Penerapan Program Keselamatan Kerja

Top PDF Penerapan Program Keselamatan Kerja:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pelaksanaan Program Keselamatan Kerja - Hubungan Penerapan Program Keselamatan Kerja dengan Tindakan Tidak Aman oleh Karyawan PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Unit Usaha Teh Bah Butong

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pelaksanaan Program Keselamatan Kerja - Hubungan Penerapan Program Keselamatan Kerja dengan Tindakan Tidak Aman oleh Karyawan PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Unit Usaha Teh Bah Butong

sebelumnya, jika satu bangunan roboh maka kejadian ini akan memicu kejadian beruntun yang menyebabkan runtuhnya bangunan lainnya. Menurut Henrich, kunci untuk mencegah kecelakaan adalah dengan menghilangkan tindakan tidak aman ( poin ketiga dari lima faktor penyebab kecelakaan ). Menurut penelitian yang dilakukannya, tindakan tidak aman ini menyumbang 98% penyebab kecelakaan. Kemudian, bagaimana penjelasan dengan menghilangkan tindakan tidak aman ini dapat mencegah kecelakaan kerja ? kembali lagi ke analogi tindakan tidak aman sebelumnya, jika kartu nomor 3 tidak ada lagi, seandainya kartu nomor 1 dan 2 pun jatuh, ini tidak akan menyebabkan jatuhnya semua kartu. Dengan adanya jarak antara kartu kedua dan keempat, dan jika pun kartu kedua terjatuh, ini tidak akan sampai menimpa kartu nomor 4. Akhirnya kecelakaan nomor 4 dan cidera nomor 5 dapat dicegah. Dengan penjelasan Teori Domino ini, maka kecelakaan kerja dapat dijelaskan dengan logis dan bukan menganggap bahwa kecelakaan kerja akibat bernasib sial ataupun keberuntungan.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Perancangan Preventive Maintenance Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) dan Fault Tree Analysis (FTA) Pada PT. Pusaka Prima Mandiri

Perancangan Preventive Maintenance Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) dan Fault Tree Analysis (FTA) Pada PT. Pusaka Prima Mandiri

Analisis Penerapan Program Keselamatan Kerja dalam Usaha Meningkatkan Produktivitas Kerja dengan Pendekatan Fault Tree Analysis Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.[r]

1 Baca lebih lajut

Analisis Tingkat Penerapan Program Kesetan Kesehatan Kerja (K3) dengan Pendekatan SMK3 dan Risk Assessment di PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) PKS Kebun Pagar Merbau

Analisis Tingkat Penerapan Program Kesetan Kesehatan Kerja (K3) dengan Pendekatan SMK3 dan Risk Assessment di PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) PKS Kebun Pagar Merbau

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.. Analisis Tingkat Penerapan Program Keselamatan Kesehata[r]

1 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA SIKAP TERHADAP PENERAPAN

HUBUNGAN ANTARA SIKAP TERHADAP PENERAPAN

terjaminnya keselamatan dan kesehatan dalam bekerja akan mendatangkan ketidaknyamanan dalam bekerja yang pada akhirnya akan tercermin melalui tindakan pemogokan, absensi yang tinggi, bahkan turn over. Robbins (1986) menyebutkan bahwa komitmen karyawan dipengaruhi oleh fasilitas yang diberikan perusahaan seperti keamanan pekerjaan, tunjangan, dan lingkungan kerja. Penelitian Zohar (1980) menunjukkan bahwa perusahaan dengan ‘iklim keselamatan’ akan menciptakan lingkugan kerja yang aman dibandingkan dengan perusahaan tanpa “iklim keselamatan”. Perusahaan yang menetapkan keselamatan kerja sebagai suatu prioritas dapat meningkatkan perilaku keselematan kerja dan mengurangi angka kecelakaan kerja (Riggio, 1990). Ada beberapa faktor yang dapat mendukung terbentuknya komitmen karyawan terhadap perusahaan, misalnya: situasi kerja, rasa percaya dan keyakinan terhadap manajemen perusahaan. Hal ini lebih banyak dipengaruhi oleh sikap karyawan terhadap manajemen yang dijalankan dalam perusahaan, termasuk di dalamnya ialah penerapan program K3 (Miner, 1988). Ditambahkannya bahwa terdapat keterkaitan antara komitmen karyawan dengan absensi, kualitas maupun kuantitas output perusahaan. Riggio (1990) menandaskan bahwa komitmen terhadap perusahaan berhubungan dengan tingkat absensi yang tinggi dan turn over karyawan karena komitmen menyangkut perasaan yang dimiliki karyawan. Dengan adanya komitmen maka akan terjalin hubungan yang aktif antara karyawan dengan pimpinannya, dan dengan prusahaan tempat kerjanya, sehingga karyawan bersedia memberikan sesuatu atas kemauannya sendiri agar dapat
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Penerapan Sistem Manajemen Kesetan dan Kesehatan Kerja OHSAS 18001 Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT. Coca Cola Amatil Medan

