pendidikan seni musik

Top PDF pendidikan seni musik:

KAJIAN TENTANG PROFESI MAHASISWA DAN ALUMNI PENDIDIKAN SENI MUSIK FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG DI INDUSTRI MUSIK KOTA SEMARANG

KAJIAN TENTANG PROFESI MAHASISWA DAN ALUMNI PENDIDIKAN SENI MUSIK FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG DI INDUSTRI MUSIK KOTA SEMARANG

Tujuan Program Studi Pendidikan Seni Musik Universitas Negeri Semarang adalah: (1) Melaksanakan budaya kerja yang menjunjung tinggi nilai- nilai agama, moral,dan etika; (2) Memperkuat jejaringdankemitraan pada tingkat nasional, regional, dan internasional; (3) Menggiatkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan dan Seni Musik yang bermanfaat bagi pengembangan masyarakat; (4) Menggiatkan pengabdian kepada masyarakat untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas, kreatif, dan sejahtera; (5) Melaksanakan program peningkatan kinerja layanan berbasis mutu secara berkelanjutan menuju peningkatan efisiensi dan produktivitas disertai peningkatan kesejahteraan dan mutu sumber daya manusia; selain 5 tujuan diatas, Universitas Negeri Semarang diharapkan agar dapat menghasilkan lulusan yang : (1) Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur,bermartabat, bertanggung jawab, berwawasan luas, dan siap melaksanakan tanggung jawab yang diberikan kepadanya;(2) Berkompetensi akademik yang profesional dan unggul dalam bidangpendidikan Seni Musik;(3) Memiliki kemampuan dan keterampilan berwirausaha, berkolaborasi, dan berkompetisi dalam masyarakat madani;
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

Pendidikan Seni Musik Apa itu pendidikan

Pendidikan Seni Musik Apa itu pendidikan

Depdiknas, (2006:611) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengemukakan tentang SK dan KD pendidikan seni, budaya, dan keterampilan menjelaskan bahwa pendidikan seni musik sifat multilingual, multidimensional, dan multikultural. Pada bahasan ini dikaitkan dengan pendidikan seni musik. Multilingual bermakna pengembangan kemampuan mengekspresikan diri secara kreatif dengan berbagai cara dan media seperti bahasa rupa, bunyi, gerak, peran dan berbagai perpaduannya. Multidimensional bermakna pengembangan beragam kompetensi meliputi konsepsi (pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi), apresiasi, dan kreasi dengan cara memadukan secara harmonis unsur estetika, logika, kinestetika, dan etika. Sifat multikultural mengandung makna pendidikan seni menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan apresiasi terhadap beragam budaya Nusantara dan Mancanegara. Hal ini merupakan wujud pembentukan sikap demokratis yang memungkinkan seseorang hidup secara beradab serta toleran dalam masyarakat dan budaya yang majemuk.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Peran Seni Musik dalam Pendidikan Multik

Peran Seni Musik dalam Pendidikan Multik

unsur-unsur ekspresi, apresiasi, dan harmoni. Sehingga dengan seni musik mereka dapat mengembangkan ekspresi jiwa, sikap apresiasi, dan dapat memberikan pengalaman dalam membentuk keharmonisasian dengan orang lain dan alam. Dengan kata lain, pada hakekatnya seni musik dapat menumbuhkan kesadaran peserta didik untuk tetap menjaga keseimbangan baik secara interpersonal, sosial, masyarakat, berbangsa, maupun menjaga keseimbangan dengan alam semesta. Kondisi ini menggambarkan bahwa seni musik juga memperhatikan keragaman dan perbedaan karakteristik yang dimiliki individu, sosial, masyarakat, dan negara. Salah satu sifat seni musik adalah memiliki dimensi multikultural. Sifat multikultural mengandung makna pendidikan seni musik menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan apresiasi terhadap beragam budaya Nusantara dan Mancanegara. Hal ini merupakan wujud pembentukan sikap demokratis yang memungkinkan seseorang hidup secara beradab serta toleran dalam masyarakat dan budaya yang majemuk.
Baca lebih lanjut

0 Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta Diktat PIM Violin

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta Diktat PIM Violin

Pendidikan Seni Musik UNY4 3. Disamping Concerto ada juga yang berbentuk sonata yaitu suatu karya yang terdiri 4 (empat) bagian, yaitu pada bagian pertama dalam tempo lambat, bagian kedua dalam tempo cepat, bagian ketiga tempo lambat, sedangkan pada bagian keempat mempunyai tempo sangat cepat.

