Penilaian Hasil Belajar Siswa

Top PDF Penilaian Hasil Belajar Siswa:

SNTRUMEN PENILAIAN HASIL BELAJAR SISWA

SNTRUMEN PENILAIAN HASIL BELAJAR SISWA

Pembelajaran merupakan suatu sistem yang terdiri atas berbagai komponen yang saling berinteraksi dalam usaha mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Setiap proses pembelajaran berlangsung, penting bagi seorang guru maupun peserta didik untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan tersebut. Salah satu usaha guru untuk dapat mengetahui tercapai tidaknya tujuan pembelajaran adalah dengan melakukan penilaian. Akan tetapi pada sisi praksisnya peran penilaian yang begitu vital tersebut seringkali diabaikan oleh seorang pendidik (guru). Hal itu disebabkan berbagai alasan, dari ketiadaan sarana sebagai penunjang penilaian atau bahkan ketidakpahaman seorang pendidik dalam menyusun penilaian itu sendiri. Oleh karenanya, artikel ini akan membahas tentang instrumen-instrumen penilaian, serta macam- macam penilaian. Dengan harapan artikel ini mampu menambah wawasan dan pengetahuan kita dalam proses pembelajaran pada umumnya dan penilaian pada khususnya.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

rambu rambu penulisan perangkat penilaian hasil belajar siswa smk

rambu rambu penulisan perangkat penilaian hasil belajar siswa smk

Nilai kompetensi keterampilan yang tertera dalam raport merupakan gabungan dari hasil penilaian yang menggunakan teknik: tes praktik, projek, dan penilaian portofolio (lihat pada Sub Bab Pendekatan dan instrumen). Proporsi dari ketiga hasil penilaian itu tergantung pada bobot atau penting/tidak pentingnya ke tiga jenis penilaian itu menurut guru. Misal, tes praktik dianggap yang memiliki bobot paling tinggi karena siswa diminta mendemonstrasikan keterampilannya dan dinilai secara langsung. Teknik yang memiliki bobot penting berikutnya adalah penilaian dengan projek karena dengan tugas ini, siswa harus bekerjasama dengan teman lain dan proses pengerjaan juga dinilai. Bobot terrendah dari ke tiga teknik penilaian keterampilan adalah teknik portofolio karena teknik ini proses pengerjaan tidak diamati secara langsung oleh guru, sehingga skor akhir (SA) adalah:
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Laporan Penilaian Hasil Belajar Siswa SM

Laporan Penilaian Hasil Belajar Siswa SM

Mata Pelajaran Ketercapaian Kompetensi 1 Pendidikan Agama Islam 2 Pendidikan Kewarganegaraan 3 Bahasa dan Sastra Indonesia 4 Bahasa Inggris 5 Matematika 6 Fisika 7 Kimia 8 Biologi[r]

3 Baca lebih lajut

Rubrik Penilaian Hasil Belajar Siswa Ran

Rubrik Penilaian Hasil Belajar Siswa Ran

Aspek yang dinilai Skor 5 4 3 2 1 1 Kemampuan mengerjakan tugas diskusi tentang rangkaian listrik arus bolak-balik dalam waktu yang telah ditentukan Kemampuan mengerjakan tugas disk[r]

4 Baca lebih lajut

Design and Building Assessment Application of Student Learning Outcomes Using Curriculum 2013 WEB Based | Atmaja | Jurnal JSIKA 1 PB

Design and Building Assessment Application of Student Learning Outcomes Using Curriculum 2013 WEB Based | Atmaja | Jurnal JSIKA 1 PB

Berdasarkan hasil uji coba sistem yang telah dilakukan pada aplikasi penilaian hasil belajar siswa diketahui bahwa aplikasi penilaian hasil belajar siswa dapat menjalankan fungsinya dalam mencatat dan menghitung nilai siswa yang meliputi penilaian akademis, penilaian sikap, dan penilaian keterampilan dengan baik, serta mampu menyelesaikan permasalahan yang ada pada SMA Kartika IV-3 Surabaya dalam hal pencatatan dan perhitungan nilai yang meliputi nilai akademis, nilai sikap, dan nilai keterampilan dapat teratasi dengan menggunakan aplikasi ini.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

kd Tasik 1004186 Table of Content

kd Tasik 1004186 Table of Content

Tabel Penilaian Hasil Belajar Siswa dari Aspek kognitif.... Tabel Hasil Penilaian Belajar Siswa dari Aspek Afektif...[r]

5 Baca lebih lajut

PENERAPAN VARIASI ONGOING ASSESSMENT PADA PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN METAKOGNISI DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA (Penelitian Tindakan Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Bukit Kemuning)

PENERAPAN VARIASI ONGOING ASSESSMENT PADA PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN METAKOGNISI DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA (Penelitian Tindakan Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Bukit Kemuning)

