pengaruh interaksi sosial dengan lembaga sosial

Top PDF pengaruh interaksi sosial dengan lembaga sosial:

INTERAKSI SOSIAL dan lembaga sosial  (2)

INTERAKSI SOSIAL dan lembaga sosial (2)

Motivasi yaitu rangsangan pengaruh, stimulus yang diberikan antar masyarakat, sehingga orang yang diberi motivasi menuruti tau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis, rasional dan penuh rasa tanggung jawab . Motivasi biasanya diberikan oleh orang yang memiliki status yang lebih tinggi dan berwibawa, misalnya dari seorang ayah kepada anak, seorang guru kepada siswa.

6 Baca lebih lajut

INTERAKSI SOSIAL  dan lembaga sosial (1)

INTERAKSI SOSIAL dan lembaga sosial (1)

Motivasi adalah dorongan, rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan seorang individu kepada individu yang lain sedemikian rupa sehingga orang yang diberi motivasi tersebut menuruti atau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis, rasional, dan penuh tanggung jawab. Contoh motivasi adalah guru yang memberikan motivasi kepada siswanya supaya siswanya semakin giat belajar. Tidak selamanya interaksi berjalan sesuai dengan rencana. Kontak sosial yang berlangsung kadang-kadang dapat berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan, namun sebaliknya suatu interaksi akan mengalami gangguan dan bahkan terhenti seandainya terjadi hal-hal berikut:
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Interaksi sosial  dan lembaga sosial (14)

Interaksi sosial dan lembaga sosial (14)

Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat jika individu dan kelompok sosial saling bertemu dan menetukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut atau apa yang terjadi apabila ada perubahan yang menyebabkan goyahnya pola-pola kehidupan yang telah ada. Proses sosial dapat di artikan sebagai pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama atau didalam kehidupan sosial, misalnya saling mempengaruhi antara sosial dan politik, politik dan ekonomi, ekonomi dan hukum, dan seterusnya.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Interaksi Sosial  dan lembaga sosial (4)

Interaksi Sosial dan lembaga sosial (4)

tradisional karena komunikasi sering dilakukan secara berhadapan. Jaringan komunikasi tradisional sudah lama berjalan di pedesaan, dikatakan tradisional karena hierakhi dalam hubungan yang tidak setaraf dialami orang bahkan sejak kanakkanak, hal ini terus berlangsung sampai generasi berikunya. Hubungan yang mendalam antara dua orang yang berbeda tarafnya (tingkatannya) yang satu lebih tinggi daripada yang lainnya terjadi karena terdapat hubungan yang bersifat “patron client” atau bapak anak buah. Bagi masyarakat desa, pemberi amanat dinilai oleh penerima amanat dari segi identitas atau gengsinya bukan dari isi yang dibawakan dalam amanat tersebut. Proses komunikasi sekunder berlaku dengan menggunakan alat, seperti media masa, radio, televisi, dan sebagainya agar dapat melipat gandakan jumlah penerima amanat, yang berarti pula mengatasi hambatan-hambatan geografis dan waktu. Pada dasarnya media masa mempunyai pengaruh yang bersifat mendatar (horizontal) dalam proses penyebarannya, sedangkan komunikasi antar orang disebut komunikasi sosial pengaruhnya bersifat ke atas dan kebawah (vertikal). Komunikasi melalui media massa akan berefek vertikal (dalam arti mengalami taraf penghayatan atau internalisasi) apabila tokoh pemimpin masa ikut menyebarkannya. Struktur sosial mempengaruhi interaksi sosial, misalnya struktur pedesaan atau perkotaan, masing-masing punya nilai dan norma sosial yang berbeda yang didasari nilai-nilai yang menentukan perilaku masyarakatnya selama interaksi berlangsung yang memperinci aturan permainan di dalam struktur itu. Adapun bentuk interaksi sosial ada yang mengarah pada kerja sama, pertentangan, bahkan ke arah konflik. Uraian lebih lanjut akan dipaparkan dalam sub bab berikut ini.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Interaksi sosial  dan lembaga sosial (9)

Interaksi sosial dan lembaga sosial (9)

1. Faktor imitasi, masyarakat merupakan pengelompokan manusia di mana tiap individu saling mengimitasi (meniru) dari orang lain dan sebaliknya. Bahkan masyarakat baru menjadi masyarakat yang sebenarnya ketika manusia mulai mengimitasi kegiatan manusia lainnya. 2. Faktor sugesti, pengaruh psikis baik yang datang dari diri sendiri maupun yang datang dari orang lain, umumnya sugesti diterima tanpa adanya kritik dati individu yang bersangkutan. Sugesti adalah suatu proses di mana individu menerima suatu cara penglihatan atau pedoman tingkah laku orang lain tanpa kritik terlebih dahulu.

6 Baca lebih lajut

INTERAKSI SOSIAL  dan lembaga sosial (16)

INTERAKSI SOSIAL dan lembaga sosial (16)

Untuk menggambarkan hubungn ini, H. Bonner (dalam Gerungan, 2009:62) pada intinya mengemukakan bahwa interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua atau lebih individu manusia, dimana kelakuan individu yang satu memengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu yang lain, atau sebaliknya. Individu yang satu dapat menyesuaikan diri secara autoplastis kepada individu yang lain, dimana dirinya dipengruhi oleh orang lain. Individu yang satu juga menyesuaikan diri secara aloplastis dengan individu lain, dimana individu yang lain itulah yang dipengaruhi oeh dirinya yang pertama. Dengan demikian, hubungan antara individu yang berinteraksi senantiasa merupakan hubungan timbal-balik, saling pengaruh yang timbal-balik.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Interaksi Sosial dan lembaga sosial

Interaksi Sosial dan lembaga sosial

Sebagai seorang remaja, tingkah laku yang bermoral tersebut merupakan sikap yang akan coba selalu dilakukan siswa berprestasi. Hal ini sesuai dengan pendapat Elida Prayitno (2006:100), seorang remaja dituntut melakukan tindakan sesuai dengan aturan etika moral karena salah satu tugas perkembangan mereka adalah memiliki seperangkat nilai yang memungkinkan remaja sukses menjadi orang dewasa. Remaja yang sukses melakukan tingkah laku moral tidak terlepas dari pengaruh orang tua dan guru sebagai model pencontohan remaja. Menurut Bandura dan Gewirtz (Elida Prayitno, 2006:101-102) remaja berkembang moralnya apabila dalam kehidupannya ia dapat meniru orang di sekitarnya yang juga bertingkah laku sesuai moral
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Makalah Interaksi Sosial dan lembaga

Makalah Interaksi Sosial dan lembaga

f. Motivasi, dorongan yang mendasari seseorang untuk melakukan perbuatan berdasarkan pertimbangan dan muncul dari pengaruh orang lain sehingga individu melakukan kontak dengan orang lain. Contohnya pemberian tugas dari seorang guru merupakan bentuk motivasi seupaya mereka mau belajar, rajin dan bertanggung jawab.

13 Baca lebih lajut

Interaksi Sosial  dan lembaga sosial 2

Interaksi Sosial dan lembaga sosial 2

 Kimball Young dan Raymond W. Mack: Pengertian interaksi sosial menurut Kimball Young dan Raymond W. Mack adalah hubungan sosial yang dinamis dan menyangkut hubungan antarindividu, antara individu dengan kelompok maupun antara kelompok dengan kelompok lainnya.

