Penerapan Jurnalisme Empati

Top PDF Penerapan Jurnalisme Empati:

JURNALISME EMPATI DALAM PROGRAM JUST ALVIN METRO TV (Studi Analisis Framing Penerapan Jurnalisme Empati dalam Program Just Alvin Metro TV pada Episode “Cinta untuk Ainun”).

JURNALISME EMPATI DALAM PROGRAM JUST ALVIN METRO TV (Studi Analisis Framing Penerapan Jurnalisme Empati dalam Program Just Alvin Metro TV pada Episode “Cinta untuk Ainun”).

sebuah hubungan pasangan yang diharapkan dapat dijadikan sebuah panutan atau referensi bagi masyarakat khususnya pemuda di Indonesia dalam mencari pasangan. 3). Jurnalisme empati sangat tepat digunakan untuk isu-isu yang terkait dengan kehidupan mereka yang tidak bisa bersuara di ruang publik, mereka yang terbisukan, mereka yang dimarginalkan, atau mereka yang mengalami sebuah cobaan berat 4). Sebagai benang merah, penerapan jurnalisme empati bisa diperoleh melalui kombinasi antara konsep framing Robert N Entman yakni defined problems, diagnosed causes, moral judgement, dan suggested remedies serta Konsep Jurnalisme Rasa dalam Just Alvin yakni friendship,trust,the untold, dan achievement karena keduanya saling melengkapi untuk dijadikan pedoman wartawan dalam melakukan riset terhadap narasumbernya. Selain itu juga dapat digunakan untuk menganalisis empati dalam sebuah tayangan atau produk media massa.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN JURNALISME EMPATI DALAM PROGRAM JUST ALVIN METRO TV (Studi Analisis Framing Penerapan Jurnalisme Empati dalam Program Just Alvin Metro TV pada Episode “Cinta untuk Ainun”).

GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN JURNALISME EMPATI DALAM PROGRAM JUST ALVIN METRO TV (Studi Analisis Framing Penerapan Jurnalisme Empati dalam Program Just Alvin Metro TV pada Episode “Cinta untuk Ainun”).

Pada video tersebut ditampilkan beberapa penampilan skinhead di Indonesia yang juga memakai kaos berkerah Fred Perry, jaket harrington dan sepatu boots, meskipun tidak semuanya memakai[r]

17 Baca lebih lajut

PROSES PEMAKNAAN KELOMPOK TERHADAP BRANDSEBAGAI IDENTITAS KELOMPOK  JURNALISME EMPATI DALAM PROGRAM JUST ALVIN METRO TV (Studi Analisis Framing Penerapan Jurnalisme Empati dalam Program Just Alvin Metro TV pada Episode “Cinta untuk Ainun”).

PROSES PEMAKNAAN KELOMPOK TERHADAP BRANDSEBAGAI IDENTITAS KELOMPOK JURNALISME EMPATI DALAM PROGRAM JUST ALVIN METRO TV (Studi Analisis Framing Penerapan Jurnalisme Empati dalam Program Just Alvin Metro TV pada Episode “Cinta untuk Ainun”).

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan kasih-Nya skripsi yang berjudul PROSES PEMAKNAAN KELOMPOK TERHADAP BRAND SEBAGAI [r]

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN JURNALISME EMPATI DALAM PROGRAM JUST ALVIN METRO TV (Studi Analisis Framing Penerapan Jurnalisme Empati dalam Program Just Alvin Metro TV pada Episode “Cinta untuk Ainun”).

PENDAHULUAN JURNALISME EMPATI DALAM PROGRAM JUST ALVIN METRO TV (Studi Analisis Framing Penerapan Jurnalisme Empati dalam Program Just Alvin Metro TV pada Episode “Cinta untuk Ainun”).

Martens yang memiliki harga yang tidak murah di Indonesia, ataukah skinhead di Yogyakarta menggunakan cara alternatif lain dalam pemilihan brand yang akan tetap menjadi identitas kelom[r]

47 Baca lebih lajut

PENUTUP JURNALISME EMPATI DALAM PROGRAM JUST ALVIN METRO TV (Studi Analisis Framing Penerapan Jurnalisme Empati dalam Program Just Alvin Metro TV pada Episode “Cinta untuk Ainun”).

PENUTUP JURNALISME EMPATI DALAM PROGRAM JUST ALVIN METRO TV (Studi Analisis Framing Penerapan Jurnalisme Empati dalam Program Just Alvin Metro TV pada Episode “Cinta untuk Ainun”).