5 Baca lebih lajut

KREATIVITAS DALAM PEMBELAJARAN SENI MUSIK DI SEKOLAH DASAR: SUATU TINJAUAN KONSEPTUAL | Yuni | ELEMENTARY 1980 8774 1 PB

KREATIVITAS DALAM PEMBELAJARAN SENI MUSIK DI SEKOLAH DASAR: SUATU TINJAUAN KONSEPTUAL | Yuni | ELEMENTARY 1980 8774 1 PB

Dalam mencapai suatu yang baik pasti ditemui kendala dan permasalahan yang merintangi tercapainya tujuan kita. Pendidikan seni musik di sekolah dasar juga memiliki banyak kendala. Kendala yang muncul dapat dilihat dari tiga aspek. Pertama, aspek anak, kendala yang dihadapi dilihat dari segi anak biasanya berasal dari minat anak terhadap metode pendidikan seni musik yang didapatkannya. Kejadian ini kerap terjadi terutama bagi anak yang terlibat dalan pendidikan seni musik secara aktif, mungkin anak merasa bosan karena ia tidak menemukan sesuatu yang menarik dan menyenangkan. Kedua, aspek guru, kendala yang dihadapi dilihat dari aspek guru adalah mengenai pembelajaran pendidikan seni musik yang diberikan oleh guru tersebut. Apakah sudah mengakomodir ketertarikan anak, menciptakan suasana yang menarik dan menyenangkan. Ketiga, aspek sarana dan prasarana, kendala yang dihadapi dilihat dari aspek sarana dan prasarana adalah minimnya sarana dan prasarana yang ada di sekolah. Kedudukan mata pelajaran musik yang bukan merupakan mata pelajaran pokok (sering sebagai ekstrakurikuler) sering dianggap kurang begitu bermanfaat, sehingga berakibat pada kurangnya antusias stakeholder pendidikan untuk memberikan fasilitas yang memadai yang mendukung mata pelajaran tersebut.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PERAN SENI MUSIK DALAM PENDIDIKAN MULTIKULTURAL

PERAN SENI MUSIK DALAM PENDIDIKAN MULTIKULTURAL

Pendidikan seni musik dapat memberi- kan peranan yang signifikan terhadap pelaksa- naan pendidikan multikultural di Indonesia. Peran ini mengacu pada lima dimensi yang dikemukakakan oleh James A. Banks, yakni; (1) content integration; (2) the knowledge construction process; (3) prejudice reduction; (4) an equity pedagogy; and (5) an empo- wering school culture and social structure yang dikaitkan dengan lima unsur utama konten pendidikan seni musik yang teritegrasi dengan pendidikan multikultural, yakni; (1) ekspresi; (2) apresiasi; (3) kreasi; (4) harmoni; dan (5) estetika pada proses pembelajaran di persekolahan. Secara konseptual sama-sama memiliki tujuan untuk membantu pendidik dalam pengembangan identitas etnik, hubung- an interpersonal, pemberdayaan diri. Ketiga dimensi ini harus dioperasionalisasikan seba- gai dukungan terhadap lima dimensi pendidik- an multikulutral untuk mengembangkan sosial dan kognitif peserta didik (Zamroni, 2001a, p.77).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

