Peningkatan ekonomi

Top PDF Peningkatan ekonomi:

Strategi Peningkatan Penerimaan Dana ZIS pada Rumah Zakat Banda aceh pada Peningkatan Ekonomi Mustahik

Strategi Peningkatan Penerimaan Dana ZIS pada Rumah Zakat Banda aceh pada Peningkatan Ekonomi Mustahik

Wawancara merupakan proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil menatap muka antara pewawancara dengan penjawab atau responden dengan menggunakan panduan wawancara (interview guide), (Nazir, 1988). Dalam penelitian ini, peneliti mencatat semua jawaban dari responden sebagaimana adanya. Jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur. Maksudnya, dalam melakukan wawancara peneliti sudah menyiapkan instrument penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis. Pihak yang menjadi narasumber dalam wawancara ini adalah kepala cabang Rumah Zakat Banda Aceh yaitu bapak Riadhi dan beberapa karyawan di Rumah Zakat serta beberapa orang mustahik. Tujuan peneliti mewawancarai pihak Rumah Zakat dan mustahik tersebut adalah untuk dapat mengetahui indeks dan strategi peningkatan penerimaan dana ZIS yang berdampak pada peningkatan ekonomi mustahik.
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

PENINGKATAN EKONOMI KREATIF MELALUI INTEGRASI RUANG PADA PUSAT KESENIAN DI JAKARTA

PENINGKATAN EKONOMI KREATIF MELALUI INTEGRASI RUANG PADA PUSAT KESENIAN DI JAKARTA

Berdasarkan analisa yang telah dilakukan, peningkatan Ekonomi Kreatif melalui integrasi ruang pada Pusat Kesenian perlu dilakukan. Melihat kondisi realita kurangnya Art Centre di Jakarta yang memiliki sirkulasi antar ruang yang baik dan integrasi ruang yang dapat menghubungkan ruangan-ruangan secara baik dan efektif, serta Art Centre yang kurang menarik dari segi arsitektur yang menjadikan galeri-galeri lainnya yang ada di Jakarta tidak dijadikan pilihan dalam bentuk kegiatan acara seni. Hanya beberapa galeri seni saja dari sekian banyak galeri di Jakarta yang menjadi pilihan kegiatan-kegiatan maupun acara seni, sehingga terjadi penumpukan atau antrian kegiatan acara seni sampai beberapa bulan bahkan hitungan tahun untuk berhasil mendapatkan tempat galeri seni yang layak seperti contoh Taman Ismail Marzuki, Selasar Sunaryo, Galeri Salihara dan beberapa Art Centre lainnya yang tidak berjumlah banyak.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Strategi Peningkatan Penerimaan Dana ZIS pada Rumah Zakat Banda Aceh  pada Peningkatan Ekonomi Mustahik

Strategi Peningkatan Penerimaan Dana ZIS pada Rumah Zakat Banda Aceh pada Peningkatan Ekonomi Mustahik

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi peningkatan penerimaan dana ZIS pada Rumah Zakat Banda Aceh pada peningkatan ekonomi mustahik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa strategii yang digunakan untuk pengumpulan ZIS pada Rumah Zakat Banda Aceh berbeda dengan strategi yang digunakan oleh Rumah Zakat cabang lainnya, hal tersebut dapat dilihat dari strategi yang digunakan oleh Rumah Zakat Banda Aceh seperti FO (funding officer), layanan antar jemput, mobile banking, dan lain sebagainya. Ditinjau dari penjelasan strategi di atas terdapat jumlah perolehan dana zakat yang terus meningkat. Di setiap tahunnya relative terus bertambah, tergantung penerimaannya apabila penerimaan meningkat maka penyalurannya juga mengalami peningkatan. Sedangkan kontribusi penyaluran dana ZIS memberi dampak positif bagi peningkatan ekonomi mustahik, pemberian ZIS dalam bentuk bantuan ekonomi sangat membantu dan memiliki manfaat yang cukup besar dalam meningkatkan ekonomi mustahik. Diharapkan muzaki dapat memanfaatkan proses pelayanan dan manajemen zakat yang diadopsi oleh Rumah Zakat.
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Melalui Corporate Social Responsibility

Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Melalui Corporate Social Responsibility

