Pendekatan Pembelajaran Kontekstual (CTL)

Top PDF Pendekatan Pembelajaran Kontekstual (CTL):

2.1.1.1 Pengertian Pembelajaran - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penggunaan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia dengan Berbantuan Media Gambar pada Siswa Kelas 2 SDN Dukuh 01

2.1.1.1 Pengertian Pembelajaran - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penggunaan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia dengan Berbantuan Media Gambar pada Siswa Kelas 2 SDN Dukuh 01

Adapun Pembelajaran dengan model CTL ini juga pernah diteliti oleh Ery Retnaning Wilujeng (2010). Hasil penelitiannya yaitu sebagai berikut: Penilitian ini dilatar belakangi oleh (1). guru hanya ceramah, sedangkan siswa hanya mendengar dan mencatat apa yang dikatakan guru, (2). proses pembelajaran menjadi membosankan dan siswa menjadi kurang aktif, (3). hasil belajar siswa kelas II yang masih dibawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) di kelas II SDN Klampis Ngasem IV No. 560 Surabaya. Upaya yang dilakukan peneliti untuk memecahkan masalah tersebut yaitu dengan cara Penerapan Pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) Dalam Pembelajaran Tematik Tema Lingkungan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas II SDN Klampis Ngasem IV No. 560 Surabaya”. Dalam kegiatan pembelajaran CTL penulis memadukan mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan IPA. Dalam penelitian diperoleh hasil bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa sebesar 11,25% dari 64,29% pada siklus I naik menjadi 85,71% pada siklus II. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran tematik tema lingkungan.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA SISWA SMP

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA SISWA SMP

konsep tersebut, ada tiga hal yang harus dipahami. Pertama, CTL menekankan pada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi, artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman secara langsung. Proses belajar dalam konteks CTL tidak mengharapkan agar siswa hanya menerima pelajaran, akan tetapi proses mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran. Kedua, CTL mendorong agar siswa dapat menentukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata. Ketiga, CTL mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengertian Pembelajaran Dengan Pendekatan Kontekstual

Pengertian Pembelajaran Dengan Pendekatan Kontekstual

Sedangkan kontekstual adalah salah satu prinsip pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar penuh makna. Dengan memperhatikan prinsip kontekstual, proses pembelajaran diharapkan mendorong siswa untuk menyadari dan menggunakan pemahamannya untuk mengembangkan diri dan menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan pembelajaran kontekstual ini merupakan pendekatan yang memungkinkan siswa untuk menguatkan, memperluas dan menerapkan pengetahuan dan ketrampilan akademik mereka dalam berbagai macam tatanan baik di sekolah maupun di luar sekolah. Selain itu siswa dilatih untuk dapat memecahkan masalah yang mereka hadapi dalam suatu situasi, misalnya dalam bentuk simulasi dan masalah yang memang ada di dunia nyata. Apabila pembelajaran kontekstual diterapkan dengan benar, diharapkan siswa akan terlatih untuk dapat menghubungkan apa yang diperoleh dikelas dengan kehidupan dunia nyata yang ada di lingkungannya.[3] Menurut Nurhadi dalam bukunya disebutkan bahwa pendekatan kontekstual merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas, dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa.[4]
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Pembelajaran bernuansa bimbingan dan ber (1)

Pembelajaran bernuansa bimbingan dan ber (1)

Dari pernyataan diatas, maka pembelajaran berbasis bimbingan itu sangatlah penting untuk diterapkan karena pembelajaran yang baik, tidak hanya berorientasi pada pencapaian kognitif atau mata pelajaran saja akan tetapi dapat menghasilkan sebuah output berupa lahirnya perubahan perilaku siswa atau peserta didik yang positif dan normatif. Maka dari itu, pembelajaran seyogyanya berlandaskan pada prinsip-prinsip bimbingan yaitu yang didasarkan pada:

9 Baca lebih lajut

ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN AL-QUR’AN HADITS KURIKULUM 2013 DI KELAS X MA MATHALIBUL HUDA MLONGGOJEPARA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 - STAIN Kudus Repository

ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN AL-QUR’AN HADITS KURIKULUM 2013 DI KELAS X MA MATHALIBUL HUDA MLONGGOJEPARA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 - STAIN Kudus Repository

Fokus penelitian yang dimaksud dalam penelitian kualitatif adalah gejala suatu obyek itu bersifat Holistic (menyeluruh, tidak dapat dipisah- pisahkan), sehingga peneliti kualitatif tidak akan menetapkan penelitiannya hanya berdasarkan variabel penelitian, tetapi keseluruhan situasi sosial yang diteliti yang meliputi aspek tempat (place), pelaku (actor), dan aktivitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis. 19 Selanjutnya, agar permasalahan yang dikaji dapat terarah terfokus serta tidak terjadi penyimpangan terhadap apa yang menjadi tujuan dilaksanakannya penelitian, maka dalam penelitian ini difokuskan pada Analisis Proses Pembelajaran Al- Qur’an Hadits pada Kurikulum 2013 di Kelas X Madrasah Aliyah Mathalibul Huda Mlonggo Jepara Tahun Ajaran 2016/2017.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pembelajaran Bernuansa Bimbingan dan Ber

Pembelajaran Bernuansa Bimbingan dan Ber

Ada tujuh indikator pembelajaran kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya, yaitu modeling (pemusatan perhatian, motivasi, penyampaian kompetensi-tujuan, pengarahan-petunjuk, rambu-rambu, contoh), questioning (eksplorasi, membimbing, menuntun, mengarahkan, mengembangkan, evaluasi, inkuiri, generalisasi), learning community (seluruh siswa partisipatif dalam belajar kelompok atau individual, minds-on, hands-on, mencoba, mengerjakan), inquiry (identifikasi, investigasi, hipotesis, konjektur, generalisasi, menemukan), constructivism (membangun pemahaman sendiri, mengkonstruksi konsep-aturan, analisis-sintesis), reflection (reviu, rangkuman, tindak lanjut), authentic assessment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran, penilaian terhadap setiap aktvitas-usaha siswa, penilaian portofolio, penilaian seobjektif-objektifnya dari berbagai aspek dengan berbagai cara).
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Peran Guru dan Siswa dalam CTL

Peran Guru dan Siswa dalam CTL

Pendapat Piaget tentang bagaimana sebenarnya pengetahuan itu terbentuk dalam struktur kognitif anak, sangat berpengaruh terhadap beberapa model pembelajaran, diantaranya model pembelajaran kontekstual.. menurut pembelajaran kontekstual, pengetahuan itu akan bermakna manakala ditemukan dan dibangun sendiri oleh siswa.

7 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PENDEKATAN KONTEKSTUAL TERHADAP MINAT DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP NEGERI 6 YOGYAKARTA.

EFEKTIVITAS PENDEKATAN KONTEKSTUAL TERHADAP MINAT DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP NEGERI 6 YOGYAKARTA.

Pembelajaran matematika yang dilakukan di sekolah perlu dilaksanakan dengan baik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dan diperoleh keberhasilan pembelajaran yang maksimal. Menurut Erman Suherman, dkk (2003: 48) tujuan pembelajaran matematika di sekolah adalah untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat menggunakan matematika dan pola pikir matematika dalam kehidupan sehari-hari sehingga diharapkan dapat menerapkan matematika dalam menyelesaikan permasalahan sehari-hari. Keberhasilan pembelajaran matematika di sekolah dapat dilihat dari adanya minat yang tinggi dari siswa dan juga prestasi belajar siswa. Matematika bisa melatih siswa untuk berpikir rasional, karena matematika memiliki struktur dan keterkaitan yang kuat dan jelas antar konsepnya (Depdiknas, 2005). Maka dari itu, matematika perlu dipelajari di sekolah dengan baik agar siswa bisa terlatih dalam berpikir rasional. Selain itu, matematika juga berperan dalam mengembangkan kemampuan menghitung, mengukur dan menerapkan rumus matematika dalam kehidupan sehari-hari melalui materi pengukuran, geometri, aljabar dan trigonometri.
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA KONSEP ENERGI DENGAN PENDEKATAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) PADA SISWA KELAS IV MI MAARIF ARROSYIDIN KECAMATAN CANDIMULYO KABUPATEN MAGELANG SKRIPSI Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA KONSEP ENERGI DENGAN PENDEKATAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) PADA SISWA KELAS IV MI MAARIF ARROSYIDIN KECAMATAN CANDIMULYO KABUPATEN MAGELANG SKRIPSI Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam

Pertemuan kedua pada siklus I dilaksanakan pada hari rabu tanggal 15 Januari 2014 pada jam ke 3-4 sesuai dengan jadwal mata pelajaran IPA. Materi yang diajarkan dalam pertemuan ini masih membahas tentang sumber energi panas melanjutkan pertemuan pertama pada tanggal 13 Januari 2014 . Sebelum memulai pelajaran seperti biasa siswa diminta untuk melakukan pembiasaan yaitu berdoa dan membaca asmaul husna setelah selesai pembiasaan guru mengabsen siswa dan memberikan motivasi belajar. Siswa diajak belajar secara nyata, siswa diajak keluar ruangan untuk membuktikan sinar matahari merupakan sumber energi yang utama dan perambatan panas yang diterima pada tubuh merupakan bukti perambatan tanpa melalui perantara atau yang disebut radiasi. Untuk mendorong kegiatan pembelajaran maka guru memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya.
Baca lebih lanjut

143 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN TEMATIK, KONTEKSTUAL (CTL) DAN PEMBELAJARAN DI LABORATORIUM DI SEKOLAH DASAR

PEMBELAJARAN TEMATIK, KONTEKSTUAL (CTL) DAN PEMBELAJARAN DI LABORATORIUM DI SEKOLAH DASAR

Pembelajaran di sekolah tidak hanya difokuskan pada pemberian pembekalan kemampuan pengetahuan yang bersifat teoritis saja, akan tetapi bagaimana agar pengalaman belajar yang dimiliki siswa senantiasa terkait dengan permasalahan- permasalahan aktual yang terjadi di lingkungannya. Dengan demikian inti dari pendekatan CTL adalah keterkaitan setiap materi atau topik pembelajaran dengan kehidupan nyata. Untuk mengaitkanya bisa dilakukan berbagai cara, selain karena memang materi yang dipelajari secara langsung terkait dengan kondisi faktual, juga bisa disiasati dengan pemberian ilustrasi atau contoh, sumber belajar, media dan lain sebagainya, yang memang baik secara langsung maupun tidak diupayakan terkait atau ada hubungan dengan pengalaman hidup nyata. Dengan demikian pembelajaran selain akan lebih menarik, juga akan dirasakan sangat dibutuhkan oleh setiap siswa karena apa yang dipelajari dirasakan langsung manfaatnya.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL/ CTL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI IPS SMA SWASTA AL-WASHLIYAH I MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2013 / 2014.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL/ CTL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI IPS SMA SWASTA AL-WASHLIYAH I MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2013 / 2014.

suasana belajar yang menyenangkan, bermakna dan menyeluruh. Sebab, selain memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi siswa untuk berpikir kritis dan ikut langsung mendalami permasalahan yang timbul dalam pembelajaran, siswa juga diajak untuk menyelesaikan masalah yang timbul dan mempertanggungjawabkan penyelesaiannya serta dapat menggunakan pengetahuan yang diperolehnya dalam situasi dan kondisi yang berbeda. Guru pada pembelajaran ini berperan sebagai pembimbing siswa agar mereka dapat belajar sesuai dengan tahap perkembangannya. Siswa yang lebih memegang peranan dalam pembelajaran, sebab siswa adalah individu yang belajar.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN MENGANALISIS MENULIS PUISI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL IMAJINATIF

