Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat (PHBM)

Top PDF Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat (PHBM):

Peranan Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) dalam Upaya Pengendalian Kebakaran Hutan di KPH Cepu, Perum Perhutani Unit I, Jawa Tengah

Peranan Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) dalam Upaya Pengendalian Kebakaran Hutan di KPH Cepu, Perum Perhutani Unit I, Jawa Tengah

Lahan pertanian berupa sawah dan tegalan yang ada di sekitar wilayah kerja KPH Cepu luasnya sangat terbatas dibandingkan dengan jumlah penduduk, selain itu keterbatasan lapangan kerja juga sangat berdampak kepada konfigurasi interaksi masyarakat dengan kawasan hutan. Pada periode terakhir ini, kondisi tersebut lebih melahirkan interaksi yang bersifat negatif terhadap hutan. Hal inilah yang kini menjadi ancaman terhadap keberadaan kawasan hutan dan problem bagi pengelola hutan, khususnya pihak Perhutani yaitu petugas KPH Cepu. Untuk itu kini dikembangkan bentuk pengelolaan dengan berbasis kemitraan dengan masyarakat sekitar hutan, yaitu dengan pelaksanaaan PHBM (Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat), dimana kegiatannya didasari prinsip berbagi, baik tanggung jawab akan kondisi hutan, pengelolaan lahan, maupun hasil dari kegiatan yang dilakukan (sharing hasil penebangan).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Sumbangan Pengelolaan Sumberdaya Hutan Besama Masyarakat Terhadap Pendapatan Penduduk Desa Hutan di Resort Polisi Hutan (RPH) Tengger Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo Kabupaten Rembang

Sumbangan Pengelolaan Sumberdaya Hutan Besama Masyarakat Terhadap Pendapatan Penduduk Desa Hutan di Resort Polisi Hutan (RPH) Tengger Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo Kabupaten Rembang

Menurut buku petunjuk Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) di Unit I Jawa Tengah tahun 2002. Salah satu kegiatan implementasi Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) diwujudkan melalui desa model PHBM. Satuan terkecil PHBM adalah desa dengan petak-petak hutan pangkuan. Untuk jangka pendek ini di Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah, khususnya di KPH Kebonharjo di setiap Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH), minimal dibangun satu buah desa model sebagai pembelajaran desa lain, sehingga untuk jangka panjang diharapkan akan muncul semakin banyak desa model yang lain dan akhirnya diharapkan terbangun pengelolaan hutan dengan sistem PHBM dengan satuan kawasan Sub DAS (Daerah Aliran Sungai).
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

Implementasi Program Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) Perum Perhutani Unit II Di Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember

Implementasi Program Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) Perum Perhutani Unit II Di Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember

Hutan merupakan suatu kawasan yang penting bagi salah satu kelangsungan hidup kita. Program PHBM adalah suatu sistem pengelolaan sumberdaya hutan yang dilakukan bersama masyarakat dengan prinsip berbagi hasil antara PT. Perhutani (Persero), masyarakat desa hutan, pihak yang berkepentingan, sehingga kepentingan bersama untuk mencapai keberlanjutan fungsi dan manfaat sumber daya hutan dapat diwujudkan secara optimal dan proporsional. Melalui model deskriptif dengan jenis data kualitatif, penelitian ini menetapkan informan secara sampling purposve dengan melakukan indept interview, observasi secara langsung di lapangan, dokumentasi serta triangulasi. Sementara itu dalam proses analisis data, penelitian ini menggunakan metode interaktif yang terdiri dari empat komponen yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PROGRAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM) PERUM PERHUTANI UNIT II DI DESA SUMBERSALAK KECAMATAN LEDOKOMBO KABUPATEN JEMBER (STUDI KASUS DI LMDH WANA ASRI SUMBER SALAK)

IMPLEMENTASI PROGRAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM) PERUM PERHUTANI UNIT II DI DESA SUMBERSALAK KECAMATAN LEDOKOMBO KABUPATEN JEMBER (STUDI KASUS DI LMDH WANA ASRI SUMBER SALAK)

Hutan merupakan suatu kawasan yang penting bagi salah satu kelangsungan hidup kita. Program PHBM adalah suatu sistem pengelolaan sumberdaya hutan yang dilakukan bersama masyarakat dengan prinsip berbagi hasil antara PT. Perhutani (Persero), masyarakat desa hutan, pihak yang berkepentingan, sehingga kepentingan bersama untuk mencapai keberlanjutan fungsi dan manfaat sumber daya hutan dapat diwujudkan secara optimal dan proporsional. Dalam pelaksanaan program PHBM didesa Sumbersalak masih kurang berjalan secara maksimal, Kegiatan yang dilakukan oleh kepala BKPH Sempolan selama 12 tahun yaitu hanya kegiatan pembinaan secara terus menerus. Masih banyak masyarakat yang belum pham betul akan keberadaan PHBM. Peneliti menemukan sesuatu yang berbeda dari pengelolaan hutan di Desa Sumbersalak yakni komunikasi yang dilakukan oleh pelaku pelaksana program yakni tokoh dan masyarakat,pemerintah Desa, petugas internal Perhutani (mandor) kurang berjalan secara efekti lain hal nya dengan desa Sumberjati yang bersebelahan dengan hutan kawasan LMDH Sumbersalak yang mampuberkomunikasi dengan baik dengan para pelaku program PHBM. Terdorong Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pelaksanaan program PHBM (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat) di desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Studi pola pengelolaan hutan bersama masyarakat dan manfaatnya bagi masyarakat di Desa Buniwangi KPH Sukabumi

Studi pola pengelolaan hutan bersama masyarakat dan manfaatnya bagi masyarakat di Desa Buniwangi KPH Sukabumi

Hutan merupakan salah satu sumberdaya alam yang harus kita lestarikan. Namun dengan bergulirnya reformasi di indonesia pada tahun 1998, masyarakat banyak memaknainya sebagai suatu bentuk kebebasan yang tidak terbatas. Hal ini berakibat pada timbulnya penjarahan kayu dan lahan, baik di hutan konservasi maupun hutan produksi yang selama ini dikelola oleh Perum Perhutani. Pemaknaan yang salah terhadap reformasi tersebut juga terjadi di hutan di Desa Buniwangi KTH Sukabumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) seperti konsep pola PHBM, proses implementasi PHBM, dampak dan manfaat kegiatan PHBM serta faktor yang membatasi masyarakat untuk mengikuti PHBM di Desa Buniwangi KPH Sukabumi.
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

DAMPAK PROGRAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA HUTAN BERSAMA MASYARAKAT(PHBM) TERHADAP EKONOMI MASYARAKAT DESA HUTAN

DAMPAK PROGRAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA HUTAN BERSAMA MASYARAKAT(PHBM) TERHADAP EKONOMI MASYARAKAT DESA HUTAN

Penelitian ini tergolong dalam penelitian deskriptif kualitatif karena peneliti berusaha mengurai dan mengungkap realita yang ada dilapangan baik berupa kata– kata maupun gambar dan kemudian akan peneliti ulas dalam bentuk tulisan secara lisan. Dimana peneliti akan mendeskripsikan dampak program PHBM terhadap ekonomi masyarakat yang ada di LMDH Artha Wana Mulya Desa Sidomulyo. Peneliti memfokuskan penelitian ini hanya pada dampak ekonomi dari program PHBM. Penentuan informan Kunci dalam penelitian ini adalah Kepala BKPH Sempolan, Ketua LMDH Artha Wana Mulya serta Masyarakat desa hutan di Desa Sidomulyo. Teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara yang mendalam serta observasi. Sumber dan Jenis Data dalam penelitian ini adalah, data primer, dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi secara langsung di lapangan serta data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman PHBM, dokumen- dokumen atau arsip-arsip yang berkaitan dengan program PHBM.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN SUMBERDAYA HUTAN BERSAMA MASYARAKAT DALAM SISTEM AGROFORESTRY

PENGELOLAAN SUMBERDAYA HUTAN BERSAMA MASYARAKAT DALAM SISTEM AGROFORESTRY

Konsep PHBM mempunyai ciri-ciri pokok, kehutanan ditempatkan sebagai bagian (sub sistem) dari sistem pembangunan wilayah, maka tujuan pengelolaan hutan adalah untuk ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk dapat merumuskan pengelolaan yang relevan dengan kondisi wilayah dan kepentingan masyarakat, maka harus sesuai dengan prosedur perencanaan umum dan verifikasi pembangunan wilayah dengan disertai informasi yang jelas. Belakangan muncul sistem agroforestry, bagaimana dengan sistem Agroforestry dalam pengelolaan hutan bersama masyarakat ?
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

DAMPAK PROGRAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA HUTAN BERSAMA MASYARAKAT(PHBM) TERHADAP EKONOMI MASYARAKAT DESA HUTAN (Studi Evaluasi Program Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat di Lembaga Masyarakat Desa Hutan Artha Wana Mulya Desa Sidomulyo Kabupaten

DAMPAK PROGRAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA HUTAN BERSAMA MASYARAKAT(PHBM) TERHADAP EKONOMI MASYARAKAT DESA HUTAN (Studi Evaluasi Program Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat di Lembaga Masyarakat Desa Hutan Artha Wana Mulya Desa Sidomulyo Kabupaten

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat dan karunia- Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Dampak Program PHBM Terhadap Kelestarian Hutan dan Ekonomi Masyarakat (Study Evaluasi Program PHBM di LMDH Artha Wana Mulya Desa Sidomulyo Kabupaten Jember) ” . Penulisan skripsi ini disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan Pendidikan Strata Satu (S1) pada Jurusan Ilmu Administrasi Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

DAMPAK PROGRAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA HUTAN BERSAMA MASYARAKAT(PHBM) TERHADAP EKONOMI MASYARAKAT DESA HUTAN

DAMPAK PROGRAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA HUTAN BERSAMA MASYARAKAT(PHBM) TERHADAP EKONOMI MASYARAKAT DESA HUTAN

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat dan karunia- Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Dampak Program PHBM Terhadap Kelestarian Hutan dan Ekonomi Masyarakat (Study Evaluasi Program PHBM di LMDH Artha Wana Mulya Desa Sidomulyo Kabupaten Jember) ” . Penulisan skripsi ini disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan Pendidikan Strata Satu (S1) pada Jurusan Ilmu Administrasi Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

EVALUASI IMPLEMENTASI PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM) DI KPH RANDUBLATUNG BLORA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

EVALUASI IMPLEMENTASI PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM) DI KPH RANDUBLATUNG BLORA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Kondisi hutan di Kabupaten Blora yang mengalami penurunan kelestarian akibat penjarahan menyebabkan kerugian ketiga KPH di Blora yaitu KPH Randublatung, KPH Cepu, dan KPH Blora semakin meningkat (Kompas, 2003). Untuk memperbaiki kondisi tersebut, Kabupaten Blora mencoba menerapkan kebijakan PHBM di ketiga KPH di Kabupaten Blora. KPH Randublatung merupakan KPH yang kawasannya paling luas (324,641 km 2 atau 35,91%) di Kabupaten Blora namun berdasarkan proyeksi memiliki tingkat kesejahteraan penduduk yang rendah (RPKH KPH Randublatung 2003-2012). Sebanyak 63,94% keluarga di kecamatan- kecamatan yang berada di wilayah KPH Randublatung yang terdiri dari enam kecamatan yaitu Kecamatan Jati, Kecamatan Randublatung, Kecamatan Kradenan, Kecamatan Jepon, Kecamatan Banjarejo dan Kecamatan Kunduran, masih berada pada tahapan keluarga pra sejahtera (BKKBN Kabupaten Blora, 2003). Melalui sistem Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM), diharapkan kepentingan bersama untuk mewujudkan fungsi dan manfaat hutan dapat tercapai optimal dan proporsional di KPH Randublatung. PHBM dimaksudkan untuk memberikan arah pengelolaan sumberdaya hutan dengan memadukan aspek ekonomi, ekologi dan sosial secara proporsional guna mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan Perhutani, yang antara lain misi tersebut adalah memberdayakan sumberdaya manusia (SDM) melalui lembaga perekonomian masyarakat untuk mencapai kesejahteraan dan kemandirian.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

UPAYA PERUM PERHUTANI DENGAN MASYRAKAT DALAM MENANGGULANGI LAJU KERUSAKAN HUTAN NEGARA MELALUI PROGRAM PHBM (Studi di BKPH Pujon, Rph pujon Utara, Kecamatan Pujon Kabupaten Malang)

UPAYA PERUM PERHUTANI DENGAN MASYRAKAT DALAM MENANGGULANGI LAJU KERUSAKAN HUTAN NEGARA MELALUI PROGRAM PHBM (Studi di BKPH Pujon, Rph pujon Utara, Kecamatan Pujon Kabupaten Malang)

Program yang dilakukan Perum Perhutani dalam membangun perekonomian ialah dengan melakukan program PHBM (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat). Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) adalah suatu sistem pengelolaan sumberdaya hutan yang dilakukan bersama oleh Perum Perhutani dan masyarakat desa hutan dan atau oleh Perum Perhutani dan masyarakat desa hutan dengan pihak yang berkepentingan (stakeholder) dengan jiwa berbagi sehingga kepentingan bersama untuk mencapai keberlanjutan fungsi dan manfaat sumber daya hutan dapat diwujudkan secara optimal dan proporsional. Sejak tahun 2001 pemberdayaan masyarakat desa hutan oleh Perum Perhutani dijadikan suatu sistem yaitu Pengelolaan Sumber Daya Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) merupakan kerangka dari Perhutanan Sosial dengan prinsip bersama, berdaya, berbagj dan transparant. Desa hutan adalah desa-desa yang berbatasan dengan hutan yang kehidupan masyarakatnya mempunyai ketergantungan dengan hutan, oleh karena itu, petani mandiri merupakan tujuan pokok dari program pembangunan masyarakat desa sekitar hutan tersebut.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGETAHUAN KOGNITIF PETANI HUTAN DALAM PELAKSANAKAN PROGRAM PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM) DI DESA JOMBLANG KECAMATAN JEPON KABUPATEN BLORA

ANALISIS PENGETAHUAN KOGNITIF PETANI HUTAN DALAM PELAKSANAKAN PROGRAM PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM) DI DESA JOMBLANG KECAMATAN JEPON KABUPATEN BLORA

Secara kelingkungan bahwa berkaitan aktivitas manusia terhadap lingkungan atau interaksi manusia dengan lingkungannya manusia terus mengalami perkembangan. Pertama kali berinteraksi dengan alam, manusia hanya memanfaatkan atau tergantung dari apa saja yang dihasilkan oleh alam. Sampai kemudian manusia mencoba untuk mengelola alam dengan teknologi yang mereka peroleh. Kemajuan bidang pertanian saat ini terutama dalam hal penggunaan teknologi dan pengembangan tanaman. Semua diperoleh melalui berbagai kegiatan penelitian yang tujuannya untuk meningkatkan hasil atau produk pertanian sehingga kebutuhan akan barang- barang pertanian selalu tercukupi. Namun demikian sifat-sifat tanaman dalam pertumbuhan optimalnya sangat dipengaruhi faktor-faktor geografis (Banowati, 2013:56). Berdasarkan pendekatan keruangan, dalam penelitian ini petani hutan secara langsung memanfaatkan ruang hutan sebagai sumberdaya alam.
Baca lebih lanjut

131 Baca lebih lajut

Integrasi Tani Ternak Melalui Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) Kaitannya Dengan Peran Perempuan.

Integrasi Tani Ternak Melalui Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) Kaitannya Dengan Peran Perempuan.

Demikian pula perempuan mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan, khususnya dalam penyediaan sumber pangan nabati dan hewani. Nilai strategis tersebut berkaitan dengan potensi kuantitas dan kualitas sumberdaya yang dimiliki perempuan yang dapat digerakkan sebagai motivator dan aktor dalam pelaksanaan pengelolaan integrasi tani ternak melalui program PHBM. Sudah banyak dibuktikan bahwa kelebihan perempuan dalam berkarya adalah ketekunan, keuletan dan ketelitian serta tidak banyak tuntutan dalam melaksanakan kegiatan pekerjaannya. Kelebihan yang dimiliki oleh perempuan tersebut tidak pernah diapresiasi dengan memberikan posisi peran penting dalam suatu kegiatan yang sesuai dengan kapasitasnya, tapi justru sebaliknya pihak-pihak tertentu meng ”mengeksploitasi” kelebihan dari kualitas dan kuantitas sumberdaya perempuan tersebut demi kepentingan pihak tertentu.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS TINGKAT KEBERHASILAN PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM) DALAM UPAYA PERLINDUNGAN KAWASAN HUTAN

ANALISIS TINGKAT KEBERHASILAN PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM) DALAM UPAYA PERLINDUNGAN KAWASAN HUTAN

Pelaksanaan program PHBM harus dilakukan secara optimal agar dapat mengurangi kerusakan hutan. Oleh karena itu, diperlukan peran dan dukungan dari LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) sebagai wadah bagi masyarakat desa hutan untuk ikut serta dalam pengelolaan hutan. LMDH melakukan upaya pendekatan kepada masyarakat serta memberdayakan masyarakat desa hutan sehingga dapat mengurangi terjadinya pencurian. Pencurian tersebut lebih dominan dilakukan karena kebutuhan ekonomi, sehingga melalui LMDH dan PHBM ini pemberdayaan tersebut dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan (Anonymous, 2010c).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pelaksanaan Program PHBM (Studi Deskriptif Penerapan Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat di Lembaga Masyarakat Desa Hutan di Wono Kategung di Desa Sumurgeneng Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban , Jawa Timur) Repository - UNAIR REPOSITORY

Pelaksanaan Program PHBM (Studi Deskriptif Penerapan Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat di Lembaga Masyarakat Desa Hutan di Wono Kategung di Desa Sumurgeneng Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban , Jawa Timur) Repository - UNAIR REPOSITORY

Forest Management Has been changing for some period but didn’t get satisfying result, even became worst and pathetic. The program that implemented recently is involving society in managing and exploring forest. So that, for creating LMDH (Lembaga Masyrarakat Desa Hutan). One of LMDH that was created in Tuban is LMDH Wono Ketagung. The method that is used in this research is Qualitative Method with Descriptive type research. Informants determination technique eusedisby using purposive, and the number of informants in this study amounted tofive informants.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS EKONOMI PROSPEKTIF PENGEMBANGAN KPH DAMPELAS TINOMBO BERBASIS PHBM DI DESA KARYA MUKTI | Fitrawan | Jurnal Warta Rimba 3587 11292 1 PB

ANALISIS EKONOMI PROSPEKTIF PENGEMBANGAN KPH DAMPELAS TINOMBO BERBASIS PHBM DI DESA KARYA MUKTI | Fitrawan | Jurnal Warta Rimba 3587 11292 1 PB

Menurut Anwar (2006) Produksi lateks per satuan luas dalam kurun waktu tertentu dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain klon karet yang digunakan, kesesuaian lahan dan agroklimatologi, pemeliharaan tanaman belum menghasilkan, sistem dan manajemen sadap, dan lainnya. Dengan asumsi bahwa pengelolaan kebun plasma dapat memenuhi seluruh kriteria yang dengan dikemukakan dalam kultur tehnis karet diatas, maka estimasi produksi dapat dilakukan dengan mengacu pada standar produksi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat atau Balai Penelitian Perkebunan yang bersangkutan. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 6.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

II. TINJAUAN PUSTAKA - Kajian Konflik Pengelolaan Hutan Kemenyan (Studi Kasus: Desa Panduman dan Desa Sipituhuta Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan)

II. TINJAUAN PUSTAKA - Kajian Konflik Pengelolaan Hutan Kemenyan (Studi Kasus: Desa Panduman dan Desa Sipituhuta Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan)

kebijakan atau keputusan tersebut. Bisa ditebak bahwa keputusan yang ditolak tersebut dulunya dirumuskan dalam suatu proses konversi yang etis. Kemungkinan kedua dari ditolaknya keputusan atau kebijakan oleh target group adalah karena kelompok sasaran yang tidak menyadari manfaat dari keputusan tersebut, dan oleh karena itu mereka tidak merasa membutuhkannya. Untuk kasus semacam ini sudah barang tentu pelaksana keputusan atau kebijakan perlu mengubah kondisi kelompok sasaran dengan cara pendidikan dengan gerakan penyadaran pada umumnya. Upaya ini dapat ditempuh melalui penyuluhan langsung oleh para birokarat lapangan, dapat pula dengan memanfaatkan tokoh masyarakat informal maupun pemimin-pemimpin resmi seperti Bupati, Camat, Kepala Kepolisian. Media yang digunakan cukup beragam mulai dari tatap muka hingga poster dan televisi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kontribusi Sektor Kehutanan Terhadap Ekonomi Kabupaten Tasikmalaya

Kontribusi Sektor Kehutanan Terhadap Ekonomi Kabupaten Tasikmalaya

Hasil analisa tabel EFE (External Factor Evaluation) menunjukkan bahwa sektor kehutanan memiliki peluang yang lebih besar daripada ancaman. Nilai faktor peluang adalah 2.94 sedangkan nilai faktor ancaman adalah 2.71. Peluang yang dimiliki oleh sektor kehutanan kabupaten Tasikmalaya antara lain; permintaan terhadap hasil hutan kayu untuk bahan baku industri tinggi, keberadaan mitra untuk mendukung pelestarian hutan, permintaan pasar terhadap hasil hutan bukan kayu tinggi, ekowisata populer dan digemari oleh masyarakat, keberadaan investor yang mulai melirik potensi SDH kabupaten Tasikmalaya . Sedangkan ancaman yang dihadapi adalah alih fungsi lahan dan pencurian kayu.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kontribusi Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari Dalam Mendukung Kesejahteraan Masyarakat: Studi Kasus Desa Banjarsari, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur

Kontribusi Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari Dalam Mendukung Kesejahteraan Masyarakat: Studi Kasus Desa Banjarsari, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur

Awal pembangunan KBD di Desa Banjarsari terbuat dari kayu dan bambu yang beratapkan jerami kemudian Desa Banjarsari mendapatkan bantuan dari Kecamatan Pacitan oleh masyarakat digunakan untuk renovasi KBD dan membeli kebutuhan KBD yaitu benih/bibit. Pengelolaan pada awal pengembangan KBD KEMPLING dengan mengambil benih/bibit di voker secara gratis dan pembagian voker untuk tanaman cabai, tomat, dan terong masing-masing sebanyak 5 voker dan untuk bayam, kangkung, sawi sebanyak ½ ons dengan harga Rp 5.000 di pasar. Tanaman bayam, kangkung, dan sawi diasumsikan ½ ons sama dengan 10 voker tiap tanaman karena di lapang untuk ketiga tanaman tersebut masyarakat tidak semuanya ditanam dan keterbatasan ingatan responden. Seiring berjalannya waktu, masyarakat membeli bibit per voker dengan harga Rp 500 sebagai pengganti biaya kemudian hasil dari penjualan KBD masuk ke kas dan uang tersebut diputar untuk membeli perlengkapan KBD serta berakhir untuk memenuhi kebutuhan benih/bibit masyarakat Desa Banjarsari di pekarangan. Mayoritas masyarakat mengambil voker secara gratis di KBD. Sebagian masyarakat kadang juga membeli voker secara tunai di KBD sebagai pengganti biaya yang dikeluarkan oleh KBD.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...