Analisis Pengaruh Penerapan Sistem Manajemen Kesetan dan Kesehatan Kerja OHSAS 18001 Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT. Coca Cola Amatil Medan

Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu sistem yang dirancang untuk menjamin keselamatan yang baik pada semua personel di tempat kerja agar tidak menderita luka maupun menyebabkan penyakit di tempat kerja dengan mematuhi atau taat pada hukum dan aturan keselamatan dan kesehatan kerja, yang tercermin pada perubahan sikap menuju keselamatan di tempat kerja. Rijuna Dewi (2006 dalam Jurnal Studi Manajemen dan Organisasi, Volume 7:44).

41 Baca lebih lajut

PENERAPAN MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PROYEK DI YOGYAKARTA DAN  PENERAPAN MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PROYEK DI YOGYAKARTA DAN SURABAYA.

PENERAPAN MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PROYEK DI YOGYAKARTA DAN PENERAPAN MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PROYEK DI YOGYAKARTA DAN SURABAYA.

Puji syukur yang sebesar – besarnya kepada Tuhan Yesus atas segala karunia yang telah diberikan, sehingga penyusunan tugas akhir ini dapat diselesaikan dengan baik. Tujuan dari penyusunan tugas akhir ini adalah agar mahasiswa dapat memperoleh gelar Strata 1 Fakultas Teknik Program Studi Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENERAPAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN PENYAKIT AKIBAT KERJA PADA KARYAWAN DI AFDELING I KEBUN KELAPA SAWIT PT.CILIANDRA PERKASA KECAMATAN SALO KABUPATEN KAMPAR, RIAU TAHUN 2012.

HUBUNGAN PENERAPAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN PENYAKIT AKIBAT KERJA PADA KARYAWAN DI AFDELING I KEBUN KELAPA SAWIT PT.CILIANDRA PERKASA KECAMATAN SALO KABUPATEN KAMPAR, RIAU TAHUN 2012.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penerapan program K3 dengan penyakit akibat kerja pada karyawan di afdeling I kebun kelapa sawit PT.Ciliandra Perkasa Kecamatan Salo Kabupaten Kampar, Riau tahun 2012. Desain penelitian adalah cross sectional. Waktu penelitian bulan Mei-Juli 2012. Populasi adalah semua karyawan yang bekerja di afdeling I kebun kelapa sawit, berjumlah 56 orang. Teknik pengambilan sampel secara simple random sampling, jumlah sampel 50 orang. Analisis dengan Chi- Square test.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Analisis Penerapan Program Kesetan dan Kesehatan Kerja (K3) di Bagian Produksi dengan Metode 5S sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja di PT. Industri Karet Nusantara

Analisis Penerapan Program Kesetan dan Kesehatan Kerja (K3) di Bagian Produksi dengan Metode 5S sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja di PT. Industri Karet Nusantara

