Pendekatan Multisensori

Top PDF Pendekatan Multisensori:

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - PENGARUH PENDEKATAN MULTISENSORI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA TULISAN ARAB PADA MATA PELAJARAN AL- QUR’AN HADITS DI MI NU TAMRINUL AULAD JANGGALAN KUDUS TAHUN PELAJARAN 2015/2016 - STAIN Kudus Repository

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - PENGARUH PENDEKATAN MULTISENSORI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA TULISAN ARAB PADA MATA PELAJARAN AL- QUR’AN HADITS DI MI NU TAMRINUL AULAD JANGGALAN KUDUS TAHUN PELAJARAN 2015/2016 - STAIN Kudus Repository

Pendekatan multisensori ini menekankan pengajaran membaca melalui prinsip VAKT, dengan melibatkan beberapa modalitas alat indra. Proses belajar diharapkan mampu memberikan hasil yang sama bagi anak – anak dengan tipe pembelajaran yang berbeda-beda. Pendekatan yang sesuai dengan tipe pembelajaran anak akan memberi lebih banyak kesempatan bagi anak untuk menggali kemampuan dan potensinya, prinsip VAKT dalam praktiknya diterapkan dengan menggunakan alat bantu.

8 Baca lebih lajut

PENERAPAN PROGRAM REMEDIAL PELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN PENDEKATAN MULTISENSORI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PADA SISWA TUNA GRAHITA KELAS IV DI SLB ABCD YSD POLOKARTO KABUPATEN SU

PENERAPAN PROGRAM REMEDIAL PELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN PENDEKATAN MULTISENSORI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PADA SISWA TUNA GRAHITA KELAS IV DI SLB ABCD YSD POLOKARTO KABUPATEN SU

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan keterampilan membaca melalui program remedial pelajaran bahasa Indonesia dengan pendekatan multisensori siswa tuna grahita kelas IV di SLB ABCD YSD Polokarto Kabupaten Sukoharjo tahun pelajaran 2008/2009.

17 Baca lebih lajut

PENDEKATAN MULTISENSORI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK TARI - repository UPI S STR 1203515 Title

PENDEKATAN MULTISENSORI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK TARI - repository UPI S STR 1203515 Title

PENDEKATAN MULTISENSORI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK TARI STUDI PEMBELAJARAN SENI TARI PADA SISWA KELAS VII DI SMPN 3 LEMBANG Oleh : Fitricia Sevina Sebuah skripsi yang d[r]

3 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN PENDEKATAN MULTISENSORI DALAM MENINGKATKAN PERBENDAHARAAN KATA PADA ANAK TUNARUNGU KELAS II DI SD PANDU BANDUNG.

PENGGUNAAN PENDEKATAN MULTISENSORI DALAM MENINGKATKAN PERBENDAHARAAN KATA PADA ANAK TUNARUNGU KELAS II DI SD PANDU BANDUNG.

Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa pendekatan multisensori dapat meningkatkan kosakata benda pada siswa tunarungu yaitu JR. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan perbandingan antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi / perlakuan dengan menggunakan pendekatan multisensori, kosakata benda pada siswa meningkat, setelah diberikan intervensi dengan menggunakan pendekatan multisensori. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya hasil mean level dari setiap fase baik fase baseline -1 , intervensi, dan fase baseline- 2 pada masing – masing aspek yaitu diantaranya aspek mengucapkan kata, menunjukkan gambar benda dan menuliskan kata benda.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

PENGARUH PENDEKATAN MULTISENSORI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA TULISAN ARAB PADA MATA PELAJARAN AL- QUR’AN HADITS DI MI NU TAMRINUL AULAD JANGGALAN KUDUS TAHUN PELAJARAN 2015/2016 - STAIN Kudus Repository

PENGARUH PENDEKATAN MULTISENSORI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA TULISAN ARAB PADA MATA PELAJARAN AL- QUR’AN HADITS DI MI NU TAMRINUL AULAD JANGGALAN KUDUS TAHUN PELAJARAN 2015/2016 - STAIN Kudus Repository

