PENGOLAHAN KOPI

Top PDF PENGOLAHAN KOPI:

Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pengolahan Kopi Arabika Dan Bioetanol (Studi Kasus: Unit Pengolahan Kopi Arabika Usaha Tani Empat Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso)

Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pengolahan Kopi Arabika Dan Bioetanol (Studi Kasus: Unit Pengolahan Kopi Arabika Usaha Tani Empat Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso)

Usaha Tani Empat mendapatkan bantuan dalam bentuk hibah berupa pembangunan bangunan unit pengolahan kopi arabika, mesin pulper silinder tiga, mesin pencuci kopi, terpal, bak pencuci persegi, dan para-para dalam menjalankan usahanya. Oleh karena itu, dalam perhitungannya harga yang dipergunakan merupakan nilai opportunity cost dari biaya sebenarnya kelima komponen tersebut yang dikeluarkan oleh pihak pemberi bantuan yakni pemerintah Provinsi Jawa Timur. Adapun tanah yang digunakan dalam mendirikan bangunan unit pengolahan kopi arabika merupakan tanah pribadi. Karena itu, dalam perhitungannya harga yang dipergunakan merupakan nilai opportunity cost dari harga tanah sebenarnya di lokasi tersebut, yaitu sebesar Rp 150 000 per m 2 . Selain kelima alat tersebut Usaha Tani Empat melakukan investasi terhadap beberapa peralatan lainnya berupa tank air, mobil pick up, timbangan 300 kg, para-para, bak cor, dan pipa ¾. Biaya investasi usaha pengolahan kopi arabika Usaha Tani Empat dapat dilihat pada Tabel 6.
Baca lebih lanjut

145 Baca lebih lajut

IbM PEMANFAAT LIMBAH CAIR PROSES PENGOLAHAN BUAH KOPI SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF PADA PROSES PENGOLAHAN KOPI DAN KEPERLUAN RUMAH TANGGA

IbM PEMANFAAT LIMBAH CAIR PROSES PENGOLAHAN BUAH KOPI SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF PADA PROSES PENGOLAHAN KOPI DAN KEPERLUAN RUMAH TANGGA

Langkah-langkah pendekatan program IbM dapat diuraikan sebagai berikut: (a) Untuk optimalisasi pemanfaatan biogas dan peningkatan aktivitas ekonomi masyakarat maka dibentuk 2 kelompok kegiatan, kelompok pertama adalah kelompok yang bergerak dalam unit produksi biogas dan memanfaatkan biogas tersebut untuk kegiatan rumah tangga dan pengolahan kopi bubuk, sementara kelompok kedua memanfaatkan biogas sebagai bahan bakar kegiatan pengolahan biji kopi menjadi produk kopi bubuk kemasan (pengolahan kopi sekunder); (b) Sosialisasi teknis pembuatan reaktor/biodigester biogas; (c) Sosialisasi dan pemberian pelatihan teknis instalasi kompor gas untuk keperluan rumah tangga dan pengolahan kopi bubuk.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

IbM Kelompok Usaha Pengolahan Kopi di Damarwulan

IbM Kelompok Usaha Pengolahan Kopi di Damarwulan

dilakukan adalah melakukan Rebranding Produk, KBU. SIDO DADI dan KBU NGUDI BERKAH melakukan pola pengembangan pengomtimalan kopi dalam berbagai jenis, diantaranya yaitu Kopi Tulen ,kopi susu dan kopi jahe. Kami berupaya melakukan konsentrasi pengembangan menjadi sau titik, yakni membuat sebuah brand yang menjadi ciri khas dari produk-produk tersebut, sehingga kami memutuskan secara bersama bahwa pengembangan pengolahan kopi yang dikemas kedalam bungkus siap saji ini di beri nama atau merek “DAMARWULAN” yang trdiri dari Kopi Susu Damarwulan, Kopi Tulen Damar Wulan dan Kopi Jahe Damar.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN KOPI instant

PENGEMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN KOPI instant

Saat ini, sebagian petani sadar akan pentingnya bergabung ke dalam organisasi petnai baik itu koperasi atau kelompok tani. Namun, menurut USAID (2007) ternyata, walaupun para petani telah bergabung ke kelompok tani atau koperasi masih juga terdapat kendala-kendala terkait modal, konsistensi produksi, dan konsistensi kualitas. USAID (2007) mengungkapkan bahwa kendala-kendala tersebut saling berkaitan. Sebagai gambaran, organisasi petani yang tidak memiliki kapasitas mesin pulping atau mesin pengering kopi menyebabkan tidak mampu terpenuhinya pesanan pengolah atau eksportir kopi. Gambaran lainnya, beragamnya teknik budidaya dan teknik pasca panen yang dilakukan oleh masing-masing panen akan menghasilkan hasil panen yang beragam dan kualitas yang beragam pula (Saragih, 2013).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengolahan Kopi

Pengolahan Kopi

suhunya 180° C. Suhu dari cairan pada set iap kolom m akin t urun sam pai cairan berhubungan dengan kopi pada suhu 100° C. Penggunaan suhu air t ert inggi m em ungkinkan hasil konsent rasi ekst rak t ert inggi. Akibat penggunaan suhu t inggi adalah m enj aga t ekanan sist em t et ap rendah unt uk m em pert ahankan kondisi hidroulik ( suhu air 173° C, dibut uhkan t ekanan 120 psig at au 828 kPa) dan kolom yang dihubungkan oleh pipa harus didesain pada t ekanan sedem ikian rupa sehingga t idak m elebihi hidraulik m inim um . Air t ersebut m engum pulkan sisa padat an larut air pada t ekanan t inggi dan sisa padat an t erlarut yang t idak t erekst raksi akan secara sengaj a t erbawa ke kolom percolat or berikut nya dan t erekst raksi, begit u selanj ut nya. Set iap penyaring pelarut m engum pulkan padat an larut air lebih banyak. Pad a gilingan kopi yang lebih bersih akan m eningkat kan ekst raksi dan m engurangi w akt u perput aran.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Perencanaan Industri Pengolahan Kopi Instant

Perencanaan Industri Pengolahan Kopi Instant

Sum at era Selat an m erupak an salah sat u daerah penghasil k opi y ang besar di I ndonesia, t et api sum bangan nilai t am bahny a belum opt im al k arena hasil k opi daerah ini m asih diekspor at au dij ual dalam bent uk k opi beras, salah sat u upay a unt uk m eningkat kan nilai t am bah hasil kopi Sum at era Selat an adalah dengan m endirikan indust ri hilir yang berbahan baku kopi bij i unt uk m engahasilkan produk olahan kopi yait u kopi inst ant .

17 Baca lebih lajut

IbM Kelompok Tani Kopi: Pupuk Organik Limbah Pengolahan Kopi

IbM Kelompok Tani Kopi: Pupuk Organik Limbah Pengolahan Kopi

Desa Sidomulyo merupakan salah satu sentra penghasil kopi di kabupaten Jember. Di desa ini telah dibentuk kelompok tani yang beranggotakan petani kopi rakyat. Kelompok tani Desa Sidomulyo terdiri atas 32 orang petani yang setiap tahunnya menghasilkan 2.324 ton biji kopi. Luas areal kopi mereka adalah 309,87 hektar dan setiap hektar dapat menghasilkan 6 ton limbah kopi. Jadi setiap tahunnya limbah kopi yang dihasilkan adalah 1.859 ton. Dari banyakknya limbah yang tersedia tersebut sebenarnya menggambarkan bahwa ada bagian dari komoditi kopi yang berpeluang untuk dimanfaatkan secara maksimal. Sampai saat ini pemanfaatan limbah tersebut digunakan sebagai pupuk organik atau yang sering disebut dengan kompos. Salah satu bentuk dari pemanfaatan limbah yang telah di kembangkan di Sidomulyo adalah dengan membuat kompos.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Kopi pada Kelompok Usaha Bersama Robusta Akur di Kabupaten Temanggung

Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Kopi pada Kelompok Usaha Bersama Robusta Akur di Kabupaten Temanggung

Tanaman kopi adalah salah satu komoditi unggulan Kabupaten Temanggung yang belum banyak dimanfaatkan pada subsistem off farm. Agar usaha pengolahan kopi di Kabupaten Temanggung dapat berkembang, maka pemerintah turut memperhatikan industri ini. Bentuk perhatian dari pemerintah diantaranya dengan membentuk Kelompok Usaha Bersama kemudian memberikan bantuan investasi sebagai stimulus kepada Kelompok Usaha Bersama tersebut, agar usaha dapat berjalan. Salah satu Kelompok Usaha Bersama di Kabupaten Temanggung yang mendapatkan bantuan adalah Kelompok Usaha Bersama Robusta Akur. Bantuan yang diberikan kepada Kelompok Usaha Bersama Robusta Akur berupa bangunan dan satu set mesin pengolahan kopi. Studi kelayakan bisnis diperlukan guna menganalisis usaha pengolahan kopi yang mendapatkan bantuan investasi bangunan dan mesin. Aspek utama didalam kelayakan adalah aspek non finansial dan aspek finansial. Aspek non finansial terdiri atas aspek pasar, teknis, manajemen, sosial dan lingkungan. Analisis juga dilakukan pada perubahan yang terjadi di sekitar bisnis dengan menggunakan analisis switching value. Switching value digunkan untuk menganalisis perubahan maksimum dari biaya dan manfaat. Hasil analisis menunjukkan kelayakan investasi dalam pelaksanaan bisnis pengolahan kopi. Hasil analisis menunjukkan bahwa, nilai NPV yang diperoleh sebesar Rp43 507 123, IRR sebesar 30.16 persen, Net B/C sebesar 1.50, Gross B/C sebesar 1.04, dan Payback Period selama 8.81 tahun. Pada analisis sensitivitas dengan pendekatan switching value diperoleh batas maksimal penurunan jumlah produksi sebesar 12.74 persen dan kenaikan biaya biaya bahan baku sebesar 29.45 persen. hasil analisis menunjukkan bahwa usaha pengolahan kopi peka terhadap perubahan jumlah produksi namun tidak peka terhadap perubahan biaya bahan baku.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

PROSES PENGOLAHAN KOPI INSTAN KOPI BLEND

PROSES PENGOLAHAN KOPI INSTAN KOPI BLEND

Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kasih karunia-Nya, makalah Praktek Kerja Ind ustri Pengolahan Pangan di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Jenggawah-Jember ini dapat diselesaikan dengan baik. Penyusunan makalah ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan program Sarjana Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada:

17 Baca lebih lajut

PIK industri kopi di sumatera selatan

PIK industri kopi di sumatera selatan

Pengolahan kopi dari kebun sampai siap saji membutuhkan beberapa tahapan yang harus dilakukan. Tahapan tersebut terdiri dari tahapan fisika maupun kimia. Tahap pertama setelah kopi dipetik dari pohon adalah pemecahan kulit dari biji kopi. Kopi yang dipetik adalah kopi yang sudah berwarna merah, yang menandakan kopi tersebut sudah tua. Pengupasan ini menggunakan mesin agar prosesnya lebih cepat. Mesin yang digunakan untuk proses pemecahan kulit kopi diberi roda, hal ini bertujuan agar mesin tersebut dapat dibawa berpindah-pindah ke petani satu dengan yang lainnya. Karena kurangnya tempat untuk proses industri, maka pengolahannya terpencar di beberapa rumah anggota kelompok tani.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS RANTAI PASOKAN (SUPPLY CHAIN) KOPI RAKYAT DI KABUPATEN JEMBER

