PENGUASAAN KONSEP FISIKA

Top PDF PENGUASAAN KONSEP FISIKA:

PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN UNTUK MENGUKUR PENGUASAAN KONSEP FISIKA PADA MATA KULIAH FISIKA DASAR MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI DAN PENDIDIKAN KIMIA.

PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN UNTUK MENGUKUR PENGUASAAN KONSEP FISIKA PADA MATA KULIAH FISIKA DASAR MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI DAN PENDIDIKAN KIMIA.

Kelompok expert harus dipilih orang yang berkompeten di bidang sains dan/atau asesmen dengan latar belakang pendidikan S3 (doktor). Jumlah expert harus ganjil untuk memudahkan mengambil keputusan ketika menganalisis hasil penilaian dari expert. Judgement dilaksanakan oleh tiga orang pakar pendidikan biologi (dua orang dosen tetap Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia dan seorang dosen tetap Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta), tiga orang pakar Pendidikan Kimia (dua orang dosen tetap Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia dan satu orang dosen tetap Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta), dan tiga orang pakar pendidikan fisika (satu orang dosen tetap Jurusan Pendidikan Fisika FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia, satu orang dosen tetap Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Tadulako, dan seorang dosen tetap Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta). Lembar expert judgement instrumen penguasaan konsep fisika disajikan pada Lampiran 4. Saran-saran dari expert tersebut digunakan untuk merevisi naskah, sehingga dihasilkan naskah yang memenuhi kriteria validitas isi (content validity). Naskah asesmen yang dikembangkan merupakan draft II yang diujicoba secara terbatas.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

PENGARUH SKILL REPRESENTASI GRAFIS TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA

PENGARUH SKILL REPRESENTASI GRAFIS TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA

Pada kenyataannya, siswa me- ngalami kesulitan mengaplikasikan pe- rannya dalam proses pembelajaran dikarenakan rendahnya penguasaan konsep fisika yang dimilikinya. Ren- dahnya penguasaan konsep tersebut disebabkan oleh rendahnya kualitas proses pengajaran dan teknik pe- nyampaian materi pembelajaran. Ku- rangnya skill/kemampuan siswa dalam memahami konsep yang dimiliki siswa menyebabkan rendahnya hasil belajar. Untuk mengurangi ren-dahnya tingkat pe-nguasaan konsep tersebut, guru perlu meningkatkan kualitas pem- belajaran di kelas dan memak- simalkan skill yang telah dimiliki oleh siswa. Adapun skill/kemampuan siswa yang bisa ditingkatkan oleh guru antara lain adalah skill representasi, yakni kemampuan untuk merubah makna suatu konsep ke dalam bentuk representasi/penyajian yang lain. Skill representasi ini sangatlah berperan dalam proses pembelajaran, misalnya
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

176 Penggunaan Discovery Learning Berbantuan Laboratorium Virtual pada Penguasaan Konsep Fisika Siswa

176 Penggunaan Discovery Learning Berbantuan Laboratorium Virtual pada Penguasaan Konsep Fisika Siswa

Konsep merupakan kondisi utama yang diperlukan untuk menguasai kemahiran diskriminasi dan proses kognitif fundamental sebelumnya berdasarkan kesamaan ciri-ciri sekumpulan stimulus dan objek-objeknya. Kemampuan seseorang dalam menguasai ciri– ciri atau menggolongkan objek-objek maupun kejadian-kejadian disekitar maka dibutuhkan kemampuan penguasaan konsep. Dahar [14] mengartikan penguasaan konsep sebagai kemampuan siswa dalam memahami makna secara ilmiah baik teori maupun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Silaban [15] mendefinisikan penguasaan konsep sebagai usaha yang harus dilakukan siswa dalam merekam dan mentransfer kembali sejumlah informasi dari suatu materi pelajaran tertentu yang dapat dipergunakan dalam memecahkan masalah, menganalisis, meginterpetasikan pada suatu kejadian tertentu. Melalui kemampuan penguasaan konsep fisika yang baik akan membantu siswa dalam pemecahan masalah yang dihadapi.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PENGUASAAN KONSEP FISIKA DAN KREATIVITAS DENGAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH PADA MATERI POKOK LISTRIK STATIS.

