Pengukuran Debit

Top PDF Pengukuran Debit:

Sistem Pengukuran Debit Air Berbasis Mikrokontroler Atmega8

Sistem Pengukuran Debit Air Berbasis Mikrokontroler Atmega8

52 DAFTAR PUSTAKA Malvino, Albert Paul, 1990, Aproksimasi Rangkaian Semikonduktor, Penerbit Erlangga, Jakarta Metode Pengukuran Debit Aliran, http://mayong.staff.ugm.ac.id/site/, Di[r]

1 Baca lebih lajut

Sistem Pengukuran Debit Air Berbasis Mikrokontroler Atmega8

Sistem Pengukuran Debit Air Berbasis Mikrokontroler Atmega8

Pengukuran debit aliran sangat diperlukan untuk mengetahui potensi sumber daya air di suatu wilayah daerah aliran sungai. Pengukur kecepatan aliran air dapat dijadikan sebagai sebuah alat untuk memonitor dan mengevaluasi neraca air suatu kawasan melalui pendekatan potensi sumber daya air permukaan yang ada. Tujuan pembuatan system pengukur debit air ini adalah untuk menghasilkan sebuah alat pengukur potensi air pada suatu daerah aliran sungai. System ini diimplimentasikan dengan menggunakan sensor phototransistor yang dipasang pada sebuah baling-baling untuk menghasilkan detak pulsa sebagai keluaran encoder. Kemudian pulsa tersebut berubah menjadi besaran kecepatan aliran air dalam satuan m/det melalui mikrokontroler dan ditampilkan pada LCD. Besaran debit air dapat diperoleh dengan mengalikan kecepatan aliran dengan luas permukaan (m 2 )
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Sistem Pengukuran Debit Air Berbasis Mikrokontroler Atmega8

Sistem Pengukuran Debit Air Berbasis Mikrokontroler Atmega8

Debit aliran merupakan sebuah satuan yang digunakan untuk mendekati nilai-nilai hidrologis proses yang terjadi di lapangan. Kemampuan pengukuran debit aliran sangat diperlukan untuk mengetahui potensi sumberdaya air di suatu wilayah. Debit aliran dapat dijadikan sebuah alat untuk memonitor dan mengevaluasi neraca air suatu kawasan melalui pendekatan potensi sumber daya air yang ada. Pengukuran debit air dapat dilakukan dengan mengukur kecepatan aliran air pada suatu wadah dengan luas penampang area tertentu. Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk pengukuran kecepatan aliran air pada sungai atau saluran antara lain :
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Metode pengukuran debit disaluran terbuka

Metode pengukuran debit disaluran terbuka

Menurut Soewarno (1995), kekurangtelitian atau kesalahan (errors) pengukuran debit dapat diartikan sebagai besarnya nilai perbedaan antara debit yang dihitung berdasarkan pengukuran dengan debit yang sebenarnya. Kesalahan pengukuran debit umumnya bersumber dari dua macam sebab yaitu :

6 Baca lebih lajut

Metode Pengukuran Debit Air berbasis

Metode Pengukuran Debit Air berbasis

pengukurannya dilakukan dengan menentukan waktu yang di perlukan untuk mengisi kontainer yang telah diketahui volumenya. Prosedur yang biasa dilakukan untuk pengukuran debit dengan cara pengukuran volume adalah dengan membuat dam kecil (atau alat semacam weir) disalah satu bagian dari badan aliran air yang akan diukur. Gunanya adalah agar aliran air dapat