BENTUK PERTUNJUKAN GRUP KASIDAH REBANA AZ ZAHRO DI DESA LEBAKSIU KIDUL KABUPATEN TEGAL KAJIAN MUSIKOLOGIS

BENTUK PERTUNJUKAN GRUP KASIDAH REBANA AZ ZAHRO DI DESA LEBAKSIU KIDUL KABUPATEN TEGAL KAJIAN MUSIKOLOGIS

Dalam seni kasidah lagu-lagu tersebut diekspresikan oleh penyanyi dengan gerak tangan, bahasa tubuh, mimik wajah, gerakan badan serta dinamika menyanyi dari vokalisnya. Pemain musik Az-Zahro juga dituntut untuk berekspresi sebagai nilai tambahan agar pada saat penampilan terlihat ceria. Ekspresi yang ditunjukkan oleh para pemain musik adalah khusus untuk penabuh rebana dan ketipung mereka diberi kehormatan untuk melakukan gerakan atau koreografi sambil memainkan keplak dengan posisi duduk sambil menggerakan tangan dan saling bergantian. Ekspresi sangat penting dalam sebuah penampilan, ekspresi dapat dijadikan sebagai media penyampaian lagu kepada penonton apalagi bila musik atau lagunya ceria atau bahagia penonton pun akan terbawa asyik dan bahagia saat menikmati penampilannya. Sebaliknya jika lagu yang ditampilkan mendayu-dayu atau dengan tempo sedang penonton dapat menikmatinya dengan nyaman. Di bawah ini ditampilkan gambar ekspresi dari vokalis atau penyanyi dan pemain musik Az- Zahro.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

MUSIK BARONGAN KELOMPOK TRESNA BUDAYA DALAM TRADISI RUWATAN DI DESA PASURUHAN LOR KECAMATAN JATI KABUPATEN KUDUS

MUSIK BARONGAN KELOMPOK TRESNA BUDAYA DALAM TRADISI RUWATAN DI DESA PASURUHAN LOR KECAMATAN JATI KABUPATEN KUDUS

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul “MUSIK BARONGAN KELOMPOK TRESNA BUDAYA DALAM TRADISI RUWATAN DI DESA PASURUHAN LOR KECAMATAN JATI KABUPATEN KUDUS”, saya tulis dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan adalah benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri yang dihasilkan setelah melakukan penelitian, bimbingan, diskusi, dan pemaparan ujian. Semua kutipan baik yang langsung maupun tidak langsung, baik yang diperoleh dari sumber pustaka, media elektronik, wawancara langsung maupun sumber lainnya, telah disertai keterangan mengenai identitas nara sumbernya. Dengan demikian, walaupun tim penguji dan pembimbing membubuhkan tanda tangan sebagai tanda keabsahannya, seluruh isi skripsi ini tetap menjadi tanggung jawab saya secara pribadi. Jika ditemukan kekeliruan dalam skripsi ini, maka saya bersedia bertanggung jawab.
Baca lebih lanjut

133 Baca lebih lajut

BENTUK PENYAJIAN GRUP BAND BUZZTARD DALAM KOMUNITAS JAZZ NGISORINGIN DI KOTA SEMARANG

BENTUK PENYAJIAN GRUP BAND BUZZTARD DALAM KOMUNITAS JAZZ NGISORINGIN DI KOTA SEMARANG

Pada tahun 1940, pada saat perang dunia kedua, musik Amerika pada kala itu “ dikuasai ” oleh musik swing. Industri rekaman kala itu itu menjadi mandek dan berangsur menurun. Salah satu alasannya adalah, pertama, banyak musisi dan anak muda di Amerika diharuskan mengikuti wajib militer. Selain itu, sisanya, musisi yang masih bermain di scene jazz kala itu merasa industri rekaman tidak adil terhadap kelangsungan hidup musisi kala itu. Isu mengenai royalty yang tidak transparan membuat musisi musisi sepakat membentuk semacam “ perkumpulan ” yang menaungi mereka, lalu kemudian perkumpulan itu melakukan protes terhadap industri rekaman kala itu. Pajak hiburan yang dikenakan cukup tinggi oleh pemerintah, membuat big band kala itu perlahan- lahan mulai berhenti dari pekerjaannya di ballroom-ballroom kota. (Samboedi, 1989:70)
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

STRATEGI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA PADA BIDANG SENI MUSIK DI SMA N 1 SLEMAN.

STRATEGI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA PADA BIDANG SENI MUSIK DI SMA N 1 SLEMAN.

