perbedaan sikap

Top PDF perbedaan sikap:

Perbedaan sikap terhadap homoseksualitas antara murid sekolah homogen dan heterogen

Perbedaan sikap terhadap homoseksualitas antara murid sekolah homogen dan heterogen

Berdasarkan uraian di atas mengenai promosi peran gender tradisional pada sekolah homogen dan heterogen, tampak bahwa jenis sekolah dapat mempengaruhi sikap terhadap homoseksualitas. Penelitian ini bermaksud untuk melihat apakah ada perbedaan sikap terhadap homoseksualitas antara murid sekolah homogen dan heterogen. Hasil penelitian ini akan memberikan gambaran mengenai sekolah mana yang memberikan perasaan yang lebih aman bagi anak-anak muda homoseksual. Iklim sekolah yang aman dicirikan dengan sikap terhadap perbedaan individu yang positif dan perasaan aman murid ketika berada di sekolah (Cohen, McCabe, Michelli, & Pickeral, 2009). Sekolah yang aman juga mendorong anak-anak muda homoseksual untuk memiliki kelekatan dan keterikatan dengan sekolah (bandingkan Pearson et al., 2007; Robinson & Espelage, 2011) yang menghasilkan performansi akademik yang lebih baik.
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

PERBEDAAN SIKAP DISIPLIN BERLALU LINTAS DITINJAU DARI JENIS KELAMIN  Perbedaan Sikap Disiplin Berlalu Lintas Ditinjau Dari Jenis Kelamin.

PERBEDAAN SIKAP DISIPLIN BERLALU LINTAS DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Perbedaan Sikap Disiplin Berlalu Lintas Ditinjau Dari Jenis Kelamin.

Berdasarkan hasil perhitungan teknik analisis Independent sampel t-test menghasilkan t = - 2,621 dengan p=0.01 (p≤0.01) artinya ada perbedaan sikap disiplin berlalu lintas antara laki-laki dan perempuan. Hasil menunjukan bahwa hipotesis diterima. Rerata empirik sikap disiplin berlalu lintas perempuan sebesar 123,3 yang tergolong tinggi dan rerata sikap disiplin berlalu lintas sikap disiplin berlalu lintas laki-laki sebesar 118,1 yang tergolong tinggi.

16 Baca lebih lajut

PERBEDAAN SIKAP ANTARA REMAJA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TERHADAP PORNOGRAFI

PERBEDAAN SIKAP ANTARA REMAJA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TERHADAP PORNOGRAFI

Pembentukan sikap remaja terhadap pornografi dibentuk dari kualitas diri pribadi dan adanya interaksi sosial yang dialami oleh mereka. Dalam interaksi sosial, terjadi hubungan timbal-balik dan saling mempengaruhi antar individu yang dapat mempengaruhi pola perilaku masing-masing individu sebagai anggota masyarakat (Azwar, 2003). Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap remaja adalah emosi, pengalaman pribadi, orang lain yang dianggap penting, kebudayaan, media massa, institusi atau lembaga pendidikan dan lembaga agama. Ada perbedaan sikap antara remaja laki-laki dan perempuan dari penelitian ini dikarenakan remaja perempuan masih dapat mengendalikan emosi, adanya keinginan untuk menghindari konflik dengan orang lain atas sikap yang dianggap salah bila melanggar nilai-nilai kebudayaan Indonesia, pengaruh media massa yang membawa pesan yang berisi dampak negatif dari pornografi, lembaga pendidikan dan lembaga agama yang terus-menerus memberi pengertian dan konsep moral tentang seksualitas yang benar.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

PERBEDAAN SIKAP TERHADAP MENOPAUSE ANTARA WANITA YANG BEKERJA DAN TIDAK BEKERJA SKRIPSI

PERBEDAAN SIKAP TERHADAP MENOPAUSE ANTARA WANITA YANG BEKERJA DAN TIDAK BEKERJA SKRIPSI

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan karunia dan rahmat-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi untuk memenuhi persyaratan dalam memperoleh gelar sarjana jenjang Strata satu (S1) di Fakultas Psikologi Sumatera Utara dengan judul “Perbedaan Sikap Terhadap Menopause pada Wanita yang Bekerja dan Tidak Bekerja”.

15 Baca lebih lajut

Perbedaan sikap terhadap homoseksualitas antara murid sekolah homogen dan heterogen.

Perbedaan sikap terhadap homoseksualitas antara murid sekolah homogen dan heterogen.

