Pendekatan matematika realistik

Top PDF Pendekatan matematika realistik:

PEMAHAMAN KONSEP BANGUN RUANG MELALUI PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK.

PEMAHAMAN KONSEP BANGUN RUANG MELALUI PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK.

Pendekatan Matematika Realistik me- rupakan terjemahan dari Realistic Mathema- tic Education yang dikembangkan oleh Hans Freudenthal di Belanda. Pendekatan ini dida- sarkan pada anggapan Hans Freudenthal (da- lam Nyimas Aisyah, dkk., 2007:7- 3) “Ma - thematics is a human activity and must be connected to reality”. Menurut pandangan - nya, matematika harus terkait dengan kenya- taan, dekat dengan pengalaman/dunia anak dan relevan dengan kehidupan nyata sehari- hari bagi masyarakat. Di dalam penerapan pendekatan ini, pembelajaran Matematika di- kemas sebagai proses penemuan kembali yang terbimbing sehingga peserta didik dapat mengalami proses yang sama dengan proses penemuan ide dan konsep matematika. Pro- ses ini dilakukan melalui matematisasi hori- zontal dan vertikal. Dalam matematisasi hori- zontal berangkat dari dunia nyata masuk ke dunia simbol sedangkan matematisasi verti- kal berarti proses/pelaksanaan dalam dunia simbol. Pembelajaran ini mampu mencipta- kan suasana yang dapat membangkitkan ke- mampuan berpikir dan berargumentasi da- lam menyelesaikan masalah dengan berbagai ide atau gagasan. Melalui penerapan Pende- katan Matematika Realistik ini, peserta didik dapat mengkomunikasikan ide-ide yang di- miliki sehingga peserta didik akan menda- patkan pemahaman yang lebih tinggi terha- dap suatu konsep. Pendekatan Matematika Realistik menekankan pada konteks sebagai awal pembelajaran. Proses pengembangan konsep-konsep dan gagasan-gagasan Mate- matika berawal dari dunia nyata. Dalam hal ini guru hanya sebagai fasilitator dan moti- vator interaksi antar peserta didik. PMR sa-
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK. pdf

PENGARUH PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK. pdf

dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar matematika pada siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan Pendekatan Matematika Realistik (PMR) dan prestasi belajar Matematika pada siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model Ekspositori.Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi tentang Pengaruh Pendekatan Matematika Realistik Berbantuan Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas V SDK Ngedukelu, dapat membuat siswa lebih berperan aktif dan lebih terampil dalam belajar dan mampu mengkontruksi pemahaman matematika serta dapat meningkatkan prestasi belajar siswa terhadap mata pelajaran matematika, dapat dijadikan alternatif untuk memilih atau menyiapkan strategi pembelajaran yang bisa meningkatkan prestasi belajar siswa sesuai yang diharapkan serta untuk menumbuh kembangkan potensi belajar siswa khususnya mata pelajaran matematika, dapat memberikan manfaat dalam rangka meningkatkan pembelajaran di dalam kelas berupa peningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika maupun mata pelajaran yang lain dan memperbaiki teknik dan metode pembelajaran yang bervariasi.Sebagai acuan untuk mengadakan penelitian lanjutan tentang pengaruh PMR dan manfaatnya secara langsung di dalam meningkatkan prestasi belajar matematika.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Pendekatan Matematika Realistik

