Peran Ganda Perempuan

Top PDF Peran Ganda Perempuan:

Pengaruh Peran Ganda Perempuan terhadap Kelangsungan Hidup Anak pada Keluarga Berpenghasilan Rendah di Kota Makassar

Pengaruh Peran Ganda Perempuan terhadap Kelangsungan Hidup Anak pada Keluarga Berpenghasilan Rendah di Kota Makassar

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan upaya kelangsungan hidup anak antara ibu rumah tangga yang mempunyai peran ganda dengan mereka yang tidak punya peran ganda. Hasil diatas memberikan implikasi bahwa upaya dalam menjamin kelangsungan hidup anak, mulai dari mencegah morbiditas sampai mortalitas anak, tidak menimbulkan masalah dengan peran perempuan dalam mengembangkan karir atau potensi dirinya, yang sekaligus juga membantu perekonomian keluarga yang memang dibutuhkan dalam upaya kelangsungan hidup anak. Sebaliknya peran ganda perempuan memberikan dampak positif terhadap upaya kelangsungan hidup anak secara khusus dan secara umum terhadap keluarga dan lingkungan masyarakat disekitarnya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH MOTIVASI DAN KONFLIK PERAN GANDA PEREMPUAN TERHADAP KESUKSESAN ENTREPRENEUR PEREMPUAN DI KOTA PANGKALPINANG

PENGARUH MOTIVASI DAN KONFLIK PERAN GANDA PEREMPUAN TERHADAP KESUKSESAN ENTREPRENEUR PEREMPUAN DI KOTA PANGKALPINANG

0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti variabel independen secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi variabel dependen. Sedangkan koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0,689 atau 68,9% yang berarti variabel kesuksesan usaha dapat dijelaskan oleh variabel motivasi dan konflik peran ganda perempuan.

21 Baca lebih lajut

PERAN GANDA PEREMPUAN PADA IBU BEKERJA DI DESA PAKEMBINANGUN, PAKEM, SLEMAN, YOGYAKARTA.

PERAN GANDA PEREMPUAN PADA IBU BEKERJA DI DESA PAKEMBINANGUN, PAKEM, SLEMAN, YOGYAKARTA.

4. Ibu Bekerja dalam Menghadapi Permasalahan Peran Ganda Perempuan Dari hasil data penelitian, diketahui bahwa untuk mengatasi masalah kurangnya waktu bersama anak dan anak yang sering mengeluh karena ibunya tidak bisa selalu menemani mereka adalah dengan memberikan pengertian kepada anak jika ibu bekerja untuk mereka. Selain itu, apabila hal mendesak terjadi kepada anak, seorang ibu akan berusaha untuk berada di sisi anak, atau akan selalu berusaha untuk mencukupi kebutuhan anak, sehingga anak tidak merasa kurang dipedulikan oleh ibu. Hal ini sesuai dengan pendapat Sesuai dengan pendapat Huzaemah T. Yanggo (Heri Purwanto, 2010: 32) yang menyatakan bahwa dengan berkarir, wanita dapat memberikan pengertian dan penjelasan kepada keluarganya, utamanya kepada putra-putrinya tentang kegiatan-kegiatan yang diikutinya, sehingga kalau ia sukses dan berhasil dalam karirnya, putra-putrinya akan gembira dan bangga, bahkan menjadikan ibunya sebagai panutan dan suri teladan bagi masa depannya.
Baca lebih lanjut

221 Baca lebih lajut

Kontribusi Peran Ganda Perempuan Buruh Tani Terhadap Kesejahteraan Keluarga (Studi Kasus Pada Buruh Tani Perempuan di Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang)

Kontribusi Peran Ganda Perempuan Buruh Tani Terhadap Kesejahteraan Keluarga (Studi Kasus Pada Buruh Tani Perempuan di Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang)

Michelle et al. (1974) menyatakan bahwa peran ganda disebutkan dengan konsep dualisme kultural yakni adanya konsep lingkungan domestik dan publik.Peran domestik mencakup peran perempuan sebagai istri, ibu dan pengelola rumahtangga.Sementara peran publik meliputi pengertian perempuan sebagai tenaga kerja, anggota masyarakat, dan organisasi masyarakat.Pada peran publik perempuan sebagai tenaga kerja turut aktif dalam kegiatan ekonomis (mencari nafkah) di berbagai kegiatan sesuai dengan keterampilan dan pendidikan yang dimiliki serta lapangan pekerjaan yang tersedia.Peran ganda perempuan berimplikasi pada: (1) Peran kerja sebagai ibu rumahtangga, meski tidak langsung menghasilkan pendapatan, secara produktif bekerja membantu kaum laki-laki untuk mencari penghasilan, dan (2) Berperan sebagai pencari nafkah (tambahan ataupun utama).
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Strategi Penyeimbangan Peran Ganda Perempuan (Proses Pengambilan Keputusan Pada Perempuan Bekerja di Dusun Kaplingan, Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Surakarta).

Strategi Penyeimbangan Peran Ganda Perempuan (Proses Pengambilan Keputusan Pada Perempuan Bekerja di Dusun Kaplingan, Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Surakarta).

Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala nikmat, rahmat, dan hidayah-Nya sehingga pada akhirnya penulis mampu menyelesaikan skripsi dengan judul “ STRATEGI PENYEIMBANGAN PERAN GANDA PEREMPUAN (STUDI KASUS PADA PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEREMPUAN BEKERJA DI DUSUN KAPLINGAN, KECAMATAN JEBRES, KOTA SURAKARTA) ”.

18 Baca lebih lajut

KONSTRUKSI PERAN GANDA PEREMPUAN DALAM VIDEO KLIP IF I WERE A BOY KARYA BEYONCE KNOWLES SKRIPSI

KONSTRUKSI PERAN GANDA PEREMPUAN DALAM VIDEO KLIP IF I WERE A BOY KARYA BEYONCE KNOWLES SKRIPSI

Melalui analisis semiotika Charles Sanders Peirce, penulis mencari tanda yang terdapat dalam video klip tersebut untuk menemukan interpretasi yang menjelaskan gambaran perempuan dalam dua sektor yaitu privat dan publik. Tidak hanya visualisasi dalam video klip, penelitian ini juga menganalisi dari tanda yang terdapat pada lirik lagu If I Were a Boy.

15 Baca lebih lajut

Pengaruh motivasi dan peran ganda perempuan terhadap kesuksesan entrepreneur perempuan di Kota Pangkalpinang - Repository Universitas Bangka Belitung

Pengaruh motivasi dan peran ganda perempuan terhadap kesuksesan entrepreneur perempuan di Kota Pangkalpinang - Repository Universitas Bangka Belitung

Berdasarkan survey pra penelitian diperoleh hasil bahwa fenomena diatas jelas dapat diartikan bahwa untuk mencapai kapasitas SDM yang baik sangat kecil. Hal ini dikarenakan akses dan partisipasi dikuasai oleh laki-laki namun dalam pengelolaan produksi menjadi tanggung jawab perempuan (istri). Alasan yang dikemukakan adalah laki-laki dalam hal ini suami memiliki waktu yang banyak dibandingkan dengan perempuan.

15 Baca lebih lajut

Peran Ganda Perempuan Dalam Keharmonisan Rumahtangga

Peran Ganda Perempuan Dalam Keharmonisan Rumahtangga

Berdasarkan hasil wawancara kepada para perempuan yang melakukan peran ganda di Kampung Soryar, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, yang salah satunya juga sebagai Bendahara PKK, Eta Awom (35 tahun), menyatakan bahwa : “walaupun para suami dan kami para istri masing-masing mempunyai kegiatan yang tidak bersamaan dalam mencari nafkah dan membantu menambah penghasilan keluarga, namun komunikasi antara swami dengan istri dan orangtua dengan anak-anaknya cukup baik dan tidak mengalami hal-hal yang merusak hubungan”. Hal ini merupakan salah satu ciri-ciri keharmonisan rumahtangga keluarga. Sedangkan ciri-ciri lainnya dari hubungan rumahtangga yang harmonis, sebagaimana informasi yang diperoleh dari staf Kantor Kampung Soryar, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor yang menyatakan selama 3 (tiga) tahun terakhir menunjukkan data bahwa kehidupan rumahtangga keluarga perempuan yang berperan ganda tidak ada kasus perceraian. “Memang terkadang masih ada percekcokan suami istri tetapi tidak menimbulkan keretakan dalam rumahtangga dan mereka tetap menjalankan kehidupan sebagai satu keluarga yang utuh dan damai”, (Helena Rumkabas, 42 tahun).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - Pengetahuan Remaja Tentang Kesetaraan Gender dalam Keluarga di SMA Dharma Pancasila Medan Tahun 2013

BAB I PENDAHULUAN - Pengetahuan Remaja Tentang Kesetaraan Gender dalam Keluarga di SMA Dharma Pancasila Medan Tahun 2013

Sejauh ini masih belum banyak diketahui bagaimana pengetahuan remaja tentang kesetaraan gender dalam keluarga serta faktor-faktor apa saja yang dapat membentuk atau mempengaruhi pengetahuan remaja tersebut. Diketahuinya bagaimana pengetahuan remaja mengenai kesetaraan gender, maka akan bisa diramalkan apakah peran ganda perempuan yang menyebabkan beban ganda bagi perempuan serta peran gender tradisional yang merugikan perempuan dan laki-laki masih akan dilanggengkan atau tidak di masa yang akan datang. Oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti “Pengetahuan remaja Tentang Kesetaraan Gender Dalam Keluarga di SMA Dharma Pancasila”.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PERAN PEREMPUAN BERPERAN GANDA TERHADAP PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR ANAK : Studi deskriptif di kecamatan antapani bandung.

PERAN PEREMPUAN BERPERAN GANDA TERHADAP PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR ANAK : Studi deskriptif di kecamatan antapani bandung.

Bekerja merupakan hak dasar setiap manusia. Dengan bekerja manusia dapat memperoleh penghasilan dan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada umumnya ayah memegang peran publik dan ibu memegang peran domestik. Lambat laun seiring dengan perkembangan zaman, perempuan tidak lagi berkutat dalam ranah domestik tetapi juga merambah ranah publik. Fenomena yang sangat mudah kita jumpai di kota-kota besar yaitu fenomena perempuan bekerja, fenomena perempuan bekerja memiliki konsekuensi logis akan memiliki peran ganda, dimana dilain sisi dia berperan sebagai ibu rumah tangga dan sisi lain menjalankan peranannya dalam pekerjaannya. Fenomena perempuan yang berkarir di luar rumah tidaklah memiliki banyak dampak negatif, namun bagi ibu yang telah memiliki anak, bekerja diluar rumah menimbulkan persoalan tersendiri.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL BERKEADILAN GENDER;konsep dan implementasi di Madarsah

KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL BERKEADILAN GENDER;konsep dan implementasi di Madarsah

Masalah kepemimpinan transformasional berkeadilan gender, yang dikaji dalam buku ini terkait dengan isu Islam dan Gender dalam bidang pendidikan di Madrasah, sehingga perlu ditetapkan asumsi-asumsi untuk membatasi ruang lingkup permasalahan tersebut. Dalam mengkaji peran kepemimpinan Madrasah ini, asumsi yang digunakan antara lain: (1) Kepemimpinan kepala sekolah dalam kajian ini berlaku pada konteks Madrasah, khususnya Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA), (2) Pengertian tentang kepemimpinan transformasional berkeadilan gender sesungguhnya dilakukan dalam bentuk perilaku kepala sekolah di Madrasah dalam mengembangkan potensi sumber daya manusia secara optimal tanpa adanya diskriminasi pada salah satu jenis kelamin. Kepala sekolah harus mampu menggerakkan seluruh warga sekolah untuk bersama-sama memajukan sekolah sesuai dengan bidang yang menjadi tanggung jawabnya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Gaya Hidup Perempuan Karier dan Pilihan Persalinan (Studi Kasus Pada Karyawati BNI Cabang USU dan BCA Tanjung Rejo Medan, Sumatera Utara)

Gaya Hidup Perempuan Karier dan Pilihan Persalinan (Studi Kasus Pada Karyawati BNI Cabang USU dan BCA Tanjung Rejo Medan, Sumatera Utara)

keluwesan dan kebutuhan adanya kerjasama. Dalam hal ini lebih dahulu kita akan mengamati peran-peran umum yang berlawanan, yaitu : perempuan rumah tangga dan perempuan karir. Kebanyakkan perempuan telah mengetahui bahwa masyarakat mengharapkan mereka menjadi istri dan ibu dan sehingga beberapa waktu yang lalu nilai-nilai yang dipegang kalangan kelas menengah mengharuskan perempuan mengurus rumah tangga.Peran umum ini dipertahankan oleh banyak orang yang berumur lebih tua dan berpegang teguh pada tradisi yang mempertahankan bahwa menjadi istri dan ibu yang baik membutuhkan seluruh tenaga seorang perempuan. Tidak ada salahnya mempunyai pekerjaan, walaupun tidak berkarir.Karir biasanya lebih banyak menuntut persiapan pendidikan dan persiapan mental dari pada pekerjaan yang tidak memerlukan persyaratan- persyaratan khusus. Banyak wanita yang bekerja di luar rumah bersikap hati-hati dan bekerja sebaik-baiknya.Mungkin mereka itu tidak mempunyai keseriusan pada persoalan, perwakilan dagang atau lembaga, tetapi persiapan mereka terarah pada pekerjaan mereka sendiri dan standar pekerjaan itu sendiri.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Gaya Hidup Perempuan Karier dan Pilihan Persalinan (Studi Kasus Pada Karyawati BNI Cabang USU dan BCA Tanjung Rejo Medan, Sumatera Utara)

Gaya Hidup Perempuan Karier dan Pilihan Persalinan (Studi Kasus Pada Karyawati BNI Cabang USU dan BCA Tanjung Rejo Medan, Sumatera Utara)

Ibu Wiwik adalah seorang karyawati BCA Tanjung Rejo.Saat ini Ibu Wiwik berusia 47 tahun dengan status telah menikah dan memiliki anak berjumlah 3 orang. Jabatan saat ini adalah sebagai staf dengan pendapatan rata- rata Rp 9.000.000,00 per bulan. Kipranya sebagai perempuan karir dimulai sejak ada info lowongan pekerjaan. Dengan bermodalkan kemampuan, ia mencoba berani bergelut sebagai perempuan karir. Saat ini sebagai seorang karyawati ia berusaha bertanggungjawab terhadap ketua atau kepala tim. Hubungan yang terjalin diantara sesama karyawati dan karyawan baik dan terbuka. Selama bekerja ia merasakan bahwa ada sukacita yang terjalin di dalam perusahaannya, karena ia cukup menikmati jabatannya saat ini dan mengikuti peraturan-peraturannya saat ini. Di dalam bekerja ia lebih mengutamakan tanggung jawab, kejujuran, kedisplinan, ketelitian dan semangat untuk bekerja. Selama Ibu Wiwik bekerja tidak ada perbedaan lingkungan yang cukup ketara.Hanya saja fasilitas yang diberikan perusahaan seperti ruang tunggu/tempat duduk, toilet, dan tempat ibadah yang disediakan untuk karyawan.Sedangkan fasilitas yang diberikan khusus untuk karyawati tidak ada.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB IV INTERPRETASI TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN PENDIDIKAN ANAK - PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN PENDIDIKAN ANAK (Studi Deskriptif Pada Keluarga Yang Suaminya Tidak Bekerja) Repository - UNAIR REPOSITORY

BAB IV INTERPRETASI TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN PENDIDIKAN ANAK - PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN PENDIDIKAN ANAK (Studi Deskriptif Pada Keluarga Yang Suaminya Tidak Bekerja) Repository - UNAIR REPOSITORY

Istri dari informan pertama ini pada awalnya merasa terbebani akan dua peran yang dilakukannya sekaligus. Selain menjadi ibu rumah tangga yang mengatur segala keperluan anak dan keluarganya, ia harus menjadi pencari nafkah juga. Meskipun hal itu bukan merupakan paksaan dari sang suami yang mengharuskannya untuk bekerja mencari biaya hidup. Sang istri juga menuturkan bahwa pada hakikatnya seorang istri itu hanya mengurus segala keperluan rumah tangga, sementara suami yang mencari nafkah di luar rumah.

Baca lebih lajut

S SOS 1001447 Chapter 3

S SOS 1001447 Chapter 3

Reduksi data, yaitu proses analisa data dari lapangan dalam bentuk uraian atau laporan terperinci sebagai bahan mentah kemudian disingkatkan, direduksi, disusun lebih sistematis, sehingga lebih mudah dikendalikan. Dalam penelitian ini cukup banyak data yang didapatkan peneliti maka dari itu tahap reduksi sangatlah diperlukan agar data yang telah direduksi lebih singkat dengan cara dirangkum dengan memilah – milah data yang penting dan hasil penelitian memberi gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamatan, juga mempermudah peneliti untuk mencari kembali data yang diperoleh bila diperlukan. Dalam penelitian ini difokuskan pada perempuan yang bekerja dalam memenui kebutuhan dasar anaknya yang berada di usia remaja yang berdomisili di Kecamatan Antapani Bandung dengan fokus penelitian berupa kebutuhan fisiki, psikis, dan spiritual.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S SOS 1001447 Chapter 5

S SOS 1001447 Chapter 5

Secara umum penelitian ini menggambarkan bagaimana peran perempuan yang bekerja yang memiliki konsekuensi logis memiliki peran ganda terhadap pemenuhan kebutuhan dasar anak khususnya yang memiliki anak pada usia remaja yang bertempat tinggal di Kecamatan Antapani. Berikut ini penulis akan menarik kesimpulan dan memberikan beberapa saran kepada pihak yang terkait, yakni :

Baca lebih lajut

Pengaruh Struktur Modal dan Keberadaan Komite Pengawas Manajemen Terhadap Kebijakan Dividen (Studi Empiris pada Perusahaan Food Beverage Di Indonesia Tahun 2014-2016 yang Terdaftar di BEI) Dinalestari Purbawati, Rodhiyah

Pengaruh Struktur Modal dan Keberadaan Komite Pengawas Manajemen Terhadap Kebijakan Dividen (Studi Empiris pada Perusahaan Food Beverage Di Indonesia Tahun 2014-2016 yang Terdaftar di BEI) Dinalestari Purbawati, Rodhiyah

peran ganda seperti tidak adanya waktu untuk keluarga dan kehidupan bermasyarakat, penggunaan hari libur untk bekerja, keluarga mempengaruhi pekerjaan, pekerjaan mempengaruhi keluarga, keluhan dari keluarga, keluarga yang tidak mendapatkan dukungan peran sebagai ibu rumah tangga, dan kelelahan setelah pulang bekerja. Stres kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan perempuan di PT Phapros Tbk Kota Semarang, hal ini dibuktikan dengan hipotesis kedua yang berbunyi “Ada pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan perempuan” diterima dengan t hitung lebih besar dari t tabel. Stres kerja yang dialami karyawan perempuan berada pada taraf yang rendah. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan jarang merasakan beban kerja yang berat, tekanan atau desakan waktu, kualitas supervisi yang buruk, iklim politis yang tidak nyaman, umpan balik kinerja yang kurang memadai, wewenang yang tidak mencukupi, ketidakjelasan peran, frustrasi, perbedaan nilai-nilai perusahaan dengan karyawan, berbagai bentuk perubahan di perusahaan, masalah keuangan, masalah yang berhubungan dengan keluarga, dan berbagai macam perubahan di tempat tinggal. Motivasi kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan perempuan PT Phapros Tbk Kota Semarang, hal ini dibuktikan dengan hipotesis ketiga yang berbunyi “Ada pegaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan perempuan” diterima dengan t hitung lebih besar dari t tabel. Motivasi kerja yang dialami karyawan berada pada taraf sedang. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan akan mengalami motivasi apabila mendapatkan imbalan secara financial (kebutuhan materi),
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PEREMPUAN BURUH GENDONG DI PASAR TRADISIONAL (Studi Kasus di Pasar Bandungan Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang)

PEREMPUAN BURUH GENDONG DI PASAR TRADISIONAL (Studi Kasus di Pasar Bandungan Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang)

Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah (1)Alasan ekonomi menjadi alasan utama perempuan buruh gendong dalam memilih pekerjaan sebagai buruh gendong. Selain alasan ekonomi masih ada faktor yang melatarbelakangi yaitu faktor sosial, alasan tempat tinggal buruh gendong dengan pasar yang mudah dijangkau, alasan menjadi single parents.(2)Pembagian waktu kerja buruh gendong pagi hari melakukan tugas domestik seperti mencuci, membersihkan rumah dan memasak kemudian bertugas menjadi buruh gendong. Setelah itu kembali lagi menjadi ibu rumah tangga seperti mengasuh anak dan mendampingi belajar. (3)Faktor pendorong : (a) adanya keinginan untuk membantu perekonomian keluarga, (b) tidak memiliki pendidikan tinggi dan persyaratan yang mudah sehingga memilih pekerjaan sebagai buruh gendong (c) diperbolehkan oleh anggota keluarga. Faktor Penghambat: (a) ketika kondisi fisik dan daya tahan tubuh tidak kuat mereka tidak dapat bekerja, (b) status mereka sebagai ibu rumah tangga menjadikan beban ganda bagi perempuan buruh gendong.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

8 PERAN IBU YANG BEKERJA DALAM PEMENUHAN

8 PERAN IBU YANG BEKERJA DALAM PEMENUHAN

Dalam pasal 47 ayat (1) dikatan bahwa anak yang belumn mencapai umur 18 (delapan belas) tahun atau belum pernah melakukan pernikahan ada dibawah kekuasaan orang tuanya selama mereka tidak dicabut kekuasaan orang tuanya. Pasal 50 ayat (1) menyatakan bahwa anak yang belum mencapai umur 18 (delapan belas) tahun dan belum pernak kawin, tidak berada di bawah kekuasaan orang tua, berada dibawah kekuasaan wali.nDari pasal- pasal tersebut di atas maka dapatlah disimpulkan bahwa anak dalam UU No1 tahun 1974 adalah mereka yang belum dewasa dan sudah dewasa yaitu 16 (enam belas) tahun untuk perempuan dan 19 (sembilan belas) tahun untuk laki-laki.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...