Peninggalan Kerajaan

Top PDF Peninggalan Kerajaan:

LAPORAN PENELITIAN FUNDAMENTAL REKONTEKSTUALISASI KEUNGGULAN LOKAL TAMAN PENINGGALAN KERAJAAN-KERAJAAN DI BALI PADA ERA GLOBALISASI (I) - ISI Denpasar

LAPORAN PENELITIAN FUNDAMENTAL REKONTEKSTUALISASI KEUNGGULAN LOKAL TAMAN PENINGGALAN KERAJAAN-KERAJAAN DI BALI PADA ERA GLOBALISASI (I) - ISI Denpasar

Apabila bentuk dan struktur desain taman ini dibahas dengan menggunakan pendekatan hermeneutika, maka karya desain pertamanan peninggalan kerajaan-kerajaan di Bali dapat dilihat sebagai sebuah “teks”. Berdasarkan bentuk dan struktur desain taman seperti yang telah diuraikan di atas, maka dapat diketahui bahwa desain pertamanan tersebut menggunakan konsep filosofis “Pemutaran Mandhara Giri di Ksirarnawa” atau Samudramantana. Sebab unsur-unsur yang ada pada peninggalan-peninggalan arsitektur pertamanan tersebut sama dengan unsur-unsur yang ada dalam mitologi “Pemutaran Mandhara Giri di Ksirarnawa”. Kisah ini tercantum dalam ceritera Adi Parwa, bagian awal dari Mahabharata, yang berlagukan palawakya, tembang khusus untuk dewa-dewa (Budiastra, 1980: 7). Adanya unsur air, kolam air dan telaga yang luas merupakan perlambang dari Lautan Ksirarnawa. Pondasi bangunan di tengah kolam taman berbentuk penyu, merupakan perlambang penyu raksasa (jelmaan Dewa Wisnu) yang menahan dasar Gunung Mandhara/ Mandhara Giri. Bangunan taman (balai terbuka, balai peristirahatan, candi) di tengah kolam, atau pulau di tengah telaga (gili) merupakan perlambang Gunung Mandhara.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

POTENSI WISATA BUDAYA SITUS SEJARAH PENINGGALAN KERAJAAN MAJAPAHIT DI TROWULAN MOJOKERTO

POTENSI WISATA BUDAYA SITUS SEJARAH PENINGGALAN KERAJAAN MAJAPAHIT DI TROWULAN MOJOKERTO

Hasil penelitian menunjukan bahwa objek wisata Trowulan memiliki berbagai daya tarik wisata budaya antara lain : Candi Brahu, Candi Wringin Lawang, Pusat Informasi Majapahit (Museum Trowulan), Kolam Segaran, Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, Kompleks Makam Troloyo, Industri Kecil Kerajinan Logam Cor Desa Bejijong, Candi Kedaton, Candi Gentong, Makam Putri Cempa, Pendopo Agung, Situs Lantai Segi Enam Sentonorejo, Makam Panjang, Siti Inggil, Candi Minak Jinggo dan Situs Umpak Sentonorejo. Akses untuk menuju obyek wisata Trowulan juga mudah dijangkau karena berada di dekat jalan raya dan hanya berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat kota Mojokerto. Berbagai sarana pendukung seperti hotel, rumah makan (restaurant), pusat perbelanjaan dan bank telah tersedia. Aktivitas wisata yang dapat dilakukan oleh para wisatawan adalah mengunjungi situs-situs peninggalan Kerajaan Majapahit, mengunjungi museum Trowulan serta menyaksikan proses pembuatan kerajinan logam cor di Desa Bejijong.
Baca lebih lanjut

117 Baca lebih lajut

Perancangan Perhiasan Bertema Candi Tikus Peninggalan Kerajaan Majapahit - Ubaya Repository

Perancangan Perhiasan Bertema Candi Tikus Peninggalan Kerajaan Majapahit - Ubaya Repository

Perhiasan merupakan suatu kebutuhan yang sudah menjadi kebutuhan sekunder saat ini, terutama untuk perhiasan dengan ciri khas nusantara. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya brand perhiasan khas nusantara dan antusias konsumen perhiasan. Namun, dikalangan masyarakat awam perhiasan khas nusantara belum dapat digunakan secara umum. Budaya dan kearifan lokal Indonesia yang belum tereksplor seperti Candi Tikus Peninggalan Kerajaan Majapahit, menjadi peluang untuk dijadikan sumber inspirasi perhiasan ciri khas nusantara. Perhiasan khas nusantara dirancang dengan mengacu pada berbagai tren spring-summer 2017- 2018 , yaitu tren perhiasan, busana, warna, dan material.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