ANALISIS RANTAI PASOKAN (SUPPLY CHAIN) KOPI RAKYAT DI KABUPATEN JEMBER

Penelitian Maimun (2009) yang berjudul Analisis Pendapatan Usahatani dan Nilai Tambah Saluran Pemasaran Kopi Arabika Organik dan Non Organik menyatakan bahwa Nilai tambah yang diperoleh oleh Industri kopi bubuk Ulee Kareng untuk kopi arabika non organik sebesar Rp. 24.432,54 dan rasio nilai tambahnya 58,17 persen. Proses pengolahan kopi glondong menjadi kopi biji (ose) kemudian menjadi kopi bubuk menyebabkan adanya nilai tambah pada komoditas tersebut, sehingga harga jual kopi bubuk menjadi lebih tinggi dari pada harga jual gelondongan atau kopi ose. Berdasarkan penelitian tersebut didapati bahwa kegiatan pengolahan kopi mendatangkan nilai tambah bagi produk kopi itu sendiri, maka dari itu peneliti juga akan menggunakan analisis nilai tambah untuk melihat kegiatan-kegiatan mana yang akan mendatangkan nilai tambah paling besar bagi produk kopi rakyat. Pembeda penelitian ini dengan penelitian diatas adalah pada penelitian ini hanya satu jenis kopi yang akan diteliti yaitu kopi jenis robusta yang akan dihitung nilai tambahnya dari bentuk gelondong hingga menjadi bentuk kopi bubuk.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT DAN KAWASAN TRANSMIGRASI

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT DAN KAWASAN TRANSMIGRASI

Pengolahan lebih lanjut dari biji kopi hingga saat ini dilakukan untuk konsumsi sendiri keluarga dan masyarakat sekitar saja, sedangkan sebagian besar dijual untuk diekspor dalam bentuk biji. Padahal, pengolahan komoditas kopi memiliki prospek yang sangat baik jika diolah menjadi kopi sangrai, kopi bubuk, kopi ekstrak, kopi celup dan kopi decafein, sehingga arahan pengembangan industri kopi di kawasan KTM Ketapang Nusantara diarahkan dalam 2 tahap penting yaitu tahap pengembangan industri olahan rumah tangga berupa industri pengeringan kopi yang menghasilkan biji kopi kering (kopi beras) yang siap untuk dijual atau diekspor, serta tahap pengembangan industri olahan lanjut dari biji kopi yaitu industri pengolahan kopi bubuk.  Pemasaran
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

lapkir bioindustri tanaman ternak 2016

lapkir bioindustri tanaman ternak 2016

Tahapan pengolahan yang membedakan dengan olah kering adalah tahap pengupasan kulit kopi (pulping) dan pencucian untuk menghilangkan lendir (washing), sehingga proses pengeringan berlangsung lebih sempurna dan kadar air kopi biji menjadi lebih rendah. Sebanyak 55% petani peserta telah memahami bahwa pengolahan kopi secara basah dapat mempercepat proses pengolahan kopi biji sebelum pelaksanaan kunjungan lapang, dan meningkat menjadi 75% setelah kunjungan lapang. Akibat proses pengeringan yang lebih cepat tersebut, maka pengolahan kopi secara basah dapat menghasilkan kobi biji dengan kualitas yang lebih baik. Sebelum pelaksanaan kunjungan lapang, hanya 60% petani peserta memahami bahwa pengolahan kopi secara basah menghasilkan kualitas kopi biji yang lebih baik. Setelah petani mengikuti kunjungan lapang, jumlah petani yang memahami bahwa pengolahan kopi secara basah menghasilkan kualitas kopi biji yang lebih baik meningkat menjadi 90% . Seiring dengan peningkatan kualitas, pengolahan kopi secara basah juga dapat meningkatkan harga jual kopi biji/ beras di tingkat petani. Akan tetapi, petani yang berpendapat bahwa pengolahan kopi secara basah mudah untuk dilakukan oleh petani hanya sebanyak 65 – 75% .
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Rancang Alat Untuk Pengolahan Biji Kopi  Dengan Kapasitas 100Kg/Jam Menjadi  bubuk/tepung kopi

Rancang Alat Untuk Pengolahan Biji Kopi Dengan Kapasitas 100Kg/Jam Menjadi bubuk/tepung kopi

Mesin pengolahan kopi merupakan alat untuk mengolah biji dari pelepasan biji dari kulit tandu dan ari dengan mesin pengepasan kemudian diayak untuk mendapatkan biji yang bersih dengan bantuan blower dimana kulit tersebut dihisap dan dibuang keluar, kemudian dilanjutkan ke pengeringan dibawah sinar matahari setelah kering sesuai standart yang dikehendaki dilanjutkan ke mesin pengayakan dimana fungsinya untuk mengklassifikasikan biji kopi yang akan diolah ataupun dijual. Kopi yang telah dsortir dilanjutkan ke penyangraian dimana dengan pemanasan ruang otomatis kopi siap untuk dilanjutkan ke mesin penggiling kopi untuk memecah kopi yang sudah kering untuk dijadikan bubuk kopi. Setelah bubuk kopi jadi maka siap untuk di pasarkan ke konsumen.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perancangan Awal dan Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Biji Kopi di Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh

Perancangan Awal dan Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Biji Kopi di Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh

Kopi termasuk komoditas perkebunan yang banyak diperdagangkan di dunia internasional dan dapat berperan sebagai sumber devisa negara. Kabupaten Bener Meriah merupakan salah satu sentra produksi kopi di Provinsi Aceh. Daerah ini merupakan daerah yang kaya akan hasil kopinya, namun demikian masyarakatnya kurang berdaya akan limpahan kopinya karena sistem perdagangan yang ada masih dikendalikan oleh para tengkulak. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang usaha pengolahan kopi gelondong menjadi kopi beras dan menganalisis kelayakan finansial usaha pengolahan biji kopi. Pada usaha pengolahan biji kopi ini daerah yang menjadi alternatif pendirian pabrik yaitu di Desa Pondok Gajah Kecamatan Bandar. Pabrik dirancang untuk beroperasi dengan kapasitas produksi sebesar 1,000 kg/hari dengan peralatan utama mencakup mesin pulper, mesin huller, dan perlengkapan penunjang lainnya Berdasarkan analisis finansial yang dilakukan diperlukan modal investasi sebesar Rp. 317,423,000.00 dan biaya produksi setiap tahun adalah sebesar Rp. 2,902,831,710.00. Proyeksi keuntungan yang diperoleh pada usaha pengolahan biji kopi ini mencapai Rp. 64,341,333.00. Titik impas produksi sebesar 64,825.95 kg. Waktu pengembalian modal selama 9 bulan. Sedangkan rasio laba dengan investasi yang digunakan untuk memperoleh laba adalah 10.71. Dengan NPV sebesar Rp.1,523,542,701.66, Net B/C 5.97, Gross B/C 1.10 serta IRR 77.98% yang lebih besar dari suku bunga yang berlaku yaitu 12.30%, maka dapat diputuskan bahwa usaha pengolahan biji kopi ini layak untuk dilaksanakan. Kata kunci : perancangan usaha, kopi, kelayakan finansial, kelayakan teknis
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kelas 11 SMK Produksi Hasil Perkebunan 3

Kelas 11 SMK Produksi Hasil Perkebunan 3

Dari aspek kebersihan, biji kopi harus bebas dari jamur dan kotoran yang mengganggu kesehatan peminumnya. Kontaminasi jamur akan menyebabkan rasa tengik atau apek. Kontaminasi fisik misalnya batu atau kontaminan fisik yang lain akan menyebabkan komponen mesin lebih cepat aus dan akan menyebabkan pengaruh negatif terhadap kehalusan kopi bubuk dan kesehatan peminumnya. Biji kopi yang akan diproses sebaiknya berukuran seragam karena akan berpengaruh terhadap aspek efisiensi produksi. Biji kopi dengan ukuran yang seragam akan mudah diolah dan menghasilkan mutu produk yang seragam pula. Kadar kulit, kadar kotoran dan kadar air akan berpengaruh pada rendemen hasil. Kadar air yang tinggi juga menyebabkan waktu sangrai lebih lama sehingga kebutuhan bahan bakar lebih banyak.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PUSAT PENGOLAHAN DAN KEDAI KOPI DI KECAMATAN RENDANG, KARANGASEM.

PUSAT PENGOLAHAN DAN KEDAI KOPI DI KECAMATAN RENDANG, KARANGASEM.

Perencanaan pabrik ini akan memfokuskan pada proses penentuan tata letak / layout plan. Dalam perencanaan ini sangat diperlukan kesesuaian dan kesepakatan dari tujuan pengolahan tentang proses produksi dan fasilitas – fasilitas yang disediakan. Proses perencanaan bangunan pabrik harus paham atau mengerti betul akan type bangunan (Single story, Hig Bay and monitor types dan multy story), jenis konstruksi bangunan, pertimbangan yang diperlukan untuk pembuatan disain bangunan dan cara – cara meperoleh flesibilitas dari bangunan.Berikut merupakan beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam perencanaan pabrik adalah bahan yang diolah, proses pengolahan, mesin atau peralatan yang digunakan, material handling, fleksibilitas, keamanan dari bahaya musibah, kekuatan lantai bangunan serta tipe dan konstruksi dari bangunan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KOPI ROBUSTA DI KECAMATAN SUMOWONO KABUPATEN SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KOPI ROBUSTA DI KECAMATAN SUMOWONO KABUPATEN SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2017 di Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang. Lokasi penelitian ini di tentukan secara purposive, yaitu penentuan lokasi penelitian yang dipiliih berdasarkan pertimbangan bahwa Kecamatan Sumowono memiliki produksi kopi Robusta terbesar di Kabupaten Semarang. Hal ini sesuai dengan pendapat Sugiyono (2010) yang menyatakan bahwa purposive adalah suatu teknik penentuan lokasi penelitian secara sengaja berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu.

Baca lebih lajut

PRODUKSI HASIL PERKEBUNAN 3

PRODUKSI HASIL PERKEBUNAN 3

Dari aspek kebersihan, biji kopi harus bebas dari jamur dan kotoran yang mengganggu kesehatan peminumnya. Kontaminasi jamur akan menyebabkan rasa tengik atau apek. Kontaminasi fisik misalnya batu atau kontaminan fisik yang lain akan menyebabkan komponen mesin lebih cepat aus dan akan menyebabkan pengaruh negatif terhadap kehalusan kopi bubuk dan kesehatan peminumnya. Biji kopi yang akan diproses sebaiknya berukuran seragam karena akan berpengaruh terhadap aspek efisiensi produksi. Biji kopi dengan ukuran yang seragam akan mudah diolah dan menghasilkan mutu produk yang seragam pula. Kadar kulit, kadar kotoran dan kadar air akan berpengaruh pada rendemen hasil. Kadar air yang tinggi juga menyebabkan waktu sangrai lebih lama sehingga kebutuhan bahan bakar lebih banyak.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Produksi Hasil Perkebunan

Produksi Hasil Perkebunan

Dari aspek kebersihan, biji kopi harus bebas dari jamur dan kotoran yang mengganggu kesehatan peminumnya. Kontaminasi jamur akan menyebabkan rasa tengik atau apek. Kontaminasi fisik misalnya batu atau kontaminan fisik yang lain akan menyebabkan komponen mesin lebih cepat aus dan akan menyebabkan pengaruh negatif terhadap kehalusan kopi bubuk dan kesehatan peminumnya. Biji kopi yang akan diproses sebaiknya berukuran seragam karena akan berpengaruh terhadap aspek efisiensi produksi. Biji kopi dengan ukuran yang seragam akan mudah diolah dan menghasilkan mutu produk yang seragam pula. Kadar kulit, kadar kotoran dan kadar air akan berpengaruh pada rendemen hasil. Kadar air yang tinggi juga menyebabkan waktu sangrai lebih lama sehingga kebutuhan bahan bakar lebih banyak.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...