Kinerja Karyawan ................................................................ III-26 3.13. Penccegahan-pencegahan Kecelakaan Kerja ........................... III-27 3.14. Pengukuran Hasil Usaha Keselamatan Kerja .......................... III-29 3.15. Tingkat Frekuensi/Kekerapan Kecelakaan Kerja .................... III-30 3.15.1. Tingkat Severity atau Keparahan Kecelakaan Kerja .. III-30 3.15.2. Nilai T Selamat ........................................................ III-31 3.16. Housekeeping ........................................................................ III-32 3.16.1. Konsep Seiri ............................................................ III-33 3.16.2. Konsep Seiton .......................................................... III-33 3.16.3. Konsep Seiso............................................................ III-34 3.16.4. Konsep Seiketsu ....................................................... III-35 3.16.5. Konsep Shitsuke ....................................................... III-36 3.17. Analisis Penerapan Program K3/5R di PT X dengan
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

EVALUASI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP  EVALUASI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP PRODUKTIVITAS PEKERJA.

EVALUASI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP EVALUASI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP PRODUKTIVITAS PEKERJA.

Hasil analisis mean dan standar deviasi menunjukkan pelaksanaan program K3 yang memiliki ranking tertinggi adalah para pekerja mendapatkan penerangan yang cukup saat bekerja dengan nilai mean sebesar 3,375 dan aspek dengan ranking tertinggi yaitu pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja dengan nilai mean sebesar 3,293. Sedangkan hasil analisis mean dan standar deviasi pengaruh pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap produktivitas pekerja dengan ranking tertinggi adalah mengenai ketersediaan perlengkapan Alat Pengaman Diri (APD) dengan nilai mean sebesar 3,406 dan aspek dengan ranking tertinggi yaitu penanggulangan situasi gawat darurat dengan mean sebesar 3,319.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ANALISIS PENERAPAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI PT. X BANDUNG PADA BAGIAN COR.

ANALISIS PENERAPAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI PT. X BANDUNG PADA BAGIAN COR.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada PT. “X” Bandung di bagian cor belum cukup baik, terlihat dari masih banyaknya pegawai yang melanggar prosedur kerja sehingga mengakibatkan kecelakaan. Hal tersebut karena kurangnya sanksi yang tegas dari manajemen mengenai standar operasi kerja.

2 Baca lebih lajut

Analisis Penerapan Program Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Dengan Pendekatan SMK3 dan Risk Assessment Di PT. Kreasi Kotak Megah.

Analisis Penerapan Program Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Dengan Pendekatan SMK3 dan Risk Assessment Di PT. Kreasi Kotak Megah.

Tugas sarjana merupakan salah satu dari kurikulum dan salah satu syarat khusus untuk menyelesaikan Tugas Akhir di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Tugas sarjana yang berjudul “Analisis Penerapan Program Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Dengan Pendekatan SMK3 dan Risk Assessment Di PT. Kreasi Kotak Megah”.

21 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI CNOOC.SES.LTD DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN.

PELAKSANAAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI CNOOC.SES.LTD DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN.

Indonesia memiliki berbagai sektor industri yang salah satunya adalah pertambangan. Pekerja yang ada di bidang eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi ini sangat bervariasi, salah satu contohnya adalah pekerja offshore. Dalam lima tahun terakhir dari kurun waktu tahun 2007 hingga 2011 kasus kecelakaan kerja di Indonesia terus meningkat, data yang dikeluarkan oleh PT. Jamsostek itu mencatat bahwa peningkatan kecelakaan kerja hingga sampai 200%. Dalam penelitian ini penulis mempunyai tujuan untuk mengetahui dan memahami mengenai penerapan program keselamatan dan kesehatan kerja di CNOOC.SES.Ltd, serta untuk mengetahui dan memahami kendala-kendala yang dihadapi oleh CNOOC.SES.Ltd dalam penyelenggaraan program keselamatan dan kesehatan kerja bagi para pekerja pengeboran minyak pada saat melakukan pekerjaannya dan upaya apa yang dilakukan untuk mengatasi kendala-kendala tersebut.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT. DJITOE  Pengaruh Penerapan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Produksi PT. Djitoe Indonesian Tobacco Surakarta.

PENGARUH PENERAPAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT. DJITOE Pengaruh Penerapan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Produksi PT. Djitoe Indonesian Tobacco Surakarta.

Hasil survei di PT. Djitoe Indonesian Tobacco Surakarta menunjukkan bahwa meskipun perusahaan tersebut telah menerapkan sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), namun masih ada beberapa masalah yang muncul berkaitan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PT. Djitoe Indonesian Tobacco merupakan perusahaan yang mengolah produk pertanian berupa tembakau menjadi rokok. Persaingan dengan perusahaan rokok lain pun sangat ketat baik lokal maupun nasional. Dari proses produksi tersebut, terdapat berbagai macam potensi bahaya yang mengancam para pekerja. Perusahaan ini termasuk ke dalam perusahaan besar dengan risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Ini terlihat dari proses produksinya yang banyak menggunakan mesin-mesin yang berteknologi tinggi sehingga menimbulkan potensi bahaya yang cukup banyak. Misalnya pada bagian giling gunting, pekerja tembakau dengan alat penggiling dan pemotong tembakau dimana di bagian ini terdapat potensi bahaya seperti terjepit, terpotong, tergores dan berbagai macam potensi penyakit akibat kerja seperti pneumonia, sakit pinggang, dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ANALISIS PENERAPAN  BUDAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA    ANALISIS PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT ADI SATRIA ABADI YOGYAKARTA.

ANALISIS PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA ANALISIS PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT ADI SATRIA ABADI YOGYAKARTA.

Puji dan syukur penulis haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas semua berkat, rahmat dan kasih karunia yang telah Dia limpahkan kepada hamba-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Tugas Akhir yang berjudul “ Analisis Penerapan Budaya K3 Menggunakan Cooper’ s Reciprocal Safety Culture Model di PT. Adi Satria Abadi Yogyakarta ” dengan baik dan tepat pada waktunya. Tugas Akhir ini diajukan untuk memenuhi sebagian syarat untuk dapat mencapai gelar Sarjana Strata-1 (S-1) pada Program Studi Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Analisis Tingkat Penerapan Program Kesetan Kesehatan Kerja (K3) dengan Pendekatan SMK3 dan Risk Assessment di PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) PKS Kebun Pagar Merbau

Analisis Tingkat Penerapan Program Kesetan Kesehatan Kerja (K3) dengan Pendekatan SMK3 dan Risk Assessment di PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) PKS Kebun Pagar Merbau

dengan Pendekatan SMK3 dan Risk Assessment di PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) PKS Kebun Pagar Merbau”. Diharapkan Laporan Tugas Akhir dapat menambah wawasan bagi pembaca dan sebagai masukan untuk penelitian yang berkaitan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

23 Baca lebih lajut

Analisis Tingkat Penerapan Program Kesetan Kesehatan Kerja (K3) dengan Pendekatan SMK3 dan Risk Assessment di PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) PKS Kebun Pagar Merbau

Analisis Tingkat Penerapan Program Kesetan Kesehatan Kerja (K3) dengan Pendekatan SMK3 dan Risk Assessment di PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) PKS Kebun Pagar Merbau

Dari hasil penelitian diketahui bahwa tingkat penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan persepsi karyawan dengan menggunakan kuesioner indikator SMK3 berada pada level Kuning (penilaian penerapan baik) dengan nilai tingkat pencapaian sebesar 70,23%. Tingkat penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan audit SMK3 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 50 Tahun 2012 menunjukkan PKS Pagar Merbau berhak untuk mendapatkan sertifikat bendera Emas (memuaskan) dengan nilai pencapaian penerapan sebesar 87,35%. Untuk tingkat kehilangan/kerugian (loss rate) berdasarkan data kecelakaan kerja untuk tahun 2010 – 2012 berada pada kategori Kuning (kerugian sedang). Untuk level tingkat penerapan program K3 pada PKS Kebun Pagar Merbau berada pada level 2 (kategori Cukup Aman). Sedangkan perangkingan bahaya (hazard) dalam kategori bahaya serius (serious) adalah stasiun kerja Pembantingan, kategori bahaya sedang (moderate) yakni stasiun kerja Perebusan dan unit kerja Boiler, kategori bahaya kecil (minor) yakni stasiun kerja Pengepresan, Pemurnian dan unit kerja Turbin, sedangkan kategori tidak perlu diperhatikan (negligible) yakni stasiun kerja Pengolahan Inti.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

T2 912012009 Daftar Pustaka

T2 912012009 Daftar Pustaka

Silaban, G., Soebijanto., Soetomo, A.H.,Maurits, L.S.,& Suma’mur. (2009). Kinerja Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perusahaan Peserta Program Jaminan Kecelakaan Kerja Pada PT. Jamsostek Cabang Medan. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 12, No 03.

7 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN PROGRAM KESELAMATAN D

PENGARUH PENERAPAN PROGRAM KESELAMATAN D

Melalui pelaksanaan program K3 yang optimal diharapkan dapat menurunkan angka terjadinya kecelakaan dan penurunan kondisi kesehatan serta dapat meningkatkan kinerja karyawan, sehingga tingkat motivasi kerja, disiplin, dan tanggung jawab karyawan akan meningkat yang pada akhirnya akan tercapai tujuan perusahaan (Ersyadinata, 2012:12). Dengan adanya K3 maka kinerja kerja karyawan dapat terwujud. Kondisi kerja yang aman, sehat dan terjamin keselamatan karyawan maka akan timbul rasa puas didalam diri karyawan, yang dapat terlihat pada sikap karyawan yang bergairah dalam bekerja (Dharman, 2009:202). Dari uraian diatas tampak jelas, bahwa melalui program K3 berhubungan erat dengan kinerja karyawan. Apabila perusahaan dapat menciptakan suasana kerja yang aman dan tenang, maka karyawan akan merasa dihargai dan diperhatikan. Sehingga karyawan akan mempunyai loyalitas, motivasi dan pada akhirnya meningkatkan kinerja.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TENTANG PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN KINERJA PADA KARYAWAN PT. PLN PERSERO SURAKARTA.

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TENTANG PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN KINERJA PADA KARYAWAN PT. PLN PERSERO SURAKARTA.

Praktek keselamatan kerja yang baik juga menciptakan kondisi-kondisi yang mendukung kenyamanan serta rasa semangat kerja sehingga faktor manusia dapat diserasikan dengan tingkat efisiensi kerja yang tinggi. Selain itu, kondisi lingkungan kerja yang baik, juga akan menyebabkan karyawan memiliki sifat positif terhadap pekerjaannya sehingga karyawan akan merasa senang dan puas dalam menyelesaikan pekerjaannya. Penerapan kesehatan kerja juga merupakan praktek perlindungan tenaga kerja dari bahaya-bahaya akibat kerja dan pencapaian derajat kesehatan dan keselamatan yang setinggi-tingginya. Dengan begitu, akan berpengaruh positif dalam peningkatan kerja dan produktifitas (Budiono, 1992).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN  Pengaruh Penerapan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Produksi PT. Djitoe Indonesian Tobacco Surakarta.

PENGARUH PENERAPAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN Pengaruh Penerapan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Produksi PT. Djitoe Indonesian Tobacco Surakarta.

The implementation of K3 in the company is very important because it provides protection against work accidents and prevent heavy losses for the company, as well as improving employee motivation in work. The purpose of this research is to know the influence of the K3 programs on performance of employees part of the production of PT Djitoe Indonesia Tobacco Surakarta. Research conducted with observational who use cross sectional approach. Sample research with purposive sampling of as many as 47 samples. Statistical tests using test correlation chi square with computer programs. Research results application of occupational health and safety program mostly with either category of 22 respondents (46,8%), the majority of respondents in the category of high performance of 20 respondents (42.6%). There was significant influence between the HSE performance with employees (p < 0.001), where the higher level programs K3, then the higher performance levels of employees.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...