penjualan kredit sistem pengendalian penjualan kredit

Top PDF penjualan kredit sistem pengendalian penjualan kredit:

Peranan Sistem Pengendalian Internal Penjualan Kredit dalam Menunjang Efektifitas Penjualan Kredit (Studi Kasus pada Perusahaan “X” Majalaya).

Peranan Sistem Pengendalian Internal Penjualan Kredit dalam Menunjang Efektifitas Penjualan Kredit (Studi Kasus pada Perusahaan “X” Majalaya).

Saat ini dunia telah memasuki era globalisasi, demikian pula dengan Indonesia,era globalisasi membuka peluang sekaligus tantangan bagi pengusaha Indonesia termasuk usaha kecil. Juga terdapat tantangan lain yang berasal dari dalam perusahaan seperti penetapan harga jual produk, daerah pemasaran, cara-cara meningkatkan penjualan dan lain-lain. Situasi tersebut menuntut perusahaan agar memiliki seorang pimpinan yang professional, supaya dapat bekerja secara efektif dan efisien untuk mewujudkan tujuan dan sasaran perusahaan yang telah menjadi visi dan misi perusahaan pada saat perusahaan tersebut berdiri. Tujuan suatu perusahaan akan sangat tergantung pada kemampuan perusahaan untuk menjual barang atau jasa yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan, penjualan merupakan sumber pendapatan perusahaan yang akan menutup biaya-biaya yang digunakan untuk operasional perusahaan. Akibat dari adanya penjualan, maka akan merubah posisi harta dan menimbulkan piutang serta menambah kas perusahaan. Aktivitas penjualan merupakan kegiatan yang dinamis, aktivitas ini dapat disertai oleh kondisi yang berubah-ubah. Apabila pengelolaan penjualan kurang baik maka akan menyebabkan perusahaan mengalami kerugian yang jumlahnya tidak sedikit. Sistem yang biasa digunakan oleh perusahaan untuk mengelola penjualan adalah sistem pengendalian internal. Aktivitas penjualan penting untuk diawasi karena penjualan kredit merupakan sumber pendapatan perusahaan yang berkaitan dengan kelangsungan hidup perusahaan. Karena sistem pengendalian internal sangat penting maka sistem pengendalian internal harus dapat menghasilkan informasi yang penting dalam meningkatkan efektifitas penjualan kredit yang dilakukan oleh manajer dalam pengambilan keputusan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Analisis dan Desain Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit dalam Meningkatkan Sistem Pengendalian Intern Penjualan Kredit PT Bina San Prima.

Analisis dan Desain Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit dalam Meningkatkan Sistem Pengendalian Intern Penjualan Kredit PT Bina San Prima.

Hubungan antara sistem akuntansi dan sistem pengendalian intern adalah sistem pengendalian intern yang dijalankan harus ditunjang oleh sistem akuntansi yang baik, agar sistem pengendalian intern dapat mencapai sasaran antara lain mengamankan kekayaan perusahaan, menguji ketelitian data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong ketaatan pada kebijaksanaan-kebijaksanaan yang telah digariskan pimpinan perusahaan. Agar hal ini dapat tercapai, maka perlu didukung oleh pelaksanaan sistem dan prosedur pencatatan yang baik. (La Midjan, 2001)
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Analisa Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit dalam Meningkatkan Efektivitas Pengendalian Internal pada PT. Triwisnna.

Analisa Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit dalam Meningkatkan Efektivitas Pengendalian Internal pada PT. Triwisnna.

Universitas Kristen Maranatha pelayanan dalam bursa sebagai bahan pertimbangan ( Kurdi, 1999:404). Agar seluruh kegiatan penjualan berjalan lancar, maka dibutuhkan informasi-informasi yang relevan dan dapat diandalkan mengenai penjualan yang dilaksanakan oleh perusahaan.

19 Baca lebih lajut

Peranan Sistem Pengendalian Intern Penjualan Kredit dalam Menunjang Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit PT. Karya Isma Graha Bandung.

Peranan Sistem Pengendalian Intern Penjualan Kredit dalam Menunjang Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit PT. Karya Isma Graha Bandung.

