PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT

Top PDF PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT:

Pelaksanaan Kegiatan Bank Dalam Penghimpunan Dana Masyarakat Pada Pt Bank Tabungan Negara (Persero) TBK Kantor Cabang Medan

Pelaksanaan Kegiatan Bank Dalam Penghimpunan Dana Masyarakat Pada Pt Bank Tabungan Negara (Persero) TBK Kantor Cabang Medan

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya yang memberikan kesehatan, kesempatan, dan kemudahan sehingga dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul “Pelaksanaan Kegiatan Bank dalam Penghimpunan Dana Masyarakat pada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Cabang Medan”. Tugas Akhir ini disusun sebagai salah satu syarat guna menyelesaikan pendidikan pada Program Diploma III Jurusan Keuangan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

7 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT PADA BANK SYARIAH DI JAWA TIMUR DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI.

ANALISIS PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT PADA BANK SYARIAH DI JAWA TIMUR DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI.

Inflasi berpengaruh nyata (signifikan) terhadap Penghimpunan Dana Bank Syariah, penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dikemukakan oleh (Sri Agustiningsih, 2004:75) hal ini merupakan hal yang tidak lazim terjadi, dimana biasanya tingkat inflasi menunjukkan pengaruh yang negatif terhadap penghimpunan dana masyarakat, hal ini bisa terjadi disebabkan oleh terjadinya krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1997, sehingga tingkat inflasi pada tahun tersebut mencapai angka yang sangat tinggi yakni 77,63%. Dampak dari tingkat inflasi yang cukup tinggi ini membuat masyarakat cukup berhati-hati dalam menginvestasikan dananya. Sikap hati-hati dari masyarakat ini, dikarenakan banyak perusahaan yang gulung tikar dikarenakan ketidakmampuan perusahaan untuk membayar hutang mereka kepada pihak asing dalam bentuk dollar, karena nilai tukar rupiah yang menurun drastis ini membuat pemerintah mengambil kebijakan dengan meningkatkan suku bunga bank Indonesia, kebijakan ini dikeluarkan untuk mengumpulkan dana dari masyarakat, dana yang terkumpul ini digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang sedang dikerjakan oleh pemerintah.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penghimpunan Dana Masyarakat Pada Bank Pemerintah Di Sumatera Utara

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penghimpunan Dana Masyarakat Pada Bank Pemerintah Di Sumatera Utara

Penghimpunan dana masyarakat diperlukan agar bank memperoleh dana segar yang dapat diputarkan untuk meningkatkan pendapatan perbankan dan perekonomian daerah. Penghimpunan dana masyarakat oleh perbankan dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor dari dalam bank itu sendiri dan faktor dari luar bank. Sebagaimana dinyatakan oleh Rangkuti (2004) bahwa performance suatu organisasi atau perusahaan dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal seperti kondisi keuangan perusahaan, sumber daya manusia, kegiatan operasional dan kegiatan pemasaran. Faktor eksternal seperti kondisi pasar termasuk minat masyarakat, kompetitor, pendapatan masyarakat, kondisi perekonomian internasional, regional, nasional dan lokal (daerah), pertumbuhan sektor-sektor perekonomian di daerah, persaingan dengan bank-bank umum lainnya serta kebijakan pemerintah.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Prosedur Tabungan dalam Usaha Penghimpunan Dana Masyarakat pada Bank Muamalat Cabang Surakarta ITA PURBOSARI

Prosedur Tabungan dalam Usaha Penghimpunan Dana Masyarakat pada Bank Muamalat Cabang Surakarta ITA PURBOSARI

Berdasarkan hasil penelitian, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa: 1) Prosedur tabungan dalam usaha penghimpunan dana pada Bank Muamalat Cabang Surakarta diawali dengan pembukaan Rekening Tabungan akan dilayani oleh Customer Service sudah sesuai dengan ketentuan yang ada dimana penabung harus memenuhi persyaratan-persyaratan atau ketentuan-ketentuan operasional yang ditetapkan oleh bank; 2) Upaya yang dilakukan Bank Muamalat Cabang Surakarta untuk meningkatkan jumlah nasabah dalam usaha penghimpunan dana masyarakat yaitu melalui: Memperluas Jaringan Muamalat, Memperluas Pemasaran Produk Bank Muamalat, Mempromosikan produk Bank Muamalat pada media masa dan Memberikan Pelayanan yang Prima ( Service Excellent ). Untuk saran yang diberikan penulis kepada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk Cab.Surakarta adalah 1) Dalam melakukan kegiatan penghimpunan dana terutama pada saat pembukaan rekening sebaiknya pihak Bank memperhatikan penerapan prinsip mengenal nasabah sehingga dapat memperkecil resiko bank dan menjaga reputasi bank serta integritas dari sistem perbankan sehingga dapat mengurangi kemungkinan bank untuk dijadikan sasaran kejahatan keuangan ( Financial Crimes ); 2) Dengan upaya-upaya yang ditempuh oleh PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. Cabang Surakarta diharapkan dapat mengenalkan dan memasarkan produk-produk baik penghimpunan maupun pembiayaan dana kepada masyarakat sesuai dengan prinsip syariah.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

ANALISIS BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT PADA BANK SYARIAH DI INDONESIA.

ANALISIS BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT PADA BANK SYARIAH DI INDONESIA.

(Sri Agustiningsih, 2004:75) hal ini merupakan hal yang tidak lazim terjadi, dimana biasanya tingkat inflasi menunjukkan pengaruh yang negatif terhadap penghimpunan dana masyarakat, hal ini bisa terjadi disebabkan oleh terjadinya krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1997, sehingga tingkat inflasi pada tahun tersebut mencapai angka yang sangat tinggi yakni 77,63%. Dampak dari tingkat inflasi yang cukup tinggi ini membuat masyarakat cukup berhati-hati dalam menginvestasikan dananya. Sikap hati-hati dari masyarakat ini, dikarenakan banyak perusahaan yang gulung tikar dikarenakan ketidakmampuan perusahaan untuk membayar hutang mereka kepada pihak asing dalam bentuk dollar, karena nilai tukar rupiah yang menurun drastis ini membuat pemerintah mengambil kebijakan dengan meningkatkan suku bunga bank Indonesia, kebijakan ini dikeluarkan untuk mengumpulkan dana dari masyarakat, dana yang terkumpul ini digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang sedang dikerjakan oleh pemerintah.
Baca lebih lanjut

114 Baca lebih lajut

BAB II PENGATURAN PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT OLEH INDUSTRI JASA KEUANGAN A. Ruang Lingkup Industri Jasa Keuangan Bank - Tanggung Jawab Otoritas Jasa Keuangan Dalam Pencegahan Dan Penghimpunan Dana Ilegal Di Masyarakat

BAB II PENGATURAN PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT OLEH INDUSTRI JASA KEUANGAN A. Ruang Lingkup Industri Jasa Keuangan Bank - Tanggung Jawab Otoritas Jasa Keuangan Dalam Pencegahan Dan Penghimpunan Dana Ilegal Di Masyarakat

Pasar modal sebagai suatu kegiatan dalam penawaran umum dan perdagangan efek (saham) dari perusahaan publik adalah salah satu lembaga pembiayaan atau wadah untuk mencari dana bagi perusahaan dan alternatif sarana investasi bagi masyarakat (investor). Pasar modal ini menjadi wadah pertemuan antara penjual dan pembeli saham, baik pada tahap pasar perdana (primary market), maupun tahap sekunder (secondary market). 107 Penjual dalam pasar modal merupakan perusahaan yang membutuhkan modal (emiten), sehingga mereka berusaha untuk menjual efek-efek di pasar modal. Sedangkan pembeli (investor) adalah pihak yang ingin membeli modal di perusahaan yang menurut mereka menguntungkan. 108
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN RASIO CAMEL DALAM MEMPREDIKSI PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT : INFLASI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI.

KEMAMPUAN RASIO CAMEL DALAM MEMPREDIKSI PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT : INFLASI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI.

Pentingnya pengendalian inflasi didasarkan pada pertimbangan bahwa inflasi yang tinggi dan tidak stabil memberikan dampak negatif kepada kondisi sosial ekonomi masyarakat. Pertama, inflasi yang tinggi akan menyebabkan pendapatan riil masyarakat akan terus turun sehingga standar hidup dari masyarakat turun dan akhirnya menjadikan semua orang, terutama orang miskin, bertambah miskin. Kedua, inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian (uncertainty) bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan. Pengalaman empiris menunjukkan bahwa inflasi yang tidak stabil akan menyulitkan keputusan masyarakat dalam melakukan konsumsi, investasi dan produksi, yang pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. Ketiga, tingkat inflasi domestik yang lebih tinggi dibanding dengan tingkat inflasi di negara tetangga menjadikan tingkat bunga domestik riil menjadi tidak kompetitif sehingga dapat memberikan tekanan pada nilai rupiah (Laporan Bulanan Ekonomi, Moneter dan Perbankan, 2005).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Kedudukan Otoritas Jasa Kuangan Dalam Perlindungan Hukum Bagi Masyarakat Terhadap Kegiatan Investasi Illegal di Tasikmalaya

Kedudukan Otoritas Jasa Kuangan Dalam Perlindungan Hukum Bagi Masyarakat Terhadap Kegiatan Investasi Illegal di Tasikmalaya

Rizky Arisandi, NIM 1111048000055, “ KED UDUKAN OTORITAS JASA KEUANGAN DALAM PERLINDUNGAN HUKUM BAGI MASYARAKAT TERHADAP KEGIATAN INVESTASI ILLEGAL DI TASIKMALAYA ” , Strata Satu (S1), Konsentrasi Hukum Bisnis, Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 1436 H/ 2015 M, viii+74 halaman+ 27 halaman lampiran. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui & memahami perlindungan hukum nasabah dalam kasus penghimpunan dana masyarakat dalam bentuk investasi illegal oleh Otoritas Jasa Keuangan. Latar Belakang penelitian ini adalah berkaitan dengan perlindungan hukum nasabah atas kerugian yang diterima dalam kasus investasi illegal, dilakukan oleh perusahaan tanpa izin lembaga berwenang untuk melakukan penghimpunan dana. Pe nelitian ini bersifat library research, mengkaji putusan Mahkamah Agung No. 196/PID.SUS/2013 dan mengkaitkan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk mendukung penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan kasus (case study) serta pendekatan konseptual (conceptual approach). Dalam penelitian ini menggunakan tiga bahan hukum yang digunakan yakni, bahan hukum primer terdiri dari Undang-Undang No 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan, Undang- Undang No 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan, Putusan Mahkamah Agung 196/K/PID.SUS/201, dan aturan perundang-undangan lain yang terkait, bahan hukum sekunder terdiri dari publikasi tentang hukum dalam bidang jasa keuangan meliputi buku-buku teks, kamus hukum, jurnal hukum, dan komentar-komentar atas putusan pengadilan, bahan non hukum terdiri dari buku-buku mengenai Ilmu Ekonomi, Sosiologi, Filsafat atau laporan-laporan penelitian non-hukum. Hasil penelitian menunjukan bahwa Undang-Undang No 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan dan Undang-Undang No 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan dapat diterapkan dalam penyelesaian penghimpunan dana masyarakat dalam bentuk investasi illegal tanpa izin lembaga berwenang serta perkara putusan Mahkamah Agung penelitian ini telah tepat dalam putusannya. Disarankan perlindungan hukum & pengetahuan masyarakat tentang investasi illegal diperketat dan diperluas oleh lembaga berwenang Otoritas Jasa Keuangan.
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

Analisis faktor2 yg mempengaruhi perhimpunan dana

Analisis faktor2 yg mempengaruhi perhimpunan dana

berpengaruh nyata terhadap penghimpunan dana masyarakat di perbankan syariah. Untuk variabel nilai bagi hasil dan PDB berpengaruh secara positif terhadap penghimpunan dana masyarakat di perbankan syariah, sedangkan untuk inflasi berpengaruh secara negatif terhadap penghimpunan dana masyarakat pada perbankan syariah.

