinsip efisiensi dan efektivitas (sebagai ciri khas pendekatan teknologis) kadang kala juga sulit untuk dicapai dan dipantau oleh guru, karena pembentukan keimanan, kesadaran pengamalan ajaran Islam dan berakhlak Islam, sebagaimana tercantum dalam tujuan pendidikan agama Islam, memerlukan proses yang relatif lama, yang sulit dipantau hasil belajarnya dengan hanya mengandalkan pada kegiatan belajar-mengajar di kelas dengan pendekatan teknologis. Kerena itu perlu menggunakan pendekatan lain yang bersifat non- teknologis.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Macam Macam Konsep Kurikulum Teknologi K

Macam Macam Konsep Kurikulum Teknologi K

Kurikulum humanistic dikembangkan oleh para ahli pendidikan humanistic. Kurikulum ini berdasarakan konsep aliran pendidikan pribadi ( personalized education) yaitu john dewey ( progressive education) dan J.J Rousseau (romantic education).aliran ini lebih memberikan tempat utama kepada siswa. mereka bertolak dari asumsi bahwa anak/ siswa adalah yang pertama dan utama dalam pendidikan. Ia adalah subjek yang menjadi pusat kegiatan pendidikan. [2]

1 Baca lebih lajut

01 00 BAGIAN 1 LENGKAP DG COVER

01 00 BAGIAN 1 LENGKAP DG COVER

Peserta didik SMK berasal dari anggota berbagai lingkungan masyarakat yang memiliki budaya, tata nilai, dan kondisi sosial yang berbeda. Pendidikan kejuruan mempertimbangkan kondisi sosial. Karenanya , segala upaya yang dilakukan harus selalu berpegang teguh pada keharmonisan hubungan antar individu dalam masyarakat luas yang dilandasi dengan akhlak dan budi pekerti yang luhur, serta keharmonisan antarsistem pendidikan dengan sistem-sistem yang lain (ekonomi, sosial, politik, religi, dan moral). Secara sosial-budaya, Kurikulum SMK edisi 2004 dikembangkan dengan memperhatikan berbagai dinamika, kebutuhan masyarakat, dan tidak meninggalkan akar budaya I ndonesia.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Pendekatan dan Model Pengembangan Kuriku (4)

Pendekatan dan Model Pengembangan Kuriku (4)

kemudian diimplementasikan, Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan antara teori dan praktek serta menghilangkan sifat keumuman dan keabstrakan kurikulum. Roger’s Interpersonal Relations Model ialah kurikulum diperlakukan dalam rangka mengembangkan individu yang terbuka, luwes dan adaptif terhadap situasi perubahan. The Systematic Action-Research Model ialah adanya hubungan antar manusia, organisasi sekolah dan masyarakat, serta otoritas ilmu. Emerging Technical Model ialah model teknologis yang terdiri dari analisis tingkah laku, system dan model berbasis computer.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Instrumen Validasi K-13 & K-2006  sma  ( Baru )

Instrumen Validasi K-13 & K-2006 sma ( Baru )

5 Memberi inspirasi dan tantangan dalam meningkatkan prestasi secara berkelanjutan untuk mencapai keunggulan 6 Mendorong semangat dan komitmen seluruh warga satuan pendidikan untuk me[r]

6 Baca lebih lajut

Riview Pengembangan Kurikulum Pada Tingk

Riview Pengembangan Kurikulum Pada Tingk

Riview Pengembangan Kurikulum Pada Tingkat Sekolah KTSP KURIKULUM 13 KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan pada masing-[r]

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...