Selain pertanyaan-pertanyaan guru juga mempunyai kebiasaan untuk meminta siswa memainkan instrumen atau alat musik kepada beberapa siswa, hal ini dilakukan jika materi pelajaran pada pertemuan sebelumnya adalah praktek. Hal ini menjadi kebiasaan seperti yang dikemukakan oleh siswa kelas XII IPA 2 yaitu Christo mengungkapkan bahwa dalam awal pembelajaran guru biasanya memberi pertanyaan kepada siswa mengenai materi sebelumnya, selain itu guru menanyakan siswa apakah ada kesulitan dalam materi sebelumnya. Pertanyaan yang dilontarkan dimaksudkan untuk memastikan siswa telah siap mengikuti pembelajaran yang akan disampaikan pada inti pembelajaran.
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MUSIK SISWA MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER MARCHING BAND DI SMP NEGERI 1 KALIWUNGU KENDAL

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MUSIK SISWA MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER MARCHING BAND DI SMP NEGERI 1 KALIWUNGU KENDAL

Peningkatan motivasi belajar musik siswa setelah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler marching band pada siklus I lebih meningkat dibandingkan pada waktu pra siklus, dari angket motivasi yang diberikan pada siswa dan kemudian disaat itu juga dikumpulkan kembali pada guru, dapat disimpulkan bahwa siswa sangat senang dan gembira pada saat mereka mengikuti kegiatan ekstrakurikuler marching band. Siswa sangat menyambut antusias kegiatan tersebut. Walaupun masih ada beberapa anak yang masih belum dapat mengikuti dengan baik. Dengan demikian akan membawa dampak yang positif juga pada saat mereka mengikuti mata pelajaran seni musik dikelas. Selain itu setelah siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler marching band, Sikap mereka pun berubah pada saat mengikuti kegiatan pelajaran seni musik dikelas. Mereka terlihat lebih aktif dan kreatif. Yang sebelumnya mereka tidak bisa mengerti tempo setelah mengikuti kegiatan mereka sudah bisa mengerti tempo.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA BELAJAR ANGKLUNG PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SD N 02 PULOSARI KECAMATAN BREBES KABUPATEN BREBES

UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA BELAJAR ANGKLUNG PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SD N 02 PULOSARI KECAMATAN BREBES KABUPATEN BREBES

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul “ UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA BELAJAR ANGKLUNG PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SD N 02 PULOSARI KECAMATAN BREBES KABUPATEN BREBES”, saya tulis dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan adalah benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri yang dihasilkan setelah melakukan penelitian, bimbingan, diskusi, dan pemaparan ujian. Semua kutipan baik yang langsung maupun tidak langsung, baik yang diperoleh dari sumber pustaka, media elektronik, wawancara langsung maupun sumber lainnya, telah disertai keterangan mengenai identitas nara sumbernya. Dengan demikian, walaupun tim penguji dan pembimbing membubuhkan tanda tangan sebagai tanda keabsahannya, seluruh isi skripsi ini tetap menjadi tanggung jawab saya secara pribadi. Jika dikemudian hari ditemukan kekeliruan dalam skripsi ini, maka saya bersedia bertanggung jawab.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN MUSIK DI KELAS MUSIK PRESTASI BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS BAGIAN D DI YAYASAN PEMBINAAN ANAK CACAT (YPAC) SEMARANG

PEMBELAJARAN MUSIK DI KELAS MUSIK PRESTASI BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS BAGIAN D DI YAYASAN PEMBINAAN ANAK CACAT (YPAC) SEMARANG

Pada saat belajar menyanyi, improvisasi pada lagu juga tidak terlalu rumit. Anak tetap menirukan suara asli dari penyanyi, jikapun ada improvisasi, guru mengajarkan yang sederhana saja. Untuk anak yang memiliki nafas tidak terlalu panjang, guru menyarankan mencari lagu yang tidak rumit agar mudah dipelajari. Guru selalu memperhatikan kesehatan anak ABK D yang rawan sakit. Hal yang perlu diingat untuk ABK D dengan pilihan menyanyi adalah keterbatasan mereka dalam menghafal lagu. ABK D ganda memiliki daya ingat yang kurang baik, seperti halnya Safira Millenia ABK D di kelas musik prestasi. Jika pertemuan minggu ini dia sudah menyanyi dengan baik, kemungkinan minggu d epan dia bisa lupa lirik ataupun nadanya. Tugas guru pada saat latihan adalah mengajarkan kembali paling tidak untuk merangsang ingatan.
Baca lebih lanjut

