Pendidikan IPS SD

Top PDF Pendidikan IPS SD:

SUMBER PEMBELAJARAN CETAK, ELEKTRONIK DAN LINGKUNGAN SOSIAL PADA PENDIDIKAN IPS SD

SUMBER PEMBELAJARAN CETAK, ELEKTRONIK DAN LINGKUNGAN SOSIAL PADA PENDIDIKAN IPS SD

Dalam KTSP, guru diposisikan sebagai pengadopsi (adopter), pengembang dan pencipta kurikulum bagi terjadinya proses pembelajaran dengan cara menggali, mengolah dan menyampaikan materi kepada siswa yang berasal dari berbagai sumber. Implementasi bukan hanya berarti mengikuti dan menerapkan dokumen kurikulum melainkan juga pengembangan pengalaman belajar yang didasarkan atas pengetahuan yang digali melalui proses interaksi dengan peserta didik. Jadi, dalam KTSP untuk mata pelajaran IPS SD guru berperan sebagai fasilitator yang memungkinkan para peserta didik tidak hanya belajar dari dokumen kurikulum yang ada termasuk dari buku teks melainkan juga dari sumber lain seperti lingkungan sosial-budaya tempat mereka berada. Tentu saja, menjadi guru yang memiliki kompetensi yang menguasai bidang ilmunya, metode pembelajaran, pemahaman peserta didik dan kemampuan meningkatkan profesinya juga sangat penting dalam mengimplementasikan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Dengan kompetensi yang dimilikinya, guru IPS SD dapat memfasilitasi para peserta didik kegiatan belajar dengan cara menggali berbagai sumber dari lingkungan setempat termasuk mengangkat issu-issu sosial kontemporer. Pada akhirnya para peserta didik tidak hanya memiliki keterampilan dalam melakukan analisis, menciptakan dan menggunakan berbagai sumber dari lingkungan setempat melainkan juga mengambil keputusan terhadap beragam pilihan dan alternatif budaya setempat.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

bahan ajar pendidikan ips sd

bahan ajar pendidikan ips sd

materi IPS. Ketika ensiklopedi yang tersedia di kelas rendah, guru akan mendapatkan gambar-gambar dan ilustrasi yang dapat membantu dalam memberikan instruksi. Bagian pendek dari materi kemungkinan dibaca anak- anak dari waktu ke waktu, dan beberapa siswa kelas rendah akan dapat membaca bagian ensiklopedia secara mandiri. Nilai utama sebuah ensiklopedia bagi siswa kelas-kelas rendah adalah kontribusinya dalam membangun sikap positif terhadap pemanfaatan bahan referensi. Melalui ensiklopedi, anak-anak belajar lebih awal dan dapat menemukan jawaban atas banyak pertanyaan di berbagai topik. Dalam hal ini, kontak awal dengan referensi ini berfungsi sebagai kesiapan untuk penggunaan yang lebih terorganisir di tingkat atas. Di kelas tinggi, ensiklopedia merupakan sumber informasi faktual yang relatif konstan. Artikel dalam ensiklopedia adalah presentasi yang sangat kental. Akan tetapi, hal ini menunjukkan kebutuhan untuk referensi tambahan. Referensi ini bisa bersumber dari orang-orang yang dapat memberikan penjelasan menarik dan biasanya tidak termasuk dalam cakupan ensiklopedia.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

bahan ajar pengembangan pendidikan ips sd

bahan ajar pengembangan pendidikan ips sd

Sebutan Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai mata pelajaran dalam dunia pendidikan dasar dan menengah di negara kita, secara historis muncul bersamaan dengan diberlakukannya Kurikulum SD, SMP, dan SMA tahun 1975. IPS memiliki kekhasan dibandingkan dengan mata pelajaran lain sebagai pendidikan disiplin ilmu, yakni kajian yang bersifat terpadu (integrated), interdisipliner, multidimensional bahkan cross-diciplinary (Numan Somantri, 2001: 101). Karakteristik ini terlihat dari perkembangan IPS sebagai mata pelajaran di sekolah yang cakupan materinya semakin meluas. Dinamika cakupan semacam itu dapat dipahami mengingat semakin kompleks dan rumitnya permasalahan sosial yang memerlukan kajian secara terintegrasi dari berbagai disiplin ilmu sosial, ilmu pengetahuan alam, teknologi, humaniora, lingkungan, bahkan sistem kepercayaan. Dengan cara demikian pula diharapkan pendidikan IPS terhindar dari sifat ketinggalan zaman, di samping keberadaannya yang diharapkan tetap koheren dengan perkembangan sosial yang terjadi.
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN IPS SD

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN IPS SD

Deskripsi Mata Kuliah : Matakuliah ini mengantarkan mahasiswa mencapai kompetensi dan metodologi dasar keilmuan IPS dan kemudian mengembangkannya dalam pembelajaran IPS di SD. Pembelajaran dalam mata kuliah ini, terdiri atas teori dan praktik. Komponen teori berkenaan dengan pemahaman mahasiswa mengenai Hakikat IPS SD, Struktur IPS dalam Kurikulum 2013, SKL, KI, dan KD IPS SD, Konsep Pembelajaran Terpadu, Konsep Pendekatan Scientific dalam Pembelajaran IPS,Model-model Pembelajaran dengan Pendekatan Scientific, Sumber dan Media Pembelajaran Tematik, dan Penilaian Otentik. Komponen praktik berkenaan dengan pembuatan RPP tematik, penyiapan media dan sumber belajar, penyusunan instrumen penilaian otentik, dan pengimplementasian pembelajaran tematik dengan pendekatan scientific..
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta PENDIDIKAN IPS SD

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta PENDIDIKAN IPS SD

Deskripsi Mata Kuliah : Matakuliah ini mengantarkan mahasiswa mencapai kompetensi dan metodologi dasar keilmuan IPS dan kemudian mengembangkannya dalam pembelajaran tematik di SD. Pembelajaran dalam mata kuliah ini, terdiri atas teori dan praktik. Komponen teori berkenaan dengan pemahaman mahasiswa mengenai Hakikat IPS SD, Struktur IPS dalam Kurikulum 2013, SKL, KI, dan KD IPS SD, Konsep Pembelajaran Terpadu, Konsep Pendekatan Scientific dalam Pembelajaran IPS, Karakteristik Siswa SD Kelas Rendah, Strategi, Metode, dan Teknik Pembelajaran yang Efektif untuk Kelas Rendah, Sumber dan Media Pembelajaran Tematik, dan Penilaian Otentik. Komponen praktik berkenaan dengan pembuatan RPP tematik, penyiapan media dan sumber belajar, penyusunan instrumen penilaian otentik, dan pengimplementasian pembelajaran tematik dengan pendekatan scientific.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PENDIDIKAN IPS SD KELAS TINGGI.

PENDIDIKAN IPS SD KELAS TINGGI.

Tujuan utama pendekatan penelitian sosial adalah membangun teori atau secara umum membangun pengetahuan. Untuk membangun pengetahuan atau teori diperlukan fakta konsep dan generalisasi. Pendekatan penelitian sosial untuk murid SD tentunya harus disesuaikan tingkat perkembangan kognitif anak usia kelas 4, 5 dan 6 karena rnata pelajaran IPS diajarkan di kelas - kelas itu. Menurut teori Piaget (Bell GradYer : 1989) pada usia kelas 4, 5, 6., yakni kira - kira usia 8 - 1.2 tahun berada dalam tahap operasi konkret dan operasi formal. Oleh karena itu, tujuan pendekatan penelitian sosial di SD adalah memperkSenalkan dan melatih anak cara bergikir sosial yang dapat dibangun tentu saja belum sampai pada teori pengetahuan sosial, tetapi berupa penetahuan sosial dengan kerangka keilmuan sederhana.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

SATUAN AKTIVITAS TUTORIAL 1

SATUAN AKTIVITAS TUTORIAL 1

keterampilan intelektual, personal dan sosial dalam Kur IPS SD 2006 kelas 3-4; Contoh keterkaitan antara Peristiwa, fakta, konsep, generalisasi, Nilai, Sikap dan keterampilan intelektual, personal dan sosial dalam konteks Pendidikan IPS SD kelas 3-4

2 Baca lebih lajut

Pembuktian kualifikasi DAK SD PuriAgung

Pembuktian kualifikasi DAK SD PuriAgung

1. Berdasarkan Paket Pekerjaan Pengadaan Peralatan Pendidikan Matematika SD 23 Sekolah, IPA SD 22 Sekolah, Pendidikan IPS SD 23 Sekolah, Bahasa SD 23 Sekolah, Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan SD 24 Sekolah, Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan SD 24 Sekolah sumber dana APBK Gayo Lues T.A 2013.

