Pengusir Hama Tikus

Top PDF Pengusir Hama Tikus:

RANCANGAN RANGKAIAN ELEKTRONIK PENGUSIR HAMA TIKUS DAN SERANGGA  PADA TANAMAN KELAPA SAWIT

RANCANGAN RANGKAIAN ELEKTRONIK PENGUSIR HAMA TIKUS DAN SERANGGA PADA TANAMAN KELAPA SAWIT

Kumbang Rhynchoporus melakukan kegiatan-kegiatannya pada siang hari, dimana kumbang ini memiliki kemampuan terang sejauh 900 m. Kemampun ini sangat membantu kumbang betina untuk menyebarkan telur-telur yang diproduksinya pada lahan tanaman yang satu ke yang lainnya, sehingga penyerangan hama dapat berlangsung dengan cepat dan meluas. Produksi telur kumbang betina dapat mencapai 400 butir (produksi maksimumnya sampai 530 butir). Butir-butir telur tersebut diletakkannya pada lubang-lubang kecil pangkal pelepah yang dibuat dengan moncongnya sedalam lebih kurang 3 mm. Larva yang baru keluar dari telur-telur yng menetas, langsung merusak dan melahap bagian- bagin pucuk yang ada di dekatnya. Perioda telur menurut DARMMERMAN (1929) berlangsung selama 3 hari, stadium larva antara 2-4 bulan. Sedangkan menurut pengamatan laboratorium, larva (tidak berkaki) mempunyai siklus hidup di daerah Padang berlangsung selama 3,5 – 6 bulan (dalam kondisi cukup makanan). Di Bogor siklus hidupnya 4,5-7 bulanan. Stadium pupanya berlangsung selama 11-18 hari. ( Mul Mulyani Soetedjo, 1989)
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

RANCANGAN RANGKAIAN ELEKTRONIK PENGUSIR HAMA TIKUS DAN SERANGGA  PADA TANAMAN KELAPA SAWIT

RANCANGAN RANGKAIAN ELEKTRONIK PENGUSIR HAMA TIKUS DAN SERANGGA PADA TANAMAN KELAPA SAWIT

Tikus dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar pada tanaman kelapa sawit, baik yang baru ditanam, tanaman yang belum menghasilkan, maupun tanaman yang sudah menghasilkan. Pada tanaman kelapa sawit yang baru ditanam serta tanaman yang belum menghasilkan, tikus mengerat serta memakan bagian pangkal pelapah daun, sehingga menakibatkan pertumbuhan tanaman terhambat atau bahkan tanaman akan mati jika keratan tikus mengenai titik tumbuhnya.pada tumbuhan kelapa sawit yang sudah menghasilkan, tikus memakan buah, baik yang masih muda maupun yang sudah tua. Pada buah yang masih muda keseluruhan bagian (inti dan daging muda dapat dimakan oleh tikus. Pada buah yang sudah tua, hanya daging buahnya saja yng dimakan dengan meninggalkan serat- seratnya.(Swastiko, 1995)
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Desain Prototipe Robot Cerdas Pengusir Hama Tikus Sawah Pada Model Lahan Tanaman Padi

Desain Prototipe Robot Cerdas Pengusir Hama Tikus Sawah Pada Model Lahan Tanaman Padi

Penelitian ini bertujuan untuk mendesain robot cerdas untuk mengusir hama tikus sawah pada model lahan tanaman padi. Tikus sawah merupakan hama utama penyebab kerusakan terbesar tanaman padi. Ragam teknologi pengendalian telah dikembangkan untuk mengendalikan hama tikus. Diantaranya dengan teknologi pembangkitan sinyal ultrasonik. Akan tetapi penggunaan sinyal ultrasonik untuk mengusir tikus tidak efektif karena sinyal ultrasonik akan memantul jika mengenai obyek sehingga tikus yang berada di balik sebuah obyek tidak akan terpengaruh. Alasan yang lain adalah keterbatasan jangkauan dari sinyal ultrasonik sehingga tikus yang ada diluar janngkauannya tidak akan terpengaruh. Oleh karena itulah diperlukan sinyal pembangkit ultrasonik yang dapat menjangkau semua bagian dari area kerja tikus. Hal ini dapat dilakukan dengan mendesain sebuah robot yang bekerja pada lingkungan sawah dan dapat membangkitkan sinyal ultrasonik sehingga mampu menghambat aktifitas tikus. Oleh karena itulah dirancang sebuah protipe robot cerdas untuk keperluan pengendalian hama tikus sawah. Desain robot berkaki enam telah berhasil dilakukan pengujian secara simulasi dan pada robot sebenarnya. Secara simulasi, robot dapat melakukan maneuver gerak maju, mundur, belok kanan dan kiri. Pada robot sebenarnya, robot berhasil untuk pergerakan maju. Untuk pekerjaan yang lain belum dilakukan pengujian. Luaran yang diperoh adalah artikel pada seminar nasional di Industrial Electronic Seminar EEPIS-ITS dan teknologi tepat guna robot.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI ALAT PENGUSIR HAMA BURUNG DI AREA PERSAWAHAN DENGAN MENGGUNAKAN GELOMBANG ULTRASONIK BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA168