Perusahaan dituntut untuk melakukan kegiatan operasionalnya secara efektif dan efisien. Efektivitas sebagai dasar keberhasilan dan efisiensi sebagai syarat minimal untuk kelangsungan hidup perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan secara keseluruhan. Salah satu penunjang agar pelaksanaan suatu aktivitas menjadi efektif dan efisien adalah adanya sistem pengendalian yang akan menjamin dipenuhinya kebijakan manajemen (Edi Purwono, 2002: 29).

23 Baca lebih lajut

Analisis Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Piutang Dagang dalam Meningkatkan Efektivitas Penerimaan Kas (Studi Kasus CV. Panen Makmur Mandiri).

Analisis Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Piutang Dagang dalam Meningkatkan Efektivitas Penerimaan Kas (Studi Kasus CV. Panen Makmur Mandiri).

c. Perusahaan sebaiknya menambahkan tenaga kerja pada bagian kredit, sehingga pada saat pelanggan akan mengajukan kredit, bagian kredit bisa melakukan prosedur penjualan kredit. Dengan adanya prosedur persetujuan kredit, maka prosedur penjualan kredit terkait piutang dagang menjadi lengkap dan pengendalian perusahaan terhadap sistem informasi akuntansi piutang dagang dengan tujuan meningkatkan efektivitas penerimaan kas dapat tercapai.

14 Baca lebih lajut

Penerapan Sistem Akuntansi Penjualan Dan Penerimaan Kas Dalam Mendukung Pengendalian Intern Pada  PT Jasa Harapan Barat

Penerapan Sistem Akuntansi Penjualan Dan Penerimaan Kas Dalam Mendukung Pengendalian Intern Pada PT Jasa Harapan Barat

Dalam sistem akuntansi ini, fungsi penagihan seharusnya melakuka n penagihan hanya atas dasar daftar piutang yang harus ditagih yang dibuat oleh fungsi akuntansi. Dengan demikian fungsi penagihan tidak mungkin melakukan penagihan piutang dari debitur, kemudian menggunakan uang hasil penagihan tersebut untuk kepentinagn pribadinya untuk jangka waktu tertentu. Pada PT Jasa Harapan Barat, saleman melakukan penagihan secara langsung kepada pelanggan berdasarkan copy faktur penjualan kredit. Setelah salesman memperoleh uang yang berasal dari tagihan dari pelanggan, maka salesman membubuhkan cap “lunas” di atas faktur penjualan tersebut. Salesman kemudian mengisi bukti penyetoran penjualan yang berisikan informasi mengenai jumlah tagihan pelanggan yang telah diterima salesman. Copy bukti penyetoran penjualan dan penerimaan kas dari piutang ini akan diserahkan salesman kepada kasir. Hal ini menunjukkan bahwa sistem otorisasi fungsi penagihan yang ditetapkan oleh PT Jasa Harapan Barat belum memadai karena perusahaan belum menggunakan dokumen ataupun catatan akuntansi yang memadai.
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Akuntansi 2.1.1 Pengertian Sistem Akuntansi

8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Akuntansi 2.1.1 Pengertian Sistem Akuntansi

Jadi, dapat dikatakan bahwa sistem akuntansi penjualan kredit adalah rangkaian kegiatan yang mengatur tentang penyerahan barang kepada pembeli yang pembayarannya dilakukan dikemudian hari sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Untuk memaksimalkan penanganan yang baik terhadap kegiatan penjualan kredit, sangat diperlukan alat-alat serta perangkat kerja yang meliputi fungsi-fungsi terkait, dokumen dan catatan terkait, jaringan prosedur yang membentuk sistem, informasi yang diperlukan manajemen serta unsur pengendalian intern.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Peranan Pemeriksaan Internal dalam Menunjang Efektivitas Sistem Pengendalian Internal Penjualan Kredit.

Peranan Pemeriksaan Internal dalam Menunjang Efektivitas Sistem Pengendalian Internal Penjualan Kredit.