Pengaruh Pendekatan Matematika Realistik

Pendekatan matematika realistik diadaptasi sesuai dengan alam dan budaya Indonesia yang dikenal dengan istilah PMRI atau Pendidikan Matematika Realistik Indonesia. Pembelajaran dengan pendekatan matematika realistik mempunyai landasan filosofis yang kuat yaitu kompatibel dengan teori konstruktivistik dan landasan psikologis yang kuat yaitu psikologi kognitif sesuai dengan perkembangan psikologi anak. Menurut prinsip konstruktivistik pengetahuan dibangun sendiri oleh siswa, baik secara personal maupun sosial dan siswa aktif mengkonstruksi pengetahuan sehingga konsep yang dimilikinya menjadi semakin rinci, lengkap dan ilmiah (Hadi dalam Aisyah, dkk, 2007:7-9). Pembelajaran menggunakan pendekatan matematika realistik merupakan pembelajaran matematika dengan menekankan pentingnya konteks nyata yang dikenal siswa, proses konstruksi pengetahuan matematika oleh siswa sendiri, dan matematika dipandang sebagai kegiatan manusia yang bermula dari pemecahan masalah. Masalah konteks nyata merupakan bagian inti dan dijadikan starting point dalam pembelajaran matematika (Gravemeijer dalam Tarigan, 2006:3). Kebermaknaan konsep matematika merupakan konsep utama dari pendekatan matematika realistik dan proses belajar siswa hanya akan terjadi jika pengetahuan yang dipelajari bermakna bagi siswa. (Frundental, dalam Wijaya, 2012: 20).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK DENGAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA PESERTA DIDIK KELAS VII MTS. ASSYAFI’IYAH GONDANG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK DENGAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA PESERTA DIDIK KELAS VII MTS. ASSYAFI’IYAH GONDANG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Hasil belajar peserta didik setelah diterapkannya Pendekatan Matematika Realistik meningkat dapat dilihat dari rata-rata nilai peserta didik saat ulangan harian sebesar 74, 13 setelah diterapkan Pembelajaran Berbasis Masalah nilai rata- ratanya meningkat yaitu sebesar 82,27. Sehingga hasil belajar matematika peserta didik kelas VII A termasuk kategori sedang.

3 Baca lebih lajut

Pendekatan Matematika Realistik

Pendekatan Matematika Realistik

Dalam pembelajaran Matematikaa selama ini, dunia nyata hanya dijadikan tempat mengaplikasikan konsep. Siswa mengalami kesulitan memahami Matematikaa di kelas. Akibatnya, siswa kurang menghayati atau memahami konsep-konsep Matematikaa, dan siswa mengalami kesulitan untuk mengaplikasikan Matematikaa dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektifitas penggunaan Pendekatan Matematika Realistik dalam pengajaran Logika Matematikaa pada siswa SMA Unggul Sigli. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Unggul Sigli, sampel di bagi kedalam dua kelompok, yaitu kelas kontrol (n=31) adalah kelompok siswa yang menerima pengajaran Logika dengan Pendekatan konvensional dan kelas eksperimen (n=30) adalah kelompok siswa menerima pengajaran dengan Pendekatan Matematika Realistik. Untuk menentukan homogenitas sampel maka ujian pra dilakukan pada tahap awal penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal ujian Logika Matematikaa yang telah dimodifikasi dari soal-soal UAN. Untuk menentukan perbedaan min dari masing – masing kelompok maka digunakan ujian One Way ANOVA. Hasil analisis one way ANOVA menunjukkan F= 8.156 dan p = .006. Hasil penelitian ini mendapati bahwa siswa yang diajarkan dengan Pendekatan Matematika Realistik menunjukkan prestasi yang lebih baik dibandingkan dengan siswa dalam yang diajarkan dengan pendekatan konvensional.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Motivasi Belajar Melalui Pendekatan Matematika Realistik Terhadap Prestasi Belajar Matematika Pokok Bahasan Bangun Datar Segiempat Pada Siswa Kelas VII di SMPN 2 Sumbergempol Tulungagung Tahun Ajaran 2009 2010 - Institutional Repository of IAIN T

Pengaruh Motivasi Belajar Melalui Pendekatan Matematika Realistik Terhadap Prestasi Belajar Matematika Pokok Bahasan Bangun Datar Segiempat Pada Siswa Kelas VII di SMPN 2 Sumbergempol Tulungagung Tahun Ajaran 2009 2010 - Institutional Repository of IAIN T

c. Ada perbedaan yang signifikan antara motivasi belajar melalui pendekatan matematika realistik dengan pendekatan konvensional pokok bahasan bangun datar segiempat pada siswa kelas VII SMPN 2 Sumbergempol Tulungagung tahun ajaran 2009/2010, dengan melihat nilai dengan koefisien t hitung sebesar = 6,200 yang nilainya lebih besar dari t tabel pada

1 Baca lebih lajut

Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kecerdasan Emosional Siswa SMP Melalui Pendekatan Matematika Realistik.

Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kecerdasan Emosional Siswa SMP Melalui Pendekatan Matematika Realistik.

Pada disain ini, pengelompokan subjek penelitian dilakukan secara acak kelas, kelompok eksprimen diberi perlakukan pembelajaran matematika dengan pendekatan matematika realistik (X), dan kelompok kontrol diberi perlakuan pendekatan biasa, kemudian masing-masing kelas penelitan diberi pretes dan postes (O). Adapun pretes dilakukan adalah untuk melihat kesetaraan antara subjek penelitian, sedangkan postes dilakukan untuk melihat apakah ada perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Tipe tes yang digunakan adalah bentuk uraian sebanyak lima soal yang digunakan untuk melihat apakah ada perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Tes yang digunakan meliputi lima topik materi; faktor suku aljabar, relasi dan fungsi, persamaan garis, persamaan linear dua variabel dan teorema Pythagoras dengan proses pembelajaran di kelas selama empat bulan berturut-turut. Tidak ada perlakuan khusus yang diberikan pada kelas kontrol.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA DI SMP SWASTA MUHAMMADIYAH 2 MEDAN.

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA DI SMP SWASTA MUHAMMADIYAH 2 MEDAN.

Dapat diperhatikan bahwa buku tersebut langsung diawali dengan penggunaan matematika formal, tidak menggunakan kontribusi siswa, dan tidak mengarahkan siswa untuk memunculkan konsep alami mengenai Nilai Keseluruhan (Nilai per Unit). Selain itu juga bahan ajar belum tersusun sesuai konteks dengan kebutuhan lingkungan siswa. Buku yang terbit dipasaran hanya berlaku secara umum, dalam arti tidak dekat dengan situasi kondisi alam yang ada disekitar siswa, sehingga guru harus memberikan penjelasan lebih khusus dan lebih konkrit kepada siswa. Bukan hanya itu, tahapan/proses dalam menyelesaikan soal yang ada di buku teks di atas dikerjain tanpa adanya langkah yang jelas dan terstruktur.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA SMK

EFEKTIVITAS PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA SMK

Penelitian ini adalah merupakan penelitian eksperimental semu. Alasan digunakan penelitian eksperimental semu adalah peneliti tidak mungkin mengontrol semua variabel yang relevan. Seperti yang dikemukakan Budiyono (2003:82), ”Tujuan eksperimental semu adalah untuk memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol dan atau memanipulasi semua variabel yang relevan”. Dalam penelitian ini responden dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok eksperimen , yaitu siswa yang mendapat perlakuan pendekatan pembelajaran matematika realistik. Kelompok kedua adalah kelompok kontrol , yaitu siswa yang mendapat perlakuan pembelajaran matematika dengan pendekatan konvensional. Untuk masing-masing kelompok terdiri dari kelompok siswa berkemampuan awal rendah, kemampuan awal sedang dan kemampuan awal tinggi. Penelitian ini menggunakan desain faktorial 2 x 3 yang dapat digambarkan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

180 Baca lebih lajut

PENGARUH PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII PADA MATERI LINGKARAN DI SMPN 5 TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2017/2018 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PENGARUH PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII PADA MATERI LINGKARAN DI SMPN 5 TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2017/2018 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Hasil belajar seringkali digunakan sebagai ukuran untuk mengetahui sejauh mana penguasaan siswa terhadap materi yang telah diajarkan. Sesuai dengan pendapat Soedijarto bahwa hasil belajar merupakan tingkat penguasaan yang dicapai oleh siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan. 8 Setelah siswa mengalami proses belajar hasilnya adalah perilaku siswa akan berubah dibandingkan sebelumnya. Hasil belajar dapat berupa perubahan dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Aspek kognitif berkaitan dengan kemampuan berpikir siswa. Aspek afektif berkaitan dengan sikap siswa selama pembelajaran. Sedangkan aspek psikomotorik berkaitan dengan keterampilan yang diperoleh siswa setelah mengikuti pembelajaran di kelas. Perubahan perilaku siswa tentunya tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu: faktor internal, faktor eksternal, dan faktor pendekatan belajar. 9
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

