Pendekatan PAKEM

Top PDF Pendekatan PAKEM:

PENERAPAN PENDEKATAN PAKEM DENGAN METODE DEMONSTRASI DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV SDN KANDRI 2 KOTA SEMARANG

PENERAPAN PENDEKATAN PAKEM DENGAN METODE DEMONSTRASI DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV SDN KANDRI 2 KOTA SEMARANG

Pada Siswa Kelas III SDN 03 Tawangsari Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2009/2010 . Berdasarkan data sebagai kondisi awal persentase keberhasilan guru dalam mengelola pembelajaran 20%, pada pembelajaran siklus I sebesar 45%, pada Siklus II keberhasilan guru dalam mengelola pembelajaran adalah 75%, pada siklus III dengan hasil ketuntasan mencapai 85 % dan siswa yang memperoleh nilai diatas 75 sebanyak 85 %. Dari data diatas menunjukkan bahwa metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil pembelajaran matematika siswa pada pokok bahasan pengukuran. http://www.garuda.dikti.go.id diakses pada hari Jumat tanggal 18 Februari 2011 pukul 13.45. (2) Harihadi, dalam penelitian tentang Upaya Peningkatan Kesiapan Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan Pakem Kelas IV SDN Sibela Timur Jebres Surakarta. Hasil penelitian ini adalah 1). menyelesaikan latihan mandiri 84.84 % pada akhir putaran, 2). mempersiapkan buku pelajaran 87.87 % pada akhir puataran, 3). mengerjakan tugas / PR dari 78.78 % pada akhir putaran, 4). bertanya 51.51 % pada akhir putaran. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penerapan pendekatan PAKEM dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan kesiapan siswa.
Baca lebih lanjut

248 Baca lebih lajut

PENERAPAN PENDEKATAN PAKEM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI BILANGAN BULAT DI KELAS IV SEMESTER II SDN 2 SUNTENJAYA KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT.

PENERAPAN PENDEKATAN PAKEM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI BILANGAN BULAT DI KELAS IV SEMESTER II SDN 2 SUNTENJAYA KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT.

Penelitian ini bermula dari ditemukannya masalah oleh peneliti di kelas IV SDN 2 Suntenjaya, yakni rata- rata nilai UTS siswa pada mata pelajaran matematika yang hanya mencapai 62. Nilai ini masih berada di bawah KKM yakni 68. Guru dalam pembelajaran hanya menggunakan pendekatan konvensional dengan menerapkan metode ceramah dan latihan saja. Peneliti berasumsi bahwa proses pembelajaran yang membosankan menjadi faktor penyebab rendahnya hasil belajar siswa. Diperlukan sebuah pendekatan yang dapat memberikan kesan menyenangkan bagi siswanya dalam belajar, salah satunya pendekatan PAKEM. Pendekatan PAKEM dapat menjadikan proses pembelajaran di kelas menjadi menyenangkan sehingga pembelajaran lebih bermakna bagi siswanya. Berdasarkan permasalahan tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan PAKEM untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi bilangan bulat di kelas IV di SDN 2 Suntenjaya. Adapun secara terperinci tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan pendekatan PAKEM pada mata pelajaran matematika materi bilangan bulat. Penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas ( PTK) dengan mengadopsi model Kemmis & Mc. Taggart. Penelitian dilakukan dalam tiga siklus yang setiap siklusnya mencakup perencanaan, pelaksanaan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan hasil belajar siswa pada masing- masing siklus terus meningkat. Pada siklus 1 nilai rata-rata kelas mencapai 70 atau 63% pencapaian KKM nya. Pada siklus 2 nilai rata-rata mencapai 76 atau 84% pencapaian KKM nya. Begitupun pada siklus 3 nilai rata-rata mencapai 87 atau 94% pencapaian KKM nya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan PAKEM pada mata pelajaran matematika materi bilangan bulat dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan sebelumnya, ada beberapa saran yang hendak disampaikan diantaranya: (1) Bagi kepala sekolah disarankan untuk melengkapi fasilitas pembelajaran, (2) Bagi guru hendaknya membaca teori pendekatan PAKEM guna merencanakan pembelajaran yang baik dan (3) Bagi peneliti selanjutnya PAKEM dapat dicobakan pada KD ataupun mata pelajaran yang berbeda.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PENINGKATAN DALAM MENULIS SURAT MELALUI PENDEKATAN PAKEM KELAS V SDN WINONGO TIRTONIRMOLO KASIHAN BANTUL YOGYAKARTA.

