Perairan Benteng Portugis

Top PDF Perairan Benteng Portugis:

Studi Pola Arus Di Perairan Benteng Portugis, Kabupaten Jepara

Studi Pola Arus Di Perairan Benteng Portugis, Kabupaten Jepara

Maraknya perkembangan wisata daerah pesisir, khususnya di Perairan Benteng Portugis yang memiliki karakteristik dengan tanjung, teluk, serta adanya pulau Mandalika. Belum adanya penelitian tentang pola arus membuat kurangnya informasi kepada wisatawan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola arus yang berada di Peairan Benteng Portugis. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, purposive sample untuk penentuan lokasi, serta deskriptif kuantitatif dalam pengolahan data. Penelitian ini dibagi dalam dua tahap besar yaitu survey lapangan dan tahap pengolahan dengan pendekatan model numerik dengan modul ADCIRC. Hasil yang didapat bahwa arus di Perairan Benteng Portugis didominasi oleh arus pasut yang mengarah ke barat saat pasang dan timur saat surut, dengan kecepatan maksimal 0,475 m/det, dan kecepatan minimum sebesar 0,015 m/det.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Arus terhadap Sebaran Material Padatan Tersuspensi di Perairan Benteng Portugis, Kabupaten Jepara

Pengaruh Arus terhadap Sebaran Material Padatan Tersuspensi di Perairan Benteng Portugis, Kabupaten Jepara

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif ekspolaratif. Penentuan lokasi stasiun pengukuran dengan metode purposive sample methoddan pengolahan data menggunakan pendekatan model numerik menggunakan software SMS sub model ADCIRC. Penentuan pola arus dan pola sebaran MPT yang terjadi di Perairan Benteng Portugis diperlukan materi yang mendukung yakni, data primer serta data sekunder.

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Arus terhadap Sebaran Material Padatan Tersuspensi di Perairan Benteng Portugis, Kabupaten Jepara Thomas Agung Perwira, Baskoro Rochaddi

Pengaruh Arus terhadap Sebaran Material Padatan Tersuspensi di Perairan Benteng Portugis, Kabupaten Jepara Thomas Agung Perwira, Baskoro Rochaddi

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif ekspolaratif. Penentuan lokasi stasiun pengukuran dengan metode purposive sample methoddan pengolahan data menggunakan pendekatan model numerik menggunakan software SMS sub model ADCIRC. Penentuan pola arus dan pola sebaran MPT yang terjadi di Perairan Benteng Portugis diperlukan materi yang mendukung yakni, data primer serta data sekunder.

8 Baca lebih lajut

Studi Konsentrasi Fospat Bioavailable Dan Karbon Organik Total (Kot) Dalam Sedimen Di Perairan Benteng Portugis, Jepara

Studi Konsentrasi Fospat Bioavailable Dan Karbon Organik Total (Kot) Dalam Sedimen Di Perairan Benteng Portugis, Jepara

Limbah pertanian yang berasal dari sawah-sawah di daerah sekitar kawasan Benteng Portugis, Jepara seperti pestisida dan pupuk akan mengalir ke run-off yang kemudian masuk kedalam badan sungai yang bemuara di perairan Benteng Portugis, Jepara. Limbah yang berasal dari pupuk yang masuk ke perairan diduga akan mempengaruhi kandungan karbon organik dan fosfat yang ada di perairan. Masuknya buangan-buangan limbah dari daratan ke perairan kemudian akan mengendap pada dasar perairan. Oleh karena itu, diperlukan studi mengenai konsentrasi fospatbioavailable dan karbon organik total dalam sedimen di perairan Benteng Portugis, Jepara sebagai suatu dasar untuk memberikan gambaran mengenai kandungan fosfat dan KOT di daerah tersebut.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Kedatangan Portugis ke Indonesia

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Kedatangan Portugis ke Indonesia

Selain mendapatkan pertentangan dari beberapa wilayah di Indonesia, Portugis juga berhasil menjalin aliansi dengan beberapa penguasa kerajaan di Indonesia. Namun ada beberapa kerajaan yang menjadi aliansi menjadi musuh bagi mereka karena ulah dari Portugis itu sendiri. Aliansi yang dilakukan oleh Portugis semata-mata bukan untuk menambah hasil rempah-rempah, akan tetapi juga memperkuat posisi di kepulauan rempah-rempah seiring dengan datangnya Spanyol di Indonesia. Pembangunan benteng menjadi solusi bagi Portugis dalam menjaga kestabilitasan dalam mempertahankan posisi di kepulauan rempah-rempah. Benteng yang dibangun oleh Portugis berada di kerajaan Ternate, yang dengan sendirinya membawa mereka ke dalam
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Masyarakat perkampungan Portugis di Jakarta: persanakan, petempatan dan penamaan

Masyarakat perkampungan Portugis di Jakarta: persanakan, petempatan dan penamaan

Namun begitu, antara aspek-aspek yang digunakan oleh Orang Tugu sebagai representasi menunjukkan pengaruh Portugis adalah nama- nama mereka yang berbunyi Portugis dan beberapa perkataan serta frasa dalam bahasa Portugis Kreol. Hanya beberapa keluarga sahaja di Tugu yang memberi nama yang berbunyi Portugis kepada anak-anak mereka, contohnya Samuel Quiko, mantan ketua Keroncong Tugu Cafrinho, menamakan anak-anak beliau menurut abjad, iaitu Alfredo, Bernardo, Carolina, Diana, Eugeniana dan Guido. Seorang wanita Tugu yang berusia dalam lingkungan 60-an memperkenalkan dirinya seperti berikut: “Nama saya Estrelita, ertinya bintang kecil dalam Bahasa Portugis; seperti bahasa Portugis, nama perempuan lazimnya berakhir dengan ‘a’ dan untuk lelaki, berakhir dengan ‘o’.” Apa yang disebutkan oleh beliau adalah betul dari segi sistem Bahasa Portugis. Bapa beliau adalah Jacobus Quiko dan juga mantan ketua kumpulankeroncong di Tugu. Anak-anak Jacobus diberi nama Anita, Fernando, Estrelita, Rosita, Liberta, Erlita, Elpido, Eduardo, Ermelita, Florita, Ivonita, dan Megalita. Estrelita dan suaminya Erenst Andries pula menamakan anak-anak mereka Alfondo, Alfindo, Albrendo, Aldriando, Aldonaldo dan Alona. Sebagai seorang peminat Ronaldo (pemain bola sepak yang terkenal), Alfindo menamakan anaknya Ronaldo Emilio dan seorang lagi Gregario Elnino kerana teringat akan angin Elnino. Nama-nama mereka mengikut tata bahasa Iberia, iaitu berakhir dengan “-ito” dan “-ita”, atau “-o” dan “-a” untuk kedua-dua lelaki dan wanita. Contoh nama-nama lain yang boleh dikatakan asli dan kreatif adalah seperti Almich Emilthon, Alberthine Vebialce, Alfrullce, Alberth Albiando, Aldero, Ardelline dari keluarga Lauw-Michiels.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Revitalisasi Benteng Vastenburg Solo (Preseden Keberhasilan Benteng Vredeburg Yogyakarta)

Revitalisasi Benteng Vastenburg Solo (Preseden Keberhasilan Benteng Vredeburg Yogyakarta)

Saat ini, terdapat 2 bangunan bersejarah peninggalan penjajah Belanda. Kedua bangunan memiliki persamaan dari segi arsitektur dan perbedaan dari segi pengelolaannya, yaitu Benteng Vastenburg Solo dan Benteng Vredeburg Yogyakarta. Persamaan yang terdapat di kedua bangunan seharusnya dapat digunakan sebagai saling belajar terhadap kepengelolaannya, sehingga menghapus perbedaan yang ada dan melestarikan kedua bangunan sebagai bangunan cagar budaya. Hal itu menggerakan penulis untuk melakukan riset di Benteng Vredeburg Yogyakarta. Hasil riset adalah temuan yaitu pengelolaan fisik dan pengelolaan non fisik. Pengelolaan fisik berupa pengelola telah berhasil menciptakan ruang kota yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan sesuai dengan UU No. 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang, dan melestarikan bangunan cagar budaya sesuai dengan UU No. 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya, serta merawat dan memelihara bangunan sesuai dengan PERMEN PU No. 24/PRT/M/2008 Tentang Pedoman dan Pemeliharaan Bangunan Gedung. Pengelolaan non fisik berupa pengelola berusaha untuk mengajak masyarakat ikut andil dalam merawat dan memelihara benteng dan menjadikan benteng tak hanya milik pengelola, namun milik masyarakat khususnya milik masyarakat Yogyakarta. Revitalisasi Benteng Vastenburg Solo dalam perencanaan dan perancangan mengacu pada hasil riset yaitu keberhasilan Benteng Vrdeburg Yogyakarta. Konsep dari revitalisasi adalah menghidupkan kembali kawasan benteng yang telah mati dengan menghadirkan ruang publik yang dibutuhkan oleh masyarakat dan menonjolkan bangunan cagar budaya, maka akan menciptakan ruang kota aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan sesuai dengan UU No. 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang dan menjadikan bangunan atau kawasan Benteng Vastenburg Solo lestari sesuai UU No. 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Benteng Jepang di Gampong Benteng Kota Sigli (Kajian

Arkeologi

Benteng Jepang di Gampong Benteng Kota Sigli (Kajian Arkeologi

penelitian diketahui bahwa benteng-benteng di Gampong Anoi Itam tersebar di dua jurong di antaranya Jurong Mata Ie dan Jurong Tgk Nek Abd Rahman. Dari sepuluh benteng yang tersebar di dua jurong tersebut yaitu, sembilan benteng di Jurong Mata Ie dan satu benteng berada di Jurong Tgk Nek Abd Rahman. Benteng yang tersebar di Gampong Anoi Itam terbagi dalam beberapa bentuk yaitu persegi empat, persegi lima dan lingkaran. Sabang dulunya menjadi pertahanan pada masa kolonial Belanda dan itu tidak bertahan lama setelah sekutu menyerang tanpa henti pergantian penjajahan pun berganti tangan ke Jepang dan menjadikan Sabang sebagai basis pertahanan mereka karena merasa pulau yang letaknya sangat strategis karena pulau Sabang sendiri berada berada di jalur perdagangan. 24
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

BENTENG DULU, KINI, DAN ESOK

BENTENG DULU, KINI, DAN ESOK

faatan produktif dari aset perkotaan secara tidak langsung akan menjadi sumber daya bagi upaya pemeliharaan dari aset publik tersebut. Merujuk kepada konsep keterkaitan, konservasi/pelestarian lebih dari sekedar pekerjaan teknis seni bangunan atau seni binakota belaka, tapi menjadi upaya manusia membuat penafsiran secara kontinu terhadap karya­karya yang telah dibuatnya. Bila hal ini dikaitkan dengan kegiatan pelestarian, maka pemanfaatan bangunan tua/kawasan lama untuk mengakomodasi kebutuhan baru yang relevan ­melalui alihfungsi­ dapat dipahami sebagai upaya interpretasi baru terhadap artefak/warisan budaya (Martokusumo, 2007). Hal yang cukup relevan adalah perlu menyiapkan sumberdaya manusia, yakni masyarakat yang handal untuk menyambut program revitalisasi kawasan. Prasodjo (2004) mengatakan pemberdayaan masyarakat diperlukan agar tidak ada ketimpangan sehingga masyarakat mampu bersaing dengan perkembangan zaman dan perubahan sosial. Masyarakat lokal sebagai pumukim yang bertempat tinggal di sekitar kawasan memiliki potensi sosial, budyaa, politik, maupun ekonomis yang dapat dikembangkan sehingga akan menumbuhkan ketergantungan yang saling menguntungkan antara kawasan benteng Kolonial (kawasan BCB) dan masyarakat sekitar (Prasodjo, 2004:3).
Baca lebih lanjut

243 Baca lebih lajut

Identitas Orang Tugu sebagai Keturunan Portugis di Jakarta

Identitas Orang Tugu sebagai Keturunan Portugis di Jakarta

Namun demikian acara yang digelar tetap mengedepankan unsur budaya Portugis Tugu, seperti tarian Portugis, pagelaran musik keroncong, hingga pameran sejarah Tugu. Hal tersebut merupakan bukti bahwa Orang Tugu masih terikat kuat dengan identitas leluhur mereka yang tetap setia mereka pertahankan. Dalam hal peribadatan, tidak ada hal istimewa yang ditonjolkan oleh Orang Tugu kepada kelompok lainnya sesama jemaat Gereja Tugu. Hal ini karena ibadah merupakan sebuah kegiatan yang sarat akan nilai-nilai sakral yang universal bagi penganutnya, sehingga sudah selayaknya menghilangkan unsur-unsur perbedaan yang ada di antara para jemaatnya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Perang Palembang Dan Benteng-benteng Pertahanannya (1819-1821)

Perang Palembang Dan Benteng-benteng Pertahanannya (1819-1821)

Di sisi lain, muncul pertanyaan, bagaimana Sultan Badaruddin II mempersiapkan diri guna menghadapi serangan balasan dari pihak Belanda? Yang dilakukan oleh Sultan adalah memasang meriam-meriam, dan peluru-peluru (dari Sungsang sampai Pulau Kemaro disiapkan 60 lobang tembakan), menyiapkan rakit-rakit yang mudah dibakar, rakit- rakit inilah yang akan menghantam armada Belanda, membuat benteng pertahanan di Sunsang (dua kubu dengan luas bangunan berkisar 15.24 meter sampai 22.86 meter), benteng di Pulau Keramat, Pulau Salanama, Pulau Gombora (Kembara atau Kemaro, di bagian tenggara pulau ini disiapkan 12 lobang tembakan), Plaju dan benteng di pulau buatan di tengah Sungai Musi (benteng ini dilengkapi tiga lobang tembakan). Di tiap sudutnya ditempatkan meriam dengan masing-masing dua lobang tembak. Tiap benteng diperkuat dengan 50 meriam dengan ukuran 8 pon sampai 24 pon, sedangkan sisi darat dibangun pagar yang sangat kokoh, tertutup pula oleh pohon-pohon besar yang rindang. Pertahanan lain adalah menutup Sungai Musi dengan memasang tonggak-tonggak dari Pulau Kemaro sampai Plaju garis, dengan garis tengah 61 sentimeter. Tonggak-tonggak itu ditancapkan di sungai pada kedalaman 24,4 meter. Pertahanan semakin lengkap dengan disiagakannya sebuah kapal layar tiga tiang dan beberapa perahu bersenjata. Di muara Plaju dan dibagian belakang bentengnya, dan di depan benteng Kemaro disiagakan rakit-rakit yang siap dibakar. Sedangkan di sisi kiri-kanan Sungai Musi banyak terdapat rawa-rawa dan anak-anak sungai (ibu kota Palembang terkenal sebagai kota yang dialiri oleh 20 sungai). Semua itu menjadi pertahanan alam yang sangat baik, sekaligus untuk melakukan penyerangan terhadap musuh. Keraton Kuto Besak, sebagai pusat kekuasaan Sultan, dilengkapi dengan meriam-meriam berbagai ukuran. Dalam persiapan itu pula, disiapkan perlawanan rakyat semesta (ANRI, Naskah Sumber No.4: 85; Bataviaasch Courant, 4 Agustus 1821).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

KAK DED TURAP DESA BENTENG BARAT  BENTENG TIMUR

KAK DED TURAP DESA BENTENG BARAT BENTENG TIMUR

Berdasarkan hal t ersebut Dinas Pekerjaan Umum Kabupat en Indragiri Hilir perlu mendapat kan bant uan t eknis dalam bidang perencanaan yang akan diw ujudkan dengan adanya Penyusunan DED TURAP PENGAM AN TEBING DESA BENTENG BARAT – BENTENG TIM UR KECAM ATAN SUNGAI BATANG

17 Baca lebih lajut

WISATA BENTENG ALLA.docx

WISATA BENTENG ALLA.docx

Kita bercerita tentang tempat wisata saat ini banyak sekali di Indonesia bahkan di seluruh dunia tidak bisa dihitung lagi kali ini saya menulis cerita singkat mengenai tempat wisata dikabupaten enrekang salah satunya yakni “ WISATA BENTENG ALLA “ yang mana wisata benteng alla yang berada di Desa Pana Kecamatan Alla sekitar 42 Km dari Kota Enrekang dengan jarak tempuh 2 – 3 jam.

8 Baca lebih lajut

BAB II GAMBARAN UMUM BENTENG VASTENBURG. A. Sejarah Benteng Vastenburg. Nusantara dan merupakan salah satu dari 275 benteng yang tersebar di seluruh

BAB II GAMBARAN UMUM BENTENG VASTENBURG. A. Sejarah Benteng Vastenburg. Nusantara dan merupakan salah satu dari 275 benteng yang tersebar di seluruh

Arsitektur benteng banyak dibangun oleh Kongsi Dagang Belanda di kawasan Hindia Timur atau VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) pada awal keberadaannya di wilayah Nusantara (sebelum NKRI terbentuk) yaitu sekitar abad ke-17. Mereka membangun benteng-benteng di dekat pantai atau muara sungai di kota-kota pelabuhan penting dalam lalu lintas perdagangan di Asia Tenggara, hal tersebut terkait dengan usaha untuk mempertahanakan keamanan dan memperkuat pijakan kekuasaan dalam perdagangan. Sebut saja misalnya Benteng Batavia yang dibangun oleh Jan Pieterszoon Coen di pelabuhan Sunda Kelapa yang waktu itu merupakan titik penting dalam lalu lintas perdagangan di Nusantara (A. Bagoes P. Wiryomartono, 1995:85).
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA. Kata mangrove merupakan kombinasi antara bahasa Portugis mangue

TINJAUAN PUSTAKA. Kata mangrove merupakan kombinasi antara bahasa Portugis mangue

Hutan mangrove juga merupakan daerah pertemuan antara ekosistem darat dan ekosistem laut, ke arah darat meliputi bagian tanah baik yang kering maupun yang terendam air laut, dan masih dipengaruhi oleh sifat-sifat fisik laut seperti pasang surut, ombak dan gelombang serta perembesan air laut, sedangkan ke arah laut mencakup bagian perairan laut yang dipengaruhi oleh proses alami yang terjadi di darat seperti sedimentasi dan aliran air tawar dari sungai maupun yang disebabkan oleh kegiatan manusia di darat (Djamali, 2004).

11 Baca lebih lajut

Kutipan Sejarah_05 Perang Istana Besar dan Runtuhnya Imperium Portugis

Kutipan Sejarah_05 Perang Istana Besar dan Runtuhnya Imperium Portugis

Kompetisi dalam mencari dunia baru berlangsung begitu cepat dan dipenuhi pertumpahan darah. Kapal-kapal Portugis, Spanyol, Inggris, Perancis, Italia telah melanglang buana sejak tersebarnya penemuan Amerika oleh Colombus pada tahun 1492 M serta penemuan ladang emas Inca-Maya oleh Cortez plus pembantaian bangsa Inca-Maya. Sehingga semakin

6 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA. Kata mangrove merupakan kombinasi antara bahasa Portugis mangue dan

TINJAUAN PUSTAKA. Kata mangrove merupakan kombinasi antara bahasa Portugis mangue dan

Pengaruh Cahaya, Suhu, dan Kelembaban terhadap Pertumbuhan Tanaman Cahaya merupakan faktor penting terhadap berlangsungnya fotosintesis, sementara fotosintesis merupakan proses yang me[r]

17 Baca lebih lajut

UNDANGAN PEMBUKTIAN Benteng

UNDANGAN PEMBUKTIAN Benteng

Sebagai proses lanjut maka Pokja akan melakukan Pembuktian Kualifikasi terhadap perusahan saudara maka dengan ini kami mengundang saudara untuk hadir pada: Hari/Tanggal : Senin, 18 Agu[r]

1 Baca lebih lajut

Penggunaan Kristang sebagai bahasa komunikasi dalam kalangan masyarakat Portugis di Melaka

Penggunaan Kristang sebagai bahasa komunikasi dalam kalangan masyarakat Portugis di Melaka

Kewujudan masyarakat Portugis di Melaka telah bermula sejak awal abad ke-16 lagi. Kehadiran mereka ke Melaka adalah bertujuan untuk berdagang khususnya dagangan rempah ratus oleh kerana pada waktu itu di Eropah, permintaan rempah ratus adalah sangat tinggi. Kesan daripada itu, lahirlah masyarakat Serani Portugis di Melaka. Masyarakat ini pada mulanya banyak terdapat di kawasan Kota A Famosa dan kemudiannya pada sekitar tahun 1933 sehingga kini, majoriti masyarakat Portugis mendiami kawasan penempatan di Ujong Pasir. Menurut Encik Richard Hendrick (berdasarkan temu bual pada tahun 2016), penempatan masyarakat Portugis secara berkelompok mula dilaksanakan di daerah Ujong Pasir yang terletak kira-kira 3 kilometer dari pusat bandar. Pada tahun 1933, sejumlah 28 ekar tanah telah dibeli dengan tujuan memberi bantuan membina rumah untuk masyarakat berketurunan Portugis. Pada 1934, dua orang paderi Katolik iaitu Father Alvaro Manuel Coraodo dan Father Jules Pierre Francois telah berjaya membina perkampungan sepenuhnya dan diberi nama Padre Sa Chang atau Tanah Paderi menggantikan nama Perkampungan St. John. Paderi-paderi tersebut turut meminta bantuan daripada Gabenor British Melaka untuk membeli tanah. Akhirnya pada tahun 1935, mereka berjaya membina rumah di sepanjang Jalan Texeira. Sehingga kini, Ujong Pasir merupakan kawasan masyarakat Serani Portugis yang terkenal di Malaysia, bahkan kawasan tersebut juga terkenal di seluruh dunia.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA. Kata mangrove merupakan kombinasi antara bahasa Portugis Mangue

TINJAUAN PUSTAKA. Kata mangrove merupakan kombinasi antara bahasa Portugis Mangue

Api-api menyukai rawa-rawa mangrove, tepi pantai yang berlumpur, atau di sepanjang tepian sungai pasang surut. Beberapa jenisnya, seperti A. marina, memperlihatkan toleransi yang tinggi terhadap kisaran salinitas, mampu tumbuh di rawa air tawar hingga di substrat yang berkadar garam sangat tinggi. Kebanyakan jenisnya merupakan jenis pionir dan oportunistik, serta mudah tumbuh kembali. Pohon-pohon api-api yang tumbang atau rusak dapat segera tumbuh atau bersemi kembali, sehingga mempercepat pemulihan tegakan yang rusak. Akar napas api-api yang padat, rapat dan banyak sangat efektif untuk menangkap dan menahan lumpur serta pelbagai sampah yang terhanyut di perairan. Jalinan perakaran ini juga menjadi tempat mencari makanan bagi aneka jenis kepiting bakau, siput dan teritip (Noor et al., 1999)..
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Show all 7578 documents...