penyempitan jalan

Top PDF penyempitan jalan:

Studi Pengaruh Penyempitan Jalan Terhadap Karakteristik Lalu Lintas Dengan Membandingkan Model Linear Greenshield, Logaritmik Greenberg Dan Eksponensial Undewood.

Studi Pengaruh Penyempitan Jalan Terhadap Karakteristik Lalu Lintas Dengan Membandingkan Model Linear Greenshield, Logaritmik Greenberg Dan Eksponensial Undewood.

Pertumbuhan lalu lintas di masa yang akan datang tentu akan memerlukan perencanaan dan pengendalian arus lalu lintas pada jaringan jalan sehingga diharapkan mampu melayani arus lalu lintas yang lewat. Salah satu kendala lalu lintas yang terdapat pada ruas jalan adalah penyempitan jalan (bottleneck). Penyempitan jalan adalah suatu bagian jalan dengan kondisi kapasitas lalu lintas sesudahnya lebih kecil dari bagian masuk (sebelumnya). Penyempitan ruas jalan akan menimbulkan hambatan dalam lalulintas, yaitu terjadinya penurunan kecepatan, peningkatan kerapatan dan timbulnya antrian kenderaan. Akan tetapi pengaruh penyempitan jalan tidak berarti sama sekali apabila arus lalu-lintas (demand) lebih kecil dari pada daya tampung atau kapasitas jalan (supply) pada daerah penyempitan sehingga arus lalu lintas dapat terlewatkan dengan mudah tanpa ada hambatan.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

PENGARUH PENYEMPITAN JALAN TERHADAP KARAKTERISTIK LALU LINTAS (Studi Kasus pada Ruas Jalan Kota Demak-Kudus Road, Km. 5) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PENGARUH PENYEMPITAN JALAN TERHADAP KARAKTERISTIK LALU LINTAS (Studi Kasus pada Ruas Jalan Kota Demak-Kudus Road, Km. 5) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Perhitungan gelombang kejut pada penyempitan jalan ini dimulai dengan mengeplot antara arus yang masuk (demand) dari upstream yaitu : gabungan arus pada lajur tengah dan tepi pada penggal jalan normal dan kapasitas penyempitan jalan (supply) yang didasarkan pada arus maksimum terpilih terhadap waktu .Analisis dimulai bilamana demand melebihi Kapasitas. terlihat bahwa pada Model Greenshield terdapat lima periode saat demand melebihi kapasitas, yaitu : pada jam 08.05 – 08.15, 08.45 – 08.50, 10.35 – 11.00, 15.20 – 15.30, 16.20-16.25 serta tiga periode yaitu pada jam 08.05-08.10, 15.25- 15.30, 16.20-16.25 pada Model Underwood. Gelombang kejut terjadi pada saat demand lebih besar dari kapasitas dihitung mengikuti rumus :
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

SIMULASI arus lalu lintas PADA SEGMEN PENYEMPITAN JALAN akibat PEMBANGUNAN FLY OVER SIMPANG SURABAYA tahun 2016 MENGGUNAKAN SOFTWARE VISSIM 8.0 | Faisal | Jurnal Teknik Sipil 8817 20660 1 SM

SIMULASI arus lalu lintas PADA SEGMEN PENYEMPITAN JALAN akibat PEMBANGUNAN FLY OVER SIMPANG SURABAYA tahun 2016 MENGGUNAKAN SOFTWARE VISSIM 8.0 | Faisal | Jurnal Teknik Sipil 8817 20660 1 SM

Abstrak: Pemerintah Kota Banda Aceh melakukan pembangunan Fly Over sebagai solusi mengatasi kemacetan di kawasan Simpang Surabaya. Pada masa pembangunan Fly Over ini tentu akan terjadi penyempitan jalan (Bottleneck). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memvisualisasikan aliran lalu lintas pada penyempitan jalan, serta menentukan tolak ukur aliran lalu lintas Measurement Of Effectiveness (MOEs) dengan menggunakan software simulasi lalu lintas VISSIM 8.0. Penelitian ini dilakukan pada ruas Jalan Tgk Chik Ditiro dan Jalan Tgk Imuem Luengbata yang merupakan ruas jalan dengan kondisi lalu lintas terganggu karena adanya pekerjaan pembangunan Fly Over. Pada Jalan Tgk Chik Ditiro didapat volume lalu lintas sebesar 1085 smp/jam, kecepatan 16,91 km/jam dan waktu perjalanan 22 detik. Selanjutnya disimulasikan ke dalam software VISSIM 8.0 yang menghasilkan output volume lalu lintas sebesar 791 smp/jam dengan deviasi 14,4%, kecepatan 16,51 km/jam dengan deviasi 0,5% dan waktu perjalanan 11 detik dengan deviasi 2,8%. Sedangkan pada Jalan Tgk Imuem Luengbata didapat volume lalu lintas sebesar 620 smp/jam, kecepatan 24,98 km/jam dan waktu perjalanan 13 detik. Hasil simulasi yaitu volume lalu lintas sebesar 425 smp/jam dengan deviasi 11,7%, kecepatan 27,15 km/jam dengan deviasi 1,2% dan waktu perjalanan 7 detik dengan deviasi 2,1%. Validasi dilakukan dengan membandingkan data observasi di lapangan dengan hasil simulasi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH PENYEMPITAN JALAN TERHADAP KARAKTERISTIK LALU LINTAS (STUDI KASUS : PEMBANGUNAN FLY OVER DI JALAN RAYA PALUR KM 7,5 ).

PENGARUH PENYEMPITAN JALAN TERHADAP KARAKTERISTIK LALU LINTAS (STUDI KASUS : PEMBANGUNAN FLY OVER DI JALAN RAYA PALUR KM 7,5 ).

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuha Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul ”Pengaruh Penyempitan Jalan Terhadap Karakteristik Lalu Lintas Akibat Pembangunan Fly Over (Studi Kasus : Jalan Raya Palur km 7,5)”

17 Baca lebih lajut

PENGARUH PENYEMPITAN JALAN TERHADAP KARAKTERISTIK LALU LINTAS (Studi Kasus pada Ruas Jalan Kota Demak-Kudus Road, Km. 5) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PENGARUH PENYEMPITAN JALAN TERHADAP KARAKTERISTIK LALU LINTAS (Studi Kasus pada Ruas Jalan Kota Demak-Kudus Road, Km. 5) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Salah satu permasalahan yang turut memperburuk kondisi lalu lintas, yang akan dijadikan bahan penelitian disini adalah masalah penyempitan jalan pada ruas jalan yang padat arus lalu lintasnya. Penyempitan jalan adalah : suatu bagian jalan dengan kondisi kapasitas lalu lintas sesudahnya (down stream) lebih kecil dari bagian masuk (up stream). Kondisi jalan seperti ini dapat terjadi misalnya pada saat memasuki jembatan, terjadinya suatu kecelakaan yang menyebabkan sebagian lebar jalan ditutup, pada saat terjadi perbaikan jalan atau kondisi lainnya, yang menyebabkan terjadinya perubahan perjalanan kendaraan dari arus bebas (Uninterrupted Flow) menjadi terganggu (Interrupted Flow) sehingga terjadi penurunan kecepatan dan bertambahnya kerapatan antar kendaraan. pengaruh penyempitan jalan ini tidak berarti sama sekali apabila arus lalu-lintas (demand) lebih kecil dari pada daya tampung atau kapasitas jalan (supply) pada daerah Penyempitan sehingga arus lalu-lintas dapat terlewatkan dengan mudah tanpa ada hambatan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH PENYEMPITAN JALAN TERHADAP KARAKTERISTIK LALU LINTAS PADA RUAS JALAN LETJEN HARUN SOHAR PALEMBANG

PENGARUH PENYEMPITAN JALAN TERHADAP KARAKTERISTIK LALU LINTAS PADA RUAS JALAN LETJEN HARUN SOHAR PALEMBANG

Palembang, Juli 2016 Penulis ABSTRAK PENGARUH PENYEMPITAN JALAN TERHADAP KARAKTERISTIK LALU LINTAS PADA RUAS JALAN LETJEN HARUN SOHAR PALEMBANG Penyempitan jalan adalah suatu bag[r]

12 Baca lebih lajut

STUDI GELOMBANG KEJUT PADA PENYEMPITAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN EMP ATAS DASAR ANALISIS RASIO HEADWAY (Studi Kasus : Penyempitan Jalan Jend. Ahmad Yani Melewati Viaduct Gilingan, Surakarta).

STUDI GELOMBANG KEJUT PADA PENYEMPITAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN EMP ATAS DASAR ANALISIS RASIO HEADWAY (Studi Kasus : Penyempitan Jalan Jend. Ahmad Yani Melewati Viaduct Gilingan, Surakarta).

Andiani, Christy A. 2013. Studi Penetapan Nilai Ekuivalensi Mobil Penumpang (EMP) Kendaraan Bermotor Menggunakan Metode Time Headway dan Aplikasinya untuk Menghitung Kinerja Ruas Jalan (Kasus pada Ruas . Jalan Raya SoloSragen Km.12). Surakarta: Jurnal Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta.

3 Baca lebih lajut

Perhitungan Panjang Antrian Akibat Hambatan Samping Dengan Metode Gelombang Kejut (Studi Kasus : Ruas Jalan A.H Nasution)

Perhitungan Panjang Antrian Akibat Hambatan Samping Dengan Metode Gelombang Kejut (Studi Kasus : Ruas Jalan A.H Nasution)

Pertumbuhan lalu lintas di masa yang akan datang tentu akan memerlukan perencanaan dan pengendalian arus lalu lintas pada jaringan jalan sehingga diharapkan mampu melayani arus lalu lintas yang lewat. Salah satu kendala lalu lintas yang terdapat pada ruas jalan adalah penyempitan jalan (bottleneck) yang diakibatkan oleh hambatan samping. Penyempitan jalan adalah suatu bagian jalan dengan kondisi kapasitas lalu lintas sesudahnya lebih kecil dari bagian masuk (sebelumnya). Penyempitan ruas jalan akan menimbulkan hambatan dalam lalulintas, yaitu terjadinya penurunan kecepatan dan timbulnya antrian kenderaan. Akan tetapi pengaruh penyempitan jalan tidak berarti sama sekali apabila arus lalu-lintas (demand) lebih kecil dari pada daya tampung atau kapasitas jalan (supply) pada daerah penyempitan sehingga arus lalu lintas dapat terlewatkan dengan mudah tanpa ada hambatan.
Baca lebih lanjut

137 Baca lebih lajut

Analisis Fenomena Transportasi di Persim

Analisis Fenomena Transportasi di Persim

U Menuju Ring road utara jl.kabupaten Menuju Godean Menuju kampung “xyz” Jalan lokal Menuju Kota Lokasi rawan konflik Masalah : penyempitan jalan yang terjadi pada simpang bersinya[r]

9 Baca lebih lajut

Perhitungan Panjang Antrian Akibat Hambatan Samping Dengan Metode Gelombang Kejut

Perhitungan Panjang Antrian Akibat Hambatan Samping Dengan Metode Gelombang Kejut

Melihat kondisi di atas dan memperhatikan tingkat perkembangan kota serta pertumbuhan lalu lintas dimasa mendatang maka akan diperlukan perencanaan dan pengendalian arus lalu lintas pada jaringan jalan sehingga diharapkan mampu melayani arus lalu lintas yang lewat. Salah satu kendala yang terdapat pada ruas jalan adalah penyempitan jalan ( Bottleneck ) serta banyaknya hambatan hambatan samping yang terjadi pada ruas jalan. Penyempitan ini akan mengakibatkan kendaraan yang memasuki daerah penyempitan harus mengurangi kecepatannya dan kerapatan akan semakin meningkat atau bahkan terjadi antrian kendaraan. Dari keadan ini ada suatu perilaku lalu lintas yang kita lihat, bahwa kendaraan tersebut akan mengalami suatu gelombang aliran yang disebut gelombang kejut ( shock wave).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN OBESITAS DENGAN RISIKO OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA (OSA) PADA REMAJA

HUBUNGAN OBESITAS DENGAN RISIKO OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA (OSA) PADA REMAJA

OSA terjadi pada remaja obesitas yang berperan dalam penyempitan jalan nafas akibat penimbunan lemak yang berlebihan sehingga terjadi disfungsi di bawah diafragma dan di dalam dinding dada yang bisa menekan paru-paru, mengganggu upaya ventilasi saat tidur dan jaringan lemak pada leher dan lidah menurunkan diameter saluran nafas yang merupakan predisposisi terjadinya penutupan prematur saat jaringan otot relaksasi waktu tidur, sehingga timbul gangguan pernafasaan dan sesak nafas. Biasanya gangguan pernafasan itu terjadi pada saat tidur dan menyebabkan terhentinya pernafasan untuk sementara (tidur apnea), sehingga pada siang hari penderita sering merasa ngantuk, kurang perhatian, konsentrasi menurun dan ingatan terganggu (Omidvari, 2000 dan sarwono, 2003). Menurut Iis (2003), Salah satu masalah terburuk untuk obesitas adalah "obstructive sleep apnea" (nafas terhenti sesaat saat tidur). Hal ini dalam sejumlah kasus dapat menyebabkan masalah dalam belajar dan ingatan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN I.1 Umum - Perhitungan Panjang Antrian Akibat Hambatan Samping Dengan Metode Gelombang Kejut (Studi Kasus : Ruas Jalan A.H Nasution)

BAB I PENDAHULUAN I.1 Umum - Perhitungan Panjang Antrian Akibat Hambatan Samping Dengan Metode Gelombang Kejut (Studi Kasus : Ruas Jalan A.H Nasution)

Permasalahan transportasi merupakan masalah yang selalu dihadapi oleh negara-negara yang telah maju dan juga negara yang berkembang Seperti Indonesia. Baik dibidang transportasi perkotaan (Urban transportation) maupun transportasi antar kota (Rural transportation). Menurut yupiter indra jaya, 2003. Salah satu permasalahan yang turut memperburuk kondisi lalu lintas, yang akan dijadikan bahan penelitian disini adalah masalah penyempitan jalan pada ruas jalan yang padat arus lalu lintasnya. Penyempitan adalah suatu bagian jalan dengan kondisi kapasitas lalu lintas sesudahnya (down stream) lebih kecil dari bagian masuk (up stream). Kondisi jalan seperti ini biasanya terjadi pada saat memasuki jembatan atau saat terjadi perbaikan jalan atau kondisi lainnya. Yang menyebabkan terjadinya perubahan perjalanan sehingga terjadi penurunan kecepatan dan bertambahnya kerapatan kenderaan. Dari kejadian tersebut perilaku kenderaan seolah-olah terjadinya suatu gelombang yang disebut gelombang kejut .
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Penyempitan Jalur Jalan Terhadap Karakteristik Arus Lalu Lintas Di Jalan Dr.Djunjunan Bandung.

Analisis Pengaruh Penyempitan Jalur Jalan Terhadap Karakteristik Arus Lalu Lintas Di Jalan Dr.Djunjunan Bandung.

2 3 faktor, yaitu dari para pengguna jalan yang sering melakukan pelanggaran rambu – rambu lalu lintas, faktor volume kendaraan yang melebihi kapasitas rencana suatu jalan, dan karakteristik jalan yang ada tidak sesuai dengan kondisi saat perencanaan. Salah satu fenomena yang terjadi adalah fenomena Bottle Neck atau penyempitan. Kondisi ini terjadi pada saat kerapatan meningkat dan kecepatan menurun jika dibandingkan dengan ruas jalan sebelum Bottle Neck atau sesudah Bottle Neck yang terganggu. Penyempitan jalan yang terjadi di jalan Dr Djunjunan (Pasteur) akan menyebabkan kurang lancarnya arus kendaraan, masalah ini harus ditanggulangi dengan cara menganalisis parameter dan karakteristik jalannya.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

KARYA TULIS ILMIAH  Asuhan Keperawatan Pada An. A Dengan Gangguan Sistem Pernapasan : Bronkiolitis Di Ruang Mina Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Surakarta.

KARYA TULIS ILMIAH Asuhan Keperawatan Pada An. A Dengan Gangguan Sistem Pernapasan : Bronkiolitis Di Ruang Mina Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Surakarta.

Kesimpulan : Diagnosa yang muncul pada An. A dengan bronkiolitis adalah ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan peningkatan produksi mukus dan penyempitan jalan napas, ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan berhubungan dengan peningkatan metabolisme dan output yang berlebih, gangguan pola tidur berhubungan dengan distress pernapasan dan ketidakseimbangan antara suplai dengan kebutuhan oksigen.

15 Baca lebih lajut

ASUHAN KEPERAWATAN PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENASI PADA Tn. N DI RUANG CEMPAKA RSUD dr. SOEDIRMAN KEBUMEN - Elib Repository

ASUHAN KEPERAWATAN PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENASI PADA Tn. N DI RUANG CEMPAKA RSUD dr. SOEDIRMAN KEBUMEN - Elib Repository

Asma merupakan penyakit dengan ciri meningkatnya respon trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsang dan manisfestasi adanya penyempitan jalan nafas yang kuat dan derajatnya dapat berubah-ubah secara spontan, karena penyempitan jalan nafas akan mengakibatkan penumpukan secret dan bisa terjadi obstruksi jalan nafas, jika tidak segera ditangani pasien akan kekurangan oksigen dan bisa berakibat gagal nafas bahkan sampai mengalami kematian. (muttaqin, 2008). Gejala-gejala orang yang terkena asma sangat khas, yang terdiri atas: wheezing, hipersekresi, dan bronkospasme. Tiga gejala tersebut mungkin dapat dijumpai pada seseorang penderita asma, tetapi gejala wheezing merupakan gejala pasti seseorang terkena asma. Asma yang berat selalu disertai dengan hipoksia, meskipun sianosis baru terjadi pada tahap akhir dan merupakan tanda bahaya. Hipoksia yang hebat jika tidak segera ditangani dan tidak langsung diberikan oksigen pada penderita asma dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu pemenuhan kebutuhan oksigen sangatlah penting bagi penderita asma.
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

Hubungan Rasio Trombosit Limfosit Dengan Penyempitan Pembuluh Darah Pada Penyakit Jantung Koroner

Hubungan Rasio Trombosit Limfosit Dengan Penyempitan Pembuluh Darah Pada Penyakit Jantung Koroner

Neutrophil to Lymphocyte Ratio Predicts Long-Term Clinical Outcomes in patients with ST-Segment Elevation Myocardial Infarction Undergoing Primary Percutaneous Coronary Interventio[r]

8 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1 karakteristik Arus Lalu Lintas - Perhitungan Panjang Antrian Akibat Hambatan Samping Dengan Metode Gelombang Kejut (Studi Kasus : Ruas Jalan A.H Nasution)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1 karakteristik Arus Lalu Lintas - Perhitungan Panjang Antrian Akibat Hambatan Samping Dengan Metode Gelombang Kejut (Studi Kasus : Ruas Jalan A.H Nasution)

Apabila lalu lintas pada kasus sebelumnya semakin berkurang hingga pada suatu saat lebih kecil dari kapasita penyempitan sebagai misal besar arus menjadi 1 lajur sedang kapasitas penyempitan sebesar 1,5 lajur, maka panjang kemacetan yang statis pada kasus sebelumnya bisa dikurangi karena arus yang datanglebih kecil dari arus yang dapat dilewatakan dan terbentuklah gelombang kejut maju pemulihan. Istilah maju berarti bahwa dengan berubahnya waktu gelombang kejut bergerak kea rah depan yakni kea rah hilir yang sama dengan arah gerakan lalu lintas. Digambarkan bahwa kemacetan berangsur-angsur berkurang dari hilir ke arh hulu. Sedang istilah pemulihan berarti bahwa dengan bertambahnya waktu terjadi pemulihan kemacetan menuju arus bebas (free flow) hingga tercapainya titik yang menandakan akhir dari periode macet.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...