Peran Politik

Top PDF Peran Politik:

Peran politik dalam pengetasan kemiskina

Peran politik dalam pengetasan kemiskina

Dalam Social work dictionary (Barker 1999, S.V “Social work”) mengidentifikasikan dua tujuan mendasar social work, yaitu membantu orang memperbaiki keberfungsian sosial, serta menciptakan kodisi sosial dan mencegah masalah-masalah dalam keberfungsian sosial. Secara tidak langsung, bahwasanya keberfungsian sosial dan kondisi sosial sangatlah berkaitan erat. Keberfungsian sosial adalah kemampuan seseorang untuk memenuhi semua tugas yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan melakukan peran-peran sosial utamanya, sebagaimana diperlukan oleh sub kebudayaan khusus sebuah masyarakat (Karls and wandrei 1988 longres 1995). Kita tahu bahwasanya, social work ranahnya adalah kelompok rentan dimana secara jenisnya adalah korban dari keterlantaran, ketiakadilan sosial, diskriminasi dan kekerasan. Pada perbaikan kondisi sosial, menekankan pada penajaman dan penciptaan lingkungan yang dapat mendukung dan memberdayakan, dimana para pekerja sosial harus memahami kekuatan sebuah lingkungan sosial baik yang potensial membantu dan kemungkinan merusak. Korban ketelantaran, ketidakadilan sosial, dan sebagainya mungkin saja adalah korban dari tindakan pemerintah yang tidak tegas dengan penerapan kebijakan-kebijakan yang ada akan masalah sosial yang dihadapi atau korban dari “orang- orang” di bawah pemerintah yang memiliki kekuasaan untuk melaksanakan kebijakan acuh tak acuh dan lebih memntingkan diri sendiri. Maka dari itu, dimana sebenarnya peran politik dalam pengetasan masalah sosial yang ada.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Peran Politik Mahasiswa di Kampus

Peran Politik Mahasiswa di Kampus

UNIT PELAKSANA TEKNIS HUMAS UNIVERSITAS DIPONEGORO KLIPING Klasifikasi : Universitas Diponegoro Tema : Peran Politik Mahasiswa di Kampus Surat Kabar / Majalah : Suara Merdeka Har[r]

1 Baca lebih lajut

KONSTRUKSI PERAN POLITIK PEREMPUAN DI MEDIA

KONSTRUKSI PERAN POLITIK PEREMPUAN DI MEDIA

Media memiliki peran penting dalam membangun realitas sosial, salah satunya adalah realitas perempuan. Pa- triarki yang telah menjadi arus utama dalam kehidupan sosial dan budaya di masyarakat, sadar atau tidak, telah menciptakan infrastruktur peradaban manusia menjadi ‘berjenis kelamin’ laki-laki, termasuk dalam kehidupan politik. Politik sering diidentifikasi sebagai ‘dunia laki-laki’ yang kejam dan keras, dan dianggap tidak cocok un - tuk perempuan yang identik dengan kelembutan, sehingga kehadiran perempuan sering diremehkan dalam dunia politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi peran politik perempuan di media. Dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konstruksi realitas sosial yang dikemukakan oleh Berger dan Luck- mann. Mereka mengatakan bahwa realitas sosial terdiri dari tiga jenis, yaitu realitas subjektif, realitas objektif dan realitas simbolik. Sementara itu, Shoemaker dan Reese menyebutkan dua konsep utama dalam melihat refleksi realitas di media, yaitu konsep media aktif dan konsep media pasif. Penelitian ini menggunakan paradigma kon- struktivisme dengan teknik analisis data menggunakan metode analisis framing dari Gamson dan Modigliani. Ada dua cara bagaimana ide sentral diterjemahkan ke dalam teks berita, yang pertama adalah framing perangkat dan kedua penalaran perangkat. Unit analisis dalam penelitian ini adalah teks berita tentang peran politik perem- puan di majalah FEMINA edisi Maret 2014 sampai Mei 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa framingyang dilakukan oleh majalah FEMINA telah mengkonstruksi perempuan sebagai individu yang tidak hanya memiliki kecantikan fisik, tetapi juga intelektual dan mampu berperan aktif dalam politik. Selain itu, untuk memperkuat konstruksi yang dilakukan, majalah FEMINA juga melengkapi tulisan-tulisannya dengan penalaran perangkat yang sangat menarik serta menyoroti prestasi perempuan dalam politik tanpa melupakan kodrat mereka sebagai perempuan yang memiliki kewajiban terhadap keluarga, baik sebagai istri dan ibu dari anak-anak mereka.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

FENOMENA, FEMINISME DAN POLITICAL SELF SELECTION BAGI PEREMPUAN

FENOMENA, FEMINISME DAN POLITICAL SELF SELECTION BAGI PEREMPUAN

Sebenarnya, gerakan feminisme yang banyak berlangsung di dunia ini, telah menempatkan kembali perempuan dalam semangat emansipasi yang tinggi seperti di Minangkabau dengan aturan-aturan yang telah memberi tempat perempuan Minangkabau dalam ranah publik, di mana kaum laki-laki dan perempuan “berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah” yang selama beabad-abad termarjinalkan di setiap aktivitas kehidupan. Gerakan emansipasi ini memberikan inspirasi besar kepada organisasi perempuan di dunia, yang mempengaruhi organisasi perempuan di Indonesia dan Minangkabau, dan perempuan-perempuan dari suku lainnya di Indonesia, untuk memperjuangkan hak-hak sosial dan hak politiknya tanpa harus mengurangi peran perempuan sesuai kodratnya. Dan peran politik perempuan Indonesia pada umumnya dan perempuan Minangkabau pada khususnya, dari satu periode perjuangan politik ke periode perjuangan politik berikutnya, memiliki tujuan yang berbeda disesuaikan dengan periode perjuangan itu sendiri karena setiap periode perjuangan punya karakteristik yang berlainan, untuk memasuki dunia politik ternyata jauh berbeda dari berkarier di bidang lain, bidang politik banyak hambatan yang harus dihadapi.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENCARIAN INFORMASI DAN KEPUTUSAN MEMILI

PENCARIAN INFORMASI DAN KEPUTUSAN MEMILI

pikiran, perasaan, oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). 9 Dalam konteks penelitian ini komunikasi yang terjadi adalah komunikasi politik, komunikasi politik saat ini telah menjadi kajian khusus yang memiliki pengertian tersendiri dan dapat dipahami menurut berbagai cara. Secara sederhana komunikasi politik dapat dipahami sebagai komunikasi yang melibatkan pesan- pesan politik, peran-peran politik atau berkaitan dengan kekuasaan, pemerintahan dan kebijakan pemerintah. Kegiatan-kegiatan politik yang diliput oleh media selalu memunculkan pendapat, penilaian, persepsi dan sikap-sikap terhadapnya.Pada masa pemilihan umum baik pemilu legislatif maupun presiden, komunikasi politik digunakan untuk menarik simpati masyarakat agar dapat mendulang suara sebanyak-banyaknya pada saat pemungutan suara. Komunikasi politik untuk menarik simpati masyarakat biasa disebut dengan kampanye, dimana parpol, caleg, tim sukses maupun relawan yang bertindak sebagai komunikator politik menyampaikan pesan-pesan politik kepada masyarakat dengan tujuan mendapat dukungan suara. 10
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

BUDAYA POLITIK DI INDONESIA (1)

BUDAYA POLITIK DI INDONESIA (1)

BUDAYA POLITIK SUBJEK SUBJECT POLITICAL CULTURE • Masyarakat dan individunya telah mempunyai perhatian dan minat terhadap sistem politik • Meski peran politik yang dilakukannya masih[r]

