Pendidikan Ibu

Top PDF Pendidikan Ibu:

Usia Anak dan Pendidikan Ibu sebagai Fak

Usia Anak dan Pendidikan Ibu sebagai Fak

Masalah perkembangan anak saat ini makin meningkat sehingga perlu deteksi dini untuk menurunkan gangguan perkembangan anak. Kuesioner Pra Skrining perkembangan (KPSP) merupakan skrining perkembangan yang mudah dilakukan oleh tenaga kesehatan, bahkan oleh guru sekolah atau orangtua anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran perkembangan balita di daerah perkotaan di Kotamadya Malang dan faktor yang mempengaruhinya dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-Desember 2010 di Kecamatan Klojen, Kotamadya Malang. Subyek penelitian adalah semua anak di Taman Kanak-Kanak dan PAUD di wilayah kerja Puskesmas Arjuno Kecamatan Klojen Kotamadya Malang. Didapatkan 2,1% angka kejadian suspek keterlambatan perkembangan pada balita yang tinggal di Kecamatan Klojen, Kotamadya Malang. Faktor yang berperan dalam tumbuh kembang anak adalah umur anak dan pendidikan ibu.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu terhadap Status Gizi Anak Balita di RSUP.H.Adam Malik, Medan Tahun 2013

Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu terhadap Status Gizi Anak Balita di RSUP.H.Adam Malik, Medan Tahun 2013

Tidak berbeda dengan penelitian yang telah saya lakukan, didapati bahwa persentase status gizi anak balita yang baik dijumpai sangat tinggi pada kelompok yang berpendidikan sedang (SMP/SMA). Pada masa yang sama, kelompok reponden yang berpendidikan sedang juga menunjukkan angka status gizi anak balita yang kurang baik berbanding kelompok tingkat pendidikan responden yang lain. Ternyata dari analisis data uji statistik dengan Chi Square menunjukkan nilai p = 0.006 yaitu lebih kecil dari nilai alpha (0.05). Ini berarti Ho ditolak. Hal ini menunjukkan bahawa adanya pengaruh bermakna antara tingkat pendidikan ibu terhadap status gizi anak balita
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN IBU D

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN IBU D

Walaupun demikian didalam kenyataan keadaan pendidikan seorang ibu rumah tangga dapat merupakan suatu jaminan bahwa seorang anak dapat berhasil dalam pendidikannya atau dapat berprestasi maksimal disekolah. Oleh karena pada hakekatnya kemampuan dan kesanggupan anak itu sendiri merupakan factor yang sangat menentukan pula bagi sukses tidaknya pendidikan anak.Oleh karena itu faktor tingkat pendidikan ibu dapat merupakan satu-satunya faktor yang mempengaruhi prestasi belajar anak. Disamping faktor lainnya baik yang berasal dari anak maupun yang berasal dari luar diri anak.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Ibu D

Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Ibu D

Mengingat banyaknya masalah yang timbul, maka peneliti hanya membatasi masalah yaitu hanya meniliti apakah ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan status gizi balita di Posyandu Sonosari Desa Seketi Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo tahun 2009.

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN IBU D

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN IBU D

Data primer didapatkan dengan pengumpulan langsung kepada masyarakat menggunakan kuesioner dengan metode wawancara dan hasil focus discussion group (FGD) terhadap sasaran yang ditentukan. Data sekunder didapatkan dari profil kecamatan Martapura Timur, Profil Desa Melayu Ilir, Puskesmas Martapura Timur, bidan desa dan KUA Martapura Timur. Data selanjutnya dianalisa dengan menggunakan uji univariat dan korelasi spearman. Analisa univariat digunakan untuk mendiskripsikan karakteristik responden berupa tingkat pendidikan dan status kelengkapan imunisasi dasar. Analisa bivariat di untuk mendapatkan informasi adanya hubungan antara variabel dengan menggunakan uji korelasi spearman. Variabel terikat dari penelitian ini adalah kelengkapan status imunisasi. Variabel bebas dari penelitian ini adalah tingkat pendidikan ibu.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

