penyuluhan kesehatan

Top PDF penyuluhan kesehatan:

Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Dengan Med

Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Dengan Med

Menurut Misnadiarly (2009) Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui program PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) yang disebut 3M plus yaitu yang pertama menguras kontainer air secara berkala minimal dua kali seminggu, kedua mengubur kaleng bekas atau bahan lainnya yang dapat menampung air hujan, ketiga menutup kontainer air secara rapat dan plusnya adalah memberikan bubuk abate pada kontainer, mengganti air minum burung peliharaan secara periodik, membersihkan dahan atau pelepah yang dapat menampung air hujan dan sebagainya. Program PSN tersebut dilakukan antara lain melalui penyuluhan kesehatan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Perbedaan Pengaruh penyuluhan kesehatan reproduksi

Perbedaan Pengaruh penyuluhan kesehatan reproduksi

Kebiasaan remaja yang sulit dihindari ialah merokok, sehingga jumlah perokok remaja setiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan. Upaya peningkatan motivasi dalam menghentikan kebiasaan merokok penting untuk dipertimbangkan, misalnya dengan cara penyuluhan kesehatan. Metode yang paling populer dan termudah dalam memberikan penyuluhan kesehatan pada suatu populasi adalah dengan menggunakan media audio visual dan media cetak. Seratus sembilan puluh siswa dari SMA Negeri 6 dan 184 siswa dari SMKN 10 telah diambil sebagai subyek dalam penelitian ini. Setelah penanda tanganan lembar informed consent ternyata 62 siswa SMAN 6 dan 87 siswa SMKN 10 yang termasuk golongan perokok, dan ikut dalam penelitian ini. Mereka kemudian dibagi menjadi dua kelompok dan diberikan penyuluhan kesehatan dengan menggunakan metode yang berbeda, yaitu media audio visual dan media cetak, masing- masing sebanyak dua kali yaitu pada tanggal 26 Januari dan 02 Februari 2011, dengan tujuan untuk menganalisa perbedaan antara penggunaan kedua media tersebut terhadap peningkatan motivasi untuk berhenti merokok pada remaja. Peningkatan motivasi diukur dengan menggunakan skoring TRSQ yang dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan menggunakan media audio visual secara signifikan lebih efektif mengubah motivasi untuk berhenti merokok dibandingkan media cetak (p<0.05, independent T test).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KB TERHADAP MOTIVASI DALAM MEMILIH ALAT KONTRASEPSI DI DESA BERA DOLU SUMBA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR (NTT)

PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KB TERHADAP MOTIVASI DALAM MEMILIH ALAT KONTRASEPSI DI DESA BERA DOLU SUMBA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR (NTT)

Program pelayanan Keluarga Berencana mempunyai arti penting dalam mewujudkan masyarakat indonesia yang sejahtera, disamping program pendidikan dan kesehatan. Kesadaran mengenai pentingnya kontrasepsi di indonesia masih perlu di tingkatkan untuk mencegah terjadinya peningkatan jumlah penduduk di Indonesia pada tahun 2015.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan tentang Keluar ga Berencana terhadapmotivasi dalam memilih alat kontrasepsi. Desain penelitian mengunakan desain pre-eksperimental dengan one group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah Pasangan Usia Subur yang belum menggunakan alat kontrasepsi sebanyak 167 orang yang berada di Desa Bera Dolu Sumba Barat NTT. Sampel dalam penelitian ini adalah pasangan usia subur yang memenuhi kriteria inklusi yaitu telah memiliki anak, belum pernah menggunakan alat kontrasepsi dan tidak ada kontraindikasi dalam menggunakan kontrasepsi. Dengan teknik purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 33 pasangan usia subur. Instrument yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian membuktikan bahwa sebanyak 63,6% responden memiliki motivasi yang lemah dalam memilih alat kontrasepsi sebelum penyuluhan. Setelah dilakukan penyuluhan sebanyak 81,8% responden memiliki motivasi yang kuat dalam memilih alat kontrasepsi. Berdasarkan nilai signifikansi yaitu 0,001 dengan nilai α (0,05) , dapat disimpulkan terdapat pengaruh penyuluhan kesehatan tentang Keluarga Berencana terhadap motivasi dalam memilih alat kontrasepsi di Desa Bera Dolu Sumba Barat NTT. Berdasarkan uraian diatas, perlu ditingkatkan frekuensi pemberian penyuluhan sehingga pasangan usia subur mememiliki pemahaman dalam menggunakan alat kontrasepsi.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

NALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN ANTARA YANG DIBERI PENYULUHAN KESEHATAN DAN YANG TIDAK DI BERI PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG TERAPI OBAT ORAL PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSO PROF DR R SOEHARSO SURAKARTA.

NALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN ANTARA YANG DIBERI PENYULUHAN KESEHATAN DAN YANG TIDAK DI BERI PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG TERAPI OBAT ORAL PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSO PROF DR R SOEHARSO SURAKARTA.

Sejalan dengan misi Rumah Sakit Ortopedi yaitu meningkatkan pelayanan secara profesional, misi ini dapat dicapai apabila ada kepuasan dari konsumen, terutama dalam penyuluhan kesehatan tentang terapi obat oral yang belum diberikan oleh perawat. Pasien mendapatkan obat oral di berikan langsung oleh petugas apotik tanpa adanya penjelasan tentang obat tersebut

8 Baca lebih lajut

KEBERHASILAN PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT                    DENGAN MODIFIKASI METODE MAKATON DALAM MENINGKATKAN                                                                                   Keberhasilan Penyuluhan Kesehatan Gigi Dan Mulut Deng

KEBERHASILAN PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN MODIFIKASI METODE MAKATON DALAM MENINGKATKAN Keberhasilan Penyuluhan Kesehatan Gigi Dan Mulut Deng

Tujuan : mengetahui keberhasilan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dengan modifikasi metode makaton dalam meningkatkan kemampuan menggosok gigi secara mandiri pada penderita retardasi mental di SLB Harmony Surakarta. Metode : Jenis penelitian kuasi eksperimental dengan menggunakan metode one group pre and post test. Subjek penelitian berjumlah 14 penderita retardasi mental yang tergabung dalam kategori pikiran lemah dan imbesil. Penelitian ini berupa penyuluhan kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan selama 20 hari dengan di awali pre test dan di akhiri post test. Metode dalam melakukan penyampaian penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dengan menggunakan modifikasi metode makaton kemudian dilakukan penilaian setiap hari untuk melihat perningkatan kemampuan menggosok gigi. Penilaian kemampuan menggosok gigi dapat terlihat seberapa banyak daerah permukaan gigi yang mampu digosok oleh penderita retardasi mental dengan benar secara mandiri.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KEBERHASILAN PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT               DENGAN MODIFIKASI METODE MAKATON DALAM MENINGKATKAN                                                                                   Keberhasilan Penyuluhan Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan Mo

KEBERHASILAN PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN MODIFIKASI METODE MAKATON DALAM MENINGKATKAN Keberhasilan Penyuluhan Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan Mo

Puji syukur penulis panjatkan kepada ALLAH SWT yang telah melimpahkan rahmat, karunia, dan hidayah-NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Keberhasilan Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut Dengan Modifikasi Metode Makaton Dalam Meningkatkan Kemampuan

14 Baca lebih lajut

MAKALAH PENYULUHAN KESEHATAN MASYARAKAT (1)

MAKALAH PENYULUHAN KESEHATAN MASYARAKAT (1)

Penyuluhan kesehatan adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan dengan cara menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu dan mengerti, tetapi juga mau dan bisa melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya dengan kesehatan. Penyuluhan kesehatan adalah gabungan berbagai kegiatan dan kesempatan yang berlandaskan prinsip- prinsip belajar untuk mencapai suatu keadaan, dimana individu, keluarga, kelompok atau masyarakat secara keseluruhan ingin hidup sehat, tahu bagaimana caranya dan melakukan apa yang bisa dilakukan, secara perseorangan maupun secara kelompok dan meminta pertolongan (Effendy, 1998).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENYAKIT DI

PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENYAKIT DI

Organisasi pelaksanaan program kegiatan dibentuk dengan tujuan kgiatan terlaksana dengan baik oleh masing-masing mahasiswa sesuai tugasnya. Adapun susunan organisasi pelaksana/panitia kegiatan Penyuluhan Kesehatan tentang Penyakit dimensia Alzheimer sebagai berikut:

17 Baca lebih lajut

PENYULUHAN KESEHATAN SD MUHAMMADIYAH NGADIWINATAN YOGYAKARTA

PENYULUHAN KESEHATAN SD MUHAMMADIYAH NGADIWINATAN YOGYAKARTA

Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan Senin, 14 September 2015 pukul 09.00 – 12.00, diikuti oleh 3 orang guru kelas dan siswa kelas 4 hingga kelas 6. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 38 orang anak. Susunan acara kegiatan penyuluhan kesehatan bagi siswa SD Muhammadiyah Ngadiwinatan Yogyakarta adalah sebagai berikut :

14 Baca lebih lajut

Penyuluhan Kesehatan pada Penderita Diabetes Mellitus

Penyuluhan Kesehatan pada Penderita Diabetes Mellitus

Penyuluhan dalam hal pencegahan sekunder adalah dalam mengelola pasien DM, sejak awal kita harus sudah waspada akan kemungkinan komplikasi-komplikasi kronik yang mungkin timbul. Sejauh mungkin kita harus berusaha mencegah timbulnya komplikasi tersebut. Penyuluhan mengenai DM dan pengelolaannya sangat penting untuk mendapatkan ketaatan berobat pasien yang baik dan teratur. Pengaturan sistem rujukan yang baik menjadi sangat penting untuk memback up pelayanan kesehatan primer yang merupakan ujung tombak pengelolaan DM. Dengan demikian akan dapat diharapkan hasil pengelolaan yang sebaik-baiknya, apalagi bila ditunjang pula dengan adanya tata cara pengelolaan baku yang dapat menjadi pegangan bagi para pengelola.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Penyuluhan Kesehatan Gigi pada Anak Sekolah Dasar

Penyuluhan Kesehatan Gigi pada Anak Sekolah Dasar

Menurut rekomendasi dari The American Academy of Pediatris Dentistry (AAPD) dan American Dental Association (ADA), seorang anak harus mulai melakukan kunjungan ke dokter gigi setelah gigi sulung pertamanya erupsi dan tidak boleh lebih dari usia 12 bulan. Rekomendasi ini ditujukan untuk mendeteksi dan mengontrol berbagai patologi gigi, terutama karies gigi yang merupakan penyakit mulut yang paling banyak jumlahnya pada anak dan dapat terjadi segera setelah gigi erupsi. Selain itu, rekomendasi ini juga didasarkan pada penetapan dasar pendidikan preventif dan perawatan gigi pada anak untuk mendapatkan kesehatan mulut yang optimal pada masa kanak-kanak hingga dewasa. 28,30
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

PRE PLENNING PENYULUHAN KESEHATAN DIET P

PRE PLENNING PENYULUHAN KESEHATAN DIET P

Pasien pascabedah besar, setelah diet Pasca-Bedah III Cara Memberikan Makanan Makanan diberikan berupa makanan lunak yang dibagi dalam 3 kali makanan lengkap dan 1 kali makanan selingan[r]

10 Baca lebih lajut

Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Wanita Yang Sudah Menikah Melakukan Pemeriksaan IVA Di Puskesmas Mulyorejo Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang Tahun 2016 Chapter III VI

Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Wanita Yang Sudah Menikah Melakukan Pemeriksaan IVA Di Puskesmas Mulyorejo Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang Tahun 2016 Chapter III VI

Berdasarkan hasil penelitian pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap wanita yang sudah menikah melakukan pemeriksaan inspeksi visual asam astetat (IVA), hasil uji statistik dengan Chi_Square menunjukkan tidak ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap wanita yang sudah menikah melakukan pemeriksaan inspeksi visual asam astetat (IVA) di Puskesmas Mulyorejo, nilai probabilitas (p) = 0,510 < 0,05. Penyuluhan kesehatan dalam penelitian ini tidak berpegaruh terhadap wanita yang sudah menikah melakukan pemeriksaan IVA. Penyuluhan dari puskesmas sudah disampaikan kepada masyarakat tetapi pihak masyarakat masih belum bisa menerima informasi itu karena kurangnya kejelasan dalam memberikan informasi. Sikap negatif dapat menjadikan alasan wanita yang sudah menikah tidak melakukan pemeriksaan IVA. Penyuluhan sudah diberikan dengan harapakan informasi sudah diterima oleh masyarakat tetapi sikap masyarakat yang kurang mendukung.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan remaja putri saat mengai menarche di SMP Jaya Krama Kec.Biringin Kab.Deli serdang Tahun 2016

Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan remaja putri saat mengai menarche di SMP Jaya Krama Kec.Biringin Kab.Deli serdang Tahun 2016

Disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, dukungan ibu, sumber informasi dengan tingkat kecemasan remaja putri saat mengalami menarche . dari penelitian ini diharapkan kepada remaja putri agar lebih banyak membaca, mencari informasi dan mengikuti penyuluhan-penyuluhan kesehatan reproduksi agar menambah pengetahuan tentang menarche dan perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada remaja putri pada saat pertama kali menarche agar dapat mengurangi kecemasan pada saat pertama kali menstruasi.

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...