Pendidikan Jasmani

Top PDF Pendidikan Jasmani:

Pendidikan Jasmani Otak

Pendidikan Jasmani Otak

Anak-anak membutuhkan sejumlah kesempatan di sekolah untuk aktif, dan pendidikan jasmani dapat menjadi sarana. Pendidikan jasmani memberi kesempatan siswa untuk aktif dan dalam jangka panjang hal ini dapat menjadi strategi untuk mengurangi angka obesitas di masa mendatang (Carison et al, 2008). Riset memperlihatkan bahwa program pendidikan jasmani yang didesain dengan baik dan diimplementasikan dapat mendorong anak untuk aktif secara fisik dan memperlihatkan efek positif pada nilai akademis, termasuk peningkatan konsentrasi, memperbaiki kemampuan matematika, membaca, menulis, dan mengurangi perilaku mengganggu. Kondisi aerobik tampaknya membantu fungsi memori. Aktivitas fisik mempunyai pengaruh pada lobus frontalis, suatu area otak untuk konsentrasi mental dan perencanaan (Podulka, 2006).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KESEGARAN JASMANI DENGAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI

HUBUNGAN KESEGARAN JASMANI DENGAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Menurut Yatim (2010: 23) penelitian deskriptif adalah penelitian yang diarahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta atau kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat, mengenai sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Pemilihan metode deskriptif ini dikarenakan peneliti akan menggambarkan hubungan kesegaran jasmani siswa SMP Negeri 21 Pontianak terhadap hasil belajar Pendidikan Jasmani di sekolah. Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey yang bertujuan untuk mencari kedudukan (status), fenomena (gejala), dan menenentukan kesamaan status dengan cara membandingkannya dengan standar yang sudah ditentukan atau sudah baku. Fraenkel dan Wallen (Yatim, 2010: 23) menyatakan survei merupakan bentuk penelitian dengan mengumpulkan informasi dari suatu sampel dengan menanyakan melalui angket atau interview supaya nantinya menggambarkan berbagai aspek dari populasi.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pendidikan Jasmani dan Olahraga sebagai

Pendidikan Jasmani dan Olahraga sebagai

Kebanyakan orang sepertinya meyakini bahwa berpartisipasi dalam program aktivitas jasmani mengembangkan karakter secara otomatis, meningkatkan alasan-moral, dan mengajarkan nilai dari ciri-ciri olahragawan sejati, tetapi sedikit bukti bahwa itu semua membangun karakter Hodge (1989; dalam Gould, 2003:533). Partisipasi dalam pendidikan jasmani dan olahraga tidak secara otomatis menghasilkan orang yang baik atau jahat. Karakter tidak datang dengan sendirinya, tetapi diajarkan dalam program pendidikan jasmani dan olahraga. Dan pengajaran alasan-moral dan nilai-nilai olahraga itu melibatkan penggunaan strategi tertentu yang sistematis.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Pada Sekolah Dasar Penyelenggara Program Inklusi Di Kabupaten Karanganyar ( Studi Kasus di SD Negeri 03 Girimulyo, SD Negeri 01 Jatimulyo, SD Neg

PENDAHULUAN Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Pada Sekolah Dasar Penyelenggara Program Inklusi Di Kabupaten Karanganyar ( Studi Kasus di SD Negeri 03 Girimulyo, SD Negeri 01 Jatimulyo, SD Neg

Berkenaan dengan pernyataan tersebut jelas bahwa semua guru dan guru mata pelajaran tidak terkecuali guru mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan, memiliki tanggung jawab terhadap pembimbingan ABK untuk mencapai pembentukan watak dan karakter sesuai dengan tujuan pendidikan secara umum maupun sesuai dengan tujuan pendidikan jasmani dan kesehatan, menjadikan anak berkebutuhankhususdapat mandiri, beradaptasi, dan bersaing dengan anak normal, di sisi lain ia tidak secara otomatis dapat melakukan aktivitas gerak. Secara tidak disadariakan berdampak kepada pengembangan dan peningkatan kemampuan fisikdan keterampilan geraknya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENILAIAN DALAM PENDIDIKAN JASMANI .

PENILAIAN DALAM PENDIDIKAN JASMANI .

Penilaian hasil belajar oleh pendidik bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan dan mencakup seluruh aspek pada diri peserta didik, baik aspek kognitif, afektif maupun psikomotor sesuai dengan karakteristik mata pelajaran pendidikan jasmani.

