Penjumlahan 1-20

Top PDF Penjumlahan 1-20:

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN OPERASI BILANGAN PENJUMLAHAN (1-20) MELALUI MEDIA MANIK-MANIK DI KELOMPOK B TK ABA DEMAKAN GADINGSARI SANDEN BANTUL.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN OPERASI BILANGAN PENJUMLAHAN (1-20) MELALUI MEDIA MANIK-MANIK DI KELOMPOK B TK ABA DEMAKAN GADINGSARI SANDEN BANTUL.

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa memberikan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya, Tugas Akhir Skripsi dalam rangka memenuhi sebagian persyaratan untuk mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan dengan judul “Upaya Meningka tkan Kemampuan Operasi Bilangan Penjumlahan (1-20) Melalui Media Manik-manik di Kelompok B TK ABA Demakan Gadingsari Sanden Bantul” dapat disusun sesuai dengan harapan. Tugas Akhir Skripsi ini dapat diselesaikan tidak lepas dari bantuan dan kerjasama dengan pihak lain. Berkenaan dengan hal tersebut, penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat:
Baca lebih lanjut

226 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PAPAN BILAH PENJUMLAHAN TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PENJUMLAHAN 1-20 PADA SISWA TUNAGRAHITA RINGAN KELAS IX DI SLB – C SUMBERSARI BANDUNG - repository UPI S PKH 1106671 Title

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PAPAN BILAH PENJUMLAHAN TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PENJUMLAHAN 1-20 PADA SISWA TUNAGRAHITA RINGAN KELAS IX DI SLB – C SUMBERSARI BANDUNG - repository UPI S PKH 1106671 Title

Nia Soniawati, 2016 PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PAPAN BILAH PENJUMLAHAN TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PENJUMLAHAN 1-20 PADA SISWA TUNAGRAHITA RINGAN KELAS IX DI SLB – C SUMBERSARI BAND[r]

3 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN ALAT PERAGA LAMONA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PENJUMLAHAN 1-20 PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS 1 SDLB B PEMBINA KABUPATEN SUMEDANG.

PENGGUNAAN ALAT PERAGA LAMONA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PENJUMLAHAN 1-20 PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS 1 SDLB B PEMBINA KABUPATEN SUMEDANG.

Dalam mencapai tujuan penelitian ini ditempuh dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dengan teknik pengumpulan data melalui tes dan observasi terhadap siswa tunarungu sebagai sumber data. Subjek penelitian berjumlah 4 orang siswa laki-laki kelas I SDLB di SLBN B Pembina Kabupaten Sumedang. Variabel yang diteliti meliputi ketuntasan belajar siswa tentang penjumlahan 1-20 yang berhasil dicapai oleh siswa setelah skenario pembelajaran selama 3 (tiga) siklus dilaksanakan, dimana masing-masing siklus dirancang melalui 4 (empat) kegiatan penelitian tindakan kelas tahap perencanaan, implementasi tindakan, observasi dan evaluasi serta analisis dan refleksi. Data tentang peristiwa pembelajaran diambil dengan menggunakan instrumen lembar observasi, data hasil lembar kerja siswa. Analisis data penelitian menggunakan kuantitatif dan kualitatif dengan teknik statistik deskriptif.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

S PKH 1106671 Chapter1

S PKH 1106671 Chapter1

Bantuan yang diberikan dapat menggunakan berbagai pendekatan, teknik, materi dan alat yang disesuaikan dengan jenis dan sifat hambatan belajar yang dialami anak. Hambatan perkembangan intelektual yang dialami siswa tunagrahita ringan menyebabkan siswa cenderung memiliki berbagai hambatan dalam belajarnya, terutama dalam mengikuti belajar akademik, salah satunya adalah dalam pelajaran matematika, khususnya berhitung penjumlahan 1-20. Hal ini pun terjadi pada siswa di SLB Sumbersari Bandung.