Pada kondisi kekinian, banyak guru yang sebenarnya belum mampu melakukan proses penilaian sesuai pemenuhan standar yang telah ditetapkan. Banyak faktor yang mempengaruhi kondisi ini, antara lain terjadi karena faktor guru belum mampu menyusun instrumen penelitian dalam memudahkan proses assessment itu sendiri. Kegagalan dalam proses ini akan memberi dampak negatif pada hasil belajar, misalnya nilai siswa yang tidak memuaskan, atau bahkan tidak memenuhi KKM (kriteria ketuntasan minimal). Tingkat keterampilan metakognisi siswa tersebut sangat berkaitan langsung dengan hasil belajar siswa.
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

Soal UKG 2015 Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMP   www.gurugaleri.com

Soal UKG 2015 Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMP www.gurugaleri.com

Hasil belajar siswa tidak untuk dibandingkan dengan hasil belajar siswa lain ataupun prestasi kelompok, tetapi dengan prestasi atau kemampuan yang dimiliki sebelumnya.. Penilaian dilakuk[r]

11 Baca lebih lajut

BUTIR INSTRUMEN No 140

BUTIR INSTRUMEN No 140

Kurang dari 41% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa JUKNIS Jawaban dibuktikan dengan hasil analisis hasil belajar siswa..[r]

1 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA SEMESTER IV PROGRAM STUDI DIV KEBIDANAN UNS

HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA SEMESTER IV PROGRAM STUDI DIV KEBIDANAN UNS

Prestasi belajar merupakan perwujudan atau aktualisasi dari kemampuan dan usaha belajar siswa dalam waktu tertentu. Winkel menyatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil penilaian pendidikan terhadap proses belajar dan hasil belajar siswa. Penilaian yang dimaksud adalah penilaian yang dilakukan untuk menentukan seberapa jauh proses belajar dan hasil belajar siswa telah sesuai dengan tujuan instruksional yang sudah ditetapkan, baik menurut aspek isi maupun aspek perilaku (Mukodim, 2004).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Penilaian hasil belajar KTSPx

Penilaian hasil belajar KTSPx

akan berbeda dengan rombongan belajar pada kelompok yang lain. Perbedaan ini dimungkinkan karena sifat teori ujian klasik yang tergantung pada kemampuan kelompok peserta didik. Peserta didik yang berkemampuan tinggi mengerjakan butir tes dengan tingkat kesukaran rendah, maka butir tes yang dikerjakan menjadi mudah. Sebaliknya peserta didik berkemampuan rendah mengerjakan butir dengan tingkat kesukaran tinggi, meskipun dengan susah payah berusaha mengerjakan tetap saja hasilnya salah. Berdasarkan kenyataan ini, kemampuan siswa yang sebenarnya sulit diketahui, karena adanya ketergantungan antara butir tes dengan kemampuan kelompok peserta. Sesuai dengan sifatnya yang demikian, maka dalam pembuatan butir tes diperlukan adanya kecocokan alat ukur dengan kemampuan kelompok peserta, yaitu butir-butir tes harus sesuai dengan kemampuan peserta didik. Teori ujian klasik umumnya digunakan di sekolah sebagai alat untuk mengukur keberhasilan peserta didik dalam belajar menggunakan bentuk tes pilihan ganda, namun ada juga yang menggunakan bentuk tes uraian.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Pengolahan dan Penilaian Hasil Belajar

Pengolahan dan Penilaian Hasil Belajar

2. Pelaporan hasil belajar adalah bentuk laporan hasil pengolahan nilai proses dan hasil belajar siswa pada kurun waktu tertentu yang dilakukan oleh pendidik, yang selanjutnya digunakan oleh satuan pendidikan untuk mengisi rapor.Rapor adalah laporan capaian hasil belajar siswa dalam bentuk angka dan deskripsi.

12 Baca lebih lajut

1. PENILAIAN HASIL BELAJAR

1. PENILAIAN HASIL BELAJAR

Penilaian Mengukur capaian pembelajaran berupa keterampilan proses dan/atau hasil produk Sampel karya siswa terbaik dari KD pada KI-4 untuk mendeskripsikan capaian kompetensi keteramp[r]

21 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PERFORMANCE UNTUK MENGUKUR HASIL BELAJAR SISWA

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PERFORMANCE UNTUK MENGUKUR HASIL BELAJAR SISWA

Berdasarkan penelitian pendahuluan yang dilakukan diketahui bahwa kegiatan pembelajaran yang melibatkan kinerja siswa dalam melakukan percobaan terkadang sudah diterapkan, namun penilaian kinerja siswa untuk aspek proses ketika praktikum jarang dilakukan karena guru lebih sering menilai kinerja siswa berupa produknya yang biasanya berupa laporan hasil kegiatan praktikum, padahal penilaian berupa laporan hasil kegiatan kurang mampu menunjukkan kinerja dari tiap individu siswa. Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan penelitian ini adalah mengembangkan instrumen penilaian performance yang memuat kompetensi, materi, uraian tugas, panduan penggunaan, rubrik penskoran, panduan penilaian, lembar penilaian performance dan contoh penilaian pada pokok bahasan fluida statis materi hukum Archimedes yang teruji sesuai teori serta dinyatakan efektif digunakan sebagai instrumen penilaian performance siswa.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

PENERAPAN VARIASI ONGOING ASSESSMENT PADA PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN METAKOGNISI DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA. (Penelitian Tindakan Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Bukit Kemuning)

PENERAPAN VARIASI ONGOING ASSESSMENT PADA PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN METAKOGNISI DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA. (Penelitian Tindakan Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Bukit Kemuning)

Pada kondisi kekinian, banyak guru yang sebenarnya belum mampu melakukan proses penilaian sesuai pemenuhan standar yang telah ditetapkan. Banyak faktor yang mempengaruhi kondisi ini, antara lain terjadi karena faktor guru belum mampu menyusun instrumen penelitian dalam memudahkan proses assessment itu sendiri. Kegagalan dalam proses ini akan memberi dampak negatif pada hasil belajar, misalnya nilai siswa yang tidak memuaskan, atau bahkan tidak memenuhi KKM (kriteria ketuntasan minimal). Tingkat keterampilan metakognisi siswa tersebut sangat berkaitan langsung dengan hasil belajar siswa.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

PENILAIAN HASIL BELAJAR

PENILAIAN HASIL BELAJAR

Untuk membantu bagaimana cara menentukan tingkat kesukaran butir soal dan sekaligus tingkat kesukaran perangkat soal dapat diikuti contoh berikut. Misal, hasil tes mata pelajaran Matematika untuk 10 orang siswa kelas 11 SMK seperti pada Tabel 2. Berdasarkan data Tabel 2. tersebut dapat dihitung tingkat kesukaran untuk masing-masing butir. Misal, butir nomor 1, pada butir ini peserta tes yang menjawab betul ada 10 orang dan jumlah peserta tes seluruhnya ada 10 orang, jadi tingkat kesukaran butir nomor 1 tersebut adalah: 10/10 = 1. Pada butir nomor 2, peserta tes yang menjawab betul pada butir ini ada 7 orang dan jumlah peserta tes seluruhnya ada 10 orang, jadi tingkat kesukaran butir nomor 2 tersebut adalah: = 7/10 = 0,70. Dengan cara yang sama dapat dihitung tingkat kesukaran untuk butir-butir lain yang hasilnya adalah sebagai berikut: tingkat kesukaran buitr nomor 3 = 7/10 = 0,70; butir nomor 4 = 0,70; butir nommor 5 = 0,80; butir nomor 6 = 0,90, butir nomor 7 = 0,70 dan butir nomor 8 = 0/10 = 0,00. Butir nomor 1 adalah butir yang terlalu mudah,sedangkan butir nomnor 8 adalah butir yang terlalu sukar.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

VALIDITAS KUESIONER MOTIVASI BELAJAR DEN

VALIDITAS KUESIONER MOTIVASI BELAJAR DEN

Prestasi belajar merupakan perwujudan atau aktualisasi dari kemampuan dan usaha belajar siswa dalam kurun waktu tertentu. Prestasi belajar adalah hasil penilaian pendidikan terhadap proses belajar dan hasil belajar siswa. Penilaian yang dimaksud adalah penilaian yang dilakukan untuk menentukan seberapa jauh proses belajar dan hasil belajar siswa telah usai dengan tujuan instruksional yang sudah ditetapkan, baik menurut aspek isi maupun aspek perilaku (Sardiman, 2007).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN PENILAIAN PROYEK DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP EKOSISTEM DI KELAS VII MTs AL IKHLAS KECAMATAN MUNDU KABUPATENCIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

PENGGUNAAN PENILAIAN PROYEK DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP EKOSISTEM DI KELAS VII MTs AL IKHLAS KECAMATAN MUNDU KABUPATENCIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Melalui observasi pendahuluan, penulis menemukan permasalahan yang terdapat di MTs Al-Ikhlas Kabupaten Cirebon ini, guru belum mengoptimalkan penggunaan penilaian yang dapat mengembangkan proses pembelajaran. Guru cenderung menggunakan penilaian tes tulis. Disana terlihat adanya kejenuhan dalam pemberian penilaian. Disamping itu penggunaan model pembelajaran pun minim sekali digunakan, hanya dengan mencatat dari buku teks dan mendengarkan penjelasan guru.

23 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA ANTARA YANG MENGGUNAKAN PENILAIAN OTENTIK DENGAN PENILAIAN KONVENSIONAL

PERBANDINGAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA ANTARA YANG MENGGUNAKAN PENILAIAN OTENTIK DENGAN PENILAIAN KONVENSIONAL

Penilaian otentik tidak mengondisikan siswa belajar secara hafalan dan hanya sekedar mengerjakan beberapa soal tertulis melainkan lebih melibatkan siswa dalam kegiatan-kegiatan seperti melakukan eksperimen sains, riset sosial, penulisan laporan, membaca dan menginterpretasi literatur, serta menyelesaikan soal-soal aplikatif. Model penilaian otentik akan berhasil jika siswa mengetahui apa yang diharapkan guru. Oleh karena itu, guru harus menyampaikan secara jelas kompetensi siswa yang diharapkan dan yang ingin dicapai.

45 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...