R: Kalau saya yang punya dirumah, yang punya di rumah, saya punya, brandnya ada baracuta, ada levi’s, ada Dokter Martens, adidas, fred perry, trus saya biasanya gak cuman karna brandnya [r]

43 Baca lebih lajut

PENUTUP Jurnalisme Empati dalam Pemberitaan Media Online Detik.com Mengenai Kasus Pembunuhan Ade Sara Periode Maret-April 2014.

PENUTUP Jurnalisme Empati dalam Pemberitaan Media Online Detik.com Mengenai Kasus Pembunuhan Ade Sara Periode Maret-April 2014.

Analisis isi ini dimaksudkan untuk mengetahui penerapan jurnalisme empati dalam pemberitaan detik.com mengenai kasus pembunuhan Ade Sara pada bulan Maret-April2014. Eksploitasi akan penderitaan manusia, fokus berita, unsur belas kasihan dalam pemberitaan, korban atas eksploitasi media massa dalam bidang ekonomi, serta fakta yang disajikan oleh wartawan menjadi alat untuk menganalisis penerapan jurnalisme empati dalam pemberitaan tersebut. Protokol ini dimaksudkan untuk menjadi dasar Anda dalam mengisi lembar coding.

68 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN Jurnalisme Empati dalam Pemberitaan Media Online Detik.com Mengenai Kasus Pembunuhan Ade Sara Periode Maret-April 2014.

PENDAHULUAN Jurnalisme Empati dalam Pemberitaan Media Online Detik.com Mengenai Kasus Pembunuhan Ade Sara Periode Maret-April 2014.

Penelitian ini menggunakan metode analisis isi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini ingin mendeskripsikan atau menggambarkan penerapan jurnalisme empati dari wartawan Detikcom dalam isi pemberitaan mengenai kasus pembunuhan Ade Sara. Menurut Budd dalam Kriyantono (2006:228), analisis isi kuantitatif adalah suatu teknik sistematis untuk menganalisis isi pesan dan mengolah pesan atau suatu alat untuk mengobservasi dan menganalisis isi perilaku komunikasi yang terbuka dari komunikator yang dipilih. Kriyantono (2006:247) mengatakan bahwa analisis isi kuantitatif memfokuskan risetnya pada sesuatu yang tampak, dan tidak dapat digunakan untuk meneliti sesuatu yang tidak tampak atau tersirat.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

DESKRIPSI OBYEK DAN WILAYAH PENELITIAN Jurnalisme Empati dalam Pemberitaan Media Online Detik.com Mengenai Kasus Pembunuhan Ade Sara Periode Maret-April 2014.

DESKRIPSI OBYEK DAN WILAYAH PENELITIAN Jurnalisme Empati dalam Pemberitaan Media Online Detik.com Mengenai Kasus Pembunuhan Ade Sara Periode Maret-April 2014.

Media massa online Detikcom adalah salah satu media yang membahas mengenai pembunuhan Ade Sara. Peneliti ingin melihat pemberitaan pembunuhan Ade Sara di Detikcom terkait penerapan jurnalisme empati di berbagai jenis media massa. Jurnalisme empati sebagai salah satu ragam jurnalisme kemanusiaan juga harus dapat diterapkan dalam berbagai bentuk media massa, salah satunya adalah media massa online. Media massa online Detikcom dipilih karena kecepatannya dalam mendapatkan berita dan mempublikasikannya ke publik. 2. Tenor of Discourse

12 Baca lebih lajut

GAYA BAHASA JURNALISME PELAJAR SMA PADA KORAN PENDIDIKAN (Analisis Isi Rubrik Teenagers Journalism edisi 5 Oktober-6 Desember 2011)

GAYA BAHASA JURNALISME PELAJAR SMA PADA KORAN PENDIDIKAN (Analisis Isi Rubrik Teenagers Journalism edisi 5 Oktober-6 Desember 2011)

Saat ini tidak sedikit pelajar SMA yang mulai tertarik untuk mengenali dan mendalami bidang jurnalisme. Hal tersebut dapat dilahat dari fenomena yang terjadi di beberapa sekolah yang telah memiliki ekstra kulikuler Jurnalistik, seperti SMAN 5 Malang, SMAN 8 Malang, MAN 3 Malang, SMKN 5 Malang, SMAN 10 Malang, SMAN 7 Malang. Selain itu, terdapat pula sekolah yang memberikan mata pelajaran Jurnalisme untuk siswanya, seperti SMKN 3 Batu. Prestasi para pelajar pun sudah tidak dapat diragukan lagi. Dapat dilihat dari kompetisi bidang jurnalisme yang diadakan oleh beberapa media dan dijuarai oleh pelajar SMA.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

PENERAPAN SEMBILAN ELEMEN JURNALISME BILL KOVACH DAN TOM ROSENSTIEL PADA BERITA CITIZEN JOURNALISM ONLINE (Analisis Isi Kuantitatif Pada Berita di situs Citizen Journalism Kompasiana Periode 1 – 30 Juni 2014)

PENERAPAN SEMBILAN ELEMEN JURNALISME BILL KOVACH DAN TOM ROSENSTIEL PADA BERITA CITIZEN JOURNALISM ONLINE (Analisis Isi Kuantitatif Pada Berita di situs Citizen Journalism Kompasiana Periode 1 – 30 Juni 2014)

Hal ini menimbulkan pertanyaan, karena yang menyampaikan berita bukanlah seorang wartawan profesional melainkan warga biasa yang belum tentu mengerti tentang prinsip jurnalistik, bagaimana isi berita citizen journalism ini? Apakah telah sesuai dengan kaidah jurnalistik? Idealnya seperti dikemukakan Kovach (2004: 12), tujuan utama jurnalisme adalah menyediakan informasi yang dibutuhkan warga agar mereka bisa hidup merdeka dan mengatur diri sendiri, bagaimana jika berita yang ditulis oleh para citizen journalist ini tidak mengikuti kaidah penulisan jurnalisme yang baik dan benar? Kovach (2004: 6) menyimpulkan ada sembilan elemen yang harus dipenuhi oleh jurnalisme. Sembilan elemen jurnalisme ini adalah prinsip – prinsip yang diharapkan dapat diterapkan oleh wartawan untuk mewujudkan tujuan utama jurnalisme tersebut. Sembilan elemen tersebut adalah:
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

KONSEP ETIKA DI RUANG PUBLIK

KONSEP ETIKA DI RUANG PUBLIK

Dalam menghadapi ruang publik dengan shared values yang jelas dan mapan, misi media pers adalah menjaga dan memeliharanya agar kehidupan di ruang publik dapat berlangung. Sementara di ruang publik yang tidak memiliki acuan nilai bersama, misi media jurnalisme dengan sendirinya bukan menjaga, melainkan membentuk, yang dilakukan melalui halaman keredaksian. Untuk itu, kaum profesional di media pers perlu bertolak dari kebijakan keredaksian (editorial policy) untuk mewujudkan halaman

8 Baca lebih lajut

JURNALISME LINGKUNGAN DALAMPEMBERITAAN SEPUTAR EKSPLOITASI HUTAN DI JURNALISME LINGKUNGAN DALAM PEMBERITAAN SEPUTAR EKSPLOITASI HUTAN DI INDONESIA (Analisis Isi Penerapan Jurnalisme Lingkungan dalam Pemberitaan Eksploitasi Hutan di Indonesia pada SKH Komp

JURNALISME LINGKUNGAN DALAMPEMBERITAAN SEPUTAR EKSPLOITASI HUTAN DI JURNALISME LINGKUNGAN DALAM PEMBERITAAN SEPUTAR EKSPLOITASI HUTAN DI INDONESIA (Analisis Isi Penerapan Jurnalisme Lingkungan dalam Pemberitaan Eksploitasi Hutan di Indonesia pada SKH Komp

Berita mengenai eksploitasi hutan menjadi fokus penelitian ini. Hutan merupakan salah satu sumber daya alam yang menguntungkan. Aktifitas hutan atau eksploitasi menjadi sorotan karena hutan semakin berkurang akibat aktifitas tersebut. Kompas sebagai media nasional mempunyai peran dalam memberitakan hal tersebut sebagaimana tertuang dalam fungsi pengawasan. Oleh sebab itu penelitian ini difokuskan pada tiga fungsi yang diemban oleh jurnalisme lingkungan dalam pemberitaan seputar eksploitasi hutan.

15 Baca lebih lajut

Peran Jurnalisme Warga dalam www.eramuslim.com

Peran Jurnalisme Warga dalam www.eramuslim.com

Begitu banyak peran serta warga saat ini yang mewarnai perkembangan jurnalisme di tanah air. Peristiwa dahsyatnya tsunami Aceh pada akhir 2004 bisa disaksikan oleh masyarakat diseluruh dunia, salah satunya karena adanya video amatir dari seorang jurnalisme warga yaitu Cut Putri yang berhasil merekam kedahsyatan tsunami, disaat dirinya dalam kondisi terancam akan air laut yang menggulung daratan. Video tersebut adalah gambar awal tragedi tsunami yang terjadi di Aceh. Nilai berita dalam video tersebut sangat tinggi walaupun pembuat video tersebut bukanlah seorang jurnalis profesional. Hal ini membuktikan bahwa jurnalisme warga (citizen journalism) mempunyai peran penting dalam dunia jurnalistik.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN ETIKA JURNALISME DALAM PEMBERITAAN VIDEO MIRIP ARTIS (Analisis Isi Pemberitaan Video Mirip Nazril Irham dan Luna Maya di SKH Radar Jogja Edisi 5 – 19 Juni 2010).

