Penguasaan Struktur Kalimat

Top PDF Penguasaan Struktur Kalimat:

Efektivitas Penggunaan Teknik Qaidaty Terhadap Penguasaan Struktur Kalimat Bahasa Arab Siswa.

Efektivitas Penggunaan Teknik Qaidaty Terhadap Penguasaan Struktur Kalimat Bahasa Arab Siswa.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan peneliti yang menunjukkan rendahnya penguasaan siswa terhadap struktur kalimat bahasa Arab. Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menggunakan teknik qaidaty yang dikemas dengan menggunakan pendekatan rumus (qaidah) sehingga dapat dijadikan alternatif untuk memudahkan siswa dalam menguasai pola struktur kalimat bahasa Arab. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui penguasaan struktur kalimat bahasa Arab siswa sebelum menggunakan teknik qaidaty; (2) untuk mengetahui penguasaan struktur kalimat bahasa Arab siswa sesudah menggunakan teknik qaidaty; (3) untuk menemukan ada atau tidak adanya perbedaan yang signifikan penguasaan struktur kalimat bahasa Arab siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan teknik qaidaty di kelas eksperimen dan tanpa teknik qaidaty di kelas kontrol; (4) untuk mengetahui respon siswa di kelas eksperimen terhadap penerapan teknik qaidaty. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode eksperimen kuasi dengan menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel yang dipilih adalah siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Binikmatihi Ikhwaana Katapang Bandung sejumlah 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes (pretest dan posttest) dan nontes (angket). Analisis data dilakukan dengan uji statistik Independent Sample Test. Hasil penelitian menyebutkan nilai rata-rata pretest kelas eksperimen 35,27 dan kelas kontrol adalah 33,27. Setelah dilakukan uji statistik Independent Sample Test diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) 0,569. Kemudian nilai signifikansi (2- tailed) dibandingkan dengan taraf signifikansi ( α = 0,05). Ini berarti nilai signifikansi (2-tailed) > taraf signifikansi ( α = 0,05). Kesimpulannya H o diterima
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

Efektivitas Penggunaan Teknik Qaidaty Terhadap Penguasaan Struktur Kalimat Bahasa Arab Siswa.

Efektivitas Penggunaan Teknik Qaidaty Terhadap Penguasaan Struktur Kalimat Bahasa Arab Siswa.

diterima. Jadi ada perbedaan antara penguasaan struktur kalimat bahasa Arab siswa di kelas eksperimen dengan menggunakan teknik qaidaty dan di kelas kontrol tanpa menggunakan teknik qaidaty. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik qaidaty dalam penguasaan struktur kalimat bahasa Arab lebih efektif dibandingkan dengan penerapan teknik konvensional tanpa penggunaan teknik tersebut.

48 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN PENGUASAAN STRUKTUR KALIMAT DENGAN KEMAMPUAN MENULIS EKSPOSISI

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN PENGUASAAN STRUKTUR KALIMAT DENGAN KEMAMPUAN MENULIS EKSPOSISI

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Miskam (2007) yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara minat menulis dan Kemampuan menguasai struktur kalimat dengan kemampuan menulis argumentasi siswa SMP Negeri kecamatan Baturetno Wonogiri. Minat menulis dan penguasaan struktur kalimat berjalan seiring dengan variabel terikatnya yaitu kemampuan menulis argumentasi. Berjalan seiring berarti memiliki hubungan positif yang ditunjukkan dengan baik minat menulis dan penguasaan struktur kalimat makin baik pula kemampuan menulis argumentasi mereka. Berdasarkan uraian penelitian tersebut dapat diketahui bahwa ketiga hipotesis penelitian yang diajukan diterima, yaitu minat menulis dan penguasaan struktur kalimat secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama memiliki hubungan positif dengan kemampuan menulis argumentasi. Model konseptual teoritik yang dicerminkan melalui hubungan hipotetik antarvariabel penelitian telah teruji kebenarannya secara empirik. Implikasi teoritiknya ialah bahwa kemampuan menulis argumentasi tidak akan muncul begitu saja, tetapi ditentukan oleh beberapa faktor dan dua diantaranya ialah minat menulis dan penguasaan struktur kalimat siswa.
Baca lebih lanjut

