Peningkatan Mutu Pendidikan

Top PDF Peningkatan Mutu Pendidikan:

PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MADRASAH BER

PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MADRASAH BER

lembaga pendidikan. Faktor-faktor tersebut antara lain: 1) kompetensi pendidik yang meliputi kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian; 2) Kompetensi kepala madrasah yang meliputi kompetensi manajerial, kewirausahaan, dan supervisi; 3) Sistem pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Athhar (MINA) meliputi input, proses, dan evaluasi; 4) Sarana prasarana MINA yang meliputi ruang kantor, ruang kelas, perpustakaan, sarana olah raga, tempat parkir, toilet, dan halaman; dan 5) Lingkungan yang meliputi asri dan rindang, keamanan, dan kebersihan. Kelima faktor inilah yang dijadikan dasar evaluasi dan penilaian terhadap mutu pendidikan MINA melalui penelitian dengan judul “Peningkatan Mutu Pendidikan Madrasah Berbasis Customer dan Model Sikap Fishbein”
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

peranan guru terhadap peningkatan mutu pendidikan

peranan guru terhadap peningkatan mutu pendidikan

Guru dalam proses belajar mengajar mempunyai fungsi ganda, sebagai pengajar dan pendidik, maka guru secara otomatis mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mencapai kemajuan pendidikan. Secara teoritis dalam peningkatan mutu pendidikan guru memilki peran antara lain : (a) sebagai salah satu komponen sentral dalam system pendidikan, (b) sebagai tenaga pengajar sekaligus pendidik dalam suatu instansi pendidikan (sekolah maupun kelas bimbingan), (c) penentu mutu hasil pendidikan dengn mencetak peseta didik yang benar-benar menjadi manusia seutuhnya yaitu manusia yang beriman danbertaqwa kepada Tuhan YME, percaya diri, disiplin, dan bertnggung jawab, (d) sebagai factor kunci, mengandung arti bahwa semua kebijakan, rencana inovasi, dan gagasan pendidikan yang ditetapkan untuk mewujudkan perubahan system pendidikan, dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan, (e) sebagai pendukung serta pembimbing peserta didik sebagai generasi yang akan
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PARADIGMA BARU PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

PARADIGMA BARU PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

Guru sebagai ujung tombak dalam peningkatan mutu pendidikan bahkan sebagai ujung peluru kendali, masa depan bangsa ada dipundak dan tanggung jawab guru oleh karena itu perlu adanya suatu perubahan paradigma khususnya dalam pembelajaran, sangat kurang berarti adanya Menteri Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan, perubahan kurikulum bahkan penataran penataran, seminar yang menghabiskan miliaran rupiah jika tidak ada perubahan pola mengajar dan pembelajaran pada diri guru.

4 Baca lebih lajut

MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN BE

MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN BE

Abstrak. Harapan masyarakat akan pendidikan yang bermutu sejalan dengan tuntutan dunia usaha untuk memperoleh tenaga kerja yang berkualitas. Dengan demikian penyelenggara pendidikan, harus mampu merespon dan mengakomodir harapan dan tuntutan tersebut dalam proses pengambilan keputusan untuk peningkatan mutu pendidikan. Ini memberi keyakinan bahwa dalam proses pengambilan keputusan untuk peningkatan mutu pendidikan, dapat dipergunakan berbagai teori, perspektif dan kerangka acuan (framework) berbasis sekolah. Asumsi ini memberi konsekwensi bahwa sekolah harus menjadi bagian utama dalam proses pembuatan keputusan dalam peningkatan mutu pendidikan. Sementara masyarakat dituntut partisipasinya agar lebih memahami pendidikan, sedangkan pemerintah berperan dalam hal menentukan kerangka dasar kebijakan pendidikan.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

makalah peningkatan mutu pendidikan BAB

makalah peningkatan mutu pendidikan BAB

Melakukan monitoring dan evaluasi untuk meyakinkan apakah program yang telah direncanakan dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan, apakah tujuan telah tercapai, dan sejauhmana pencapaiannya. Maka kegiatan monitoring dan evaluasi harus memenuhi kebutuhan untuk mengetahui proses dan hasil belajar siswa. Secara keseluruhan tujuan dan kegiatan monitoring dan evaluasi ini adalah untuk meneliti efektifitas dan efisiensi dari program sekolah dan kebijakan yang terkait dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Seringkali evaluasi tidak selalu bermanfaat dalam kasus-kasus tertentu, oleh karenanya selain hasil evaluasi juga diperlukan informasi lain yang akan dipergunakan untuk pembuatan keputusan selanjutnya dalam perencanaan dan pelaksanaan program di masa mendatang. Demikian aktifitas tersebut terus menerus dilakukan sehingga merupakan suatu proses peningkatan mutu yang berkelanjutan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

STRATEGI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI

STRATEGI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI

Berdasarkan pendapat diatas, dapat dijelaskan bahwa kepala sekolah dan guru mempunyai tanggung jawab besar terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Utamanya guru, karena guru sebagai ujung tombak dilapangan (di kelas) yang bersentuhan langsung dengan siswa dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu untuk meningkatkan mutu pembelajaran, seorang guru harus mempunyai syarat-syarat yang diperlukan dalam mengajar dan membangun pembelajaran siswa agar efektif dikelas, saling bekerjasama dalam belajar sehingga tercipta suasana yang menyenangkan dan saling menghargai (demokratis ), diantaranya : 1. Guru harus lebih banyak menggunakan metode pada waktu mengajar, variasi
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Peningkatan Mutu Pendidikan

Peningkatan Mutu Pendidikan

KOLABORASI PENGUATAN SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN YANG DIKEMBANGKAN DIANTARA SEKOLAH/ WILAYAH SASARAN DENGAN CARA BELAJAR BERSAMA MELALUI BERBAGI PENGALAMAN, PEMECAHAN MASALAH BERSAMA, PENYUSUNAN RENCANA MUTU BERSAMA, DAN PENGUATAN KEMAMPUAN SDM SEKOLAH KOLABORASI PENGUATAN SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN YANG

38 Baca lebih lajut

Peningkatan Mutu Pendidikan dari Perspek (1)

Peningkatan Mutu Pendidikan dari Perspek (1)

Dalam konteks pendidikan, sekolah yang bermutu dapat dilihat dari spesifikasinya yang berarti standarisasi yang ada. Sekolah yang bermutu adalah sekolah yang telah memenuhi atau diatas standar minimal, baik standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar kurikulum dan sebagainya. Sekolah yang bermutu adalah sekolah yang menghasilkan alumni atau peserta didik yang sesuai dengan harapan pelanggan, seperti bisa mengisi peluang dunia kerja, memiliki sikap yang sesuai dengan masyarakat serta berkontribusi aktif terhadap kemajuan masyarakat, daerah ataupun bangsa dan negara.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Peran Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Agama Islam Melalui Manajemen Berbasis Sekolah Di SMA Muhammadiyah 3 Surakarta Tahun 2012/2013.

PENDAHULUAN Peran Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Agama Islam Melalui Manajemen Berbasis Sekolah Di SMA Muhammadiyah 3 Surakarta Tahun 2012/2013.

besar pada manajemen dasar, membuat organisasi fungsional, daripada pendekatan visioner. Ini mungkin melibatkan memastikan reguler dan kehadiran tepat waktu oleh peserta didik dan pendidik, menjaga ketertiban dan disiplin di kelas, dan membuktikan sumber daya yang memadai untuk memungkinkan pembelajaran untuk mengambil tempat. Setelah sekolah fungsional, pemimpin dapat berkembang untuk mengembangkan visi, dan menguraikan tujuan dan kebijakan, dengan keyakinan jelas bahwa sistem berada di tempat untuk mengamankan pelaksanaannya. Tony Bush, 2007. “Pendidikan Kepemimpinan dan Manajemen: Teori, Kebijakan, dan Praktek”.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Peranan Guru Terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan

Peranan Guru Terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan

dan mengelola keuangan, kecil kemungkinan menjadi aktor di balik maraknya korupsi di sekolah. Ketiga, guru merupakan mata rantai terlemah di antara penyelenggara pendidikan lain sehingga selalu menjadi korban mata rantai yang lebih kuat, seperti kepala sekolah dan pejabat dinas pendidikan. Selain guru menjadi korban obyekan atasan, porsi anggaran atau pendapatan yang diperoleh pun biasanya kecil. Penelitian Indonesian Corruption Watch pada APBS beberapa sekolah di Jakarta dan Tangerang memperlihatkan bahwa alokasi anggaran untuk guru tidak mencapai setengah porsi untuk kepala sekolah. Secara ekonomi, penikmat hasil korupsi bukanlah guru. Nasibnya seperti istilah orang lain yang makan nangka, tapi guru yang terkena getahnya. Stigma biang keladi korupsi di sekolah membuat citra guru jatuh di hadapan orang tua dan murid. Padahal tuntutan profesinya bukan hanya kemahiran dalam menyampaikan materi pelajaran, tapi juga keterampilan untuk menjadi contoh. Guru korup adalah guru buruk dan guru buruk tidak bisa dijadikan contoh. Karena itu, guru sebenarnya memiliki kepentingan ikut memberantas korupsi, khususnya di sector pendidikan. Sebab, selain dapat mengembalikan citra, apa yang mereka lakukan akan menjadi pembelajaran sangat efektif, tidak hanya bagi murid, tapi juga bagi masyarakat umum. Usaha memberantas korupsi bisa diawali dengan perjuangan memperbaiki nasib guru sendiri. Peluang tersebut sangat terbuka dengan mendorong Undang-Undang Guru sesuai dengan tujuan awal: mengangkat harkat dan derajat guru. Walau undang-undang itu sudah disahkan, peluang perbaikan belum tertutup.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

KEBIJAKAN PENDIDIKAN DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

KEBIJAKAN PENDIDIKAN DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

Istilah mutu banyak yang belum paham sehingga kurang mendapat perhatian terutama oleh para guru dan dosen. Dalam kalangan perusahaan dan industri tuntutan mutu ini sudah merupakan hidup-mati suatu perusahaan/industri. Secara umum dan singkat dapat disimpulkan bahwa mutu berarti kepuasan pelanggan/pemakai. Jadi suatu pendidikan dikatakan bermutu para lulusan lembaga merasa puas dan keperluannya dapat dipenuhi untuk selanjutnya dapat digunakan baik melanjutkan pendidikan, maupun untuk memperoleh lapangan kerja. Setiap orang tersangkut dengan dua hal itu. Jika ia masih memerlukan melanjutkan pendidikan, maka setelah menyelesaikan satu jenjang, maka ia akan meruskan pada jenjang berikutnya. Terakhir ialah seorang lulusan akan mencari kerja untuk membiayakan kehidupannya. Pertanyaan yang muncul ialah: apakah ijazah yang telah dimilikinya itu dapat digunakannya untuk diterima bekerja atau menciptakan sendiri lapangan kerja. Kalau kedua hal itu tidak terpenuhi maka dapat dikatakan jenjang pendidikan itu tidak bermutu, karena tidak dapat memuaskan pemilik ijazah itu.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Prog

Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Prog

Menurut catatan I-Tsing" seorang peziarah dari China ketika melewati Sumatera pada abad 7 ia mendapati banyak sekali kuil-kuil Budha dimana di dalamnya berdiam para cendekiawan yang mengajarkan beragam ilmu. Kuil-kuil tersebut tidak saja menjadi pusat transmisi etika dan nilai- nilai keagamaan tetapi juga seni dan ilmu pengetahuan. Sementara para peserta didik di pesantren akan belajar sehari penuh bahkan sampai larut malam untuk mempelajari agama selain pengetahuan umum lainnya. Era masa penjajahan, para misionaris juga menggunakan model full day school secara intensif yaitu dengan memberi tambahan waktu khusus untuk pendalaman keagamaan para peserta didik. Pada pelaksanaannya, model full day school semakin berkembang setelah masa kemerdekaan sampai sekarang. Penyelenggara pendidikan swasta kemudian menjadi pelopor pelaksanaan program belajar di sekolah selama satu hari penuh. Program full day school masih terus berevolusi dalam implementasinya di Indonesia hingga dewasa ini.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Peningkatan Motivasi Belajar IPA Melalui Penerapan Metode Examples Non Examples Pada Siswa Kelas Iv SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan Kecamatan Laweyan Kota Surakarta Tahun Ajaran 2011/2012.