HUBUNGAN ANTARA PENGUASAAN KONSEP FISIKA DAN KREATIVITAS DENGAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH PADA MATERI POKOK LISTRIK STATIS.

Berdasarkan pengujian hipotesis dan analisa data penelitian serta interpretasi hasil penelitian, maka dalam penelitian ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: (1) Besarnya nilai rata-rata penguasaan konsep adalah 74,0 dengan standar deviasi 5,20, kreativitas 70,8 dengan standar deviasi 9,14 dan kemampuan memecahkan masalah 78,8 dengan standar deviasi 6,66. (2) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara penguasaan konsep fisika dengan kemampuan memecahkan masalah pada pokok materi listrik statis siswa kelas XII IPA SMA Nasrani 1 Medan, di mana diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,776 dan persamaan garis regresi linier Y = 5.369 + 0.992 X 1 dengan sumbangan sebesar
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA DENGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KONKRIT DAN BERPIKIR FORMAL Ahmad Naufal Umam

ANALISIS PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA DENGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KONKRIT DAN BERPIKIR FORMAL Ahmad Naufal Umam

Negeri 1 Pagar Dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat. Proses pem- belajaran berlangsung selama 6 kali tatap muka dengan alokasi waktu 5 jam pelajaran yang terdiri atas 50 menit pada setiap kelas eksperimen. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini berupa data kuantitatif tingkat berpikir dan penguasaan konsep fisika siswa yang selanjutnya diolah

11 Baca lebih lajut

PENGARUH MULTIPLE REPRESENTATION PADA PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA DASAR II MAHASISWA FISIKA

PENGARUH MULTIPLE REPRESENTATION PADA PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA DASAR II MAHASISWA FISIKA

114 eksperimen yaitu mahasiswa angkatan 2016/2017B yang diajar dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah dengan multiple representation, sedangkan kelompok kontrol yaitu mahasiswa fisika angkatan 2016/2017A yang diajar dengan model Pembelajaran berbasis Masalah. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2016/2017. Instrumen penelitian terdiri atas RPS, LKS, dan tes penguasaan konsep fisika.

11 Baca lebih lajut

PENGARUH KEMAMPUAN BERBAHASA, KEMAMPUAN MATEMATIS DAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA TERHADAP KEMAMPUAN MENGERJAKAN SOAL FISIKA PADA BAHASAN KINEMATIKA DI KELAS XI IPA SMA PANGUDI LUHUR SEDAYU DAN KELAS XI IPA 2 SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA

PENGARUH KEMAMPUAN BERBAHASA, KEMAMPUAN MATEMATIS DAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA TERHADAP KEMAMPUAN MENGERJAKAN SOAL FISIKA PADA BAHASAN KINEMATIKA DI KELAS XI IPA SMA PANGUDI LUHUR SEDAYU DAN KELAS XI IPA 2 SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA

Melalui penelitiannya di tahun 2008, Taejin Byun dalam jurnalnya Identifying Student Difficulty In Problem Solving Process Via The Frame Work of the House Model (HM), menemukan suatu metode yang dapat menjembatani guru dan siswa untuk dapat mengetahui dan memecahkan kesulitan mengerjakan soal yang dihadapi oleh siswa. Metode yang diperkenalkannya adalah House Model. House Model membagi pengerjaan analisa siswa menjadi bagian-bagian tahapan dengan disertai tingkat kesulitan pengerjaan. Tahapan-tahapan ini selain membantu siswa dalam mengerjakan soal, juga mampu membantu guru dan siswa mengidentifikasi kesulitan yang ditemui ketika mengerjakan soal. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, kesulitan mengerjakan soal fisika erat kaitannya dengan penguasaan konsep fisika, kemampuan matematis, dan kemampuan berbahasa.
Baca lebih lanjut

