pendidikan agama

Top PDF pendidikan agama:

SIMPUH | Sistem Informasi Perundang-Undangan dan Hukum

SIMPUH | Sistem Informasi Perundang-Undangan dan Hukum

7. Pengawas sekolah mata pelajaran pendidikan agama yg selanjutnya disebut pengawas adalah Pengawas Pendidikan Agama Islam, Pengawas Pendidikan Agama Kristen Protestan, Pengawas Pendidikan Agama Katolik, Pengawas Pendidikan Agama Hindu, dan Pengawas Pendidikan Agama Budha di lingkungan Depag yg bertugas mengawasi satuan pendidikan dasar dan menengah baik negeri maupun swasta yg berada di lingkungan pembinaan Dirjen Dikdasmen Depdikbud dan Depag.

Baca lebih lajut

 “RPP PAI SD Kelas 1-6” RPP-PAI-SD-1-6.zip – ed 2523 times – 823 KB

“RPP PAI SD Kelas 1-6” RPP-PAI-SD-1-6.zip – ed 2523 times – 823 KB

2. Siswa dapat menyebutkan syarat wajib salat dan syarat sah salat 3. Siswa dapat membedakan syarat wajib salat dan syarat sah salat 4. Siswa dapat membedakan antara rukun, sunah dan syarat sah salat Materi Pembelajaran : Syarat sah salat (lihat buku Pendidikan Agama Islam jilid 4 NTR

Baca lebih lajut

MATA KULIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM AGAMA

MATA KULIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM AGAMA

Agama memberikan penjelasan bahwa manusia adalah mahluk yang memilki potensi untuk berahlak baik (takwa) atau buruk (fujur) potensi fujur akan senantiasa eksis dalam diri manusia karena terkait dengan aspek instink, naluriah, atau hawa nafsu, seperti naluri makan/minum, seks, berkuasa dan rasa aman. Apabila potentsi takwa seseorang lemah, karena tidak terkembangkan (melalui pendidikan), maka prilaku manusia dalam hidupnya tidak akan berbeda dengan hewan karena didominasi oleh potensi fujurnya yang bersifat instinktif atau implusif (seperti berjinah, membunuh, mencuri, minum-minuman keras, atau menggunakan narkoba dan main judi).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Studi Komparasi Pemikiran Abdullah Nashih Ulwan Dan Zakiah Darajat Terhadap Pendidikan Agama Islam Pada Anak

Studi Komparasi Pemikiran Abdullah Nashih Ulwan Dan Zakiah Darajat Terhadap Pendidikan Agama Islam Pada Anak

Abdullah Nashih Ulwan merupakan pemerhati masalah pendidikan terutama pendidikan anak dan dakwah Islam. Abdullah Nashih Ulwan dilahirkan pada tahun 1928 di daerah Qadhi Askar yang terletak di kota Halb, Syiria. 29 Beliau dibesarkan dikalangan keluarga yang berpegang teguh pada agama.Ayahnya Syeikh Said Ulwan merupakan seorang ulama sekaligus seorang dokter yang disegani. Selain dari menyampaikan risalah islam di seluruh pelosok kota Halb, beliau juga menjadi tumpuan untuk mengobati berbagi penyakit dengan ramuan akar kayu yang dibuat sendiri. Ketika merawat orang yang sakit, lidahnya senantias membaca Al-Qur’an dan menyebut nama Allah. Syeikh Said Ulwan senantiasa mendoakan anak- anaknya lahir sebagai seorang ulama. Murabbi yang dapat memandu masyarakat. Allah memperkenankan doa beliau dengn lahirnya Abdullah Nashih Ulwan sebagi ulama (Murabbi) pendidik rohani dan jasmani yang disegani di abad ini. 30
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

Materi Pendidikan Agama Kristen Kelas 12  Pendidikan Agama Kristen

Materi Pendidikan Agama Kristen Kelas 12 Pendidikan Agama Kristen

Kehadiran agama-agama dan umatnya tidak secara otomatis menghasilkan kasih dan perdamaian. Manusia perlu berusaha dengan sungguh-sungguh. Pengalaman hidup manusia menunjukkan betapa sering manusia lebih mudah berperang daripada menciptakan perdamaian. Sebagai contoh, dunia pernah mengalami dua perang yang sangat hebat, yaitu Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Setelah dunia diluluh-lantakkan oleh kedua perang tersebut, negara- negara di dunia membentuk Liga Bangsa Bangsa. Tidak lama kemudian, Liga Bangsa-Bangsa berganti nama menjadi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dibentuk pada 26 Juni 1945 dan piagamnya ditandatangani di San Francisco, Amerika Serikat.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengamalan Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Pada Peserta Didik Sdn 056003 Paya Kasih Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat - Repository UIN Sumatera Utara

Pengamalan Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Pada Peserta Didik Sdn 056003 Paya Kasih Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat - Repository UIN Sumatera Utara

Dasar idiil yaitu falsafah negara Pancasila, yang pada sila ke-1 berbunyi: “Ketuhanan Yang Maha Esa” memberi pengertian bahwa seluruh elemen bangsa Indonesia harus percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan kata lain, harus beragama. 27 Untuk mendidik menjadikan manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, diperlukan adanya pendidikan agama yang dilaksanakan dalam lembaga pendidikan formal, non formal, dan informal. Dalam pendidikan di sekolah, telah terlihat usaha positif yang dilakukan pemerintah dengan menjadikan bidang studi “pendidikan agama” menjadi mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah, mulai tingkat sekolah dasar sampai ke perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. 28
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

Materi Pendidikan Agama Kristen Kelas 12  Pendidikan Agama Kristen

Materi Pendidikan Agama Kristen Kelas 12 Pendidikan Agama Kristen

“assalamu alaikum” dan “wa alaikum salam” dalam bahasa Arab, bukan? Kita tidak perlu heran. Bahasa Arab memang berasal dari rumpun yang sama dengan bahasa Ibrani seperti halnya bahasa Tagalog dengan bahasa Indonesia. Dalam bahasa Arab kata syalom diterjemahkan menjadi salam, kata yang sama yang dipergunakan dalam bahasa Indonesia yang sangat diperkaya oleh kosakata dari bahasa Arab karena pengaruh agama Islam. Kata ini dapat kita bandingkan dengan salam Horas! di kalangan masyarakat Batak; Ya’ahowu! di dalam masyarakat Nias.