187 Baca lebih lajut

MANAJEMEN BARONGAN JUNIOR SINGO MARUTA DI SD NEGERI 2 NGAWEN KECAMATAN NGAWEN KABUPATEN BLORA

MANAJEMEN BARONGAN JUNIOR SINGO MARUTA DI SD NEGERI 2 NGAWEN KECAMATAN NGAWEN KABUPATEN BLORA

Webster mendefinisikan pentas sebagai sesuatu yang tinggi dimana lakon- lakon drama dipentaskan, atau; suatu tempat dimana para aktor bermain. Sedan W.J.S. Purwadarminta dalam kamus umum bahasa Indonesia menerangkan pentas sebagai lantai yang agak ketinggian di rumaah (untuk tempat tidur) atau pun di dapur (untuk memasak-masak). Dengan demikian kalau disimpulkan pentas adalah suatu tempat dimana para penari atau pameran menampikan seni pertunjukan dihadapan penonton. Pentas tersebut berupa tempat ketinggian yag dibuat secara sederhana maupun yang serba modern, keduanya merupakan dimana pemain atau penari tampil membawakan karya seni kasat mata.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

SENI BUDAYA SENI MUSIK

SENI BUDAYA SENI MUSIK

Musik ini berkembang meliputi pemain trompet dan cornet, seperti Joe Oliver dan Louis Armstrong, ditampilkan sebagai suatu gaya yang berorientasi terhadap ensemble, dengan pemain trumpet memainkan melodi, harmoni dan countermelodi datang dari pemain trombon dan/atau clarinet. Seksi rhythm berkembang menjadi suatu banjo ensemble, drum, tuba atau bass, dan piano. Secara keseluruhan, poin penting dalam New Orleans jazz adalah untuk menitikberatkan suatu ensemble daripada solo. Musik ini berlanjut melebarkan sayapnya selama era 1920-an, dan mulai disaingi oleh lahirnya musik swing yang akhirnya akan menggantikan jenis musik ini. Dixieland style, yang tumbuh beriringan, menjaga struktur dasar dari New Orleans jazz.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

SENI BUDAYA SENI MUSIK

SENI BUDAYA SENI MUSIK

Teori ini lebih menekankan kepada proses belajar daripada hasil belajar. Bagi yang menganut aliran kognitivistik belajar tidak hanya melibatkan hubungan antara stimulus dan respons. Lebih dari itu belajar adalah melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks. Menurut teori kognitivistik, ilmu pengetahuan dibangun didalam diri seseorang melalui proses interaksi yang berkesinambungan dengan lingkungan. Proses ini tidak hanya berjalan terpatah-patah, terpisah- pisah, tetapi melalui proses mengalir, bersambung dan menyeluruh. Menurut psikologi kognitif belajar dipandang sebagai usaha untuk mengerti sesuatu. Usaha itu dilakukan secara aktif oleh peserta didik. Keaktifan itu dapat berupa mencari pengalaman, mencari informasi, mencermati lingkungan, mempraktekkan sesuatu untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Para psikolog pendidikan kognitif berkeyakinan bahwa pengetahuan yang dimiliki sebelumnya sangat menentukan keberhasilan mempelajari informasi atau pengetahuan yang baru.
Baca lebih lanjut

