peningkatan keterlibatan dan hasil belajar

Top PDF peningkatan keterlibatan dan hasil belajar:

PENINGKATAN KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN REALISTIK Alkusaeri

PENINGKATAN KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN REALISTIK Alkusaeri

Namun demikian, berdasarkan hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran matematika di kelas V MI NW 02 Kembang Kerang Kec. Aikmel Lotim pada umumnya hanya menekankan pada pencapaian kurikulum dan penyampaian tekstual semata, kurang mengembangkan kemampuan belajar dan membangun individu. Guru meminimalkan keterlibatan siswa secara aktif, karena guru berceramah dari awal hingga pembelajaran berakhir. Guru jarang mengaitkan pembelajaran dengan hal-hal nyata di sekitar siswa. Siswa lebih banyak mendengar dan menunggu sajian guru daripada mencari dan menemukan sendiri pengetahuan serta keterampilan yang mereka butuhkan. Hal inilah yang menyebabkan pemahaman prestasil belajar matematika siswa menjadi rendah.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PARTISIPASI BELAJAR PKn MELALUI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN WORD SQUARE  PADA SISWA                   PENINGKATAN PARTISIPASI BELAJAR PKn MELALUI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN WORD SQUARE PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI I KANDANGREJO KABUP

PENINGKATAN PARTISIPASI BELAJAR PKn MELALUI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN WORD SQUARE PADA SISWA PENINGKATAN PARTISIPASI BELAJAR PKn MELALUI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN WORD SQUARE PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI I KANDANGREJO KABUP

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri I Kandangrejo melalui strategi pembelajaran word square. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian ini adalah peneliti yang bertindak sebagai guru dan siswa kelas IV SD Negeri I Kandangrejo yang berjumlah 20 siswa. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari tiga tahap yakni reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan partisipasi belajar siswa dalam pelajaran PKn meliputi indikator yaitu pada pra siklus kerja sama dan keterlibatan siswa dalam kelompok sebanyak 30% meningkat pada siklus I 60% dan terjadi peningkatan siklus II 85%, mengajukan pertanyaan pra siklus 25% meningkat pada siklus I 65% dan terjadi peningkatan siklus II 80% , berani memberikan tanggapan terhadap jawaban siswa lain pra siklus 20%, meningkat pada siklus I 50%, dan terjadi peningkatan siklus II 75%, mengerjakan soal di depan kelas pra siklus 35%, meningkat pada siklus I 70%, dan terjadi peningkatan siklus II 90%, menjawab pertanyaan yang diajukan guru maupun siswa lain pra siklus 30%,meningkat pada siklus I 60%, dan tejadi peningkatan siklus II 80%. Selain peningkatan indikator partisipasi, hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yaitu tingkat ketuntasan belajar pra siklus hanya mencapai 25% atau 5 siswa, kemudian pada siklus I mencapai 15 siswa atau 75% dan meningkat pada siklus II mencapai 18 siswa atau 90%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran word square dapat meningkatkan partisipasi belajar PKn pada siswa kelas IV SD Negeri I Kandangrejo Kabupaten Grobogan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI

Kedua, bermain peran memungkinkan para peserta didik untuk mengungkapkan perasaannya yang tidak dapat dikenal tanpa bercermin pada orang lain. Mengungkapkan perasaan untuk mengurangi beban emosional merupakan tujuan utama dari psikodrama (jenis bermain peran yang lebih menekankan pada penyembuhan). Namun demikian, terdapat perbedaan penekanan antara bermain peran dalam konteks pembelajaran dengan psikodrama. Bermain peran dalam konteks pembelajaran memandang bahwa diskusi setelah pemeranan dan pemeranan itu sendiri merupakan kegiatan utama dan integral dari pembelajaran; sedangkan dalam psikodrama, pemeranan dan keterlibatan emosional pengamat itulah yang paling utama. Perbedaan lainnya,
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY DENGAN MULTIREPRESENTASI UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERLIBATAN BELAJAR SISWA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY DENGAN MULTIREPRESENTASI UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERLIBATAN BELAJAR SISWA