12 Baca lebih lajut

UPAYA GURU DALAM MENGATASI KEJENUHAN BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN SKI DI SMP IT ASSHODIQIYAH SEMARANG - Unissula Repository

UPAYA GURU DALAM MENGATASI KEJENUHAN BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN SKI DI SMP IT ASSHODIQIYAH SEMARANG - Unissula Repository

Sejarah adalah salah satu bidang studi pendidikan Agama yang memebahas tentang riwayat hidup Rasulullah Saw, sahabat-sahabat yang diceritakan kepada peserta didik sebagai contoh teladan yang baik bagi kehidupan manusia, baik dalam kehidupan manusia maupun kehidupan sosial. 4 Kebudayaan Islam adalah hasil pikiran atau hasil karya umat Islam yang didasarkan dari pemahaman Islam yang beraneka ragam. 5

12 Baca lebih lajut

t pk 0808951 table of content

t pk 0808951 table of content

Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP 1 Wanasari Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP 2 Wanasari Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP 3 Wanasari Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP 4 Wanasari Strategi Pembelajaran untuk Mengembangkan Akhlak (SMP 1 Wanasari )

Baca lebih lajut

Materi Pendidikan Agama Kristen Kelas 10 +   Pendidikan Agama Kristen

Materi Pendidikan Agama Kristen Kelas 10 + Pendidikan Agama Kristen

Menurut deinisi yang ada dalam buku “Kesetaraan Gender” yang diterbitkan oleh ELSAM, sebuah LSM yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan, istilah “kesetaraan gender” berarti kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia, agar mampu berperan dan berpartisipasi dalam kegiatan politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, pendidikan, serta kesamaan dalam menikmati hasil pembangunan tersebut. Kesetaraan gender juga meliputi penghapusan diskriminasi dan ketidakadilan struktural, baik terhadap laki-laki maupun perempuan. Jadi, diskriminasi gender adalah perlakuan yang berbeda terhadap laki-laki dan perempuan. Diskriminasi terjadi terhadap perempuan dan dipengaruhi oleh budaya. Umumnya budaya di Indonesia lebih berpihak pada kaum laki-laki dibandingkan kepada kaum perempuan. Misalnya, orang biasa bertanya, “Putra Bapak berapa?” Mengapa tidak bertanya, “Berapa putra dan putri Bapak?” Pertanyaan yang pertama menyiratkan bahwa anak laki- laki lebih berharga sehingga merekalah yang ditanyakan keberadaan dan jumlahnya dalam sebuah keluarga.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - Kebudayaan Islam

BAB I PENDAHULUAN - Kebudayaan Islam

Sebagian pemikir islam kontemporer sering melontarkan tuduhan kepada Al-Ghazali yang pertama menjauhkan flsafat dari agama. Al-Ghazali menyerang flsafat dalam karyanya berjudul Tahufutul Falasifah (kerancuan flsafat). Tulisan al-Ghazali dijawab oleh Ibnu Rusyd dengan tulisan Tahafutu Tahafut (kerancuan diatas kerancuan). Ada persoalan mendasar yang sering dilontarkan oleh sebagian umat islam, yaitu mengapa umat islam tidak dapat menguasai ilmu dan teknologi modern? Jawabannya sangat sederhana, yaitu karena orang islam tidak mau melanjutkan tradisi keilmuan yang diwariskan para ulama besar pada masa klasik. Pada masa kejayaan banyak terbuai dengan kemegahan yang bersifat material. Kembali ke tradisi klasik, akan dapat membangkitkan umat islam. Kemunduran sejarah intelektual umat islam pada masa pertengahan, banyak disebabkan oleh konfik-konfik internal di kalangan para actor dalam kerajaan-kerajaan islam, sementara Barat mulai bangkit.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

AGAMA DAN MULTIKULTURAL dan pendidikan

AGAMA DAN MULTIKULTURAL dan pendidikan

berkembang di antara anggota masyarakat, meskipun tidak menutup kemungkinan timbulnya konflik berdimensi vertikal, yakni antara masyarakat dan negara. Konflik sosial dalam masyarakat merupakan proses interaksi yang alamiyah. Karena masyarakat tidak selamanya bebas konflik. Hanya saja, persoalannya menjadi lain jika konflik sosial yang berkembang dalam masyarakat tidak lagi menjadi sesuatu yang positif, tetapi berubah menjadi destruktif bahkan anarkis. Perkembangan terakhir menunjukkan, sejumlah konflik sosial dalam masyarakat telah berubah menjadi destruktif bahkan cenderung anarkhis. Kasus Ambon, Poso, Maluku, GAM di Aceh, dan berbagai kasus yang menyulut kepada konflik yang lebih besar dan berbahaya. Konflik sosial berbau SARA (terutama agama) ini tidak dianggap remeh dan
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...