CSR atau yang biasa disebut dengan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan merupakan sebuah kewajiban bagi Perusahaan yang kegiatan usahanya dibidang/berkaitan dengan Sumber Daya Alam. Kegiatan CSR ini dilakukan dengan tujuan untuk mewujudkan pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas masyarakat setempat dan masyarakat pada umumnya maupun Perseroan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk, Pertama mengetahui bagaimana pengaturan hukum antara PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B dengan Desa Tubanan dalam melakukan CSR, kedua untuk mengetahui akibat hukum yang ditimbulkan dalam pelaksanaan CSR oleh PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B dan ketiga adalah untuk mengetahui bagaimana upaya peningkatan ekonomi masyarakat Desa Tubanan melalui CSR. Berdasarkan hasil penelitian, pengaturan hukum antara PT PLN (Persero) Pembangkitn Tanjung Jati B dengan Desa Tubanan adalah melalui perjanjian bawah tangan. Dimana dalam perjanjian tersebut melibatkan PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B dengan kelompok usaha ternak MANTRA. Akibat hukum yang ditimbulkan dari adanya perjanjian kerja sama tersebut adalah munculnya hak dan kewajiban yang dibebankan pada masing-masing pihak. Upaya peningkatan ekonomi masyarakat desa Tubanan melalui CSR diwujudkan dengan kegiatan
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Sampah Botol Plastik Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Pemanfaatan Sampah Botol Plastik Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Kecamatan Limo Kota Depok yang terletak di bagian selatan dan merupakan pintu gerbang Provinsi Jawa Barat dengan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. Luas wilayah Kelurahan Krukut 269,5 Km2. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman pengetahuan, pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Kota Depok dalam penerapan teknologi tepat guna pengolahan sampah plastik sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi, pelatihan dalam pengolahan limbah botol plastik, dan pemantauan dan pendampingan. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini sebagai upaya membantu mitra dalam menangani masalah limbah botol plastik menjadi produk lain dengan bantuan teknologi tepat guna yang dapat memberikan manfaat bagi mitra, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Model Integrasi Ekonomi Maritim Dan Pariwisata Di Daerah Guna Peningkatan Ekonomi Indonesia Timur

Model Integrasi Ekonomi Maritim Dan Pariwisata Di Daerah Guna Peningkatan Ekonomi Indonesia Timur

ekonomi beberapa negara tujuan ekspor Provinsi Bali, seperti kawasan Eropa dan Asia (China, Jepang dan ASEAN, serta Amerika Serikat). Ekonomi Maritim di Bali tergambarkan melalui peningkatan pertumbuhan volume ekspor Provinsi Bali terutama didorong oleh peningkatan kinerja volume ekspor untuk komoditas perikanan, komoditas produk olahan kayu, dan komoditas furniture yang memiliki share terhadap total ekspor Provinsi Bali masing-masing sebesar 26,6%; 9,32%; dan 6,87%. Pertumbuhan kinerja ekspor komoditas perhiasan dan pakaian jadi (share 15,75% dan 18,33%) pertumbuhan volume ekspornya masih cenderung tertahan. Negara tujuan ekspor Provinsi Bali, masih didominasi oleh Amerika Serikat, Australia, Jepang, Singapura, dan Hongkong, dengan share masing-masing sebesar 24,5%, 9,3%, 8,53%, dan 4,9% (BI, 2016).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Pembuatan Pola Ruang

Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Pembuatan Pola Ruang

Pembuatan pola ruang ini adalah usaha untuk memanfaatkan segala potensi sumber daya alam yang ada, tidak mengacu hanya ke sektor pertanian saja namun dari sector lain seperti perkebunan, peternakan dan perikanan bisa lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dapat menjadi landasan pengembangan kekuatan ekonomi khususnya daerah pedesaan dengan pemanfaatan sumber daya alam yang ada. Sumber daya alam dalam pola ruang bisa menjadi basis usaha perekonomian dan juga akan menopang semakin bertambahnya kebutuhan dari segala aspek.

10 Baca lebih lajut

Peningkatan Ekonomi Rumah Tangga Dengan Pengolahan Pisang

Peningkatan Ekonomi Rumah Tangga Dengan Pengolahan Pisang

Dalam Upaya pengembangan masyarakat Indonesia yang merata, adil dan makmur tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Secara proporsional tugas ini diemban pula oleh seluruh komponen bangsa lainnya, termasuk didalamnya masyarakat yang bersangkutan itu sendiri maupun oleh lapisan masyarakat lain yang secara sosial ekonomi berkemampuan relative lebih baik.

6 Baca lebih lajut

PERAN GEREJA DALAM PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DI TOMOHON SULAWESI UTARA

PERAN GEREJA DALAM PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DI TOMOHON SULAWESI UTARA

Pada tahun 1990 percobaan pemanfaatan kayu kelapa menjadi bahan mebel dan bangunan meraih sukses besar. Produk-produk ini dipasarkan di seluruh Indonesia dan luar negeri. Sejak tahun 1990 BKLK semakin maju dan terlihat perubahan yang semakin baik dengan seluruh peralatan dan perlengkapan mesin maupun administrasi. Pada tahun 1992 nama BKLK dirubah menjadi BLPT dengan diresmikan secara langsung oleh pemerintah Propinsi Sulawesi Utara. BLPT sebagai tempat pelatihan dan pendidikan juga tempat penelitian serta percobaan pemanfaatan bahan-bahan alami yang ada dan melimpah di sekitar Sulawesi Utara. Pemanfaatan pohon kelapa yang tidak produktif lagi adalah focus garapan BLPT. BAhan-bahan tersebut secara kreatif diolah menjadi mebel dan souvenir. BLPT secara kreatif juga mengembangkan bahan atap genteng berbahan ijuk pohon Aren. Aren adalah salah satu tumbuhan yang melimpah di Sulawesi Utara. BLPT secara aktif melatih masyarakat sekitar untuk membuat genteng ijuk. Pelatihan ini berhasil memunculkan usaha-usaha kecil di masyarakat yang membuka usaha pembuatan genteng ijuk. Menurut informant, usaha genteng berbahan ijuk ini dapat meningaktakn pendapatan ekonomi masyarakat. Dengan melihat prospek keberlanjutan usaha ini oleh masyarakat, BLPT tidak lagi melanjutkan program pembuatan genteng ijuk ini agar usaha masyarakat bisa berkembang.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Citizen Carter Dan Peningkatan Ekonomi M

Citizen Carter Dan Peningkatan Ekonomi M

mengimplementasikan) pada penduduk, untuk penggunaan bagi kehidupan mereka sendiri, komunitas mereka, dan masyarakat mereka, dengan berbuat mengenai isu-isu yang mereka tentukan sebagai hal penting (Page & Czuba, 1999:3). Menurut Ife dalam Nawawi (2007:174) bahwa pemberdayaan memuat dua pengertian kunci, yakni kekuasaan dan kelompok lemah. Kekuasaan di sini diartikan bukan hanya menyangkut kekuasaan politik dalam arti sempit, melainkan kekuasaan atau penguasaan klien atas: (1) pilihan-pilihan personal dan kesempatan-kesempatan hidup: kemampuan dalam membuat keputusan-keputusan mengenai gaya hidup, tempat tinggal, pekerjaan, (2) penentuan kebutuhan: kemampuan menentukan kebutuhan selaras dengan aspirasi dan keinginannya, (3) ide atau gagasan: kemampuan mengekspresikan dan menyumbangkan gagasan dalam suatu forum atau diskusi secara bebas dan tanpa tekanan, (4) lembaga- lembaga: kemampuan menjangkau, menggunakan dan mempengaruhi pranata- pranata masyarakat, seperti lembaga kesejahteraan sosial, pendidikan, kesehatan, (5) sumber-sumber: kemampuan memobilisasi sumber-sumber formal, informal dan kemasyaratan, (6) aktivitas ekonomi: kemampuan memanfaatkan dan mengelola mekanisme produksi, distribusi, dan pertukaran barang serta jasa, dan (7) reproduksi: kemampuan dalam kaitannya dengan proses kelahiran, perawatan anak, pendidikan dan sosialisasi.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Infrastruktur dan Peningkatan Ekonomi Ma

Infrastruktur dan Peningkatan Ekonomi Ma

Kemiskinan di perdesaan masih menjadi alasan tantangan pembangunan nasional saat ini. Dari data hasil sensus penduduk tahun 2010, dapat dilihat bahwa hampir 60 persen atau sebagian penduduk Indonesia berada di kawasan perdesaan. Kemiskinan di desa juga dibarengi dengan belum meratanya pembangunan infrastruktur, sehingga harga barang dan juga biaya ekonomi

3 Baca lebih lajut

Zakat: Instrumen Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Zakat: Instrumen Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Sebagian besar kaum Muslim masih akrab dengan kemiskinan. Kondisi ini seringkali menyebabkan banyak masyarakat Muslim kita tidak mampu mendapatkan pendidikan yang memadai dan pada akhirnya membuat merekaterjebak dan sulit keluar dari belenggu kemiskinan dan keterbelakangan. Kehidupan sosial-ekonomi negeri ini dirasakan belum memberikan proteksi bagi kelompok lemah, sehingga entitas ini sangat mudah ditindas oleh golongan pemilik modal besar. Sebagai Negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, tidak berlebihan jika zakat dijadikan alat untuk menstimulasi pertumbuhan perekonomian secara mikro maupun makro dengan mentransformasikan zakat dari sebatas nilai dan kewajiban relijius dalam masyarakat Islam menjadi salah satu instrument penting pembangunan ekonomi Indonesia. Dengan hitungan kuantitatif umat Islam yang sangat besar, tentunya potensi zakat di Indonesia sungguh sangat melimpah. Namun dari Rp 216 triliun potensi zakat yang bisa diperoleh tersebut, ternyata baru terserap sekitar 1% atau Rp 2,73 triliun. Kondisi ini ditengarai terjadi karena belum tumbuhnya kesadaran akan penting dan manfaat zakat, serta kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat. Untuk itu sudah saatnya pemerintah meninjau dan mempertimbangkan kembali pentingnya menjadikan zakat sebagai instrument penting pembangunan perekonomian nasional dan peningkatan devisa negara di samping instrument fiscal atau ekonomi lainnya dengan bersinergi dengan para ulama dan pemuka agama agar pemanfaatan zakat dapat teroptimalkan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENINGKATAN NILAI EKONOMI LIMBAH KULIT IKAN PARI TERSAMAK

PENINGKATAN NILAI EKONOMI LIMBAH KULIT IKAN PARI TERSAMAK

A: kulit ikan pari utuh, B: pola kulit ikan pari untuk produk utama yang hanya memanfaatkan bagian mutiara terbesar, C: limbah kulit ikan pari setelah pemanfaatan kul[r]

43 Baca lebih lajut

ANALISIS ARAH KEBIJAKAN EKONOMI TERHADAP SEKTOR PENDIDIKAN DALAM PENINGKATAN IPM

ANALISIS ARAH KEBIJAKAN EKONOMI TERHADAP SEKTOR PENDIDIKAN DALAM PENINGKATAN IPM

konsumsi rumah tangga yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi akan terus mengalami pening katan seiring membaiknya daya beli masyarakat. Dari aspek lain, peningkatan produktivitas serta diversifikasi pada Sektor Pertanian dengan program unggulan lingkup rumpun hijau, diharapkan mampu mendorong pertumbuhanan ekonomi dari sisi pena- waran. Lebih lanjut, kendala disektor Pertam bangan baik untuk PT. NNT maupun lainnya relatif sudah dapat terselesaikan. Disamping hal tersebut dengan telah beroperasinya Bandar Internasional Lombok (BIL) akan mempermudah arus transporatsi sehingga akhirnya akan meningkatkan kinerja sektor perda gangan, hotel dan restaurant dengan demikian pada akhirnya mampu meningkatkan pertumbuhan ekono mi.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PERAN KELEMBAGAAN PEMUDA DALAM MENGATASI MASALAH EKONOMI KELUARGA

PENINGKATAN PERAN KELEMBAGAAN PEMUDA DALAM MENGATASI MASALAH EKONOMI KELUARGA

Situasi perekonomian global telah memaksa Bangsa kita menghadapi tantangan ekonomi yang sangat besar serta kesulitan finansial yang berat. Terbatasnya sumber-sumber ekonomi menjadi penghalang yang besar bagi kesejahteraan sosial. Begitu banyak orang yang tak memiliki pekerjaan, hidup dalam kemiskinan dan tidak pernah tahu bagaimana memperoleh kemajuan secara ekonomi. Dan para pemuda, terutama lulusan tanpa pengalaman kerja, yang tidak memiliki persiapan, tanpa pengalaman, dan bahkan dalam banyak kasus, kurang berpendidikan, merasakan pengaruh yang amat besar. Meski demikian, kondisi ini justru memaksa kita untuk mencari sejumlah strategi demi mengoptimalkan kekayaan alam dan sumber daya manusia yang amat kaya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. ekonomi yang lebih menekankan pada peningkatan Income Per Capita

BAB I PENDAHULUAN. ekonomi yang lebih menekankan pada peningkatan Income Per Capita

Dalam pengertian sehari-hari sektor informal diartikan suatu kegiatan ekonomi yang tidak bersifat terikat dan biasanya dilakukan transaksi jual beli atau perdagangan ataupun jasa yang lokasi dagangannya berpindah-pindah dan mempunyai modal yang kecil atau disebut pedagang kecil. Sektor informal adalah dicirikan oleh sektor ekonomi marginal dengan kondisi nyata kegiatan sejumlah tenaga kerja yang umumnya kurang berpendidikan, tidak punya keterampilan (Yetty Sardjono, 2005: 25).

10 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PEMBELAJARAN EKONOMI KONSEP PRINSIP EKONOMI MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DI SMP N 2 TODANAN.

PENINGKATAN PEMBELAJARAN EKONOMI KONSEP PRINSIP EKONOMI MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DI SMP N 2 TODANAN.

Untuk mencapai hasil yang maksimal, diharapkan guru dapat merencanakan pembelajaran ekonomi khususnya dalam pembelajaran konsep prinsip ekonomi dalam bentuk rencana pelaksanaana pembelajaran yang detail, melaksanakan sesuai dengan rencana yang telah dibuat, dan melakukan evaluasi terhadap hasil pembelajaran. Evaluasi pada dasarnya adalah memberikan pertimbangan atau harga nilai berdasarkan kriteria tertentu, untuk mendapatkan evaluasi kuantitatif dan kualitatif, sehingga tidak boleh dilakukan sekehendak hati guru (Djamarah, 2005: 246).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KEBIJAKAN EKONOMI DAN PENINGKATAN DAYA SAING INDONESIA MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015 Suharyono

KEBIJAKAN EKONOMI DAN PENINGKATAN DAYA SAING INDONESIA MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015 Suharyono

Globalisasi mendorong meningkatnya hubungan ketergantungan antar bangsa dan antar negara di seluruh dunia. Hubungan ketergantungan ini meliputi berbagai bidang, baik bidang pertahanan dan keamanan, ekonomi, politik maupun sosial budaya. Hubungan ketergantungan ini semakin dibutuhkan antara satu negara dengan negara lain untuk menciptakan masa depan dunia sebagaimana yang diimpikan bersama; yaitu dunia dengan tatanan kehidupan yang baru, yang aman, sentosa dan sejahtera. Stiglitz (2003) menjelaskan bahwa globalisasi telah mengurangi perasaan terisolasi yang dirasakan di banyak negara-negara berkembang dan telah memberikan akses kepada masyarakat negara berkembang akan pengetahuan yang mungkin di luar jangkauan orang-orang paling kaya sekalipun di semua negara pada satu abad yang lalu.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KAPASITAS PEMERINTAHAN DAERAH DALAM PROSES MASYARAKAT EKONOMI ASEAN

PENINGKATAN KAPASITAS PEMERINTAHAN DAERAH DALAM PROSES MASYARAKAT EKONOMI ASEAN

Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN hanya tinggal beberapa bulan lagi, Pemerintah Daerah tidak bisa berpangku tangan saja atau menunggu perintah dari Pusat untuk memulai melakukan persiapan di daerah. Seyogyanya jajaran pemerintahan (pusat dan daerah) bergerak serentak untuk mempersiapkan diri mengghadapi MEA 2015 sehingga pada saatnya nanti tidak hanya menjadi "penonton" ataupun "obyek" yang akan merugikan daerah dan masyaraka t itu sendiri. Berdasarkan hasil kajian didaptakan di Kabuapten Buton khususnya, Upaya pengembangan kapasitas dilakukan dengan berbagai cara dan juga mencakup berbagai macam aspek, bilamana merujuk pada tingkatan tersebut diatas, maka upaya pengembangan kapasitas dapat dilakukan melalui:
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...