PENINGKATAN DALAM MENULIS SURAT MELALUI PENDEKATAN PAKEM KELAS V SDN WINONGO TIRTONIRMOLO KASIHAN BANTUL YOGYAKARTA.

Pertemuan siklus 1 ini dilaksanakan pada tanggal 25-5-2015. Waktu yang digunakan dalam pertemuan pertama siklus 1 adalah 2x35 menit. Dalam pertemuan pertama ini materi yang dibahas berisi tentang menulis surat yang difokuskan pada menulis surat undangan resmi. Sebelumnya guru memberi tahukan siswa bahwa topik yang akan dipelajari hari ini, kemudian guru menanyakan tentang sepengetahuan siswa mengenai menulis surat guna untuk mengetahui sejauh mana siswa mengetahui tentang menulis surat dan sebarapa siap siswa menerima pelajaran. Kemudian siswa membentuk 6 kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa, kemudian tiap- tiap kelompok mengidentifikasi contoh surat yang telah diberikan guru. Semua yang dilakukan dengan pendekatan PAKEM.
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

PENGARUH PENDEKATAN PAKEM TERHADAP KREATVITAS DAN PENGUASAAN KONSEP PESERTA DIDIK PADA MATERI GERA PADA TUMBUHAN KELAS VIII MTsN KUALA KAPUAS SKRIPSI

PENGARUH PENDEKATAN PAKEM TERHADAP KREATVITAS DAN PENGUASAAN KONSEP PESERTA DIDIK PADA MATERI GERA PADA TUMBUHAN KELAS VIII MTsN KUALA KAPUAS SKRIPSI

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pendekatan PAKEM terhadap kreativitas dan penguasaan konsep peserta didik. Hasil uji kreativitas dengan membuat produk kreativitas berupa lagu sains masing-masing kelompok memiliki nilai kreativitas produk yang berbeda-beda, dengan nilai rata-rata 73,5 % berkategori Tinggi. Hasil uji rata-rata pretest dan posttest kelas ekperimen dan kontrol dengan kesimpulan bahwa nilai pretest sig.(2 tailed) < 0.05 yaitu 0.001 < 0.05 dan nilai postest sig.(2 tailed) < 0.05 yaitu 0.002 < 0.05, maka data pretets dan posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol terdapat perbedaan yang signifikan sehingga kemampuan peserta didik baik kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda. Lebih lanjut nilai N-gain pada kelas ekperimen menunjukkan peningkatan pemahaman atau penguasaan konsep dengan nilai 0,52 berkategori sedang. Dan nilai N-gain pada kelas kontrol menunjukkan peningkatan pemahaman atau penguasaan konsep dengan nilai 0,37 berkategori sedang.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PENDEKATAN PAKEM DENGAN MEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS I A SDN TAWANG MAS 01 SEMARANG

IMPLEMENTASI PENDEKATAN PAKEM DENGAN MEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS I A SDN TAWANG MAS 01 SEMARANG

Penelitian oleh Suherman dalam Jurnal Pendidikan Dasar (UPI) Vol. 11 No. 1, April 2010, menerangkan bahwa proses pembelajaran yang menekankan pada kemampuan anak untuk menghadapi sejumlah materi pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang ada dan lebih mendorong anak untuk belajar lebih aktif, kreatif efektif dan menyenangkan. Sehingga pembelajaran melalui pendekatan PAKEM sangat diperlukan sesuai dengan dinamika perkembangan anak yang masih memerlukan proses kegiatan belajar yang konkrit, nyata realitas kehidupan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian direkomendaskan pada guru penjas, kepala sekolah, dinas pendidikan, PGSD dan peneliti lanjut untuk menyebarluaskan model ini melalui pembelajaran, penataran, pelatihan dan forum lain yang relevan.
Baca lebih lanjut

340 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH (pendidikan) PADA MAHASISWA PGSD DENGAN PENDEKATAN PAKEM

PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH (pendidikan) PADA MAHASISWA PGSD DENGAN PENDEKATAN PAKEM

Pemecahan masalah memerlukan pemikiran yang kompleks, antara lain kemampuan pemahaman, ingatan, analisis, kreativitas, pengaitan dan masih banyak kemampuan yang lainnya. Agar siswa tidak terlalu tertekan dalam mengerahkan kemampuannya, maka perlu diciptakan suatu kondisi yang tetap mendorong mereka bekerja terus dengan tanpa rasa jemu. Situasi yang kondusif tersebut dapat berupa pakem. Pakem ini merupakan pendekatan pembelajaran di mana siswa aktif secara fisik dan mental, kreatif, efektif dan tentu saja menyenangkan. Nuansa Pakem memiliki ciri-ciri seperti berikut ini.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH PENDEKATAN PAKEM DAN PENDEKATAN KONVENSIONAL TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR

PENGARUH PENDEKATAN PAKEM DAN PENDEKATAN KONVENSIONAL TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR

1. Dalam pendekatan PAKEM proses pembelajaran selalu membiasakan siswa untuk aktif, sehingga melatih siswa untuk memiliki sikap yang mandiri sebagaimana dipaparkan oleh Knowles, M.S (1974) dalam http://home.twcnv.rr.com/hiemstra/sdlhome tentang 10 ciri orang yang memiliki kemandirian belajar, antara lain: Kemampuan untuk bertanya, menemukan, memecahkan masalah, mengumpulkan data, membuat kesimpulan dan sebaginya. Sementara pada pendekatan konvensional walaupun memiliki banyak keunggulan, namun kurang banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif, sehingga kurang ada kesempatan kepada siswa imtuk berlatih mandiri. Mereka terbiasa mendapatkan informasi yang sudah matang dari guru dan kurang biasa menggali informasi dari sumber-sumber lainnya.
Baca lebih lanjut

331 Baca lebih lajut

S PGSD 1205518 Chapter3

S PGSD 1205518 Chapter3

Data kuantitatif dipakai untuk menghitung persentase keterlaksanaan aktivitas guru dan siswa. Keterlaksanaan aktivitas guru dan siswa dilihat dari langkah-langkah pembelajar pendekatan PAKEM. Mengolah data keterlaksanaan aktivitas guru dan siswa penel iti menggunakan pilihan “ya” atau “tidak” yang dihitung dengan perhitungan sebagai berikut:

15 Baca lebih lajut

PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran

PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran

Model belajar aktif terkait erat dengan motivasi belajar karena adanya hubungan timbal balik diantara kedua hal tersebut; untuk belajar aktif diperlukan motivasi belajar yang kuat; sebaliknya belajar aktif akan menyebabkan kegiatan belajar menjadi lebih berhasil dan menyenangkan sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar. Dengan motivasi belajar yang meningkat maka peserta didik dapat membuat keputusan yang positif. Menurut Mulyasa, “Pembelajaran aktif merupakan pendekatan pembelajaran yang lebih banyak melibatkan aktifitas peserta didik dalam mengakses berbagai informasi dan pengetahuan untuk dibahas dan dikaji dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga mereka mendapatkan berbagai pengalaman yang dapat meningkatkan pemahaman dan kompetensinya. Hal ini diterapkan dalam bentuk pendekatan PAKEM pada pembelajaran.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PENDEKATAN “PAKEM” DALAM PEMBELAJARAN KAWIH PADA SISWA KELAS VII DI SMPN 29 BANDUNG.

PENDEKATAN “PAKEM” DALAM PEMBELAJARAN KAWIH PADA SISWA KELAS VII DI SMPN 29 BANDUNG.

Hipotesis yang ditetapkan peneliti adalah respon siswa terhadap pembelajaran kawih masih baik, tergantung pada penyampaian pengajar memberikan materi dan dengan mengunakan aplikasi pendekatan PAKEM, proses pembelajaran yang berlangsung tidak membosankan, karena bila belajar menyenangkan akan meningkatkan rasa ingin tahu dan kreatif siswa terhadap pelajaran yang sedang diajarkan, namun tidak hanya menyenangkan tetapi efektif. Hasil dari aplikasi pendekatan PAKEM dalam pembelajaran kawih pun lebih baik dan meningkatkan hasil belajar siswa.
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

Penerapan PAKEM Pada Mata Pelajaran PKn Utuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri Wonorejo 04 Kabupaten Semarang

Penerapan PAKEM Pada Mata Pelajaran PKn Utuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri Wonorejo 04 Kabupaten Semarang

manfaat ganda pelaksanaan penelitian tindakan kelas, dimana pola kemitraan antara LPTK khususnya PGSD dengan Dinas Pendidikan dapat dikembangkan dan lebih ditingkatkan karena saling membutuhkan, sebagai lembaga yang menyiapkan tenaga-tenaga yang professional sekaligus perwujudan akuntabilitas sosial dalam pembinaan guru-guru di lapangan dan kemampuan akademik guru SD. (d). melalui penelitian tindakan penerapan pembelajaran dengan pendekatan PAKEM yang terdiri dari model pemecahan masalah, model laboratories, dan model penemuan dalam menyelesaikan soal cerita (matematika), dilaksanakan secara terencana dan sistematis telah memberikan hasil yang memuaskan. Pada Forum Pendidikan, Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol.4 No.1, April 2008 http://garudadikti.go.id .
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S PGSD 1205518 Abstract