1 Baca lebih lajut

PENERAPAN PENDEKATAN ITM (PEMECAHAN MASALAH) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS MAHASISWA PGSD | Sadiman | Jurnal Pendidikan Indonesia 10105 21499 1 PB

PENERAPAN PENDEKATAN ITM (PEMECAHAN MASALAH) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS MAHASISWA PGSD | Sadiman | Jurnal Pendidikan Indonesia 10105 21499 1 PB

Abstrak : Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah (1) Untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa dalam menguasai kompetensi dasar dalam mata kuliah pendidikan IPS SD I, (2) Untuk meningkatkan kreatifitas mahasiswa dalam memecahkan permasalahan yang ada dalam masyarakat, (3) Untuk meningkatkan prestasi atau hasil belajar mahasiswa. Model penelitian yang digunakan adalah model spiral refleksi diri yang terdiri dari empat fase/tahap yaitu, rencana-tindakan-observasi-refleksi, dengan siklus berdaur ulang. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester V dengan objek penelitian adalah pembelajaran IPS SD I.Pengumpulan data menggunakan tes tertulis, angket, pedoman observasi. Teknik analisis data digunakan analisis kualitatif. Hasil dari penelitian tindakan kelas setelah melalui tiga siklus adalah sebagai berikut : (1) rata-rata skor motivasi belajar mahasiswa adalah 74,5 , (2) rata-rata tugas mahasiswa adalah 8,0 , (3) kenaikan rata-rata perolehan hasil belajar pembelajaran Pendidikan IPS SD I dari siklus I ke siklus II adalah 5,6%, kenaikan dari siklus kedua ke siklus ketiga adalah 15%.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN IPS SD BERBASIS KONTEKSTUAL  Pengelolaan Pembelajaran Ips Sd Berbasis Kontekstual (Studi Situs SD IT Lukman Al Hakim Kudus.

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN IPS SD BERBASIS KONTEKSTUAL Pengelolaan Pembelajaran Ips Sd Berbasis Kontekstual (Studi Situs SD IT Lukman Al Hakim Kudus.

Hasil penelitian ini adalah (1) Pemahaman akan pengertian dan pandangan guru terhadap metode mengajar akan mempengaruhi peranan dan aktifitas siswa dalam belajar. Sebaliknya aktifitas guru dalam mengajar serta aktifitas siswa dalam belajar sangat bergantung pada pemahaman guru terhadap metode mengajar. Mengajar bukan sekedar proses penyampaian ilmu pengetahuan, melainkan mengandung makna yang lebih luas dan kompleks yaitu terjadinya komunikasi dan interaksi antara siswa dengan guru. (2) Pola penyusunan RPP pembelajaran kontekstual mapel IPS di SD IT Lukman Al Hakim Kudus mempunyai corak khusus yang diawali dengan penentuan identitas yang meliputi mata pelajaran, kelas, semester dan tahun ajaran. Identitas tersebut ditentukan oleh guru kelas dengan mengacu pada kurikulum dan silabus yang telah ditetapkan. Penyusunan RPP tersebut pada dasarnya telah mengacu pada standart nasional pendidikan. (3) Pelaksanaan pembelajaran kontekstual mata pelajaran IPS di SD IT Lukman Al Hakim dilakukan berdasarkan RPP yang telah dibuat oleh guru, namun khususnya dalam kegiatan belajar mengajar guru sering mengabaikan pre test, post test, dan mengaitkan dengan materi sebelumnya serta menyampaikan materi yang akan disampaikan pada pertemuan mendatang. Hal tersebut disebabkan karena kebiasaan-kebiasaan guru dalam mengajar dan durasi waktu yang tersedia sehingga guru cenderung langsung pada inti pembelajaran saja tanpa melihat kondisi pemahaman siswa terhadap materi sebelumnya dan mencoba mengaitkan dengan materi yang akan disampaikan. (4) Evaluasi hasil belajar yang dilakukan oleh guru digunakan sebagai dasar kenaikan kelas. Melalui evaluasi guru dapat mengetahui kekurangan dari perencanaan yang dibuat, sehingga melalui hasil evaluasi guru dapat melakukan perubahan untuk meningkatkan hasil pembelajaran.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

SILABUS   Pendidikan  IPS SD

SILABUS Pendidikan IPS SD

Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini mengkaji tentang pendidikan IPS guna mengantarkan mahasiswa agar mencapai kompetensi (1) penguasaan substansi dan metodologi dasar keilmuan IPS, (2) penguasaan materi ajar dalam kurikulum dan buku teks IPS SD, (3) penguasaan prinsip-prinsip dasar pembelajaran Yang mendidik. Penguasaan kompetensi mahasiswa Dinilai melalui tes tertulis, tugas-tugas, portofolio, Observasi, simulasi, unjuk kerja.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta rps ips sdv des15