Penguasaan konsep dan keterlibatan belajar siswa merupakan indikator yang harus di capai siswa dalam pembelajaran fisika. Model pembelajaran guided inquiry dengan multipresentasi merupakan salah satu solusi untuk dapat meningkatkan penguasaan konsep dan keterlibatan belajar siswa. Tujuan penelitian meliputi: mengetahui adanya peningkatan penguasaan konsep dan keterlibatan belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran guided inquiry dengan multirepresentasi dan mengetahui profil penguasaan konsep dan keterlibatan belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode pre- test pos-test one group design. Populasiya yaitu siswa kelas XI IPA SMA N 1 Petarukan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Kelas XI IPA 1 dan XI IPA 5 dipilih sebagai kelompok treatment. Data hasil penelitian diperoleh dengan metode tes berupa test tertulis dan non-tes berupa lembar observasi keterlibatan belajar siswa yang dianalisis dengan menggunakan uji gain, dan uji t. Hasil penelitian meliputi: uji gain peningkatan rata-rata penguasaan konsep siswa diperoleh <g>=0,605. Uji gain peningkatan rata-rata keterlibatan belajar siswa diperoleh <g>=0,28 dari pertemuan 1 ke 2, <g>=0,35 dari pertemuan 2 ke 3 dan <g>=0,529 dari pertemuan 1 ke 3. Uji t satu pihak kanan dari hasil penelitian diperoleh t hitung = 2,931 > t Tabel = 2,007 dengan taraf
Baca lebih lanjut

146 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MENGGUNAKA

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MENGGUNAKA

Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada siswa kelas 6 SD Negeri 3 Genengadal dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan antara lain perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi atau arsip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS tentang bencana alam siswa kelas 6 SD Negeri 3 Genengadal. Persentase kenaikan jumlah siswa yang mencapai ketuntasa n belajar minimal (KKM) antara lain: pada pra siklus ketuntasan KKM sebesar 31,25%, pada siklus I ketuntasan KKM meningkat mencapai 56,25%, dan pada siklus II ketuntasan KKM meningkat hingga mencapai 81,25%.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR P

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR P

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui metode kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar pendidikan agama Islam materi sifat wajib bagi Allah SWT pada siswa Kelas VII SMPN 1 Watopute semester I tahun pelajaran 2015/2016. Motivasi belajar PAI materi sifat wajib bagi Allah SWT dari siklus I ke siklus II terdapat peningkatan: aspek tekun (nilai rata-rata meningkat 0,7; persentase naik 15,3%; dari kategori tinggi menjadi amat tinggi), aspek tidak mudah menyerah (nilai rata-rata naik 1,1; prosentase naik 22,4%; dari kategori tinggi menjadi amat tinggi); aspek minat besar (nilai rata-rata, meningkat 1,5; persentase naik 29,4%; dari kategori tinggi menjadi amat tinggi), aspek teguh pendapat (nilai rata-rata, meningkat 1,0; persentase naik 21,2%; dari kategori tinggi menjadi amat tinggi), dan aspek memecahkan masalah (nilai rata-rata naik 0,5; prosentase naik 10,6%; dari kategori tinggi menjadi amat tinggi). Hasil belajar siswa dari kondisi awal ke siklus II mengalami peningkatan, yaitu dari 3 siswa (18%) yang mendapat nilai tuntas menjadi 17 siswa (100%). Terjadi peningkatan sebanyak 14 siswa (82%) dan nilai rata-rata kelas dari 58,4 menjadi 86,9, meningkat sebesar 28,5.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JAS

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JAS

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN PENJASKES PADA PERMAINAN VOLLEY.[r]

1 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI KONSEP

PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI KONSEP

Proses pembelajaran dengan sistem persekolahan saat ini belum menunjukkan hasil yang maksimal. Rendahnya hasil belajar selama ini didasarkan oleh banyak faktor diantaranya karena suasana belajar yang terkesan monoton, guru cenderung memonopoli kegiatan belajar mengajar sementara siswa hanya menjadi pendengar saja. Selain itu penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat dalam proses belajar mengajar. Akibatnya pelajaran IPA khususnya biologi akan semakin terasa membosankan. Oleh karena itu seorang guru harus jeli melihat keadaan belajar siswanya di dalam kelas. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah pemilihan model pembelajaran yang tepat pada saat mengajar. Pembelajaran kooperatif dapat menjadi salah alternatif dalam meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa. Pada prinsipnya model pembelajaran kooperatif bertujuan mengembangkan tingkah laku kooperatif antar siswa sekaligus membantu siswa dalam pelajaran akademisnya. Pada kenyataannya, setiap anak akan lebih mudah untuk memahami dan mengingat pelajaran atau apa saja yang diterimanya jika dapat melakukan sendiri, menyelesaikan sendiri bukan hanya mendengar dan melihat saja. Ada banyak variasi pendekatan dalam model pembelajaran kooperatif. Setiap pendekatan memberi penekanan pada tujuan tertentu yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Khususnya model pembelajaran kooperatif tipe Numbered heads together (NHT) adalah pendekatan yang dikembangkan untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. Pembelajaran kooperatif tipe NHT ini selalu diawali dengan membagi kelas menjadi beberapa kelompok dengan masing-masing anggota mendapat nomor berbeda. Penomoran ini sebagai ciri khas dari pembelajaran kooperatif tipe NHT menjadi kelebihan tersendiri dalam penerapannya. Penomoran bagi setiap siswa dapat menimbulkan rasa tanggung jawab terhadap nomor anggota masing-masing dalam kelompoknya, sehingga siswa termotivasi dan aktif dalam proses pembelajaran. Teknik ini juga memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk saling memberikan ide-ide jawaban yang paling tepat dari pengetahuan dan pengalaman masing-masing dalam kehidupannya. Karena sesungguhnya, pelajaran akan lebih menarik dan berhasil, apabila dihubungkan dengan pengalaman-pengalaman di mana anak dapat melihat, berbuat, berfikir bersama dan saling memberikan semangat. Dengan diterapkannya pembelajaran kooperatif tipe NHT ini diharapkan penguasaan konsep dan hasil belajar siswa memuaskan dan meningkat
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Peningkatan Hasil Belajar Ilmu Pengetahu

Peningkatan Hasil Belajar Ilmu Pengetahu

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ......................................................... 3.2 Subjek Penelitian ............................................................................. 3.3 Prosedur Kerja Penelitian ................................................................ 3.4 Kolaborator ..................................................................................... 3.5 Metode Pengumpulan Data ............................................................. 3.6 Teknik Analisis Data ....................................................................... BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Peningkatan Hasil Belajar Matematika\LAPORAN

Peningkatan Hasil Belajar Matematika\LAPORAN

Apabila kemudian hari ditemukan seluruh bagian laporan pkp ini bukan hasil karya saya sendiri atau adanya plagiasi dalam bagian-bagian tertentu, saya bersedia menerima sanksi, termasuk pencabutan gelar akademik yang saya sandang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

9 Baca lebih lajut

PERAN KETERLIBATAN ORANG TUA DAN REGULASI DIRI DALAM BELAJAR TERHADAP  Peran Keterlibatan Orangtua dan Regulasi Diri Dalam Belajar Terhadap Prokrastinasi Akademik Siswa.

PERAN KETERLIBATAN ORANG TUA DAN REGULASI DIRI DALAM BELAJAR TERHADAP Peran Keterlibatan Orangtua dan Regulasi Diri Dalam Belajar Terhadap Prokrastinasi Akademik Siswa.

mekanisme ini meliputi empat aspek, yaitu: a). dorongan orang tua (Parental encouragement) adalah adalah dukungan afektif secara nyata (eksplisit) dari orang tua terhadap aktifitas-aktifitas siswa yang terkait dengan dunia yang berhubungan dengan pendidikan dan pembelajaran. b). modeling orang tua (parental modeling) adalah Pemodelan orang tua yang berhubungan dengan pembelajaran siswa yang diperoleh dari modeling atas perilaku pro sosial dari orang tua. c). pengukuhan orang tua (parental reinforcement), berfokus pada perilaku menguatkan dari orang tua yang bertindak untuk mengembangkan dan mempertahankan sifat (atribut) siswa yang diasosiasikan dengan hasil pembelajaran positif, dan d). pengajaran orang tua (parental instruction). adalah terwujud dalam interaksi sosial antara orang tua dan anak selama aktifitas-aktifitas keterlibatan sebagai bagian yang mengikat dalam berbagai pemikiran yang berhubungan dengan proses belajar, hasil, dan keterkaitan dalam strategi pendidikan
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Hubungan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Psikologis dengan Keterlibatan Kognitif Siswa dalam Belajar - Ubaya Repository

Hubungan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Psikologis dengan Keterlibatan Kognitif Siswa dalam Belajar - Ubaya Repository

Keterlibatan kognitif adalah salah satu faktor penting dalam prestasi belajar siswa di sekolah. Keterlibatan kognitif mewujud dalam beberapa bentuk, termasuk regulasi diri, ketekunan, dan penggunaan strategi belajar yang mendalam. Tidak semua siswa memiliki keterlibatan kognitif yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pemenuhan kebutuhan psikologis dasar dengan keterlibatan kognitif siswa di sekolah. Sampel dalam penelitian adalah siswa dan siswi kelas 7 dan 8 SMPK Santo Yusup Tropodo tahun ajaran 2014-2015 yang berjumlah 276 siswa. Pengambilan data dilakukan dengan membagikan angket tertutup dan terbuka kepada siswa saat berada di dalam kelas. Metode angket digunakan dalam mengungkapkan kedua variabel penelitian. Analisis data menggunakan teknik korelasi parametrik dan non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara pemenuhan kebutuhan psikologis dasar dengan keterlibatan kognitif siswa dalam belajar. Secara lebih spesifik, pemenuhan kebutuhan psikologis dasar berkorelasi dengan ketekunan sebesar r=0,204 (p=0,001), dengan regulasi diri sebesar r =0,476 (p =0,000), dan dengan strategi belajar sebesar r = 0,469 (p = 0,000).
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS V SD NEGERI 101775 SAMPALI T.A 2013/2014.

MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS V SD NEGERI 101775 SAMPALI T.A 2013/2014.

Melihat kenyataan di atas, maka perlu diterapkan metode pembelajaran yang dapat mengembangkan aktivitas peserta didik dalam proses belajarnya. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa ialah metode eksperimen. Metode eksperimen merupakan salah satu metode yang sangat melibatkan peran dan aktivitas siswa dalam belajar karena siswa dilibatkan secara langsung untuk melakukan percobaan mengenai suatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan di depan kelas dan dievaluasi oleh guru. Melalui pembelajaran seperti ini siswa akan merasakan pembelajaran yang berkesan dan bermakna serta memungkinkan siswa untuk terlibat aktif secara fisik dan mental serta dapat membuat siswa lebih percaya mengenai kebenaran atau kesimpulan suatu pengetahuan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima informasi dari guru atau buku saja secara verbal.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MEL

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MEL

Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Siswakelas VIII di MTs Al Asyhar Sungonlegowo Bungah Gresik” yang dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2006/2007 dengan jumlah siswa sebanyak 25 orang dan diterapkan selama dua siklus mendapatkan hasil yang dapat disimpulan bahwa penerapan variasi metode pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar geografi siswa kelas VIII B MTs Al Asyhar Sungonlegowo Bungah Gresik. Dan temuan-temuan yang didapat adalah sebagai berikut: (1) aktivitas siswa dengan penerapan variasi metode pembelajaran yang berpusat pada aktivitas siswa mengalami peningkatan; (2) variasi metode pembelajaran dan menggunakan media pembelajaran dapat menciptakan suasana belajar bertambah menarik dan tidak mudah bosan, serta dapat meningkatkan semangat belajar siswa . Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis mencoba menerapkan variasi metode pembelajaran atau yang penulis istilahkan dengan metode pembelajaran variatif pada bidang studi matematika.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Mel

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Mel

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Matematika melalui metode Course Review Horey di Kelas V SD Negeri Semster 1 Tahun Pelajaran 2014/2015. Subjek penelitian ini adalah siwa Kelas V sebanyak jumlah 40 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini terdiri dari 3 siklus, setiap siklua untuk 3 x Pertemuan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan metode Course Review Horey ini dapat meningkatkan hasil belajar Matematika. Pada Pra Siklus nilai rata-rata kelas sebesar 50,01, siklus I menjadi 70,0, siklus II meningkat lagi menjadi 75,02 dan siklus III meningkat menjadi 80.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Keaktifan Belajar dan Hasil Belajar

Keaktifan Belajar dan Hasil Belajar

Model Pembelajaran Kooperatif tipe-Jigsaw dideskripsikan sebagai strategi pembelajaran dimana siswa dikelompokkan dalam kelompok-kelompok yang disebut ?kelompok asal?. Kemudian siswa juga menyusun ?kelompok ahli? yang terdiri dari perwakilan ?kelompok asal? untuk belajar dan/atau memecahkan masalah yang spesifik. Setelah ?kelompok ahli? selesai melaksanakan tugas maka anggota ?kelompok ahli? kembali ke kelompok asal untuk menerangkan hasil pekerjaan mereka di ?kelompok ahli? tadi. Model Pembelajaran Kooperatif tipe-Jigsaw mengkondisikan siswa untuk beraktifitas secara kooperatif dalam dua kelompok, yaitu kelompok asal dan kelompok ahli. Aktifitas tersebut meliputi saling berbagi pengetahuan, ide, menyanggah, memberikan umpan balik dan mengajar rekan sebaya. Seluruh aktifitas tersebut dapat menciptakan lingkungan belajar dimana siswa secara aktif melaksanakan tugas sehingga pembelajaran lebih bermakna.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI (2)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI (2)

kemampuan guru dalam menggunakan media permainan monopoli mengalami peningkatan dari siklus I hingga siklus III. Pada siklus I, guru belum mencapai target penyampaian proses pembelajaran yang ditetapkan. Meskipun demikian dalam siklus ini guru menyampaikan materi pelajaran dengan baik dan tingkat keberhasilan yang dicapai dalam penyampaian pembelajaran siklus I adalah sebesar 75%. Hal tersebut dikarenakan terdapat beberapa hambatan yang dialami guru selama berlangsungnya proses pembelajaran, diantaranya adalah sebelumnya siswa belum pernah mengenal pembelajaran dengan menggunakan media permainan monopoli, masih banyak siswa yang berbicara sendiri dengan teman sebangku atau teman lain ketika guru memberikan penjelasan. Selain itu masih banyak siswa yang kurang percaya diri dan cenderung takut menguraikan jawabannya. Serta ketika mengerjakan soal evaluasi masih terdapat siswa yang tidak mau duduk dibangkunya sendiri sehingga menimbulkan kegaduhan dalam kelas.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MO

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MO

Pembelajaran Kuantum adalah mengorganisasikan berbagai interaksi proses pembelajaran menjadi cahaya yang melejitkan prestasi siswa menyingkirkan hambatan belajar melalui penggunaan cara dan alat yang tepat. Seperti memanfaatkan ikon-ikon sugesti yang membangkitkan semangat belajar siswa, penyajian materi yang prima sehingga siswa belajar secara mudah dan alami.

5 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEL

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEL

Aspek afektif adalah aspek yang meliputi sikap dan minat, motivasi, perasaan, emosi, dan karakteristik moral yang merupakan aspek-aspek penting perkembangan siswa. Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku. Menurut Krathwol dalam Hamalik (2010:81) klasifikasi tujuan domain afektif terbagi lima kategori, yaitu: (1) Penerimaan yaitu suatu keadaan sadar, kemauan untuk menerima; (2) Sambutan yaitu suatu sikap terbuka ke arah sambutan, kemauan untuk merespon; (3) Menilai yaitu penerimaan nilai-nilai, preferensi terhadap suatu nilai; (4) Organisasi yaitu suatu konseptualisasi tentang suatu nilai; (5) Karakterisasi dengan suatu kompleks nilai yaitu suatu formasi mengenai perangkat umum.
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...