PENGUASAAN KONSEP FISIKA

Top PDF PENGUASAAN KONSEP FISIKA:

PENGARUH MULTIPLE REPRESENTATION PADA PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA DASAR II MAHASISWA FISIKA

PENGARUH MULTIPLE REPRESENTATION PADA PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA DASAR II MAHASISWA FISIKA

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh multiple representation pada pembelajaran berbasis masalah (PBM) terhadap penguasaan konsep fisika dasar 2. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen menggunakan posttest only control group design. Subyek penelitian dipilih secara random klaster. Subyek penelitian terdiri dari 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen yaitu mahasiswa yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan multiple representation 1 kelas dan kelompok kontrol yaitu mahasiswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah 1 kelas. Data penguasaan konsep fisika dasar 2 diperoleh melalui tes yang dilaksanakna setelah Mahasiswa mendapat perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep fisika dasar 2 mahasiswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah dengan multiple representation lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar dengan pembelajaran berbasis masalah
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH PENDEKATAN QUANTUM LEARNING TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA SMP.

PENGARUH PENDEKATAN QUANTUM LEARNING TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA SMP.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan Quantum Learning terhadap penguasaan konsep Fisika siswa setelah diterapkan dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan desain penelitian yang digunakan adalah Pre Experimental One Group Pretest- Posttest Design. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII-H sebanyak 36 orang pada semester ganjil di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Bandung Barat Tahun Ajaran 2013/2014. Metode pengambilan subyek penelitian adalah purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal tes penguasaan konsep pilihan ganda sebanyak 18 soal dan lembar observasi keterlaksanaan pendekatan Quantum Learning. Pengaruh pendekatan Quantum Learning terhadap penguasaan konsep dilihat dari hasil uji ranking bertanda Wilcoxon dan persentase rata-rata skor hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pada penguasaan konsep Fisika yang ditunjukkan oleh persentase Gain sebesar 11,73%. Peningkatan paling efektif terjadi pada siswa kelompok bawah dengan kategori sedang.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA ANTARA PENGGUNAAN SIMULASI DAN EKSPERIMEN

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA ANTARA PENGGUNAAN SIMULASI DAN EKSPERIMEN

Berdasarkan penelitian yang dilakukan masih banyak guru yang menggunakan pembelajaran konvensional sebagai alternatif yang sering digunakan di kelas sehingga siswa sulit dalam menerima, merespon, serta mengembangkan materi yang diberikan oleh guru. Penelitian ini membandingkan hasil belajar dan penguasaan konsep fisika siswa antara penggunaan simulasi dan eksperimen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Perbedaan rata-rata hasil belajar fisika siswa antara penggunaan simulasi dan eksperimen, (2) Perbedaan rata-rata penguasaan konsep fisika siswa antara penggunaan simulasi dan eksperimen. Penelitian ini telah dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2012/2013 di SMP Negeri 1 Kotagajah. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX pada semester genap sedangkan sampel yang diambil yaitu kelas IX B sebagai kelas
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN UNTUK MENGUKUR PENGUASAAN KONSEP FISIKA PADA MATA KULIAH FISIKA DASAR MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI DAN PENDIDIKAN KIMIA.

PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN UNTUK MENGUKUR PENGUASAAN KONSEP FISIKA PADA MATA KULIAH FISIKA DASAR MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI DAN PENDIDIKAN KIMIA.

Kedua, untuk dapat mengetahui kemampuan mahasiswa Pendidikan Biologi dan Pendidikan Kimia, dalam penguasaan konsep fisika dan menerapkannya untuk menjelaskan gejala-gejala atau materi-materi yang dipe- lajari dalam biologi atau kimia, mahasiswa perlu diberikan instrumen asesmen “kontekstual” penguasaan konsep fisika sesuai dengan bidang keilmuan maha- siswa. Dengan mengetahui kesulitan mahasiswa dalam penguasaan konsep fisika untuk menjelaskan gejala-gejala yang dipelajari dalam biologi atau kimia, pengampu mata kuliah Fisika Dasar dapat merencanakan pembelajaran yang lebih tepat dan efektif untuk mengatasi kesulitan yang dialami mahasiswa. Pembe- lajaran secara kontekstual akan memberi kebermaknaan mata kuliah Fisika Dasar. Ketiga, penelitian ini dilakukan pada populasi terbatas dan jangka yang waktu terbatas. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian sejenis dengan variasi populasi yang lebih luas dan untuk konsep fisika yang lainnya (misalnya: mekanika, optik).
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA DENGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KONKRIT DAN BERPIKIR FORMAL Ahmad Naufal Umam

ANALISIS PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA DENGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KONKRIT DAN BERPIKIR FORMAL Ahmad Naufal Umam

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir dan penguasaan konsep fisika siswa SMA kelas XI IPA pada materi Fluida Statis yang dibelajarkan melalui pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Pagar Dewa Kabupataen Tulang Bawang Barat semester genap Tahun 2011/2012 dengan kelas XI IPA 1 sebagai sampel. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan One Group Pretest-Postest Design. Teknik analisis data yang digunakan adalah One Way Anova.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PENGUASAAN KONSEP FISIKA DAN KREATIVITAS DENGAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH PADA MATERI POKOK LISTRIK STATIS.

HUBUNGAN ANTARA PENGUASAAN KONSEP FISIKA DAN KREATIVITAS DENGAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH PADA MATERI POKOK LISTRIK STATIS.

Berdasarkan pengujian hipotesis dan analisa data penelitian serta interpretasi hasil penelitian, maka dalam penelitian ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: (1) Besarnya nilai rata-rata penguasaan konsep adalah 74,0 dengan standar deviasi 5,20, kreativitas 70,8 dengan standar deviasi 9,14 dan kemampuan memecahkan masalah 78,8 dengan standar deviasi 6,66. (2) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara penguasaan konsep fisika dengan kemampuan memecahkan masalah pada pokok materi listrik statis siswa kelas XII IPA SMA Nasrani 1 Medan, di mana diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,776 dan persamaan garis regresi linier Y = 5.369 + 0.992 X 1 dengan sumbangan sebesar
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH KEMAMPUAN BERBAHASA, KEMAMPUAN MATEMATIS DAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA TERHADAP KEMAMPUAN MENGERJAKAN SOAL FISIKA PADA BAHASAN KINEMATIKA DI KELAS XI IPA SMA PANGUDI LUHUR SEDAYU DAN KELAS XI IPA 2 SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA

PENGARUH KEMAMPUAN BERBAHASA, KEMAMPUAN MATEMATIS DAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA TERHADAP KEMAMPUAN MENGERJAKAN SOAL FISIKA PADA BAHASAN KINEMATIKA DI KELAS XI IPA SMA PANGUDI LUHUR SEDAYU DAN KELAS XI IPA 2 SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA

Melalui penelitiannya di tahun 2008, Taejin Byun dalam jurnalnya Identifying Student Difficulty In Problem Solving Process Via The Frame Work of the House Model (HM), menemukan suatu metode yang dapat menjembatani guru dan siswa untuk dapat mengetahui dan memecahkan kesulitan mengerjakan soal yang dihadapi oleh siswa. Metode yang diperkenalkannya adalah House Model. House Model membagi pengerjaan analisa siswa menjadi bagian-bagian tahapan dengan disertai tingkat kesulitan pengerjaan. Tahapan-tahapan ini selain membantu siswa dalam mengerjakan soal, juga mampu membantu guru dan siswa mengidentifikasi kesulitan yang ditemui ketika mengerjakan soal. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, kesulitan mengerjakan soal fisika erat kaitannya dengan penguasaan konsep fisika, kemampuan matematis, dan kemampuan berbahasa.
Baca lebih lanjut

151 Baca lebih lajut

Pengaruh kemampuan berbahasa, kemampuan matematis dan penguasaan konsep fisika terhadap kemampuan mengerjakan soal fisika pada bahasan kinematika di kelas XI IPA SMA Pangudi Luhur Sedayu dan kelas XI IPA 2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

Pengaruh kemampuan berbahasa, kemampuan matematis dan penguasaan konsep fisika terhadap kemampuan mengerjakan soal fisika pada bahasan kinematika di kelas XI IPA SMA Pangudi Luhur Sedayu dan kelas XI IPA 2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

Soal nomor 2.g meminta siswa untuk dapat menjelaskan apakah kecepatan yang dialami bola ketika berada di puncak sama dengan nol. Hanya sedikit siswa yang dapat menjelaskannya dengan benar, yaitu sebanyak 9,09 % saja. Sedikit pula siswa yang dapat memberikan pernyataan bahwa benda percepatan ketika bola berada di puncak tidak sama dengan nol, walaupun dengan alasan yang salah, yaitu 14,77 %. Sebagian besar siswa, yakni sebanyak 76,14 % menjawabnya dengan salah. Ternyata pada skala CRI yang diisi oleh siswa, kita hanya menjumpai 4,55 % siswa yang paham benar. Sebagian besar kurang paham dengan konsep tersebut, yaitu sebanyak 85,23 %. Sedangkan yang mengalami miskonsepsi sebanyak 10,23 %.
Baca lebih lanjut

153 Baca lebih lajut

PENGARUH REPRESENTASI ANALOGI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR RASIONAL DAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA

PENGARUH REPRESENTASI ANALOGI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR RASIONAL DAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA

pemahaman konsep menurut Flavel dalam Sagala ( 2010:72) terdiri atas: (1) Atribut, setiap konsep mempunyai atribut yang berbeda;(2) Struktur, menyangkut cara terkaitnya atau tergabungnya atribut- atribut itu; (3) Keabstrakan, yaitu konsep-konsep dapat dilihat dan konkret atau konsep. Konsep itu terdiri dari konsep-konsep yang lain;(4) Keinklusifan, yaitu ditunjukan pada jumlah contoh- contoh yang terlibat dalam konsep itu; (5) Generalisasi atau keumuman, yaitu bila diklasifikasikan, konsep-konsep dapat berbeda; (6) Ketepatan, yaitu konsep menyangkut apakah ada sekumpulan aturan-aturan, untuk membedakan contoh-contoh atau non contoh suatu konsep; (7) Kekuatan (power), yaitu kekuatan suatu konsep oleh sejauh mana orang setuju bahwa konsep itu penting.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA ANTARA PENGGUNAAN SIMULASI DAN EKSPERIMEN

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA ANTARA PENGGUNAAN SIMULASI DAN EKSPERIMEN

penguasaan konsep tersebut, mem- buktikan bahwa penguasaan konsep siswa pada kelas eksperimen 1 lebih baik dibandingkan kelas eksperimen 2. Perbedaan mendasar kedua metode tersebut adalah ketika proses pem- belajaran berlangsung. Eksperimen le- bih memusatkan proses pembelajaran kepada siswa sehingga siswa dituntut lebih aktif yaitu melakukan percobaan menggunakan alat-alat nyata. Berbeda dengan simulasi dimana siswa bekerja dengan alat-alat maya. Hal ini mem- buat penguasaan konsep siswa pada kelas yang menggunakan metode eks- perimen lebih baik dibandingkan simu- lasi.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH KETERAMPILAN PROSES SAINS TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA

ANALISIS PENGARUH KETERAMPILAN PROSES SAINS TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA

konsep fisika siswa. Keterampilan proses sains bertujuan untuk membangun pengetahuan yang ada dalam diri siswa melalui kegiatan yang melibatkan pengetahuan kognitif, psikomotorik dan afektif (sosial). Menurut Nurhayati (2011) bahwa keterampilan proses sains merupakan keseluruhan dari keterampilan ilmiah yang terarah (baik kognitif maupun psikomotor) yang dapat digunakan untuk menemukan suatu konsep atau teori, untuk mengembangkan konsep yang telah ada sebelumnya. Kontruksi pengetahuan akan muncul melalui pengorganisasian informasi yang dilakukan ketika siswa mencapai indikator keterampilan proses sains (Arends, 2013).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

peningkatan penguasaan konsep fisika bagi guru smp

peningkatan penguasaan konsep fisika bagi guru smp

Dalam GBPP SLTP pada kurikulum 1994 yang disempurnakan, bahan (materi) pembelajaran Fisika dapat dikelompokkan menjadi : Pengukuran, Besaran dan Satuan – Zat dan Wujudnya – Tata Surya – Gerak (GLB dan GLBB) – Gaya dan Tekanan – Usaha dan Energi – Susu dan Kalor – Getaran dan Gelombang – Cahaya (cermin, lensa, alat optik) – Kelistrikan dan Kemagnetan – Komponen Dasar Elektronika. Pada GBPP tersebut, jika diperhatikan dengan seksama, inti materi (bahan) pelajaran Fisika adalah mengenai Zat (materi) dan Energi. Tetapi oleh karena kesempatan yang sangat terbatas dan materi pembelajaran fisika yang sangat luas, maka hanya disajikan beberapa pokok bahasan yang sesuai dengan permintaan. Berdasarkan survei pada awal kegiatan pelatihan ini, Bapak/Ibu peserta pelatihan sebagian besar memilih bahan yang berkaitan dengan komponen dasar elektronika dan beberapa memilih pokok bahasan yang lain. Sehingga makalah berikut sebagian besar terkait dengan komponen dasar elektronika dan ditambah beberapa pokok bahasan lain secara singkat.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI SAINS TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA

PENGARUH KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI SAINS TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA

Terdapat beberapa faktor yang mendukung siswa untuk menguasai konsep secara keseluruhan. Faktor- faktor tersebut misalnya siswa harus dapat menemukan konsep sendiri me- lalui pengamatan yang dilakukan di lingkungan sekitarnya, karena tidak dapat dipungkiri, dalam pembelajaran IPA khususnya Fisika tidak lepas dari definisi-definisi suatu konsep serta persamaan-persamaan metematis yang harus dikuasai oleh siswa. Selain itu, siswa juga harus memiliki ke- terampilan menggunakan alat-alat per- cobaan, perilaku berkarakter, dan ke- terampilan sosial. Sehingga akan ter- cipta suasana yang membangkitkan semangat siswa pada saat pem- belajaran berlangsung. Kelengkapan alat tulis menulis dan buku-buku pe- nunjang materi juga sangat mem- pengaruhi kemudahan siswa dalam menguasai konsep dalam suatu materi belajar.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH SKILL REPRESENTASI GRAFIS TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA

PENGARUH SKILL REPRESENTASI GRAFIS TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA

setiap tahapan inkuiri terbimbing dengan baik dan memperoleh ke- simpulan dengan benar pada akhir pembelajaran. Skill representasi grafis yang terlatih berpengaruh terhadap penguasaan konsep siswa. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa terdapat pengaruh skill representasi grafis terhadap penguasaan konsep siswa ranah kognitif. Pengaruh yang cukup besar yang diperoleh dari analisis data, yaitu sebesar 52,30 %, menunjukkan bahwa penguasaan konsep siswa di- pengaruhi skill representasi grafis siswa yang berbanding lurus. Adapun hasil penelitian ini didukung oleh penelitian sebelumnya, anatara lain oleh Yuwono (2016: 62-63) dan Hadijah (2012: 56-58) yang me- nyatakan bahwa skill representasi grafis dapat memberikan peningkatan penguasaan konsep siswa. Hal ini membuktikan pendapat Felder dan Soloman dalam Hikmat dan Ridwan (2011) yang menyatakan mayoritas manusia adalah pembelajar visual jika materi ajar dicukupi visualisasinya informasi akan lebih lama bertahan. Pada pembelajaran berbasis skill representasi grafis ini, pembelajaran ditujukan untuk mencukupi materi visual atau grafisnya, sehingga pem- belajaran lebih bertahan lama, sehingga akhir posttest memiliki peningkatan penguasaan konsep yang signifikan. Pendapat ini dikuatkan oleh Pahini dkk (2014. 141) yang me-nyatakan pembelajaran dengan meng-gunakan format representasi yang sesuai dapat memberikan kemudahan bagi siswa dalam membangun suatu pema- hamannya terhadap suatu per- masalahan fisika yang rumit menjadi lebih menarik dan juga sederhana, sehingga peningkatan kemapuan fisika siswa menjadi lebih baik.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Fisika2015 01 Media Usmedi

Fisika2015 01 Media Usmedi

ABSTRAK: Fisika merupakan salah satu mata pelajaran adaptif di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Survei awal menunjukkan bahwa banyak siswa kurang menguasai konsep fisika, sehingga sulit menerapkannya dalam mata pelajaran produktif yang relevan. Oleh karena itu dilaksanakan pembelajaran fisika dengan media pembelajaran interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan efektivitas media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan kompetensi fisika siswa. Penelitian menggunakan metode eksperimen kuasi dengan desain pretest-posttest grup kontrol. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI program keahlian Teknik Ketenagalistrikan di SMK Negeri 1 Padang. Data dikumpulkan dengan menggunakan format observasi, tes penguasaan konsep fisika, dan angket tanggapan siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran fisika dengan media pembelajaran interaktif efektif dalam meningkatkan kompetensi fisika siswa, ditinjau dari: (1) ketuntasn belajar siswa secara klasikal sudah dicapai, (2) peningkatan penguasaan konsep fisika siswa kelas eksperimen yang termasuk kategori sedang, (3) rata-rata skor penguasaan konsep fisika siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, (4) sebagian besar siswa kelas eksperimen menganggap bahwa pelaksanaan pembelajaran fisika dengan media pembelajaran interaktif termasuk kategori baik. Saran diajukan pada guru Fisika supaya dapat melaksanakan pembelajaran berbantuan komputer dengan media interaktif. Kata Kunci: media interaktif, kompetensi fisika.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MODEL SIKLUS BELAJAR UNTUK

IMPLEMENTASI MODEL SIKLUS BELAJAR UNTUK

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Siklus Belajar (learning cycle ) terhadap penguasaan konsep fisika. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu ( quasi experiment ) dengan teknik non-equivalent control group design . Sampel diambil sebanyak 160 orang siswa Kelas XII yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok kontrol yang belajar dengan model pembelajaran konvensional dan kelompok eksperimen yang belajar dengan model pembelajaran Siklus Belajar ( learning cycle ). Pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi, dan tes akhir ( posttest ) untuk mengukur penguasaan konsep. Analisis data dengan metode Analysis of Varians (ANOVA) satu arah. Uji statistik menggunakan uji normalitas 1-Sample Kolmogorov-Smirnov , uji homogenitas dengan uji F ( Fisher ), dan pengujian hipotesis menggunakan General Linear Model Univariate (ANOVA) dengan SPSS 20. Penelitian ini dilaksanakan mulai 24 Agustus 2015 sampai dengan 27 Oktober 2015. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran terhadap penguasaan konsep fisika secara signifikan, ditunjukkan dengan nilai F hitung = 6,369 > F tabel = 4,10 dan sig. = 0,013 <
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

d fis 0707400 chapter3

d fis 0707400 chapter3

Instrumen ini dikembangkan untuk mengases penguasaan konsep fisika pada mata kuliah Fisika Dasar bagi mahasiswa program studi Pendidikan Biologi dan Pendidikan Kimia. Ada dua versi asesmen penguasaan konsep fisika yang dikembangkan, yaitu: versi ”kontekstual” dan versi ”tidak kontekstual”. Instrumen asesmen penguasaan konsep berbentuk pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban sebanyak 20 butir soal untuk masing-masing versi. Instrumen asesmen penguasaan konsep fisika disajikan pada Lampiran 8 dan Lampiran 9.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

d fis 0707400 table of content

d fis 0707400 table of content

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia …………………….. 76 4.20. Reliabilitas Asesmen Penguasaan Konsep Fisika ………………… 78 4.21. Rata-Rata Skor Asesmen Penguasaan Konsep Fisika ……………. 80 4.22. Skor Asesmen “Tidak Kontekstual” Penguasaan Konsep Fisika

7 Baca lebih lajut

PENERAPAN E-LEARNING BERBASIS MOODLE UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA KONSEP CAHAYA DI SMP.

PENERAPAN E-LEARNING BERBASIS MOODLE UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA KONSEP CAHAYA DI SMP.

Pentingnya peranan fisika tersebut mengharuskan guru untuk mempersiapkan siswanya dalam proses pembentukan dan pengembangan kemampuan dalam bidang sains, khususnya dalam menyesuaikan diri dengan perubahan memasuki dunia teknologi dan mengarahkan siswa menjadi pembelajar yang aktif. Siswa sebagai penerus kelangsungan hidup bangsa harus dibentuk dan dipersiapkan untuk memahami berbagai konsep, prinsip, proses sains, dan aplikasinya melalui pengalaman belajar langsung yang pada akhirnya diharapkan dapat mengaplikasikan sains dalam situasi dunia nyata. Jadi proses belajar siswa harus dirancang dalam suasana yang menarik, menyenangkan, dan mendorong siswa untuk dapat belajar secara mandiri.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

87 muhammad reyza arief taqwa

87 muhammad reyza arief taqwa

Banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menerapkan konsep kinematika pada persoalan yang berkaitan dengan penggunaan representasi (Springuel et al, 2007; Ibrahim & Robello, 2012; deCock, 2012; Sutopo et al, 2011; Maries & Singh, 2013; Mason & Singh, 2016). Dari hasil penelitian Govender (2013) menemukan banyak mahasiswa yang mengalami kesalahan dalam menerjemahkan tanda positif (+) dan negatif (-) pada kecepatan. Masih banyak ditemukan kesulitan dalam menguasai konsep kinematika yang melibatkan representasi grafik, verbal, diagram dan matematis (Sutopo et al, 2012; Planinic et al, 2013; Erceg & Aviani, 2014; Mesic, 2015). Dalam penelitian Springuel et al (2007) ditemukan kesulitan mahasiswa fisika dalam menggambarkan arah kecepatan dan percepatan pada gerak lurus horizontal yang dilanjutkan dengan meluncur menuruni bidang miring. Pokok bahasan kinematika ini sebenarnya tidak ada hukum tertentu, hanya terdapat konsep-konsep fisika yang harus dikuasai oleh mahasiswa dengan memahami definisi besaran fisis. Banyak mahasiswa yang masih bingung dalam memahami diagram gerak benda karena tidak memahami definisi besaran fisis dengan baik.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...