134 Baca lebih lajut

SENI BUDAYA SENI MUSIK

SENI BUDAYA SENI MUSIK

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) dan, Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LP3TK KPTK) merupakan Unit Pelaksanana Teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan yang bertanggung jawab dalam mengembangkan perangkat dan melaksanakan peningkatan kompetensi guru sesuai bidangnya. Adapun perangkat pembelajaran yang dikembangkan tersebut adalah modul Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui Pendidikan dan Pelatihan Guru moda tatap muka untuk semua mata pelajaran dan kelompok kompetensi. Dengan modul ini diharapkan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan memberikan sumbangan yang sangat besar dalam peningkatan kualitas kompetensi guru.
Baca lebih lanjut

136 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN LAGU ANAK ANAK SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER DI TAMAN KANAK KANAK AISYIYAH DESA LINGGAPURA KECAMATAN TONJONG, BREBES

PEMANFAATAN LAGU ANAK ANAK SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER DI TAMAN KANAK KANAK AISYIYAH DESA LINGGAPURA KECAMATAN TONJONG, BREBES

Di sekolah guru merupakan orang tua anak-anak pada saat di mereka belajar di sekolah. Selain sebagai orang tua di sekolah guru juga sebagai fasilitator, motivator, partisipan, dan memberi umpan balik untuk mengembangkan karakter siswa. Pengaruh guru pada perkembangan siswa sangat dirasakan, pada saat seorang siswa mulai masuk kedalam pendidikan di dunia sekolah, apa yang diajarkan guru, kata-kata dan perilaku guru lebih memperoleh perhatian dari siswa dibanding kata-kata atau tingkah laku orang tuanya sendiri. Ucapan guru di percaya dan diingat oleh anak didik sedemikian rupa bahkan cara guru berkata-kata serta berjalan ditiru dengna cepat oleh anak-anak. guru yang dengan efektif dan efisien membangun percayadiri dan karakter pada siswa sesuai dengan pribahasa Ing Ngarsa Sung Taladha yang artinya di depan guru berperan sebagai teladhan atau memberi contoh, Ing Madya Mangun Karsa yang artinya di tengah-tengah peserta didik guru membangun prakarsa dan bekerja sama dengan mereka, Tut Wuri Handayani yang artinya di belakang guru memberi semangat dan dorongan bagi peserta didik. Dalam hal ini memang guru mempunyai peran yang sangat penting dalam tercapainya karakter anak-anak yang baik.Di saat penyampaian materi dikelas maupun tingkah laku guru yang cenderung di tiru anak-anak dan di percayai sebagai teladan atau contoh yang baik.Sehingga guru harus bisa mengatur pakean serta tingkah laku dan tutur katanya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BENTUK DAN FUNGSI MUSIK GONDANG SABANGUNAN BATAK TOBA PADA GRUP HORAS RAPOLO MUSIK DI SEMARANG

BENTUK DAN FUNGSI MUSIK GONDANG SABANGUNAN BATAK TOBA PADA GRUP HORAS RAPOLO MUSIK DI SEMARANG

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul “ Bentuk Dan Fungsi Musik Gondang Sabangunan Batak Toba Pada Grup Horas Rapolo Musik Di Semarang ” saya tulis dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan, adalah benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri yang dihasilkan setelah melakukan penelitian, bimbingan, diskusi dan pemaparan ujian. Semua kutipan baik yang langsung maupun tidak langsung, baik yang diperoleh dari sumber pustaka, sumber elektronik, wawancara langsung maupun sumber lainnya, telah disertai keterangan mengenai identitas narasumbernya. Dengan demikian, tim penguji dan pembimbing membubuhkan tanda tangan dalam skripsi ini tetap menjadi tanggung jawab saya secara pribadi. Jika dikemudian hari ditemukan kekeliruan dalam skripsi ini, maka saya bersedia bertanggung jawab.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PEMANFAATAN BACKING TRACK PADA PEMBELAJARAN GITAR ELEKTRIK DI STARMOON MUSIC SCHOOL SEMARANG

PEMANFAATAN BACKING TRACK PADA PEMBELAJARAN GITAR ELEKTRIK DI STARMOON MUSIC SCHOOL SEMARANG

Meningkatkan kualitas pendidikan merupakan tujuan yang diharapkan dalam pembangunan pendidikan nasional Indonesia. Hal sesuai yang diterapkan dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 yang berbunyi Pendidikan Nasional mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...