S PGSD 1205518 Abstract

Penelitian ini meneliti tentang penerapan PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerapan pendekatan PAKEM untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas III SD dalam pembelajaran menulis karangan sederhana. Dilakukan penelitian ini dikarenakan motivasi belajar siswa kelas III SD dalam menulis karangan sederhana sangat rendah. Pelaksanaan penelitian dilakukan menggunakan metode PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dengan model penelitian spiral dari Kemmis dan Taggart yang dilakukan dalam dua siklus dengan subjek penelitian siswa kelas III SD di Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung dengan mengambil data berjumlah 29 orang siswa. Instrumen penelitian ini menggunakan instrumen motivasi belajar siswa yang dikembangkan sendiri berdasarkan kajian teori. Hasil penelitian pada siklus I terdapat 31% siswa dengan motivasi belajar tinggi, 48% siswa dengan motivasi belajar sedang, dan 21% siswa dengan motivasi belajar rendah. Sedangkan pada siklus II terdapat 90% siswa dengan motivasi tinggi, 10% siswa dengan motivasi sedang, dan 0% siswa dengan motivasi rendah. Dari penerapan siklus I dan siklus II motivasi belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 17,4%. Dengan demikian penerapan pendekatan PAKEM untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas III SD dalam menulis karangan sederhana dapat menjadi alternatif dalam menyelesaikan masalah motivasi belajar siswa. Rekomendasi diberikan kepada guru dan peneliti selanjutnya agar lebih memperhatikan kegiatan pembelajaran dan sumber belajar agar terciptanya susasana aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan pada penerapan pendekatan PAKEM.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PENDEKATAN KOMUNIKATIF DALAM MENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA ARAB SISWA : Studi Eksperimen Kuasi Melalui PAKEM di MTs.S Ar-Rohmah Sukajadi Bandung - repository UPI S ARB 1101821 Title

EFEKTIVITAS PENDEKATAN KOMUNIKATIF DALAM MENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA ARAB SISWA : Studi Eksperimen Kuasi Melalui PAKEM di MTs.S Ar-Rohmah Sukajadi Bandung - repository UPI S ARB 1101821 Title

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “ Efektivitas Pendekatan Komunikatif Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Arab (Studi Eksperimen Kuasi Melalui PAKEM di MTSS. Ar-Rohmah Sukajadi Bandung ” ini beserta seluruh isinya adalah benar-benar karya saya sendiri, dan tidak ada di dalamnya yang termasuk kriteria plagiat dari karya orang lain dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika ilmu yang berlaku dalam masyarakat keilmuan.

Baca lebih lajut

134829 AKJ 2009 10 19 Jamur Tiram Dan Kuping

134829 AKJ 2009 10 19 Jamur Tiram Dan Kuping

Retno yang saat ini dibantu oleh 10 tenaga kerja mengaku / usaha jamur tiram dan jamur kuping tidak membutuhkan tempat yang luas seperti pada budidaya jamur merang // Lokasi didaerah pakem yang memiliki kelembapan cukup bagus untuk pengembangan jamur ini // Selain karena perawatan yang mudah dan biaya awal yang tidak terlalu besar / sebagian warga yang menjadi petani jamur dapat memetik hasilnya 5 hingga 6 kali selama 5 bulan untuk sekali penyebaran benih //

Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Selama  Proses  pembelajaran  indikator  yang  diinginkan  bisa  tercapai  semua  melalui tes hasil belajar unruk setiap siklus, sehingga pembelajaran yang dilakukan telah  efektif, karena tercapainya indikator dan tujuan pembelajaran. Mahasiswa sangat tertarik  dan  merasa  senang  pada  proses  pembelajaran  dengan  pendekatan  PAKEM  berbasis  pendidikan karakter.  Hal  ini  bisa  ditunjukkan  oleh  besarnya prosentase  responden yang  menyatakan  sangat  setuju  dan  setuju dengan  pembelajaran  yang  dilakukan dan  respon  siswa yang sangat positif terhadap pembelajaran. Dalam pembelajaran ini kriteria PAKEM  telah  tercapai  dan  pendidikan  karakter  bisa  diberikan  secara  terintegrasi  dalam  pembelajaran,  diantaranya  adalah  kreatif,  berpikir  kritis,  logis,  jujur,  percaya  diri,  teliti,  bekerjasama , tanggungjawab, dan sebagainya. 
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