S PGSD 1003459 chapter5

S PGSD 1003459 chapter5

3. Penerapan pendekatan matematika realistik pada mata pelajaran matematika materi sifat-sifat bangun ruang di kelas VA SDN 3 Cikidang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan ini dapat dibuktikan dengan nilai rata-rata siswa yang diperoleh pada siklus I sebesar 71,25 dengan persentase pencapaian KKM sebesar 67%. Nilai rata-rata pada siklus II sebesar 81,25 dengan persentase pencapaian KKM sebesar 83%. Nilai rata- rata pada siklus III sebesar 94,58 dengan persentase pencapaian KKM sebesar 96%. Dari ketiga siklus tersebut menunjukkan nilai rata-rata dan persentase pencapaian KKM lebih besar dibandingkan dengan sebelum menerapkan pendekatan matematika realistik yaitu nilai rata-rata sebesar 63 dan persentase pencapaian KKM sebesar 38%.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

d mat 0707026 chapter5

d mat 0707026 chapter5

Penelitian ini berfokus pada peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dan kecerdasan emosional siswa melalui pembelajaran matematika dengan pendekatan matematika realistik. Karakteristik pembelajaran matematika realistik yang dilakukan mengacu pada aktivitas konstruktif, interaktif dan reflektif melalui pemberian masalah kontektual kepada siswa demi mencapai penemuan (reinvention) terhadap konsep-konsep maupun atauran-aturan matematis yang formal. Sehingga, masalah kontekstual dalam pembelajaran ini berfungsi sebagai latihan, pembentukan atau penemuan konsep, prosedur atau strategi penyelesaian nonrutin maupun aturan-aturan dalam matematika serta mendorong terjadinya aksi mental siswa.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Pendekatan Realistik Matematik terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VII Pada Pokok Bahasan Keliling dan Luas Segitiga Di SMPN 1 Ngunut Tulungagung Tahun Pelajaran 2013 2014 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Pengaruh Pendekatan Realistik Matematik terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VII Pada Pokok Bahasan Keliling dan Luas Segitiga Di SMPN 1 Ngunut Tulungagung Tahun Pelajaran 2013 2014 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

syal berbentuk segitiga sama kaki, mainan anak-anak dan yang lainnya. Semua dikaitkan dengan materi keliling dan luas bangun segitiga yang akan siswa pelajari. Masih banyak siswa yang belum mampu menghubungkan antara pengetahuan konsep dengan masalah kontekstual disekitar mereka. Hal ini menyebabkan timbulnya kesulitan menyelesaikan persoalan keliling dan luas segitiga ke penyelesaian masalah matematika. Mereka juga kesulitan dalam menkongkritkan sifat-sifat abstrak dalam imajinasi mereka. Oleh karena itu, perlu adanya pendekatan pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematika. Salah satu strategi yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan menggunakan Pendekatan Matematika Realistik.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

S PGSD 1206850 Title

S PGSD 1206850 Title

PENERAPAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA PADA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR Oleh Simplisia Ivonia Paga Sebuah skrips[r]

3 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Implementasi Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik Dengan Strategi Student Teams Achievement Divisions (Stad) Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika.

PENDAHULUAN Implementasi Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik Dengan Strategi Student Teams Achievement Divisions (Stad) Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika.

siswa dan riil, kemudian dari masalah tersebut siswa diarahkan untuk menyelesaikan masalah tersebut bersama teman sebaya dengan model matematika tidak formal sebagai jembatan untuk menemukan model matematika formal yang digunakan untuk permasalahan sejenis. Pembelajaran melalui pendekatan matematika realistik memberi kebebasan siswa dalam memahami masalah sesuai dengan pemahaman siswa.

6 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK PADA SISWA SMP SWASTA DARUL ILMI MURNI KABUPATEN DELI SERDANG.

PENINGKATAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK PADA SISWA SMP SWASTA DARUL ILMI MURNI KABUPATEN DELI SERDANG.

Pada saat ini, RME telah diadopsi di beberapa negara di antaranya Amerika Serikat, Amerika Latin, Afrika Selatan, termasuk Indonesia. Penerapan RME diberbagai Negara telah disesuaikan dengan budaya dan kehidupan masyarakatnya. Karena RME berawal dari satu hal yang nyata dan disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan budaya setempat. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa RME dapat diterima diberbagai negara. Beberapa peneliti seperti Turmudi (2009) menemukan bahwa RME memungkinkan siswa Indonesia untuk mulai mencintai matematika karena dengan RME mereka merasa matematika lebih berguna dan bermakna. Hasratuddin (2010) menyebutkan pembelajaran matematika dengan pendekatan matematika realistik dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Webb (2011) mencatat pendekatan pembelajaran matematika realistik membantu pemahaman siswa dalam logaritma. Athar (2012) Pendekatan pembelajaran matematika realistik dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa dan motivasi belajar siswa. Arsaythamby dan Zubainur (2014) mencatat keberhasilan pendekatan pembelajaran matematika realistik dalam meningkatkan kemampuan siswa berpikir aktif.
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