2 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Otoritas Jasa Keuangan Dalam Pencegahan Dan Penghimpunan Dana Ilegal Di Masyarakat

Tanggung Jawab Otoritas Jasa Keuangan Dalam Pencegahan Dan Penghimpunan Dana Ilegal Di Masyarakat

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka diketahui bahwa sebagian perusahaan keuangan yang melakukan penghimpunan dana masyarakat secara ilegal tersebut merupakan badan hukum. Badan hukum disebut juga dengan korporasi . Korporasi merupakan istilah yang biasa digunakan oleh para ahli hukum pidana dan kriminologi untuk menyebut apa yang dalam bidang hukum lain, khususnya bidang hukum perdata sebagai badan hukum, atau dalam bahasa Belanda disebut rechtpersoon atau dalam bahasa Inggris dengan istilah legal person atau legal body. Korban dari kejahatan korporasi memiliki spektrum yang luas. Nampaknya terdapat suatu perbedaan antara korban kejahatan yang bersifat konvensional dengan kejahatan-kejahatan dalam bentuk inkonvensional. Pada kejahatan yang bersifat konvensional, korban kejahatan nampak jelas pada saat itu atau tidak lama setelah terjadinya kejahatan. Berbeda dengan itu, pada kejahatan yang bersifat inkonnvensional, korban kejahatan sulit untuk diketahui atau korban baru nampak pada waktu yang cukup lama setelah terjadinya kejahatan. Yang lebih parah lagi, adakalanya korban tidak mengetahui kalau dirinya telah menjadi korban dari suatu perbuatan tertentu. 255 Dengan demikian ,dapat diketahui praktik penghimpunan dana ilegal dengan modus operandi investasi yang terjadi di masyarakat sangat merugikan. Data kerugian yang dilansir dari OJKsudah mencapai 13 triliun. 256 Jika tidak ditangani dengan baik maka dapat menimbulkan risiko sistemik yang berkepanjangan. 257
Baca lebih lanjut

135 Baca lebih lajut

PENGHIMPUNAN DANA DENGAN AKAD MUDHARABAH PADA BANK RAKYAT INDONESIA SYARIAH

PENGHIMPUNAN DANA DENGAN AKAD MUDHARABAH PADA BANK RAKYAT INDONESIA SYARIAH

Waktu merupakan jangka waktu yang disepakati oleh shahibul maal dan mudharib dalam akad mudharabah mengenai berakhirnya kerjasama kedua pihak setelah tercapainya tujuan akad. Menurut Pasal 205 KHES, akad mudharabah dinyatakan selesai apabila waktu kerja sama yang disepakati dalam akad tersebut telah berakhir. Ketika tanggal jatuh tempo deposito mudharabah tiba maka akad mudharabah akan berakhir, BRIS akan siap menerima kedatangan shahibul maal yang akan mencairkan uangnya. Kesiapan BRIS ini sesuai dengan KHES Pasal 207 ayat (3) yang menyatakan bahwa mudharib wajib mengembalikan modal dan keuntungan kepada pemilik modal dalam kerja sama mudharabah. Apabila shahibul maal tidak datang ke kantor BRIS saat waktu jatuh tempo, maka pihak BRIS telah diberikan kuasa dalam akad untuk memperpanjang deposito mudharabah dengan jumlah nominal, jangka waktu dan juga besarnya nisbah bagi hasil yang sama dengan perjanjian awal yang disepakati. Berbeda dengan shahibul maal yang datang ke kantor BRIS yang ingin memperpanjang kembali deposito mudharabah dengan jangka waktu yang berbeda dari kesepakatan sebelumnya, misalnya akad sebelumnya dengan waktu jatuh tempo 1 bulan dan akan diperpanjang dengan menambah nominal dana serta waktu jatuh tempo menjadi 6 bulan, maka nisbah bagi hasil tunduk kepada ketentuan yang berlaku pada saat perpanjangan atau pembuatan akad baru.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGHIMPUNAN DANA DAN JASA DALAM PERBANKAN ISLAM 2013