4 Baca lebih lajut

Interaksi sosial  dan lembaga sosial (15)

Interaksi sosial dan lembaga sosial (15)

Lazimnya tingkat ideal tersebut tidak disusun terlalu kaku, namun dalam bentuk minimal dan maksimal (range). Penyimpangan yang terjadi tetap masih dalam batas-batas yang dibenarkan disebut toleransi (tolerance). Sedangkan untuk memandu para pelaksana program menjaga mutu agar tetap berpedoman pada standar yang telah ditetapkan maka disusunlah protokol. Adapun yang dimaksud dengan protokol (pedoman, petunjuk pelaksanaan) adalah suatu pernyataan tertulis yang disusun secara sistimatis dan yang dipakai sebagai pedoman oleh para pelaksana dalam mengambil keputusan dan atau dalam melaksanakan pelayanan sosial. Makin dipatuhi protokol tersebut, makin tercapai standar yang telah ditetapkan.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Interaksi sosial dan lembaga sosial FIX

Interaksi sosial dan lembaga sosial FIX

(persuasive) dan jika perlu bersifat paksaan (coercion). Tanpa unsur paksaan, kebijakan itu hanya merupakan perumusan keinginan (statement of intent) belaka. Politik merupakan upaya atau cara untuk memperoleh sesuatu yang dikehendaki. Namun banyak pula yang beranggapan bahwa politik tidak hanya berkisar di lingkungan kekuasaan negara atau tindakan-tindakan yang dilaksanakan oleh penguasa negara. Dalam beberapa aspek kehidupan, manusia sering melakukan tindakan politik, baik politik dagang, budaya, sosial, maupun dalam aspek kehidupan lainnya. Demikianlah politik selalu menyangkut tujuan-tujuan dari seluruh masyarakat (public goals) dan bukan tujuan pribadi seseorang (private goals). Politik menyangkut kegiatan berbagai kelompok, termasuk partai politik dan kegiatan-kegiatan perseorangan (individu).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

INTERAKSI SOSIAL DAN LEMBAGA SOSIAL

INTERAKSI SOSIAL DAN LEMBAGA SOSIAL

Di dalam kehidupan masyarakat akan terlihat berbagai macam lembaga sosial yang ada, seperti halnya lembaga pendidikan, keluarga, politik, ekonomi, dan lain sebagainya. Hubungan antara lembaga sosial dalam masyarakat tidak selalu sejalan dan serasi. Ketidakcocokan antara berbagai lembaga sosial dapat kita lihat dalam kehidupan masyarakat. Misalnya kebiasaan merokok, norma dalam lembaga kesehatan menekankan untuk menghindari kebiasaan merokok tersebut karena berdampak pada masalah kesehatan. Berbeda dengan lembaga ekonomi yang justru menekankan norma yang berbeda. Berkembangnya industri rokok, berarti akan berdampak pada peluasan lapangan kerja, peningkatan penerimaan pajak oleh negara, dan pembangunan sekolah serta rumah sakit oleh pemerintah sebagai konsekuensi dari pajak yang diterima. Hal itu terjadi karena, lembaga sosial bukanlah suatu hal yang tetap atau langgeng, melainkan akan berubah sesuai dengan bertambahnya kebutuhan masyarakat.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Interaksi Sosial | Karya Tulis Ilmiah

Interaksi Sosial | Karya Tulis Ilmiah

Adalah bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan atau konflik. Wujud kontravensi antara lain sikap tidak senang, baik secara tersembunyi maupun secara terang - terangan seperti perbuatan menghalangi, menghasut, memfitnah, berkhianat, provokasi, dan intimidasi yang ditunjukan terhadap perorangan atau kelompok atau terhadap unsur - unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau konflik.

16 Baca lebih lajut

Budaya perkotaan dan pedesaan .

Budaya perkotaan dan pedesaan .

Pola-pola interaksi sosial pada suatu masyarakat ditentukan oleh struktur sosial masyarakat yang bersangkutan. Sedangkan struktur sosial sangat dipengaruhi oleh lembaga-lembaga sosial (social institutions) yang ada pada masyarakat tersebut. Karena struktur sosial dan lembaga-lembaga sosial yang ada di pedesaan sangat berbeda dengan di perkotaan, maka pola interaksi sosial pada kedua masyarakat tersebut juga tidak sama. Pada masyarakat pedesaan, yang sangat berperan dalam interaksi dan hubungan sosial adalah motif-motif sosial.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Interaksi Sosial | Karya Tulis Ilmiah Interaksi Sosial

Interaksi Sosial | Karya Tulis Ilmiah Interaksi Sosial

Adalah bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan atau konflik. Wujud kontravensi antara lain sikap tidak senang, baik secara tersembunyi maupun secara terang - terangan seperti perbuatan menghalangi, menghasut, memfitnah, berkhianat, provokasi, dan intimidasi yang ditunjukan terhadap perorangan atau kelompok atau terhadap unsur - unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau konflik. · Konflik

8 Baca lebih lajut

Interaksi Sosial  dan lembaga sosial (13)

Interaksi Sosial dan lembaga sosial (13)

Arti sugesti dan imitasi dalam hubungannya dengan interaksi sosial hamper sama. Bedanya adalah bahwa dalam imitasi itu orang yang satu mengikuti sesuatu di luar dirinya; sedangkan pada sugesti, seseorang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya yang lalu diterima oleh orang lain dluarnya. Sugesti dalam ilmu jiwa sosial dapat dirumuskan sebagai suatu proses di mana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau pedoman-pedoman tingkah laku dari orang lain tanpa kritik terlebih dahulu. Secara garis besar, terdapat beberapa keadaan tertentu serta syarat-syarat yang memudahkan sugesti terjadi, yaitu:
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Interaksi Sosial dan lembaga sosial  (1)

Interaksi Sosial dan lembaga sosial (1)

◦ Misalnya : Tato di Amerika dianggap sebagian besar orang sebagai keanehan dan eksentrik, roker punk, geng motor, skinhead. Bagi sebagian besar orang, responnya negatif. Tapi kini ada artis, olahragawan atau tokoh terkenal juga memiliki tato. Hal ini terjadi karena meningkatnya interaksi sosial dengan orang bertato.

13 Baca lebih lajut

Interaksi Sosial dan lembaga sosial

Interaksi Sosial dan lembaga sosial

Manusia juga melakukan interaksi sosial atas dasar dorongan eksternal yang berasal dari luar dirinya. Sesuatu yang menarik perhatian, dapat berupa orang, benda atau keadaan yang menjadi suatu rangsangan untuk melakukan komunikasi dengan orang lain. antara lain:

23 Baca lebih lajut

Interaksi Sosial dan lembaga sosial

Interaksi Sosial dan lembaga sosial

Soerjono Soekanto mendefinisikan nilai sebagai konsepsi abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk. Contoh, orang menganggap menolong bernilai baik, sedangkan mencuri bernilai buruk. Dengan demikian, nilai sosial adalah nilai yang dianut oleh suatu kelompok masyarakat. Untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk, pantas atau tidak pantas harus melalui proses menimbang. Hal ini tentu sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut masyarakat. Tak heran apabila antara masyarakat yang satu dan masyarakat yang lainnya terdapat perbedaan tata nilai. Contoh, masyarakat yang tinggal di perkotaan lebih menyukai persaingan karena dalam persaingan akan muncul pembaharuan-pembaharuan. Sementara pada masyarakat tradisional lebih cenderung menghindari persaingan karena dalam persaingan akan mengganggu keharmonisan
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Interaksi sosial  dan lembaga sosial (6)

Interaksi sosial dan lembaga sosial (6)

3. Akulturasi adalah proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing dengan sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri. Secara singkat, akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan atau lebih sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Contohnya pada Saat budaya rap dari negara asing digabungkan dengan bahasa Jawa, sehingga menge-rap dengan menggunakan bahasa Jawa. Ini terjadi di acara Simfoni Semesta Raya.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...