Selanjutnya untuk mengetahui adakah pengaruh pendekatan multisensori terhadap kemampuan membaca tulisan arab, maka hasil analisis varians regresi (nilai F) yang telah ditemukan yaitu 110.149 dikonsultasikan dengan nilai F yang ada dalam tabel. Apabila hasilnya menunjukkan bahwa F hitung (Fh) lebih besar dari pada F tabel (Ft) atau (Fh>Ft) berarti signifikan, yang berarti rumusan hipotesis yang diajukan peneliti diterima, tetapi apabila Fh lebih kecil dari pada Ft (Fh<Ft) maka hipotesis yang peneliti ajukan ditolak.

28 Baca lebih lajut

PENGARUH PENDEKATAN MULTISENSORI TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS III DI SLB NEGERI SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2015/2016.

PENGARUH PENDEKATAN MULTISENSORI TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS III DI SLB NEGERI SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2015/2016.

menyatakan bahwa skripsi saya yang berj udul “PENGARUH PENDEKATAN MULTISENSORI TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS III DI SLB NEGERI SUKOHARJ O TAHUN PELAJ ARAN 2015/ 2016” ini benar- benar merupakan hasil karya saya sendiri. Selain itu, sumber informasi yang dikutip dari penulis lain telah disebutkan dalamteks dan dicantumkan dalamdaftar pustaka.

25 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN PENDEKATAN MULTISENSORI UNTUK MENGURANGI GANGGUAN OMISI DALAM MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA TUNARUNGU KELAS D1 DI SLB BHINEKA CIHAMPELAS.

PENGGUNAAN PENDEKATAN MULTISENSORI UNTUK MENGURANGI GANGGUAN OMISI DALAM MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA TUNARUNGU KELAS D1 DI SLB BHINEKA CIHAMPELAS.

Pada penelitian ini yang dimaksud dengan gangguan omisi dalam membaca permulaan adalah penghilangan salah satu bunyi huruf /n/ (ditengah dan akhir) pada saat membaca kata, sehingga siswa akan diberikan intervensi melalui pendekatan multisensori dan tes berupa soal kata untuk selanjutnya dibaca oleh siswa, kemudian melalui mixed methods atau penggunaan metode kuantitatif dan metode kualitatif yang dikombinasikan, akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang masalah penelitian dan pertanyaan penelitian daripada hanya menggunakan salah satu metode saja. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan strategi eksplanatoris sekuensial (explanatory sequential mixed methods research design) dimana data kuantitatif diolah terlebih dahulu, kemudian dijabarkan dan dikuatkan dengan data kualitatif dari hasil pengamatan.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN PENDEKATAN MULTISENSORI DALAM MENINGKATKAN PERBENDAHARAAN KATA PADA ANAK TUNARUNGU KELAS II DI SD PANDU BANDUNG - repository UPI S PLB 0901561 Title

PENGGUNAAN PENDEKATAN MULTISENSORI DALAM MENINGKATKAN PERBENDAHARAAN KATA PADA ANAK TUNARUNGU KELAS II DI SD PANDU BANDUNG - repository UPI S PLB 0901561 Title

PENGGUNAAN PENDEKATAN MULTISENSORI DALAM MENINGKATKAN PERBENDAHARAAN KATA PADA ANAK TUNARUNGU KELAS II DI SD PANDU BANDUNG Oleh IRFAH NAHARIZ ZAM’AH 0901561 Sebuah skripsi yang di[r]

3 Baca lebih lajut

PENGARUH PENDEKATAN MULTISENSORI MELALUI PENGGUNAAN SNARE DRUM TERHADAP KEMAMPUAN MENGUCAPKAN KONSONAN B PADA ANAK TUNARUNGU - repository UPI S PLB 1202715 Title

PENGARUH PENDEKATAN MULTISENSORI MELALUI PENGGUNAAN SNARE DRUM TERHADAP KEMAMPUAN MENGUCAPKAN KONSONAN B PADA ANAK TUNARUNGU - repository UPI S PLB 1202715 Title

Agisa Adiarisma, 2016 PENGARUH PEND EKATAN MULTISENSORI MELALUI PENGGUNAAN SNARE D RUM TERHAD AP KEMAMPUAN MENGUCAPKAN KONSONAN B PAD A ANAK TUNARUNGU Universitas Pendidikan Indones[r]

3 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN DENGAN METODE MULTISENSORI PADA ANAK  Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Dengan Metode Multisensori Pada Anak Kelompok B2 Di Tk Pg Tasikmadu Karanganyar Tahun Ajaran 2011 – 2012.