12 Baca lebih lajut

Globalisasi dalam pendidikan jasmani dalam

Globalisasi dalam pendidikan jasmani dalam

Sementara itu, selain daripda pihak swasta ini, kerajaan juga telah mengambil langkah inisiatif iatu dengan memperkenalkan pendidikan sepanjang hayat (PSH). Jika dikaji perkembangan PSH sejak mula diperkenalkan di negara ini, ia semakin meningkat berdasarkan kapasiti penyediaan kemudahan dan jumlah universiti yang menawarkan PSH atau pengajian terbuka jarak jauh (ODL). Setakat ini, terdapat 12 institusi pengajian tinggi awam dan swasta yang menawarkan program PSH dan Universiti Terbuka Malaysia (OUM) antara universiti pelopor dalam menyediakan perkhidmatan PSH. Perkembangan itu bagaimanapun belum selari dengan senario kemasukan pelajar khususnya kalangan bekerjaya bagi merebut peluang pendidikan tinggi. Apa yang kita lihat disini ialah kejayaan yang telah dicapai oleh kerajaan dalam memperkenalkan langkah tersebut. Namun apabila dikaji dari sudut yang berbeza kita akan daapat dilihat bahawa kebanyakan badan - badan swasta mengaut keuntungan daripada kemasukan pelajar ke universiti tersebut. Hal ini kerana kebanyakan pelajar yang mengambil pendidikan sepanjang hayat dan pengajian terbuka jarak jauh adalah golongan yang bekerjaya dan golongan yang mempunyai wang. Dari sini kita dapat lihat dengan jelas lagi bahawa hanya golongan yang berkemampuan akan dapat yang yang dikehendaki, dan ini dapat diumpamakan sebagai suatu perniagaan, dimana hanya golongan yang berkemampuan dapat membeli apa yang dikehendaki.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDIDIKAN JASMANI DAN KESIHATAN

PENDIDIKAN JASMANI DAN KESIHATAN

Dalam KBSR terdapat beberapa elemen merentas kurikulum telah diperkenalkan seperti Bahasa, Pendidikan Alam Sekitar, Patriotisme, Kemahiran Berfikir, Pendidikan Kesihatan Reproduktif dan Sosial, Pencegahan Rasuah, Pendidikan Pengguna dan Keselamatan Jalanraya. Elemen Merentas Kurikulum dalam KBSR dikekalkan dan ditambah dengan memberi penekanan pada elemen Kreativiti dan Inovasi, Keusahawanan, dan Teknologi Maklumat dan Komunikasi.

70 Baca lebih lajut

TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN JASMANI .

TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN JASMANI .

teknologi yang dibahas pada point sebelumnya sangat membantu untuk solusi pemecahan. Perubahan pendidikan/sekolah yang dinginkan sekolah sesuai visi dan misinya tentunya sangat tergantung pada lima teknologi tersebut yaitu sistem berfikir, system desain, ilmu pengetahuan yang berkualitas, manajemen. Sekarang sekolah negeri maupun swasta mulai berusaha keras untuk mengatur kembali sistem pendidikan mereka. Banyak program sekolah yang ditawarkan pada masyarakat baik itu jurusan maupun status sekolah yaitu SSN, unggul, model, internasional, akselerasi dan sarana prasarananya. Yang jelas perubahan sekolah untuk menghadapi dunia global harus disiapkan dari unsur SDM yang berkualitas sehingga mampu berfikir membuat desein pendidikan, punya kiat manajemen yang baik dan tidak gagap terhadap pendidikan. Jadi dapat dikatakan bahwa antara inovasi pendidikan dengan teknologi pendidikan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Inovasi merupakan okbyek dan teknologi pendidikan merupakan subyeknya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Resensi Teori Penjas

Resensi Teori Penjas

Sajian padat-berisi karya Rama Kintaka, buku yang terbit tahun 2004 berkata pengantar 1 Juni 2001 ini, sudah nampak dari tebal buku yang 124 halaman, memuat 7 (tujuh) bab terbagi dalam 19 subbab. Diawali dengan bab pendahuluan, kemudian bab filsafat pendidikan jasmani, teori pendidikan jasmani, pembelajaran, perkembangan kemampuan motorik, perbandingan pendidikan jasmani, serta masa depan pendidikan jasmani dan olahraga mengakhiri buku ini.

