penyempitan pembuluh darah

Top PDF penyempitan pembuluh darah:

Hubungan Rasio Trombosit Limfosit Dengan Penyempitan Pembuluh Darah Pada Penyakit Jantung Koroner

Hubungan Rasio Trombosit Limfosit Dengan Penyempitan Pembuluh Darah Pada Penyakit Jantung Koroner

Alhamdulillah, puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan karuniaNya sehingga penulis bisa menyelesaikan penulisan tesis ini dengan judul Hubungan Trombosit Limfosit Dengan Penyempitan Pembuluh Darah Pada Penyakit Jantung Koroner. Tesis ini disusun sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Magister Kedokteran Klinik di bidang Ilmu Patologi Klinik/M.Ked (ClinPath) pada Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

18 Baca lebih lajut

Hubungan Rasio Trombosit Limfosit Dengan Penyempitan Pembuluh Darah Pada Penyakit Jantung Koroner

Hubungan Rasio Trombosit Limfosit Dengan Penyempitan Pembuluh Darah Pada Penyakit Jantung Koroner

Selamat pagi/siang Bapak/Ibu, pada hari ini, saya, dr. Enny Marziah akan melakukan penelitian yang berjudul “ Hubungan Antara Rasio Trombosit Limfosit Dengan Penyempitan Pembuluh Darah Pada Penyakit Jantung Koroner “ Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana hubungan antara rasio trombosit limfosit dengan persentase penyempitan pemmbuluh darah Bapak/Ibu. Manfaatnya adalah untuk memprediksi penyempitan pembuluh darah yang di alami oleh Bapak/Ibu sebelum dilakukan tindakan Angiografi, sehingga dapat memperbaiki penangan dan terapi lanjutan Bapak/Ibu.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

ANALISIS NUMERIK ALIRAN DARAH PADA PENYEMPITAN PEMBULUH DARAH ARTERI MENGGUNAKAN METODE VOLUME HINGGA

ANALISIS NUMERIK ALIRAN DARAH PADA PENYEMPITAN PEMBULUH DARAH ARTERI MENGGUNAKAN METODE VOLUME HINGGA

3. pada penyempitan pembuluh darah arteri, kecepatan aliran darah pada daerah gumpalan lemak akan berubah menjadi tidak stabil, perubahan ke- cepatan aliran dibawah atau diatas kecepatan darah normal akan meng- akibatkan kecepatan aliran darah pada bagian pembuluh darah lainnya juga menjadi tidak stabil.

18 Baca lebih lajut

Hubungan Rasio Trombosit Limfosit Dengan Penyempitan Pembuluh Darah Pada Penyakit Jantung Koroner

Hubungan Rasio Trombosit Limfosit Dengan Penyempitan Pembuluh Darah Pada Penyakit Jantung Koroner

Banyak studi yang menunjukkan hubungan antara inflamasi sistemik dan aterosklerosis koroner, tetapi untuk pengetahuan peneliti belum ada data tentang hubungan antara RTL dan penyempitan pembuluh darah pada Penyakit Jantung Koroner. Disini peneliti bertujuan menyelidiki manfaat gambaran marker risiko kardiovaskular, yaitu Rasio Trombosit Limfosit dalam memprediksi penyempitan pembuluh darah dari aterosklerosis koroner.

6 Baca lebih lajut

Hubungan Rasio Trombosit Limfosit Dengan Penyempitan Pembuluh Darah Pada Penyakit Jantung Koroner

Hubungan Rasio Trombosit Limfosit Dengan Penyempitan Pembuluh Darah Pada Penyakit Jantung Koroner

terjadi adalah penyakit jantung koroner (PJK), yang ditandai dengan lesi aterosklerotik. Proses aterosklerosis pembuluh darah terjadi berdasarkan multifaktorial. Salah satunya yaitu adanya proses peradangan. Rasio trombosit limfosit (RTL) merupakan penanda yang memprediksi beban aterosklerotik koroner. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara rasio trombosit limfosit dan penyempitan arteri koroner pada pasien penyakit jantung koroner. Bahan dan Metode : Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan rancangan penelitian potong lintang, yang dilakukan pada 54 pasien PJK yang menjalani angiografi
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Hubungan Rasio Trombosit Limfosit Dengan Penyempitan Pembuluh Darah Pada Penyakit Jantung Koroner

Hubungan Rasio Trombosit Limfosit Dengan Penyempitan Pembuluh Darah Pada Penyakit Jantung Koroner