 this  file 7986 9957 1 SM

this file 7986 9957 1 SM

Sehubungan dengan hal tersebut, guru memiliki peran untuk mendorong terjadinya proses belajar optimal yang mampu membuat siswa untuk menerapkan matematika dalam konteks yang berguna bagi siswa, baik dalam kehidupan sehari-harinya ataupun dalam dunia kerjanya kelak. Pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran matematika menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan pembelajaran matematika di kelas. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, diperlukan adanya upaya perbaikan dalam proses pembelajaran matematika. Salah satu alternatifnya yaitu Pembelajaran matematika menggunakan Pendidikan matematika realis- tik atau Realistic Mathematics Education (RME) diketahui sebagai pendekatan yang telah berhasil di Netherlands (Suherman dkk, 2003:143). Freudenthal (1973), sebagai tokoh yang pertama kali mengembangkan pendekatan matematika realistik di Belanda, mengatakan bahwa “mathematics is a human activity”, artinya matematika adalah aktivitas manusia. Oleh karena itu, sebaiknya pembelajaran matematika tidaklah terpisah dari kehidupan sehari-hari.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Peningkatan Pemahaman Konsep Matematika Melalui Penerapan Pembelajaran Realistik (PTK Pada Siswa Kelas VIIIH Semester Genap MTs Negeri Surakarta II Tahun Ajaran 2013/2014).

PENDAHULUAN Peningkatan Pemahaman Konsep Matematika Melalui Penerapan Pembelajaran Realistik (PTK Pada Siswa Kelas VIIIH Semester Genap MTs Negeri Surakarta II Tahun Ajaran 2013/2014).

menyelesaikan masalah tersebut adalah pendekatan matematika realistik. Pada pendekatan matematika realistik siswa harus memahami masalah yang diberikan oleh guru, masalah yang diberikan merupakan masalah yang dapat dibayangkan (imagineable) atau nyata (real) dalam pikiran siswa. Jika dalam memahami masalah siswa mengalami kesulitan maka guru memberikan petunjuk – petunjuk pada bagian tertentu yang belum dipahami. Siswa membandingkan jawaban dengan temannya dan kemudian menyimpulkan jawaban dari topik yang dipelajari.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA MELALUI PENDEKATAN P MATEMATIKA REALISTIK (PMR) PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL DI KELAS VIII SMP NEGERI 35 MEDAN T.A 2016/2017.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA MELALUI PENDEKATAN P MATEMATIKA REALISTIK (PMR) PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL DI KELAS VIII SMP NEGERI 35 MEDAN T.A 2016/2017.

Pendekatan Matematika realistik mengacu pada pendapat Freudenthal yang mengatakan bahwa matematika harus dikaitkan dengan realitas dan matematika merupakan aktivitas manusia. Ini berarti harus dekat dengan siswa dan relevan dengan situasi sehari-hari. Selain itu, matematika sebagai aktivitas manusia maksudnya manusia harus diberikan kesempatan untuk menemukan kembal i ide dan konsep matematikaPendekatan realistik juga lebih menggunakan peran aktif siswa (inisiatif) dalam menemukan cara siswa sendiri dan mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran. Selain itu, Pendekatan itu juga memberikan kesepatan membangun dan memberikan ide-ide dan konep-konsep matematika, di mana dalam konsep ini diawali dengan masalah realistik dengan bimbingan guru serta menekankan perlunya interaksi yang terus menerus anatara siswa satu dengan yang lain, juga dengan antara siswa dan guru.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Pengaruh pendekatan pendidikan matematika realistik terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa

Pengaruh pendekatan pendidikan matematika realistik terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa

Diawal pembuatan instrumen penulis membuat 10 butir soal untuk meminta penilaian validitas kepada dosen yang ahli dibidangnya. Hasil penilaian dan koreksi validitas isi dari tiga dosen menyatakan bahwa instrumen dapat digunakan dengan perbaikan pada indikator dan soal. Setelah melakukan validitas isi, kemudian penulis meminta pendapat kepada dosen pembimbing untuk memilih 5 butir soal yang paling tepat dari tiap indikator, hal ini dikarenakan jika posttes diberikan sebanyak 10 butir soal waktu yang tersedia tidak mencukupi sehingga menjadi tidak maksimal untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...