pengumuman stock split

Top PDF pengumuman stock split:

ANALISIS LIKUIDITAS SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH PENGUMUMAN STOCK SPLIT (PEMECAHAN SAHAM) : Studi Kasus Pada Emiten yang Melakukan Pengumuman Stock Split di BEI Periode Tahun 2011.

ANALISIS LIKUIDITAS SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH PENGUMUMAN STOCK SPLIT (PEMECAHAN SAHAM) : Studi Kasus Pada Emiten yang Melakukan Pengumuman Stock Split di BEI Periode Tahun 2011.

Teknik analisis data yang dipergunakan untuk mengetahui hubungan dalam penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa data sebelum dan sesudah pengumuman stock split berbeda atau tidak secara signifikan, maka dilakukan uji kesamaan dua nilai rata-rata keadaan awal dengan menggunakan metode uji-t. Metode uji-t berpasangan merupakan analisis parametrik dimana terdapat asumsi yang harus terpenuhi terlebih dahulu, yaitu normalnya distribusi masing-masing kelompok data yang kemudian akan diolah. Apabila normalitas data terpenuhi, selanjutnya dilakukan perhitungan nilai hasil yang akan digunakan dalam uji perbandingan rata-rata (uji-t). Namun permasalahan terjadi ketika asumsi tidak terpenuhi. Karena kita tidak selalu dapat membuat asumsi itu, dan memang dalam beberapa contoh data tidak dapat dibuat asumsi, maka kita dapat menganalisis data dengan metode yang dikenal sebagai metode non parametrik atau metode tanpa distribusi. (Imam Ghazali, 2011)
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Analisis dampak pengumuman stock split dan reverse stock split terhadap abnormal return dan perubahan beta saham

Analisis dampak pengumuman stock split dan reverse stock split terhadap abnormal return dan perubahan beta saham

internal perusahaan, dalam hal ini pengumuman stock split tidak mengakibatkan perubahan beta yang signifikan sedangkan faktor eksternal perusahaan seperti kondisi perekonomian yang meliputi: inflasi, GNP, GDP, mempunyai pengaruh terhadap beta saham. Selain itu hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa tidak terdapat kandungan informasi dari pengumuman stock split yang dibuktikan dengan tidak bereaksi nya pasar terhadap informasi pengumuman stock split. Tidak terdapatnya perbedaan beta saham yang signifikan memberikan informasi kepada investor bahwa volatilitas dari saham emiten tersebut mengikuti fluktuasi dari return pasar jika beta bergerak menuju 1, apabila lebih dari 1 maka melebihi fluktuasi dari return pasar, dan jika kurang dari 1 maka menjauhi fluktuasi dari return pasar. Jogiyanto (2009:364) : Jika fluktuasi return-return sekuritas atau portofolio secara statistik mengikuti fluktuasi dari return-return pasar,maka beta dari sekuritas atau portofolio dikatakan bernilai 1. Investor yang menyukai risiko akan membeli saham yang berfluktuasi melebihi return pasar, sedangkan investor yang tidak menyukai risiko akan membeli saham yang berfluktuasi menjauhi return pasar, sehingga akan berdampak pada kenaikan likuiditas perusahaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Almilia dan Kristijadi (2005) yang juga tidak menemukan adanya perbedaan abnormal return yang signifikan baik sebelum maupun sesudah peristiwa stock split.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

PERBEDAAN LIKUIDITAS SAHAM DAN RETURN SAHAM DI SEKITAR PENGUMUMAN STOCK SPLIT

PERBEDAAN LIKUIDITAS SAHAM DAN RETURN SAHAM DI SEKITAR PENGUMUMAN STOCK SPLIT

tahun 2006 sampai dengan tahun 2010. Sampel penelitian ini dengan purposive sampling, yaitu, sampel pene- litian yang memenuhi kriteria tertentu. Kriteria penelitian sampel perusahaan antara lain, memiliki saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), mengumumkan kebijakan pemecahan saham pada periode 2006–2010, tanggal pengumuman kebijakan stock split, tidak melakukan kebijakan lain seperti merger, stock dividen (dividen saham), right issue, bonus share (saham bonus) atau pengu- muman perusahaan yang bersifat stra- tegis yang secara langsung dapat mem- pengaruhi likuiditas saham pada waktu pengumuman stock split atau pada periode sekitar pengumuman stock split dan Sampel saham yang dipilih aktif diperdagangkan minimal 10 hari seputar pemecahan saham.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

ANALISIS PERBEDAAN KINERJA SAHAM PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN STOCK SPLIT DAN TIDAK MELAKUKAN STOCK SPLIT

ANALISIS PERBEDAAN KINERJA SAHAM PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN STOCK SPLIT DAN TIDAK MELAKUKAN STOCK SPLIT

3. Penelitian yang dilakukan Almilia dan Kristijadi (2005), penelitian ini bertujuan untuk melakukan beberapa pengujian, yaitu: (1) melakukan pengujian kandungan informasi pengumuman stock split, dengan mengelompokkan karakteristik perusahaan yang melakukan stock split menjadi perusahaan bertumbuh dan perusahaan tidak bertumbuh yang bertujuan untuk melihat efek suatu pengumuman yang didasarkan atas karakteristik perusahaan yang berbeda, (2) melakukan pengujian perbedaan resiko sistematis (beta) sebelum dan setelah stock split. Pengujian inipun juga mengelompokkan karakteristik perusahaan menjadi perusahaan bertumbuh dan tidak bertumbuh, untuk melihat efek perbedaan karakteristik perusahaan, (3) melakukan pengujian efek intra industri pengumuman stock split yang dilakukan oleh perusahaan bertumbuh dan tidak bertumbuh, (4) menguji apakah abnormal return dan karakteristik perusahaan reporter berpengaruh terhadap abnormal return perusahaan non reporter dalam sub sektor industri yang sama.
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

ANALISIS PERBEDAAN LIKUIDITAS SAHAM DAN RETURN SAHAM DI SEKITAR PENGUMUMAN STOCK SPLIT  ANALISIS PERBEDAAN LIKUIDITAS SAHAM DAN RETURN SAHAM DI SEKITAR PENGUMUMAN STOCK SPLIT.

ANALISIS PERBEDAAN LIKUIDITAS SAHAM DAN RETURN SAHAM DI SEKITAR PENGUMUMAN STOCK SPLIT ANALISIS PERBEDAAN LIKUIDITAS SAHAM DAN RETURN SAHAM DI SEKITAR PENGUMUMAN STOCK SPLIT.

Dari hasil pengujian kenormalan data menunjukkan data berdistribusi normal sehingga alat uji menggunakan Paired Sample T-test. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa peristiwa stock split berpengaruh signifikan terhadap volume perdagangan saham, hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05. Sedangkan tidak ada perbedaan yang signifikan return saham sebelum pemecahan saham dan sesudah pemecahan saham, hal ini berarti peristiwa pemecahan saham tidak berpengaruh terhadap return yang diterima oleh investor. Rata rata harga saham pada periode sebelum peristiwa adalah sebesar -0,001337 dan setelah peristiwa adalah sebesar 0,007998.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

ABNORMAL RETURN DI SEKITAR TANGGAL PENGUMUMAN STOCK SPLIT

ABNORMAL RETURN DI SEKITAR TANGGAL PENGUMUMAN STOCK SPLIT

saham yang dilakukan oleh perusahaan akan diinterpretasikan oleh investor sebagai sinyal bahwa manajer memiliki sinyal yang menguntungkan dimana hal tersebut ditunjukkan dengan adanya abnormal return yang positif disekitar pengumuman split (Jogiyanto, 2010). Berdasarkan fenomena tersebut mendorong penulis untuk meneliti “Analisis Pengaruh Pemecahan Saham (Stock Split) Terhadap Volume Perdagangan Saham dan Abnormal Return Saham Pada Perusahaan Yang Terdaftar di BEI Tahun 2010- 2012.” Dengan kata lain penulis ingin mengamati reaksi perubahan harga saham dalam bentuk setengah kuat dimana pengumuman stock split dijadikan sebagai event.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Bid Ask Spread Pada Masa Sebelum Dan Sesudah Stock Split  Di Bursa Efek Indonesia  Periode 2008-2013

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Bid Ask Spread Pada Masa Sebelum Dan Sesudah Stock Split Di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2013

Rokhman, Didied dan Kiptiyah (2009) juga melakukan analisis pada return, abnormal return, aktivitas volume perdagangan dan bid ask spread saham di seputar pengumuman stock split pada perusahaan manufaktur di BEJ. Hasil penelitian ini menyimpulkan adanya perbedaan yang signifikan pada return dan abnormal return pada masa sebelum dan sesudah stock split. Ambarwti (2008) sendiri menyimpulkan bahwa return saham memiliki pengaruh positif signifikan terhadap bid ask spread. Namun Halim dan Hidayat (2000) menemukan hal yang berlawanan. Dengan menggunakan model koreksi kesalahan, Halim dan Hidayat (2000) menyatakan bahwa baik volume perdagangan dan/atau return saham berpengaruh dengan arah yang negatif terhadap bid ask spread saham perusahaan industri rokok di BEJ.
Baca lebih lanjut

128 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Dampak Stock Split Terhadap Abnormal Return dan Likuiditas Saham T2 912012021 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Dampak Stock Split Terhadap Abnormal Return dan Likuiditas Saham T2 912012021 BAB I

Anshuman&Kalay (2002), mengemukakan bahwa terjadi peningkatan likuiditas saham setelah splits dan menemukan bahwa harga pada tingkat optimal akan meminimalkan biaya transaksi. Penelitian Sutrisno dkk. (2000), menemukan bahwa stock split mempengaruhi harga saham, presentasi spread, dan volume perdagangan. Penelitian Sutrisno dkk. (2000) diperkuat oleh Utami dkk. (2009), bahwa stock split secara signifikan berpengaruh pada return saham antara periode jendela tiga hari dan sepuluh hari di seputar pengumuman stock split
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

 this  file 999 3981 1 PB

this file 999 3981 1 PB

Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Fortuna (2010) yang menyimpulkan bahwa pengumuman stock split tidak memberikan pengaruh positif terhadap harga saham sehingga tidak ada perbedaan yang signifikan antara harga saham sebelum dengan sesudah stock split. Pengujian terhadap perusahaan sampel menghasilkan tidak adanya beda antara harga saham sebelum stock split dengan harga saham sesudah stock split. Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Indarti dan Purba (2011) yang menyatakan bahwa secara keseluruhan ada perbedaan yang signifikan yang terjadi pada variable harga saham dan volume perdagangan saham. Salah satu kebijakan perusahaan untuk meningkatkan transaksi terhadap sahamnya adalah melakukan corporate action berupa stock split.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISIS PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN STOCK SPLIT DAN YANG TIDAK MELAKUKAN STOCK SPLIT PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG GO PUBLIK DI BURSA EFEK INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

ANALISIS PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN STOCK SPLIT DAN YANG TIDAK MELAKUKAN STOCK SPLIT PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG GO PUBLIK DI BURSA EFEK INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

This study aims to determine differences in financial performance of the stock-split firms and companies that do not do stock splits. Study sample are manufacturing firms that go public in Indonesia Stock Exchange during the period 2002 to 2009. Measurement of financial performance using seven variables: current ratio, quick ratio, the average age of accounts receivable, fixed assets turnover, turnover of total assets, total debt to total assets, and ROI. Samples of this study using 42 samples consisted of 21 companies that the stock-split and 21 companies that do not do stock splits. Selection of the sample using purposive sampling. Data analysis techniques used in this study were different test independent sample t test and Mann Whitney test. The data used were obtained from the Indonesian Capital Market Directory. Results of studies using samples of 42 companies in the manufacturing company based statistical tests using the current ratio, quick ratio, the average age of accounts receivable, total debt to total assets, and the ROI is not there a significant difference, while significant differences indicated by the fixed assets turnover ratio and total assets turnover. The results do not support the signaling theory which states that only companies with good financial performance that is able to perform a stock split as a stock split does not add economic value of the company.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  ANALISIS PERBEDAAN LIKUIDITAS SAHAM DAN RETURN SAHAM DI SEKITAR PENGUMUMAN STOCK SPLIT.

PENDAHULUAN ANALISIS PERBEDAAN LIKUIDITAS SAHAM DAN RETURN SAHAM DI SEKITAR PENGUMUMAN STOCK SPLIT.

Dengan adanya pemecahan saham yang dilakukan beberapa perusahaan, maka akan terjadi perubahan terhadap likuiditas saham yang diproksi pada perubahan jumlah volume perdagangan saham atau Trading Volume Activity (TVA) di pasar modal (di pasar bursa), dan perubahan tingkat return saham yang akan diterima oleh para pemegang saham. Aktivitas pemecahan saham akan diterjemahkan oleh investor sebagai sinyal bahwa manajer memiliki informasi yang menguntungkan yang ditunjukkan dengan abnormal return yang positif disekitar pengumuman split.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

S MBS 1203681 Chapter5

S MBS 1203681 Chapter5

Berdasarkan temuan dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai likuiditas saham yang diukur dengan volume perdagangan saham dan Frekuensi perdagangan saham 10 hari sebelum dan sesudah stock split pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013 sampai dengan 2015, melalui analisis deskriptif komparatif, maka ditarik kesimpulan sebagai berikut :

3 Baca lebih lajut

9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu 2.1.1 Ali Sadikin (2011)

9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu 2.1.1 Ali Sadikin (2011)

Signaling theory (Baker dan Powell dalam Ambarwati dan Damas, 2007) menyatakan bahwa stock split memberikan sinyal yang positif karena manajer perusahaan akan menginformasikan prospek masa depan yang baik dari perusahaan kepada publik yang belum mengetahuinya. Alasan sinyal ini didukung dengan adanya kenyataan bahwa perusahaan stock split adalah perusahaan yang mempunyai kondisi kinerja yang baik. Jadi ketika pasar bereaksi terhadap pengumuman stock split, reaksi ini semata-mata karena mengetahui prospek masa depan perusahaan yang bersangkutan. Pemecahan saham dapat mengurangi asimetri informasi dengan memberikan sinyal yang positif lebih dulu mengenai prospek perusahaan dimasa yang akan datang.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  ANALISIS LIKUIDITAS SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH PENGUMUMAN REVERSE STOCK SPLIT PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

PENDAHULUAN ANALISIS LIKUIDITAS SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH PENGUMUMAN REVERSE STOCK SPLIT PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

Dalam menentukan apakah investor akan melakukan transaksi di pasar modal biasanya ia akan mendasarkan keputusannya pada berbagai informasi yang dimilikinya, baik informasi yang tersedia di publik maupun informasi pribadi (privat). Salah satu informasi yang dapat mempengaruhi reaksi pasar adalah informasi mengenai corporate action. Corporate action adalah aktivitas emiten yang berpengaruh terhadap jumlah saham yang beredar maupun terhadap harga saham di pasar. Pemecahan saham merupakan salah satu informasi yang dipublikasikan kepada publik sebagai suatu pengumuman atau peristiwa yang berhubungan dengan perusahaan (corporate action). Informasi tersebut
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Harga Saham dan Vo (1)

Analisis Perbandingan Harga Saham dan Vo (1)

Pengujian Hipotesis. Pada Tabel 6 dapat dilihat bahwa dari hasil pengujian perban- dingan harga saham pada periode sebelum dan sesudah peristiwa (pengumuman pemecahan saham), diperoleh nilai t hitung sebesar 241.465 dan signifikansi sebesar 0,000. Sig. 0,000 < dari tingkat signifikansi 0,05 hal ini dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak atau terdapat perbedaan harga saham yang signifikan pada periode sebelum dan sesudah peristiwa, dengan demikian hipotesis pertama diterima.

Baca lebih lajut

Pertukaran Saham dan Stock Split

Pertukaran Saham dan Stock Split

Lain lagi dengan kondisi penurunan harga saham yang disebabkan oleh pengaruh perilaku pasar, yaitu secara VALUE nominal nilai saham berkurang sehingga menyebabkan kerugian bagi pemilik saham existing. Jadi sentimen negatif dari pasar akan menyebabkan penurunan VALUE SAHAM yang dimiliki pemegang saham, sebaliknya sentimen positif dari pasar akan memberikan Capital Gain terhadap VALUE SAHAM yang dimiliki pemegang saham. TUJUAN STOCK-SPLIT SAHAM

Baca lebih lajut

PENGARUH STOCK SPLIT TERHADAP PEREDARAN

PENGARUH STOCK SPLIT TERHADAP PEREDARAN

Menurut marwata (2001) kinerja keuangan yang diproksi dengan laba bersih dan Earning Per Share (EPS), perusahaan yang melakukan stock split tidak lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang tidak melakukan stock split. Sedangkan ditinjau dari tingkat kemahalan harga saham yang diproksi dengan Price Earning Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV) menunjukkan bahwa PBV perusahaan yang melakukan stock split lebih tinggi daripada perusahaan yang tidak melakukan stock split, tetapi untuk variabel PER tidak berbeda secara signifikan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH STOCK SPLIT TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ANALISIS PENGARUH STOCK SPLIT TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Yang bertanda tangan dibawah ini, saya, Chotyahani Hasna Rizka Fortuna, menyatakan bahwa skripsi dengan judul: Analisis Pengaruh Stock Split Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Go Publik di Bursa Efek Indonesia, adalah hasil tulisan saya sendiri. Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain, yang saya akui seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri, dan/atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, tiru, atau yang saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan penulis aslinya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

TINGKAT KEMAHALAN HARGA SAHAM DAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN SEBAGAI FAKTOR PEMBEDA KEPUTUSAN STOCK SPLIT PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEI - Perbanas Institutional Repository

TINGKAT KEMAHALAN HARGA SAHAM DAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN SEBAGAI FAKTOR PEMBEDA KEPUTUSAN STOCK SPLIT PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEI - Perbanas Institutional Repository

Pemecahan saham (stock split) merupakan salah satu corporate action yang banyak dilakukan oleh perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dalam stock split perusahaan akan memecah selembar saham menjadi beberapa lembar saham, sehingga harga per lembar saham nantinya setelah stock split akan menjadi 1/n dari harga sebelumnya (Marwata, 2001). Sedangkan menurut Khomsiyah dan Sulistyo (2001) pemecahan saham merupakan perubahan nilai nominal per lembar saham dan menambah jumlah saham yang beredar sesuai dengan faktor pemecahan (split factors). Jadi bisa dikatakan kegiatan stock split dilakukan pada saat harga dinilai terlalu tinggi. Oleh karena itu setelah adanya stock split diharapkan investor mampu membelinya, sehingga dapat meningkatkan likuiditas saham di pasar dan distribusi saham menjadi lebih luas.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS LIKUIDITAS SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH PENGUMUMAN REVERSE STOCK SPLIT PADA  ANALISIS LIKUIDITAS SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH PENGUMUMAN REVERSE STOCK SPLIT PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

ANALISIS LIKUIDITAS SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH PENGUMUMAN REVERSE STOCK SPLIT PADA ANALISIS LIKUIDITAS SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH PENGUMUMAN REVERSE STOCK SPLIT PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah perusahaan yang mengumumkan reverse stock split dari tahun 2001 sampai dengan Juni 2009. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah volume perdagangan saham, jumlah lembar saham beredar, lower ask price, dan highest bid price selama 3 hari sebelum pengumuman reverse stock split dan 3 hari setelah pengumuman reverse stock split.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...