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta rps ips sdv des15

Mata kuliahinimembahastentangberbagaihal, terkaitdenganpembelajaran IPS khususnyaterkaitdenganpembelajarantematikterpadu di SD, yang terdiriatas: Hakikatpembelajaran IPSSD, PrinsipprinsipPembelajaran IPSSD, KarakteristikPembelajaran IPSSD, KonsepPembelajaranTematikTerpadu di SD, KarakteristikPembelajaranTematikTerpadu di SD, PendekatanSaintifikdalamPembelajaranTematikTerpadu IPS, SKL, KI, dan KD matapelajaran IPS, SilabusPembelajaranIPSSD, RencanaPelaksanaanPembelajaran (RPP), PelaksanaanPembelajaranIPSSD, danPenilaianPembelajaran IPSSD. Di bagianakhir, dilakukanpembahasansecarakritistentangberbagaiIsu/Temakontemporerdalampembelajaran IPS SD, khususnyadikaitkandenganimplementasikurikulum yang sedangberlaku.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Kedudukan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada Sekolah Dasar

Kedudukan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada Sekolah Dasar

sekolah di Indonesia karena pertumbuhan IPS di Indonesia tidak terlepas dari situasi kacau, termasuk dalam bidang pendidikan, sebagai akibat pemberontakan 30 September 1965, yang akhirnya dapat ditumpas oleh Pemerintahan Orde Baru. Setelah keadaan tenang pemerintah melancarkan Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita). Pada masa Repelita I (1969-1974) Tim Peneliti Nasional di bidang pendidikan menemukan lima masalah nasional dalam bidang pendidikan. Kelima masalah tersebut antara lain: a) kuantitas, berkenaan dengan perluasan dan pemerataan kesempatan belajar, b) Kualitas, menyangkut peningkatan mutu lulusan, c) Relevansi, berkaitan dengan kesesuaian sistem pendidikan dengan kebutuhan pembangunan, d) Efektifitas sistem pendidikan dan efisiensi penggunaan sumber daya dan dana, dan e) Pembinaan generasi muda dalam rangka menyiapkan tenaga produktif bagi kepentingan pembangunan nasional.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

SILABUS-pend IPS.

SILABUS-pend IPS.

Mata Kuliah Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan mata kuliah wajib fakultas yang akan membahas mengeni landasan filosofis pendidikan IPS, konsep IPS, definisi IPS, teori-teori pendidikan IPS dari para ahli, tujuan dan fungsi Pendidikan IPS, materi pendidikan IPS dari berbagai disiplin ilmu ( sosiologi, sejarah, ekonomi, dan geografi), serta metode, pendekatan, model dan evaluasi pembelajaran IPS

5 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - PENINGKATAN SEMANGAT KEBANGSAAN PRESTASI BELAJAR IPS MATERI PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI MENGGUNAKAN MEDIA FILM SOEKARNO DI KELAS V SEKOLAH DASAR - repository perpustakaan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - PENINGKATAN SEMANGAT KEBANGSAAN PRESTASI BELAJAR IPS MATERI PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI MENGGUNAKAN MEDIA FILM SOEKARNO DI KELAS V SEKOLAH DASAR - repository perpustakaan

Menurut guru kelas VA, untuk mata pelajaran IPS siswa cenderung kurang semangat dalam belajar dan membaca materi. Penyampaian materi di kelas lebih banyak dilakukan dengan metode ceramah. Sebenarnya guru sudah menggunakan metode yang bervariasi seperti penugasan dan tanya jawab, namun pada saat proses pembelajaran guru harus pandai memberikan umpan untuk memancing keaktifan siswadalam bertanya maupun menjawab soal dari guru. Di SD tersebut, gurupun belum menyediakan media pembelajaran dan tidak memiliki media pembelajaran yang menunjang materi pelajaran.

7 Baca lebih lajut

Bahan Belajar Mandiri Pendidikan IPS di SD

Bahan Belajar Mandiri Pendidikan IPS di SD

Kurikulum tahun 2006 mengisyaratkan tujuan akhir dari proses pendidikan IPS pada tingkat sekolah dasar adalah untuk mengarahkan peserta didik agar dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai. Tujuan ini telah mengarahkan pada pengembangan diri siswa untuk menjadi warga negara dan warga dunia yang baik. Pengembangan kompetensi sosial yang dikembangkan pada kurikulum tahun 2006 tidak hanya diarahkan pada pengembangan kemampuan siswa untuk hidup pada masa sekarang akan tetapi sudah diarahkan pada tantangan masa depan. Hal ini terlihat dari latar belakang yang dirumuskan dalam kurikulum tahun 2006 yang menyebutkan bahwa di masa yang akan datang peserta didik akan menghadapi tantangan berat karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat. Oleh karena itu mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis.
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects