Peningkatan Daya Kritis Siswa

Top PDF Peningkatan Daya Kritis Siswa:

PENINGKATAN DAYA KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI METODE PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 PEMALANG.

PENINGKATAN DAYA KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI METODE PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 PEMALANG.

Berdasar masalah yang diidentifikasi pada observasi awal, yaitu adanya sikap pasif siswa dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dikelas X SMA Negeri 3 Pemalang dan tujuan penelitian pada bab I maka peneliti terdorong untuk menerapkan metode pembelajaran problem solving. Penggunaan metode pembelajaran problem solving dalam pembelajaran dimaksudkan agar siswa termotivasi untuk berani mengemukakan pendapat, menyampaikan ide atau gagasan, tidak sekedar reaktif tetapi juga pro aktif dalam pembelajaran, siswa juga menggunakan peralatan mentalnya (otak) secara efektif dan efisien sehingga tidak ditandai oleh segi kognitif belaka, melainkan terutama juga keterlibatan emosional dan kreatif. Penerapan metode problem solving disesuaikan dengan masalah dunia nyata sebagai konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran, sehingga pada saatnya nanti siswa dapat berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

(ABSTRAK) PENINGKATAN DAYA KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI METODE PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 PEMALANG.

(ABSTRAK) PENINGKATAN DAYA KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI METODE PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 PEMALANG.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian tindakan kelas, ditempuh melalui tiga siklus. Setiap siklus meliputi empat tahap, yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek yang diteliti dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 3 Pemalang. Fokus penelitian ini adalah penggunaan metode pembelajaran problem solving sebagai upaya meningkatkan daya kritis siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan langsung saat jalannya proses pembelajaran dan dokumentasi.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - PENGARUH KEBIASAAN MEMBACA CERITA DENGAN MEDIA BUKU BESAR TERHADAP PENUMBUHAN SIKAP SOSIAL DAN DAYA KRITIS SISWA KELAS V SD N 1 BAKULAN - repository perpustakaan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - PENGARUH KEBIASAAN MEMBACA CERITA DENGAN MEDIA BUKU BESAR TERHADAP PENUMBUHAN SIKAP SOSIAL DAN DAYA KRITIS SISWA KELAS V SD N 1 BAKULAN - repository perpustakaan

Di dalam penelitian ini ada beberapa variabel yang digunakan dan menjadi fokus penelitian. Fokus pertama dalam penelitian ini adalah tentang Buku Besar yang digunakan di dalam kegiatan pembiasaan membaca cerita melalui media Buku Besar disebut variabel bebas (X) atau variabel penentu dikarenakan variabel tersebut akan menentukan variabel-variabel lainnya. Kebiasan Membaca di dalam hal ini dimaknai sebagai hasil pengaruh dari Media Buku Besar yang memadukan antara penumbuhan sikap sosial dan peningkatan daya kritis siswa yang telah dimiliki oleh siswa dengan kebiasaan membaca sehingga nantinya menghubungkan kemampuan akademik dan sikap sosial siswa.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PROSES BERPIKIR REFLEKTIF TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI DAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA : Studi Kuasi Eksperimen pada Siswa salah satu SMP Negeri di Kota Banda Aceh.

PENGARUH PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PROSES BERPIKIR REFLEKTIF TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI DAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA : Studi Kuasi Eksperimen pada Siswa salah satu SMP Negeri di Kota Banda Aceh.

Ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini sangat berperan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan adanya peningkatan sumber daya manusia ini diharapkan dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Salah satu upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia yaitu meningkatkan mutu pendidikan dengan memperbaiki proses pembelajaran dengan cara-cara yang lebih efektif dalam pencapaian tujuan. Untuk dapat memperbaiki proses pembelajaran yang lebih baik diperlukan langkah-langkah ke arah pengembangan sumber daya manusia. Pengembangan sumber daya manusia tidak terlepas dari adanya pendidikan, dimana pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi anak didik agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, memiliki kecerdasan, berakhlak mulia serta memiliki ketrampilan yang diperlukan sebagai anggota masyarakat dan warga negara (Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003: 1).
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (PTK Di SD Negeri 3 Mojopuro, Wuryantoro Kelas III Tahun Ajaran 2009/2010).