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN DENGAN METODE MULTISENSORI PADA ANAK Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Dengan Metode Multisensori Pada Anak Kelompok B2 Di Tk Pg Tasikmadu Karanganyar Tahun Ajaran 2011 – 2012.

diantaranya adalah sebagai berikut : 1) Peranan bimbingan mata pelajaran bahasa inggris sub alphabet melalui metode multisensory. Proses pembelajaran dengan pendekatan multisensori yaitu melalui pengenalan huruf, membaca kata sederhana, hingga tahap membaca kata-kata luas. Selain itu pengertian pendekatan multisensori diartikan sebagai suatu metode pembelajaran yang memanfaatkan modalitas siswa meliputi tartil, visual, auditori, dan kinektik secara bersama dalam proses belajar. 2) Remedial membaca bagi anak disleksia. Disleksia merupakan kondisi kesulitan belajar membaca taraf berat yang disebabkan oleh faktor neurologis, kematangan, genetika, dan psikologis dasar yang ditandai oleh IQ rata-rata atau diatas rata- rata dan kadang-kadang menyertai atau bersama-sama dengan jenis kelainan lain. 3) Membaca permulaan untuk anak usia dini. Dalam metode multisensori, perangsangan visual dan auditoris diberikan berurutan. Perangsangan visual melalui tulisan di papan tulis, diikuti pengucapan oleh guru dan anak diminta mengikuti. Penyajian rangsang visual akan diperkuat dengan perangsangan auditoris sehingga anak lebih cepat dalam mengidentifikasi, membedakan, dan menyimpan kata–kata yang dipelajari.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

S STR 1203515 Chapter1

S STR 1203515 Chapter1

Setelah mengidentifikasi permasalahan yang terjadi dilapangan kurangnya pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran dengan menggunakan gaya belajar stimulus. Siswa kurang memahami pada pembelajaran seni tari dan anak susah dalam mengeksplor gerak tari karena siswa belajar seni tari apabila mengikuti ekstrakulikuler saja, siswa tidak diberikan praktek didalam kelas serta dalam pembelajaran guru terhadap siswa yang kurang menarik perhatian dengan metode yang digunakan sehingga siswa kurang dalam kemampuan geraknya. Solusi yang harus dilakukan adalah menemukan cara pembelajaran seni tari yang mampu mendorong siswa agar siswa dalam pembelajaran seni tari dapat meningkatkan kemampuan dalam bergerak. Maka peneliti akan menerapkan pendekatan multisensori untuk meningkatkan keterampilan gerak tari agar siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dalam pembelajaran seni tari.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

ARTIKEL

ARTIKEL

Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis data, maka dapat dilihat bahwa persentase yang diperoleh dari hasil pengukuran kemampuan menunjukkan benda-benda sebagaimana yang disebutkan mengalami peningkatan, meskipun masih bersifat variabel (tidak stabil), karena skor trend stability masih dibawah 85%. Dengan demikian peningkatan kemampuan memahami makna kata yang dipengaruhi oleh pendekatan multisensori masih memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencapai perubahan perkembangan yang signifikan. Secara empiris dapat dilihat dari perbandingan Mean Level kemampuan menunjukkan benda-benda antara baseline-1 (A) dengan baseline-2 (A-2) yang mengalami kenaikan sebesar 35%% dan Mean Level mengucapkan kata-kata benda pada baseline-1 (A) dengan baseline-2 (A-2) yang mengalami kenaikan sebesar 13,75%. Perubahan dalam setiap perpindahan antar fase (change in level) menunjukkan pengaruh pendekatan multisensori terhadap perkembangan kemampuan memahami makna kata benda meningkat secara positif.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengembangan Model Multisensori Untuk Stimulasi Dini Kemampuan Dasar Baca Tulis Anak Prasekolah