PEMBELAJARAN MENGANALISIS MENULIS PUISI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL IMAJINATIF

Kajian dokumen dilakukan oleh peneliti, RPP yang dibuat oleh guru, nilai diberikan oleh guru dalam pekerjaan siswa. Kajian berupa RPP bertujuan untuk menggali bagaimana perencanaan guru sebelum melaksanakan tindakan. Kajian daftar nilai bertujuan untuk memperoleh data kompetensi siswa yang melaksanakan sesudah dan atau sebelum menerima tindakan. Teknik tes bertujuan mengetahui kompetensi tes awal siswa sebelum diberi tindakan. Untuk mengecek data tentang menulis puisi dan keaktifan siswa dilakukan melalui teknik tes maupun teknik non tes (observasi, angket dan wawancara). Data tersebut dianalisis untuk melihat kekurangan dari guru dan siswa yang digunakan sebagai bahan refleksi. Aktifitas guru dan siswa selama pembelajaran dibukukan pada observasi dengan rumus:
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) UNY 2015 LOKASI SMAN 1 KRETEK Genting, Trimulyo, Kretek, Bantul Semester Khusus Tahun Akademik 2015/2016 10 Juli – 12 September 2015.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) UNY 2015 LOKASI SMAN 1 KRETEK Genting, Trimulyo, Kretek, Bantul Semester Khusus Tahun Akademik 2015/2016 10 Juli – 12 September 2015.

Pendekatan yang digunakan dalam mengajarkan materi adalah pendekatan Contekstual Teaching Learning (CTL, yaitu suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga akan memberikan kompetensi kepada siswa dalam menghadapi permasalahan yang sesuai dengan materi yang diajarkan, penggunaan pendekatan ini juga dimaksudkan untuk menambah keaktifan siswa di dalam kelas. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, tanya jawab interaktif, diskusi, dan model pembelajaran yang digunakan seperti group investigation dan make- a match.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

USAHA MENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA MATA PELAJARAN SURVEI DAN PEMETAAN KELAS X TEKNIK KONSTRUKSI BANGUNAN (TKB) DI SMK NEGERI 2 SURAKARTA | Pratiknyo | Pendidikan Teknik Bangunan 5212 11354 1 SM

USAHA MENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA MATA PELAJARAN SURVEI DAN PEMETAAN KELAS X TEKNIK KONSTRUKSI BANGUNAN (TKB) DI SMK NEGERI 2 SURAKARTA | Pratiknyo | Pendidikan Teknik Bangunan 5212 11354 1 SM

This Research is a classroom action research that held in two cycles. First cycle begin with identification of problem that happen the class room, planning like arragement learning steps by using a model cooperative learning with contextual approachment method (Contextual Teaching and Learning) that usually brief (CTL). CTL is study concept that help a teacher to connect between material teaching and situation real. Subject of student of X was grade technic of building construction (TKB) in SMK N 2 Surakarta year teaching 2013/2014. The data whos got from affective observation and cognitive test. Data analysis using technic of descriptive analysis.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBASIS LESSON STUDY TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS VIII MTs N 1 PRINGSEWU - Raden Intan Repository

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBASIS LESSON STUDY TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS VIII MTs N 1 PRINGSEWU - Raden Intan Repository

Kegiatan lesson study pada kegiatan pertama perencanan (plan) diperoleh pertama saran dari para observer yang terdiri dari 3 observer yaitu satu guru matematika MTs N 1 Pringsewu dan dua mahasiswa jurusan pendidikan matematika IAIN Raden Intan Lampung. Saran dari para observer adalah membahas materi menemukan teorema pythagoras dahulu baru masuk ke pengertian theorema pythagoras, durasi dalam tes kemampuan awal matematis jangan terlalu lama maksimal 30 menit dan perlu menggunakan media jangan menggunakan gambar saja. Pada kegiatan kedua pembelajaran (do) peserta didik diberikan pembelajaran sesuai dari saran dari para observer pada kegiatan ketiga evaluasi (see) observer memberikan komentar dari hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan yaitu observer memberikan komentar durasi waktu kemampuan awal matematis lebih dari 30 menit dan tujuan belum tersampaikan, dan yang lainnya sudah baik.
Baca lebih lanjut

127 Baca lebih lajut

STRATEGI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM. docx

STRATEGI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM. docx

pengalaman secara langsung.  Kedua, CTL mendorong agar siswa dapat menemukan   hubungan   antara   materi   yang   dipelajari   dengan   situasi kehidupan nyata, artinya siswa dituntut untuk menangkap hubungan antara pengalaman   belajar   di   sekolah   dengan   kehidupan   nyata.  Ketiga,   CTL mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan, artinya CTL   bukan   hanya   mengharapkan   siswa   dapat   memahami   materi   yang dipelajarinya,   akan   tetapi   bagaimana   materi   pelajaran   dapat   mewarnai perilakunya dalam kehidupan sehari­hari.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) TERHADAP KREATIVITAS MATEMATIKA SISWA DI KELAS VII SMP NEGERI 1 KABANJAHET.A. 2014/2015.

