Peningkatan Hasil Belajar IPS

Top PDF Peningkatan Hasil Belajar IPS:

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PEMANFAATAN MEDIA GOOGLE EARTH BAGI SISWA KELAS VI SDN SAMBENG KECAMATAN BANTARBOLANG KABUPATEN PEMALANG TAHUN PELAJARAN 2011-2012.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PEMANFAATAN MEDIA GOOGLE EARTH BAGI SISWA KELAS VI SDN SAMBENG KECAMATAN BANTARBOLANG KABUPATEN PEMALANG TAHUN PELAJARAN 2011-2012.

Handoko, Sigit (1102407027). Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Pemanfaatan Media Google Earth Bagi Siswa Kelas VI SDN Sambeng Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang Tahun Pelajaran 2011- 2012. Dosen Pembimbing I: Drs. Kustiono, M.Pd. Dosen Pembimbing II: Drs, Budiyono. M.S.

1 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN METODE  Peningkatan Hasil Belajar IPS Dengan Metode Jigsaw Pada Siswa Kelas VII SMP Pancasila 5 Slogohimo Wonogiri Tahun Ajaran 2011/2012.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN METODE Peningkatan Hasil Belajar IPS Dengan Metode Jigsaw Pada Siswa Kelas VII SMP Pancasila 5 Slogohimo Wonogiri Tahun Ajaran 2011/2012.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPS Ekonomi siswa dengan metode Jigsaw pada siswa Kelas VII SMP Pancasila 5 Slogohimo Wonogiri Tahun Ajaran 2011/2012. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subyek penerima tindakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Pancasila 5 Slogohimo Wonogiri Tahun Ajaran 2011/2012 sebanyak 30 siswa yaitu 8 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui metode observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data secara deskriptif kualitatif dengan model interaktif. Hasil penelitian adalah adanya peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini dilihat dari banyaknya prosentase ketuntasan belajar siswa yang mendapat nilai lebih dari sama dengan 65 sebelum tindakan adalah 9 siswa (30%), putaran I sebesar 11 siswa (36,67%), putaran II sebesar 18 siswa (60%) dan pada putaran terakhir mencapai 28 siswa (93,33%). Serta adanya peningkatan nilai rata-rata kelas dari sebelum tindakan 54,67 menjadi 61,17 pada putaran I, meningkat menjadi 66,67 pada putaran II dan meningkat lagi menjadi 74,17 pada putaran terakhir. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penerapan metode Jigsaw dalam pembelajaran Ekonomi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Pancasila 5 Slogohimo Wonogiri Tahun Ajaran 2011/2012.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN METODE  Peningkatan Hasil Belajar IPS Dengan Metode Jigsaw Pada Siswa Kelas VII SMP Pancasila 5 Slogohimo Wonogiri Tahun Ajaran 2011/2012.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN METODE Peningkatan Hasil Belajar IPS Dengan Metode Jigsaw Pada Siswa Kelas VII SMP Pancasila 5 Slogohimo Wonogiri Tahun Ajaran 2011/2012.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPS Ekonomi siswa dengan metode Jigsaw pada siswa Kelas VII SMP Pancasila 5 Slogohimo Wonogiri Tahun Ajaran 2011/2012. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subyek penerima tindakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Pancasila 5 Slogohimo Wonogiri Tahun Ajaran 2011/2012 sebanyak 30 siswa yaitu 8 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui metode observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data secara deskriptif kualitatif dengan model interaktif. Hasil penelitian adalah adanya peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini dilihat dari banyaknya prosentase ketuntasan belajar siswa yang mendapat nilai lebih dari sama dengan 65 sebelum tindakan adalah 9 siswa (30%), putaran I sebesar 11 siswa (36,67%), putaran II sebesar 18 siswa (60%) dan pada putaran terakhir mencapai 28 siswa (93,33%). Serta adanya peningkatan nilai rata-rata kelas dari sebelum tindakan 54,67 menjadi 61,17 pada putaran I, meningkat menjadi 66,67 pada putaran II dan meningkat lagi menjadi 74,17 pada putaran terakhir. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penerapan metode Jigsaw dalam pembelajaran Ekonomi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Pancasila 5 Slogohimo Wonogiri Tahun Ajaran 2011/2012.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MEDIA VISUAL DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS TENTANG PERJUANGAN PARA TOKOH MEMPERSIAPKAN KEMERDEKAAN PADA SISWA KELAS V SD NEGERI WATUDUWUR TAHUN AJARAN 2015 2016 | Hertantiani | KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN 8058 1

PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MEDIA VISUAL DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS TENTANG PERJUANGAN PARA TOKOH MEMPERSIAPKAN KEMERDEKAAN PADA SISWA KELAS V SD NEGERI WATUDUWUR TAHUN AJARAN 2015 2016 | Hertantiani | KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN 8058 1

Selain dengan pendekatan saintifik, untuk meningkatkan hasil belajar siswa diperlukan media pembelajaran yang menarik bagi siswa.Salah satu media pembelajaran yaitu media visual. Media visual adalah media yang dapat ditangkap atau dilihat menggunakan indra penglihatan yaitu mata. Arsyad (Asyhar, 2011: 53), mengemukakan unsur-unsur yang terdapat pada media visual terdiri dari garis, bentuk, warna, dan tekstur.Anitah (2009: 128) mengemukakan, media visual juga disebut medai pandang, karena seseorang dapat menghayati media tersebut melalui penglihatannya. Sanjaya (2013: 172) berpendapat, media visual adalah media yang hanya dapat dilihat saja, tidak mengandung unsur suara. Hal ini diperkuat dengan penelitian yang telah dilaksanakan olehSoebrototahun 2009 tentang pengaruh media visual di ruang kelas terhadap minat dan hasil belajar kimia siswa kelas X SMA Negeri 1 Boja.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Peningkatan Hasil Belajar IPS melalui Penerapan Metode Diskusi dengan Tindakan Reflektif

Peningkatan Hasil Belajar IPS melalui Penerapan Metode Diskusi dengan Tindakan Reflektif

Soal kuis yang diberikan oleh guru membuat siswa kesulitan untuk mencari jawaban dibuktikan dengan banyak siswa yang bertanya kepada teman sebelah dan sekitar tempat duduk, setelah selesai menjawab siswa diminta untuk mengumpulkan lembar jawaban. total siswa 39 ada 15 siswa yang mencapai ketuntasan belajar individual dan ada 24 siswa tidak mencapai ketuntasan belajar individual, sedangkan ketuntasan secara klasikal 15/39 x 100% = 38,5% dari 39 siswa yang mengikuti tes. Hal ini berarti 60% dari siswa belum mencapai ketuntasan individual dan klasikal sebelum penerapan metode tindakan reflektif.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MENGGUNAKA

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MENGGUNAKA

Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada siswa kelas 6 SD Negeri 3 Genengadal dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan antara lain perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi atau arsip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS tentang bencana alam siswa kelas 6 SD Negeri 3 Genengadal. Persentase kenaikan jumlah siswa yang mencapai ketuntasa n belajar minimal (KKM) antara lain: pada pra siklus ketuntasan KKM sebesar 31,25%, pada siklus I ketuntasan KKM meningkat mencapai 56,25%, dan pada siklus II ketuntasan KKM meningkat hingga mencapai 81,25%.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MENGGUNAKAN TALKING STICK DI SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MENGGUNAKAN TALKING STICK DI SEKOLAH DASAR

Dari peneliaian hasil belajar siswa selama tiga siklus tersebut, dapat dilihat bahwa nilai siswa mengalami peningkatan dari sebelum diberi tindakan, hal ini dikarenakan pemebelajaran menggunakan teknik Talking Stick dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menarik menumbuhkan suasana yang aktif di antara siswa sehingga suasana kelas terlihat lebih hidup dan tidak monoton. Seperti yang diungkapkan oleh Imas Kurniasih dan Berlin Sani (2015 : 83) “Dengan model pembelajaran ini (Model Cooperative Learning teknik Talking Stick) suasana kelas bisa terlihat lebih hidup dan tidak monoton”.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

peningkatan hasil belajar ips melalui model konstruktivistik berbantuan media pembelajaran yusri dan

peningkatan hasil belajar ips melalui model konstruktivistik berbantuan media pembelajaran yusri dan