DITINJAU DARI STATUS SOSIAL-EKONOMI ORANG TUA DAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU

DITINJAU DARI STATUS SOSIAL-EKONOMI ORANG TUA DAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU

Dari model regresi di atas, dapat disimpulkan bahwa dibandingkan siswa dengan status gizi normal, siswa dengan status gizi rendah mempunyai skor IQ lebih rendah sebesar 13 poin secara signifikan (koefisien regresi = – 13,299; p<0,001; IK 95% = – 20,084, – 6,514) setelah memperhitungkan pengaruh variabel tingkat pendidikan ibu. Dengan cara interpretasi yang sama, siswa dengan status gizi baik mempunyai skor IQ 10 poin lebih tinggi dibandingkan siswa dengan status gizi normal, namun secara statistik hal tersebut tidak signifikan karena mempunyai nilai p yang lebih besar dari 0,05 serta mempunyai interval kepercayaan yang melewati nol (koefisien = 10,965; p=0,105; IK 95% = – 2,368, 24,298). Interval kepercayaan yang melewati nol mengindikasikan bahwa terjadi inkonsistensi hubungan antara status gizi baik dengan skor IQ siswa, di satu sisi terdapat hubungan negatif (yaitu skor IQ lebih rendah sekitar 2 poin dibandingkan siswa dengan status gizi normal), namun terdapat pula hubungan positif hingga 24 poin lebih tinggi.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN TINGKAT KECERDASAN INTELEKTUAL (INTELLIGENCE QUOTIENT – IQ) PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN TINGKAT KECERDASAN INTELEKTUAL (INTELLIGENCE QUOTIENT – IQ) PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU

Dari model regresi di atas, dapat disimpulkan bahwa dibandingkan siswa dengan status gizi normal, siswa dengan status gizi rendah mempunyai skor IQ lebih rendah sebesar 13 poin secara signifikan (koefisien regresi = – 13,299; p<0,001; IK 95% = – 20,084, – 6,514) setelah memperhitungkan pengaruh variabel tingkat pendidikan ibu. Dengan cara interpretasi yang sama, siswa dengan status gizi baik mempunyai skor IQ 10 poin lebih tinggi dibandingkan siswa dengan status gizi normal, namun secara statistik hal tersebut tidak signifikan karena mempunyai nilai p yang lebih besar dari 0,05 serta mempunyai interval kepercayaan yang melewati nol (koefisien = 10,965; p=0,105; IK 95% = – 2,368, 24,298). Interval kepercayaan yang melewati nol mengindikasikan bahwa terjadi inkonsistensi hubungan antara status gizi baik dengan skor IQ siswa, di satu sisi terdapat hubungan negatif (yaitu skor IQ lebih rendah sekitar 2 poin dibandingkan siswa dengan status gizi normal), namun terdapat pula hubungan positif hingga 24 poin lebih tinggi.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

Responden Berdasarkan Pendidikan Ibu

Responden Berdasarkan Pendidikan Ibu

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dilihat hampir setengah responden memiliki pengetahuan tentang pendidikan seksual dini dengan kategori baik yaitu 9 responden (40,9%). Pengetahuan merupakan hasil tahu, dan terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba (Notoatmodjo, 2010). Faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang antara lain pendidikan, pekerjaan, umur, minat, pengalaman, kebudayaan dan informasi (Mubarak, dkk, 2007).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

this PDF file Kehamilan remaja dan kejadian stunting anak usia 6 – 23 bulan di Lombok Barat | Irwansyah | Berita Kedokteran Masyarakat 1 PB

this PDF file Kehamilan remaja dan kejadian stunting anak usia 6 – 23 bulan di Lombok Barat | Irwansyah | Berita Kedokteran Masyarakat 1 PB