22 Baca lebih lajut

Masyarakat Sipil by Larry Diamond

Masyarakat Sipil by Larry Diamond

Ada beberapa pandangan yang menyatakan bahwa sebaiknya masyrakat sipil menghimpun dana dari anggotanya, apalagi jika masyarakat sipil tersebut memiliki banyak massa sehingga rasa saling memiliki organisasi tersebut akan tumbuh dengan sendirinya. Akan tetapi hal ini diprediksi hanya bisa terjadi di negara yang warganya lumayan berkembang bahkan maju dan sangat sulit diterapkan pada negara yang bisa dikategorikan miskin. Sebuah gerakan sosial dan politik hanya bisa langgeng dengan organsasi, maka gerakan yang diawali dengan gerakan sukarela dan dengan adanya pendanaan, terorganisir hingga terlembagakan, ketegangan tertentu muncul antara peran dari kalangan profesional dan para sukarelawan yang menjadikan fenomena ini sebgai keberatan kelima yang diungkapkan Larry Diamond. Selanjutnya, keberatan keenam menyangkut peran politik, dikatakan bahwa masyarakat sipil tidak bisa mengambil peran-peran dari partai politik karena tidak bisa memperoleh kekuasaan negara dan juga membuat kebijakan serta undang- undang suatu negara, akan tetapi masyarakat sipil tetap bekerja dalam porsinya mempengaruhi dari undang-unang dan kebijakan yang di keluarkan oleh negara. Masyrakat sipil tidak bisa menjamin dikeluarkannya kebijakan yang benar dan efektif, tetapi memastikan bahwa pemerintah membuat dan menjalankan kebijakan-kebijakan tertentu secara menyeluruh.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Peran Partai Politik Lokal sebagai Pengu

Peran Partai Politik Lokal sebagai Pengu

gagasan modern mengenai kewarganegaraan, sebab lembaga-lembaga masyarakat yang ada beserta segala proses pengambilan keputusannya memungkinkan terwujudnya praktik demokrasi yang lebih langsung, yang di dalamnya suara individu dapat didengar dengan lebih mudah. Dalam hal ini, partai politik lokal berperan dalam mewadahi gagasan-gagasan masyarakat yang kemudian disalurkan demi terpenuhinya kebutuhan- kebutuhan masyarakat. Kedua, musyawarah. Demokrasi bukanlah semata berarti pemilu. Di dalamnya terkandung unsur-unsur penting seperti dialog, debat, dan diskusi yang bermakna, yang muaranya adalah mencari solusi bagi segala masalah yang timbul di dalam masyarakat. Perundingan atau musyawarah juga bukan sekadar mendengar dan menampung keluhan warga. Sehingga dibutuhkan peranan partai politik lokal sebagai fasilitator perundingan antara masyarakat dengan pemerintah, serta diharapkan hasil musyawarah tersebut tidak hanya sekedar didengar namun juga dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah menjadi sebuah kebijakan-kebijakan yang dapat menjawab masalah- masalah yang terjadi masyarakat. Demokrasi berdasar musyawarah pasti melibatkan dialog yang bersifat saling memberi dan menerima antar kelompok-kelompok kepentingan dalam masyarakat tentang keputusan-keputusan terpenting dan tindakan- tindakan yang mereka hadapi dan ditanggung bersama-sama.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Bab 1 Budaya Politik di Indonesia

Bab 1 Budaya Politik di Indonesia

Dalam kehidupan politik, pengaruh stratifikasi sosial semacam itu antara lain tercermin pada cara penguasa memandang dirinya dan rakyatnya. Mereka cenderung merendahkan rakyatnya. Karena penguasa sangat baik, pemurah, dan pelindung, sudah seharusnya rakyat patuh, tunduk, setia, dan taat kepada penguasa negara. Bentuk negatif lainnya dapat dilihat dalam soal kebijakan publik. Penguasa membentuk semua agenda publik, termasuk merumuskan kebijakan publik, sedangkan rakyat cenderung disisihkan dari proses politik. Rakyat tidak diajak berdialog dan kurang didengar aspirasinya.

22 Baca lebih lajut

University of Lampung | LPPM-UNILA Institutional Repository (LPPM-UNILA-IR)

University of Lampung | LPPM-UNILA Institutional Repository (LPPM-UNILA-IR)

(2) sistem dua partai atau dwi partai yaitu apabila dalam suatu negara hanya ada dua partai besar yang berhak bertarung dalam setiap pemilihan. Atau dalam kepustakaan ilmu politik pengertian sistem dwi partai biasanya diartikan bahwa ada dua partai di antara beberapa partai yang berhasil memenangkan dua tempat teratas dalam pemilihan umum secara bergiliran dan dengan demikian mempunyai kedudukan dominan.Dewasa ini hany ada beberapa negara yang memiliki ciri-ciri sistem dwi partai, yaitu Amerika Serikat antara partai Republik dan Demokrat, Inggris,Filipina, Kanada dan Selandia Baru. Sistem dwi partai ini pernah disebut sebagai a convenient system for contented people (sebuah sistem yang tepat bagi orang yang puas) dan memang kenyataannya ialah bahwa sistem dwi partai dapat berjalan baik apabila terpenuhi tiga syarat yaitu: (a) komposisi masyarakatnya bersifat homogen,(b) adanya konsensus yang kuat dalam masyarakat mengenai
Baca lebih lanjut

153 Baca lebih lajut

REKONSTRUKSI KEWENANGAN EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF DALAM MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN YANG BAIK (GOOD GOVERNANCE)BERBASIS NILAI KESEJAHTERAAN - Unissula Repository

REKONSTRUKSI KEWENANGAN EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF DALAM MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN YANG BAIK (GOOD GOVERNANCE)BERBASIS NILAI KESEJAHTERAAN - Unissula Repository

Dalam konteks Indonesia, kesatuan politik itu lazim disebut sebagai integrasi (kesatuan) nasional, yang cakupan dimensinya bukan saja integrasi bangsa dan integrasi wilayah (territorial), melainkan juga integrasi penguasa (elit) dengan rakyat yang dikuasai rakyat (massa). Dengan menggunakan perspektif Coleman dan Rosberg, William Liddle melihat persoalan intergrasi nasional di Indonesia berkaitan dengan dua masalah utama yang berpeluang menjadi potensi disintegrasi, yaitu, pertama, adanya pembelahan horizontal yang berakar berbedaan suku, ras, agama dan geografi. Kedua, pembelahan yang bersifat vertical yang disebabkan oleh perbedaan latar belakang pandangan antarelit yang berorientasi perkotaan dan masa yang masih berorientasi pedesaan serta tradisional. 68 Dalam kaitan itulah perspektif sejarah dan hukum menjadi solusi terbaik. dengan kata lain, setiap komponen bangsa harus mengingat aspek perjuangan bangsa sekaligus proses terbentuknya konstitusi. Dalam perspektif konstitusi yang harus ditekankan dan dipahami, bahwa konstitusi adalah konsensus bersama dan hirarki tertinggi dari hukum negara (negara hukum). Untuk Indonesia tahapan hukum itu dimulai dari Proklamasi Kemerdekaan yang kemudian disusul dengan berlakunya Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Di dalam UUD NRI Tahun 1945 itulah segala perbedaan tadi dirangkum,
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

PERAN KIAI DALAM KOMUNIKASI POLITIK DI MADURA Studi pada Kiai dan Masyarakat Desa Bata’al Barat Kec. Ganding Kab. Sumenep Madura

PERAN KIAI DALAM KOMUNIKASI POLITIK DI MADURA Studi pada Kiai dan Masyarakat Desa Bata’al Barat Kec. Ganding Kab. Sumenep Madura

Keywords: Peran, Kiai dan Komunikasi Politik Seiring dengan terjunnya kiai ke ranah politik terlebih dalam komunikasi politik, kini kiai dihadapkan pada dua sisi yang berlawanan yaitu a[r]

