PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT

Top PDF PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT:

ANALISIS PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT PADA BANK SYARIAH DI JAWA TIMUR DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI.

ANALISIS PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT PADA BANK SYARIAH DI JAWA TIMUR DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI.

Bank Islam mempergunakan istilah resmi “Bank Syariah” atau secara lengkap disebut “Bank berdasarkan prinsip syariah”. Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduk beragama Islam terbesar di dunia juga telah merasakan kebutuhan akan adanya bank yang diharapkan dapat memberikan kemudahan-kemudahan dan jasa-jasa perbankan kepada semua unit Islam dan penduduk di Indonesia yang beroperasi tanpa riba. Memperhatikan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penghimpunan dana masyarakat pada Bank Syariah di Jawa Timur.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penghimpunan Dana Masyarakat Pada Bank Pemerintah Di Sumatera Utara

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penghimpunan Dana Masyarakat Pada Bank Pemerintah Di Sumatera Utara

Penghimpunan dana masyarakat diperlukan agar bank memperoleh dana segar yang dapat diputarkan untuk meningkatkan pendapatan perbankan dan perekonomian daerah. Penghimpunan dana masyarakat oleh perbankan dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor dari dalam bank itu sendiri dan faktor dari luar bank. Sebagaimana dinyatakan oleh Rangkuti (2004) bahwa performance suatu organisasi atau perusahaan dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal seperti kondisi keuangan perusahaan, sumber daya manusia, kegiatan operasional dan kegiatan pemasaran. Faktor eksternal seperti kondisi pasar termasuk minat masyarakat, kompetitor, pendapatan masyarakat, kondisi perekonomian internasional, regional, nasional dan lokal (daerah), pertumbuhan sektor-sektor perekonomian di daerah, persaingan dengan bank-bank umum lainnya serta kebijakan pemerintah.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Prosedur Tabungan dalam Usaha Penghimpunan Dana Masyarakat pada Bank Muamalat Cabang Surakarta ITA PURBOSARI

Prosedur Tabungan dalam Usaha Penghimpunan Dana Masyarakat pada Bank Muamalat Cabang Surakarta ITA PURBOSARI

DPLK ini dapat diikuti oleh mereka yang berusia minimal 18 tahun, atau sudah menikah dan pilihan usia pensiun sekitar 45-65 tahun dengan iuran minimal Rp 50.000,- per bulan dan pembayarannya dapat didebet secara otomatis dari PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk, atau dapat ditransfer dari bank lain. Program ini diperuntukkan bagi perorangan dan perusahaan. Peserta juga dapat mengikuti program WASIAT UMMAT, dimana selama masa kepesertaan, peserta dilindungi asuransi jiwa sebesar nilai tertentu dengan premi tertentu. Dengan asuransi ini, keluarga peserta akan memperoleh dana pensiun sebesar yang diproyeksikan sejak awal jika peserta meninggal dunia sebelum memasuki dana pensiun (PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk).
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN RASIO CAMEL DALAM MEMPREDIKSI PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT : INFLASI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI.

KEMAMPUAN RASIO CAMEL DALAM MEMPREDIKSI PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT : INFLASI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI.

Pentingnya pengendalian inflasi didasarkan pada pertimbangan bahwa inflasi yang tinggi dan tidak stabil memberikan dampak negatif kepada kondisi sosial ekonomi masyarakat. Pertama, inflasi yang tinggi akan menyebabkan pendapatan riil masyarakat akan terus turun sehingga standar hidup dari masyarakat turun dan akhirnya menjadikan semua orang, terutama orang miskin, bertambah miskin. Kedua, inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian (uncertainty) bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan. Pengalaman empiris menunjukkan bahwa inflasi yang tidak stabil akan menyulitkan keputusan masyarakat dalam melakukan konsumsi, investasi dan produksi, yang pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. Ketiga, tingkat inflasi domestik yang lebih tinggi dibanding dengan tingkat inflasi di negara tetangga menjadikan tingkat bunga domestik riil menjadi tidak kompetitif sehingga dapat memberikan tekanan pada nilai rupiah (Laporan Bulanan Ekonomi, Moneter dan Perbankan, 2005).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

