Pengembangan Usaha

Top PDF Pengembangan Usaha:

Efektivitas Kredit Usaha Rakyat dalam Pengembangan Usaha Mikro dan Kecil

Efektivitas Kredit Usaha Rakyat dalam Pengembangan Usaha Mikro dan Kecil

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bantuan KUR yang diberikan BRI Unit Sei Sikambing Medan dapat dikatakan efektif terhadap pengembangan usaha mikro dan kecil, ini terlihat dari beberapa indikator seperti peningkatan omset produksi UMK sebesar 88% dan peningkatan pendapatan rumah tangga pengusaha mikro dan kecil sebesar 73.33%.

11 Baca lebih lajut

Strategi Pengembangan Usaha Mikro dan Ke

Strategi Pengembangan Usaha Mikro dan Ke

kepastian prospek usaha, sehingga kelompok usaha kecil tidak lagi aktif. Selain itu peraturan-peraturan daerah yang ada saat ini kadang-kadang memberatkan bagi usaha kecil, terutama dalam hal perijinan, sehingga tidak dapat memfasilitasi perkem- bangan usaha kecil sektor wisata bahari di pulau kecil. Oleh sebab itu, perlu bagi pemerintah, terutama daerah untuk mengaktifkan kembali kelompok-kelompok usaha kecil dan meneruskan pembinaan agar timbul gairah dan inisiatif untuk terus berkembang mendukung usaha kecil sektor wisata bahari dalam hal pemeliharaan lingkungan, serta peningkatan pelatihan- pelatihan mengenai usaha kecil sektor wisata bahari. Kebijakan-kebijakan atau peraturan yang ada perlu untuk ditinjau kembali, agar dapat memfasilitasi kepen- tingan dari pemerintah dan juga usaha kecil. Hasil penentuan sasaran hirarki strategi pengembangan usaha mikro dan kecil sektor wisata bahari di Pulau Bunaken (1,000) adalah: (1) Faktor (SDA: 0,182; SDM: 0,145; SDB: 0,179; kebijakan: 0,123; poleksosbud: 0,144; sarana dan prasarana (sarpras): 0,227), (2) Aktor (masyara- kat PPK: 0,310; Pemda: 0,115; DKP: 0,157; pelaku industri: 0,224; lembaga keuangan: 0,079; investor: 0,095), (3) Tujuan (peningkatan penyerapan tenaga kerja: 0,231; peningkatan pendapatan masyarakat: 0,341; perluasan usaha: 0,262; penciptaan usaha: 0,106), (4) Alternatif Strategi (Pemanfaatan pulau kecil sebagai obyek usaha mikro dan kecil sektor wisata bahari: 0,214; peningkatan kesadaran masyarakat lokal: 0,048; peningkatan mekanisme pengelolaan wisata bahari di pulau kecil: 0,024; pembangunan sarpras di pulau kecil: 0,167; peningkatan keterampilan SDM dalam mendu- kung usaha mikro dan kecil: 0,167; perbaikan kebijakan dan kelembagaan: 0,143).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PEDOMAN UMUM PENGEMBANGAN USAHA PANGAN MASYARAKAT

PEDOMAN UMUM PENGEMBANGAN USAHA PANGAN MASYARAKAT

B. Model Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat Pelaksanaan kegiatan PUPM dilaksanakan melalui dukungan dana APBN. Kegiatan ini dilaksanakan melalui alokasi dana Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian dalam bentuk dana dekonsentrasi yang diberikan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang melaksanakan urusan di bidang ketahanan pangan Provinsi. Dana yang dialokasikan tersebut disalurkan kepada Gapoktan/LUPM yang bergerak di bidang pangan dalam bentuk dana Bantuan Pemerintah untuk melakukan pembelian pangan pokok dan strategis dari petani/mitra dan selanjutnya memasok pangan pokok dan strategis tersebut kepada TTI untuk dijual kepada konsumen dengan harga yang layak. Dalam hal ini TTI yang dimaksud adalah pedagang yang menjadi mitra Gapoktan/LUPM yang bergerak di bidang pangan yang terikat melalui kerjasama antara kedua belah pihak.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Strategi pengembangan usaha budidaya semut rangrang (oecophylla smaragdina) di ciapus bogor

Strategi pengembangan usaha budidaya semut rangrang (oecophylla smaragdina) di ciapus bogor

Permintaan pasar terhadap ketersediaan kroto terus meningkat tidak diimbangi dengan ketersediaannya di pasar.Oleh karena itu peluang usaha budidaya semut rangrang masih sangat besar. Analisis startegi pengembangan usaha perlu dilakukan untuk merumuskan strategi yang akan digunakan sebagai acuan dalam pengembangan usaha budidaya semut rangrang, agar usaha yang dilakukan berjalan secara optimal.Strategi merupakan rencana yang disatukan, luas dan terintegrasi yang menghubungkan keunggulan perusahaan dengan tantangan lingkungan, dan dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama dari perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh organisasi (Jauch dan Glueck 1995). Penyusunan strategi yang lengkap dapat disusun menggunakan Matriks IFE dan EFE sebagai tahap input, matris IE dan SWOT sebagai tahap pencocokan dan matriks QSPM sebagai tahappengambilan keputusan (David 2006).
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN USAHA KECIL pp0321991

PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN USAHA KECIL pp0321991

Tidak adanya perlakuan tambahan di bidang perpajakan atau dalam rangka perolehan perizinan, atau permodalan yang tidak mendukung, merupakan kendala bagi usaha kecil, sehingga sulit berkembang. Apabila dilihat dari peningkatan produk, pemasaran, sumber daya manusia atau teknologi usaha kecil, kemampuan dan peran serta usaha kecil pada kenyataannya masih jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan peningkatan kegiatan usaha menengah atau usaha besar. Oleh karena itu, diperlukan satu petunjuk yang disusun secara lengkap dan teratur dalam satu peraturan pelaksanaan pembinaan dan pengembangan usaha kecil. Sasaran umum pembinaan dan pengembangan tersebut adalah terwujudnya usaha kecil menjadi usaha dan gerakan ekonomi rakyat yang lebih tangguh dan mandiri serta memiliki daya saing tinggi serta dapat berkembang menjadi usaha menengah.
Baca lebih lanjut

0 Baca lebih lajut

Analisis Pengembangan Usaha Mikro Dalam Mendukung Pemberdayaan Perempuan di Pulau Kecil. (Studi Kasus di Pulau Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara)

Analisis Pengembangan Usaha Mikro Dalam Mendukung Pemberdayaan Perempuan di Pulau Kecil. (Studi Kasus di Pulau Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara)

Usaha untuk mencapai fokus pengembangan usaha mikro tersebut, melibatkan beberapa stakeholder atau aktor: Stakeholder atau aktor yang berperan didalam mencapai tujuan pengembangan usaha mikro dalam mendukung pemberdayaan perempuan di Pulau Bunaken adalah (1) wanita pengusaha/pedagang (WUD) sebagai pelaku utama pada pengembangan usaha mikro di Pulau Bunaken, (2) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) dimana salah satu bidang kerjanya yang mencakup wilayah pulau- pulau kecil dan memiliki salah satu program yaitu pemberdayaan perempuan di pulau-pulau kecil berbasis potensi sumberdaya lokal, (3) Dinas Kelautan dan Perikanan (Din KP) sebagai instansi Pemerintah Daerah Kota Manado dalam bidang Kelautan dan Perikanan, (4) Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) sebagai instansi Pemerintah di Kota Manado yang berperan pada pelatihan dan kegiatan UKM di Pulau Bunaken serta (5) LSM/NGO (LNG) sebagai organisasi non pemerintah yang ikut memperhatikan pemberdayaan perempuan di sekitar Pulau Bunaken. Semua stakeholder atau aktor yang terlibat diharapkan mampu memberikan alternatif tujuan pengembangan usaha mikro dalam mendukung pemberdayaan perempuan di Pulau Bunaken. Berdasarkan hasil penelitian, pada pengembangan usaha mikro dalam mendukung pemberdayaan perempuan di Pulau Bunaken terdapat beberapa faktor yang berperan. Dimana faktor-faktor tersebut meliputi aspek ekonomi (modal usaha), aspek lingkungan (ketersediaan bahan baku dan sumberdaya lain, sarana dan prasarana), teknologi (teknologi usaha) dan aspek sosial (kelembagaan). Apabila faktor tersebut digabungkan menjadi modal usaha (MU) baik modal dalam bentuk finansial maupun pengetahuan bagi pelaku usaha, ketersediaan bahan baku (KBB) yang ada didalam Pulau Bunaken (lokal) ataupun diluar Pulau Bunaken, sarana dan prasarana (SP) yang mendukung pengembangan usaha mikro di Pulau Bunaken, teknologi usaha (TU) yang digunakan pada produksi baik manual maupun yang membutuhkan alat bantu, peluang pasar (PP) dan kelembagaan (KL) di dalam kelompok-kelompok usaha.
Baca lebih lanjut

262 Baca lebih lajut

Ada beberapa definisi pengembangan usaha

Ada beberapa definisi pengembangan usaha

Dalam contoh bentuk pengembangan usaha di tingkat komersial berarti prospeksi murni et Dur. Ini berarti berburu pelanggan baru di segmen pasar yang baru. Dengan demikian pekerjaan ini memerlukan individu secara psikologis yang kuat dan yang sangat didorong mampu menangani banyak masalah.Tingkat berikutnya dari pengembangan usaha komersial adalah saluran atau setup organisasi penjualan. Saluran atau organisasi penjualan dapat terdiri dari mitra , agen seperti, distributor, pemegang lisensi,franchisee, atau cabang anda sendiri nasional atau internasional.Dan terakhir tingkat pengembangan usaha komersial adalah tingkat rantai nilai.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

BAB II KERANGKA TEORI 2.1 Pengembangan Usaha 2.1.1 Pengertian pengembangan Usaha - Analisis Profitabilitas Dalam Pengembangan Usaha (Studi Kasus Pada Dian Aquatik Indonesia)

BAB II KERANGKA TEORI 2.1 Pengembangan Usaha 2.1.1 Pengertian pengembangan Usaha - Analisis Profitabilitas Dalam Pengembangan Usaha (Studi Kasus Pada Dian Aquatik Indonesia)

usaha ekonomis dapat didefinisikan sebagai suatu diversifikasi usaha ekonomis yang ditandai oleh total biaya produksi gabungan( joint total production cost) dalam memproduksi dua atau lebih jenis produk secara bersama-sama adalah lebih kecil daripada penjumlahan biaya produksi masing-masing produk itu apabila diproduksi secara terpisah. Perluasan cakupan usaha ini bisa dilakukan apabila wirausaha memiliki permodalan yang cukup. Sebaliknya, lingkup usaha tidak ekonomis dapat didefinisikan sebagai suatu diversifikasi usaha yang tidak ekonomis, dimana biaya produksi total bersama (joint total production cost) dalam memproduksi dua atau lebih jenis produk secara bersama-sama adalah lebih besar daripada penjumlahan biaya produksi dari masing-masing jenis produk itu apabila diproduksi secara terpisah.Untuk memperluas skala ekonomi ataung cukup, lingkup ekonomi, bila pengetahuan usaha dan permodalan yang cukup, wirausaha bisa melakukan kerjasama dengan perusahaan lain melalui usaha patungan (joint venture), atau kerjasama manajemen melalui sistem kemitraan. 2.1.4 Jenis –Jenis Strategi Pengembangan Usaha
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Strategi Pengembangan Usaha Manisan Carica di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Cemerlang, Wonosobo T1 522011024 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Strategi Pengembangan Usaha Manisan Carica di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Cemerlang, Wonosobo T1 522011024 BAB I

mengantarkan masyarakat cerdas dan terampil”, PKBM Cemerlang juga harus mempunyai strategi dalam mengembangkan usahanya, terkhusus pada program kewirausahaan untuk olahan makanan carica. Untuk memenangkan persaingan dengan kompetitor, manajemen PKBM Cemerlang harus mampu mengelola perusahaannya dengan baik. Langkah strategi ini dapat dimulai dengan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal perusahaan, dilanjutkan perumusan strategi untuk dapat memanfaatkan kekuatan dan meminimalkan kelemahan serta menghadapi peluang dan menghindari ancaman yang ada. Dalam merumuskan strategi pengembangan usaha yang efektif dibutuhkan serangkaian proses analisis internal dan eksternal untuk mengidentifikasi variabel-variabel kunci yang berkaitan dengan pengembangan usaha manisan carica di PKBM Cemerlang ke depan.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

STRATEGI BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) DALAM PENGEMBANGAN USAHA KEBUN SINGKONG GAJAH DI DESA TEPIAN MAKMUR KECAMATAN RANTAU PULUNG KABUPATEN KUTAI TIMUR

STRATEGI BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) DALAM PENGEMBANGAN USAHA KEBUN SINGKONG GAJAH DI DESA TEPIAN MAKMUR KECAMATAN RANTAU PULUNG KABUPATEN KUTAI TIMUR

Pengembangan kawasan pedesaan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan nasional. oleh karena itu, pengembangan diarahkan dalam pemanfaatan sumber daya yang ada. Diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap Kota. BUMDes Tepian makmur menjadi salah satu bagian dalam proses pemanfaatan sumber daya yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui Strategi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dalam Pengembangan Usaha Kebun Singkong Gajah di Desa Tepian Makmur; (2) Mengetahui faktor Pendukung dalam proses pengembangan usaha kebun singkong gajah di Desa Tepian Makmur; (3) Mengetahui kendala yang dihadapi dalam proses pengembangan usaha kebun singkong gajah di Desa Tepian Makmur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, Subyek penelitian ini adalah BUMDes Tepian Makmur, key informan nya adalah Ketua BUMDes, dan informan adalah Kepala Desa, karyawan, dan petani di Desa Tepian Makmur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Strategi BUMDes dalam pengembangan usaha kebun singkong gajah berupa perencanaan yang terdiri dari penentuan modal usaha, perencanaan pembangunan pabrik, membangun kerjasama, penyediaan bibit, dan penentuan tenaga kerja. pelaksanaan terdiri dari publikasi, pembinaan dan monitoring. Kemudian evaluasi terdiri dari kelancaran memperoleh bahan baku, dan penjualan hasil produksi. (2) Faktor pendukung dalam proses pembangunan usaha kebun singkong gajah adalah kondisi tanah yang baik, infrastuktur bagus, lokasi pabrik sangat strategis, sarana dan prasarana memadai, minat masyarakat tinggi, dan proses pembangunan selalu didampingi Kepala Desa serta pihak terkait. (3) Kendala yang dihadapi adalah pabrik belum punya mesin pengering tepung, dan masih banyak hama tanaman. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah pengembangan usaha kebun singkong gajah yang dilakukan oleh BUMDes Tepian Makmur sudah berjalan dengan baik sesuai dengan perencanaan. Dengan didukung minat masyarakat yang tinggi, kondisi tanah yang baik, sarana, serta lokasi pabrik yang strategis. Agar proses produksi semakin meningkat, perlu pengadaan mesin pengering tepung otomatis. Agar dapat memaksimalkan hasil produksi.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PAPER PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN

PAPER PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN

Dani Danuar Tri U., Darwanto (2013), dengan judul penelitian “Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Berbasis Ekonomi Keatif di Kota Semarang”. Hasil dari penelitian tersebut adalah UMKM kreatif belum mampu memberikan predikat khusus bagi Kota Semarang karena mereka memiliki kemampuan yang terbatas serta mengalami permasalahan dalam pengembangan usahanya. Beberapa permasalahan yang dihadapi UMKM kreatif kota Semarang antara lain permasalahan permodalan yang terbatas, bahan baku dan penggunaan peralatan produksi yang sederhana, media pemasaran terbatas karena belum adanya sentra UMKM, biaya transaksi yang cukup banyak, tenaga kerja yang kurang terampil, dan masalah pendaftaran hak cipta mereka.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengembangan Usaha dan Jaringan Pemasara

Pengembangan Usaha dan Jaringan Pemasara

Definisi Pemasaran • Kotler dan Lane 2007: Pemasaran adalah suatu proses sosial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan mencip[r]

12 Baca lebih lajut

Laporan pengembangan usaha beras.

Laporan pengembangan usaha beras.

3 RencanaI mplementas iProgramOperas i……….. 3 RencanaI mplementas iProgramLain-lain ...[r]

136 Baca lebih lajut

Pola Pengembangan Usaha Perunggasan.

Pola Pengembangan Usaha Perunggasan.

Survey perunggasan ayam ras pedaging di tingkat peternak plasma telah dilakukan di dua kabupaten, yaitu Subang dan Ciamis yang masing-masing sistem management usahanya memiliki pola khas. Pelaksanaan kemitraan pengadaan sarana produksi ditangani oleh Pengusaha Pengelola sebagai pihak inti melalui kontrak kerjasama upah bagi hasil bagi peternak plasma. Lama pemeliharaan ayam broiler di Kabupaten Subang terdiri atas dua kategori; pertama 28 – 32 hari dan kedua 32 – 42 hari, sedangkan di Kabupaten Ciamis 32 – 42 hari. Rataan pendapatan per ekor di Kabupaten Subang Rp 100,45 dan di Ciamis Rp 112,55. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan dua macam pola pengembangan, yaitu : di Kabupaten Ciamis berbentuk pola entrepreneur, sedangkan di Kabupaten Subang pola manajer. Penetapan formula harga ditentukan oleh faktor input utama, output di tingkat pasar lokal dan konversi ransum dengan penerapan asumsi : Harga ayam potong di pasar  2,7 harga ransum + 1,5 harga anak ayam umur sehari adalah paling tepat untuk peternak plasma.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Strategi dan Teknik Pengembangan Usaha

Strategi dan Teknik Pengembangan Usaha

Perluasan cakupan usaha dilakukan dengan pengembangan jenis usaha baru, serta dengan jenis produk yang baru dan bervariasi. Pengembangan cakup usaha baru ini disebut juga deversifikasi usaha. Contoh diversifikan usaha di bidang pertanian, adalah usaha yang berkembang menjadi agroindustri, agrowisata, agrobisnis, dan lain-lain.

4 Baca lebih lajut

PAPER PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN

PAPER PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN

UMKM berbasis ekonomi kreatif memerlukan kerja sama dari berbagai pihak untuk mencapai kemajuan di dunia usaha. Tidak hanya pemerintah dan pelaku UMKM itu sendiri, tetapi juga masyarakat perlu turut serta mengembangkannya. Upaya tersebut dapat tercermin melalui penggunaan produk lokal dan kampanye untuk senantiasa menggunakan produk buatan anak bangsa. Selain itu, kerjasama antar individu juga diperlukan untuk mengindari terciptanya iklim persaingan yang tidak sehat. Pihak pemerintah mengatakan untuk melakukan pengembangan UMKM kreatif di kota Semarang harus dilakukan antisipasi ke depan yang sifatnya kontinyu.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN USAHA DI UNIVERSTAS BRAWIJAYA

PENGEMBANGAN USAHA DI UNIVERSTAS BRAWIJAYA

KAITAN INKUBATOR BISNIS DENGAN PENDAPATAN UNIVERSITAS DAN PENGEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT produk Entrepreneur alumni Perusahaan dan bisnis masyarakat Penelitian Pertumbuhan ekonomi[r]

64 Baca lebih lajut

resiko pengembangan usaha dan reorganisa

resiko pengembangan usaha dan reorganisa

risiko spekulatif Adalah risiko yang diakibatkan oleh usaha spekulasi perusahaan Contoh: - bermain valas... Usaha Perlindungan terhadap risiko 1.[r]

18 Baca lebih lajut

Analisis Kelayakan Pengembangan Usaha Pada Usaha Warung Surabi

Analisis Kelayakan Pengembangan Usaha Pada Usaha Warung Surabi

Harga merupakan faktor yang sangat penting bagi keberlangsungan suatu usaha dalam menciptakan penawaran kepada konsumen, sehingga konsumen dapat tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan. Harga jual yang diberikan kepada konsumen harus mampu menutupi biaya operasional yang ditanggung perusahaan agar tidak mengalami kerugian. Menurut pemilik, keberadaan pesaing dianggap mempengaruhi pertimbangan harga. Jika harga yang ditawarkan terlalu tinggi dibandingkan pesaing tentunya konsumen tidak tertarik, oleh karena itu perusahaan mencari keuntungan yang relatif. Dalam hal ini, agar dapat menjalankan usaha secara kontinyu juga untuk menarik minat konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Warung Surabi menetapkan harga yang beragam untuk setiap menu. Variasi harga jual didasari harga bahan baku yang digunakan sebagai topping surabi pada tiap menu yang dipilih konsumen. Daftar harga dan menu Warung Surabi dapat dilihat pada Tabel 4. Seperti yang terlihat pada tabel, harga surabi ice cream sebesar Rp 6.500 dikarenakan harga beli bahan baku es krim lebih mahal dibandingkan bahan baku lainnya.
Baca lebih lanjut

144 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Penegasan Judul - STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN EKONOMI KARYAWAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Pada Perusahaan Amin Roti Bandar Lampung) - Raden Intan Repository

BAB I PENDAHULUAN A. Penegasan Judul - STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN EKONOMI KARYAWAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Pada Perusahaan Amin Roti Bandar Lampung) - Raden Intan Repository

Perusahaan roti amin pada awal didirikan membutuhkan modal Rp. 3.000.000 Namun, seiring perkembangan roti amin saat ini memiliki omset penjualan 52 juta rupiah perbulan. Setiap tahun dapat diperoleh bersih sekitar 200 juta rupiah hanya dengan membuat roti. Usaha industri rumah tangga ini mulanya didirikan pada tahun 2002. Seiring dengan berjalannya waktu, perusahaan roti amin memperlihatkan perkembangan yang cukup baik. Hal tersebut dapat dilihat tiap tahunnya permintaan terhadap produk roti amin khususnya dikalangan menengah bawah. Pada tahun 2002-2007 Roti amin hanya memproduksi roti sebanyak 200 perharinya, tahun 2008 hingga 2009 meningkat menjadi 400 roti perhari, pada tahun 2010 terus meningkat hingga 500 roti diproduksi perhari. Respon konsumen terhadap produk buatan roti amin cukup baik.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...