151 Baca lebih lajut

Pengaruh kemampuan berbahasa, kemampuan matematis dan penguasaan konsep fisika terhadap kemampuan mengerjakan soal fisika pada bahasan kinematika di kelas XI IPA SMA Pangudi Luhur Sedayu dan kelas XI IPA 2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

Pengaruh kemampuan berbahasa, kemampuan matematis dan penguasaan konsep fisika terhadap kemampuan mengerjakan soal fisika pada bahasan kinematika di kelas XI IPA SMA Pangudi Luhur Sedayu dan kelas XI IPA 2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

Melalui penelitiannya di tahun 2008, Taejin Byun dalam jurnalnya Identifying Student Difficulty In Problem Solving Process Via The Frame Work of the House Model (HM), menemukan suatu metode yang dapat menjembatani guru dan siswa untuk dapat mengetahui dan memecahkan kesulitan mengerjakan soal yang dihadapi oleh siswa. Metode yang diperkenalkannya adalah House Model. House Model membagi pengerjaan analisa siswa menjadi bagian-bagian tahapan dengan disertai tingkat kesulitan pengerjaan. Tahapan-tahapan ini selain membantu siswa dalam mengerjakan soal, juga mampu membantu guru dan siswa mengidentifikasi kesulitan yang ditemui ketika mengerjakan soal. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, kesulitan mengerjakan soal fisika erat kaitannya dengan penguasaan konsep fisika, kemampuan matematis, dan kemampuan berbahasa.
Baca lebih lanjut

153 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH KETERAMPILAN PROSES SAINS TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA

ANALISIS PENGARUH KETERAMPILAN PROSES SAINS TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA

Data penelitian diperoleh dari hasil penelitian oleh peneliti sendiri yang mengkaji tentang pengaruh problem based learning (PBL) berbantuan kombinasi virtual dan real laboratory terhadap keterampilan proses sains dan penguasaan konsep fisika siswa. Subjek dari data penelitian sebelumnya adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Lumajang Tahun 2013/2014. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap dengan jumlah 2 kelas dan sampel penelitian yang digunakan yaitu kelas X3 dan X7. Teknik analisis data yang digunakan dalam kajian penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana untuk melihat hubungan pengaruh keterampilan proses sains terhadap penguasaan konsep fisika siswa. Hasil kajian berupa analisis deskriptif berdasarkan nilai determinasi regresi (R-square) pada keterampilan proses sains dan
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH PENDEKATAN QUANTUM LEARNING TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA SMP.

PENGARUH PENDEKATAN QUANTUM LEARNING TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA SMP.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan Quantum Learning terhadap penguasaan konsep Fisika siswa setelah diterapkan dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan desain penelitian yang digunakan adalah Pre Experimental One Group Pretest- Posttest Design. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII-H sebanyak 36 orang pada semester ganjil di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Bandung Barat Tahun Ajaran 2013/2014. Metode pengambilan subyek penelitian adalah purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal tes penguasaan konsep pilihan ganda sebanyak 18 soal dan lembar observasi keterlaksanaan pendekatan Quantum Learning. Pengaruh pendekatan Quantum Learning terhadap penguasaan konsep dilihat dari hasil uji ranking bertanda Wilcoxon dan persentase rata-rata skor hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pada penguasaan konsep Fisika yang ditunjukkan oleh persentase Gain sebesar 11,73%. Peningkatan paling efektif terjadi pada siswa kelompok bawah dengan kategori sedang.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA ANTARA PENGGUNAAN SIMULASI DAN EKSPERIMEN

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA ANTARA PENGGUNAAN SIMULASI DAN EKSPERIMEN

Berdasarkan penelitian yang dilakukan masih banyak guru yang menggunakan pembelajaran konvensional sebagai alternatif yang sering digunakan di kelas sehingga siswa sulit dalam menerima, merespon, serta mengembangkan materi yang diberikan oleh guru. Penelitian ini membandingkan hasil belajar dan penguasaan konsep fisika siswa antara penggunaan simulasi dan eksperimen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Perbedaan rata-rata hasil belajar fisika siswa antara penggunaan simulasi dan eksperimen, (2) Perbedaan rata-rata penguasaan konsep fisika siswa antara penggunaan simulasi dan eksperimen. Penelitian ini telah dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2012/2013 di SMP Negeri 1 Kotagajah. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX pada semester genap sedangkan sampel yang diambil yaitu kelas IX B sebagai kelas
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

PENGARUH KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI SAINS TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA

PENGARUH KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI SAINS TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA

sains. Peningkatan penguasaan konsep fisika siswa dari pemberian perlakuan dapat diukur secara kuantitatif melalui hasil pretest dan posttest serta pe- ngaruh terhadap penguasaan konsep siswa dari pemberian perlakuan dapat diukur secara kuantitatif melalui hasil posttest yang dilakukan di akhir ke- giatan pembelajaran. Variabel peneliti- an yang digunakan dalam penelitian terdiri dari tiga jenis yaitu variabel bebas, variabel terikat, dan variabel moderator. Variabel bebas dalam pe- nelitian ini adalah keterampilan ber- komunikasi sains (X), sedangkan varia- bel terikatnya adalah penguasaan konsep fisika siswa (Y), dan variabel moderator adalah model pembelajar- an learning cycle 3 E (Z).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH REPRESENTASI ANALOGI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR RASIONAL DAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA

PENGARUH REPRESENTASI ANALOGI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR RASIONAL DAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA

pemahaman konsep menurut Flavel dalam Sagala ( 2010:72) terdiri atas: (1) Atribut, setiap konsep mempunyai atribut yang berbeda;(2) Struktur, menyangkut cara terkaitnya atau tergabungnya atribut- atribut itu; (3) Keabstrakan, yaitu konsep-konsep dapat dilihat dan konkret atau konsep. Konsep itu terdiri dari konsep-konsep yang lain;(4) Keinklusifan, yaitu ditunjukan pada jumlah contoh- contoh yang terlibat dalam konsep itu; (5) Generalisasi atau keumuman, yaitu bila diklasifikasikan, konsep-konsep dapat berbeda; (6) Ketepatan, yaitu konsep menyangkut apakah ada sekumpulan aturan-aturan, untuk membedakan contoh-contoh atau non contoh suatu konsep; (7) Kekuatan (power), yaitu kekuatan suatu konsep oleh sejauh mana orang setuju bahwa konsep itu penting.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

peningkatan penguasaan konsep fisika bagi guru smp

peningkatan penguasaan konsep fisika bagi guru smp

Dalam GBPP SLTP pada kurikulum 1994 yang disempurnakan, bahan (materi) pembelajaran Fisika dapat dikelompokkan menjadi : Pengukuran, Besaran dan Satuan – Zat dan Wujudnya – Tata Surya – Gerak (GLB dan GLBB) – Gaya dan Tekanan – Usaha dan Energi – Susu dan Kalor – Getaran dan Gelombang – Cahaya (cermin, lensa, alat optik) – Kelistrikan dan Kemagnetan – Komponen Dasar Elektronika. Pada GBPP tersebut, jika diperhatikan dengan seksama, inti materi (bahan) pelajaran Fisika adalah mengenai Zat (materi) dan Energi. Tetapi oleh karena kesempatan yang sangat terbatas dan materi pembelajaran fisika yang sangat luas, maka hanya disajikan beberapa pokok bahasan yang sesuai dengan permintaan. Berdasarkan survei pada awal kegiatan pelatihan ini, Bapak/Ibu peserta pelatihan sebagian besar memilih bahan yang berkaitan dengan komponen dasar elektronika dan beberapa memilih pokok bahasan yang lain. Sehingga makalah berikut sebagian besar terkait dengan komponen dasar elektronika dan ditambah beberapa pokok bahasan lain secara singkat.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA ANTARA PENGGUNAAN SIMULASI DAN EKSPERIMEN