BAB II PENGATURAN PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT OLEH INDUSTRI JASA KEUANGAN A. Ruang Lingkup Industri Jasa Keuangan Bank - Tanggung Jawab Otoritas Jasa Keuangan Dalam Pencegahan Dan Penghimpunan Dana Ilegal Di Masyarakat

BAB II PENGATURAN PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT OLEH INDUSTRI JASA KEUANGAN A. Ruang Lingkup Industri Jasa Keuangan Bank - Tanggung Jawab Otoritas Jasa Keuangan Dalam Pencegahan Dan Penghimpunan Dana Ilegal Di Masyarakat

Pasar modal sebagai suatu kegiatan dalam penawaran umum dan perdagangan efek (saham) dari perusahaan publik adalah salah satu lembaga pembiayaan atau wadah untuk mencari dana bagi perusahaan dan alternatif sarana investasi bagi masyarakat (investor). Pasar modal ini menjadi wadah pertemuan antara penjual dan pembeli saham, baik pada tahap pasar perdana (primary market), maupun tahap sekunder (secondary market). 107 Penjual dalam pasar modal merupakan perusahaan yang membutuhkan modal (emiten), sehingga mereka berusaha untuk menjual efek-efek di pasar modal. Sedangkan pembeli (investor) adalah pihak yang ingin membeli modal di perusahaan yang menurut mereka menguntungkan. 108
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

ANALISIS BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT PADA BANK SYARIAH DI INDONESIA.

ANALISIS BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT PADA BANK SYARIAH DI INDONESIA.

c. Rekening Tabungan Mudharabah. Prinsip Mudharabah juga digunakan untuk jasa pengelolaan rekening tabungan. Salah satu syarat mudharabah adalah bahwa dana harus dalam bentuk uang (monetary form), dalam jumlah tertentu dan diserahkan kepada mudharib oleh karena itu tabungan Mudharabah tidak dapat ditarik sewaktu-waktu sebagaimana tabungan wadi’ah dengan demikian tabungan Mudharabah biasanya tidak diberikan fasilitas ATM, karena penabung tidak dapat menarik dananya dengan leluasa. Dalam aplikasi Bank Syariah melayani tabungan Mudharabah dalam bentuk targeted saving, seperti tabungan korban, tabungan haji atau tabungan lain yang dimaksudkan untuk suatu pencapaian target kebutuhan dalam jumlah dan atau jangka waktu tertentu. (Arifin, 2002:55-56)
Baca lebih lanjut

114 Baca lebih lajut

Analisis faktor2 yg mempengaruhi perhimpunan dana

Analisis faktor2 yg mempengaruhi perhimpunan dana

berpengaruh nyata terhadap penghimpunan dana masyarakat di perbankan syariah. Untuk variabel nilai bagi hasil dan PDB berpengaruh secara positif terhadap penghimpunan dana masyarakat di perbankan syariah, sedangkan untuk inflasi berpengaruh secara negatif terhadap penghimpunan dana masyarakat pada perbankan syariah.

2 Baca lebih lajut

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PERBANKAN SYARIAH DENGAN PERBANKAN KONVENSIONAL

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PERBANKAN SYARIAH DENGAN PERBANKAN KONVENSIONAL

Penghimpunan dana adalah mengumpulkan atau mendapatkan uang dengan cara membeli dari masyarakat luas dalam bentuk simpanan giro, tabungan dan deposito. Hal ini dilakukan oleh bank dengan berbagai strategi agar masyarakat tertarik untuk menanamkan dana yang dimiliknya. Jenis simpanan yang dapat dipilih oleh masyarakat adalah simpanan giro, tabungan, sertifikat deposito dan deposito berjangka yang masing- masing memiliki kelebihan sendiri. Strategi bank dalam menghimpun dana adalah dengan memberikan rangsangan berupa balas jasa yang menarik dan menguntungkan. Balas jasa tersebut dapat berupa bunga, cindera mata, hadiah atau pelayanan balas jasa lainnya. Semakin beragam dan menguntungkan balas jasa yang diberikan akan menambah minat masyarakat untuk menyimpan uangnya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis perbandingan dana pihak ketiga

Analisis perbandingan dana pihak ketiga

ketiga untuk produk giro sebelum penerapan office channeling bisa dikatakan flat atau tidak mengalami peningkatan atau penurunan secara signifikan, penghimpunan Giro tertingggi terjadi pada bulan Februari 2006 sebesar 77,303 Milyar. Sedangkan penghimpunan Giro terendahnya adalah 54,376 Milyar yang terjadi di bulan Maret 2005. Setelah diterapkannya office channeling pada bulan April 2006, penghimpunan Giro pada BNI Syariah tidak mengalami kenaikan secara langsung. Bahkan mengalami penurunan pada bulan pertama kebijakan tersebut diterapkan sebesar 9,432 Milyar dari 64,996 Milyar turun menjadi 55,564 Milyar. Penghimpunan Giro tertinggi setelah penerapan kebijakan office channeling pada bulan Juli 2006 sebesar 271,499 Milyar. Tetapi penghimpunan Giro pada BNI Syariah selama 14 bulan pasca penerapan office channeling justru mengalami fluktuatif, bahkan mengalami penurunan tepat 14 bulan pasca office channeling yaitu 134,791 Milyar.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

MANAJEMEN DANA BANK SYARIAH. docx

MANAJEMEN DANA BANK SYARIAH. docx

Manajemen dana bank sebagai suatu proses pengelolaan penghimpunan dana-dana dari masyarakat ke dalam bank dan pengalokasian dana-dana tersebut bagi kepentingan bank dan masyarakat serta pemupukannya secara optimal melalui pergerakan semua sumber daya yang tersedia demi mencapai tingkat rentabilitas yang memadai sesuai dengan batas ketentuan peraturan yang berlaku.

Baca lebih lajut

Penerapan Sistem Bagi Hasil Pada Pembiayaan Al-Mudharabah Pada PT Bank Syariah Mandiri Cabang Padangsidempuan

Penerapan Sistem Bagi Hasil Pada Pembiayaan Al-Mudharabah Pada PT Bank Syariah Mandiri Cabang Padangsidempuan

Didalam pelaksanaan prinsip bagi hasil dalam hal kegiatan penghimpunan dana bank syariah cukup mendapat kepercayaan dari masyarakat, akan tetapi dalam hal bentuk pembiayaan masih cukup banyak masyarakat yang beranggapan bahwa pembiayaan di bank syariah tidak berbeda dengan kredit di bank konvensional atau belum benar-benar diterapkan sesuai hukum islam.

Baca lebih lajut

PERAN WAKAF TUNAI DALAM PEMBERDAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DI TABUNG WAKAF INDONESIA

PERAN WAKAF TUNAI DALAM PEMBERDAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DI TABUNG WAKAF INDONESIA

memiliki usaha yang sama. Misalnya, penyaluran wakaf uang untuk usaha perkebunan, melalui LPEU Insan Kamil mitra binaan TWI. Begitu juga untuk penyaluran surplus wakaf untuk para pedagang yang ada di Jakarta dan Bogor, melalui Masyarakat Mandiri yang juga mitra binaan TWI. Hal ini juga diberlakukan pada Kampung Ternak, sebuah kawasan yang masyarakatnya mempunyai usaha peternakan sapi atau kambing, mitra binaan TWI yang mendapat kucuran dana wakaf uang untuk penggemukan sapi atau kambing. Pengelolaan wakaf uang telah dibuktikan TWI melalui pemberian modal kerja kepada mitra binaannya seperti Bakmi Langgara, Masyarakat Madani, LPEU Insan Kamil, Kampung Ternak, BMT Nusya Pondok Pesantren Ibnu Syakur Tuban. Program Wakaf Tunai terbukti telah memberikan kesempatan kepada masyarakat yang bernaung didalam lembaga binaan untuk membuka usaha, ataupun pengembangan usaha produktif masyarakat yang kekurangan modal. 16
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BANK SYARIAH DALAM PERSPEKTIF FILOSOFIS, YURIDIS DAN SOSIOLOGIS BANGSA INDONESIA