225 Baca lebih lajut

S ARB 0906210 Abstract

S ARB 0906210 Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan peneliti yang menunjukkan rendahnya penguasaan siswa terhadap struktur kalimat bahasa Arab. Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menggunakan teknik qaidaty yang dikemas dengan menggunakan pendekatan rumus (qaidah) sehingga dapat dijadikan alternatif untuk memudahkan siswa dalam menguasai pola struktur kalimat bahasa Arab. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui penguasaan struktur kalimat bahasa Arab siswa sebelum menggunakan teknik qaidaty; (2) untuk mengetahui penguasaan struktur kalimat bahasa Arab siswa sesudah menggunakan teknik qaidaty; (3) untuk menemukan ada atau tidak adanya perbedaan yang signifikan penguasaan struktur kalimat bahasa Arab siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan teknik qaidaty di kelas eksperimen dan tanpa teknik qaidaty di kelas kontrol; (4) untuk mengetahui respon siswa di kelas eksperimen terhadap penerapan teknik qaidaty. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode eksperimen kuasi dengan menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design . Sampel yang dipilih adalah siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Binikmatihi Ikhwaana Katapang Bandung sejumlah 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes ( pretest dan posttest ) dan nontes (angket). Analisis data dilakukan dengan uji statistik Independent Sample Test . Hasil penelitian menyebutkan nilai rata-rata pretest kelas eksperimen 35,27 dan kelas kontrol adalah 33,27. Setelah dilakukan uji statistik Independent Sample Test diperoleh nilai signifikansi ( 2-tailed ) 0,569. Kemudian nilai signifikansi ( 2- tailed ) dibandingkan dengan taraf signifikansi ( α = 0,05). Ini berarti nilai signifikansi ( 2-tailed ) > taraf signifikansi ( α = 0,05). Kesimpulannya H o diterima
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Interferensi Pemahaman Struktur Kalimat Bahasa Indonesia Oleh Mahasiswa Jepang Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia.

Interferensi Pemahaman Struktur Kalimat Bahasa Indonesia Oleh Mahasiswa Jepang Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia.

Penelitian ini hanya mencakupi sebagian kecil dari permasalahan yang mampu dikemukakan karena begitu banyak masalah-masalah yang dihadapi oleh mahasiswa Jepang dalam mempelajari bahasa Indonesia. Salah satu masalah tersebut adalah “Interferensi pemahaman struktur kalimat bahasa Indonesia oleh mahasiswa Jepang dalam pembelajaran bahasa Indonesia”. Jadi, hal inilah yang menjadi acuan dalam penulisan penelitian ini. Penelitian ini bersifat sinkronis dengan metode pendekatan deskriptif karena data yang diungkapkan berdasarkan pengalaman sendiri ketika mengajar mahasiswa Jepang. Data dianalisa berdasarkan kerangka teori Sosiolinguistik yang membahas tentang interferensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Jepang sulit memahami struktur kalimat karena; 1) Penguasaan kosakata BI, baik dari segi fungsi maupun dari segi makna masih kurang; dan 2) Satuan-satuan linguistik sebagai unsur pembentuk struktur kalimat belum dikuasai; 3) Penguasaan struktur kalimat bahasa ibu masih melekat sehingga terjadi interferensi ke dalam BI sebagai bahasa asing; 4) terdapat perbedaan yang mencolok antara struktur pola kalimat BI sebagai bahasa asing (bahasa kedua) dengan bahasa ibu dalam bahasa Jepang (bahasa pertama); 5) mahasiswa Jepang masih menggunakan B1 pada saat menggunakan B2 atau transfer (pembelajaran) negatif.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

S PRS 1006338 Chapter1

S PRS 1006338 Chapter1

Di dunia ini, kita mendapati ada banyak bahasa yang dituturkan. Dalam mempelajari setiap bahasa, baiknya kita dapat menguasai juga ilmu ketatabahasaannya dengan baik. Karena tiap bahasa memiliki struktur dalam penyusunan elemen-elemennya untuk membentuk informasi, maka ilmu ketatabahasaan suatu bahasa dianggap penting agar pesan dari bahasa penutur kepada lawan tutur dapat tersampaikan dengan baik.

4 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  STRUKTUR KALIMAT DALAM DIALEK BANYUMASAN: SEBUAH KAJIAN SOSIOLINGUIST.