STUDI BENTUK DAN RUANG DESAIN PERTAMANAN TRADISIONAL PENINGGALAN KERAJAAN-KERAJAAN DI BALI

STUDI BENTUK DAN RUANG DESAIN PERTAMANAN TRADISIONAL PENINGGALAN KERAJAAN-KERAJAAN DI BALI

Puji dan Syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa kami panjatkan, karena berkat rahmat-NYA, kami berhasil menyelesaikan penelitian ini dengan judul: STUDI BENTUK DAN RUANG DESAIN PERTAMANAN TRADISIONAL PENINGGALAN KERAJAAN- KERAJAAN DI BALI. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan surat perjanjian pelaksanaan penelitian nomor: 76/ I.5.2/PG/ 2010 Tanggal 28 April 2010.

9 Baca lebih lajut

PERANCANGAN TYPEFACE DENGAN ORNAMEN DAN ARSITEKTUR CANDI JABUNG PENINGGALAN KERAJAAN MAJAPAHIT JAWA TIMUR | Lukas | Jurnal DKV Adiwarna 4454 8478 1 SM

PERANCANGAN TYPEFACE DENGAN ORNAMEN DAN ARSITEKTUR CANDI JABUNG PENINGGALAN KERAJAAN MAJAPAHIT JAWA TIMUR | Lukas | Jurnal DKV Adiwarna 4454 8478 1 SM

Candi Jabung merupakan candi Budha, salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit. Candi Jabung terletak di Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo – Provinsi Jawa Timur. Candi Jabung berdiri disamping jalan yang menghubungkan ibukota Majapahit ke ujung timur Jawa. Bahan bangunan candi terbuat dari batu merah dengan ukuran panjang candi 13,11 meter, lebar 9,58 meter, dan tinggi 15,58 meter. Ornamen dan arsitektur Candi Jabung dipilih sebagai inspirasi desain karena candi ini berbeda dari segi ornamen dan arsitekturnya dibanding dengan candi-candi peninggalan Kerajaan Majapahit yang lain. Berdasarkan hasil pencarian data yang telah dilakukan pada bulan Februari hingga Maret 2016 dibeberapa lokasi, seperti di Probolinggo tempat Candi Jabung sendiri serta di Museum Majapahit dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Mojokerto dengan beberapa narasumber di bidangnya masing-masing diketahui bahwa
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Peninggalan Kerajaan Cirebon Beserta Pen

Peninggalan Kerajaan Cirebon Beserta Pen

Peninggalan Kerajaan Cirebon yang terakhir adalah mangkok kayu berukir yang merupakan barang peninggalan yang digunakan kesultanan sebagai nampan , dan sebelumnya warna dari mangkok tersebut dengan beberapa warna dan sekarang yang terdapat di museum tropen belanda yaitu tinggal yang bercorak coklat dan mempunyai ukiran pohon kehidupan .

7 Baca lebih lajut

KAJIAN BUSANA PADA RELIEF CANDI PANATARAN SEBAGAI SITUS PENINGGALAN KERAJAAN MAJAPAHIT MELALUI PENDEKATAN ARKEOLOGI SENI.

KAJIAN BUSANA PADA RELIEF CANDI PANATARAN SEBAGAI SITUS PENINGGALAN KERAJAAN MAJAPAHIT MELALUI PENDEKATAN ARKEOLOGI SENI.

ditemukan di dalam komplek Candi Panataran, yang mana prasasti ini dikeluarkan oleh Raja Kertajaya yang menyebut dirinya dengan tanda Çrengalancana yang memerintah Kerajaan Kediri. Namun, isi dari prasasti tersebut tidak lain bukanlah sebagai piagam pendirian candi, melainkan sebagai piagam penetapan sima 3 . Sima itu ditujukan sebagai sarana menjaga keberlangsungan peribadatan yang menyembah Bhattara Palah yang kemudian dilanjutkan sampai tahun 1454 Masehi pada masa kerajaan Majapahit. Dengan demikian dapat ditarik kesimulan bahwa antara Prasasti Palah dan Candi Panataran memiliki hubungan kesejarahan yang mengakar, Candi Panataran sendiri dimasukkan ke dalam candi bergaya Majapahit dengan salah satu cirinya adalah mempunyai pola arsitektur berundak (Wisnuwhardono, 1995:1-9).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

LAPORAN PENELITIAN FUNDAMENTAL REKONTEKSTUALISASI KEUNGGULAN LOKAL TAMAN PENINGGALAN KERAJAAN-KERAJAAN DI BALI PADA ERA GLOBALISASI (II) - ISI Denpasar

LAPORAN PENELITIAN FUNDAMENTAL REKONTEKSTUALISASI KEUNGGULAN LOKAL TAMAN PENINGGALAN KERAJAAN-KERAJAAN DI BALI PADA ERA GLOBALISASI (II) - ISI Denpasar

Taman Soekasada di Desa Ujung, diperkirakan sudah menjadi tempat rekreasi bagi keluarga Kerajaan Karangasem, jauh sebelum Taman Ujung dibangun oleh Anak Agung Bagus Jelantik. Menurut dr. A.A. Made Djelantik dalam Raharja (1999: 62), hal ini dapat diketahui dari tulisan Nieuwenkamp, seorang pelukis dan penulis Belanda yang pernah menulis tentang Taman Ujung pada 1907. Dalam tulisannya disebutkan, bahwa saat ia berkunjung ke Puri Karangasem, Raja Karangasem tengah berada di sebuah taman kerajaan yang berlokasi di Desa Ujung. Informasi yang ada di ruang paviliun (Gili A), menjelaskan bahwa Taman Ujung dibangun pertama kali oleh Raja A.A. Gde Djelantik pada 1901, berupa Kolam Dirah di bagian selatan. Dari 1909 – 1920, dilanjutkan oleh Raja A.A. Bagus Djelantik, berupa bangunan Kolam I (di sebelah barat), Kolam II (di sebelah timur), Bale Gili, Kanopi, Bale Kapal, Bale Lunjuk dan Rumah Penjaga. Pada 1920 – 1937 dibangun Pura Manikan dilengkapi kolam. Pada 1963, Taman Ujung mengalami kerusakan akibat meletusnya Gunung Agung. Pada 1976 kembali mengalami kerusakan akibat bencana gempa bumi di Seririt, Buleleng. Pada 1998 dilakukan rekonstruksi awal oleh Kantor Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Bali. Selanjutnya pada 2001 dilakukan rekonstruksi oleh Dinas Pariwisata Daerah Karangasem. Pada 2004 setelah semua bangunan taman dapat diwujudkan kembali, dilakukan peresmian revitalisasi Taman Soekasada Ujung Karangasem oleh Gubernur Bali, Dewa Brata.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

Rekontekstualisasi Keunggulan Lokal Taman Peninggalan Kerajaan kerajaan di Bali Pada Era Globalisasi

Rekontekstualisasi Keunggulan Lokal Taman Peninggalan Kerajaan kerajaan di Bali Pada Era Globalisasi

Wujud desain Taman Ujung nampak didominasi oleh unsur air, yang ditampung dalam empat buah kolam. Kolam yang terbesar adalah Kolam IV, yang terkecil Kolam III, dan yang berukuran sedang adalah Kolam I dan II. Di tengah Kolam I, terdapat bangunan peristirahatan utama (Gili A) yang dihubungkan oleh dua buah jalan di atas kolam dan dilengkapi gardu jaga ( Kanofi ) di kedua ujung jalan (Foto 5.2). Bangunan peristirahatan utama (Gili A) yang berada di tengah Kolam I, bangunannya seperti paviliun dengan 4 buah kamar peristirahatan untuk raja. Ruang tengahnya berisi aula, tempat menerima tamu kerajaan. Ruang ini dihiasi pajangan foto-foto keluarga raja. Di tepi barat Kolam I, dibuat permukaan tanah agak tinggi untuk bangunan Bale Bundar bertiang 12 (dua belas). Di tengah Kolam II, dibuat bangunan peristirahatan Bale Kambang (Gili B) yang dihubungkan oleh jalan di atas kolam. Di sebelah barat Kolam IV, pada permukaan tanah yang meninggi (bukit utara), dibangun tempat peristirahatan yang diberi nama Bale Warak, karena dilengkapi patung badak ( warak ) bercula satu dan air mancur. Menurut informasi A.A. Ngurah, penglingsir Puri Gede Karangasem, patung badak itu dibuat sebagai kenangan terhadap binatang badak yang digunakan sebagai pelengkap upacara Dewa Yadnya dan Maligia di Puri Agung Kawan Karangasem. Waktu itu badak
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

Gubahan Bentuk Taman dan Bentuk Ruang Taman

Gubahan Bentuk Taman dan Bentuk Ruang Taman

Desain pertamanan peninggalan kerajaan-kerajaan di Bali juga ada yang memperlihatkan makna teritorialitas ruang di alam terbuka. Hal ini dapat dilihat pada Taman Gili, Klungkung. Sebab bangunan Bale Kambang di Taman Gili tersebut memiliki teritorial khusus di tengah kolam. Makna teritorialitas ini muncul dari Konsep “ place - event ” ( spatio - temporal ; spatio - conditional ).

5 Baca lebih lajut

Sejarah 1

Sejarah 1

Prasasti Kelurak merupakan prasasti batu berangka tahun 782 M yang ditemukan di dekatCandi Lumbung Desa Kelurak, di sebelah utara Kompleks Percandian Prambanan, Jawa Tengah. Keadaan batu prasasti Kelurak sudah sangat aus, sehingga isi keseluruhannya kurang diketahui. Secara garis besar, isinya adalah tentang didirikannya sebuah bangunan suci untuk arca Manjusri atas perintah Raja Indra yang bergelar Sri Sanggramadhananjaya. Menurut para ahli, yang dimaksud dengan bangunan tersebut adalah Candi Sewu, yang terletak di Kompleks Percandian Prambanan. Nama raja Indra tersebut juga ditemukan pada Prasasti Ligor dan Prasasti Nalanda peninggalan kerajaan Sriwijaya. Prasasti Kelurak ditulis dalam aksara Pranagari, dengan menggunakan bahasa Sanskerta. Prasasti ini kini disimpan dengan No. D.44 di Museum Nasional, Jakarta.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

BG Kls V Tema 7 Sejarah Peradaban Indonesia

BG Kls V Tema 7 Sejarah Peradaban Indonesia

73 Tema 7 Subtema 2: Peninggalan-Peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia Pageran Mangkubumi pada waktu itu dipercaya sebagai jelmaan Dewa Wisnu dalam wujud Krisna. Sebelumnya Dewa Wisnu pernah menjelma menjadi Sri Rama. Raja Sri Rama tinggal di Kerajaan Ayodya. Oleh karena itulah, nama Ayodya dirasa cocok dijadikan sebagai nama kerajaan dan disingkat menjadi Yodya. Para pengikut Pangeran Mangkubumi berharap kerajaan baru ini membawa ketentraman, kedamaian, dan kesejahteraan. Inilah sebabnya nama Yodya kemudian ditambah dengan Karta, artinya serba baik. Demikianlah kerajaan baru ini dikenal dengan Yodyakarta. Dalam perkembangan selanjutnya, orang lebih mudah menyebut kerajaan ini dengan nama Yogyakarta. (Disadur dari: Tantya Wisnu, Ilmu pegetahuan Sosial 4)
Baca lebih lanjut

164 Baca lebih lajut

SKI 5 Jejak Kebudayaan Islam

SKI 5 Jejak Kebudayaan Islam

pemerintahan. Contoh keraton peninggalan kerajaan- kerajaan Islam, yaitu Keraton Kasepuhan dan Kanoman (Cirebon), Keraton Surosowan (Banten), Keraton Demak, Keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta, Keraton Samudra Pasai, dan Keraton Kesultanan Aceh.

25 Baca lebih lajut

Buku Pegangan Guru SD Kelas 5 Tema 7 Sejarah Peradaban Indonesia www.matematohir.wordpress.com

Buku Pegangan Guru SD Kelas 5 Tema 7 Sejarah Peradaban Indonesia www.matematohir.wordpress.com

73 Tema 7 Subtema 2: Peninggalan-Peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia Pageran Mangkubumi pada waktu itu dipercaya sebagai jelmaan Dewa Wisnu dalam wujud Krisna. Sebelumnya Dewa Wisnu pernah menjelma menjadi Sri Rama. Raja Sri Rama tinggal di Kerajaan Ayodya. Oleh karena itulah, nama Ayodya dirasa cocok dijadikan sebagai nama kerajaan dan disingkat menjadi Yodya. Para pengikut Pangeran Mangkubumi berharap kerajaan baru ini membawa ketentraman, kedamaian, dan kesejahteraan. Inilah sebabnya nama Yodya kemudian ditambah dengan Karta, artinya serba baik. Demikianlah kerajaan baru ini dikenal dengan Yodyakarta. Dalam perkembangan selanjutnya, orang lebih mudah menyebut kerajaan ini dengan nama Yogyakarta. (Disadur dari: Tantya Wisnu, Ilmu pegetahuan Sosial 4)
Baca lebih lanjut

164 Baca lebih lajut

Latihan Soal Kelas 5 Tema 7 Subtema 1

Latihan Soal Kelas 5 Tema 7 Subtema 1

Puncak kejayaan Kerajaan Aceh terjadi pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda Salah satu peninggalan Kerajaan Aceh yang terkenal adalah Masjid Raya Baiturrahman Sunan Kalijaga dipe[r]

3 Baca lebih lajut

k5 bg tema 7 sejarah peradaban indonesia

k5 bg tema 7 sejarah peradaban indonesia

73 Tema 7 Subtema 2: Peninggalan-Peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia Pageran Mangkubumi pada waktu itu dipercaya sebagai jelmaan Dewa Wisnu dalam wujud Krisna. Sebelumnya Dewa Wisnu pernah menjelma menjadi Sri Rama. Raja Sri Rama tinggal di Kerajaan Ayodya. Oleh karena itulah, nama Ayodya dirasa cocok dijadikan sebagai nama kerajaan dan disingkat menjadi Yodya. Para pengikut Pangeran Mangkubumi berharap kerajaan baru ini membawa ketentraman, kedamaian, dan kesejahteraan. Inilah sebabnya nama Yodya kemudian ditambah dengan Karta, artinya serba baik. Demikianlah kerajaan baru ini dikenal dengan Yodyakarta. Dalam perkembangan selanjutnya, orang lebih mudah menyebut kerajaan ini dengan nama Yogyakarta. (Disadur dari: Tantya Wisnu, Ilmu pegetahuan Sosial 4)
Baca lebih lanjut

164 Baca lebih lajut

4.5.1.1. Perjuangan Para Pahlawan

4.5.1.1. Perjuangan Para Pahlawan

Setelah mengamati gambar, siswa mampu mengidentifikasi peninggalan kerajaan di masa Hindu, Budha dan Islam serta pengaruhnya bagi wilayah setempat dengan benar.. Setelah berdiskusi, sisw[r]

11 Baca lebih lajut

Kisi-Kisi Uji Kemampuan PPG dan PPGJ Semua Bidang | Dunia Pendidikan Sejarah

Kisi-Kisi Uji Kemampuan PPG dan PPGJ Semua Bidang | Dunia Pendidikan Sejarah

mengidentifikasi bukti-bukti peninggalan kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha di Nusantara yang masih ada hingga masa kini menjelaskan teori tentang proses masuk dan berkembangnya agama I [r]

5 Baca lebih lajut

KISI KISI SOAL TES URAIAN DAN PILIHAN GA

KISI KISI SOAL TES URAIAN DAN PILIHAN GA

- Letak georgrafi kerajaan kutai, - Kerjaraan tarumanegara - Letak dan peninggalan kerajaan Mataram Kuno - Kerajaan Sriwijaya - Raja tekernal di Kediri - Sumpah palapa 3 1.3 Menganali[r]

2 Baca lebih lajut

RPP Kelas 5 Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi dengan Kegiatan Berbasis Proyek RPP K5 T-7 ST-3 P-6

RPP Kelas 5 Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi dengan Kegiatan Berbasis Proyek RPP K5 T-7 ST-3 P-6

Tujuan Pembelajaran  Dengan mencermati informasi bacaan, siswa mampu menjelaskan informasi dari teks cerita narasi tentang akibat tidak melestarikan peninggalan-peninggalan kerajaan Is[r]

8 Baca lebih lajut

Show all 1881 documents...

Related subjects