PENDAHULUAN Peningkatan Motivasi Belajar IPA Melalui Penerapan Metode Examples Non Examples Pada Siswa Kelas Iv SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan Kecamatan Laweyan Kota Surakarta Tahun Ajaran 2011/2012.

Prestasi dan motivasi belajar memiliki hubungan kesebandingan dengan peningkatan mutu pendidikan yaitu, apabila dikehendaki peningkatan mutu pendidikan maka prestasi belajar yang dicapai harus ditingkatkan, dan untuk meningkatkan prestasi belajar dibutuhkan motivasi yang lebih besar dalam proses pelaksanaan pembelajaran. Hal ini menempatkan motivasi dan prestasi belajar pada posisi yang penting di dalam proses pembelajaran, akan tetapi realita di lapangan menunjukkan bahwa banyak siswa yang tidak memiliki kemauan belajar yang tinggi pada mata pelajaran IPA.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN Peningkatan Motivasi Belajar IPS Melalui Metode Tutor Sebaya Pada Siswa Kelas II SD Negeri 01 Mojogedang Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013.

PENDAHULUAN Peningkatan Motivasi Belajar IPS Melalui Metode Tutor Sebaya Pada Siswa Kelas II SD Negeri 01 Mojogedang Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013.

Motivasi belajar merupakan dorongan atau penggerak yang menyebabkan seseorang belajar. Motivasi adalah suatu perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Motivasi belajar memiliki pengaruh yang sangat penting dalam peningkatan mutu pendidikan, yaitu apabila dikehendaki peningkatan mutu pendidikan maka motivasi belajar yang dicapai harus ditingkatkan, dan untuk meningkatkan prestasi belajar dibutuhkan motivasi yang lebih besar dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Hal ini menempatkan motivasi dan prestasi belajar pada posisi yang penting di dalam proses pembelajaran, akan tetapi realita di lapangan menunjukan bahwa banyak siswa yang tidak memiliki kemauan belajar yang tinggi pada mata pelajaran IPS.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN DALAM M

PERAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN DALAM M

Implementasi penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan hingga saat ini masih menghadapi berbagai macam permasalahan antara lain: (1) belum tersosialisasikannya secara utuh Standar Nasional Pendidikan sebagai acuan mutu pendidikan; (2) pelaksanaan penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan masih terbatas pada pemantauan komponen mutu di satuan pendidikan; (3) pemetaan mutu masih dalam bentuk pendataan pencapaian mutu pendidikan yang belum terpadu dari berbagai penyelenggara pendidikan; dan (4) tindak lanjut hasil pendataan mutu pendidikan yang belum terkoordinir dari para penyelenggara dan pelaksana pendidikan pada berbagai tingkatan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

494927c5c10589f60d83fece6c182006

494927c5c10589f60d83fece6c182006

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa saya benar dan nyata termasuk Keluarga Tidak Mampu. Apabila kemudian hari atau sewaktu-waktu ditemukan/terbukti bahwa pernyataan tidak mampu ternyata tidak benar dan tidak sesuai dengan kondisi faktual saya, maka saya bertanggung jawab secara administrasi, perdata maupun pidana serta seketika itu pemberian Bantuan Biaya Peningkatan Mutu Pendidikan dihentikan.

Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SEGI EMPAT MELALUI PENDEKATAN COOPERATIVE LEARNING TIPE TWO STAY TWO STRAY (PTK Pada Siswa Kelas VII Semester Genap SMP Negeri 2 Sawit Boyolali).

PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SEGI EMPAT MELALUI PENDEKATAN COOPERATIVE LEARNING TIPE TWO STAY TWO STRAY (PTK Pada Siswa Kelas VII Semester Genap SMP Negeri 2 Sawit Boyolali).

Keaktifan siswa dan prestrasi belajar memiliki hubungan kesebandingan dengan peningkatan mutu pendidikan, yaitu apabila dikehendaki peningkatan mutu pendidikan maka prestasi belajar yang dicapai harus ditingkatkan, dan untuk meningkatkan prestasi belajar dibutuhkan keaktifan siswa yang lebih besar dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Hal ini menempatkan keaktifan siswa dan prestasi belajar pada posisi yang penting di dalam proses pembelajaran, akan tetapi realita di lapangan menunjukan bahwa banyak siswa yang tidak memiliki keaktifan yang tinggi dalam proses pembelajaran.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Pelaksanaan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Dalam Kurikulum 2013 (Studi Kasus di SMP Negeri 2 Purworejo) BAB I

Analisis Pelaksanaan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Dalam Kurikulum 2013 (Studi Kasus di SMP Negeri 2 Purworejo) BAB I

pengakuan terhadap budaya etnis yang beragam, yang lahir dan berkembang di dalam masyarakat Indonesia yang bhinekka.Setelah itu, perlu mengelola Sumber Daya Alam (SDA) untuk menjamin kesejahteraan bangsanya berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan prinsip keadilan sosial dan meningkatkan daya saing produk barang dan jasa melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia sebagai subyek dalam persaingan tersebut.

Baca lebih lajut

PENINGKATAN KUALITAS DAN MUTU PENDIDIKAN (2)

PENINGKATAN KUALITAS DAN MUTU PENDIDIKAN (2)

Selama ini taksonomi Bloom digunakan oleh para guru di Indonesia digunakan taksonomi Bloom sebagai acuan dalam pembelajaran. Dalam hal ini, tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa domain (ranah) dan setiap domain tersebut dibagi kembali ke dalam pembagian yang lebih terperinci berdasarkan herarkinya, yaitu (1) cognitive domain (ranah kognitif), yang berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir; (2) affective domain (ranah afektif) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri, dan (3) psychomotor domain (ranah psikomotor) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengope- rasikan mesin. Beberapa istilah lain yang juga menggambarkan hal yang sama dengan ketiga domain tersebut di antaranya seperti yang diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantoro, yaitu:
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENINGKATAN MUTU DAN KUALITAS PENDIDIKAN

PENINGKATAN MUTU DAN KUALITAS PENDIDIKAN

Mencermati perubahan dan penyempur-naan sistem pendidikan Nasional terutama dengan terbitnya Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta pentingnya tenaga guru dan dosen sebagai ujung tombak dari reformasi pendidikan nasional ternyata belum mampu meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia. Salah satu faktornya adalah kualitas SDM tenaga kependidikan (Guru dan Dosen) yang belum berkualitas dan bermutu. Jika dicermati,maka Menurut KBBI, bahwa mutu adalah baik buruk suatu benda; kadar; taraf atau derajat misalnya kepandaian, kecerdasan dan sebagainya (Depdiknas,2001:768). Jika dikaitkan dengan masalah kependidikan, maka mutu pendidikan dapat meliputi mutu input, proses, output, dan outcome. Input pendidikan dinyatakan bermutu jika siap berproses. Proses pendidikan bermutu apabila mampu menciptakan suasana yang PAKEM (Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). Output dinyatakan bermutu apabila hasil belajar akademik dan nonakademik mahasiswa tinggi. Outcome dinyatakan bermutu apabila lulusan cepat terserap di dunia kerja, gaji wajar, semua pihak mengakui kehebatannya lulusannya dan merasa puas (Usman, 2006 : 410). 2.2. Standar Pendidikan Bermutu.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...