pengawasan keuangan daerah (APBD)

Top PDF pengawasan keuangan daerah (APBD):

PENGARUH PENGETAHUAN ANGGARAN ANGGOTA DEWAN TERHADAP PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH DENGAN PARTISIPASI MASYARAKAT DAN TRANSPARANSI KEBIJAKAN PUBLIK SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI

PENGARUH PENGETAHUAN ANGGARAN ANGGOTA DEWAN TERHADAP PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH DENGAN PARTISIPASI MASYARAKAT DAN TRANSPARANSI KEBIJAKAN PUBLIK SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI

1. Pengaruh pengetahuan anggaran anggota dewan terhadap pengawasan keuangan daerah tidak dimoderasi oleh partisipasi masyarakat artinya adanya partisipasi masyarakat tidak serta merta dapat meningkatkan pengetahuan anggaran anggota dewan dalam melakukan pengawasan keuangan daerah. Hasil ini mengindikasikan bahwa pengaruh pengetahuan anggaran anggota dewan terhadap penyusunan anggaran tidak diperkuat dengan adanya partisipasi masyarakat sehingga keterlibatan masyarakat dalam memberikan masukan saat penyusunan arah dan kebijakan umum APBD, kritik dan saran masyarakat dapat menentukan strategi dan prioritas APBD, partisipasi publik menjadi dasar dalam menyusun APBD, saran dan kritik dari masyarakat dijadikan pertimbangan untuk merevisi anggaran serta jika terjadi perubahan kebijakan dalam hal APBD biasanya dewan mensosialisasikan dan masyarakat mendapatkan informasi tidak berdampak pada pengaruh pengetahuan anggaran anggota dewan terhadap pengawasan keuangan daerah artinya adanya partisipasi masyarakat tidak serta merta dapat meningkatkan pengetahuan anggaran anggota dewan dalam melakukan pengawasan keuangan daerah. Hal ini bisa terjadi, peneliti menduga bahwa anggota dewan umumnya merupakan anggota dewan baru sehingga pengetahuan dalam menyusun anggaran memiliki keterbatasan-keterbatasan dalam menjalankan fungsi pengawasan
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Partisipasi Masyarakat dan Transparansi Kebijakan Publik Terhadap Hubungan Pengetahuan Dewan Tentang Anggaran dengan Pengawasan Keuangan Daerah (Studi Empiris di DPRD Kab. Boyolali).

PENDAHULUAN Pengaruh Partisipasi Masyarakat dan Transparansi Kebijakan Publik Terhadap Hubungan Pengetahuan Dewan Tentang Anggaran dengan Pengawasan Keuangan Daerah (Studi Empiris di DPRD Kab. Boyolali).

penelitian yang menguji hubungan antara kualitas anggota Dewan dengan kinerjanya diantaranya dilakukan oleh (Indradi, 2001 ; Syamsiar, 2001 ; Sutarnoto, 2002). Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa kualitas Dewan yang diukur dengan Pendidikan Pengetahuan, dan Keahlian berpengaruh terhadap kinerja Dewan salah satunya adalah kinerja pada saat melakukan fungsi pengawasan. Penelitian terdahulu yang dilakukan Sopanah (2003), membuktikan bahwa pengetahuna dewan tentang anggaran berpengaruh signifikan terhadap pengawasan keuangan daerah (APBD) dan interaksi antara pengetahuan dewan tentang anggaran dengan Partisipasi Masyarakat berpengaruh signifikan terhadap pengawasan keuangan daerah (APBD), sedangkan interaksi antara pengetahuan dewan tentang anggaran dengan transparansi kebijakan publik tidak signifikan terhadap pengawasan keuangan daerah (APBD), (Werimon, Ghozali, dan Nazir, 2007).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Pengetahuan Anggota Dewan Tentang Anggaran Terhadap Pengawasan Keuangan Daerah (APBD) Dengan Variabel Moderating (Studi Empiris Pada DPRD Kabupaten Kendal).

PENDAHULUAN Pengaruh Pengetahuan Anggota Dewan Tentang Anggaran Terhadap Pengawasan Keuangan Daerah (APBD) Dengan Variabel Moderating (Studi Empiris Pada DPRD Kabupaten Kendal).

Pengawasan keuangan daerah oleh DPRD harus sudah dilakukan sejak tahap perencanaan, tidak hanya pada tahap pelaksanaan dan pelaporan saja sebagaimana yang terjadi selama ini. Hal ini penting karena dalam era otonomi, DPRD memiliki wewenang untuk menentukan arah dan kebijakan APBD. Apabila DPRD lemah dalam tahap perencanaan (penentuan arah dan kebijakan umum APBD), maka dikhawatirkan pada tahap pelaksanaan akan mengalami banyak penyimpangan. Untuk memperkuat fungsi pengawasan, DPRD bisa membentuk badan ombudsmen yang berfungsi sebagai pengawas independen untuk mengawasi jalannya suatu lembaga publik (Utami dan Syofyan, 2013).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH PENGETAHUAN ANGGOTA DEWAN TENTANG ANGGARAN TERHADAP PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH  Pengaruh Pengetahuan Anggota Dewan Tentang Anggaran Terhadap Pengawasan Keuangan Daerah (APBD) Dengan Variabel Moderating (Studi Empiris Pada DPRD Kabupaten Kendal).

PENGARUH PENGETAHUAN ANGGOTA DEWAN TENTANG ANGGARAN TERHADAP PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH Pengaruh Pengetahuan Anggota Dewan Tentang Anggaran Terhadap Pengawasan Keuangan Daerah (APBD) Dengan Variabel Moderating (Studi Empiris Pada DPRD Kabupaten Kendal).

Alhamdulillah penulis mengucapkan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan berkahnya. Sholawat serta salam yang senantiasa tercurah pada junjungan Nabi Muhammad SAW, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “PENGARUH PENGETAHUAN ANGGOTA DEWAN TENTANG ANGGARAN TERHADAP PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH (APBD) DENGAN VARIABEL MODERATING (Studi Empiris Pada DPRD Kabupaten Kendal)”.

Baca lebih lajut

PENGARUH PENGETAHUAN ANGGOTA DEWAN TENTANG ANGGARAN TERHADAP PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH  Pengaruh Pengetahuan Anggota Dewan Tentang Anggaran Terhadap Pengawasan Keuangan Daerah (APBD) Dengan Variabel Moderating (Studi Empiris Pada DPRD Kabupaten Kendal).

PENGARUH PENGETAHUAN ANGGOTA DEWAN TENTANG ANGGARAN TERHADAP PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH Pengaruh Pengetahuan Anggota Dewan Tentang Anggaran Terhadap Pengawasan Keuangan Daerah (APBD) Dengan Variabel Moderating (Studi Empiris Pada DPRD Kabupaten Kendal).

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akuntabilitas, partisipasi masyarakat, transparansi kebijakan publik, komitmen organisasi, dan budaya organisasi terhadap pengetahuan dewan tentang anggaran dengan pengawasan dewan pada keuangan daerah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner. Metode pengumpulan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Penelitian ini menggunakan alat analisis Moderate Analysis Regresi (MRA). Hasil dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dewan tentang aggaran mempengaruhi pengawasan keuangan daerah (APBD). Partisipasi masyarakat , dan transparasi kebijakan publik berpengaruh terhadap hubungan antara pengetahuan dewan dengan pengawasan keuangan daerah (APBD). Sedangkan akuntabilitas, komitmen organisasi, dan budaya organisasi tidak berpengaruh terhadap hubungan antara pengetahuan dewan dengan pengawasan keuangan daerah (APBD).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH  PENGETAHUAN  DEWAN  TENTANG  ANGGARAN TERHADAP  PENGAWASAN  KEUANGAN  DAERAH  (APBD)  Pengaruh Pengetahuan Dewan Tentang Anggaran Terhadap Pengawasan Keuangan Daerah (APBD) Dengan Variabel Moderator Komitmen Organisasi, Akuntabilitas, Partisipas

PENGARUH PENGETAHUAN DEWAN TENTANG ANGGARAN TERHADAP PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH (APBD) Pengaruh Pengetahuan Dewan Tentang Anggaran Terhadap Pengawasan Keuangan Daerah (APBD) Dengan Variabel Moderator Komitmen Organisasi, Akuntabilitas, Partisipas

kebijakan publik sebesar 0,712 (p > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa hanya interaksi antara pengetauan dewan dengan partisipasi masyarakat yang berpengaruh signifikan terhadap pengawasan keuangan daerah. Sedangkan untuk variabel yang lainnya tidak berpengaruh signifikan terhadap pengawasan keuangan daerah karena memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05.

Baca lebih lajut

PENGARUH PARTISIPASI MASYARAKAT DAN PENGETAHUAN DEWAN TENTANG ANGGARAN TERHADAP PERAN DEWAN DALAM PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH (APBD).

PENGARUH PARTISIPASI MASYARAKAT DAN PENGETAHUAN DEWAN TENTANG ANGGARAN TERHADAP PERAN DEWAN DALAM PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH (APBD).

posisi dan peran strategis terkait dengan pengawasan keuangan daerah. Peraturan Pemerintah (PP) RI No. 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah oleh lembaga legislatif (DPRD) terhadap lembaga eksekutif (Pemerintah Daerah) sangat penting dilakukan, karena pengawasan merupakan suatu usaha untuk menjamin adanya keserasian antara penyelenggaraan tugas pemerintah dan menjamin kelancaran penyelenggaraan pemerintah secara berdaya guna dan berhasil guna (Makeuda, 1981 dalam Winarna dan Murni, 2007).

Baca lebih lajut

PENGARUH PENGETAHUAN DEWAN TENTANG ANGGARAN TERHADAP PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH  (APBD) DENGAN KOMITMEN  Pengaruh Pengetahuan Dewan Tentang Anggaran Terhadap Pengawasan Keuangan Daerah (APBD) Dengan Komitmen Organisasi, Akuntabilitas, Dan Partisipasi Masy

PENGARUH PENGETAHUAN DEWAN TENTANG ANGGARAN TERHADAP PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH (APBD) DENGAN KOMITMEN Pengaruh Pengetahuan Dewan Tentang Anggaran Terhadap Pengawasan Keuangan Daerah (APBD) Dengan Komitmen Organisasi, Akuntabilitas, Dan Partisipasi Masy

Berdasarkan hasil pengujian statistik, menunjukkan bahwa pengetahuan dewan tentang anggaran berpengaruh secara statistik signifikan terhadap pengawasan keuangan daerah, interaksi pengetahuan dewan tentang anggaran dengan akuntabilitas dan partisipasi masyarakat berpengaruh secara statistik signifikan terhadap pengawasan keuangan daerah, serta interaksi pengetahuan dewan tentang anggaran dengan komitmen organisasi tidak berpengaruh terhadap pengawasan keuangan daerah.

Baca lebih lajut

PENGARUH PENGETAHUAN DEWAN TENTANGANGGARANTERHADAP PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH(APBD), Pengaruh Pengetahuan Dewan Tentang Anggaran Terhadap Pengawasan Keuangan Daerah (APBD), dengan Partisipasi Masyarakat dan Transparansi Kebijakan Publik Sebagai Variabel M

PENGARUH PENGETAHUAN DEWAN TENTANGANGGARANTERHADAP PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH(APBD), Pengaruh Pengetahuan Dewan Tentang Anggaran Terhadap Pengawasan Keuangan Daerah (APBD), dengan Partisipasi Masyarakat dan Transparansi Kebijakan Publik Sebagai Variabel M

Metodologi penelitian ini mengambil sample dengan metode sampling jenuh kepada seluruh anggota DPRD Kabupaten Karanganyar periode 2009-2014, dengan menggunakan kuosioner yang kemudian dianalisis menggunakan regresi berganda. Hasil pengujian pertama pengujian penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dewan tentang anggaran berpengaruh positif terhadap pengawasan keuangan daerah, ditunjukan nilai signifikan uji t sebesar 0,050 atau = α 5%. Kedua, interaksi pengetahuan dewan tentang anggaran dan partisipasi masyarakat berpengaruh negatif terhadap pengawasan keuangan daerah ditunjukan nilai signifikan uji t sebesar 0,888 atau > α 5%. Ketiga, interaksi antara pengetahuan dewan tentang anggaran dan transparansi kebijakan publik berpengaruh positif terhadap pengawasan keuangan daerah, ditunjukan nilai signifikan uji t sebesar 0,029 atau > α 5%. Dan keempat pengujian simultan Pengetahuan dewan tentang anggaran, Partisipasi masyarakat dan transparansi kebijakan publik, secara bersamaan berpengaruh positif signifikan terhadap Pengawasan keuangan Daerah (APBD) ditunjukan nilai F sebesar 13,100 atau F hitung > F table
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH PENGETAHUAN DEWAN TENTANG ANGGARAN TERHADAP PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH(APBD),  Pengaruh Pengetahuan Dewan Tentang Anggaran Terhadap Pengawasan Keuangan Daerah (APBD), dengan Partisipasi Masyarakat dan Transparansi Kebijakan Publik Sebagai Variabe

PENGARUH PENGETAHUAN DEWAN TENTANG ANGGARAN TERHADAP PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH(APBD), Pengaruh Pengetahuan Dewan Tentang Anggaran Terhadap Pengawasan Keuangan Daerah (APBD), dengan Partisipasi Masyarakat dan Transparansi Kebijakan Publik Sebagai Variabe

Metodologi penelitian ini mengambil sample dengan metode sampling jenuh kepada seluruh anggota DPRD Kabupaten Karanganyar periode 2009-2014, dengan menggunakan kuosioner yang kemudian dianalisis menggunakan regresi berganda. Hasil pengujian pertama pengujian penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dewan tentang anggaran berpengaruh positif terhadap pengawasan keuangan daerah, ditunjukan nilai signifikan uji t sebesar 0,050 atau = α 5%. K edua, interaksi pengetahuan dewan tentang anggaran dan partisipasi masyarakat berpengaruh negatif terhadap pengawasan keuangan daerah ditunjukan nilai signifikan uji t sebesar 0,888 atau > α 5%. Ketiga, interaksi antara pengetahuan dewan tentang anggaran dan transparansi kebijakan publik berpengaruh positif terhadap pengawasan keuangan daerah, ditunjukan nilai signifikan uji t sebesar 0,029 atau > α 5%. Dan keempat pengujian simultan Pengetahuan dewan tentang anggaran, Partisipasi masyarakat dan transparansi kebijakan publik, secara bersamaan berpengaruh positif signifikan terhadap Pengawasan keuangan Daerah (APBD) ditunjukan nilai F sebesar 13,100 atau F hitung > F table =2,610.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGATER Pengaruh Pengetahuan Dewan tentang Anggaran terhadap Pengawasan Keuangan Daerah (APBD) dengan Variabel Moderator Akuntabilitas, Partisipasi Masyarakat dan Transparasi Kebijakan Publik.

PENGATER Pengaruh Pengetahuan Dewan tentang Anggaran terhadap Pengawasan Keuangan Daerah (APBD) dengan Variabel Moderator Akuntabilitas, Partisipasi Masyarakat dan Transparasi Kebijakan Publik.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris dengan menggunkan data primer, mengenai pengaruh pengetahuan dewantentang anggaran terhadap pengawasan keuangan daerah dengan variabel moderator Akuntabilitas, Partisipasi Masyarakat dan Transparansi Kebijakan Publik. Pengertian Pengawasan keuangan daerah adalah tindakan yang dilakukan untuk menjamin agar pemerintah daerah dan pengeluaran daerah tidak menyimpang dari rencana yang telah digariskan dalam anggaran.

Baca lebih lajut

Pengaruh Pengetahuan Dewan Tentang Anggaran Terhadap Pengawasan Keuangan Daerah (Studi Empiris Pada DPRD Provinsi Jawa Tengah dan DPRD Kabupaten Karanganyar)

Pengaruh Pengetahuan Dewan Tentang Anggaran Terhadap Pengawasan Keuangan Daerah (Studi Empiris Pada DPRD Provinsi Jawa Tengah dan DPRD Kabupaten Karanganyar)

Hal tersebut dikarenakan penyusunan dan penetapan perhitungan anggaran merupakan pertanggung-jawaban DPRD, sehingga anggota dewan perlu untuk memiliki pengetahuan yang tinggi tentang penyusunan dan pelaksanaan APBD dalam melakukan pengawasan keuangan daerah. Karena dengan adanya pengetahuan dewan tentang anggaran yang baik, maka anggota dewan dapat mendeteksi terjadinya kebocoran, pemborosan dan kegagalan dalam pelaksanaan APBD. Selain itu, agar jumlah anggaran yang telah disetujui dewan legislatif dapat termanfaatkan oleh lembaga eksekutif secara ekonomis, efisien dan efektif; maka APBD disusun oleh DPRD bersama-sama dengan kepala daerah.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Pengetahuan Dewan Tentang Anggaran Terhadap Pengawasan Keuangan Daerah Dengan Komitmen Organisasi Dan Transparansi Kebijakan Publik Sebagai Variabel Moderating (Study Empiris pada DPRD Kabupaten Karanganyar dan Sragen).

PENDAHULUAN Pengaruh Pengetahuan Dewan Tentang Anggaran Terhadap Pengawasan Keuangan Daerah Dengan Komitmen Organisasi Dan Transparansi Kebijakan Publik Sebagai Variabel Moderating (Study Empiris pada DPRD Kabupaten Karanganyar dan Sragen).

Transparansi publik merupakan prinsip yang menjamin akses atau kebebasan bagi setiap orang untuk memperoleh informasi tentang penyelenggaraan pemerintahan, yakni informasi tentang kebijakan, proses pembuatan dan pelaksanaannya, serta hasil-hasil yang dicapai (Werimon dkk., 2007) . Transparansi merupakan salah satu prinsip dari good governance. Asumsi yang dapat dirumuskan, semakin transparan kebijakan publik, yang dalam hal ini adalah APBD maka pengawasan yang dilakukan oleh Dewan akan semakin meningkat karena masyarakat juga terlibat dalam mengawasi kebijakan publik tersebut. Meskipun demikian, saat ini anggota dewan lebih cenderung mendengar instruksi dari partai daripada saran-saran dari masyarakat. Keadaan inilah yang menjadikan untuk termotivasi mengadakan penelitian.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

DASAR TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS  PENGARUH PENGETAHUAN DEWAN TENTANG ANGGARAN TERHADAP PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH DENGAN VARIABEL MODERATOR PARTISIPASI MASYARAKAT DAN TRANSPARANSI KEBIJAKAN PUBLIK DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

DASAR TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS PENGARUH PENGETAHUAN DEWAN TENTANG ANGGARAN TERHADAP PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH DENGAN VARIABEL MODERATOR PARTISIPASI MASYARAKAT DAN TRANSPARANSI KEBIJAKAN PUBLIK DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

Pengawasan yang dilakukan oleh dewan dapat berupa pengawasan secara langsung dan tidak langsung serta preventif dan represif. Pengawasan langsung dilakukan secara pribadi dengan cara mengamati, meneliti, memeriksa, mengecek sendiri ditempat pekerjaan dan meminta secara langsung dari pelaksana dengan cara inspeksi. Sedangkan pengawasan tidak langsung dilakukan dengan cara mempelajari laporan yang diterima dari pelaksana. Pengawasan preventif dilakukan melalui pre-audit yaitu sebelum pekerjaan dimulai. Pengawasan represif dilakukan melalui post audit dengan pemeriksaan terhadap pelaksanaan ditempat (inspeksi).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH AKUNTABILITAS PUBLIK, PARTISIPASI MASYARAKAT, TRANSPARANSI KEBIJAKAN PUBLIK, DAN PENGETAHUAN   Pengaruh Akuntabilitas Publik, Partisipasi Masyarakat, Transparansi Kebijakan Publik, Dan Pengetahuan Dewan Terhadap Pengawasan Anggaran Keuangan Daera

PENGARUH AKUNTABILITAS PUBLIK, PARTISIPASI MASYARAKAT, TRANSPARANSI KEBIJAKAN PUBLIK, DAN PENGETAHUAN Pengaruh Akuntabilitas Publik, Partisipasi Masyarakat, Transparansi Kebijakan Publik, Dan Pengetahuan Dewan Terhadap Pengawasan Anggaran Keuangan Daera

3. Transparansi Kebijakan Publik dan Pengawasan Keuangan Daerah Transparansi kebijakan publik merupakan prinsip yang menjamin akses atau kebebasan bagi setiap orang untuk memperoleh informasi tentang penyelenggaraan pemerintahan, yakni informasi tentang kebijakan, proses pembuatan dan pelaksanaannya, serta hasil-hasil yang dicapai. Transparansi merupakan salah satu prinsip dari good governance. Asumsi yang dapat dirumuskan bahwa semakin transparansi kebijakan publik dalam mengenai APBD maka pengawasan yang dilakukan oleh dewan akan semakin meningkat karena masyarakat juga terlibat dalam mengawasi kebijakan publik tersebut (Coryanata, 2007).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Pengetahuan Anggota Dewan Tentang Anggaran Terhadap Pengawasan Keuangan Daerah Dengan Partisipasi Masyarakat Dan Akuntabilitas Sebagai Variabel Moderating ( Studi Empiris di Kabupaten Boyolali ).

PENDAHULUAN Pengaruh Pengetahuan Anggota Dewan Tentang Anggaran Terhadap Pengawasan Keuangan Daerah Dengan Partisipasi Masyarakat Dan Akuntabilitas Sebagai Variabel Moderating ( Studi Empiris di Kabupaten Boyolali ).

diharapkan anggota dewan dapat menganalisa adanya pemborosan dan kebocoran anggaran. Pengalaman dan pengetahuan dewan sangat membantu seseorang dalam memecahkan permasalahan yang dihadapinya sesuai dengan kedudukan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebagai wakil rakyat.

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENGARUH PENGETAHUAN DEWAN TENTANG ANGGARAN TERHADAP PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH DENGAN VARIABEL MODERATOR PARTISIPASI MASYARAKAT DAN TRANSPARANSI KEBIJAKAN PUBLIK (Study Empiris Di DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta).

PENDAHULUAN PENGARUH PENGETAHUAN DEWAN TENTANG ANGGARAN TERHADAP PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH DENGAN VARIABEL MODERATOR PARTISIPASI MASYARAKAT DAN TRANSPARANSI KEBIJAKAN PUBLIK (Study Empiris Di DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta).

Penelitian ini replikasi dari penelitian Sopanah dan Mardiasmo (2003). Komitmen pemerintahan yang baru, untuk mengelola pemerintahan yang bersih dan berpihak pada kepentingan public serta ketidaksignifikan transparansi kebijakan public terhadap pengawasan keuangan daerah yang merupakan tuntutan agenda reformasi, menjadi suatu permaslahan yang menarik untuk dikaji kembali.

Baca lebih lajut

PENGARUH PENGETAHUAN DEWAN TENTANG ANGGARAN TERHADAP PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH  (APBD) DENGAN KOMITMEN  Pengaruh Pengetahuan Dewan Tentang Anggaran Terhadap Pengawasan Keuangan Daerah (APBD) Dengan Komitmen Organisasi, Akuntabilitas, Dan Partisipasi Masy

PENGARUH PENGETAHUAN DEWAN TENTANG ANGGARAN TERHADAP PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH (APBD) DENGAN KOMITMEN Pengaruh Pengetahuan Dewan Tentang Anggaran Terhadap Pengawasan Keuangan Daerah (APBD) Dengan Komitmen Organisasi, Akuntabilitas, Dan Partisipasi Masy

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris dengan menggunakan data primer, mengenai pengaruh pengetahuan dewan tentang anggaran terhadap pengawasan keuangan daerah dengan komitmen organisasi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat sebagai variabel moderating. Sampel yang digunakan adalah anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Pati dan Jepara. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan sampel jenuh (sensus). Jumlah responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 90 orang.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Pengetahuan Dewan Tentang Anggaran Terhadap Pengawasan Keuangan Daerah (APBD) Dengan Variabel Moderator Komitmen Organisasi, Akuntabilitas, Partisipasi Masyarakat Dan Transparansi Kebijakan Publik (Studi Empiris Pada DPRD Provinsi Ja

PENDAHULUAN Pengaruh Pengetahuan Dewan Tentang Anggaran Terhadap Pengawasan Keuangan Daerah (APBD) Dengan Variabel Moderator Komitmen Organisasi, Akuntabilitas, Partisipasi Masyarakat Dan Transparansi Kebijakan Publik (Studi Empiris Pada DPRD Provinsi Ja

Terjadinya krisis ekonomi diIndonesia antara lain disebabkan oleh tatacara penyelenggaraan pemerintahan yang tidak dikelola dan diatur dengan baik. Akibatnya timbul berbagai masalah seperti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang sulit diberantas, masalahpenegakan hukum yang sulit berjalan, monopoli dalam kegiatan ekonomi, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat memburuk, yang berdampak pada krisis ekonomi dan krisis kepercayaan serta mengarah pada reformasi. Oleh karena itu, reformasi telah membawa perubahan terhadap sistem politik, sosial, kemasyarakatan serta ekonomi sehingga menimbulkan tuntutan yang beragam terhadap pengelolaan pemerintahan yang baik ( good government governance) . Tuntuan ini perlu dipenuhi dan disadari langsung oleh para manajer pemerintahan daerah demi meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Pengetahuan Dewan Tentang Anggaran,   Partisipasi Masyarakat Dan Transparansi Kebijakan Publik  Terhadap  Kinerja  DPRD Dalam Pengawasan Keuangan  Daerah Dengan Komitmen Profesional Sebagai Variabel Moderasi

Pengaruh Pengetahuan Dewan Tentang Anggaran, Partisipasi Masyarakat Dan Transparansi Kebijakan Publik Terhadap Kinerja DPRD Dalam Pengawasan Keuangan Daerah Dengan Komitmen Profesional Sebagai Variabel Moderasi

Hasil pengujian dalam penelitian ini menyatakan bahwa secara parsial transparansi kebijakan publik berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja DPRD.Penelitian ini mendukung penelitian Coryanata (2007) yang menjadikan tranparansi kebijakan publik sebagai variabel moderasi dan menyatakan bahwa transparansi kebijakan publik memberikan positif signifikan terhadap hubungan pengetahuan tentang anggaran dengan pengawasan keuangan daerah. Hal ini terkait dengan apa yang disampaikan Mardiasmo (2003) menyebutkan Anggaran yang disusun oleh pihak eksekutif dikatakan transparan jika memenuhi beberapa kriteria berikut: 1) Terdapat pengumuman kebijakan anggaran, 2) Tersedia dokumen anggaran dan mudah diakses, 3) Tersedia laporan pertanggungjawaban yang tepat waktu, 4) Terakomodasinya suara/usulan rakyat, 5) Terdapat sistem pemberian informasi kepada publik. Asumsinya semakin transparan kebijakan publik, yang dalam hal ini adalah APBD maka pengawasan yang dilakukan oleh Dewan akan semakin meningkat karena masyarakat juga terlibat dalam mengawasi kebijakan publik tersebut.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...