Tujuan:   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis           besarnya risiko kehamilan remaja terhadap           kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan.               Metode:   Penelitian ini merupakan penelitian         observasional dengan desain       ​ Matched Case Control.       Sampel kontrol dan kasus masing-masing sebanyak             55 sampel, total sampel 110. Subyek penelitian pada                 kelompok kasus adalah anak usia 6-23 bulan yang                 mengalami stunting. Anak yang tidak mengalami             stunting akan menjadi kelompok kontrol. Pengam-             bilan sampel menggunakan       ​ two stage cluster random         sampling ​. Analisis data menggunakan uji McNemar             dan analisis regresi logistik kondisional dengan             tingkat kemaknaan <0,05 dan tingkat kepercayaan             (CI) 95%.     ​Hasil:   Analisis multivariabel menunjukkan       bahwa ada hubungan yang bermakna antara             kehamilan pada usia remaja dengan kejadian             stunting anak usia 6-23 bulan dengan mengontrol               variabel pendidikan ibu, berat badan lahir, dan               tinggi badan ibu (OR=2,95 ;95% CI:1,05-8,26).             Kesimpulan:   Kehamilan pada usia remaja, tinggi           badan ibu yang pendek, berat badan lahir rendah,                 serta pendidikan ibu yang rendah berpeluang lebih               besar meningkatkan kejadian stunting. 
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

The Difference of Independency Level between Preschool Aged Children Who Undergo Full Day Program and Half Day Program at School

The Difference of Independency Level between Preschool Aged Children Who Undergo Full Day Program and Half Day Program at School

itu, tingkat pendidikan ibu tidak berhubungan dengan tingkat kemandirian anak. Hal tersebut kemungkinan disebabkan ibu lebih menekankan pendidikan di bidang akademik dibandingkan perkembangan anak dan ibu mempercayakan pendidikan anaknya di sekolah sehingga jarang memberikan stimulasi kepada anaknya. 10 Pengetahuan atau tingkat pendidikan ibu

5 Baca lebih lajut

Perilaku Investasi Pada Anak dan Capaian Perkembangan Anak Usia 2-5 Tahun

Perilaku Investasi Pada Anak dan Capaian Perkembangan Anak Usia 2-5 Tahun

Hasil penelitian didapatkan bahwa lama pendidikan ibu dan usia ibu tidak berpengaruh terhadap perilaku investasi ibu. Hasil ini bertolak belakang dengan penelitian Rosidah (2012) bahwa pendidikan ibu berpengaruh terhadap perilaku investasi anak. Istri dengan pendidikan lebih baik akan memiliki pengetahuan yang lebih baik, sehingga perilaku investasi yang dilakukan semakin tinggi. Roswita (2005) mengemukakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka diasumsikan kemampuannya akan semakin baik dalam mengakses dan menyerap informasi serta menerima suatu inovasi. Selain itu temuan Amelia (2001) juga menerangkan bahwa pendidikan formal yang tinggi pada ibu membuat pola pengasuhan akan bertambah baik. Menurut penelitian Schultz (1981), faktor yang paling menentukan dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk miskin bukanlah ruang, energy, dan tanah untuk pertanian, melainkan peningkatan kualitas manusia. Investasi dalam modal manusia merupakan salah satu cara untuk keluarga meningkatkan produktivitas marginal seorang anak (Taubman 1996).
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ISLAM PRANATAL  (Studi Kasus pada Ibu-Ibu di PPMI Assalaam Sukoharjo)  Implementasi Pendidikan Islam Pranatal (Studi Kasus Pada Ibu-Ibu Di Ppmi Assalaam Sukoharjo).

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ISLAM PRANATAL (Studi Kasus pada Ibu-Ibu di PPMI Assalaam Sukoharjo) Implementasi Pendidikan Islam Pranatal (Studi Kasus Pada Ibu-Ibu Di Ppmi Assalaam Sukoharjo).