PENDAHULUAN ETIKA JURNALISME DALAM PEMBERITAAN VIDEO MIRIP ARTIS (Analisis Isi Pemberitaan Video Mirip Nazril Irham dan Luna Maya di SKH Radar Jogja Edisi 5 – 19 Juni 2010).

Masduki dalam bukunyaKebebasan Pers dan Kode Etik mengatakan bahwa etika adalah sebuah studi tentang formasi nilai-nilai moral dan prinsip-prinsip benar dan salah. Masyarakat profesional jurnalisme percaya bahwa tujuan jurnalisme adalah untuk menyajikan kebenaran. Untuk itu sejumlah prinsip etis harus dipakai seperti akurasi dan objektivitas, sportivitas, dan sebagainya. Untuk menunjang hal tersebut, masyarakat profesional jurnalis selalu mengembangkan buku panduan etika (ethics handbook) yang berisi prinsip-prinsip etika jurnalistik. Kode etik umumnya dirumuskan dan dikeluarkan oleh organisasi atau asosiasi profesi (Masduki, 2003: 50).
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

AREMA DALAM LIPUTAN MEDIA MASSA (Analisis Framing Pemberitaan Konflik Manajemen Organisasi Klub AREMA Pada Surat Kabar Harian Surya dan Sportivo Radar Malang Antara M. Nur Versus Rendra Kresna Edisi Bulan Juli 2011)

AREMA DALAM LIPUTAN MEDIA MASSA (Analisis Framing Pemberitaan Konflik Manajemen Organisasi Klub AREMA Pada Surat Kabar Harian Surya dan Sportivo Radar Malang Antara M. Nur Versus Rendra Kresna Edisi Bulan Juli 2011)

Dalam jurnalisme konvensional, mengandung unsur-unsur seperti Timelines atau termassa, Proximity atau kedekatan, Impact atau dampak, Magnitude, Conflict, Kemajuan, dan Manusiawi. Para jurnalis dalam jurnalisme konvensial ini juga hanya dibekali dengan pengetahuan yang elementer dan dikenal dengan 5W + 1H. Berita dianggap elementer bila didalamnya terdapat what, who, when, where, why, dan how. Serta dalam jurnalisme konvensional ini baru memaparkan reportase faktual, bersifat linier dan hanya dari satu dimensi saja. Penulisan berita jurnalisme konvensional ini juga menganut sistem piramida terbalik, diawali dengan berita-berita yang penting dan hingga akhirnya berita yang kurang penting / tidak penting.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Empati dalam Komunikasi Empati docx

Empati dalam Komunikasi Empati docx

Kondisi komunikasi yang heterophily bisa diatasi dengan mengembangkan rasa empati. Untuk dapat merumuskan kebutuhan masyarakat secara tepat dan menyusun kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat seorang agen perubahan harus mempunyai rasa empati yang tinggi tanpa harus terjerumus dalam hal-hal yang bersifat subyektif. ( http://training- saladin.blogspot.com) achmad saladin

4 Baca lebih lajut

PENUTUP ETIKA JURNALISME DALAM PROGRAM ACARA REPORTASE INVESTIGASI DI TRANS TV (Studi Evaluatif Jurnalis dalam Memproduksi Tayangan Reportase Investigasi Episode “Bakso Ayam dan Ikan Busuk” dengan Memakai Kerangka Pemikiran Ralph Potter).

PENUTUP ETIKA JURNALISME DALAM PROGRAM ACARA REPORTASE INVESTIGASI DI TRANS TV (Studi Evaluatif Jurnalis dalam Memproduksi Tayangan Reportase Investigasi Episode “Bakso Ayam dan Ikan Busuk” dengan Memakai Kerangka Pemikiran Ralph Potter).