Growth–b), juga dibebaskan dari trombosit teraktivasi, merangsang produksi kolagen interstitial. Migrasi Ini meningkatkan proliferasi dan sintesis matriks ekstraselular oleh sel-sel otot polos menebalkan fibrous cap dan menyebabkan perluasan dari intima, sering ke arah dalam, menghasilkan penyempitan lumen. Lesi stenosis dihasilkan oleh bertambahnya plak fibrous yang dapat menghambat aliran, terutama dalam situasi meningkatnya kebutuhan jantung, menyebabkan iskemia, biasanya memicu gejala seperti angina pectoris. Plak stenosis bertambah, menjadi lebih berserat, bisa tidak rentan pecah dan terjadi trombosis baru. Lipid yang rendah dapat mengurangi kadar lemak dan mengurangi respon inflamasi intima, menghasilkan plak yang lebih 'stabil' dengan fibrosa cap yang tebal dan menetap di lumen (tengah). 39
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan Motivasi dengan Pencegahan Hipertensi Pada Usia 25-45 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Pakam Pekan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2011

Hubungan Pengetahuan dan Motivasi dengan Pencegahan Hipertensi Pada Usia 25-45 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Pakam Pekan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2011

Darah tinggi dapat menimbulkan penyakit jantung karena jantung harus memompa darah lebih kuat untuk mengatasi tekanan yang harus dihadap pada pemompaan jantung. Ada dua kelainan yang dapat terjadi pada jantung yaitu: 1) kelainan pembuluh darah jantung, yaitu timbulnya penyempitan pembuluh darah jantung yang disebut dengan penyakit jantung koroner, 2) payah jantung, yaitu penyakit jantung yang diakibatkan karena beban yang terlalu berat suatu waktu akan mengalami kepayahan sehingga darah harus dipompakan oleh jantung terkumpul di paru-paru dan menimbulkan sesak nafas yang hebat. Penyakit ini disebut dengan kelemahan jantung sisi kiri.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Perbedaan Nilai Tekanan Darah dan Frekuensi Nadi antara Perokok dan Bukan Perokok

Perbedaan Nilai Tekanan Darah dan Frekuensi Nadi antara Perokok dan Bukan Perokok

Merokok adalah salah satu faktor risiko utama untuk hipertensi dan serangan jantung. Hipertensi merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan tekanan darah yang tinggi terus-menerus. Ketika tekanan darah terus di atas 120/80, jantung akan semakin mengalami kesulitan untuk memompa darah dengan efektif dan setelah waktu yang lama, resiko berkembangnya penyakit jantung meningkat. Hipertensi dapat menyebabkan gagal jantung melalui beberapa mekanisme, termasuk hipertrofi ventrikel kiri. Hipertrofi ventrikel kiri dikaitkan dengan disfungsi ventrikel kiri sistolik dan diastolik dan meningkatkan resiko terjadinya infark miokard, serta memudahkan untuk terjadinya aritmia. Hipertensi memiliki resiko relatif sebesar 1,4 (P=0,001) untuk terjadinya gagal jantung. 27 Rokok menimbulkan aterosklerosis. Kondisi ini merupakan penumpukan zat lemak di arteri. Lemak dan plak ini akan memblok aliran darah dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang akan mengurangkan pasokan oksigen dan darah ke jantung. Jantung harus bekerja lebih keras dan tekanan berlebihan dapat menyebabkan angina. Jika satu arteri atau lebih tersumbat, serangan jantung bisa terjadi. Semakin lama seseorang merokok, semakin besar kesempatannya mengembangkan penyakit jantung atau menderita serangan jantung. Risiko penyakit jantung akan turun secara otomatis apabila seseorang perokok berhenti merokok. 13
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

Implementasi Metode Elemen Hingga Dalam Aliran Persoalan Darah Pada Pembuluh Darah

Implementasi Metode Elemen Hingga Dalam Aliran Persoalan Darah Pada Pembuluh Darah

Dari permasalahan perubahan tekanan darah yang disebabkan perubahan pengembangan arteri (pembuluh darah), maka peneliti akan melakukan analisis pada penyempitan pembuluh darah. Analisis pembuluh darah ini cukup rumit dan memerlukan perhitungan yang besar, oleh karena itu pemakaian komputer untuk analisis ini akan mengurangi kesulitan

5 Baca lebih lajut

Analisis Tingkat Kebisingan Pada Ruang Auditorium Multifungsi Di Universitas Sumatera Utara

Analisis Tingkat Kebisingan Pada Ruang Auditorium Multifungsi Di Universitas Sumatera Utara

Gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh kebisingan antara lain: ketegangan otot, penyempitan pembuluh darah, kenaikan tekanan darah, meningkatnya debaran jantung, mual, pusing, dan muntah bila suara mencapai lebih dari 130 dB (A) Selain itu bising juga dapat menyebabkan gangguan kejiwaan, penurunan kecermatan dalam pekerjaan, gangguan konsentrasi dan menimbulkan rasa tidak nyaman pada manusia.(Croone,1982) Hubungan antara tingkat suara/bising dengan reaksi manusia dapat dilihat pada tabel.2.2 berikut:

60 Baca lebih lajut

Perbedaan Kadar Osteoprotegerin Serum Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 tanpa dan dengan Penyakit Jantung Koroner | Nestiti | Majalah Kedokteran Bandung 616 2265 1 PB

Perbedaan Kadar Osteoprotegerin Serum Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 tanpa dan dengan Penyakit Jantung Koroner | Nestiti | Majalah Kedokteran Bandung 616 2265 1 PB

penderita penyakit jantung koroner dengan dan tanpa penyempitan pembuluh darah dengan DM tipe 2 didapatkan kadar glukosa darah puasa yaitu, 110,15±41,91 mg/dL, 110,53±39,73 mg/ dL, dan p=0,253 sehingga menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna kadar glukosa darah puasa. Berdasarkan kadar glukosa darah 2 jam pp pada kelompok DM tipe 2 dengan PJK lebih tinggi dibanding dengan kelompok DM tipe 2 tanpa PJK. Berdasarkan hasil analisis uji Mann-Whitney dengan derajat kepercayaan 95% diperoleh hasil p=0,290 memperlihatkan tidak terdapat perbedaan bermakna kadar glukosa 2 jam pp antara kelompok DM tipe 2 tanpa PJK dan kelompok DM tipe 2 dengan PJK. Kadar glukosa darah 2 jam pp pada kelompok DM tipe 2 dengan PJK lebih tinggi dibanding dengan kelompok DM tipe 2 tanpa PJK, namun tidak bermakna secara statistik. Hasil penelitian sesuai dengan penelitian Monnier dan Colette 13 bahwa kadar
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Hubungan Merokok dengan Kejadian Hipertensi pada Laki- Laki Usia 35-65 Tahun di Kota Padang

Hubungan Merokok dengan Kejadian Hipertensi pada Laki- Laki Usia 35-65 Tahun di Kota Padang

Merokok merupakan masalah yang terus berkembang dan belum dapat ditemukan solusinya di Indonesia sampai saat ini. Menurut data WHO tahun 2011, pada tahun 2007 Indonesia menempati posisi ke-5 dengan jumlah perokok terbanyak di dunia. Merokok dapat menyebabkan hipertensi akibat zat-zat kimia yang terkandung di dalam tembakau yang dapat merusak lapisan dalam dinding arteri, sehingga arteri lebih rentan terjadi penumpukan plak (arterosklerosis). Hal ini terutama disebabkan oleh nikotin yang dapat merangsang saraf simpatis sehingga memacu kerja jantung lebih keras dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah, serta peran karbonmonoksida yang dapat menggantikan oksigen dalam darah dan memaksa jantung memenuhi kebutuhan oksigen tubuh. 2
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Pemberian Tokotrienol terhadap Profil Lipid Serum Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Diberi Diet Aterogenik

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Pemberian Tokotrienol terhadap Profil Lipid Serum Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Diberi Diet Aterogenik