PENDAHULUAN STRUKTUR KALIMAT DALAM DIALEK BANYUMASAN: SEBUAH KAJIAN SOSIOLINGUIST.

Pembentukan plural adalah dengan mengulang kata tersebut apa adanya. Padahal, dalam kasus ini dapat dilihat bahwa kedua kalimat tersebut yang memiliki makna plural adalah sapi bukan lemu. Dalam bahasa Jawa dialek Banyumas, fungsi adjektiva lemu (gemuk) direduplikasi sebagai penanda plural dari sapi.

9 Baca lebih lajut

STRUKTUR KALIMAT BAHASA INDONESIA. docx

STRUKTUR KALIMAT BAHASA INDONESIA. docx

Ciri-ciri keterangan: 1. bukan unsur utama kalimat, tetapi kalimat tanpa keterangan, pesan menjadi tidak jelas, dan tidak lengkap. 2. tempat tidak terikat posisi, pada awal, tengah, atau akhir kalimat 3. dapat berupa: keterangan waktu, tujuan, tempat, sebab, akibat, syarat, cara, posesif (posesif ditrandai kata meskipun, walaupun, atau biarpun), dan pengganti nomina (menggunakan kata bahwa). Jenis-jenis keterangan : Keterangan tempat Contoh : Ayah akan perdi ke Surabaya Keterangan alat Contoh : Ibu memotong sayuran dengan pisau Keterangan waktu Contoh : Andi belajar matematika pukul 8 malam Keterangan tujuan Contoh : Bayi harus minum susu supaya sehat Keterangan penyerta Contoh : Ibu pergi ke pasar bersama kakak. Keterangan cara Contoh : Bacalah buku itu dengan saksama Keterangan sebab
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

STRUKTUR ORGANISASI FUNGSIONAL kalimat  (1)

STRUKTUR ORGANISASI FUNGSIONAL kalimat (1)

Pengertian dari struktur organisasi fungsional adalah struktur organisasi paling umum yang digunakan oleh banyak organisasi, pembagiannya berdasarkan fungsi manajemen, misal saja keuangan, pemasaran, produksi, dan sumber daya manusia. Sehingga bagi orang yang memiliki keterampilan tertentu maka akan bertemu dengan orang yang memiliki skill sama.

Baca lebih lajut

Komposisi dan Struktur Penguasaan Pasar

Komposisi dan Struktur Penguasaan Pasar

Pertama, Struktur Pasar Modal Indonesia sangat ditentukan oleh dua kekuatan entitas bisnis, dalam hal ini BUMN dan sector swasta besar (Konglomerat).Pengaruh kedua entitas bisnis ini tercermin dari besarnya nilai kapitalisasi pasar yang dikuasai pada pasar modal di Indonesia. Data per 25 Oktober 2013 menunjukkan total kapitalisasi pasar sector BUMN pada pasar modal Indonesia mencapai 25,3%, sedangkan sector swasta besar (Konglomerat) mencapai persentasi 23,5%. Nilai pangsa ini dapat berubah sewaktu-waktu bergantung situasi pasar dan kinerja masing-masing entitas bisnis.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH PENGUASAAN KOSA KATA DAN PEMAHAMAN KALIMAT TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS NARASI

PENGARUH PENGUASAAN KOSA KATA DAN PEMAHAMAN KALIMAT TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS NARASI

Menurut Kridalaksana (2008: 137) bahwa kosa kata (Vocabulary) adalah kumpulan kata; khazanah kata; leksikon. Dengan demikian, seseorang yang akan berbicara atau menulis seharusnya memiliki sejumlah kata. Semakin banyak jumlah kata yang dimiliki oleh seseorang, maka seseorang akan semakin mudah untuk menyusun kalimat, baik dalam bentuk bahasa lisan maupun bahasa tulis. Sedangkan, Keraf (2005: 25) mengemukakan bahwa kata sebagai satuan dari perbendaharaan kata sebuah bahasa mengandung dua aspek yaitu aspek bentuk atau ekspresi dan aspek isi atau makna. Bentuk atau ekspresi adalah segi yang dapat dicerap dengan pancaindra yaitu dengan mendengar atau melihat. Sebaliknya segi isi atau makna adalah segi yang menimbulkan reaksi dalam pikiran pendengar atau pembaca. Tambahnya lagi, Tarigan (2003: 64) menyatakan bahwa kosa kata merupakan suatu bagian dari sistem bahasa yang berinteraksi dalam pola-pola sintaksis. Pendapat ini dapat kita sederhanakan bahwa kosa kata merupakan hubungan beberapa kata yang menjadi satu kesatuan yang erat dan utuh dalam membentuk sebuah frasa, kalimat, atau wacana.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

S PRS 1006338 Abstrack

S PRS 1006338 Abstrack

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui gambaran penguasaan mahasiswa dalam memahami struktur kalimat pasif bahasa Perancis; 2) mengetahui kendala- kendala yang dihadapi mahasiswa dalam memahami kalimat pasif; dan 3) menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala mahasiswa dalam memahami materi kalimat pasif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, dan teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan kalimat pasif mahasiswa semester IV Departemen Pendidikan Bahasa Perancis FPBS UPI tahun akademik 2013/2014 dinilai cukup. Selanjutnya, berdasarkan hasil tes dan angket, sebagian besar responden mengalami kesulitan dalam menjawab soal dengan kala beragam dan sering tertukar dalam menggunakan komplemen agentif, setengah dari jumlah responden mengalami kesalahan pada penulisan konjugasi verba, serta sebagian kecil responden kesulitan dalam menyusun kalimat. Untuk mengatasinya, upaya yang dapat dilakukan mahasiswa adalah lebih mengkaji materi dari berbagai sumber dan lebih giat berlatih mengerjakan berbagai jenis soal. Dosen pengajar bahasa Perancis dapat mendukung upaya tersebut dengan memberikan lebih banyak lagi latihan soal dan tugas kepada mahasiswa, serta membahasnya di dalam kelas.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

STRUKTUR KALIMAT DALAM TEKS ANEKDOT PADA SURAT KABAR TEMPO EDISI NOVEMBER 2014 DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA

STRUKTUR KALIMAT DALAM TEKS ANEKDOT PADA SURAT KABAR TEMPO EDISI NOVEMBER 2014 DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan, yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun dan keras lembut, di sela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan yang mencegah terjadinya perpaduan ataupun asimilasi bunyi ataupun proses fonologi lainnya. Dalam wujud tulisan berhuruf Latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya (?), dan tanda seru (!); sementara itu, di dalamnya disertakan pula berbagai tanda baca seperti koma (,), titik dua (:), tanda pisah (-), dan spasi. Tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru sepadan intonasi akhir, sedangkan tanda baca lain sepadan dengan jeda. Spasi yang mengikuti tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru melambangkan kesenyapan (Alwi, 2003: 311). Menurut Putrayasa (2008: 10) kalimat adalah satuan gramatikal yang dibatasi oleh adanya jeda panjang yang disertai nada akhir naik atau turun.
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Struktur Kalimat Tanya dalam Bahasa Indonesia: Analisis Teori X-Bar

Struktur Kalimat Tanya dalam Bahasa Indonesia: Analisis Teori X-Bar

Pembentukan kalimat tanya secara formal ditandai oleh kehadiran kata tanya, seperti apa, siapa, mengapa, di mana, kapan, bagaimana dengan atau tanpa partikel –kah sebagai penegas dan diakhiri dengan tanda tanya (?) pada bahasa tulis (Alwi, 2003:357). Kata tanya dalam bahasa Indonesia memiliki kategori fungsionalyang berbeda-beda. Posisi kata tanya (awal, tengah, akhir) dalam kalimat berpotensi besar dalam mempengaruhi perbedaan kategori fungsional yang dimiliki sebuah kata tanya.

Baca lebih lajut

PENGARUH PENGUASAAN KOSAKATA DAN STRUKTUR KALIMAT TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA PADA SISWA KELAS VIII SMP SWASTA TAMAN SISWA TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

PENGARUH PENGUASAAN KOSAKATA DAN STRUKTUR KALIMAT TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA PADA SISWA KELAS VIII SMP SWASTA TAMAN SISWA TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

Kalimat merupakan primadona dalam kajian bahasa. Hal ini disebabkan antara lain karena dengan perantaraan kalimatlah seseorang dapat menyampaikan maksudnya secara lengkap dan jelas. Satuan bentuk bahasa yang sudah kita kenal sebelum sampai pada tataran kalimat adalah kata (mis. tidak) dan frasa atau kelompok kata (mis. tidak tahu). Kata dan frasa tidak dapat mengungkapkan suatu maksud secara lengkap dan jelas, kecuali jika kata atau frasa itu berperan sebagai kalimat minor atau merupakan jawaban sebuah pertanyaan. Agar dapat berkalimat dengan baik perlu kita pahami terlebih dahulu struktur dasar suatu kalimat. (Lamuddin Finoza, 2009, 149)
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S JRM 1101694 Chapter1

S JRM 1101694 Chapter1

Berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan penulis saat melakukan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA Pasundan 3 Cimahi dari Februari sampai Maret tahun 2015, siswa sering mengalami kesulitan dalam keterampilan menulis bahasa Jerman. Hal ini juga diungkapkan oleh guru mata pelajaran bahasa Jerman bahwa masih ada siswa yang kesulitan menulis kalimat dalam bahasa Jerman. Hal tersebut dikarenakan kurangnya ide yang dimiliki siswa saat membentuk kalimat dalam bahasa Jerman.

Baca lebih lajut

S ARB 0906210 Chapter1

S ARB 0906210 Chapter1

Setiap gagasan, pikiran, atau konsep yang dimiliki seseorang pada praktiknya akan dituangkan ke dalam bentuk kalimat. Kalimat yang benar (dan juga baik) haruslah memenuhi persyaratan gramatikal. Artinya, kalimat itu harus disusun berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku, seperti unsur-unsur penting yang harus dimiliki setiap kalimat (subjek dan predikat); memerhatikan ejaan yang disempurnakan; serta cara memilih kata (diksi) yang tepat dalam kalimat. Kalimat yang memenuhi kaidah-kaidah tersebut jelas akan mudah dipahami oleh pembaca atau pendengar.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S ARB 0906210 Bibliography

S ARB 0906210 Bibliography

Salam, H. (2008). Penguasaan Siswa Terhadap Struktur Kalimat Bahasa Arab Di MAN: Studi Deskriptif Terhadap Siswa Kelas XI IPA 2 MAN 1 Bandung Tahun Ajaran 2007/2008 . Skripsi Sarjana Pada Jurusan Pendidikan Bahasa Arab FPBS UPI Bandung: Tidak Diterbitkan.

Baca lebih lajut

STRUKTUR KALIMAT DALAM DIALEK BANYUMASAN: SEBUAH KAJIAN SOSIOLINGUISTIK  STRUKTUR KALIMAT DALAM DIALEK BANYUMASAN: SEBUAH KAJIAN SOSIOLINGUIST.

STRUKTUR KALIMAT DALAM DIALEK BANYUMASAN: SEBUAH KAJIAN SOSIOLINGUISTIK STRUKTUR KALIMAT DALAM DIALEK BANYUMASAN: SEBUAH KAJIAN SOSIOLINGUIST.

Dengan mengucap puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat hidayah-Nya serta memberikan kekuatan, ketabahan, kemudahan dan kedamaian berpikir dalam menyelesaikan skripsi yang berjudul: “Struktur Kalimat Dalam Dialek Banyumasan: Sebuah Kajian Sosiolinguistik”. Skripsi ini disusun guna memenuhi sebagian persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Strata 1 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Baca lebih lajut

Ragam Struktur Kalimat Tasybih Dalam Terjemahan Kitab Balaghotul Hukama (Studi Analisis: Struktur Kalimat Tasybih)

Ragam Struktur Kalimat Tasybih Dalam Terjemahan Kitab Balaghotul Hukama (Studi Analisis: Struktur Kalimat Tasybih)

teks, maka objek kajiannya berkisar pada pola kalimat berbahasa arab dilihat dari pernyataan makna dasar (ashly) bukan tab’iy yang dikehendaki oleh penutur. Menurut as-Sakkaki, yang dikehendaki oleh pembaca model ma’ani bukan pada struktur kalimat itu sendiri, akan tetapi terdapat pada “makna” yang terkandung dalam sebuah tuturan. Jadi yang terpenting dalam ma’ani adalah pemahaman pendengar terhadap tuturan penutur dengan pemahaman yang benar, bukan pada tuturan itu secara otonom. Adapun objek kajian ilmu ma’ani meliputi Kalam Khabar, Kalam Insya, Qasr, washal, fashal, Ijaz,
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...