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA ANTARA PENGGUNAAN SIMULASI DAN EKSPERIMEN

Dilakukan dua uji analisis SPSS 17.0 menggunakan data hasil belajar fisika siswa yaitu (1) Uji Normalitas untuk menguji apakah sampel penelitian ber- distribusi normal atau tidak dengan menggunakan uji satatistik Kolmogrov- Smirnov. Jika nilai signifikansi < 0.05 maka data berdistribusi tidak normal. Sebaliknya jika nilai signifikansi > 0.05 maka data berdistribusi normal. (2) Uji Independent Sample T Test yaitu uji yang digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan rata-rata ha- sil belajar fisika siswa antara kedua kelompok sampel yang tidak berhu- bungan. Pengambilan keputusan ber- dasarkan pada nilai signifikansi dan ni- lai t. Jika nilai signifikansi < 0.05 dan ni- lai -t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel maka ada perbedaan rata-rata hasil belajar fisika siswa antara peng- gunaan simulasi dan eksperimen. Se- baliknya jika nilai signifikansi > 0.05 dan nilai t tabel  t hitung  t tabel maka tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar fisika siswa antara peng- gunaan simulasi dan eksperimen.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

d fis 0707400 table of content

d fis 0707400 table of content

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia …………………….. 76 4.20. Reliabilitas Asesmen Penguasaan Konsep Fisika ………………… 78 4.21. Rata-Rata Skor Asesmen Penguasaan Konsep Fisika ……………. 80 4.22. Skor Asesmen “Tidak Kontekstual” Penguasaan Konsep Fisika

7 Baca lebih lajut

d fis 0707400 chapter3

d fis 0707400 chapter3

Kelompok expert harus dipilih orang yang berkompeten di bidang sains dan/atau asesmen dengan latar belakang pendidikan S3 (doktor). Jumlah expert harus ganjil untuk memudahkan mengambil keputusan ketika menganalisis hasil penilaian dari expert. Judgement dilaksanakan oleh tiga orang pakar pendidikan biologi (dua orang dosen tetap Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia dan seorang dosen tetap Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta), tiga orang pakar Pendidikan Kimia (dua orang dosen tetap Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia dan satu orang dosen tetap Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta), dan tiga orang pakar pendidikan fisika (satu orang dosen tetap Jurusan Pendidikan Fisika FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia, satu orang dosen tetap Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Tadulako, dan seorang dosen tetap Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta). Lembar expert judgement instrumen penguasaan konsep fisika disajikan pada Lampiran 4. Saran-saran dari expert tersebut digunakan untuk merevisi naskah, sehingga dihasilkan naskah yang memenuhi kriteria validitas isi (content validity). Naskah asesmen yang dikembangkan merupakan draft II yang diujicoba secara terbatas.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Fisika2015 01 Media Usmedi

Fisika2015 01 Media Usmedi

Berdasarkan hasil analisis data yang telah diuraikan di atas dapat ditunjukkan bahwa: (1) ketuntasan belajar siswa secara klasikal sudah dicapai sebesar 88,5%, (2) terdapat peningkatan yang signifikan pada penguasaan konsep fisika siswa kelas eksperimen, (3) terdapat perbedaan yang signifikan antara rata- rata skor penguasaan konsep fisika siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol, rata- rata skor penguasaan konsep fisika siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada rata-rata skor penguasaan konsep fisika siswa kelas kontrol, (4) sebagian besar siswa kelas eksperimen menganggap bahwa pelaksanaan pembelajaran fisika dengan media interaktif termasuk kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media interaktif efektif untuk meningkatkan penguasaan konsep fisika siswa.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

t ipa 0808300 table of content

t ipa 0808300 table of content

ix BAB II PENERAPAN ASESMEN KINERJA DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA PRAKTIKUM CAHAYA BERBASIS INKUIRI A.. Penguasaan Konsep Fisika Siswa [r]

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...