Penyakit jantung koroner (PJK) yang berawal dari aterosklerosis telah menjadi penyebab utama kematian dewasa ini. Aterosklerosis atau pengerasan arteri merupakan penyakit yang disebabkan penyempitan dan pengerasan dalam pembuluh darah arteri akibat penumpukan lemak, kolesterol dan zat lainnya.Tokotrienol sebagai salah satu isomer vitamin E menunjukkan efek penghambatan yang paling besar pada aterosklerosis jika dibandingkan dengan isomer vitamin E lainnya.Dalam hal ini tokotrienol sangat berperan dalam menurunkan kolesterol penyebab aterosklerosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efek pemberian tokotrienol terhadap kadar kolesterol total dan trigliserida dalam serum tikus putih (Rattus norvegicus)galur wistar yang diberi diet aterogenik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan randomized post test control group design. Kelompok A dengan diet normal,kelompok B mendapat diet aterogenik, dan kelompok C dengan diet aterogenik disertai dengan pemberian tokotrienol dengan dosis 0,56 mg/ekor.Diet aterogenik yang diberikan yaitu dengan pemberian minyak babi 3 ml/ekor/hari diberikan per oral dengan sonde selama 14 hari.Kadar kolesterol total diukur menggunakan metode CHOD-PAP, kadartrigliserida menggunakan metode GPO-PAP dan kadar LDL dengan menggunakan rumus Friedwald. Data dianalisis menggunakan one way ANOVA dan Tukey HSD.Kadar kolesterol total pada serum tikus putih yang diberi diet aterogenik rata-rata 85,87 mg/dl, sedangkan pada serum tikus yang diberi diet normal sebesar 65,14 mg/dl. Pemberian kombinasi diet aterogenik dengan tokotrienol memberikan kadar kolesterol yang lebih rendah dibandingkan dengan aterogenik yaitu 57,17 mg/dl. Hasil uji Tukey HSD menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok A dan B, kadar trigliserida pada kelompok A (77,78 mg/dl) dan meningkat pada kelompok B (107,51 mg/dl), dan mengalami penurunan pada kelompok C (66,66 mg/dl) yang diberi tokotrienol. Pemberian tokotrienol juga berpengaruh dalam menurunkan kadar LDL pada kelompok C yaitu 14,60 mg/dl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tokotrienol dapat menurunkan kadar kolesterol total, kadar trigliserida dan LDL pada serum darah tikus putih secara signifikan.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

LAPORAN PENDAHULUAN c v a

LAPORAN PENDAHULUAN c v a

Dengan berkurangnya edema klien mulai menunjukkan perbaikan. Karena trombosis biasanya tidak fatal, jika tidak terjadi perdarahan masif. Oklusi pada pembuluh darah serebri oleh embolus menyebabkan edema dan nekrosis diikuti trombosis. Jika terjadi infeksi sepsis akan meluas pada dinding pembuluh darah, maka akan terjadi abses atau ensefalitis, atau jika sisa infeksi berada pada pembuluh darah yang tersumbat menyebabkan dilatasi aneurisma pembuluh darah. Hal ini menyebabkan perdarahan serebri, jika aneurisma pecah atau ruptur.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Implementasi Metode Elemen Hingga Dalam Aliran Persoalan Darah Pada Pembuluh Darah

Implementasi Metode Elemen Hingga Dalam Aliran Persoalan Darah Pada Pembuluh Darah

Darah merupakan komponen penting di dalam tubuh sebagai alat transportasi untuk metabolisme tubuh. Sistem peredaran darah atau sistem kardiovaskular merupakan suatu sistem pertukaran dengan sel-sel tubuh. Proses peredaran darah dipengaruhi oleh kecepatan darah, luas penampang pembuluh darah, tekanan darah dan kerja otot yang terdapat pada jantung dan pembuluh darah. Akibat dari aktivitas yang tidak sehat, seperti merokok, mengonsumsi minuman keras, makan terlalu banyak garam, tidak aktif berolahraga, dan sebagainya, mempengaruhi pengembangan dan perkembangan penyakit arteri. Arteri yang menyempit disebabkan oleh perkembangan plak (plaque) atau kerak yang berkembang pada dinding bagian dalam arteri, dan menyempitkan luas pembuluh darah. Salah satu konsekuensi paling serius adalah resistansi aliran meningkat dan terjadi pengurangan jumlah aliran darah ketempat tertentu yang dipasok melalui arteri sehingga menyebabkan kematian jaringan otot atau saraf dalam satu atau lebih arteri koroner, yang mengalirkan darah yang membawa oksigen. Hal tersebut akan mengakibatkan terjadinya Penyakit Kardiovaskuler yang umumnya mengakibatkan serangan jantung atau stroke.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Hygiene Industri Penyakit Akibat Tekanan

Hygiene Industri Penyakit Akibat Tekanan

Apabila penyelam secara tiba-tiba naik ke permukaan, maka akan terjadi “super saturasi” terhadap udara biasa. Keadaan ini akan sangat berbahaya bagi penyelam, karena udara yang terlarut dalam jaringan tubuh akan menjadi gas kembali berupa gelembung- gelembung gas yang akan masuk ke dalam sirkulasi dan terbesar dalam darah dan jaringan. Gelembung- gelembung Nitrogen tersebut dapat tersangkut atau berada pada tulang sendi dan di bawah otot, menyebabkan kramp yang sangat hebat (sangat nyeri). Rasa sakit ini dikenal dengan nama “penyakit bends” atau “penyakit caisson” atau disebut juga “penyakit dekompressi.” Sedang gelembung Nitrogen dalam darah (emboli) juga dapat menyumbat pembuluh darah, yang dapat mengakibatkan kelumpuhan (Soeripto, 2008).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

SURVEY PELAKSANAAN MOBILISASI DINI PADA IBU POST SECTIO

SURVEY PELAKSANAAN MOBILISASI DINI PADA IBU POST SECTIO

Bila tidak melakukan mobilisasi dengan segera maka akan terjadi peningkatan suhu tubuh karena adanya involusi uterus yang tidak baik sehingga sisa darah tidak dapat dikeluarkan dan menyebabkan infeksi. Kontraksi uterus yang tidak baik, menyebabkan terjadinya perdarahan karena kontraksi membentuk penyempitan pembuluh darah yang terbuka.Pada ibu post partum sectio sesarea mobilisasi dini dilakukan secara bertahap setelah operasi pada 6 jam pertama ibu post partum harus tirah baring dahulu, mobilisasi yang dapat dilakukan adalah menggerakkan lengan, tangan, menggerakkan ujung jari kaki dan memutar pergelangan kaki, setelah 6 - 10 jam ibu diharuskan untuk dapat miring kekiri dan kekanan dan setelah 24 jam ibu dianjurkan untuk dapat mulai belajar duduk dan berjalan (3) . Ibu yang
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

LAPORAN PENDAHULUAN ST ELEVATION MYOCARD (1)

LAPORAN PENDAHULUAN ST ELEVATION MYOCARD (1)

Infark miokardium mengacu pada proses rusaknya jaringan jantung akibat suplai darah yang tidak adekuat sehingga aliran darah korener berkurang. Penyebab penurunan suplai darah mungkin akibat penyempitan krisis arteri koroner karena arterosklerosis atau penyumbatan total arteri oleh emboli atau thrombus. Penurunan aliran darah koroner juga bisa diakibatkan oleh syok atau perdarahan (KMB 2 : 788).

20 Baca lebih lajut

2 Deteksi Dini Stroke Iskemia dengan Pemeriksaan Ultrasonografi Vaskular dan Variasi Genetika

2 Deteksi Dini Stroke Iskemia dengan Pemeriksaan Ultrasonografi Vaskular dan Variasi Genetika

Jika neuron mengalami iskemia maka akan terjadi beberapa perubahan kimiawi yang berpotensi dan memacu peningkatan kematian sel. Hal ini disebabkan sel membran tidak mampu mengontrol keseimbangan ion intra dan ekstra sel. Derajat keparahan iskemia bervariasi dalam zona yang berbeda di daerah yang disuplai oleh arteri tersebut. Pada pusat zona, aliran darah sangat rendah (0-10 ml/100 gr/menit) dan kerusakan iskemia sangat parah dapat menyebabkan nekrosis. Proses ini disebut core of infarct. Di daerah pinggir zona tersebut aliran darah agak lebih besar sekitar 10-20 ml/100 mg/menit karena adanya aliran kolateral sekitarnya sehingga menyebabkan kegagalan elektrik tanpa disertai kematian sel permanen. Daerah ini disebut daerah iskemia penumbra, keadaan antara hidup dan mati, tergantung aliran darah dan oksigen yang adekuat untuk suatu restorasi (Marlina Y., 2010).
Baca lebih lanjut

344 Baca lebih lajut

Hubungan Paparan Karbon Monoksida (CO) terhadap Tekanan Darah pada Pekerja Bengkel Sepeda Motor di daerah Madan Marelan Tahun 2017

Hubungan Paparan Karbon Monoksida (CO) terhadap Tekanan Darah pada Pekerja Bengkel Sepeda Motor di daerah Madan Marelan Tahun 2017

mengalirkan darah ke sel-sel tubuh dan menghantarkan oksigen untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan demi kelangsungan hidup. Kemudian darah yang sudah tidak beroksigen kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena, dan dipompa kembali ke paru-paru untuk mengambil oksigen lagi. Saat jantung berdetak, otot jantung berkontraksi untuk memompakan darah ke seluruh tubuh. Tekanan tertinggi berkontraksi dikenal sebagai tekanan sistolik. Kemudian otot jantung rileks sebelum kontraksi berikutnya, dan tekanan ini paling rendah, yang dikenal sebagai tekanan diastolik. Tekanan sistolik dan diastolik ini diukur ketika anda memeriksakan tekanan darah (Dian, 2011).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 9857 documents...