Dari hasil penelitian tindakan kelas pada siklus II diperoleh kesimpulan bahwa aktivi- tas dan minat belajar siswa sebesar 82,66 sudah berada pada angka 81-100 dengan kategori “Sangat Tinggi”. Artinya persentase aktivi- tas dan minat belajar siswa berdasarkan angket sudah sesuai dengan indikator pencapaian penel- itian yang ditetapkan. Sedangkan hasil belajar siswa pada siklus II memperoleh rata-rata nilai sebesar 82,66 dan angka persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 93,75%. Artinya nilai rata-rata 82,66 ≥ 75 dan angka ketuntasan bela- jar siswa sebesar 93,75 ≥ 85%. Hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak dua siklus, secara empiris mampu menjawab rumu- san masalah yang telah disusun sebelumnya. Penerapan model konstruktivistik berbantuan media pada mata pelajaran IPS mampu men- ingkatkan kualitas pembelajaran, pengalaman belajar siswa, aktivitas dan minat belajar siswa, hasil belajar siswa, kreativitas siswa dan motivasi siswa. Hal tersebut dikarenakan kegiatan pemb- elajaran dengan model konstruktivistik berban- tuan media dilakukan dengan melibatkan siswa secara penuh untuk menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situ- asi kehidupan nyata siswa.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN METODE  PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN METODE JIGSAW PADA SISWA KELAS V SD N JIRAPAN III MASARAN SRAGEN TAHUN AJARAN 2010/2011.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN METODE PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN METODE JIGSAW PADA SISWA KELAS V SD N JIRAPAN III MASARAN SRAGEN TAHUN AJARAN 2010/2011.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa metode Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V SD Negeri Jirapan III Masaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subyek penerima tindakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Jirapan III Masaran Tahun Ajaran 2010/2011 sebanyak 22 siswa yaitu 7 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui metode observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data secara deskriptif kualitatif dengan model interaktif. Hasil penelitian adalah adanya peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini dilihat dari banyaknya prosentase ketuntasan belajar siswa yang mendapat nilai lebih dari sama dengan 65 sebelum tindakan adalah 8 siswa (37%), putaran I sebesar 13 siswa (59%), putaran II sebesar 16 siswa (73%) dan pada putaran terakhir mencapai 19 siswa (86%). Serta adanya peningkatan nilai rata-rata kelas dari sebelum tindakan 59,09 menjadi 64,55 pada putaran I, meningkat menjadi 69,32 pada putaran II dan meningkat lagi menjadi 75,68 pada putaran terakhir. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penerapan metode Jigsaw dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V di SD Negeri Jirapan III Masaran.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

  PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V MELALUI PERMAINAN MONOPOLI DI SD MUHAMMADIYAH 7 SURAKARTA                                                          Peningkatan Hasil Belajar Ips Pada Siswa Kelas V Melalui Permainan Monopoli Di Sd Muhamma

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V MELALUI PERMAINAN MONOPOLI DI SD MUHAMMADIYAH 7 SURAKARTA Peningkatan Hasil Belajar Ips Pada Siswa Kelas V Melalui Permainan Monopoli Di Sd Muhamma

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas V melalui Permainan Monopoli di SD Muhammadiyah 7 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas V SD Muhammadiyah 7 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan wawancara ,observasi, test, dan dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif. Validitas data yang dilakukan adalah dengan trianggulasi data. Hasil Penelitian Tindakan Kelas menunjukkan bahwa dengan pendekatan CTL (Contextual Teaching And Learning) melalui Permainan Monopoli terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas V di SD Muhammadiyah 7 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012. Hasil belajar siswa di atas KKM (60), pada siklus I: 60 % dan siklus II: 90%. Melihat bukti di atas, hasil anlisis data, dan pembahasannya, dapat diambil kesimpulannya seperti berikut ini: (1) Permainan Monopoli yang dibuat dengan baik dan digunakan secara intensif mampu meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas V di SD Muhammadiyah 7 Surakarta, (2) Penggunaan Permainan Monopoli dalam proses pembelajaran juga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN MODEL PROBLEM SOLVING BERBANTUAN MEDIA GAMBAR

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN MODEL PROBLEM SOLVING BERBANTUAN MEDIA GAMBAR

siswa dalam pembelajaran, yaitu; (1) belum mencapai nilai KKM yang di tentukan yaitu ≤70 (50%, yaitu 6 dari 12 siswa belum mencapai KKM); (2) kurang aktif dalam pembelajaran; (3) Sebagian siswa merasa jenuh dengan model pembelajaran yang dilaksanakan. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus I dan II terjadi peningkatan Keterampilan Mengajar Guru. Hasil pengamatan tersebut dinyatakan dengan persentase dalam diagram 1. Diagram 1. Peningkatan Keterampilan Guru Siklus I dan Siklus II

7 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Model Pembelajaran TGT Siswa Kelas 4 SD Negeri Seworan Wonosegoro Boyolali Semester 2 Tahun Pelajaran 2015/2016

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Model Pembelajaran TGT Siswa Kelas 4 SD Negeri Seworan Wonosegoro Boyolali Semester 2 Tahun Pelajaran 2015/2016

Kurang memuaskannya kenyataan terhadap harapan semua pihak, menjadi latar belakang dalam mengadakan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas (PTK) dengan judul ” Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Pembelajaran Model TGT ( Teams Games Tournament ) Siswa Kelas IV SD N Seworan Kecamatan Wonosegoro Kabupaten Boyolali Semester II Tahun 2015- 2016”.