BANK SYARIAH DALAM PERSPEKTIF FILOSOFIS, YURIDIS DAN SOSIOLOGIS BANGSA INDONESIA

Peranan dan fungsi bank dalam kontek usaha adalah sebagai financialintermediary antara pemilik dana dengan pengusaha yang mengelola dana, sekaligus mempunyai peran penting dalam dua hal yaitu melaksanakan amanat UUD 1945 tentang pemerataan ekonomi bagi masyarakat dan juga mendukung pembangunan ekonomi negara. Karena itu usaha perbankan sering disebut jantungnya penggerak roda perekonomian suatu negara, maka bila perbankan mengalami kehancuran di suatu negara, akibatnya terpuruk pula ekonomi negara tersebut sebagaimana yang dialami Indonesia. 7 Sekarang ini hampir tidak ada yang
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH TABUNGAN TERHADAP ANTISIPASI PEMBIAYAAN BERMASALAH DI BMT ISLAMIC CENTRE KABUPATEN CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

PENGARUH TABUNGAN TERHADAP ANTISIPASI PEMBIAYAAN BERMASALAH DI BMT ISLAMIC CENTRE KABUPATEN CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

tindakan pencegahan sebelum kredit tersebut macet. Kemudian Repressive control of credit adalah pengendalian kredit yang dilakukan melalui tindakan penagihan/penyelesaian setelah kredit tersebut macet. 7 Untuk mengantisipasi kredit macet usaha yang dilakukan bukan hanya oleh bank tetapi juga oleh nasabah, salah satu antisipasi yang dilakukan oleh bank yaitu melalui produk penghimpunan dana yang berupa tabungan, dimana melihat dari salah satu fungsi tabungan sebagai investasi sehingga tabungan diharapkan bisa dijadikan sebagai antisipasi pembiayaan bermasalah. Dari hasil observasi, antisipasi dengan mengoptimalkan tabungan ini juga di terapkan di BMT Islamic Centre Kabupaten Cirebon sehingga penulis memutuskan untuk mengadakan penelitian di BMT Islamic Centre kabupaten Cirebon
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Fenomena Sistem Penghimpunan Dana Bank S

Fenomena Sistem Penghimpunan Dana Bank S

Dalam segi penarikan dana pihak ketiga (funding), perbankan syariah juga mengalami peningkatan yang signifikan. Peningkatan DPK ini sejalan dengan perkembangan bank syariah yang semakin banyak jumlahnya sehingga semakin besar dana masyarakat yang dapat diserap oleh perbankan syariah, hal ini tampak pada periode setelah tahun 2003 ketika terjadi lonjakan dana masyarakat yang cukup tinggi dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 6%, sedangkan rata- rata pertumbuhan sebelum tahun 2003 masingmasing sebesar 5% pada tahun 2001, dan 3,6% pada tahun 2002. 23
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ANALISIS STRATEGI TERHADAP PENGHIMPUNAN DANA PIHAK KETIGA

ANALISIS STRATEGI TERHADAP PENGHIMPUNAN DANA PIHAK KETIGA

Bank syariah dalam melaksanakan kegiatan usahanya harus berdasarkan prinsip syariah. Dalam perspektif jangka panjang, pengembangan sistem perbankan Syariah diharapkan dapat tetap berpegang pada nilai-nilai Syariah, memiliki peran signifikan dalam sistem perekonomian nasional serta memperbaiki kesejahteraan masyarakat. Prasetyo (2009), menjelaskan bahwa kebijakan pengembangan dapat dilakukan dengan pengembangan jaringan di wilayah-wilayah yang dinilai potensial. Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, merupakan potensi yang luar biasa sebagai tempat tumbuh berkembangnya kegiatan ekonomi yang berbasis syariah. Peluang dan tantangan pengembangan perbankan syariah juga muncul dengan mulai beroperasinya beberapa bank syariah seperti Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri, bank BNI’46 Syariah Prima, Bank Niaga Syariah, Bank Danamon Syariah, Bank Permata Syariah, BII Syariah, Bank BTN Syariah, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah, dan Bukopin Syariah, serta Bank Syariah Mega Indonesia (BSMI).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH PENGHIMPUNAN DANA PIHAK KETIGA

PENGARUH PENGHIMPUNAN DANA PIHAK KETIGA

syariah di Indonesia, sementara itu untuk uji determinasi diperoleh hasil 96% variabel DPK dan NPF dapat menjelaskan penyaluran dana perbankan syariah di Indonesia, sisanya sebesar 4%, dipengaruhi faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi penyaluran dana adalah kompetitor, baik dari kalangan perbankan syariah sendiri maupun dari kalangan perbankan konvensional, belum lagi persaingan dari lembaga keungan lainnya yang bukan bank. Kondisi perekonomian yang kadang tidak dapat dikontrol. Serta perubahan peraturan dan perundang-undangan dari pemerintah khususnya pasca krisis moneter, dimana pengawasan perbankan terus diperketat. Dalam menghimpun dana perbankan, bank diwajibkan menyediakan giro wajib minimum, cadangan primer, cadangan sekunder, bagi kelancaran operasional bank dan kesehatan bank tersebut.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kajian Manajemen Zakat Studi Kasus di Ru

Kajian Manajemen Zakat Studi Kasus di Ru

Sebagai lembaga zakat nasional, RZ selalu berkomitmen meningkatkan standar pengelolaannya, terutama yang berkaitan dengan transparansi, akuntabilitas dan pertanggungjawaban. Untuk itu RZ berkomitmen untuk terus memperbaiki penerapan tata kelola lembaga yang baik demi keberlangsungan kegiatan operasi dalam jangka panjang. Pengelolaan zakat di RZ didukung oleh sumber daya alam yang berkualitas dengan struktur organisasi yang sistematis. Dalam hal pengelolaan zakat, RZ mempercayakan program – program pengelolaan zakat di RZ ada dibawah koordinasi Chief Program Officer (CPO), yaitu Ibu Heny Widiastuti. RZ, dalam pengelolaan zakatnya berkontribusi pada 4 bidang program unggulan dalam pengelolaan zakat, yaitu Senyum Juara (Pendidikan), Senyum Sehat (kesehatan), Senyum mandiri (ekonomi), dan Senyum lestari (lingkungan). RZ sebagai mitra zakat terpercaya dalam berbagi berupaya untuk menyalurkan dan menjembatani setiap sinergi secara sistematis dan tepat sasaran sehinngga menjadi bagian gaya baru dari masyarakat dan menjadikan hidup lebih bermakna. Pengelolaan zakat dalam RZ harus disalurkan ke dalam bidang – bidang yang konsituen terhadap penerimaan zakat, tidak disalurkan kepada ke sembarang mustakhik. Pengelolaan zakat di RZ sangat profesional yang dibuktikan dengan adanya program – program yang dibentuk dan tepat sasaran, adapun program pengelolaan zakat pada RZ antara lain:
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Peranan Tabungan Sebagai Sumber Dana Bank  Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan

Peranan Tabungan Sebagai Sumber Dana Bank Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan

Dari uraian diatas, kita dapat mendefenisikan manajemen dana bank sebagai suatu proses pengelolaan penghimpunan dana-dana masyarakat kedalam bank dan pengalokasian dana-dana tersebut bagi kepentingan bank dan masyarakat pada umumnya serta pemupukannya secara optimal melalui penggerakan semua sumber dana yang tersedia demi mencapai tingkat rentabilitas yang memadai sesuai dengan batas ketentuan peraturan yang berlaku. Ruang lingkup kegiatan manajemen dana bank dengan bertitik tolak dari pengertian dan defenisi diatas adalah segala aktivitas bank dalam rangka penghimpunan dana- dana masyarakat, aktivitas bank untuk menjaga kepercayaan masyarakat dengan penyediaan uang tunai bagi pemeliharaan kepentingan masyarakat penyimpan, penempatan dana dalam bentuk kredit sebagai usaha pelayanan kebutuhan uang masyarakat dan penempatan dana dalam bentuk-bentuk yang lain, baik bersifat jangka pendek maupun jangka panjang demi kepentingan rentabilitas (profitability) dan pengelolaan modal bagi bank agar dapat berfungsi wajar sesuai
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB I. PERANAN BANK DALAM PEMBANGUNAN - MANAJEMEN DANA BANK

BAB I. PERANAN BANK DALAM PEMBANGUNAN - MANAJEMEN DANA BANK

1. Manajemen perkreditan pada dasarnya merupakan suatu proses yang terintegrasi antara sumber – sumber dana kredit, alokasi dana yang dapat dijadikan kredit dengan perencanaan, pengorganisasian, pemberian, administrasi dan pengamatan kredit. Tujuannya adalah untuk mendapatkan penghasilan yang tinggi sekaligus untuk menjaga keamanan untuk nasabah penyimpan. Sedangkan fungsi kredit adalah sebagai berikut :

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...