Pendidikan bukan formal orang dewasa

Top PDF Pendidikan bukan formal orang dewasa:

homeschooling karakter BEM FIP

homeschooling karakter BEM FIP

Tidak berbeda halnya dengan di Indonesia, alasan kenapa orang tua lebih memilih homeschooling adalah karena orang tua tidak puas pada pendidikan di sekolah. Kurikulum selalu berubah, yang berakibat pada buku pelajaran yang selalu berubah dan beban mata pelajaran yang cukup berat, dan lainnya adalah pergaulan di sekolah yang memberi dampak buruk pada pada perilaku anak-anak sehingga membuat para orang tua semakin gelisah. Disamping karena ketidak percayaan terhadap lembaga pendidikan formal, para orang tua lebih melihat homeschooling memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pendidikan formal antara lain: Lebih memberikan kemandirian dan kreativitas individual bukan pembelajaran secara klasikal, Memberikan peluang untuk mencapai kompetensi individual semaksimal mungkin sehingga tidak selalu harus terbatasi untuk membandingkan dengan kemampuan tertinggi, rata-rata atau bahkan terendah, Terlindungi dari “tawuran”, kenakalan, NAPZA, pergaulan yang menyimpang, konsumerisme dan jajan makanan yang malnutrisi, Lebih bergaul dengan orang dewasa sebagai panutan, Lebih disiapkan untuk kehidupan nyata, Lebih didorong untuk melakukan kegiatan keagamaan, rekreasi/olahraga keluarga, Membantu anak lebih berkembang, memahami dirinya dan perannya dalam dunia nyata disertai kebebasan berpendapat, menolak atau menyepakati nilai-nlai tertentu tanpa harus merasa takut untuk mendapat celaan dari teman atau nilai kurang, Membelajarkan anak- anak dengan berbagai situasi, kondisi dan lingkungan sosial, Masih memberikan peluang berinteraksi dengan teman sebaya di luar jam belajarnya.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PEDAGOGI DAN ANDRAGOGI PENDIDIKAN ORANG

PEDAGOGI DAN ANDRAGOGI PENDIDIKAN ORANG

“Saya tidak mengatakan yang pedagogi adalah untuk anak-anak saja dan andragogi adalah untuk orang dewasa, memandangkan ada beberapa andaian pedagogi realistik untuk orang dewasa dan beberapa situasi dan beberapa andaian andragogi sesuai untuk anak-anak. Dan saya tidak mengatakan yang pedagogi itu buruk manakala andragogi adalah baik, setiap satunya mempunyai andaian yang munasabah.” Knowles (1979) “…setiap orang dewasa mempunyai tanggapan yang spesifik dan menghargai segala bidang kerjaya, kebahagiaan, keluarga, kehidupan dan hubungan komunitinya. ‘Subject-matter’ kadangkala dibawa ke dalam situasi ini dan digunakan dalam bidang kerjaya sekiranya diperlukan. Fakta dan guru merupakan peranan kedua dalam sesi pembelajaran, guru juga harus menyatakan tentang kepentingan pendidikan formal.’
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Perkembangan Dewasa Awal.pdf

Perkembangan Dewasa Awal.pdf

Dengan berakhirnya pendidikan formal dan terjunnya seseorang ke dalam pola kehidupan orang dewasa, yaitu karir, perkawinan dan rumah tangga, hubungan dengan teman-teman kelompok sebaya semakin menjadi renggang, dan berbarengan dengan itu keterlibatan dalam kegiatan kelompok diluar rumah akan terus berkurang. Sebai akibatnya, untuk pertama kali sejak bayi semua orang muda, bahkan yang populerpun, akan mengalami keterpencilan sosial atau apa yang disebut krisis ketersingan (Erikson:34).