4 Baca lebih lajut

S PKH 1106671 Chapter5

S PKH 1106671 Chapter5

Melalui penelitian ini telah terbukti bahwa media papan bilah penjumlahan bisa membantu siswa tunagrahita ringan meningkatkan kemampuan berhitung penjumlahan 1 - 20, oleh karena itu peneliti merekomendasikan kepada siapa saja yang berperan dan bertanggungjawab dalam membimbing dan mendidik anak tunagrahita ringan (misal : para guru dan orangtua siswa anak tunagrahita ringan) untuk menggunakan media tersebut. Tentu saja ketersedian dan pemanfaatan media papan bilah penjumlahan sebagai alat bantu dalam kegiatan belajar dan mengajar bagi siswa tunagrahita, perlu dukungan yang sungguh-sungguh dari institusi atau lembaga pendidikan tempat kegiatan belajar dan mengajar tersebut berlangsung.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

S PKH 1106671 Bibliography

S PKH 1106671 Bibliography

50 Nia Soniawati, 2016 PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PAPAN BILAH PENJUMLAHAN TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PENJUMLAHAN 1-20 PADA SISWA TUNAGRAHITA RINGAN KELAS IX DI SLB – C SUMBERSARI [r]

2 Baca lebih lajut

S PKH 1106671 Table of content

S PKH 1106671 Table of content

Nia Soniawati, 2016 PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PAPAN BILAH PENJUMLAHAN TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PENJUMLAHAN 1-20 PADA SISWA TUNAGRAHITA RINGAN KELAS IX DI SLB – C SUMBERSARI BAND[r]

4 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA DALAM OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT MELALUI MEDIA KONKRET   Peningkatan keaktifan belajar siswa dalam operasi hitung bilangan bulat melalui media konkret pada siswa kelas I SD Negeri Wungwung Tahun 2014/2015.

PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA DALAM OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT MELALUI MEDIA KONKRET Peningkatan keaktifan belajar siswa dalam operasi hitung bilangan bulat melalui media konkret pada siswa kelas I SD Negeri Wungwung Tahun 2014/2015.

Siklus II yang dilaksanakan pada hari Senin, 2 Maret 2015 yang terbagi menjadi 4 kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pada perencanaan siklus II menggunakan media konkret berbentuk nyata/tiruan yang sama pada pembelajaran materi operasi bilangan bulat dengan indikator penjumlahan sampai 20 dengan mempersiapkan perangkat pembelajaran, adapun perencanaannya adalah: (a) Memilih materi dan indikator sesuai dengan Kompetensi Dasar, (b) Membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), (c) Membuat Media Pembelajaran berupa media konkret dengan gambar, (d) Membuat lembar observasi keaktifan belajar siswa, (e) Membuat lembar observasi penggunaan media pembelajaran, (f) Menyiapkan LKS (Lembar Kerja Siswa), (g) Menyiapkan alat evaluasi pembelajaran media Konkret.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

1%20 %20%5B%20Cover%20%5D%20RYA

1%20 %20%5B%20Cover%20%5D%20RYA

pengumpul data (pewawancara) dengan sumber data (responden) 20 . Untuk mendapatkan data ini penulis melakukan wawancara dengan pihak terkait, khususnya kepada penyidik polisi di Polresta Kota Padang. Metode wawancara yang digunakan adalah wawancara terbuka atau semi tersktruktur, dalam artian bahwa pewancara telah mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan kepada narasumber, namun ditengah wawancara dikemungkinkan untuk keluar dari pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya demi jelasnya suatu permasalahan.

18 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Metode Jarimatika dan Demonstrasi pada Siswa Kelas I SDN 2 Gulang Kabupaten Kudus T1 262011808 BAB V

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Metode Jarimatika dan Demonstrasi pada Siswa Kelas I SDN 2 Gulang Kabupaten Kudus T1 262011808 BAB V

1. Operasi hitung bilangan untuk materi penjumlahan dan pengurangan sampai dengan angka 20 bisa dilakukan dengan menggunakan metode Jarimatika dan Demonstrasi dengan memperoleh/ mampu meningkatkan hasil belajar siswa dimana kondisi awal nilai rata-rata tes kelas 5,75 pada siklus 1 rata-rata tes kelas 6,3 dan siklus 2 nilai rata-rata tes kelas 7,6 perbaikan dikatakan berhasil karena nilai rata-rata sudah mencapai 76.

1 Baca lebih lajut

skripsi bilangan bulat\LAMPIRAN\KISI soal

skripsi bilangan bulat\LAMPIRAN\KISI soal

Bobot Soal 1.1 Melakukan operasi hitung bilangan bulat VII SMP Operasi pada bilangan bulat Menghitung hasil operasi penjumlahan pada Bilangan Bulat Uraian 1 20 Menghitung hasil oper[r]

2 Baca lebih lajut

B. Jenis-jenis Matriks 1) Matriks Baris (array) - Matriks

B. Jenis-jenis Matriks 1) Matriks Baris (array) - Matriks

Jika 𝐴 dan 𝐵 adalah sembarang Matriks yang berordo sama, maka penjumlahan Matriks 𝐴 dengan Matriks 𝐵 adalah Matriks yang diperoleh dengan cara menjumlahkan setiap elemen Matriks 𝐴 dengan setiap elemen Matriks 𝐵 yang seletak. Matriks yang berordo tidak sama maka tidak dapat dijumlahkan.

8 Baca lebih lajut

Media Pembelajaran Matematika SMP Lengkap (Power Point) Gratis OPERASIALJABAR oke

Media Pembelajaran Matematika SMP Lengkap (Power Point) Gratis OPERASIALJABAR oke

PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN SUKU-SUKU SEJENIS Penjumlahan Suku-Suku Sejenis Penjumlahan suku-suku sejenis dapat dilakukan jika suku-suku tersebut memiliki: a... PENJUMLAHAN DAN[r]

53 Baca lebih lajut

Media Pembelajaran Matematika SMP Lengkap (Power Point) Gratis 13 OPERASIALJABAR

Media Pembelajaran Matematika SMP Lengkap (Power Point) Gratis 13 OPERASIALJABAR

PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN SUKU-SUKU SEJENIS Penjumlahan Suku-Suku Sejenis Penjumlahan suku-suku sejenis dapat dilakukan jika suku-suku tersebut memiliki: a... PENJUMLAHAN DAN[r]

53 Baca lebih lajut

PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN MATEMATIKA

PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN MATEMATIKA

Penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama akan mudah sekali bila diperagakan dengan menggunakan 2 kertas yang dilipat. Kertas yang digunakan sebaiknya berbeda warna, agar terlihat nilai dari masing-masing pecahan yang dijumlahkan. Dalam hal ini pecahan yang dijumlahkan dibatasi hasilnya tidak lebih dari 1 agar tidak membingungkan siswa dan penyebut yang dijumlahkan juga tidak terlalu besar, agar tidak banyak lipatan yang terjadi karena lipatan-lipatan tersebut menggambarkan penyebut persekutuan. Proses memperoleh hasil lipatan tidak selalu sama, tergantung penyebut pecahan yang dijumlahkan. Namun selalu melalui lipatan yang telah ada sebelumnya.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Bab 4 Vektor B. 1. Penjumlahan dan Pengurangan Vektor

Bab 4 Vektor B. 1. Penjumlahan dan Pengurangan Vektor

( a 1 b 1 , a 2 b 2 , a 3 b 3 ) ( c 1 , c 2 , c 3 ) ( a 1 b 1 c 1 , a 2 b 2 c 2 , a 3 b 3 c 3 ) ( a 1 ( b 1 c 1 ), a 2 ( b 2 c 2 ), a 3 ( b 3 c 3 )) ( a 1 , a 2 , a 3 ) ( b 1 c 1 , b 2 c 2 , b 3 c 3 ) ( a 1 , a 2 , a 3 ) (( b 1 , b 2 , b 3 ) ( c 1 , c 2 , c 3 )) a (b c)

9 Baca lebih lajut

s pgsd 0811363 chapter i

s pgsd 0811363 chapter i

Pembahasan operasi penjumlahan pecahan menjadi bagian penting dalam pelajaran matematika, dengan memahami operasi penjumlahan pecahan, siswa dapat memahami cara pembagian suatu benda menjadi beberapa bagian yang sama, sehingga mereka dapat berlaku adil dalam pembagian. (Novianti, 2010:1)

7 Baca lebih lajut

PROBABILISTIC STATISTICS Module 3 Probabilitas 1

PROBABILISTIC STATISTICS Module 3 Probabilitas 1

ATURAN PENJUMLAHAN PROBABILITAS • Aturan penjumlahan probabilitas terdiri dari: –Aturan penjumlahan umum  untuk kejadian tidak saling asing A∩B≠ ∅PA∩B>0 –Aturan penjumlahan khusu[r]

16 Baca lebih lajut

Koordinat Kartesius Dalam Ruang Dimensi

Koordinat Kartesius Dalam Ruang Dimensi

Operasi Penjumlahan Sifat-sifat pada operasi penjumlahan vektor penjumlahan dua vektor di Rn menghasilkan suatu vektor di Rn hukum komutatif pada penjumlahan dua vektor di Rn.. [r]

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects