penyimpanan suhu rendah

Top PDF penyimpanan suhu rendah:

Kemunduran Mutu Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada Penyimpanan Suhu Rendah dengan Perlakuan Cara Kematian dan Penyiangan

Kemunduran Mutu Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada Penyimpanan Suhu Rendah dengan Perlakuan Cara Kematian dan Penyiangan

Penggunaan suhu rendah yang paling sering dan mudah dilakukan adalah pengesan. Es merupakan media pendingin yang memiliki beberapa keunggulan yaitu mempunyai kapasitas pendingin yang besar, tidak membahayakan konsumen, lebih cepat mendinginkan ikan, harganya relatif murah, dan mudah dalam penggunaannya (Ilyas 1983). Penelitian mengenai kemunduran mutu ikan sudah banyak dilakukan (Hastuti et al 1997, Santoso et al 1999, Nurjanah et al 2004) , tetapi data mengenai kemunduran ikan masih sulit ditemukan. Oleh karena itu, penelitian ini selain untuk mengetahui perubahan mutu ikan pada penyimpanan suhu rendah juga ditujukan untuk pengumpulan data-data mengenai kemunduran mutu ikan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK SAMBAL TUMPANG DARI CAMPURAN TEMPE SEGAR DAN TEMPE TERFERMENTASI LANJUT SELAMA PENYIMPANAN SUHU RENDAH

KARAKTERISTIK SAMBAL TUMPANG DARI CAMPURAN TEMPE SEGAR DAN TEMPE TERFERMENTASI LANJUT SELAMA PENYIMPANAN SUHU RENDAH

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul: “Karakteristik Sambal Tumpang dari Campuran Tempe Segar dan Tempe Terfermentasi Lanjut selama Penyimpanan Suhu Rendah” adalah benar-benar karya saya sendiri, kecuali jika dalam pengutipan substansi disebutkan sumbernya, dan belum pernah diajukan pada instansi manapun, serta bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

18 Baca lebih lajut

Pengujian Sifat Benih Pepaya (Carica Papaya L.) Dengan Perlakuan Penyimpanan Suhu Rendah

Pengujian Sifat Benih Pepaya (Carica Papaya L.) Dengan Perlakuan Penyimpanan Suhu Rendah

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, masih terjadi perbedaan hasil dalam pengelompokkan sifat benih pepaya. Menurut Sari (2005), mengelompok- kan benih pepaya Arum Bogor sebagai benih ortodoks dilihat dari ketahanan terhadap desikan hingga kadar air (KA) mencapai 6-7%. Beberapa peneliti lainnya mengelompokkan benih pepaya ke dalam benih intermediet seperti, Ellis et al. dalam Wood (2000) mengelompokkan benih pepaya ke tipe intermediet karena adanya indikasi stres akibat desikan pada tingkat kadar air (KA) < 8%. Menurut Wulandari (2009), pepaya Varietas Sukma dan Calina termasuk kedalam benih ortodoks karena benih pepaya tersebut memiliki viabilitas yang cukup baik setelah disimpan selama 3 bulan dengan penyimpanan suhu rendah (-20 0 C). Namun, Wulandari (2010) juga menyebutkan dalam hasil penelitiannya bahwa pepaya Varietas Arum Bogor (IPB 1) memiliki sifat intermediet karena benih pepaya ini sudah mengalami penurunan viabilitas sejak awal periode simpan sampai akhir periode simpan 3 bulan.
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

Penyimpanan Suhu Rendah untuk Mempertahankan Mutu Daun Pohpohan (Pilea melastomoides (Poir.) Wedd.)

Penyimpanan Suhu Rendah untuk Mempertahankan Mutu Daun Pohpohan (Pilea melastomoides (Poir.) Wedd.)

Hubungan lama penyimpanan (hari) dengan beban tarik dapat dilihat pada Gambar 7 untuk posisi daun memanjang dan Gambar 8 untuk posisi daun melebar. Uji tarik daun pohpohan dapat dijadikan sebagai indikator kerenyahan pada daun. Menurut Toole et al (2000) kerenyahan daun dapat diketahui dari sifat fracture (patahan) daun dengan uji tarik dengan melihat kekuatan dari pembuluh daun yang sejajar maupun daiagonal. Dimana dari Gambar 7 dan 8 terlihat bahwa nilai pada posisi daun memanjang maupun melebar pada penyimpanan suhu rendah mengalami kenaikan seiring dengan lamanya penyimpanan. Hal ini terjadi karena penurunan kadar air daun pohpohan yang disimpan pada suhu 5°C dan 15°C (Gambar 6) tidak berlebihan atau kurang dari 5%. Menurut Ahmad (2013) jika kehilangan air tidak berlebihan (kurang dari 5%), justru dapat menolong dalam hal pengeluaran panas dari produk akibat proses respirasi. Kerusakan fisik akibat penanganan juga dapat dikurangi bila kehilangan air tidak berlebihan. Dengan penurunan kekakuan, sayuran daun akan lebih lentur sehingga daun-daun dapat dihindarkan dari pecah atau sobek, patah pada pangkal daun (petiole) juga akan berkurang.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Perubahan Mutu Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Pada Penyimpanan Suhu Rendah

Perubahan Mutu Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Pada Penyimpanan Suhu Rendah

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan produk hortikultura yang mudah rusak. Bawang merah yang sudah dipanen dikeringkan di lahan dan selanjutnya disimpan di gudang pada suhu dan RH ruangan. Untuk penyimpanan jangka panjang, cara penyimpanan ini menyebabkan susut bobot yang tinggi. Metode penyimpanan pada suhu rendah secara umum digunakan untuk memperpanjang umur simpan produk hortikultura. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan mutu bawang merah selama penyimpanan suhu rendah. Sampel yang digunakan adalah bawang merah yang sudah dikeringkan pada waktu pengeringan yang berbeda. Proses pengeringan menghabiskan lama berturut-turut selama 2, 9, dan 14 hari, kemudian suhu penyimpanan diatur pada 5°C dan 10°C dengan RH 65-75%, serta suhu ruang (dengan RH bebas) selama delapan minggu. Pengukuran menunjukkan bahwa tingkat kerusakan bawang merah untuk sampel yang dikeringkan selama 2 dan 9 hari dan disimpan pada suhu 5°C menunjukkan kerusakan yang rendah, sehingga bawang merah dapat disimpan lebih lama.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

Respon Perkecambahan Polen Pepaya IPB 6 dan IPB 9 terhadap Penyimpanan Suhu Rendah

Respon Perkecambahan Polen Pepaya IPB 6 dan IPB 9 terhadap Penyimpanan Suhu Rendah

Sedgley dan Harbard (1993) menyatakan bahwa dalam upaya pengendalian hibridisasi, penyimpanan polen merupakan hal yang penting untuk mempertahankan produksi benih yang fertil. Selain itu, fleksibilitas dari teknik hibridisasi akan meningkat jika polen berhasil disimpan dalam jangka waktu yang lama. Hal ini juga akan mempermudah transportasi dari satu lokasi ke lokasi lainnya dan memungkinkan penyimpanan polen dari tahun ke tahun sehingga tanaman yang memiliki perbedaan umur dan waktu pembungaan akan dapat dihibridisasi. Bhat et al. (2012) menyatakan bahwa penyimpanan polen dalam jangka panjang dapat bermanfaat untuk konservasi gen dan mengisolasi spesies induk dalam program pemuliaan, selain itu polen yang disimpan diperlukan untuk pengendalian penyerbukan dan memecahkan beberapa kendala dalam produksi buah. Hal ini penting untuk program pemuliaan, konservasi plasma nutfah, dan penyerbukan buatan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Akond et al. (2012) pada Lagerstroemia spp. menyatakan bahwa penyimpanan polen yang layak tidak lebih dari 75 sampai 100 hari, sehingga akan membuat kegiatan hibridisasi yang dilakukan oleh para pemulia menjadi cukup efisien dalam penggunaan polen meskipun lokasi yang berjauhan.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

PENYIMPANAN TEMPERATUR RENDAH MEMPENGARU docx

PENYIMPANAN TEMPERATUR RENDAH MEMPENGARU docx

Buah tomat merupakan sumber penting asam L-askorbat, yang merupakan senyawa penting dari diet manusia. efek dari praktek luas penyimpanan dingin (5-10C) buah tomat dipantau untuk menentukan dampaknya terhadap konsentrasi dan redoks Status OFL-asam askorbat . Kadar asam askorbat total- yang terawat dengan baik di buah segar dan buah-buahan Dengan perlakukan dingin, sementara di perawatan lain tingkat perusahaan telah sangat berkurang. Namun, kondisi penyimpanan suhu rendah meningkatkan ekspresi sebagian besar gen coding untuk enzim yang terlibat asam askorbat INL-biosintesis dan reaksi redoks. Temuan menunjukkan bahwa kenaikan transkripsi regulasi dalam kondisi stres dingin dari sebagian besar gen coding untuk asam Ascorbat gen biosintesis asam galactono-1,4-lakton dehidrogenase, PDB-D-mannose 3,5- epimerase tetapi juga untuk isoenzim dari askorbat peroksidase, monodehydroascorbate reduktase, enzim reduktase dehydroascorbate, glutathione reductase yang berkorelasi kuat dengan status redoks L-askorbat. Selain itu, buah-buahan disimpan di 10 C menunjukkan tingkat yang lebih tinggi dari akumulasi transkrip MDHAR2, DHAR1, DHAR2, GR1 dan GR2 gen, menunjuk ke sebuah kemampuan yang lebih baik untuk mengelola stres dingin dibandingkan dengan buah-buahan disimpan di 5C.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

DAYA KECAMBAH BENIH KEDELAI YANG DISIMPAN DENGAN BEBERAPA METODE PENGEMASAN PADA DUA KONDISI PENYIMPANAN

DAYA KECAMBAH BENIH KEDELAI YANG DISIMPAN DENGAN BEBERAPA METODE PENGEMASAN PADA DUA KONDISI PENYIMPANAN

Benih kedelai adalah salah satu benih yang cepat mengalami deteriorasi. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah suhu ruang simpan. Penyimpanan benih sangat berpengaruh terhadap kualitas benih yang dipertahankan. Daya berkecambah merupakan salah satu kriteria yang diperhatikan dalam menentukan kualitas benih. Tujuan kegiatan untuk mengetahui metode pengemasan dan kondisi penyimpanan terbaik. Benih Kedelai yang digunakan adalah varietas Grobogan. Penyimpanan benih dilakukan di Kab. Majalengka (gudang petani) yang mewakili kondisi penyimpanan suhu tinggi dan gudang UPBS BPTP Jawa Barat yang mewakili kondisi penyimpanan suhu rendah. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dari tiga perlakuan yaitu (1) Ketebalan kemasan plastik, (2) Teknologi pengemasan, dan (3) Volume kemasan. Setiap perlakuan diulang empat kali. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa semua metode pengemasan pada kondisi penyimpanan dengan suhu rendah dapat mempertahankan kemampuan daya berkecambah benih diatas 80%, lebih baik dari pada penyimpanan pada suhu tinggi.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Teknik Manajemen Distribusi Hasil Pertan

Teknik Manajemen Distribusi Hasil Pertan

Secara ekonomi, penyimpanan kentang segar bertujuan mempertahankan mutu kentang selama waktu tertentu agar harganya tidak berfluktuasi dari satu saat panen ke saat panen berikutnya. Selain itu umbi kentang yang dipanen jumlahnya banyak dan memerlukan waktu untuk dilakukan sortasi sebelum dikirim ke industri pengolahan pangan, akibatnya umbi tersebut tidak dapat langsung menjadi produk olahan dalam satu kali produksi. Umur simpan kentang dapat diperpanjang dengan pendinginan. Pendinginan merupakan satu-satunya cara yang ekonomis untuk penyimpanan jangka panjang bagi sayuran segar, termasuk kentang. Pendinginan merupakan penggunaan suhu rendah (di bawah suhu kamar) dan pada umumnya ditujukan untuk mempertahankan kesegaran bahan. Masalah yang timbul dari penyimpanan suhu rendah pada kentang adalah berubahnya menjadi rasa manis dan ini tidak cocok untuk kentang yang diolah karena akan menimbulkan warna coklat (Asgar et al. 2014).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Studi Pewarnaan Dengan Beet Dying Terhadap Kualitas Dan Penampakan Buah Manggis Selama Penyimpanan - Digital Repository Warmadewa University

Studi Pewarnaan Dengan Beet Dying Terhadap Kualitas Dan Penampakan Buah Manggis Selama Penyimpanan - Digital Repository Warmadewa University

Pada Tabel 4 dapat dilihat nilai total soluble solid (TSS) buah manggis selama penyimpanan 7 hari pada suhu kamar (27-29)°C, berkisar antara 16,09- 17,18%. Secara umu TSS buah manggis yang diberi perlakuan beet dying lebih rendah dibandingkan kontrol selama penyimpanan. Hal ini kemungkinan disebabkan karena proses pematangan yang terjadi pada buah manggis tanpa perlakuan (kontrol) lebih cepat, dibandingkan yang diberi perlakuan. Akibatnya proses pemecahan senyawa pati menjadi gula-gula sederhana lebih banyk terjadi pada buah manggis tanpa perlakuan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Hidrolisis Asam Lemak Dari Buah Sawit Sisa Sortiran

Hidrolisis Asam Lemak Dari Buah Sawit Sisa Sortiran

Asam lemak merupakan unit pembangun yang sifatnya khas untuk setiap lemak, disebut juga asam alkanoat atau asam karboksilat. Penelitian ini menggunakan bahan baku buah sawit sisa sortiran untuk menghasilkan asam lemak. Buah sawit sisa sortiran adalah buah sawit yang sudah melewati waktu panen TBS (Tandan Buah Segar) dengan kadar asam lemaknya yang tinggi. Bila buah sawit sisa sortiran ini diolah dengan TBS akan menurunkan kualitas CPO (Crude Palm Oil) yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengaktifkan enzim lipase yang terdapat pada buah kelapa sawit yang akan menghidrolisa trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol. Buah sawit dipisahkan dari inti buah kemudian diblender dengan volume etanol 40%, 45%, 50%, 55% dan 60% (dari berat sampel). Kemudian dilanjutkan dengan penyimpanan 1, 2, dan 3 hari pada suhu 30C, 35C, 40C, 45C, dan 50C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar asam lemak terbaik yaitu 48,7% didapatkan pada suhu 30C, penambahan etanol 60% dan lama penyimpanan 3 hari, dengan densitas 0,907 gr/ml, bilangan peroksida 13,5 meq/kg dan kadar air 0,07%.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP SAR

PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP SAR

Kadar air bahan merupakan banyaknya kandungan air yang terdapat didalam bahan persatuan bobot bahan. Buah-buahan dan sayuran umumnya mempunyai kadar air yang tinggi yaitu sekitar 80-90%, tergantung pada kultivar dan asal produknya. Buah-buahan dan sayuran terus mengalami kehilangan air setelah pemanenan dan selama penyimpanan. Kehilangan kandungan air pada bahan dapat dikurangi dengan cara mengemas produk kedalam bahan penghalang kedap uap air. Hal ini dapat mempertahankan umur komoditas karena turunnya kehilangan kandungan air pada bahan akibat respirasi yang berlebihan. Selain itu, penanganan pada sayuran perlu dilakukan secara hati-hati untuk mengurangi kerusakan pada sayuran agar kualitas dari sayuran tetap terjaga dalam waktu yang lama.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENGARUH SUHU PENYIMPANAN DAN PEMBERIAN

PENGARUH SUHU PENYIMPANAN DAN PEMBERIAN

Penambahan rempah-rempah ini bertujuan sebagai antioksidan selain sangat membantu menjaga kualitas mayonaise juga memberikan aroma terhadap mayonaise itu sendiri, serta rempah-rempah ini juga sebagai antioksidan yang alami. Hal ini dilakukan karena salah satu kerusakan bahan yang mengandung minyak lemak yang sering terjadi selama penyimpanan adalah terjadinya reaksi oksidasi lemak yang ada pada bahan sehingga menyebabkan ketengikan. Untuk mencegah kerusakan ini, salah satunya dapat dicegah dengan penambahan antioksidan.

11 Baca lebih lajut

PENGARUH SUHU RUANG PENYIMPANAN TERHADAP

PENGARUH SUHU RUANG PENYIMPANAN TERHADAP

Prinsip pembuatan susu bubuk adalah mengurangi kadar air yang terdapat dalam susu sampai batas tertentu, untuk menghambat aktivitas kimia atau mikroba dalam susu. Sehingga daya simpan susu ini menjadi lebih lama. Namun, susu memiliki sifat yang rentan atau mudah rusak terutama oleh kondisi dan lamanya penyimpanan, dengan demikian perlu diperhatikan

5 Baca lebih lajut

PENGENDALIAN BUSUK BUAH CABAI RAWIT (Capsicum frustescens) DENGAN TEKNOLOGI PELAPISAN LILIN LEBAH DAN PENYIMPANAN PADA SUHU RENDAH

PENGENDALIAN BUSUK BUAH CABAI RAWIT (Capsicum frustescens) DENGAN TEKNOLOGI PELAPISAN LILIN LEBAH DAN PENYIMPANAN PADA SUHU RENDAH

Pangan Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi UGM. Yogyakarta. Dalam Rachmawati, R., M. R. Defiani, dan N. L. Suriani. 2006. Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan Terhadap Kandungan Viatmin C Pada Cabai Rawit Putih (Capsicum frustescens L.). Jurnal Biologi XIII (2): 36-40.

18 Baca lebih lajut

Pengaruh Metode Stratifikasi Suhu Rendah, Krioprotektan dan Kriopreservasi Terhadap Viabilitas Benih Rosela (Hibiscus sabdarifa L)

Pengaruh Metode Stratifikasi Suhu Rendah, Krioprotektan dan Kriopreservasi Terhadap Viabilitas Benih Rosela (Hibiscus sabdarifa L)

Benih rekalsitran adalah benih yang memiliki kadar air kritis yang tinggi, sehingga bila benih dikeringkan di bawah kadar air tersebut, viabilitas benih menurun dengan cepat. Keadaan ini menyebabkan benih golongan ini hanya dapat disimpan selama beberapa minggu atau bulan, bahkan ada benih yang hanya bertahan beberapa hari sebelum viabilitasnya menurun dengan cepat. Benih rekalsitran peka terhadap pengeringan dan umumnya mati bila dikeringkan di bawah kadar air kritis (12-35%). Pada rentan kadar air ini dapat terjadi pertumbuhan jamur dan peningkatan suhu di dalam benih atau perkecambahan, karena itu benih rekalsitran lebih pendek umurnya walaupun kondisi kelembaban
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

KAJIAN MENGENAI SUSUT BERAT DAN KARAKTERISTIK KENTANG YANG DISIMPAN PADA SUHU RENDAH - Digital Repository Warmadewa University

KAJIAN MENGENAI SUSUT BERAT DAN KARAKTERISTIK KENTANG YANG DISIMPAN PADA SUHU RENDAH - Digital Repository Warmadewa University

Dewasa ini masih banyak ditemukan persoalan-persoalan terkait dengan membusuknya hasil-hasil pertanian yang menyebabkan kerugian yang besar bagi para petani. Resiko rusaknya hasil pertanian banyak terjadi pada saat bahan pangan tersebut didistribusikan dan pada saat penyimpanan. Apabila persoalan ini tidak dapat ditangani dengan serius maka akan memberi dampak yang kurang baik terhadap harga jual atau kualitas bahan pangan. Persoalan bagaimanakah perlakuan yang baik terhadap bahan pangan setelah dipanen sehingga dapat mempertahankan atau mengurangi menurunnya kualitas bahan sangatlah berkaitan erat dengan apa yang disebut dengan pasca panen
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Peningkatan Perkecambahan In-Vitro Pamelo (Citrus maxima (Burm.) Merr.)

Peningkatan Perkecambahan In-Vitro Pamelo (Citrus maxima (Burm.) Merr.)

Setelah sterilisasi bertahap, biji ditiriskan di dalam petridish yang dialasi dengan tisu steril. Biji harus benar-benar kering ketika ditanam dalam botol kultur. Media perkecambahan yang digunakan adalah 30% sukrosa + 2 g L -1 pupuk (20-20-20) + agar 7 g L -1 dengan pH 5,6. Biji Pamelo diletakkan horisontal di atas media. Setiap botol berisi lima biji. Botol ditutup dengan plastik dan diikat dengan karet. Setiap perlakuan terdiri dari sepuluh botol. Botol kultur kemudian disimpan di ruang gelap dengan suhu 27 - 29 o C. Pengamatan dilakukan seminggu sekali selama 4 minggu. Parameter yang diamati adalah jumlah biji yang terkontaminasi, dan tingkat kontaminan. Tingkat kontaminasi dihitung sebagai presentase biji yang terkontaminasi dibagi jumlah seluruh biji per ulangan kali 100%.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...