Pengembangan Model Multisensori Untuk Stimulasi Dini Kemampuan Dasar Baca Tulis Anak Prasekolah

Model multisensori merupakan rangsangan sedini mungkin yang terintegrasi dan mulai dilakukan di rumah oleh orangtua dalam situasi bermain yang menyenangkan tetapi merangsang semua sensoris anak. Dalam model ini orangtua di rumah dipandang bernilai strategis sebagai pendidik, aktivitas bermain bernilai strategis sebagai proses belajar, dan dasar-dasar baca tulis sebagai materi belajar, serta pendekatan multisensori sebagai metode belajar yang efektif. Oleh karena itu penulis merumuskan permasalahan: “Bagaimana model multisensori dikembangkan sebagai stimulasi kemampuan dasar baca-tulis anak sejak dini? stimulasi seperti apa yang dapat dilakukan di rumah oleh orang tua dengan mengintegrasikan semua modalitas sensorik anak, kesempatan interaksi orangtua-anak, serta konsep pembelajarannya?”
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

S STR 1203515 Chapter5

S STR 1203515 Chapter5

Berdasarkan kesimpualan diatas, dapat diketahui bahwa pembelajaran seni tari dengan pendekatan multisensori dalam meningkat keterampilan gerak tari terlah berhasil membuat siswa dapat meningkat dalam proses belajar mengajar dalam pembelajaran secara signifikan dan lebih baik. Implikasi dari kesimpulan-kesimpulan tersebut dapat disajikan sebagai berikut.

4 Baca lebih lajut

S PLB 1006420 chapter3

S PLB 1006420 chapter3

Observasi dilakukan dengan terstruktur. Peneliti mengamati selama kegiatan berlangsung dimulai dari baseline-1, intervensi dan baseline-2. Selain dengan mengamati, peneliti juga mencatat hasil temuan dilapangan bagaimanakah kondisi siswa pada saat sebelum, selama dan sesudah diberikannya intervensi, apakah dengan penggunaan pendekatan multisensori gangguan omisi dalam membaca permulaan yang dialami oleh siswa akan berkurang. Observasi secara langsung dapat menghasilkan data yang lebih akurat dengan melakukan pengamatan ketika ada informasi yang muncul. Selain itu aspek-aspek yang ganjil dapat terdeteksi selama observasi dilaksanakan.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

t psn 080891 chapter5

t psn 080891 chapter5

Revisi yang telah dilakukan pada Buku Petunjuk Pelaksanaan Pembelajaran Apresiasi Seni Tradisi Tari Topeng Malang meliputi: (1) LKS, di mana aplikasi pendekatan multisensori/ empatik dan pendekatan aplikatif/ simultan dalam pembelajaran apresiasi seni tradisi tari topeng Malang adalah merupakan alternatif pendekatan yang dapat dipilih oleh guru bersama siswa dalam pelaksanaan pembelajaran apresiasi seni berbasis sikap estetik pada seni tradisi tari topeng Malang, (2) cover buku juga dibuat menjadi lebih memanfaatkan multi warna.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENERAPAN   METODE   MULTISENSORI   TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA   PENERAPAN METODE MULTISENSORI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS I SD NEGERI POKAK I CEPER KLATEN TAHUN PELAJARAN 2010/2011.

PENERAPAN METODE MULTISENSORI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA PENERAPAN METODE MULTISENSORI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS I SD NEGERI POKAK I CEPER KLATEN TAHUN PELAJARAN 2010/2011.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan pembelajaran multisensori pada siswa kelas I SD Negeri Pokak I Ceper Klaten dilaksanakan melalui beberapa fase yang dapat dirangkum dalam kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Dalam hal ini metode multisensori saat belajar membaca diberikan secara visual, auditoris, taktil, dan kinestetik dan terbukti mampu meningkatkan kepekaan alat indera dan akhirnya mempertajam perhatian yang berguna bagi proses belajar. Pembelajaran multisensori dilakukan dengan proses penelurusan/perabaan dengan jari tangan dan mengkoordinasi gerakan tubuh (taktil – kinestetik), kemudian saat menelusuri tersebut anak melihat dan mengucapkan kata dengan keras (visual – auditoris); 2) Pembelajaran dengan pendekatan multisensori dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas I SD Negeri Pokak I Ceper Klaten tahun pelajaran 2010/2011. Kemampuan membaca permulaan siswa meningkat dari 52,3% pada kondisi awal menjadi 71,2% pada siklus I, kemudian meningkat menjadi 92,3% pada akhir siklus II.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

S PLB 0901561 Chapter 5

S PLB 0901561 Chapter 5

Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa pendekatan multisensori dapat meningkatkan kosakata benda pada siswa tunarungu yaitu JR. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan perbandingan antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi / perlakuan dengan menggunakan pendekatan multisensori, kosakata benda pada siswa meningkat, setelah diberikan intervensi dengan menggunakan pendekatan multisensori. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya hasil mean level dari setiap fase baik fase baseline -1 , intervensi, dan fase baseline- 2 pada masing – masing aspek yaitu diantaranya aspek mengucapkan kata, menunjukkan gambar benda dan menuliskan kata benda.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

S PLB 1006420 abstract

S PLB 1006420 abstract

Penelitian ini didasari pada kasus yang terjadi di lapangan, yakni kemampuan membaca siswa tunarungu masih rendah, mengalami gangguan omisi pada kata yang mengandung konsonan /n/ ditengah dan diakhir. Salah satu faktor penyebabnya yaitu pendekatan yang diterapkan oleh guru belum sesuai dengan kebutuhan siswa. Penggunaan pendekatan yang tepat dan sesuai, merupakan hal yang sangat penting untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan multisensori untuk mengurangi gangguan omisi dalam membaca permulaan siswa tunarungu, dan bagaimanakah perubahan-perubahan yang terjadi pada saat membaca, serta gangguan omisi yang terjadi pada siswa tunarungu sebelum, selama dan setelah diintervensi dengan pendekatan multisensori. Pendekatan multisensori ini menggunakan indera-indera yakni (visual, auditory, kinestetik dan taktil). Metode yang digunakan yaitu metode campuran dengan strategi eksplanatori sekuensial. Data kuantitatif diolah dengan desain SSR, sedangkan data kualitatif melalui studi deskriptif. Teknik pengumpulan data kuantitatif yaitu dengan tes, sedangkan data kualitatif melalui pengamatan, wawancara serta dokumentasi. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa tunarungu berinisial FJR kelas D1 di SLB Bhineka Cihampelas. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan adanya peningkatan mean level dari 22,75 pada kondisi awal menjadi 39,5 pada fase intervensi, dan mengalami peningkatan kembali menjadi 45,75 pada kondisi akhir. Hasil penelitian kualitatif menunjukkan adanya perubahan cara membaca siswa lebih baik, yakni sudah mampu membaca beberapa kata yang mengandung konsonan /n/ ditengah dan diakhir, yang artinya gangguan omisi dalam membacanya mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan multisensori dapat digunakan untuk mengurangi gangguan omisi dalam membaca permulaan siswa tunarungu. Untuk penelitian selanjutnya, peneliti menyarankan untuk meneliti kasus omisi huruf lainnya.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

S PLB 1006420 bibliography

S PLB 1006420 bibliography

Shella Nursadjilah, 2015 PENGGUNAAN PENDEKATAN MULTISENSORI UNTUK MENGURANGI GANGGUAN OMISI DALAM MEMBACA PERMULAAN SISWA TUNARUNGU KELAS DI DI SLB BHINEKA CIHAMPELAS Universitas Pe[r]

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...