Penyusunan tesis ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta. Dalam penulisan tesis ini, banyak pihak telah membantu memberikan dorongan, bantuan serta masukan. Pada kesempatan ini disampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat:

Baca lebih lajut

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Partisipasi Ibu Untuk Menimbang Balita ke Posyandu Factors Associated with Maternal Participation for Weighing Toddler at Integrated Health Post (Posyandu)

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Partisipasi Ibu Untuk Menimbang Balita ke Posyandu Factors Associated with Maternal Participation for Weighing Toddler at Integrated Health Post (Posyandu)

Penelitian bersifat noneksperimental yang dilakukan secara potong lintang dimana semua variabel independen maupun dependen diukur pada waktu bersamaan, sehingga tidak dapat dipastikan apakah “exposure” mempengaruhi outcome. Peneliti- an ini menggunakan data primer dan me- rupakan studi analitik yang akan member- kan gambaran tentang variabel predisposisi, penguat dan pendukung yang berhubungan dengan partisipasi ibu menimbang balita ke Posyandu. Penelitian hanya meneliti 13 variabel independen yang diduga ber- hubungan dengan partisipasi ibu menimbang balita ke Posyandu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan melihat buku KMS, atau Buku KIA yang dimiliki oleh responden untuk melihat keaktifan kunjungan ke Posyandu, tetapi masih ditemukan ibu balita yang mengatakan buku KIA dan KMSnya hilang sehingga menyulitkan enumerator menilai keaktifan ibu menimbang balita ke Posyandu. Selain itu, pada saat wawancara perhatian ibu terbagi dengan mengurus anak kemungkinan bias informasi dapat terjadi dikarenakan jawaban yang bersifat subyektif.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG MENOPAUSE PADA IBU-IBU  Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Tentang Menopause Pada Ibu-ibu PKK Dukuh Menjing RT 03 Donohudan Ngemplak Boyolali.

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG MENOPAUSE PADA IBU-IBU Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Tentang Menopause Pada Ibu-ibu PKK Dukuh Menjing RT 03 Donohudan Ngemplak Boyolali.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang menopause pada Ibu-ibu PKK Dukuh Menjing RT 03 Donohudan Ngemplak Boyolali. Kesimpulan menunjukan ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang menopause pada ibu-ibu PKK Dukuh Menjing RT 03 Donohudan Ngempalak Boyolali. Saran bagi tenaga kesehatan perlu meningkatkan program pendidikan kesehatan dengan metode dan media yang berbeda. Peneliti selanjutnya dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus memberikan informasi tentang pendidikan kesehatan tentang menopause dengan metode dan media yang berbeda. Sehingga memberikan kemudahan kepada penlitian selanjutnya dan memberikan hasil yang lebih baik.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS HALMAHERA SEMARANG - UDiNus Repository

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS HALMAHERA SEMARANG - UDiNus Repository

Berdasarkan hasil tabel di atas dapat diketahui bahwa ibu hamil dengan kategori asupan protein kurang pada kasus sebesar 96,7 % lebih besar dibandingkan pada kontrol sebesar 66,7 %. Sedangkan bahwa ibu hamil dengan kategori asupan protein cukup pada kasus sebesar 3,3 % lebih kecil dibandingkan pada kontrol sebesar 33,3 %. Dari Uji Chi Square, diperoleh nilai signifikan p = 0,003 (p.value < 0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa Ho (hipotesis nihil) ditolak dan Ha (hipotesis alternatif) diterima sehingga terdapat hubungan antara jumlah asupan protein ibu hamil dengan kejadian KEK. Dari perhitungan Odds Ratio diperoleh nilai OR sebesar 14,5 atau OR > 1, hal ini menunjukkan bahwa ibu hamil dengan asupan protein kurang memiliki risiko 14,5 kali mengalami kekurangan energi kronik dibanding ibu hamil dengan asupan protein cukup.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

JURNAL KESEHATAN DAN KEBIDANAN JOURNAL O (1)

JURNAL KESEHATAN DAN KEBIDANAN JOURNAL O (1)

