penguasaan konsep dasar matematika

Top PDF penguasaan konsep dasar matematika:

Effendi Cahyono Putri Kusumawardana   penguasaan konsep dasar matematika logika dasar aljabar

Effendi Cahyono Putri Kusumawardana penguasaan konsep dasar matematika logika dasar aljabar

Pada setiap pertemuan, kegiatan ini diawali dengan pre-test untuk melihat penguasaan konsep dasar matematika mahasiswa awal. Mahasiswa sudah pernah menempuh mata kuliah Logika Dasar dan Aljabar, sehingga hasil pre-test digunakan untuk mengukur sejauh mana penguasaan konsep dan materi yang telah diperoleh sebelumnya. Selanjutnya, pada kegiatan inti pendalaman tutor menyampaikan materi menggunakan metode ceramah, penugasan, diskusi, dan tanya jawab. Pada kegiatan ini tutor dibantu oleh pendamping. Peran pedamping adalah berkeliling untuk membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan. Pendampingan ini diakhiri dengan post-test
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Similarity   Effendi Cahyono Putri Kusumawardana   penguasaan konsep dasar matematika logika dasar aljabar

Similarity Effendi Cahyono Putri Kusumawardana penguasaan konsep dasar matematika logika dasar aljabar

"PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PROGRAM LINEAR BERBASIS KONTEKSTUAL DAN ICT", AKSIOMA Journal of Mathematics Education, 2017 Publication publikasiilmiah.ums.ac.id Internet Source M W Afgani[r]

10 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI IMPLEMENTASI MODEL   Peningkatan Penguasaan Konsep Dan Hasil Belajar Matematika Melalui Implementasi Model Penilaian Portofolio Berbasis Lesson Study Di SMP Muhammadiyah 1 Kartasura.

PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI IMPLEMENTASI MODEL Peningkatan Penguasaan Konsep Dan Hasil Belajar Matematika Melalui Implementasi Model Penilaian Portofolio Berbasis Lesson Study Di SMP Muhammadiyah 1 Kartasura.

Dari hasil wawancara dengan salah satu guru matematika kelas IX SMP Muhammadiyah 1 Kartasura, hasil belajar matematika siswa masih tergolong rendah, hal tersebut terlihat dari banyaknya siswa yang memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada saat ulangan harian. Dalam suatu kelas yang terdiri dari 30 siswa hanya sekitar 13,33% siswa yang mendapat nilai di atas KKM. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai faktor antara lain: 1) input siswa yang masuk ke SMP tersebut, nilai UAN dalam pelajaran matematikanya tergolong rendah, 2) sebagian besar siswa belum cukup memiliki bekal penguasaan konsep matematika yang menjadi dasar dalam mempelajari konsep-konsep matematika yang tingkatannya lebih tinggi, 3) antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika rendah, siswa cenderung pasif. 4) Guru dalam melaksanakan penilaian masih menggunakan penilaian tes saja.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH KECERDASAN NUMERIK DAN PENGUASAAN KONSEP MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIK MATEMATIKA

PENGARUH KECERDASAN NUMERIK DAN PENGUASAAN KONSEP MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIK MATEMATIKA

Dalam berpikir kritik matematika diperlukan dasar yaitu konsep yang melandasi suatu kemampuan proses berpikir kritik siswa. Pengertian konsep dalam matematika juga diungkapkan oleh Bahri (2008:30) bahwa: ”Konsep adalah satuan arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri yang sama. Orang yang memiliki konsep mampu mengadakan abstraksi terhadap objek-objek yang dihadapi, sehingga objek-objek ditempatkan dalam golongan tertentu. Objek-objek dihadirkan dalam kesadaran orang dalam bentuk representasi mental tak berperaga. Konsep sendiri pun dapat dilambang kan dalam bentuk suatu kata (lambang bahasa)”. Penguasaan konsep dalam berpikir kritik matematika berkaitan dengan tingkat kecerdasan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGUASAAN KONSEP MATEMATIKA DAN KREATIVITAS BELAJAR TERHADAP PERILAKU DISIPLIN

PENGARUH PENGUASAAN KONSEP MATEMATIKA DAN KREATIVITAS BELAJAR TERHADAP PERILAKU DISIPLIN

Matematika sebagai salah satu ilmu dasar, dewasa ini telah berkembang amat pesat baik materi maupun kegunaannya. Matematika yang berasal dari bahasa latin manthanain atau mathema yang berarti belajar atau hal yang dipelajari. Sedangkan dalam Bahasa Belanda adalah wiskunde yang berarti ilmu pasti yang kesemuanya berkaitan dengan penalaran. Dalam perguruan tinggi matematika juga sangat penting dan selalu ada pada setiap program studi, walaupun kadarnya tidak terlalu banyak dibandingkan pada program studi matematika itu sendiri.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PENGUASAAN KONSEP MATEMATIKA DAN PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA DALAM MENGANALISIS RANGKAIAN LISTRIK DAN ELEKTRONIKA DI SMK N 12 BANDUNG.

HUBUNGAN ANTARA PENGUASAAN KONSEP MATEMATIKA DAN PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA DALAM MENGANALISIS RANGKAIAN LISTRIK DAN ELEKTRONIKA DI SMK N 12 BANDUNG.

Peraturan Pemerintah Nomor tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyebutkan bahwa penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas penilaian hasil belajar oleh pendidik, oleh satuan pendidikan, dan oleh Pemerintah. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan melalui berbasis kelas yang dilaksanakan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil yang pada dasarnya digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik.

44 Baca lebih lajut

MENUNTASKAN BELAJAR KONSEP DASAR MATEMATIKA MAHASISWA S1 PGSD UT POKJAR NGAWI

MENUNTASKAN BELAJAR KONSEP DASAR MATEMATIKA MAHASISWA S1 PGSD UT POKJAR NGAWI

Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, penegetahuan, intelegensi, kemempuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Arikunto,2003:52). Tes dalam penelitian ini berupa tes awal (pretest) dan tes akhir (postest) yang mencakup pokok bahasan Konsep Dasar Matematika Tes awal yaitu tes yang diberikan sebelum pengajaran dimulai dan mengetahui penguasaan Mahasiswa terhadap bahan pengajaran yang akan di ajarkan. Sedangkan tes akhir yaitu tes yang di berikan pada setiap akhir pertemuan dan berujuan untuk mengetahui sampai dimana pencapaian Mahasiswa terhadap bahan pengajaran setelah mengalami suatu kegiatan belajar mengajar (Purwanto,1998:38).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP BANGUN RUANG MATEMATIKA SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) (PTK Pembelajaran Matematika di Kelas V SD Negeri 02 Kayen, Pati).

UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP BANGUN RUANG MATEMATIKA SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) (PTK Pembelajaran Matematika di Kelas V SD Negeri 02 Kayen, Pati).

Dalam kelas kontekstual (CTL), guru mengajar dengan melibatkan siswa di dalam kegiata–kegiatan penting yang membawa pelajaran–pelajaran akademik ke dalam kehidupan, menghubungkan tugas sekolah dengan persoalan dan masalah–masalah nyata, mendorong para siswa untuk menerapkan pemikiran kritis dan kreatif ke dalam kehidupan keseharian, mengutamakan kerjasama, dan memelihara setiap anngota kelas dalam menghasilkan kesuksesan siswa dan membantu setiap anggota kelas berkembang. Para guru CTL adalah sekaligus sebagai konsultan penelitian, pengawas proyek, penuntun pemikiran kritis dan kreatif, perantara antara masyarakat bisnis dan para siswa, dan ahli dibidang pelajaran mereka. Sifat dasar CTL adalah menuntun para guru untuk menasehati, mendedikasikan diri bagi setiap siswanya. Para guru CTL memelihara usaha–usaha pribadi tiap siswa untuk berkembang menjadi pribadi yang utuh (Elaine, 2002).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PENGUASAAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMAN DI KECAMATAN KEBON JERUK

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PENGUASAAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMAN DI KECAMATAN KEBON JERUK

Jadi jelaslah bahwa seseorang dengan keterampilan emosional yang berkembang baik, kemungkinan besar akan berhasil dalam kehidupannya dan memiliki motivasi untuk berprestasi. Sedangkan individu yang tidak dapat menahan kendali atas kehidupan emosinya akan mengalami pertarungan batin yang merusak kemampuannya untuk memusatkan perhatian pada tugas-tugasnya dan memiliki pikiran yang jernih. Pendapat ini didukung oleh Shapiro (1997:6) anak yang memiliki ketermpilan emosional yang tinggi memiliki motivasi dan semangat yang tinggi dalam belajar, disukai teman- temannya di arena bermain, juga membantunya dua puluh tahun kemudian ketika memasuki dunia kerja atau ketika sudah berkeluarga. Mengingat pentingnya arti kecerdasan emosional seperti yang dipaparkan diatas maka keterampilan emosi ini perlu diberikan dan dibiasakan pada anak semenjak usia dini. Kecerdasan emosional merupakan dasar perkembangan kepribadian seseorang yang harus dilatih sejak dini melalui pendidikan emosi, baik dilingkungan sekolah, keluarga atau pun masyarakat. Pendidikan emosi adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling) dan tindakan (action). Selain itu kecerdasan emosi juga merupakan dasar bagi pendidikan ilmiah. Kecerdasan intelektual tidak berarti apa-apa bila emosi yang berkuasa. Thomas Lickona dalam Agustian (2005:300) berpendapat bahwa tanpa aspek cognitive, feeling dan action, pendidikan karakter tidak akan efektif, dan pelaksanaannya pun harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Kecerdasan emosi merupakan bekal penting dalam mempersiapkan anak menyonsong masa depan karena dengannya seseorang dapat menghadapi segala macam tantangan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis. Jadi jelaslah bahwa kemampuan untuk mengelola emosi secara positif merupakan salah satu cara untuk menjembatani keberhasilan atau memperoleh keberhasilan. Kecerdasan emosional menambahkan jauh lebih banyak sifat-sifat yang membuat kita menjadi lebih manusiawi.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION  UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) PADA SISWA SEKOLAH DASAR (PTK Pembelajaran Matematika

UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) PADA SISWA SEKOLAH DASAR (PTK Pembelajaran Matematika

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan proses pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematic Education untuk meningkatkan penguasaan konsep matematika siswa dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematic Education . Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas bersifat kolaboratif antara peneliti, guru matematika sebagai pelaku tindakan kelas, dan kepala sekolah sebagai subjek yang membantu dalam perencanaan dan pengumpulan data. Subjek penelitian yang dikenai tindakan adalah siswa kelas V SD Negeri Mojosongo V Surakarta yang berjumlah 40 siswa. Data dikumpulkan melalui metode observasi, catatan lapangan, tes setiap akhir siklus, dan dokumentasi. Analisis data secara deskriptif kualitatif dengan metode alur yaitu data dianalisis sejak tindakan pembelajaran dilaksanakan dan dikembangkan selama proses pembelajaran, alur yang dilalui meliputi reduksi data , penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) keaktifan siswa dalam menyelesaikan soal meningkat dari 5 % menjadi 25 % pada akhir siklus, (2) kemandirian siswa dalam menyelesaikan soal meningkat dari 17,5 % menjadi 89,2%, (3) kreativitas siswa dalam mengerjakan soal meningkat dari 5 % menjadi 27,5% dan (4) penguasaan konsep siswa meningkat dari 25 % menjadi 72,9 % pada akhir tindakan. Kesimpulan penelitian ini adalah penguasaan konsep siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika dapat ditingkatkan melalui penerapan pendekatan Realistic Mathematic Education .
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

d mtk 009804 chapter1

d mtk 009804 chapter1

Pada tahun 1992, Balitbang Dikbud (Sidi, 2000) melaporkan hasil penelitian terhadap guru-guru sains SMA di 27 propinsi yang menunjukkan bahwa pada umumnya guru hanya dapat menguasai materi pelajaran sekitar 60% dari mata pelajaran IPA yang diujikan (termasuk mata pelajaran kimia). Nilai rata-rata skor hasil tes terhadap guru tersebut adalah 56,5 dari kemungkinan pencapaian tertinggi sebesar 100. Selain itu, hasil studi Purwadi, dkk. (2007) melaporkan nilai rata-rata kompetensi profesional guru jenjang pendidikan dasar dan menengah di Indonesia secara umum masih rendah (kurang dari 60). Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa penguasaan materi pelajaran kimia oleh guru kimia sekolah menengah umum tingkat nasional sangat rendah.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS R

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS R

Kompetensi Dasar dan Indikator Kompetensi Dasar Indikator Matematika 3.4 Mengenal konsep perbandingan dan skala 4.13 Merumuskan dengan kalimat sendiri, membuat model matematika, dan[r]

27 Baca lebih lajut

4HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MATEMATIKA SISWA DENGAN PENGUASAAN KONSEP GENETIKA SISWA KELAS XII.

4HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MATEMATIKA SISWA DENGAN PENGUASAAN KONSEP GENETIKA SISWA KELAS XII.

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul “ Hubungan Antara Kemampuan Matematika dengan Penguasaan Konsep Genetika Siswa Kelas XII ” ini beserta seluruh isinya adalah benar-benar karya saya sendiri, dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung risiko/sanksi yang dijatuhkan kepada saya apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam karya saya ini, atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

Pengaruh Blended Learning Terhadap Pengu

Pengaruh Blended Learning Terhadap Pengu

atau melanjutkan sesuai dengan tingkat penguasaan siswa terhadap suatu konsep. Wawancara dengan siswa yang memiliki nilai terendah dan tertinggi mengatakan bahwa siswa mendapat informasi yang lebih dari internet dan menyatakan pembelajaran ini lebih praktis dan efisien karena siswa dapat bertanya kepada guru secara online ketika siswa di dalam kelas kurang bisa memahami.

12 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA ANTARA PENGGUNAAN SIMULASI DAN EKSPERIMEN

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA ANTARA PENGGUNAAN SIMULASI DAN EKSPERIMEN

mendalam tentang suatu konsep. Virtual lab adalah suatu software yang di dalamnya terdapat simulasi dan memungkinkan praktikum terlaksana tanpa memerlukan lingkungan yang sebenarnya. Simulasi adalah metode yang menampilkan materi pembelajaran yang dikemas dalam bentuk animasi-animasi. Animasi tersebut dibuat mendekati keadaan sebenarnya. Animasi yang dibuat menjelaskan konten secara menarik, hidup, dan memadukan unsur teks, gambar, audio, gerak, dan paduan warna yang serasi dan harmonis.

49 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...