 J01265

J01265

c) Dalam proses implementasi Manajemen Berbasis Sekolah khususnya pada pelaksanaan PAKEM belum semua aspek sejalan dengan kriteria keberhasilan program. Dalam pelaksanaan pembelajaran Aktif, masih terdapat kesenjangan 13%, masuk dalam kategori rendah. Kesenjangan paling tinggi terdapat pada aspek pembelajaran Keatif yaitu sebesar 31%, termasuk dalam kesenjkangan kategori sedang. Pembelajaran Efektif yang dilakukan guru masih terdapat kesenjangan dalam kategori rendah. Pada aspek pembelajaran Menyenangkan, masih terdapat kesenjangan masuk dalam kategori kesenjangan rendah. Pada aspek Penilaian Hasil Pembelajaran dapat disimpulkan bahwa kegiatan penilaian hasil pembelajaran dan juga tindak lanjut sudah dilaksanakan oleh pendidik. Jadi pada tahap penilaian hasil pembelajaran tidak ada kesenjangan antara kondisi aktual dengan standar yang ditetapkan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

124800 AKJ 2009 05 01 Jamur Tiram Dan Kuping

124800 AKJ 2009 05 01 Jamur Tiram Dan Kuping

Retno yang saat ini dibantu oleh 10 tenaga kerja mengaku / usaha jamur tiram dan jamur kuping tidak membutuhkan tempat yang luas seperti pada budidaya jamur merang // Lokasi didaerah pakem yang memiliki kelembapan cukup bagus untuk pengembangan jamur ini // Selain karena perawatan yang mudah dan biaya awal yang tidak terlalu besar / sebagian warga yang menjadi petani jamur dapat memetik hasilnya 5 hingga 6 kali selama 5 bulan untuk sekali penyebaran benih //

Baca lebih lajut

d pu 1009675 chapter1

d pu 1009675 chapter1

Sebagaimana telah dijelaskan di atas, awalnya program diklat PAKEM ini bernama Creating Learning Communities for Children (CLCC) yang dikembangkan bersama antara pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO), dan United Nations Children Fund (UNICEF). Program ini kemudian diperkenalkan pada tahun 1999, dengan sebutan yang lebih dikenal sebagai program pelatihan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Baru pada tahun 2001, atas prakarsa Bapak Fasli Jalal, diklat ini diberinama baru PAKEM, dengan muatan pelatihan Pembelajaran Aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM), Peran Serta Masyarakat (PSM), dan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Karena hasilnya dinilai bagus, maka PPPPTK TK dan PLB turut pula melaksanakan Diklat PAKEM ini pada tahun 2007 sampai tahun 2009 dengan sumber pembiayaan dari APBN.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF, MENYENANGKAN (PAKEM) DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TENTANG PERUMAHAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA : Pada Siswa Kelas III di SDN Kopo Elok Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung Tahun Pelaja

PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF, MENYENANGKAN (PAKEM) DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TENTANG PERUMAHAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA : Pada Siswa Kelas III di SDN Kopo Elok Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung Tahun Pelaja

2. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil evaluasi pembelajaran dalam bentuk tes tertulis yang didalamnya berisi soal dari tiga mata pelajaran yang di masukkan dalam pembelajaran Tematik mengenai tema Perumahan setelah menggunakan Pendekatan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan (PAKEM). Sedangkan untuk penilaiannya dilakukan secara parsial dikarenakan acuan yang dipakai adalah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu Matematika 67, Bahasa Indonesia 71, dan IPA 70. Tetapi yang menjadi fokus penelitian adalah hasil belajar pada bidang studi matematika dalam pembelajaran tematik tema perumahan. Sedangkan untuk mata pelajaran B. Indonesia, IPA dan Seni Budaya, peneliti hanya mengaplikasikannya sebagai mata pelajaran tambahan.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

The quality of learning is the success rate of the learning process undertaken by students with the guidance of a teacher characterized by increased knowledge and skills and development of attitudes of students according to the learning objectives planned. PAKEM is an approach that allows learners work on a variety of activities to develop the skills, attitudes, and understanding with emphasis on learning by doing. Action hypothesis of this research is the application of PAKEM model can at enhancing the quality of learning material social studies preparing Indonesian independence struggle in fifth grade students SD N 02 Puyoh.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...