PENGARUH PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) TERHADAP KREATIVITAS MATEMATIKA SISWA DI KELAS VII SMP NEGERI 1 KABANJAHET.A. 2014/2015.

Kondisi tersebut menunjukkan perlu adanya perubahan dan perbaikan dalam usaha meningkatkan kreativitas belajar siswa yaitu dengan meningkatkan keaktifan dan partisipasi siswa dalam belajar serta bagaimana cara supaya pembelajaran yang dilakukan berpusat pada siswa. Pemerintah juga telah berupaya mengatasi hal-hal di atas salah satunya dengan perbaikan kurikulum KTSP 2006 menjadi Kurikulum 2013. Hal tersebut sejalan dengan penjelaskan Kementrian Pendidikan (http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/uji-publik-kurikulum- 2013-2) yang menyatakan bahwa:
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Interactive Handout Berbasis Contextual Teaching and Learning Pada Siswa Kelas VII SMP Islam Panggul Tahun Pelajaran 2011 2012 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Interactive Handout Berbasis Contextual Teaching and Learning Pada Siswa Kelas VII SMP Islam Panggul Tahun Pelajaran 2011 2012 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Penilaian adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan siswa. Apabila data yang dikumpulkan guru mengidentifikasikan bahwa siswa mengalami kemacetan belajar, maka guru segera mengambil tindakan yang tepat agar siswa terbebas dari kemacetan belajar. Karena gambaran tentang kemajuan belajar itu diperlukan di sepanjang proses pembelajaran, maka assessment tidak dilakukan di akhir periode pembelajaran seperti pada kegiatan evaluasi hasil belajar (Ebta / Ebtanas), tetapi dilakukan bersama secara integral tidak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. Data yang dikumpulkan melalui kegiatan penilaian bukanlah untuk mencari informasi tentang hasil belajar siswa tetapi untuk menilai bagaimana prosesnya. 67
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PENGARUH PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CTL) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP SWASTA PAB 10 MEDAN ESTATE T.A. 2013/2014.

PENGARUH PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CTL) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP SWASTA PAB 10 MEDAN ESTATE T.A. 2013/2014.

diperoleh keterangan bahwa hasil belajar matematika siswa di sekolah tersebut masih rendah serta proses belajar-mengajar yang berlangsung hanya satu arah yaitu hanya guru yang berperan aktif memberikan informasi sedangkan siswa hanya menerima dan pasif, hal tersebut juga dapat membawa suasana yang tidak menarik perhatian, membuat siswa merasa bosan dalam proses pembelajaran sehingga berpengaruh terhadap pencapaian kemampuan dan hasil belajar tidak optimal. Seperti yang diungkapkan oleh Marpaung (dalam Kurniawati, 2008: 3) bahwa:
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

(ABSTRAK) Penerapan Pendekatan Kontekstual (CTL) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar IPA Pada Siswa Kelas V SDN 01 Sumurbanger 01 Kabupaten Batang.

(ABSTRAK) Penerapan Pendekatan Kontekstual (CTL) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar IPA Pada Siswa Kelas V SDN 01 Sumurbanger 01 Kabupaten Batang.

Tujuan penelitian ini yaitu (1) mengetahui aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran IPA melalui pendekatan kontekstual (CTL), (2) mengetahui prestasi belajar siswa melalui pendekatan kontekstual (CTL), (3) mengetahui kemampuan guru dalam menerapkan pendekatan kontekstual (CTL) pada pembelajaran IPA kelas V SDN 01 Sumurbanger.

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...