6 Baca lebih lajut

Sistem Pengukuran Debit Air Berbasis Mikrokontroler Atmega8

Sistem Pengukuran Debit Air Berbasis Mikrokontroler Atmega8

Pengukuran debit aliran sangat diperlukan untuk mengetahui potensi sumber daya air di suatu wilayah daerah aliran sungai. Pengukur kecepatan aliran air dapat dijadikan sebagai sebuah alat untuk memonitor dan mengevaluasi neraca air suatu kawasan melalui pendekatan potensi sumber daya air permukaan yang ada. Tujuan pembuatan system pengukur debit air ini adalah untuk menghasilkan sebuah alat pengukur potensi air pada suatu daerah aliran sungai. System ini diimplimentasikan dengan menggunakan sensor phototransistor yang dipasang pada sebuah baling-baling untuk menghasilkan detak pulsa sebagai keluaran encoder. Kemudian pulsa tersebut berubah menjadi besaran kecepatan aliran air dalam satuan m/det melalui mikrokontroler dan ditampilkan pada LCD. Besaran debit air dapat diperoleh dengan mengalikan kecepatan aliran dengan luas permukaan (m 2 )
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

BAB I PENGUKURAN DEBIT DISALURAN TERBUKA

BAB I PENGUKURAN DEBIT DISALURAN TERBUKA

Dalam aliran laminar diperlukan eksperimentasi untuk kasus aliran – aliran yang sederhana, berlaku hukum newton tentang viskositas, partikel – partikel fluida bergerak dalam lintasan – lintasan yang tidak teratur, viskositas dalam aliran laminar dianggap tidak penting dan perbandingan τ/(du/dy) bergantung pada aliran.(victor, 1985). Debit aliran merupakan satuan untuk mendekati nilai-nilai hidrologis proses yang terjadi di lapangan. Kemampuan pengukuran debit aliran sangat diperlukan untuk mengetahui potensi sumberdaya air di suatu wilayah DAS. Debit aliran dapat dijadikan sebuah alat untuk memonitor dan mengevaluasi neraca air suatu kawasan melalui pendekatan potensi sumber daya air permukaan yang ada (Harsoyo,1977).
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

Kata-kata Kunci: Pengukuran debit, channel flow, gelombang dinamispreissman. Abstract - Kajian Hubungan Antara Debit Berubah dengan Tinggi Muka Air dan Kecepatan Aliran

Kata-kata Kunci: Pengukuran debit, channel flow, gelombang dinamispreissman. Abstract - Kajian Hubungan Antara Debit Berubah dengan Tinggi Muka Air dan Kecepatan Aliran

antara debit dan tinggi muka air adalah suatu fungsi yang bernilai tunggal yang berasal dari persamaan Manning, seperti yang terlihat pada rating curve aliran seragam (uniform flow) di Gambar 1. Ketika suku- suku lain pada persamaan momentum tidak diabaikan, bentuk hubungan tinggi muka air dan debit akan mem- bentuk suatu pengulangan (loop) seperti terlihat pada kurva terluar di Gambar 1, ini dikarenakan tinggi muka air adalah bukan hanya fungsi dari debit, tapi juga fungsi dari kemiringan garis energi. Pada umum- nya untuk harga elevasi muka air yang sama debit akan lebih besar pada saat menaiknya debit pada hidrograph banjir dibandingkan pada saat turun.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Bab IV Pengukuran Debit saluran alam kel 7 refisi fix

Bab IV Pengukuran Debit saluran alam kel 7 refisi fix

Analisa Grafik Hubungan antara Kecepatan dengan Kedalaman (tengah) Berdasar grafik diatas bisa kita lihat bahwa hubungan antara kedalaman titik pengukuran dan kecepatan adalah naik dan turun, hal ini dikarenakan beberapa faktor yaitu kedalaman sungai yang berubah - ubah setiap titik, bisa juga disebabkan oleh faktor kesalahan pengukuran dan perhitungan, dan tak dapat dipungkiri faktor fungsi alat yang menurun saat di lapangan sehingga menyebabkan field mistakes, yang mengakibatkan kesalahan data.

18 Baca lebih lajut

Sistem Pengukuran Debit Air Berbasis Mikrokontroler Atmega8

Sistem Pengukuran Debit Air Berbasis Mikrokontroler Atmega8

Sensor adalah sesuatu yang digunakan untuk mendeteksi adanya perubahan lingkungan fisik atau kimia. Variable keluaran dari sensor yang diubah menjadi besaran listrik disebut transduser. Transduser sendiri berfungsi sebagai pengolah variasi gerak, panas, cahaya atau sinar, magnetis, dan kimia menjadi tegangan serta arus listrik. Sensor sendiri adalah komponen penting pada berbagai peralatan. Sensor juga berfungsi sebagai alat untuk mendeteksi dan juga untuk mengetahui magnitude. Transduser sendiri memiliki arti mengubah, resapan dari bahasa latin traducere bentuk perubahan yang dimaksud adalah kemampuan merubah energy kedalam bentuk energy lain. Energy yang diolah bertujuan untuk menunjang daripada kinerja piranti yang menggunakan sensor itu sendiri. Sensor sendiri sering digunakan dalam proses pendeteksi untuk proses pengukuran. Sensor yang sering digunakan dalam berbagai rangkaian alat elektromik antara lain :
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Soal Matematika Kelas 6 SD Semester I   Ulangan Bab 2 Pengukuran Debit

Soal Matematika Kelas 6 SD Semester I Ulangan Bab 2 Pengukuran Debit

Jika ayah menyiram tanaman selama ½ jam, berapa dm3 air yang dipakai.. 15.[r]

1 Baca lebih lajut

PENGUKURAN DEBIT 2

PENGUKURAN DEBIT 2

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS ILMU SOSIAL JURUSAN GEOGRAFI PROGRAM STUDI GEOGRAFI 2017 TUGAS I Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Potamologi dan Limnoloogi Oleh : Nama : Siti Maul[r]

10 Baca lebih lajut

PERCOBAAN 18 PENGUKURAN DEBIT Metode Mid

PERCOBAAN 18 PENGUKURAN DEBIT Metode Mid

Debit aliran (Q) diperoleh dengan mengalikan luas tampang aliran (A) percepatan aliran (V), Q= AV. Kedua parameter tersebut dapat diukur pada suatu tampang lintang (stasiun) di sungai. Luas tampang aliran diperoleh dengan mengukur elevasi permukaan air dan dasar sungai. Kecepatan aliran diukur dengan menggunakan alat ukur kecepatan current meter , pelampung, atau peralatan lain.

9 Baca lebih lajut

Sistem Pengukuran Debit Air Berbasis Mikrokontroler Atmega8

Sistem Pengukuran Debit Air Berbasis Mikrokontroler Atmega8

http://www.hpinfotech.com AVR Core Clock frequency: 8.000000 MHz Memory model : Small // Alphanumeric LCD functions #include #include #define pump PORTD.3 #define triger PORTC.0 #de[r]

11 Baca lebih lajut

Kajian Saluran Irigasi Tersier di Desa Percut Daerah Irigasi Bandar Sidoras Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang

Kajian Saluran Irigasi Tersier di Desa Percut Daerah Irigasi Bandar Sidoras Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang

Flowchart Pengukuran Debit Saluran Mulai Persiapan dan Pengecekan Peralatan Pengukuran Memasang Sekat Ukur Tipe Segitiga 90o Thomson pada Saluran Tanah Mengkalibrasi Alat Ukur Thom[r]

53 Baca lebih lajut

Kajian Saluran Irigasi Tersier di Desa Percut Daerah Irigasi Bandar Sidoras Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang

Kajian Saluran Irigasi Tersier di Desa Percut Daerah Irigasi Bandar Sidoras Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang

Pengukuran debit air dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Dalam pengukuran debit air secara langsung digunakan beberapa alat pengukur yang secara langsung dapat menunjukkan ketersediaan air pengairan bagi penyaluran melalui jaringan-jaringan yang telah ada/telah dibangun. Dalam hal ini berbagai alat pengukur yang telah biasa digunakan yaitu : alat ukur pintu romijin, sekat ukut tipe Cipoletti, sekat ukur tipe Thomson, dan alat ukur Parshall Flume. Dalam pengukuran tidak langsung yang sangat diperhatikan yaitu tentang kecepatan aliran (V) dan luas penampang aliran (A), sehingga terdapat rumus pengukuran debit air sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

127 Baca lebih lajut

Simulasi Debit Sungai Harian Berdasarkan Model H2U dan Prediksi Aliran Dasar Sub DAS Cicatih-Cimandiri Kabupaten Sukabumi

Simulasi Debit Sungai Harian Berdasarkan Model H2U dan Prediksi Aliran Dasar Sub DAS Cicatih-Cimandiri Kabupaten Sukabumi

Salah satu persoalan yang timbul adalah kurang lengkapnya data pengukuran debit sungai terutama ketika terjadi banjir. Selain itu keakuratan data yang ada terkadang kurang memuaskan. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya ketelitian sewaktu melakukan pengukuran atau rekayasa data karena kelalaian dalam pencatatan data yang tidak dapat dipungkiri sering terjadi. Oleh karena itu dikembangkan berbagai model simulasi hidrologi untuk menjelaskan proses perubahan masukan hujan menjadi keluaran berupa debit sungai. Simulasi ini diharapkan dapat digunakan untuk memecahkan masalah pada DAS/sub DAS yang data debit alirannya tidak lengkap. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan suatu model hidrologi yang cocok untuk menghitung hidrograf berdasarkan parameter-parameter yang mudah terukur. Salah satu model yang dirancang untuk mensimulasikan debit aliran sungai pada suatu DAS adalah model H2U (Hydrogramme Unitaire Universel) yang dikembangkan oleh laboratorium hidrologi, Ecole Nationale Superieure Agronomique (ENSA) oleh Duchesne (1998).
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

S TS 1104532 Table of content

S TS 1104532 Table of content

84 Gambar 4.64 Situasi saluran setelah running dengan krib impermeabel sudut 90° tegak lurus aliran dan debit 2,535 lt/s di tengah belokan .... 91 Gambar 4.79 Pengukuran debit metode[r]

12 Baca lebih lajut

66296 ID studi pengukuran kecepatan aliran pada s

66296 ID studi pengukuran kecepatan aliran pada s

Pengelolaan sungai-sungai ini sudah diatur di dalam Peraturan Pemerintah No. 38 tahun 2011 tentang sungai yang meliputi konservasi sungai, pengembangan sungai dan pengendalian daya rusak sungai. Untuk menunjang pelaksanaan tujuan tersebut diperlukan kegiatan yang salah satunya adalah pengukuran kecepatan secara langsung untuk mengetahui data debit sungai. Pemerintah telah menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk pengukuran sungai di dalam SNI 03-2414-1991 mengenai tata cara pengukuran debit aliran sungai dan saluran terbuka menggunakan alat ukur arus dan pelampung. Akan tetapi SNI ini hanya terbatas pada sungai dengan aliran yang dipengaruhi oleh faktor gravitasi saja. Sementara sungai pasang surut yang mempunyai aliran dua arah mempunyai karakteristik yang berbeda dengan sungai non-pasang surut (Balai Rawa, 2012). Oleh karena itu SNI yang ada tidak dapat diterapkan pada sungai yang terpengaruh oleh pasang surut air laut. Diperlukan beberapa perubahan atau modifikasi terhadap SNI tersebut supaya dapat digunakan di sungai pasang surut. Dalam penelitian ini pengukuran kecepatan dilakukan menggunakan Currentmeter. Pada prinsipnya, Currentmeter digunakan untuk mengukur kecepatan air di berbagai lokasi vertikal dalam sebuah bagian melintang dari aliran air dan daerah yang masing- masing pengukuran yang telah ditentukan. Kecepatan aliran dikalikan dengan masing- masing daerah yang sesuai, dan jumlahnya ini merupakan debit aliran air rata-rata di bagian yang dipilih (Tazioli, 2011). Penelitian dilakukan di Sungai Kapuas di dan Sungai Katingan di Provinsi Kalimantan Tengah seperti yang terlihat pada Gambar 1 di bawah.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...