2 Baca lebih lajut

Aktor politik sebagai salah satu kekuata

Aktor politik sebagai salah satu kekuata

Pada tahun 2014, kemenangan partai dalam pemilu pun faktanya tak lepas dari peran serta figur aktor politik yang membangun pencitraan untuk mendongkrak suara partainya. Hal ini dibuktikan dengan kemunculan sosok-sosok seperti Jokowi sebagai pemimpin yang terkenal dengan keluguannya, dan kedekatannya dengan rakyat, membuat PDIP tak luput dari ikon sang jokowi dalam setiap kampanyenya. Atau sosok Prabowo yang tahun ini sukses mendongkrak suara Partai Gerindra dengan begitu signifikan dari periode pemilu sebelumnya, ditambah sosok Soeharto dengan pencitraan keberhasilannya sebagai presiden RI di era orde baru, masih tak lepas menjadi figur sorotan di partai Golkar.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Peran Perempuan Dalam Bidang Politik (1)

Peran Perempuan Dalam Bidang Politik (1)

penting, yang penting adalah tindakan politik apakah yang dapat dilakukan dalam posisi itu. Jika jumlah banyak namun yang dilakukan masih sebatas kerja (labour) dan karya (work), hal ini tidak akan mencapai Human Condition, yaitu ketika sebuah tindakan merupakan aktivitas produktif, bukan dalam hal material (uang saja) tapi termasuk memperjuangkan nasib sesama demi sebuah kesetaraan. Selanjutnya terkait posisi perempuan dalam dunia legislatif yang hanya pewaris dinasti politik, hal ini tentu tidak dapat dipalingkan begitu saja. Fakta telah mengungkapkan bahwa kebesaran nama laki-laki turut melambungkan nama perempuan dalam pergulatan politiknya. Sehingga saat terbebani suatu amanah, mereka mendapat tugas untuk untuk menunjukan kababilitasnya sebagai seorang wakil yang diberi amanat oleh pemberinya 1 .
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Peran Kelas Menengah Dalam Politik Indon

Peran Kelas Menengah Dalam Politik Indon

Dua narasi historis tersebut merupakan pijakan penting dalam membingkai peran kelas menengah dalam politik kontemporer. Mereka adalah kelas masyarakat yang tumbuh dari masa transisi yang kemudian menempatkan diri sebagai sebagai agen (intermediary agent) antara negara dan masyarakat. Berbagai transisi politik yang terjadi di berbagai negara misalnya saja gerakan solidarnosch , gerakan people power, gerakan velvet revolution , dan lain sebagainya itu menempatkan kelas menengah sebagai aktor utama inisiatornya. Mereka berpijak pada solidaritas sebagai masyarakat sipil yang berjuang untuk mendapatkan adanya partisipasi, representasi, dan artikulasi kepentingan politik. Maka lalu bagaimana dalam konteks pengalaman Indonesia ?, posisi kelas menengah Indonesia hampir selalu muncul dalam berbagai macam diskursus politik di berbagai produk akademik. Namun yang menjadi pertanyaan penting adalah berbagai macam wacana tersebut belum berhasila secara utuh memberikan narasi penting dalam melihat peta politik kelas menengah Indonesia secara garis besar.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Peran Militer Dalam Politik Luar Negeri

Peran Militer Dalam Politik Luar Negeri

Hal ini menunjukkan bahwa militer AS sebenarnya merupakan pihak yang berpengaruh dalam pengambilan kebijakan, bukan diperalat dan hanya dijadikan sebagai alat implementasi kebijakan luar negeri. Jika militer tidak berperan dalam pengambilan kebijakan maka tatanan implementasi tidak akan cukup rapi, bahkan mengundang kudeta seperti yang terjadi di beberapa negara. Minimal ada proses politik sehingga kepentingan militer sebagai institusi tidak diabaikan selain rational reason of state’s. Sayang, data yang menunjukkan aktor – aktor militer dalam perumusan kebijakan tersebut sulit dilacak.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

peran partai politik sebagai kekuatan da

peran partai politik sebagai kekuatan da

Di masa inilah partai politik,mendapatkan ruang yang luas untuk mewujudkan wujud diri sebagai organisasi yang memiliki peran dan fungsi memobilisasi rakyat atas nama kepentingan- kepentingan politik sekaligus memberi legitimasi pada proses-proses politik, di antaranya adalah tentang “suksesi” kepemimpinan nasional. Namun harapan ini membentur pada konflik antara partai politik dimana dalam pemilu 1999, terjadi penolakan terhadap Habibie juga Megawati Soekarnoputri dari satu kelompok terhadap kelompok yang lainnya.Ini artinya partai politik menyuarakan kepentingan rakyat akan tetapi secara dalam hubungan dengan partai berada dalam masaha ketidak profesionalan. Penolakan terhadap Habibie sebagai representasi penolakan terhadap “Orde Baru”, yang memiliki kaitan kuat dengan Soeharto. Sementara terhadap Megawati, penolakan dilakukan oleh partai-partai Islam beserta Golkar yang memanfaatkan isue “haram” presiden wanita. Gerakan “asal bukan” Habibie atau Megawati yang akhirnya melahirkan bangunan aliansi partai-partai Islam (PAN,PPP,PBB, dan Partai Keadilan) yang dikenal kala itu sebagai kelompok “Poros Tengah”.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Peran Partai Politik dalam Pemilihan Umu

Peran Partai Politik dalam Pemilihan Umu

Partai politik yang memiliki sejumlah kepentingan dengan rakyat harus berkaca dari fenomena perilaku pemilih yang mulai kehilangan kepercayaan dan memilih apatis dan golput. Setidaknya, partai politik perlu melakukan beberapa langkah peninjauan kembali seperti melakukan pendidikan politik kepada kader- kader politik sehingga menghasilkan kader yang matang. Kematangan berpolitik para kader diharapkan agar mereka tidak mudah terjerumus pada jebakan-jebakan korupsi saat mereka menduduki jabatan publik. Lewat pendidikan politik terlebih mengenai pendidikan kebangsaan, di harapkan segenap masyarakat dapat lebih matang dalam menjalankan demokrasi itu sendiri. Pendidikan politik berfungsi untuk menyembuhkan disfungsionalitas anggota partai yang telah melakukan perilaku menyimpang karena tersandung kasus-kasus pidana seperti korupsi. Kemudian diperlukan pula meninjau ulang dalam perekrutan kader politik. Fenomena perekrutan publik figur dari kalangan artis untuk mendulang suara partai, terbukti tidak menghasilkan berbagai perubahan signifikan yang disodorkan partai politik melalui kader-kadernya. Masuknya kader dari kalangan artis ini kerap dimanfaatkan oleh partai itu sendiri yaitu partai mencoba untuk meraup sebanyak mungkin suara tanpa memperhatikan kualitas dari sang kader artis. Fenomena ini juga menunjukan bahwa sistem kaderisasi dan kepemimpinan di partai politik tersebut tidak berjalan dengan baik.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ESSAY POLITIK LINGKUNGAN PERAN PEMERINTA

ESSAY POLITIK LINGKUNGAN PERAN PEMERINTA

Kalimantan Barat Luas kawasan hutannya mencapai 9,2 juta hektar (ha). Artinya, Kalimantan Barat memiliki peran penting untuk berkontribusi dalam pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK). Dari luasan itu wilayah bervegetasi hanya sekitar 50- 60% saja. Dalam Perpres No. 3 Tahun 2012, sebagian wilayah Kalimantan Barat tersebut dianggap sebagai kawasan konservasi. Hal ini semakin menekankan pentingnya Kalimantan Barat dalam melaksanakan agenda pengurangan emisi GRK.

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...