Dari soal yang diberikan kebanyakan yang menjawab salah yaitu pada point tentang indikasi, kontraindikasi dan efek samping Pil Oral Kombinasi. Sedangkan yang paling banyak menjawab benar yaitu pada point tentang Pengertian dan Jenis Pil Oral Kombinasi. Hal ini yang menunjukkan bahwa pengetahuan ibu tentang Indikasi, Kontraindikasi dan Cara minum Pil Oral kombinasi masih kurang sedang pengetahuan ibu tentang Pengertian

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian ASI Eksklusif di BPM Maimunah Palembang

Pengaruh Pemberian ASI Eksklusif di BPM Maimunah Palembang

Cakupan pemberian ASI Eksklusif untuk Kota Palembang tahun 2013 sebesar 71,13%. Cakupan ini masih jauh di bawah target pencapaian pemberian ASI Eksklusif Indonesia yaitu 80% (Dinkes Kota Palembang, 2013). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif diantaranya adalah pekerjaan ibu, umur ibu, pendidikan ibu, dan paritas, alasan ibu tidak memberikan ASI secara eksklusif adalah ASI yang tidak cukup, ibu bekerja, bayi yang tidak diberi ASI tetap berhasil menjadi orang, dan susu formula lebih praktis dibandingkan dengan ASI (Roesli, 2007).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, KEPATUHAN IBU HAMIL DAN IBU BAYI DALAM PENGGUNAAN BUKU KIA DI PUSKESMAS GEGER DAN KEDUNDUNG KABUPATEN BANGKALAN, JAWA TIMUR, TAHUN 2013 (The Relationships Among Knowledge, Attitude, and Compliance of Gravida (Expectant Mothers

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, KEPATUHAN IBU HAMIL DAN IBU BAYI DALAM PENGGUNAAN BUKU KIA DI PUSKESMAS GEGER DAN KEDUNDUNG KABUPATEN BANGKALAN, JAWA TIMUR, TAHUN 2013 (The Relationships Among Knowledge, Attitude, and Compliance of Gravida (Expectant Mothers

Pemerintah Indonesia telah merumuskan beberapa kebijakan untuk menekan AKI serta mendukung peningkatan kesehatan dan kelangsungan hidup ibu dan bayi baru lahir. Pemerintah juga telah membentuk beberapa kebijakan tentang pelaksanaan pelayanan kesehatan ibu dan anak salah satunya dengan menggunakan buku KIA sebagai pencatatan pelayanan ibu dan anak serta bahan informasi kesehatan bagi ibu dan keluarga. Pemerintah melalui SK Menkes No 284/Menkes/SK/II/2004 menetapkan bahwa buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan alat pencatatan pelayanan kesehatan ibu dan anak sejak ibu hamil, melahirkan dan selama nifas hingga bayi yang dilahirkan berusia 5 tahun, termasuk pelayanan KB, imunisasi, gizi dan tumbuh kembang anak.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Petunjuk Pengisian Data MI TP 2013-2014

Petunjuk Pengisian Data MI TP 2013-2014

NSM MI adalah Nomor Statistik M adrasah Ibtidaiyah yang diterbitkan oleh Kemenag Kab./Kota setempat. Nomor Statistik Madrasah (NSM) ini terdiri dari 12 digit angka sesuai dengan Buku Panduan Nomor Statistik Pendidikan Islam Tahun 2008 yang diterbitkan oleh Ditjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama.

Baca lebih lajut

Hubungan Karakteristik Ibu dan Sanitasi Dasar dengan Kejadiaan Diare di Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan Kota Medan Tahun 2012”.

Hubungan Karakteristik Ibu dan Sanitasi Dasar dengan Kejadiaan Diare di Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan Kota Medan Tahun 2012”.

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan karunia NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan judul “Hubungan Karakteristik Ibu dan Sanitasi Dasar dengan Kejadiaan Diare di Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan Kota Medan Tahun 2012”. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) pada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...