IMPLEMENTASI ALAT PENGUSIR HAMA BURUNG DI AREA PERSAWAHAN DENGAN MENGGUNAKAN GELOMBANG ULTRASONIK BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA168

Setelah dilakukan pengujian terhadap implementasi alat pengusir hama burung di area persawahan dengan menggunakan gelombang ultrasonik berbasis mikrokontroler ATMega168, maka pengujian dilakukan dengan membagikan kuisioner kepada pengguna khususnya teman- teman mahasiswa yang orang tuanya bekerja sebagai petani, setelah menguji coba alat tersebut. Adapun pernyataan yang dicantumkan dalam kuisioner adalah sebagai berikut :

14 Baca lebih lajut

Cara Alami Mengatasi Penyakit dan Hama K (1)

Cara Alami Mengatasi Penyakit dan Hama K (1)

JAKARTA- KAKAO INDONESIA. Teknologi biofob pada prinsipnya memanfaatkan kerja mikroogranisme untuk meningkatkan kesuburan tanah, mencegah dan mengendalikan hama ataupun penyakit, serta menstimulasi tanaman untuk mencapai produksi yang optimal. Pemanfaatan teknologi ini dapat mengurangi penggunaan pupuk atau pestisida kimiawi.

6 Baca lebih lajut

CEGAH DINI SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT DI (1)

CEGAH DINI SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT DI (1)

Hama wereng (Nilaparvata lugens) adalah hama padi lain yang sering menyerang di saat hujan. Hama ini merusak tanaman tanaman dengan mengisap cairan dari dalam jaringan tanaman menyebabkan daun-daun menguning, mengering dengan cepat (terbakar). Hama ini dapat dikendalikan dengan menanam varietas tahan, pergiliran varietas dan jarak tanam yang tidak terlalu rapat. Oleh karena ini hama ini juga dapat dicegah dengan menjaga supaya matahari selalu dapat menyinari padi. Matahari akan membuat wereng sulit menetas dan mencegahnya berkembang biak. Jika diperlukan dapat juga dikendalikan dengan menggunakan insektisida berbahan aktid BPMC, fipronil, imidakloprit, karbufuran
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Penggunaan Pompa Hidram Otomatis Di Kelompok Budidaya Ikan Lele Di Desa Gondosari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus

Penggunaan Pompa Hidram Otomatis Di Kelompok Budidaya Ikan Lele Di Desa Gondosari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus

Setelah terpasang lampu penerangan tenaga solar cell, selanjutnya pengujian performa dari lampu. Beban lampu 30 watt dan 40 watt. Pemanasan solar cell langsung terkena sinar matahari antara jam 10.00-15.00 Wib untuk cuaca cerah. Waktu pemanasan dibuat bervariasi yaitu 2, 3, dan 4 jam. Untuk pengujiannya yaitu waktu performa lampu menyala dengan menggunakan stopwatch. Hasilnya menunjukan untuk waktu penyinaran sinar matahari semakin lama dan daya lampu kecil, maka waktu menyalanya lampu tenaga solar cell semakin lama, bagaimana ditunjukan pada Gambar 6. Waktu pemanasan matahari pada solar cell 4 jam dan daya lampu 30 watt memiliki waktu performa lampu menyala lebih lama yaitu selama 6:03 jam. Menurunya waktu pemanasan matahari menjadi 3 jam , untuk waktu performa lampu menyala 5:04 jam atau penurunan 16,38%. Untuk waktu pemanasan matahari 2 jam untuk waktu performa lampu menyala 4:32 jam atau penurunan 41,66%. Pemasangan alat pengusir hama lele elektronis untuk dipasang area yang dilewati hawa tikus. Pemasangan alat pengendali hawa dengan cara ditanam dalam tanah untuk area efektif suaran radius 15 m, dan tempatkan yang terkena cahaya langsung karena alat memakai tenaga solar cell. Secara analisis dengan dipasangnya alat pengusir hama lele dapat mengurangi penyeberan hama rumayan besar yaitu 23-36% dari sebelumnya.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

TUGAS AKHIR - Prototipe sistem pengusir hama burung berbasis computer vision - USD Repository

TUGAS AKHIR - Prototipe sistem pengusir hama burung berbasis computer vision - USD Repository

Banyak sekali hama burung merusak tanaman padi pada lahan sawah siap panen. Salah satu hama padi adalah burung, sekelompok burung kecil pemakan biji bijian banyak menyebar di wilayah tropis. Karena biasanya burung akan mulai makan padi ketika padi berbuah sampai panen. Hama burung selalu berkelompok ketika terbang dan makan padi, sehingga jika jumlahnya banyak tentu bulir padi yang mereka makan akan banyak juga. Mereka tidak hanya satu hari saja, melainkan setiap hari[4]. Sehingga dapat mengakibatkan penurunan hasil produksi panen petani.
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

I. PENDAHULUAN  KEMELIMPAHAN, DISTRIBUSI, DAN KARAKTERISTIK SARANG BURUNG SERAK JAWA (Tyto alba javanica) DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

I. PENDAHULUAN KEMELIMPAHAN, DISTRIBUSI, DAN KARAKTERISTIK SARANG BURUNG SERAK JAWA (Tyto alba javanica) DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

Yogyakarta sehingga dapat bermanfaat untuk penelitian yang akan datang. Sedangkan bagi masyarakat Yogyakarta dapat sebagai informasi bahwa Serak Jawa sangat menguntungkan bagi masyarakat sekitar sebagai pembasmi hama tikus alami, sehingga masyarakat dapat mengurangi perburuan terhadap Serak Jawa yang dilakukan oleh masyarakat sekitar sarang aktif dari Serak Jawa di Daerah Istimewa Yogyakarta.

5 Baca lebih lajut

Rancang Bangun Arduino Energi Meter Untuk Mengukur Karakteristik Panel Surya

Rancang Bangun Arduino Energi Meter Untuk Mengukur Karakteristik Panel Surya

”Perancangan Alat Pengusir Hama Lalat Buah Menggunakan Gelombang Ultrasonik Berbasis Mikrokontroler Arduino”, Tugas Akhir, Universitas Sumatera Utara, Medan.. Panduan Praktis Mempelajari[r]

2 Baca lebih lajut

Hama dan penyakit tanaman nanas (Ananas comosus L. Merr) di Kecamatan Ngancar, Kediri

Hama dan penyakit tanaman nanas (Ananas comosus L. Merr) di Kecamatan Ngancar, Kediri

Larva hama ini (Gambar 13) berbentuk C (scarabeiform) dan berpupa di dalam tanah (Pena et al. 2002; Sunarjono 2006). Menurut Saragih (2009) uret menyerang tanaman muda dengan memanfaatkan akar tanaman sebagai sumber makanan sehingga dapat melangsungkan sebagian dari siklus hidupnya. Hama ini tinggal di sekitar perakaran, merusak leher akar, kulit, kambium akar, dan akar rambut pada sistem perakaran tanaman muda. Kerusakan ini akan menghambat aliran zat hara, melemahkan serta dapat mematikan tanaman. Uret yang masih muda memakan bagian-bagian akar yang lunak, tetapi kerusakan yang ditimbulkannya tidak begitu berarti. Semakin besar ukuran uret, jumlah makanan yang diperlukan akan semakin banyak, sehingga kerusakan yang akan ditimbulkannya semakin besar. Uret yang berumur tua akan memakan kulit akar
Baca lebih lanjut

133 Baca lebih lajut

PENGENALAN SUARA BURUNG MENGGUNAKAN MEL FREQUENCY CEPSTRUM COEFFICIENT DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PADA SISTEM PENGUSIR HAMA BURUNG

PENGENALAN SUARA BURUNG MENGGUNAKAN MEL FREQUENCY CEPSTRUM COEFFICIENT DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PADA SISTEM PENGUSIR HAMA BURUNG

menggunakan spektrum frekuensi menggunakan short time analysis berdurasi 21ms. Dalam waktu yang singkat, spektrum frekuensi kicauan yang dihasilkan berbeda-beda. Keberhasilan pengenalan suara dipengaruhi oleh durasi kicau burung yang terekam oleh VAD. Tingkat keberhasilan pengenalan suara burung dengan menggunakan cepstrum MFCC mencapai 90% untuk variasi kicau burung dan jenis burung. Tingkat keberhasilan pengenalan suara burung dengan menggunakan spektrum frekuensi mencapai 68% untuk variasi kicau burung dan jenis burung. Untuk pengenalan suara burung bondol secara online didapatkan tingkat keberhasilan berkisar antara 60% hingga 80% dengan MFCC dan 27% hingga 33% dengan spektrum frekuensi. Suara tembakan merupakan suara yang baik untuk mengusir hama burung. Ekstraksi ciri suara kicau burung memberikan tingkat keberhasilan identifikasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstraksi ciri suara dengan FFT waktu pendek.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran umum desa Golan Tepus. - ANALISIS BAGI HASIL DALAM PENGGARAPAN SAWAH DENGAN SISTEM MUZARAAH DI DESA GOLAN TEPUS - STAIN Kudus Repository

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran umum desa Golan Tepus. - ANALISIS BAGI HASIL DALAM PENGGARAPAN SAWAH DENGAN SISTEM MUZARAAH DI DESA GOLAN TEPUS - STAIN Kudus Repository

reproduktif. Sundep. Larva penggerek batang padi putih. Imago penggerek batang padi putih. Imago penggerek batang padi merah jambu. Larva penggerek batang padi merah jambu. mengendalikan penggerek setelah masuk ke dalam batang. Penyemprotan efektif untuk kupu-kupu. Sebagaimana halnya dengan pestisida lainnya, keuntungan dari penggunaan insektisida harus mempertimbangkan risiko terhadap kesehatan dan lingkungan. Penggunaan insektisida yang tidak sesuai akan mengganggu keseimbangan alami karena terbunuhnya musuh alami hama penggerek batang, menyebabkan resurjensi atau ledakan serangan hama. Sebelum menggunakan pestisida, hubungi petugas perlindungan tanaman atau penyuluh untuk mendapatkan saran dan petunjuk. Baca petunjuk yang tertera di label dengan teliti setiap sebelum pestisida digunakan 12 .
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

730360032.doc 136.42KB 2015-10-12 00:18:11

730360032.doc 136.42KB 2015-10-12 00:18:11

Berdasarkan informasi yang didapat dari kearifan lokal yang berkembang di masyarakat wilayah Barru dan sekitarnya menyatakan bahwa buah mengkudu sangat efektif dijadikan sebagai bahan yang tidak disukai oleh tikus. Menurut warga, di sekitar sawah dekat pohon mengkudu yang semula terdapat banyak tikus menjadi berkurang populasinya setelah pohon mengkudu tersebut berbuah matang dan buahnya berguguran. Tikus memiliki indera penciuman yang berkembang dengan baik. Hal ini ditunjukkandengan aktivitas tikus menggerak- gerakkan kepala serta mendengus pada saat mencium bau pakan, tikus lain, atau musuhnya (predator) Indera penciuman tikus yang tajam dapat dimanfaatkan oleh manusia ,untuk menarik atau mengusir tikus dari suatu tempat (Sudarmaji, 2005).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BOPENMUK : BONEKA PENGUSIR NYAMUK.

BOPENMUK : BONEKA PENGUSIR NYAMUK.

BOPENMUK (Boneka Pengusir Nyamuk) salah satu bidang usaha yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian, kedepannya diharapkan mampu menjadi bidang usaha yang bertahan dalam jangka waktu lama dan mampu berkembang dengan pesat di pasaran, ditargetkan usaha ini mampu memberikan lapangan pekerjaan di ruang lingkup mahasiswa.

16 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hama dan Penyakit pada 13 Galur aan Empat Varietas Tanaman Gandum (Triticum aestivum L.) di Dataran Menengah Tropis T1 512010003 BAB II

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hama dan Penyakit pada 13 Galur aan Empat Varietas Tanaman Gandum (Triticum aestivum L.) di Dataran Menengah Tropis T1 512010003 BAB II

Salah satu hama yang menyerang pertanaman gandum. Hama ini menyerang pertanaman setelah padi berbunga. Bulir padi ditusuk dengan rostrumnya, kemudian cairan bulir tersebut dihisap (Domingo dkk, 1982). Akibat serangan hama ini pertumbuhan bulir padi kurang sempurna, biji atau bulir tidak terisi penuh ataupun hampa sama sekali, dengan demikian dapat mengakibatkan penurunan kualitas maupun kuantitas hasil.

10 Baca lebih lajut

Evaluasi Serangan Tikus Sawah ( Rattus argentiventer Robb & Kloss) Sebagai Dampak Keberadaan Burung Hantu ( Tyto alba ) di Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara

Evaluasi Serangan Tikus Sawah ( Rattus argentiventer Robb & Kloss) Sebagai Dampak Keberadaan Burung Hantu ( Tyto alba ) di Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara

Pemanfaatan Burung Hantu Tyto alba untuk Pengendalian Hama Tikus Di perkebunan kelapa Sawit.. Sistem Perangkap Bubu Untuk Pengendalian Tikus di Lahan Sawah dan Rawa Prosiding seminar Na[r]

4 Baca lebih lajut

Show all 7200 documents...