Jurnalis seharusnya memiliki loyalitas kepada masyarakat. Mereka memiliki kewajiban sosial untuk menyampaikan informasi secara benar tanpa menutup-nutupi atau mengurangi dengan tujuan kepentingan pribadi termasuk keselamatan diri. Ciri-ciri jurnalis investigasi salah satunya bekerja pada area berbahaya. Seharusnya jurnalis sudah tahu konsekuensi apa yang harus dia terima. Jadi tim Reportase Investigasi Trans TV memilih hedonisme sebagai prinsip dasar yang melandasi kegiatan jurnalisme mereka. Rating dan efisiensi waktu merupakan yang utama dari segala pertimbangan yang ada. Karena dua hal itu yang akan membuat pemilik media senang dengan menerima keuntungan sebanyak-banyaknya. Kesenangan itulah yang mereka anggap sebagai sebuah kebaikan.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PEDOMAN PERILAKU PENYIARAN DAN STANDAR PROGRAM SIARAN DALAM PEMBERITAAN BENCANA BANJIR DI TELEVISI.

PENDAHULUAN PEDOMAN PERILAKU PENYIARAN DAN STANDAR PROGRAM SIARAN DALAM PEMBERITAAN BENCANA BANJIR DI TELEVISI.

Sensitivitas bencana atau jurnalisme empati sangat dibutuhkan dalam meliput peristiwa bencana. Seringkali jurnalis dalam peliputan bencana melakukan penekanan dan mengintimidasi korban dengan pertanyaan yang tidak berempati. Seperti contohnya, saat bencana gempa Sumatra Barat tahun 2009, pertanyaan yang terlontar dari salah satu reporter televisi swasta, TV One adalah “ Bagaimana perasaan bapak saat mengetahui anak bapak ditemukan dalam keadaan tewas? ” 3 Jurnalisme empati ini penting dalam meliput sebuah berita agar reportase yang dilakukan media memperhatikan kondisi psikologis korban bencana.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENERAPAN PRINSIP SEMBILAN ELEMEN JURNALISME PADA JURNALIS RADIO (Studi tentang Penerapan Prinsip Sembilan Elemen Jurnalisme pada Jurnalis Radio Program Acara Yogyakarta Hari Ini di Sindo Radio Jogja).

PENDAHULUAN PENERAPAN PRINSIP SEMBILAN ELEMEN JURNALISME PADA JURNALIS RADIO (Studi tentang Penerapan Prinsip Sembilan Elemen Jurnalisme pada Jurnalis Radio Program Acara Yogyakarta Hari Ini di Sindo Radio Jogja).

6 sebuah berita (Kovach dan Rosenstiel,2006:39). Namun seseorang sudah pasti bisa mengejar akurasi, kejujuran, maupun kebenaran. Bagi jurnalisme, kebenaran diterjemahkan menjadi memberitakan fakta tanpa melenceng dan membuat fakta itu masuk akal. Kebenaran jurnalistik adalah suatu proses yang dimulai dengan mengumpulkan dan memverifikasikan fakta. Wartawan berusaha menyampaikan fakta tersebut dalam sebuah laporan yang adil dan terpercaya, serta dapat menjadi bahan untuk investigasi selanjutnya. Wartawan juga harus bersikap transparan dalam pemakaian narasumber dan metode yang dipakai, sehingga audiens dapat menilai sendiri informasi yang disajikan (Ishwara,2007:10).
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

PENERAPAN PRINSIP SEMBILAN ELEMEN JURNALISME BILL KOVACH DAN TOM ROSENSTIEL  PENERAPAN PRINSIP SEMBILAN ELEMEN JURNALISME BILL KOVACH DAN TOM ROSENSTIEL PADA BERITA DAN OPINI BENCANA GUNUNG MERAPI DI SURAT KABAR HARIAN KEDAULATAN RAKYAT.

PENERAPAN PRINSIP SEMBILAN ELEMEN JURNALISME BILL KOVACH DAN TOM ROSENSTIEL PENERAPAN PRINSIP SEMBILAN ELEMEN JURNALISME BILL KOVACH DAN TOM ROSENSTIEL PADA BERITA DAN OPINI BENCANA GUNUNG MERAPI DI SURAT KABAR HARIAN KEDAULATAN RAKYAT.

Bencana yang melanda kota Yogyakarta di tahun 2010 menjadi sorotan media lokal bahkan internasional. SKH Kedaulatan Rakyat sebagai media massa lokal secara rutin menulis berita tentang bencana Gunung Merapi meletus sejak statusnya ditingkatkan menjadi siaga. Fungsi media massa salah satunya yaitu memberikan informasi kepada masyarakat atau pembacanya melalui berita. Adanya prinsip Sembilan Elemen Jurnalisme Bill Kovach dan Tom Rosenstiel menjadi pedoman bagi wartawan dalam menerapkan pekerjaannya sebagai jurnalis. Begitu pula dengan SKH Kedaulatan Rakyat sebagai media cetak lokal ternama di Yogyakarta dalam menyebarkan informasi.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects