pengelolaan stres

Top PDF pengelolaan stres:

PENGARUH PERSEPSI GURU TENTANG KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, BUDAYA SEKOLAH, DAN PENGELOLAAN STRES TERHADAP KINERJA GURU DI SMP NEGERI KOTA GUNUNGSITOLI.

PENGARUH PERSEPSI GURU TENTANG KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, BUDAYA SEKOLAH, DAN PENGELOLAAN STRES TERHADAP KINERJA GURU DI SMP NEGERI KOTA GUNUNGSITOLI.

meningkatkan kinerjanya. Kepala sekolah selaku menajer sering tidak cermat memperhatikan keadaan yang dialami bawahannya untuk mengambil sikap atau tindakan membantu segala permasalahan yang dihadapi guru yang menyebabkan stres dalam melaksanakan tugasnya di sekolah. Demikian juga guru yang mengalami stres terkadang kurang mampu dalam mengelola dampak stres yang dialaminya. Dari kejadian yang terjadi di atas dapat diindikasikan pengelolaan stres di SMP Negeri Kota Gunungsitoli belum dapat dikelolola dengan baik untuk menurunkan tingkat stres pada guru.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

PENGARUH BUDAYA SEKOLAH, KECERDASAN EMOSIONAL, DAN PENGELOLAAN STRES KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI GURU SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI KABUPATEN PADANG LAWAS.

PENGARUH BUDAYA SEKOLAH, KECERDASAN EMOSIONAL, DAN PENGELOLAAN STRES KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI GURU SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI KABUPATEN PADANG LAWAS.

Astri Novia Siregar. NIM. 8216132004. Pengaruh Budaya Sekolah, Kecerdasan Emosional, dan Pengelolaan Stres Kerja Terhadap Komitmen Organisasi Guru Sekolah Menengah Atas Negeri Kabupaten Padang Lawas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui: (1) pengaruh Budaya Sekolah Terhadap Komitmen Organisasi Guru; (2) Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Komitmen Organisasi Guru; (3) Pengaruh Pengelolaan Stres Kerja Terhadap Komitmen Organisasi Guru; (4) Pengaruh Budaya Sekolah Terhadap Pengelolaan Stres Kerja; (5) Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Pengelolaan Stres Kerja Guru Sekolah Menengah Atas Negeri Kabupaten Padang Lawas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, model yang digunakan adalah analisis jalur dengan teknik analisis data inferensial. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru Sekolah Menengah Atas yang ada di Kabupaten Padang Lawas yang berjumlah 214 guru. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik stratified proportional random sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 137 orang guru. Instrumen penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data adalah angket. Hasil dari penelitian ini ditemukan: (1) terdapat pengaruh langsung dan signifikan budaya sekolah terhadap komitmen organisasi guru dengan koefisien korelasi  41 = 0,233 dengan
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

Teknik pengelolaan stres dalam ajaran kawruh jiwa suryomentaram pada seorang anggota paguyuban pelajar Kawruh Jiwa Malang.

Teknik pengelolaan stres dalam ajaran kawruh jiwa suryomentaram pada seorang anggota paguyuban pelajar Kawruh Jiwa Malang.

1. Teknik pengelolaan stres dalam ajaran kawruh jiwa Suryomentaram. Dengan langkah-langkah: 1) memahami diri sendiri dengan cara mawas diri. 2) mengawasi hasrat atau keinginan yang terus meningkat. 3) penyamaan persepsi. Proses konseling dalam mengelola stres pada seorang anggota paguyuban pelajar kawruh jiwa Malang dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut, yaitu identifikasi masalah yakni konselor menggali data dari klien mengenai identitas klien dan gejala-gejala masalah yang dialami klien, kemudian langkah kedua yakni diagnosis untuk menetapkan masalah klien. Selanjutnya prognosis dengan menetapkan jenis bantuan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah klien.
Baca lebih lanjut

134 Baca lebih lajut

TEKNOLOGI QUANTUM IKHLAS DALAM PENGELOLAAN STRES UNTUK MENINGKATKAN ESQ PADA GURU MADRASAH IBTIDAIYAH

TEKNOLOGI QUANTUM IKHLAS DALAM PENGELOLAAN STRES UNTUK MENINGKATKAN ESQ PADA GURU MADRASAH IBTIDAIYAH

Guru Kelas adalah guru yang bertanggung jawab penuh terhadap pengelolaan sebuah kelas pembelajaran. Dan guru adalah bagian terpenting dan perananya sangat menetukan. Dengan berbagai kometensi yang dimiliki oleh guru diharapkan menjadikan peserta didik yang berkualitas dan memajukan mutu pendidikan bangsa. (Anshori, 2012 : 53) Proses dari tahapan-tahapan pendidikan harus penting diperhatikan, dari jenjang SD, SLTP dan SLTA bahkan perguruan tinggi. Guru menjadi tumpuan dan mempunyai tanggung jawab dalam penyelesaian misi dari hal yang sederhana. Model guru seperti ini terdapat pada jenjang pendidikan dasar atau madrasah ibtidaiyyah. Dalam proses pembelajaran, seorang guru diharapkan dapat mengampu beberapa pelajaran dalam satu kelas. Dengan multiranah pembelajaran ditambah dengan karakter peserta didik yang beraneka ragam, sangat mungkin akan meningkatkan hormon stres pada dirinya.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN DENGAN PENGELOLAAN STREES KERJA SEBAGAI  Analisis Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Loyalitas Karyawan Dengan Pengelolaan Strees Kerja Sebagai Variabel moderating (Studi Pada PT. Tirta Investama

ANALISIS PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN DENGAN PENGELOLAAN STREES KERJA SEBAGAI Analisis Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Loyalitas Karyawan Dengan Pengelolaan Strees Kerja Sebagai Variabel moderating (Studi Pada PT. Tirta Investama

Dari uji statistik t (Uji t) pada tabel 4.14berdasarkan dari ketiga variabel yang dimasukkan kedalam model regresi, variabel kepuasan kerja, pengelolaan stres kerja berpengaruh secara signifikan terhadap loyalitas karyawan.Variabel kepuasan kerja memberikan nilai koefisien parameter sebesar 2,997 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,004 dan variabel pengelolaan stres kerja memberikan nilai koefisien parameter sebesar 5,039 dengan tingkat signifikansi 0,000. Sedangkan variabel moderat yang merupakan interaksi antara kepuasan kerja dengan pengelolaan stres kerja memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,019 lebih kecil dibandingkan dengan tingkat profitabilitasnya sebesar 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel pengelolaan stres kerja tidak murni hanya menjadi variabel moderating saja akan tetapi pengelolaan stres kerja juga bisa menjadi variabel bebas atau variabel independen.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Efektivitas Pelatihan Relaksasi Untuk Menurunkan Stres Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2.

DAFTAR PUSTAKA Efektivitas Pelatihan Relaksasi Untuk Menurunkan Stres Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2.

Donsu JD. (2005) Pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan diskusi kesadaran diri terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan pengelolaan stres pasien Diabetes Mellitus di RS Dr Sardjito Yogyakarta Tesis (Tidak diterbitkan) Yogyakarta: Program Pasca Sarjana UGM.

5 Baca lebih lajut

this PDF file HUBUNGAN STRES DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA SEMESTER V PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO | Demolingo | JURNAL KEPERAWATAN 1 SM

this PDF file HUBUNGAN STRES DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA SEMESTER V PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO | Demolingo | JURNAL KEPERAWATAN 1 SM

T anggal 2 mei 2017 terdapat kasus di Manado dimana seorang mahasiswi Universitas S am R atulangi nekat melakukan aksi bunuh diri dikarenakan mahasiswi tersebut takut jika nilainya diketahui oleh orang tuanya ( B erita K awanua, 2017). K eadaan stres yang dialami mahasiswa didunia perkuliahan sering disebut dengan stres akademik (Puspitha, 2017). ). S tres akademik merupakan salah satu bentuk dari stres negatif yang mengakibatkan seseorang mahasiswa akan menjadi malas dan tidak tertarik melakukan kegiatan (Mumpuni & W ulandari, 2010). A kibatnya apabila seseorang mengalami stres akan terjadi penurunan minat belajar. S tres akademik muncul ketika terlalu banyak tuntutan dan
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Kesehatan Mental.

Kesehatan Mental.

Pertemuan 10 Strategi pengelolaan konflik, stres, trauma, dan frustrasi Pertemuan 11 Strategi pengelolaan konflik, stres, trauma, dan frustrasi lanjutan Pertemuan 12 Mekanisme dan bent[r]

3 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA HARDINESS DAN EMOTIONAL INTELLIGENCE DENGAN STRES PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AMBARAWA TAHUN 2011

HUBUNGAN ANTARA HARDINESS DAN EMOTIONAL INTELLIGENCE DENGAN STRES PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AMBARAWA TAHUN 2011

Variabel stres terdiri dari empat aspek yaitu gejala fisik, gejala kognitif, gejala emosional, dan gejala sosial. Gejala fisik dapat dilihat dengan subjek merasa sakit kepala atau pusing, tekanan darah menjadi tinggi, cepat lelah, selera makan berubah, gangguan pola tidur, gangguan pencernaan, merasa nyeri di badan, jantung berdebar – debar atau jantung berdetak kencang, dan kehilangan energi. Berdasarkan hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa aspek gejala fisik penderita diabetes mellitus tipe II di Rumah Sakit Umum Daerah Ambarawa tergolong sedang. Hal ini berarti penderita diabetes mellitus tipe II sering mengalami masalah yang berpengaruh dengan kondisi fisiknya. Keluhan – keluhan gejala fisik diatas menjadikan penderita diabetes mellitus tipe II menjadi menurun dan semakin lemah sehingga akan mengakibatkan aktivitas menjadi terhambat.
Baca lebih lanjut

226 Baca lebih lajut

HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN stres

HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN stres

Setiap individu terpapar oleh stimulus, baik yang berasal dari lingkungan, kondisi fisiologis tubuh dan pikiran (stressor) yang dapat menimbulkan perubahan atau masalah (stres) yang memerlukan upaya penyesuaian dan penaganan (koping) agar individu adaptif. Dari hasil penelitian (Lazarus dalam Keliat, 1999) mengatakan bahwa jika individu menanyakan dirinya apa yang terjadi (kondisi) dan mengapa terjadi (penyebab) kemudian menetapkan makna situasi bagi dirinya, berapa bahaya situasi dan kemudian mengidentifikasi sumber daya atau kekuatan yang dimiliki. Individu yang stres sering memutuskan; situasi ini berbahaya, sukar dan atau menyakitkan.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT KESEPIAN DENGAN STRES PADA LANSIA DI BALAI PELAYANAN SOSIAL TRESNAWERDHA KASONGAN BANTUL YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Tingkat Kesepian Dengan Stres Pada Lansia Di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Kasongan Bantul Yogyakarta -

HUBUNGAN TINGKAT KESEPIAN DENGAN STRES PADA LANSIA DI BALAI PELAYANAN SOSIAL TRESNAWERDHA KASONGAN BANTUL YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Tingkat Kesepian Dengan Stres Pada Lansia Di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Kasongan Bantul Yogyakarta -

Hasil penelitian diketahui bahwa besar hubungan tingkat kesepian dengan stres pada lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Kasongan Bantul Yogyakarta menunjukkan dari hasil perhitungan statistik menggunakan uji chi square didapatkan nilai p-value sebesar 0,006<α. Karena p -value didapatkan hasil lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kesepian dengan stres pada lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Kasongan Bantul Yogyakarta.

9 Baca lebih lajut

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN - 14.E3.0042 Gretty Henofela Huwae BAB IV

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN - 14.E3.0042 Gretty Henofela Huwae BAB IV

besar lancar, mudah mengantuk dan tidur, serta badan tidak pegal. Hal ini menunjukkan bahwa rileksnya otot masih bertahan setelah intervensi. Berdasarkan pengamatan juga terlihat bahwa subjek terlihat lebih tenang, rileks, serta senang. Hal ini menunjukkan bahwa subjek mengalami kondisi psikis yang positif. Hasil pengukuran stres menggunakan skala stres menunjukkan bahwa subjek memperoleh skor sebesar 7 yang menunjukkan bahwa subjek mengalami penurunan stres karena stres yang dimiliki tergolong rendah setelah intervensi. Adapun penjabarannya terdiri dari aspek emosi dengan skor sebesar 3, aspek kognisi sebesar 2, aspek fisiologis sebesar 1, dan aspek perilaku sebesar 1. Hal ini dapat diartikan bahwa terdapat penurunan skor pada masing-masing aspek setelah intervensi, terutama pada aspek emosi. Oleh karena itu, dapat juga dikatakan permasalahan ketidakstabilan emosi subjek ketika mengalami stres dapat teratasi, sehingga stres menurun.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Faktor Stres terhadap Kekambuhan Penderita Hipertensi di Puskesmas Bendosari Sukoharjo

Analisis Pengaruh Faktor Stres terhadap Kekambuhan Penderita Hipertensi di Puskesmas Bendosari Sukoharjo

Hasil penelitian ini dapat menjadi penambah pemahaman perawat tentang perawatan pasien hipertensi, yaitu tentang pentingnya menjaga kondisi psikologis pasien, selain itu juga tentang pola makan yang baik dan menghindari perilaku merokok. Bagi Keluarga hendaknya meningkatkan dukungannya kepada pasien hipertensi, hal ini dimaksudkan dengan dukungan keluarga yang baik maka pemenuhan kebutuhan pasien hipertensi yang bersifat fisik maupun psikis dapat terpenuhi, sehingga mampu menekan stresor dan menekan kekambuhan pasien hipertensi. Bagi Pasien hipertensi hendaknya menyadari keadaan dirinya dan mampu menerima keadaanya saat ini. Pasien hipertensi hendaknya juga lebih sabar dalam menjadi kehidupannya dan mendekatkan diri kepada Tuhan, sehingga mampu mengelola emosi diri dan dapat menghindari timbulnya stres pada dirinya.Bagi Peneliti yang akan datang yang ingin meneliti dengan obyek yang sama hendaknya meningkatkan cakupan penelitian, misalnya meneliti pada pasien hipertensi di wilayah perkotaan yang memiliki kultur atau budaya yang berbeda, serta menambahkan faktor-faktor lain yang turut berhubungan dengan kekambuhan pasien hipertensi, misalnya pola makan, gaya hidup, usia, dan status fungsional fisik.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

GAMBARAN TINGKAT STRES LANSIA DENGAN HIPERTENSI

GAMBARAN TINGKAT STRES LANSIA DENGAN HIPERTENSI

Hipertensi merupakan suatu gangguan pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah, terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkanya (Sustrani, 2006). Hipertensi merupakan penyakit persisten dimana tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg (Smeltzer & Brenda, 2002). Berdasarkan data yang di dapatkan di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal pada tahun 2015 kasus hipertensi pada usia 25- 44 tahun sebanyak 1.282, pada usia 45-64 tahun sebanyak 4.327 dan usia > 65 tahun sebanyak 2.737. Data tersebut menunjukkan bahwa lansia dengan hipertensi jumlahnya cukup tinggi. Tingginya angka kejadian hipertensi bisa terjadi karena berbagai faktor pemicu. Faktor pemicu hipertensi digolongkan kedalam 2 golongan yaitu faktor yang tidak dapat di kontrol, seperti keturunan, jenis kelamin,dan umur, dan yang dapat di kontrol seperti kegemukan, gaya hidup, pola makan, aktivitas, kebiasaan merokok, serta alkohol dan garam (Sianturi, 2013). Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi dibagi dalam dua kelompok besar yaitu faktor yang tidak dapat dikendalikan seperti jenis kelamin, umur, genetik, ras dan faktor yang dapat dikendalikan seperti pola makan, kebiasaan olah raga, jenis pekerjaan, konsumsi garam, kopi, alkohol dan stres (Depkes RI, 2013). Stres merupakan suatu reaksi non spesifik manusia terhadap rangsangan atau tekanan (Hartono, 2007). Stres dapat menimbulkan perubahan secara fisologis, psikologis, dan perilaku pada individu yang mengakibatkan berkembangnya suatu penyakit (Hawari, 2008). Lansia yang mengalami stres disertai penyakit fisik, salah satunya yaitu hipertensi,
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

DYSMENORRHEA AS A STRESS FACTOR IN TEENAGE GIRLS OF CLASS X AND XI IN KRISTEN KANAAN HIGH SCHOOL BANJARMASIN

DYSMENORRHEA AS A STRESS FACTOR IN TEENAGE GIRLS OF CLASS X AND XI IN KRISTEN KANAAN HIGH SCHOOL BANJARMASIN

Berdasarkan hasil penelitian mengenai hubungan Tingkat Stres dengan Dismenore pada Remaja Putri Kelas X dan XI di SMA Kristen Kanaan Banjarmasin, dapat disimpulkan ada hubungan tingkat stres sebagai faktor dismenore pada remaja putri kelas X dan XI di SMA Kristen Kanaan Banjarmasin, dengan p value = 0,037 dengan α = 0,05 (5%) yang berarti nilai p < α, maka demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini dikarenakan seberapa besar tekanan atau stres yang ia alami maka akan mempengaruhi nyeri haidnya.

6 Baca lebih lajut

Hubungan Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi pada Pegawai Bank XXX di Medan dan Dosen Pre-Klinis FK USU

Hubungan Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi pada Pegawai Bank XXX di Medan dan Dosen Pre-Klinis FK USU

Menurut Selye, stres dari sudut pandang kedokteran ialah suatu respons tubuh yang tidak spesifik terhadap aksi atau tuntutan atasnya. 1 Stres dapat diartikan respons tubuh yang tidak spesifik terhadap setiap ke-butuhan tubuh yang terganggu, suatu fenomena universal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan tidak dapat dihindari, setiap orang mengalaminya, stres memberi dampak secara total pada individu yaitu terhadap fisik, psikologis, intelektual, sosial, dan spiritual. 2

3 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS BRAIN GYM DALAM MENURUNKAN STRES PADA ANAK.

EFEKTIVITAS BRAIN GYM DALAM MENURUNKAN STRES PADA ANAK.

Dalam istilah medis, stres didefinisikan sebagai suatu rangsangan fisik dan psikologi yang menghasilkan reaksi mental dan fisiologi yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Sedangkan secara teknis, stres merupakan pengrusakan keseimbangan tubuh (homeostasis), yang dicetus oleh pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan, baik yang nyata maupun yang tidak nyata. Anak-anak yang sedang mengalami stres mungkin tidak tahu bahwa mereka sedang berada dalam kondisi stres, sehingga dibutuhkan peran orang tua untuk mengenali tanda- tanda stres pada anak (Catootjie, 2009).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

TAP.COM -   STRES KERJA. STRES KERJA

TAP.COM - STRES KERJA. STRES KERJA

Para manager menciptakan stres pada para pegawai dengan: 1 menunjukkan perilaku yang tidak konsisten; 2 gagal memberikan dukungan yang memadai; 3 menunjukkan ketidakpedulian; 4 m[r]

27 Baca lebih lajut

Hubungan antara Work Stres Stres psikolo

Hubungan antara Work Stres Stres psikolo

Peserta direkrut melalui kontak berbasis kantor peneliti (CB) di 51 organisasi yang dikirim email jelas tentang studi ini. peserta tambahan direkrut melalui email bola salju. pengantar email dijelaskan penelitian dan memberikan link URL untuk survei pekerjaan-stres online. Pekerja yang memenuhi syarat

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...