6 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL MAKE A

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL MAKE A

Alhamdulillah, dengan mengucap syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui M odel Make A Match Berbantuan Media Kartu Gambar Siswa Kelas V SDN Rejosari 1 Demak” ini sebagai salah satu syarat untuk meraih gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Muria Kudus.

23 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS SISWA MELA

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS SISWA MELA

Berdasarkan hasil diskusi bersama pembimbing dari LPMP Sumut dan UNIMED dipilihlah Model Kooperatif Tipe Grup Investigasi sebagai pemecahan masalah peneliti .Dalam model ini guru hanya berperan sebagai mediator, fasilitator, dan pemberi kritik yang bersahabat. Seyogianya guru membimbing dan mencerminkan kelompok melalui tiga tahap: (a) tahap pemecahan masalah; (b) tahap pengelolaan kelas; (c) tahap pemaknaan secara perorangan. Ditempuhnya tiga tahapan tersebut, diharapkan proses pembelajaran dapat menghasilkan proses belajar yang lebih baik dan siswa lebih menyeluruh dalam mendalami materiyang disampaikan oleh guru.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Peningkatan Hasil Belajar IPS Siswa kela

Peningkatan Hasil Belajar IPS Siswa kela

Berdasarkan hasil observasi yang diperoleh di siklus II dapat diketahui bahwa selama kegiatan belajar mengajar sudah baik dari siswa maupun guru. Siswa sudah mulai paham dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Siswa dengan anggota kelompoknya mulai aktif berdiskusi untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru, ikut memberikan pendapat dalam pembahasan di kelompoknya, serta bersama-sama mencari kesimpulan dari persoalan yang dibahas. Suasana kelas terlihat cukup tertib dan aman, tidak terlalu gaduh seperti pada saat pertemuan di siklus I, masing-masing kelompok mencatat informasi yang disampaikan oleh kelompok lain dan menanggapinya, diskusi terasa hidup dan terarah sehingga belajar dapat berjalan dengan baik.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI COOPERATIVE LEARNING.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI COOPERATIVE LEARNING.

Pendidikan IPS bertujuan untuk membina anak didik menjadi warga negara yang baik, yang memiliki pengetahuan, ketrampilan, dan kepedulian sosial yang berguna bagi dirinya sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Untuk merealisasikan tujuan tersebut, maka proses pembelajaran tidak hanya terbatas pada aspek-aspek pengetahuan ( kognitif ) dan ketrampilan ( psikomotor ) saja melainkan meliputi juga aspek akhlak ( affektif ) dalam menghayati serta menyadari kehidupan yang penuh dengan masalah, tantangan, hambatan, dan persaingan ( Nursid Sumaatmadja, dkk 2005:10 ). Sedang pendekatan yang digunakan dalam mempelajari IPS adalah Pendekatan Inter-disiplin ( interdisciplinary approach ).
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus  Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus Repositori Universitas Muria Kudus

Prastiyo, Abib Dwi. 2017. Penerapan Model Numbered Heads Together (NHT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SD 5 Gondangmanis. Skripsi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus. Dosen Pembimbing (1) Dr. Sri Utaminingsih, M.Pd (2) Erik Aditia Ismaya, M.A. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsiksikan peningkatkan keterampilan mengajar guru dalam pembelajaran IPS dan mendeskripsiskan peningkatan hasil belajar IPS ranah kognitif, afektif dan psikomotorik siswa kelas V SD 5 Gondangmanis melalui penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) pada siswa kelas V SD 5 Gondangmanis.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Kata-kata kunci: konsep diri, Hasil Belajar IPS

Kata-kata kunci: konsep diri, Hasil Belajar IPS

Dari hasil tersebut di atas disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan konsep diri dengan hasil belajar IPS, dan 15,0% perubahan variansi hasil belajar IPS dapat dijelaskan oleh perubahan variansi konsep diri siswa. Temuan ini sesuai dengan hasil kajian yang dilakukan oleh Chairiyati (2013) berperan positif terhadap prestasi akademik. Namun hasil kajian Sven. Janosch, Jan. Marcus & Jan (2013) Konsep diri laki-laki lebih tinggi dari pada perempuan namum konsep diri tidak mempengaruhi hasil belajar mereka. Oleh sebab itu perlu kajian yang lebih mendalam untuk membuktikan hubungan konsep diri dengan hasil belajar.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

T1 202012058 Full text

T1 202012058 Full text

Penelitian ini bertujuan mengembangkan mobile learning matematika pada materi trigonometri bagi siswa kelas X SMA. Mobile learning adalah media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi, dan komunikasi. Media ini unik karena siswa dapat mengakses materi pembelajaran, arahan dan aplikasi yang berkaitan dengan pembelajaran, kapan pun dan di mana pun. Mobile learning matematika dikembangkan dengan menggunakan software Corel Draw X7 sebagai sarana desain media dan pengaturan tampilan, selanjutnya menggunakan software online yaitu MIT Inventor untuk membuat aplikasi berbasis android. Model pengembangan ADDIE ( analysis, desain, development, implementation and evaluation ) digunakan dalam penelitian ini. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 3.2 SMA Negeri 1 Salatiga. Instrumen yang digunakan dalam penelitian meliputi angket gaya belajar siswa, lembar validasi media, soal pretest dan posttest, lembar kepraktisan, dan lembar pendapat siswa. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif berdasarkan hasil analisis validasi mobile learning matematika pada materi trigonometri memperoleh persentase aspek tampilan sebesar 87% yang termasuk dalam kategori sangat baik dan aspek materi memperoleh persentase sebesar 82,5% yang termasuk dalam kategori baik. Hasil analisis lembar kepraktisan menunjukan persentase sebesar 81,2% termasuk dalam kategori baik. Mobile learning matematika efektif digunakan sebagai suplemen dalam pembelajaran trigonometri karena terjadi peningkatan hasil posttest siswa sebesar 0,71 dengan menggunakan aturan perhitugan N Gain termasuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan analisis pendapat siswa mobile learning matematika mendapat respons yang positif dan layak dikembangakan untuk materi lain.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENINGKATAN MOTIVASI  DAN  HASIL BELAJAR IPS                     MELALUI PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL                                               Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar IPS Melalui Penerapan Media Audio Visual Pada Siswa Kelas V SDN 01 M

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar IPS Melalui Penerapan Media Audio Visual Pada Siswa Kelas V SDN 01 M

This study aims to improve motivation and learning outcomes IPS trought the application of audio visual media such as video on fifth grade students of SDN 01 Macanan year 2015/2016. The subjects of research that teachers fifth grade and fifth grade students of SDN 01 Macanan year 2015/2016 a number of 29 students. This research is a class act. The experiment was conducted during two cycles or four meetings. Collecting data throught interviews, observation, testing and documentation. As for validity of the data using triangulation techniques and content validity. Data analysis process includes planning, data reduction, data presentation, and conclusion.The result showed an increase of motivation and learning outcomes. Enhancement of motivation to learn can be shown on the indicators include: 1) Enthusiastic learning incresead from 41,37% (pre cycle), 62,07% (the first cycle of meeting 1), 65,52%(the fisrt cycle of meeting 2), 72, 41% (cycle II of meeting 1), 86,21% (cycle II meeting 2). 2) Ductile face difficulties increased from 41,37% (pre cycle), 62,07%(the first cycle meeting 1), 65,52% (the first cycle meeting 2), 75,86% (cycle II meeting 1), 82,76% (cycle II meeting 2). 3) Persistence working increase of 44,82% (pre cycle), 65,52% ( cycle I meeting 1), 68,96 ( cycle I meeting 2), 75,86% ( cycle II meeting 1), 86,21% (cycle II meeting 2). 4) The interest to study increased from 44,82% (pre cycle), 68,96% (cycle I meeting 1), 72,41% (cycle I meeting 2), 75,86% (cycle 2 meeting 1), 82,76% (cycle II meeting 2). 5) Attention studied increased from 44, 82% (pre cycle), 68,96% (cycle I meeting 1), 75,86% (cycle I meeting 2), 79,31 % ( cycle II meeting 1), 86,21% (cycle II meeting 2). 6) Creating of conducive learning environment increased from 51,72% (pre cycle), 75,86% (cycle I meeting 1), 82,76% (cycle I meeting 2), 86,21% ( cycle II meeting 1), 93,10% (cycle II meeting 2). While the learning outcomes increased from 37,93% (pre cycle), 72,41% (first cycle) to 86,21% (cycle II). The conclusion of this study is throught the application of audio visual media such as video can improve motivation and learning outcomes IPS fifth grade students of SDN 01 Macanan year 2015/2016.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...