Aktivitas penjualan merupakan aktivitas yang penting bagi perusahaan, karena dengan adanya aktivitas ini perusahaan akan memperoleh pendapatan yang akan digunakan untuk membiayai kegiatan operasionalnya. Penjualan kredit merupakan salah satu aktivitas dalam perusahaan yang rawan dengan kecurangan, maka diperlukan suatu instrumen untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas sistem pengendalian internal penjualan kredit untuk mengurangi risiko penggelapan aktiva perusahaan oleh orang-orang yang terkait dalam siklus penjualan kredit tersebut. Pemeriksaan internal merupakan kegiatan penilaian independen, dipersiapkan dalam organisasi sebagai suatu jasa yang diberikan kepada organisasi. Kegiatan pemeriksaan internal adalah memeriksa dan menilai efektivitas dan kecukupan sistem pengendalian internal yang diterapkan dalam perusahaan. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektivitas pemeriksaan internal yang diterapkan dalam perusahaan, untuk mengetahui apakah pengendalian internal penjualan yang diterapkan perusahaan sudah efektif, dan untuk mengetahui apakah pemeriksaan internal berperan dalam menunjang efektivitas dan kecukupan pengendalian internal penjualan kredit perusahaan. Perusahaan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah PT. Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company yang berlokasi di Jalan Raya Cimareme No 131 Padalarang, Bandung 40552. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan studi kasus dan analisis statistik. Variabel yang diuji adalah pemeriksaan internal (variabel independen) dengan efektivitas sistem pengendalian internal penjualan kredit (variabel dependen). Penulis mencoba menyusun, mengolah, menganalisis serta menginterpretasikan fakta yang didapat untuk menjawab dan mengetahui bagaimana pemeriksaan internal dapat menunjang efektivitas sistem pengendalian internal penjualan kredit.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

 this  file 1028 4098 1 PB

this file 1028 4098 1 PB

Peneliti mengambil obyek penelitian pada PT. Mira Pinasthika Mustika Surabaya. PT.Mitra Pinasthika Mustika Surabaya merupakan salah satu dealer resmi merek sepeda motor Honda dimana perusahaan tersebut mempunyai sistem penjualan secara tunai dan kredit. Penjualan secara kredit ditangani oleh finance company yang bekerja sama dengan PT. Mitra Pinasthika Mustika Surabaya. Penerapan sistem akuntansi penjualan maupun penerimaan kas yang ada pada PT. Mitra Pinasthika Mustika Surabaya masih terdapat beberapa kelemahan dalam mendukung pengendalian intern . Hal tersebut terlihat dari adanya perangkapan tugas yang dilakukan oleh bagian penerima kas yang juga melakukan pembukuan. Kelemahan lainnya yaitu tidak efisiennya penerbitan kuitansi tercetak dimana semua rangkap kuitansi diarsipkan hanya untuk penerima kas. Bagian koordinator after sales service (KASS) yang melakukan pekerjaan cukup
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Dokumen.tips sistem penjualan kredit 55b (1)

Dokumen.tips sistem penjualan kredit 55b (1)

Dokumen ini merupakan tembusan surat order pengiriman yang dikirim ke fungsi gudang untuk menyiapkan jenis barang dengan spesifikasi sesuai yang tercantum didalamnya, agar menyerahkan barang tersebut ke fungsi pengiriman, dan untuk mencatat barang yang dijual dalam kartu gudang. b. Arsip Pengendalian Pengiriman (Sales Order Follow-up Copy)

9 Baca lebih lajut

Analisis Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit Guna Menunjang Pengendalian Internal Penjualan Kredit Pada PT. Prima Anugerah Mandiri.

Analisis Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit Guna Menunjang Pengendalian Internal Penjualan Kredit Pada PT. Prima Anugerah Mandiri.

Perusahaan memperoleh laba dengan cara melakukan aktivitas penjualan, baik berupa barang maupun jasa. Penjualan adalah salah satu sumber utama pendapatan perusahaan, dan juga sebagai alat ukur kesuksesan sebuah perusahaan. Kegiatan penjualan terdiri dari transaksi penjualan barang atau jasa, baik secara tunai maupun secara kredit. Dalam transaksi penjualan tunai, barang atau jasa baru diserahkan oleh perusahaan kepada pembeli jika perusahaan telah menerima kas dari pembeli. Sedangkan dalam transaksi penjualan kredit, jika order dari pelanggan telah dipenuhi dengan pengiriman barang atau penyerahan jasa, untuk jangka waktu tertentu perusahaan memiliki piutang kepada pelanggannya. (Mulyadi, 2001)
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Analisis Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit Terhadap Kelancaran Aktivitas Penagihan Piutan (Studi Kasus pada PT. Andalan Prima Indonesia).

Analisis Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit Terhadap Kelancaran Aktivitas Penagihan Piutan (Studi Kasus pada PT. Andalan Prima Indonesia).

pada manajer tingkat atas sehingga ia membutuhkan suatu sistem pengendalian intern yang dapat mengamankan aktivitas perusahaan (yang tidak lagi berada langsung dibawah kendalinya), dengan sistem pengendalian tersebut dapat memberikan keyakinan bahwa yang dilaporkan bawahannya itu adalah benar dan dapat dipercaya yang dapat mendorong efisiensi usaha dan solusi untuk menangani masalah dengan terus-menerus memonitor bahwa kebijakan yang telah ditetapkan oleh menajemen memang dijalankan oleh bawahannya sehingga tujuan yang telah diterapkan untuk menghasilkan laba dapat tercapai dan dengan demikian perusahaan dapat lebih meningkatkan kesejahteraan karyawannya.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL ATAS PENJUALAN KREDIT STUDI KASUS PADA PT. “Y” SEMARANG (Internal system evaluation operation of credit sales Case study at PT “Y” Semarang ) Endang Kurniawati )

EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL ATAS PENJUALAN KREDIT STUDI KASUS PADA PT. “Y” SEMARANG (Internal system evaluation operation of credit sales Case study at PT “Y” Semarang ) Endang Kurniawati )

Perusahaan perdagangan umumnya melakukan penjualan produknya secara kredit jika order dari pelanggan telah dipenuhi dengan pengiriman barang atau penyerahan jasa, untuk jangka waktu tertentu perusahaan memiliki piutang kepada pelanggannya. Untuk menghindari tidak tertagihnya piutang tersebut, setiap penjualan kredit yang pertama kepada seorang pembeli selalu didahului dengan analisis terhadap dapat atau tidaknya pembeli tersebut diberi kredit ( Mulyadi, 2001 ). Terhadap adanya piutang ini, perusahaan harus melakukan pengelolaan yang baik sehingga tidak terjadi kredit macet. Agar transaksi penjualan terutama penjualan kredit dan pengelolaan piutang tersebut dapat dijalankan sesuai dengan prosedur, diperlukan suatu sistem pengendalian internal yang memadai.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT and RE (1)

SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT and RE (1)

contoh-contoh dokumen tersebut seperti surat order pengiriman, tembusan kredit (credit copy), surat pengakuan (acknowledgement copy), surat muat (bill of loading), slip pembungkusan (packing slip), tembusan gudang (warehouse copy), arsip pengendalian pengiriman (sales rder follow-up copy), arsip index silang(cross-index file copy), faktur penjualn (customer copies), tembusan piutang (account receivable copy), tembusan jurnal penjualan (sales journal copy), tembusan analisis (analysis copy), tembusan wiraniaga (salesperson copy).

17 Baca lebih lajut

Evaluasi Sistem Penjualan Kredit Pada Cv. Al-Abrar Divisi Amdk Kafur COVER

Evaluasi Sistem Penjualan Kredit Pada Cv. Al-Abrar Divisi Amdk Kafur COVER

CV Al-Abrar merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Perusahaan ini memasarkan produknya dengan menggunakan penjualan tunai dan penjualan kredit. Penjualan kredit dilakukan untuk menarik minat pelanggan dalam melakukan pembelian, oleh karena itu penjualan kredit memerlukan sistem pengendalian intern yang baik agar dapat menghindari resiko piutang tak tertagih. Pentingnya sistem penjualan kredit mendorong penulis mengangkat topik sistem penjualan kredit pada CV Al-Abrar Divisi AMDK Kafur.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

EVALUASI SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT

EVALUASI SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT

Bagaimana pun baiknya struktur organisasi, sistem otorisasi dan prosedur pencatatan, serta berbagai cara yang diciptakan untuk mendorong praktik yang sehat, semuanya sangat tergantung kepada manusia yang melaksanakannya. Karyawan yang jujur dan ahli dalam bidang yang menjadi tanggung jawabnya akan dapat melaksanakannya pekerjaannya denga efisien dan efektif, meskipun hanya sedikit unsur sistem pengendalian intern yang mendukungnya. Untuk mendapatkan karyawan yang kompeten dan dapat dipercaya, cara berikut ini dapat ditempuh :

0 Baca lebih lajut

Analisis Sistem Pengendalian Intern Penjualan Kredit Dalam Mengamankan Piutang Usaha (Studi Kasus Pada PT Penta Valent, Semarang).

Analisis Sistem Pengendalian Intern Penjualan Kredit Dalam Mengamankan Piutang Usaha (Studi Kasus Pada PT Penta Valent, Semarang).

diperlukan adanya suatu sistem pengendalian intern penjualan. Dengan adanya sistem pengendalian intern penjualan, maka manajemen dapat melakukan pengawasan dan pengendalian atas kegiatan penjualan yang ada di perusahaan. Selain itu dapat menghasilkan suatu laporan yang dapat dipertanggungjawabkan. Tujuan sistem pengendalian intern penjualan kredit adalah untuk membantu manajer mengendalikan dan mengawasi kegiatan penjualan kredit, sehingga dengan adanya pengawasan dan pengendalian tersebut dapat mengurangi dan mencegah terjadinya kesalahan-kesalahan yang tidak diinginkan perusahaan. Faktor lain yang juga penting dalam menjaga kelangsungan hidup perusahaan adalah faktor pendapatan. Pendapatan penting karena merupakan dana bagi perusahan untuk dapat terus menerus menjalankan operasinya dan mewujudkan tujuan perusahaan pada akhirnya. Sumber pendapatan perusahaan berupa piutang ( tagihan-tagihan ) yang ditimbulkan dari aktivitas penjualan. Dengan adanya sistem pengendalian intern yang memadahi, diharapkan dapat membantu dalam mengamankan piutang usaha dan mengurangi serta mencegah terjadinya kesalahan-kesalahan yang tidak diinginkan oleh perusahaan. Selain itu sistem pengendalian intern juga dapat memberikan informasi yang dapat diandalkan, sehingga dapat dijadikan dasar bagi manajemen untuk pengambilan keputusan.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

FAKTOR - FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA KEAMANAN HASIL PENJUALAN KREDIT

FAKTOR - FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA KEAMANAN HASIL PENJUALAN KREDIT

Penentuan prosedur dan pelaksanaan prosedur saja tidak cukup, jika seseorang menjalankan beberapa prosedur. Bila ini terjadi maka sistem pengendalian intern tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Ciri-ciri dan syarat untuk suatu internal control yang baik umumnya dicapai melalui pemisahan tugas dan tanggung jawab, sehingga tidak ,

94 Baca lebih lajut

EVALUASI PENGENDALIAN INTERN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT

EVALUASI PENGENDALIAN INTERN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT

Praktek yang sehat dapat dilihat dari penggunaan dokumen dalam transaksi penjualan kredit yaitu faktur penjualan kredit dan surat pengiriman barang yang telah diotorisasi, dan dikirimkan kebeberapa fungsi yang terkait dan memiliki nomor urut tercetak secara komputerisasi sehingga kesalahan pencatatan manual dapat diminimalkan. Bagian penagihan memberikan surat tagihan atau laporan secara periodik kepada pelanggannya. Dalam menguji ketelitian catatan setiap bulan selalu diadakan rekonsiliasi untuk mencocokan saldo piutang tiap debitur. Bagian kredit kontrol juga selalu mengontrol plafon debitur dan mengingatkan kepada bagian penjualan untuk debitur yang plafonnya sudah hampir terpenuhi agar mempersiapkan perjanjian baru dan menghentikan penjualan kepada debitur yang pembayaran kreditnya tidak tertib sebagai sanksi dari perjanjian penjualan yang telah disepakati kedua belah pihak.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...