Baca lebih lajut

S PJKR 0909033 Chapter1

S PJKR 0909033 Chapter1

Kelemahan itu tampak dalam beberapa aspek yang dapat membedakan antara pendidikan jasmani dengan pendidikan yang lainnya. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah ketenagakerjaan (guru) masih kurang professional dalam mengajarnya. Guru mempunyai peranan penting dalam proses pendidikan, berhasil tidaknya suatu proses pendidikan serta tinggi rendahnya kualitas pendidikan salah satunya ditentukan oleh guru. Guru adalah suatu komponen yang sangat berperan dalam proses belajar mengajar, yang ikut berperan dalam usaha pembentukan SDM yang potensial dibidang pembangunan baik itu pemerintah, satuan pendidikan, termasuk guru dan siswa juga terkait dalam hal tersebut, namun yang paling berhubungan dengan masalah itu adalah guru dan siswanya. Sebagai seorang guru tentunya harus bisa mencari cara untuk bisa meningkatkan prestasi belajar siswa. Tugas guru pendidikan jasmani diharapkan mampu memberikan pembelajaran yang dapat mewujudkkan tujuan- tujuan dari pendidikan jasmani serta membantu peserta didik bergerak secara efisien, meningkatkan kualitas geraknya, kemampuan belajarnya dan kesehatannya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta BAB I PROFESI

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta BAB I PROFESI

mengingat perkembangan pada masa sekarang begitu pesat. Keempat, berlaku adil, sehingga tidak membedakan antara anak yang satu dengan anak yang lain. Sebagai guru pendidikan jasmani juga harus memberikan layanan kepada semua peserta didik, apakah peserta didik tersebut normal atau mengalami kecacatan. Jika ada peserta didik yang cacat maka pemberian layanannya disesuaikan dengan sifat kecacatannya, apakah tuna rungu, tuna wicara, tuna grahita, maupun tuna netra. Kelima, berwibawa, di sini dimaksudkan agar guru berpenampilan yang dapat menimbulkan wibawa dan rasa hormat sehingga peserta didik mendapat pengayoman dan perlindungan. Sekaligus para peserta didik tidak akan mengabaikan apa saja yang menjadi keputusan seorang guru. Keenam, ikhlas, sehingga pekerjaan yang dilakukan bukanlah sebuah sebuah beban melainkan merupakan amanah yang wajib dilaksanakan dengan tulus ikhlas agar mendapatkan pahala. Guru yang melaksanakan tugas dengan rasa ikhlas lahir batin akan dapat memudahkan untuk masuk sorga, karena manusia meninggal hanya ada tiga perkara yang dibawa, yaitu anak yang sholeh, ilmu yang bermanfaat, dan amal jariyah. Guru yang setiap hari menyampaikan ilmu yang bermanfaat kepada peserta didik akan memiliki bekal ilmu yang bermanfaat. Ketujuh, memiliki tujuan Rabbani, artinya segala sesuatu harus bersandar pada Allah swt. Tuhan yang Mahaesa dan selalu mentaatinya, mempunyai keyakinan bahwa manusia hanya dapat merencanakan dan melaksanakan, sedangkan semua keputusan dan takdir hanya dari Tuhan Allah swt.. Kedelapan, mampu merencanakan dan melaksanakan evaluasi pendidikan. Seorang guru yang profesional harus dapat membuat rancangan sesuai kaidah yang berlaku dan dapat melaksanakannya dengan baik. Kesembilan, menguasai bidang yang ditekuni. Guru pendidikan jasmani harus benar-benar menguasai tentang hakikat pendidikan jasmani, baik aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikapnya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

s pgsd penjas 110410 chapter2

s pgsd penjas 110410 chapter2

Pendidikan jasmani merupakan bagian dari pendidikan secara umum. Ia merupakan salah satu dari subsistem-subsistem pendidikan. Pendidikan jasmani dapat didefinikan sebagai suatu proses pendidikan yang ditujukan untuk mencapai tujuan pendididkan melalui gerakan fisik. Telah menjadi pernyataan umum bahwa pendidikan jasmani sebagai satu subsistem pendidikan mempunyai peran yang berarti dalam menggembangkan kualitas manusia Indonesia. Dirjen Dikti (dalam Mardiana, 2009, hlm. 1.11) „ pendidikan jasmani merupaka interaksi antara peserta didik dan lingkungan yang dikelola melalui aktivitas jasmani secara sistematik menuju pembentukan manusia indonesia seutuhnya. ‟ Sejalan dengan yang dikemukanan oleh Mardiana, Suherman (2009,hlm.5) mengemukakan bahwa.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