PENGHIMPUNAN DANA DAN JASA DALAM PERBANKAN ISLAM 2013

PENGERTIAN INVESTASI 0Investasi adalah dana yang dipercayakan oleh Nasabah kepada Bank Syariah dan/atau UUS berdasarkan akad mudharabah atau akad lain yang tidak bertentangan d[r]

56 Baca lebih lajut

PROMOSI OPENTABLE DALAM PENGHIMPUNAN DANA DI BNI SYARIAH DHARMAWANGSA SURABAYA.

PROMOSI OPENTABLE DALAM PENGHIMPUNAN DANA DI BNI SYARIAH DHARMAWANGSA SURABAYA.

B. Pelaksanaan Promosi opentable di BNI Syariah Dharmawangsa Surabaya Promosi merupakan salah satu faktor produksi yang paling berperan dalam keberhasilan suatu perusahaan dalam menjalani kegiatan usahanya. Seperti halnya kegiatan usaha dalam menghimpun dana masyarakat sangat berpengaruh dalam perkembangan perbankan. Salah satu permasalahan dalam mekanisme perusahaan adalah masalah strategi promosi yang tidak optimal atau tidak produktif. Hal ini akan membuat suatu bank tidak berkembang. Promosi merupakan salah satu faktor penting penentu keberhasilan suatu program pemasaran. Betapapun berkualitasnya suatu produk, bila konsumen belum pernah mendengarnya dan tidak yakin bahwa produk itu akan berguna bagi mereka, maka mereka tidak akan pernah membelinya. 7
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

Fenomena Sistem Penghimpunan Dana Bank S

Fenomena Sistem Penghimpunan Dana Bank S

Dalam segi penarikan dana pihak ketiga (funding), perbankan syariah juga mengalami peningkatan yang signifikan. Peningkatan DPK ini sejalan dengan perkembangan bank syariah yang semakin banyak jumlahnya sehingga semakin besar dana masyarakat yang dapat diserap oleh perbankan syariah, hal ini tampak pada periode setelah tahun 2003 ketika terjadi lonjakan dana masyarakat yang cukup tinggi dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 6%, sedangkan rata- rata pertumbuhan sebelum tahun 2003 masingmasing sebesar 5% pada tahun 2001, dan 3,6% pada tahun 2002. 23
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Sumber sumber Dana Bank dan Manajemen Ba

Sumber sumber Dana Bank dan Manajemen Ba

MANAJEMEN BANK • Manajemen bank = manajemen aktiva pasiva bank Banking Asset Liability Manajement Manajemen dana bank: Suatu proses pengelolaan penghimpunan dana2 masyarakat ked[r]

20 Baca lebih lajut

ANALISIS INVESTASI ATAS PENGHIMPUNAN DANA NASABAHOLEH BMT Analisis Investasi Atas Penghimpunan Dana Nasabah Oleh BMT (Studi Kasus Bmt Amanah Ummah Sukoharjo).

ANALISIS INVESTASI ATAS PENGHIMPUNAN DANA NASABAHOLEH BMT Analisis Investasi Atas Penghimpunan Dana Nasabah Oleh BMT (Studi Kasus Bmt Amanah Ummah Sukoharjo).

Skripsi yang berjudul “Analisis Investasi Atas Penghimpunan Dana Nasabah Oleh BMT (studi kasus BMT Amanah Ummah Sukoharjo), tujuan dari penyusunan skripsi ini adalah untuk mengetahui bagaimana mendirikan sebuah bisnis perusahaan jasa dalam bidang lembaga keuangan BMT dilihat dari keseimbangan antara penghimpunan dana dan investasi.

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...