17 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang - Pengertian pendidikan orang dewasa

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang - Pengertian pendidikan orang dewasa

a. UNESCO (Townsend Coles,1977), pendidikan orang dewasa merupakan keseluruhan proses pendidikan yang diorganisasikan, apapun isi, tingkatan, metodenya baik formal maupun informal, yang melanjutkan maupun yang menggantikan pendidikan semula di sekolah, akademi dan unversitas serta latihan kerja, yang membuat orang dianggap dewasa oleh masyarakat, mengembangkan kemampuannya, memperkaya pengetahuannya, meningkatkan kualifikasi teknis atau profesionalnya, dan mengakibatkan perubahan pada sikap dan perilakunya dalam perspektif rangkap perkembangan pribadi secara utuh dan partisipasi dalam pengembangan sosial, ekonomi, dan budaya yang seimbang dan bebas.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Peranan Guru Bidang Studi Akidah Akhlak Dalam Mengendalikan Kenakalan Siswa Di Mts Al Manar Medan - Repository UIN Sumatera Utara

Peranan Guru Bidang Studi Akidah Akhlak Dalam Mengendalikan Kenakalan Siswa Di Mts Al Manar Medan - Repository UIN Sumatera Utara

Sedangkan menurut M. Uzer Usman, “ guru adalah jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Pekerjaan ini bisa dilakukan oleh orang yang tidak memiliki keahlian untuk melakukan kegiatan atau pekerjan sabagai guru. ” 25 Dalam pendidikan peran guru tidak dapat dilepaskan, karena guru berperan sebagai agen pembaruan, mengarahkan siswa dan juga sebagai anggota masyarakat mencapai tujuan yang telah ditentukan oleh masyarakat itu sendiri. Untuk mencapai pembaruan yang diinginkan itu mustahil dilakukan tanpa perubahan. Untuk melakukan perubahan perlu ada pendidikan dan proses pendidikan tidak berjalan dengan sendirinya akan tetapi perlu diarahkan dan di sinilah peranan dan fungsi guru sebagai agen perubahan. 26
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

PARTISIPASI PONDOK PESANTREN AL-MANAR SALATIGA DALAM PENDIDIKAN KEMASYARAKATAN TERHADAP SANTRI.

PARTISIPASI PONDOK PESANTREN AL-MANAR SALATIGA DALAM PENDIDIKAN KEMASYARAKATAN TERHADAP SANTRI.

Menurut Sanapiah Faisal istilah “learning society” menunjukkan pada kenyataan di mana warga secara aktif menggali pengalaman belajar di dalam setiap segi kehidupannya. Dalam hubungan ini, bukan lagi warga masyarakat yang di tarik untuk mengikuti pendidikan pada suatu lembaga resmi (sekolah atau kursus), akan tetapi warga masyarakat secara sadar melakukan aktivitas belajar individual mandiri. Aktivitas belajar mandiri tesebut bukan hanya dengan jalan membaca buku, majalah/surat kabar, mendengarkan radio atau menyaksikan TV akan tetapi ada kesengajaan dengan penuh kesadaran untuk memburu pengetahuan, ketrampilan dan pandangan-pandangan hidup dari manapun, dari siapapun, dari apapun, kapanpun jadi di tempat kerja, di organisasi profesi, di kelompok keagamaan, di tengah masyarakat, di perpustakaan dan di pusat-pusat studi lainnya. (1981:46).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

psikologi belajar orang dewasa

psikologi belajar orang dewasa

• Kelebihan : - Memungkinkan peserta belajar untuk berpatisipasi dalam aktivitas pembelajaran yang kooperatif yang dapat membantu membangun teamwork dan kemampuan berkolaborasi/kerjasa[r]

32 Baca lebih lajut

INOVASI PEMBELAJARAN ORANG DEWASA

INOVASI PEMBELAJARAN ORANG DEWASA

ALUR PROSES PEMBELAJARAN PELAKSANAAN PELATIHAN Tujuan Test Awal Bina Suasana Kontrak Belajar Proses Indoor Activity -Ceramah -Penugasan -Curah Pendapat -Diskusi Kelompok -Kerja K[r]

15 Baca lebih lajut

Resusitasi Orang Dewasa dan Bayi

Resusitasi Orang Dewasa dan Bayi

5 Rasio pijat dan napas 30 : 2 15 x kompresi : 2 x hembusan napas 6 Setelah empat siklus pijat napas, evaluasi sirkulasi Langkah Awal Resusitasi Jantung RJP 1 Buka jalan napas dengan c[r]

20 Baca lebih lajut

PENERAPAN POLA ASUH OLEH ORANG TUA TUNGGAL (IBU) DALAM PENCAPAIAN PENDIDIKAN FORMAL ANAK

PENERAPAN POLA ASUH OLEH ORANG TUA TUNGGAL (IBU) DALAM PENCAPAIAN PENDIDIKAN FORMAL ANAK

Seyogyanya Orang Tua Tunggal khususnya Ibu bisa membagi waktu antara bekerja dan waktu bersama anak sepulang bekerja atau berdiskusi pada saat makan malam. Memberikan pengertian dan penjelasan, mendengar keluh kesah anak agar komunikasi selalu terjaga dengan baik. Sebaiknya Orang Tua Tunggal (Ibu) selalu menekankan aspek pendidikan ketimbang aspek hukuman. Berusaha untuk menumbuhkan kontrol diri dari dalam diri anak sendiri. Tidak bersikap membiarkan, tidak menghukum anak dengan pukulan yang membahayakan, dengan kata-kata kasar, kata caci maki dan ancaman.Agar Orang Tua Tunggal (Ibu) bisa mengatasi kesulitan ekonomi dengan cara menabung di bank, atau menyisihkan sedikit demi sedikit pendapatannya, untuk biaya tak terduga misalnya anak masuk sekolah, buku, agar beban yang di rasakan tidak terlalu berat.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pendidikan dan pelatihan formal

Pendidikan dan pelatihan formal

PEMERINTAH PROVINSI RIAU ANGGARAN KAS TAHUN ANGGARAN 2013 : Unit Organisasi 1.25.01.. Dinas Komunikasi, Informatika dan Pengolahan Data Elektronik Program Kegiatan : : 05.[r]

1 Baca lebih lajut

PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA SEBAGAI BURUH SAWIT TERHADAP PENDIDIKAN FORMAL ANAK

PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA SEBAGAI BURUH SAWIT TERHADAP PENDIDIKAN FORMAL ANAK

Penelitian ini dilaksanakan pada seluruh keluarga buruh sawit di Desa Sungai Sepeti Kecamatan Seponti Jaya Kabupaten Kayong Utara. Melalui teknik pengambilan sampel menggunakan populasi penuh, maka terpilih keluarga buruh sawit dengan jumlah 40 kepala keluarga. Untuk mengetahui keadaan atau kondisi status sosial ekonomi orang tua yang bekerja sebagai buruh sawit maupun pendidikan formal anak, peneliti membuat 40 pernyataan/angket dan kemudian hasil dari jawaban responden akan di deskripsikan dengan menggunakan rumus persentase. Gambaran mengenai status sosial ekonomi orang tua yang bekerja sebagai buruh sawit di Desa Sungai Sepeti Kecamatan Seponti Jaya Kabupaten Kayong Utara, berdasarkan jawaban angket (item nomor 1-20) dari masing- masing responden diperoleh hasil seperti disajikan pada tabel berikut:
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN FORMAL ORANG TUA DAN INTENSITAS KOMUNIKASI DALAM KELUARGA TERHADAP   Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Formal Orang Tua Dan Intensitas Komunikasi Dalam Keluarga Terhadap Kepribadian Remaja Di Kampung Wonowoso Kelurahan

PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN FORMAL ORANG TUA DAN INTENSITAS KOMUNIKASI DALAM KELUARGA TERHADAP Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Formal Orang Tua Dan Intensitas Komunikasi Dalam Keluarga Terhadap Kepribadian Remaja Di Kampung Wonowoso Kelurahan

sumbangan relatif dan sumbangan efektif menunjukkan bahwa variabel latar belakang pendidikan formal orang tua memberikan sumbangan relatif sebesar 21,9% dan sumbangan efektif 11,2% serta variabel intensitas komunikasi dalam keluarga memberikan sumbangan relatif sebesar 78,1% dan sumbangan efektif 39,9%.

16 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA DISERTASI

DAFTAR PUSTAKA DISERTASI

Pendidikan Politik Sebagai Bagian dari Pendidikan Orang Dewasa.. Kementerian Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya.[r]

9 Baca lebih lajut

BAB II AKIBAT HUKUM YANG DITIMBULKAN DARI PEMBATALAN KERJASAMA CV.BINTANG MANDIRI IN7 WEDDING ORGANIZER - Analisis Yuridis Atas Pembatalan Perjanjian Kerjasama Event Organizer Dengan Pengguna Jasa ( Studi Pada CV. Bintang Mandiri IN7 Wedding Organizer & D

BAB II AKIBAT HUKUM YANG DITIMBULKAN DARI PEMBATALAN KERJASAMA CV.BINTANG MANDIRI IN7 WEDDING ORGANIZER - Analisis Yuridis Atas Pembatalan Perjanjian Kerjasama Event Organizer Dengan Pengguna Jasa ( Studi Pada CV. Bintang Mandiri IN7 Wedding Organizer & D

Untuk lebih jelasnya kriteria bagi mereka yang belum dewasaadalah mereka yang belum usia 21 tahun dan tidak lebih dahulu telahkawin, apabila perkawinan itu dibubarkan sebelum umur mereka genap 21tahun, maka mereka tidak kembali lagi dalam kedudukan belum dewasa.Menurut Pasal 433 KUH Perdata, mereka yang ditaruh di bawahpengampuan adalah setiap orang yang telah dewasa yang selalu di dalamkeadaan dungu, sakit otak atau mata gelap juga pemboros, sehingga setiaptindakannya selalu lepas dari kontrolnya dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

51 Baca lebih lajut

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN FORMAL DAN PENDIDIKAN NON FORMAL TERHADAP PARTISIPASI MASYARAKAT  PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN FORMAL DAN PENDIDIKAN NON FORMAL TERHADAP PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENSUKSESKAN PEMBANGUNAN MASYARAKAT DI KELURAHAN TRUKAN, PRACI

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN FORMAL DAN PENDIDIKAN NON FORMAL TERHADAP PARTISIPASI MASYARAKAT PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN FORMAL DAN PENDIDIKAN NON FORMAL TERHADAP PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENSUKSESKAN PEMBANGUNAN MASYARAKAT DI KELURAHAN TRUKAN, PRACI

Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui ada tidaknya pengaruh tingkat pendidikan formal dan pendidikan non formal terhadap partisipasi masyarakat dalam mensukseskan pembangunan masyarakat di kelurahan Trukan, Pracimantoro, Wonogiri, 2) Mengetahui sejauh mana partisipasi masyarakat terhadap pelaksanaan pembangunan masyarakat, 3) Menyumbangkan karya ilmiah ini pada perkembangan ilmu pengetahuan dalam dunia pendidikan atau masyarakat sendiri.

13 Baca lebih lajut

1 PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN FORMAL ANAK PADA KELUARGA PETANI DI KECAMATAN SANGGAU LEDO

1 PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN FORMAL ANAK PADA KELUARGA PETANI DI KECAMATAN SANGGAU LEDO

kesimpulan/verifikasi) . Dalam penelitian ini, pengujian keabsahan data penelitian dilakukan dengan cara: 1) perpanjang pengamatan, dalam perpanjangan pengamatan untuk menguji kredibilitas data penelitian ini, difokuskan pada pengujian terhadap data yang telah diperoleh, apakah data yang diperoleh itu setelah dicek kembali kelapangan benar atau tidak, berubah atau tidak. Bila setelah dicek kembali kelapangan data sudah benar berarti kredibel, maka waktu perpanjangan pengamatan dapat diakhiri. 2)Triangulasi, dapat diartikan Sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu (Satori Djam’an dan Aan Komariah 2014:170). Dalam penelitian ini, peneliti membandingkan hasil observasi dan hasil wawancara, selanjutnya dilakukan pengecekan data pada sumber yang sama yaitu wawancara orang tua dan wawancara dengan anak.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

SKRIPSI  Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Formal Dan Pengetahuan Orang Tua Tentang Ispa Pada Balita Di Puskesmas Gatak.

SKRIPSI Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Formal Dan Pengetahuan Orang Tua Tentang Ispa Pada Balita Di Puskesmas Gatak.

Hasil : Hasil penelitian bahwa responden dari orang tua balita sebagian besar responden sudah berusia 31-40 tahun, berpendidikan SMA/sederajat, dan telah bertempat tinggal selama 1-5 tahun. Responden balita sebagian besar balita responden berumur 25 – 36 bulan dan berjenis kelamin perempuan. Tingkat pengetahuan orang tua tentang ISPA sebagian besar pengetahuan orang tua tentang ISPA dalam kategori baik.

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...