24. PEND. JASMANI ADAPTIF

24. PEND. JASMANI ADAPTIF

Mata kuliah ini membahas tentang: Perspektif Pendidikan Jasmani Adaptif, Pendekatan dalam Pendidikan Jasmani Adaptif, Olahraga Permainan, Perkembangan Pendidikan Jasmani adaptif, Media dalam Pendidikan Jasmani Adaptif, Organisasi yang menangani olahraga bagi anak berkebutuhan khusus, Muatan Lokal dalam Pendidikan Jasmani Adaptif, serta simulasi dan praktek Pendidikan Jasmani Adaptif.

Baca lebih lajut

S JKR 1005562 Chapter 1

S JKR 1005562 Chapter 1

Sekolah menengah pertama merupakan jenjang pendidikan lanjutan setelah sekolah dasar. Seperti yang dilansir (Tersedia dalam: http://id.wikipedia.org/wiki/Sekolah_menengah_pertama), “ Sekolah menengah pertama ( junior high school ) adalah jenjang pendidikan dasar pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus sekolah dasar (atau sederajat). ” Sekolah menengah pertama ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 7 sampai kelas 9. Pelajar sekolah menengah pertama umumnya berusia 13-15 tahun. Pada tahun ajaran 1994/1995 hingga 2003/2004, sekolah ini pernah disebut sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN PEMBELAJARAN GERAK DASAR LARI MENGGUNAKAN PENDEKATAN PERMAINAN BOKER PADA SISWA KELAS III SD NEGERI PUCANG KECAMATAN SECANG KABUPATEN MAGELANG TAHUN PELAJARAN 2015   2016 -

UPAYA MENINGKATKAN PEMBELAJARAN GERAK DASAR LARI MENGGUNAKAN PENDEKATAN PERMAINAN BOKER PADA SISWA KELAS III SD NEGERI PUCANG KECAMATAN SECANG KABUPATEN MAGELANG TAHUN PELAJARAN 2015 2016 -

Di dalam kurikulum pendidikan jasmani diajarkan beberapa macam cabang olahraga. Salah satu cabang olahraga yang diajarkan dalam pendidikan jasmani yaitu Atletik. Dalam KTSP untuk kelas III di tuliskan Standar Kompetensi : Mempraktikkan berbagai kombinasi gerak dasar melalui permainan dan nilai- nilai yang terkandung didalamnya, dan Kompetensi Dasar : Mempraktikkan kombinasi berbagai pola gerak jalan dan lari dalam permainan sederhana serta aturan dan kerjasama. Dalam cabang olahraga atletik terdiri dari empat nomor yaitu jalan, lari, lempar dan lompat. Seorang guru pendidikan jasmani dan kesehatan untuk mencapai tujuan pembelajaran atletik harus memperhatikan perkembangan anak, karakteristik anak, kemampuan anak dan kesukaan anak serta tujuan yang harus dicapai.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODEL PERMAINAN SEPAK BOLA GOBOSO UNTUK PEMBELAJARAN PENJASORKES SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 KEBASEN KABUPATEN BANYUMASTAHUN 2015

PENGEMBANGAN MODEL PERMAINAN SEPAK BOLA GOBOSO UNTUK PEMBELAJARAN PENJASORKES SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 KEBASEN KABUPATEN BANYUMASTAHUN 2015

Tentunya hal ini tidak efektif karena siswa lebih banyak diam mengantri daripada bergerak. Akibatnya siswa akan cenderung lebih cepat jenuh dan menyebabkan kurangnya motivasi siswa dalam bergerak. Padalah menurut fase perkembangan gerak motorik, usai SMP (Adolesensi) merupakan fase yang baik untuk mengambangkan kesegaran jasmani, sehingga perlu adanya pengoptimalan gerak dari anak. Masa adolesensi merupakan saat yang baik untuk pengembangan yang terjadi merupakan hasil perubahan-perubahan dalam peningkatkan luasnya otot dan ukuran badan baik untuk laki-laki maupun perempuan (Sugiyanto, 2008:5.20).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...