Perairan Darat

Top PDF Perairan Darat:

perairan darat dan laut

perairan darat dan laut

Setelah mempelajari modul ini Anda diharapkan dapat menjelaskan keanekaragaman lingkungan perairan sebagai penunjang kehidupan. Secara lebih rinci tujuan yang ingin dicapai setelah mempelajari modul ini ialah Anda dapat menyebutkan/menjelaskan: pengertian hidrosfer, pengertian perairan darat, jenis dan persebaran danau, jenis-jenis rawa, jenis- jenis air tanah, jenis-jenis sungai, bagian-bagian sungai beserta cirinya, gejala-gejala alam yang terjadi bila Daerah Aliran Sungai (DAS) rusak, pemanfaatan perairan darat, penggolongan jenis laut, cara mengukur kedalaman laut, gerakan-gerakan air laut, mineral perairan laut dan manfaatnya, organisme laut dan pemanfaatannya, pemanfaatan gerakan air laut dalam kehidupan, permasalahan dalam pemanfaatan laut dan pembagian wilayah perairan laut di Indonesia.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Pengembangan Sistem Informasi Perikanan Budidaya Perairan Darat Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pengembangan Sistem Informasi Perikanan Budidaya Perairan Darat Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sistem informasi sangat diperlukan untuk mendukung pengembangan khususnya untuk pemasaran perikanan budidaya perairan darat di Kabupaten Bogor secara online yang dikembangkan oleh penulis. Sistem informasi ini memiliki peranan dalam membuat, menyimpan, memanipulasi, dan menampilkan geografik yang berbasis web. Adapun informasi lain dalam melengkapi dari data perikanan budidaya perairan darat ini yakni informasi mengenai curah hujan di daerah Kabupaten Bogor pada Tahun 2011. Sehingga penelitian ini diperlukan sebagai penyaji informasi yang interakif, efektif dan efisien.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Perairan Darat Tropis di Indonesia

Perairan Darat Tropis di Indonesia

Pensi, langkitang dan tutut diambil dari pinggiran Danau Maninjau di Nagari Bayur, sedangkan kijing Taiwan diambil dari sungai kecil di Nagari Bayur yang merupakan inlet danau dengan cara koleksi bebas pada bulan Oktober 2013 dan April 2014. Analisis kandungan nutrisi dikerjakan di Laboratorium Nutrisi Ikan, Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB, Bogor sesuai dengan prosedur dari Muchtadi (1989). Sebelum dianalisis, semua sampel tersebut diambil dagingnya. Selanjutnya, dilakukan analisis kandungan gizi yang terdapat dalam daging sampel yang meliputi kadar proksimat, termasuk mineralnya dan kandungan asam- asam amino. Penentuan kadar air dan kadar abu menggunakan metode gravimetri. Analisis kandungan lemak menggunakan metode Folch, sedangkan kadar protein ditentukan dengan metode Kjeldahl. Untuk penentuan serat kasar dan analisis mineral digunakan metode Wet Ashing berdasarkan AOAC (2005), sedangkan analisis kandungan asam-asam amino dilakukan menurut AOAC (1999). Semua analisis kandungan nutrisi dilakukan dengan dua kali pengulangan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Perairan Darat Tropis di Indonesia

Perairan Darat Tropis di Indonesia

Danau Towuti merupakan salah satu danau oligotrofik di kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Danau ini memiliki keanekaragaman sumberdaya ikan endemik yang tinggi dan bernilai ekonomis guna mendukung masyarakat disekitarnya. Pengelolaan sumberdaya ikan endemik secara berkelanjutan melalui penetapan kawasan konservasi belum dikembangkan di danau ini. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui konsentrasi unsur hara dan klorofil-a untuk digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam memilih calon kawasan konservasi sumberdaya ikan endemik di Danau Towuti. Penelitian dilakukan diwilayah litoral danau yang mencakup 7 stasiun pada tahun 2009 serta 10 dan 11 stasiun pada tahun 2010 dan tahun 2011. Lokasi mencakup stasiun di kawasan Tominanga dan Kawatang. Sampel air untuk pengamatan amoniak, nitrat, total nitrogen, total fosfor, fosfat dan klorofil-a diambil secara stratifikasi menurut kedalaman danau dan dianalisis mengikuti prosedure metode standar (APHA, 1992). Rata-rata konsentrasi nitrat, amonia, total nitrogen, fosfat, total fosfor dan klorofil pengamatan tahun 2009 menunjukkan kondisi perairan alami atau oligotrofik. Pengamatan 2010 dan 2011 di stasiun di kawasan Kawatang, konsentrasi TP menunjukkan nilai yang tinggi dengan kisaran masing-masing 0,180 – 0,265 mg/L dan < 0,001 – 0,950 mg/L. Demikian juga TN, amonia dan klorofil-a pada tahun 2011 beberapa stasiun dikawasan ini menunjukkan konsentrasi yang tinggi dengan kisaran masing-masing 0,903 – 2,810 mg/L; 0,001 – 0,146 mg/L dan 0,0 – 23,665 µg/L. Di stasiun kawasan Tominanga selama kurun waktu pengamatan konsentrasi TN, TP, nitrat, fosfat, klorofil-a umumnya menunjukkan kondisi perairan alami, sedangkan amonia konsentrasinya bervariasi. Berdasarkan konsentrasi unsur hara dan klorofil-a, disimpulkan kawasan Tominanga lebih sesuai dipilih sebagai kawasan konservasi sumberdaya ikan endemik di Danau Towuti.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Perairan Darat Tropis di Indonesia

Perairan Darat Tropis di Indonesia

112 Hasil pengujian di lembah Sungai Progo sebelah timur Candi Pawon menunjukkan bahwa endapan lempung tersebut memiliki kandungan organik banyak, kaya akan kandungan pollen, spora fungi dan paku-pakuan (Gambar 7). Kenampakan butiran baik. Organik umumnya berwarna kuning, bening, coklat dan hitam. Kandungan fosil yang terdapat pada sampel ini adalah pollen: Commelina sp, (57 spesimen), Cyperaceae (223 spesimen), Gramineae (33 spesimen), Labiateae (78 spesimen), Nuphar sp. (1 spesimen), (Pinus (2 spesimen), Scabratemonocolpites sp (4 spesimen), dan Triporites sp, (1 spesimen). Selain itu juga terdapat spora: Equisetum sp. (32 spesimen), Selaginella. sp (40 spesimen), Davallia sp. (34 spesimen), Lycopodium sp. (15 spesimen), Hymenophylluyopteris sp. (4 spesimen), Dryopteris sp. (7 spesimen), Polypodiaceae (13 spesimen), dan Pteris (2 spesimen). Dengan banyak dijumpainya taksa dari tumbuhan perairan air tawar, seperti: Commelina sp., Equisetum sp dan fungal spore, serta taksa dari tumbuhan semak, seperti Cyperaceae, Gramineae dan Labiatae, maka diperkirakan sampel ini
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Perairan Darat Tropis di Indonesia

Perairan Darat Tropis di Indonesia

Laju mortalitas penangkapan ikan nila lebih tinggi dibandingkan dengan laju mortalitas alami. Laju mortalitas alami dapat disebabkan oleh predasi, penyakit, suhu perairan yang tinggi, dan kandungan oksigen terlarut yang rendah di perairan yang dapat menyebabkan mortalitas ikan secara mendadak (Welcome, 2001). Laju eksploitasi ikan nila yang besar diindikasikan oleh penangkapan ikan nila yang berlangsung setiap hari dengan menggunakan alat tangkap jaring ingsang dan pancing (wawancara pribadi dengan nelayan). Alat tangkap ini berpengaruh terhadap laju eksploitasi ikan nila. Walaupun laju eksploitasi tinggi tetapi karena pertumbuhan ikan nila cepat maka stok ikan akan cepat pulih kembali.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES PADA MATERI PERAIRAN DARAT DI KELAS X SMA NEGERI I PANGURURAN.

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES PADA MATERI PERAIRAN DARAT DI KELAS X SMA NEGERI I PANGURURAN.

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Adapun judul skripsi ini adalah : Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Melalui Model Pembelajaran Examples Non Examples Pada Materi Perairan Darat Kelas X SMA Negeri I Pangururan Tahun Ajaran 2011/2012.. Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan.

24 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERAIRAN DARAT KELAS X SMA NEGERI 1 STABAT T.A 2011/2012.

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERAIRAN DARAT KELAS X SMA NEGERI 1 STABAT T.A 2011/2012.

Puji dan syukur atas rahmat Allah SWT yang diberikan kepada penulis sehingga skripsi yang berjudul Implementasi Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition ( CIRC ) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Perairan Darat Kelas X SMA Negeri 1 Stabat T.A 2011 / 2012 dapat diselesaikan dengan baik dan sesuai dengan waktu yang direncanakan. Adapun tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat bagi mahasiswa dalam menyelesaikan studi guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Geografi pada Program Studi Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial UNIMED.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Perairan Darat Klasifikasi dan Manfaatny

Perairan Darat Klasifikasi dan Manfaatny

Air merupakan sumber kehidupan. Ini berarti bahwa makhluk hidup tidak dapat tumbuh, atau berkembang tanpa adanya air. Adapun manfaat sungai sebagai salah satu bentangan perairan darat, mulai dari yang sederhana seperti keperluan minum, mandi, dan mencuci, hingga kebutuhan yang lebih kompleks, seperti:

12 Baca lebih lajut

Perairan Darat Tropis di Indonesia

Perairan Darat Tropis di Indonesia

Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian Karakterisasi hidroklimatologi dan penetapan status sumberdaya perairan darat Danau Tempe dengan sumber pendanaan DIPA Pusat Penelitian Limnologi, LIPI tahun anggaran 2012. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Fajar Setiawan selaku koordinator kegitan penelitian ini dan bantuannya dalam pembuatan peta lokasi penelitian, serta kepada seluruh anggota tim kegiatan penelitian yang telah membantu dalam analisis kualitas air dan pengambilan sampel.

15 Baca lebih lajut

Perairan Darat Tropis di Indonesia

Perairan Darat Tropis di Indonesia

Di indonesia, kualitas fisik-kimia dan biologi ekosistem perairan umumnya telah mengalami penurunan oleh berbagai kegiatan manusia terutama kegiatan pemeliharaan ikan di keramba jaring apung (KJA). Sebagai contoh di danau Toba aktivitas keramba jaring apung rata-rata memasukkan Pokan sebesar 200 ton setiap hari tanpa ada upaya pengelolaaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan secara rutin (Panjaitan, 2009), di waduk Gajah Mungkur beban pencemaran berasal dari aktivitas eksogenous (dari luar perairan) terutama TSS mencapai 891.71 ton per tahun dan yang berasal dari aktivitas indigenous (KJA) terutama nitrogen dan fospor mencapai 81.963 dan 28.501 ton per tahun (Pujiastuti et al., 2013).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Perairan Darat Tropis di Indonesia

Perairan Darat Tropis di Indonesia

Danau Towuti merupakan danau terbesar di Sulawesi Selatan dan terbesar kedua di Indonesia setelah Danau Toba. Danau Towuti merupakan salah satu dari gugusan danau tektonik di kompleks Malili, dan merupakan habitat alami dari 14 jenis ikan air tawar endemik Sulawesi dan 87 % dari 27 jenis moluska air tawar endemik Sulawesi. Oleh karena itu kualitas air danau harus terus dikontrol untuk menjamin kelangsungan kehidupan biota tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi pH, konsentrasi oksigen terlarut (DO), dan konsentrasi nutrien (nitrat dan fosfat) di perairan Danau Towuti, baik secara horizontal maupun vertikal. Penelitian dilakukan di 20 stasiun pengamatan pada bulan Juni dan September 2011. Hasil pengukuran dan analisa sampel air menunjukkan bahwa konsetrasi nitrat, fosfat, DO dan pH masih memenuhi baku mutu air untuk kelangsungan hidup biota akuatik seperti yang tercantum dalam PP No 82 Tahun 2001. Kisaran rata-rata nilai pH, konsentrasi DO, nitrat, dan fosfat untuk semua stasiun secara berurutan adalah 7,76 – 8,03, 5,09 – 5,18 mg/L, 0,017 – 0,042 mg/L, 0,003 – 0,007 mg/L. Hasil uji korelasi antar parameter secara horizontal menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara DO dengan pH serta DO dengan konsentrasi nitrat. Karakteristik sebaran secara vertikal menunjukkan bahwa konsentrasi nutrien di permukaan dengan dasar tidak berbeda nyata, yang memberikan indikasi bahwa Danau Towuti masuk dalam kategori danau oligotrofik dengan konsentrasi zat hara yang tidak terlalu tinggi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Perairan Darat Tropis di Indonesia

Perairan Darat Tropis di Indonesia

antara 25 – 32°C. Suhu air antara 20 – 30°C juga optimum bagi pertumbuhan fitoplankton di perairan (Effendi, 2003). Turbiditas atau kekeruhan perairan cenderung bernilai 0 NTU kecuali pada stasiun Kali Dambu yang relatif dekat dengan pemukiman dan karakteristiknya yang sudah berupa aliran sungai. Turbiditas yang tinggi tersebut (40,50 NTU) diakibatkan oleh adanya partikel sedimen yang terbawa oleh aliran air, sementara kondisi turbiditas yang 0 di wilayah rawa tersebut terjadi karena kondisi air yang cenderung bersifat lentik/menggenang dan tidak banyak aktivitas manusia sehingga endapan gambut tidak tersuspensi dalam badan air. Fluktuasi turbiditas tersebut sejalan dengan nilai total padatan terlarut (TDS) yang memang saling berhubungan satu sama lain.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Keterkaitan&Dampak PengandaPiJateng ProsidingRisetSosialEkonom 2006

Keterkaitan&Dampak PengandaPiJateng ProsidingRisetSosialEkonom 2006

Sektor perikanan yang terdiri dari sektor ikan laut dan hasil laut lainnya, dan sektor ikan darat dan hasil perairan darat, masing-masing mempunyai nilai koefisien keterkaitan langsung ke depan sebesar 0.13736, dan 0.11806, dengan masing-masing menempati peringkat 29, dan 30. Dari nilai keterkaitan output langsung ke depan sektor ikan laut dan hasil laut lainnya sebesar 0.13736, bahwa pada setiap satu satuan nilai output sektor ikan laut dan hasil laut lainnya akan dialokasikan kepada sektor-sektor lainnya maupun pada sektor ikan laut dan hasil laut lainnya itu sendiri sebesar 0.13736 satuan atau dengan kata lain setiap ada peningkatan dalam permintaan akhir sebesar satu rupiah, maka akan terjadi peningkatan pada permintaan output baik terhadap sektor ikan laut dan hasil laut lainnya itu sendiri maupun terhadap sektor perekonomian yang lain sebesar Rp 0.13736.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

STUDI SEBARAN KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (PB) DALAM AIR DAN SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN MUARA SUNGAI MANYAR KABUPATEN GRESIK, JAWA TIMUR Zaenab Listiarani Putri, Sri Yulina Wulandari, Lilik Maslukah

STUDI SEBARAN KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (PB) DALAM AIR DAN SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN MUARA SUNGAI MANYAR KABUPATEN GRESIK, JAWA TIMUR Zaenab Listiarani Putri, Sri Yulina Wulandari, Lilik Maslukah

Kandungan timbal di air dan sedimen didapatkan lebih tinggi dari ambang batas aman yang telah di tentukan dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 51 (2004) yaitu 0,05 mg/L (timbal dalam air) dan 16 mg/Kg (timbal dalam sedimen). Hal ini diduga karena adanya aktivitas industri dan aktivitas pelabuhan seperti tumpahan bahan bakar kapal. Disamping itu adanya masukkan timbal di atmosfer hasil pembakaran bahan bakar fosil yang digunakan kendaraan bermotor (Hardman et al. 1994). Ditambahkan dalam Banat et al. (1998), kandungan timbal yang lebih tinggi dapat ditemukan pada badan perairan dekat jalan raya dan kota besar seiring dengan tingginya bahan bakar fosil yang digunakan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Modul 2 Makhluk Hidup Dan Lingkungannya

Modul 2 Makhluk Hidup Dan Lingkungannya

Banyak jenis komponen yang ada didalam ekosistem, namun ekosistem yang mempunyai komponen biotik dengan jumlah yang banyak adalah kosistem darat alami. Ditinjau dari data yang diperoleh, jumlah yang lebih banyak adalah eosistem darat alami. Hal ini dapat dicontohkan pada kosistem hutan. Hutan mempunyai omponen biotik yang banyak dan hewannya mempunyai berbagai jenis dan bermacam spesies.

9 Baca lebih lajut

BAB II DASAR TEORI (1)

BAB II DASAR TEORI (1)

(ALKI).Mengingat keterbatasan skala peta yang digunakan (skala 1:5.000.000), tentunya informasi garis batas baik darat dan laut pada segmen-segmen tertentu tidak tergambar secara detail. Demikian juga dengan pulau–pulau kecil yang jumlahnya sangat banyak tentunya tidak dapat tergambar secara keseluruhan. Namun demikian nilai dari angka-angka koordinat batas antar negara yang telah disepakati, koordinat dari titik pangkal PP 38/tahun 2002 yang terletak pada pulau-pulau kecil terluar dan lain lain nya telah diplotkan dengan benar. Dengan demikian peta NKRI tersebut telah memenuhi aspek geometris dan kartometris. Untuk melengkapi informasi spasial lainnya dari peta NKRI tersebut, maka peta NKRI perlu dilengkapi dengan informasi peta tematik lainnya terutama informasi tentang wilayah perbatasan darat dan laut pada segmen – segmen khusus dengan skala yang memadai atau lebih besar.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

uu no 5 th 1990 ttg ksdah dan ekosistemnya

uu no 5 th 1990 ttg ksdah dan ekosistemnya

13. Kawasan pelestarian alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di darat maupun di perairan yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

13 Baca lebih lajut

AGRIBISNIS DALAM PERSAINGAN GLOBAL 1

AGRIBISNIS DALAM PERSAINGAN GLOBAL 1

Kalau kita mau mengkaji Indonesia banyak memiliki keunggulan dalam agribisnis, kita juga memiliki kekayaan ragam hayati baik darat maupun perairan yang terbesar di dunia, didukung dengan lahan yang relatif luas dan subur serta agroklimat yang bersahabat dengan agribisnis Indonesia, bahkan dari kekayaan sumberdaya yang dimiliki Indonesia hampir tak terbatas produk-produk agribisnis yang dapat dihasilkan selain itu Indonesia juga memiliki sumber daya agribisnis yang baik, banyaknya kelembagaan sosial yang kuat serta infrastruktur untuk dapat membangun sistem agribisnis.

4 Baca lebih lajut

RPKPS HK PENGANGKUTAN

RPKPS HK PENGANGKUTAN

menjelaskan pengertian serta maksud dan tujuan diadakanya kegiatan pengangkutan Darat, Laut dan Udara serta perairan Pedalaman. Serta juga bentuk usaha yang dilakukan oleh negara, masyarakat dan badan usaha lain sebagai penjamin dari kegiatan/ pelaksanaan perjanjian pengangkutan. Serta

11 Baca lebih lajut

Show all 6343 documents...