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (PTK Di SD Negeri 3 Mojopuro, Wuryantoro Kelas III Tahun Ajaran 2009/2010).

Kegiatan pembelajaran matematika diharapkan mampu membuat siswa terampil dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya, baik dalam bidang matematika maupun dalam bidang lain yang terkait. Kegiatan pembelajaran matematika diharapkan mampu membuat siswa berkembang daya nalarnya sehingga mampu berpikir kritis, logis, sistematis, dan pada akhirnya siswa diharapkan mampu bersikap obyektif, jujur dan disiplin.

9 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DENGAN PENDEKATAN

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DENGAN PENDEKATAN

Pada kenyataannya proses belajar mengajar umumnya kurang mendorong pada pencapaian kemampuan berpikir kritis. Ada dua faktor penyebab berpikir kritis tidak berkembang selama pendidikan. Pertama, kurikulum yang umumnya dirancang dengan target materi yang luas sehingga guru lebih terfokus pada penyelesaian materi. Artinya, ketuntasan materi lebih diprioritaskan dibanding pemahaman siswa terhadap konsep-konsep matematika. Kedua, bahwa aktivitas pembelajaran di kelas yang selama ini dilakukan oleh guru tidak lain merupakan penyampaian informasi (metode ceramah), dengan lebih mengaktifkan guru, sedangkan siswa pasif mendengarkan dan menyalin, dimana sesekali guru bertanya dan sesekali siswa menjawab. Kemudian guru memberi contoh soal, dilanjutkan dengan memberi soal latihan yang sifatnya rutin dan kurang melatih daya kritis; akhirnya guru memberikan penilaian.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA YANG DIAJAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM).

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA YANG DIAJAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM).

Pendidikan memiliki peran yang penting dalam kehidupan bangsa. Maju mundurnya proses pembangunan suatu bangsa dalam segala bidang sangat ditentukan oleh tingkat pendidikan bangsa itu sendiri. Suatu pendidikan dikatakan bermutu apabila proses pendidikan berlangsung secara efektif dan menghasilkan individu-individu atau sumber daya manusia yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan bangsa. Pendidikan satu-satunya wadah kegiatan yang dapat dipandang dan seyogianya berfungsi untuk menciptakan sumber daya manusia yang bermutu tinggi. Sumber daya manusia yang bermutu ditandai dengan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan handal dalam beradaptasi untuk menghadapi perubahan zaman yang semakin cepat dan memiliki kemampuan mengusai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Begitu pentingnya pendidikan itu bagi kehidupan manusia, karena pendidikan itu dapat mempengaruhi perkembangan hidup manusia. Salah satu pendidikan yang sangat penting dalam kehidupan manusia ini adalah pendidikan matematika. Karena segala sesuatu yang ada di dunia ini selalu berhubungan dengan matematika. Morris Kline (dalam Simanjuntak, 1993 : 64) mengungkapkan bahwa “jatuh bangunnya suatu negara dewasa ini tergantung dari kemajuan dibidang matematika”.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

t mtk 0808252 chapter5

t mtk 0808252 chapter5

1. Secara keseluruhan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa yang memperoleh pembelajaran dengan cara biasa lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan pendekatan MEAs. Lebih lanjut, pencapaian peningkatan kemampuan berpikir kritis kelas yang memperoleh pembelajaran menggunakan pendekatan MEAs tergolong rendah, sedangkan pencapaian peningkatan kemampuan berpikir kritis kelas yang memperoleh pembelajaran biasa tergolong sedang.

6 Baca lebih lajut

t ipa 1008880 chapter3

t ipa 1008880 chapter3

Hasilnya dari ketiga tenaga ahli yang dimintai pertimbangan (judgement) diperoleh kesimpulan bahwa instrument tes kemampuan kognitif dan keterampilan berpikir kritis pada topik fluida statis yang telah disusun sudah memenuhi validitas isi dan dapat digunakan untuk keperluan penelitian. Namun terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki terkait dengan konten, konteks dan redaksi soal. Selain itu, ada beberapa catatan dari validator sebagai bahan pertimbangan instrument, catatan ini selengkapnya dapat dilihat pada lembar judgement tes kemampuan kognitif dan keterampilan berpikir kritis yang telah diisi oleh para validator pada Lampiran B2.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Penerapan Accelerated Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Self-Concept Matematis Siswa Kelas VII SMP.

Penerapan Accelerated Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Self-Concept Matematis Siswa Kelas VII SMP.

bagi siswa. Karena self-concept yang positif akan mempengaruhi siswa dalam pengambilan keputusan, dan mempengaruhi tindakan yang akan dilakukannya. Seseorang cenderung akan menjalankan sesuatu apabila ia merasa kompeten dan percaya diri. Selain itu akan menentukan seberapa jauh upaya yang dilakukannya, berapa lama ia bertahan apabila mendapat masalah. Makin tinggi self-concept seseorang, makin besar upaya, ketekunan, dan fleksibilitasnya.

5 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DAN BELIEF SISWA KELAS VIII MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN SCIENTIFIC DI SMP NEGERI 4 LUBUK PAKAM TAHUN AJARAN 2016/2017.

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DAN BELIEF SISWA KELAS VIII MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN SCIENTIFIC DI SMP NEGERI 4 LUBUK PAKAM TAHUN AJARAN 2016/2017.

pendekatan yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan belief siswa dalam pembelajaran matematika. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah pendekatan Scientific. Pada pendekatan Scientific proses pembelajaran dirancang sedemikian rupa agar siswa secara aktif mengkonstruk konsep melalui tahapan pembelajaran. Pendekatan Scientific memiliki lima tahapan yaitu 1) mengamati (Observing), 2) menanya (Questioning), 3) mengumpulkan informasi (Experimenting), 4) mengolah informasi (Associating), dan 5) Mengomunikasikan konsep yang ditemukan. Pendekatan pembelajaran Scientific dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada siswa dalam mengenal, memahami berbagai materi bahwa informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, tidak bergantung pada informasi searah dari guru. Oleh karena itu, kondisi pembelajaran yang diharapkan tercipta dan diarahkan untuk mendorong peserta didik dalam mencari tahu dari berbagai observasi, bukan hanya diberitahu.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

S KIM 0900405 Abstract

S KIM 0900405 Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa pada topik laju reaksi melalui pembelajaran siklus belajar empiris-induktif. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest and posttest nonequivalent control group design, dengan subjek penelitan sebanyak 61 siswa kelas XI IPA yang terbagi kedalam dua kelas yaitu kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan pembelajaran menggunakan siklus belajar empiris-induktif dan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional, di salah satu SMA swasta di kota Bandung, Jawa Barat. Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui instrumen lembar soal pilihan ganda beralasan sebanyak 15 butir soal dan angket. Soal tersebut dikembangkan berdasarkan indikator keterampilan berpikir kritis yang diteliti yakni memfokuskan pertanyaan, mengobservasi dan mempertimbangkan laporan observasi, mendefinisikan istilah dan mempertimbangkan definisi, membuat dan mengkaji nilai-nilai hasil pertimbangan. Peningkatan berpikir kritis untuk seluruh indikator keterampilan berpikir kritis pada siswa berdasarkan n-gain yang diperoleh tergolong kedalam kategori tinggi pada kelas eksperimen sedangkan pada kelas kontrol n-gain yang diperoleh tergolong pada kategori sedang. Indikator yang terlihat paling tinggi pada kelas eksperimen adalah membuat dan mengkaji nilai-nilai hasil pertimbangan, kemudian diikuti dengan mendefinisikan istilah dan mempertimbangkan suatu definisi, memfokuskan pertanyaan dan urutan peningkatan terakhir terdapat pada indikator mengobservasi dan mengkaji nilai-nilai hasil pertimbangan.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN SAVI DENGAN MENGOPTIMALKAN MATH EXPERT

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN SAVI DENGAN MENGOPTIMALKAN MATH EXPERT

memberikan latihan soal, mayoritas mahasiswa tidak dapat menyelesaikannya. Hal ini terjadi akibat kurangnya kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Berdasarkan hasil refleksi terhadap proses dan hasil belajar serta wawancara dengan beberapa orang mahasiswa diketahui bahwa selain faktor materi, kesulitan belajar mahasiswa juga disebabkan dalam pembelajaran dosen hanya menggunakan media berupa buku teks (buku mahasiswa), tugas yang memberatkan, serta kegiatan pembelajaran yang kurang tertata dengan baik. Dengan adanya kondisi seperti ini mengharuskan dosen untuk berpikir dan bertindak kreatif agar kesulitan mahasiswa dalam belajar dapat terpecahkan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENERAPAN STRATEGI COOPERATIVE LEARNING DAN PEMANFAATAN ALAT PERAGA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN   Penerapan Strategi Cooperative Learning Dan Pemanfaatan Alat Peraga Untuk Meningkatkan Kreativitas Dan Hasil Belajar Matematika (PTKL Siswa Kelas XI S

PENERAPAN STRATEGI COOPERATIVE LEARNING DAN PEMANFAATAN ALAT PERAGA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN Penerapan Strategi Cooperative Learning Dan Pemanfaatan Alat Peraga Untuk Meningkatkan Kreativitas Dan Hasil Belajar Matematika (PTKL Siswa Kelas XI S

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar belajar matematika dengan menerapkan strategi Cooperative Learning dan pemanfaatan alat peraga bagi siswa kelas XI SMA N 1 Kradenan. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan secara kolaborasi antara guru matematika dan peneliti. Metode pengumpulan da ta yang digunakan saat penelitian adalah metode tes, observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan peneliti adalah proses analisis data, penyajian data, dan verifikasi data (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis yang dapat dilihat dari indikator yaitu: (1) Keberanian siswa bertanya kepada guru sebelum tindakan ada 4 siswa (10%), setelah tindakan menjadi 29 siswa (72,5%); (2) Keberanian siswa menjawab pertanyaan dari guru (memberikan pendapat/gagasan) sebelum tindakan ada 6 siswa (15%), setelah tindakan menjadi 33 siswa (82,5%); (3) Keberanian siswa mengerjakan soal didepan kelas sebelum tindakan ada 4 siswa (10%), setelah tindakan menjadi 20 siswa (50%); (4) Kemampua n siswa mengerjakan soal (memecahkan masalah dengan menemukan alternatif jawaban/cara) sebelum tindakan ada 8 siswa (20%), setelah tindakan menjadi 35 siswa (87,5%); dan hasil belajar matematika sebelum tindakan ada 4 siswa (10%) yang memenuhi KKM 76 dengan rata-rata 50,50, setelah tindakan menjadi 39 siswa (97,5%) dengan rata-rata 98,78. Dikemukakan dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi Cooperative Learning dan pemanfaatan alat peraga dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar matematika.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF SERTA SELF-EFFICACY DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI DISCOVERY LEARNING.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF SERTA SELF-EFFICACY DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI DISCOVERY LEARNING.

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh Discovery Learning terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis serta self-efficacy ditinjau dari keseluruhan, kemampuan awal, serta dimensi self-efficacy. Diungkap pula interaksi antara faktor pembelajaran dan kategori kemampuan siswa. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian eksperimen ini adalah kelompok kontrol pretes-postes. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis, skala self-efficacy, pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Lembang dengan sampel penelitian dua kelas yang dipilih secara acak. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan uji-t, ANOVA dua jalur, korelasi Pearson, dan koefisien kontingensi. Analisis kualitatif dilakukan dengan menelaah hasil skala self-efficacy, pedoman observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditinjau dari keseluruhan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis kelompok Discovery Learning lebih baik dibandingkan kelompok konvensional. Secara keseluruhan, peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis kelompok Discovery Learning lebih baik dibandingkan kelompok konvensional. Siswa dengan kategori atas dan bawah kelompok Discovery Learning memiliki peningkatan kemampuan yang lebih baik dibandingkan kelompok konvensional, baik ditinjau dari kemampuan berpikir kritis maupun kreatif matematis. Terdapat korelasi yang kuat antara peningkatan kemampuan berpikir kritis dengan kemampuan berpikir kreatif matematis. Tidak terdapat asosiasi self-efficacy dengan peningkatan kemampuan berpikir kritis maupun kreatif matematis. Tidak ada interaksi antara faktor pembelajaran dan kemampuan awal siswa terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis maupun kreatif matematis. Secara keseluruhan, self-efficacy kelompok Discovery Learning lebih baik daripada self-efficacy kelompok konvensional. Melalui dimensinya, self-efficacy dimensi magnitude kelompok Discovery Learning tidak lebih baik dibandingkan kelompok konvensional. Melalui kemampuan awal, self-efficacy siswa kategori atas kelompok Discovery Learning lebih baik dibandingkan dengan kelompok konvensional.
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

T MTK 1402401 Chapter1

T MTK 1402401 Chapter1

Kemampuan koneksi matematis merupakan kemampuan siswa untuk memahami pelajaran matematika lebih lanjut. Siswa akan kesulitan dalam menyelesaikan persoalan matematika tanpa memiliki kemampuan mengkoneksikan konsep, karena suatu persoalan dapat diselesaikan ketika siswa telah memahami permasalahan tersebut dan kemudian mengkoneksikannya dengan konsep atau aturan serta berpikir untuk mencari penyelesaiannya, baik itu permasalahan antar konsep atau aturan matematika, dengan bidang studi lainnya, maupun dengan permasalahan kehidupan sehari- hari. Hal ini diperkuat oleh Suherman (2008) yang mengatakan bahwa kemampuan koneksi dalam matematika adalah kemampuan untuk mengaitkan konsep atau aturan matematika yang satu dengan yang lainnya, dengan bidang studi lainnya, atau dengan aplikasi pada kehidupan nyata.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBANTUAN PROGRAM GEOMETER’S SKETCHPAD TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA SMP.

PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBANTUAN PROGRAM GEOMETER’S SKETCHPAD TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA SMP.

Salah satu pendekatan pembelajaran yang memenuhi kriteria pembelajaran yang diuraikan di atas adalah pembelajaran kooperatif. Nur (2001) menjelaskan pembelajaran kooperatif (cooperative learning) adalah model pembelajaran yang sistematis mengelompokan siswa untuk tujuan menciptakan pendekatan pembelajaran efektif yang mengintegrasikan keterampilan sosial yang bermuatan akademis. Menurut Davitson dan Warsham (Asbullah, 2004:11) cooperative learning adalah kegiatan belajar mengajar secara kelompok kecil, siswa belajar dan bekerja sama untuk sampai kepada pengalaman belajar yang optimal baik pengalaman individu maupun pengalaman kelompok. Menurut Filsaime (2008:89) melalui proses belajar kooperatif, para siswa bisa mendengar perspektif-perspektif yang lain, menganalisis klaim-klaim, mengevaluasi bukti-bukti, dan menjelaskan dan menjustifikasi penalaran mereka. Ketika mereka sudah mulai lancar di dalam berpikir secara kritis, maka mereka akan meneliti dan mengevaluasi kecakapan- kecakapan penalaran orang lain.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR.

PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR.

Hal ini sesuai dengan pendapat Arends (2008) menyatakan bahwa ada tiga hasil belajar (outcome) yang diperoleh pembelajar yang diajar dengan PBM yaitu: (1) inkuiri dan keterampilan melakukan pemecahan masalah; (2) belajar model peran orang dewasa (adult role behaviors), dan (3) keterampilan belajar mandiri (skills for independent learning). PBM juga bertujuan untuk membantu siswa belajar mandiri. Woods (2000) menyebutkan PBM lebih dari sekadar lingkungan yang efektif untuk mempelajari pengetahuan tertentu. Ia dapat membantu siswa membangun kecakapan sepanjang hidupnya dalam memecahkan masalah, kerja sama tim, dan berkomunikasi.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

T MTK 1303055 Chapter5

T MTK 1303055 Chapter5

2. Pencapaian dan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mendapat model Advance Oganizer dengan pendekatan saintifik lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapat pembelajaran biasa bila ditinjau dari kategori Kemampuan Awal Matematis sedang dan rendah. Tetapi pencapian dan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mendapat model Advance Oganizer dengan pendekatan saintifik tidak lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapat pembelajaran biasa bila ditinjau dari kategori Kemampuan Awal Matematis tinggi.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

T PD 1302985 Chapter 5

T PD 1302985 Chapter 5

kehidupan sehari-hari sebagaimana dikemukakan oleh Freudental. Namun, pada penelitian ini karena waktu yang kurang sehingga peningkatan kemampuan siswa belum maksimal, meskipun secara keseluruhan adanya perkembangan dan mengalami peningkatan. Pendekatan Realistic Mathematics Education perlu perlu dibiasakan sehingga siswa tidak merasa kaget dan terbiasa belajar berdasarkan pengalaman.

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...