Masyarakat secara umum memiliki sikap yang negatif terhadap homoseksualitas (Blaauw, 2012; Rathus, Nevid & Fichner-Rathus, 2008). Sikap yang negatif ini menimbulkan perlakuan yang negatif terhadap orang-orang homoseksual. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sikap terhadap homoseksualitas pada murid sekolah homogen dan heterogen. Penelitian ini berusaha untuk mengungkap perbedaan sikap terhadap homoseksualitas antara sekolah yang memiliki murid sejenis kelamin dan sekolah yang memiliki murid kedua jenis kelamin. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparatif. Skala yang mengukur sikap terhadap homoseksualitas dikonstruksi dengan model penskalaan Likert. Data (N = 358) diambil dari empat sekolah yang berada di dua kota besar di Indonesia, yang terdiri dari dua sekolah homogen masing-masing dikhususkan untuk perempuan dan laki-laki, serta dua sekolah heterogen. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan independent sample t-test. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa tidak ada perbedaan sikap terhadap homoseksualitas yang signifikan antara murid sekolah homogen dan heterogen (t(345,377) = 0,745; p > 0.05).
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

PERBEDAAN SIKAP TERHADAP KEWIRAUSAHAAN ANTARA SISWA SMA DENGAN SISWA SMK

PERBEDAAN SIKAP TERHADAP KEWIRAUSAHAAN ANTARA SISWA SMA DENGAN SISWA SMK

pengalaman dan mendapatkan metode pendidikan yang berbeda pula ketika duduk di bangku sekolah. Sikap terhadap kewirausahaan dapat muncul karena pengaruh lembaga pendidikan, yaitu apabila seseorang telah mengenyam pendidikan formal, misalnya dengan bersekolah di sekolah khusus keterampilan. Siswa yang bersekolah di SMA lebih dipersiapkan untuk dapat memasuki Perguruan Tinggi setelah menamatkan pendidikannya di bangku SMA. Sedangkan siswa yang bersekolah di SMK lebih dipersiapkan untuk dapat memasuki lapangan pekerjaan setelah lulus dari sekolahnya. Hal ini tentu saja dapat mempengaruhi sikap terhadap kewirausahaan yang akan ditunjukkan oleh siswa SMA dan siswa SMK. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Perbedaan Sikap Terhadap Kewirausahaan Antara Siswa SMA dengan Siswa SMK.”
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PERBEDAAN SIKAP DISIPLIN BERLALU LINTAS DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN  Perbedaan Sikap Disiplin Berlalu Lintas Ditinjau Dari Tingkat Pendidikan.

PERBEDAAN SIKAP DISIPLIN BERLALU LINTAS DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN Perbedaan Sikap Disiplin Berlalu Lintas Ditinjau Dari Tingkat Pendidikan.

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada peneliti, sehingga penulis dapat penyelesaikan skripsi sebagai tugas akhir dengan judul: “PERBEDAAN SIKAP DISIPLIN BERLALU LINTAS DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN”. Skripsi ini disusun guna memenuhi sebagian persyaratan dalam memperoleh gelar sarjana Stara-1 pada Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

17 Baca lebih lajut

PERBEDAAN SIKAP DISIPLIN BERLALU LINTAS DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN  Perbedaan Sikap Disiplin Berlalu Lintas Ditinjau Dari Tingkat Pendidikan.

PERBEDAAN SIKAP DISIPLIN BERLALU LINTAS DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN Perbedaan Sikap Disiplin Berlalu Lintas Ditinjau Dari Tingkat Pendidikan.

Tingginya angka kecelakaan di kalangan masyarakat dan banyaknya berbagai penget ahuan t ent ang t ata cara berkendara, m asyarakat diharapkan m em punyai sikap disiplin yang posit if t erhadap at uran-at uran lalu lint as. Namun, pada kenyataanya kebiasaan berlalu lintas pada masyarakat semakin hari semakin memprihatinkan. Terlihat dari tingginya angka kecelakaan lalu lintas terjadi di kota Surakarta. Tingkat pendidikan seseorang dapat mempengaruhi sikap patuh terhadap peraturan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan sikap disiplin berlalu lintas ditinjau dari tingkat pendidikan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan sikap disiplin berlalu lintas ditinjau dari tingkat pendidikan dimana orang yang berpendidikan tinggi memiliki sikap disiplin berlalu lintas lebih positif daripada orang berpendidikan rendah
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PERBEDAAN SIKAP PEMILIH PEMULA ANTARA PESERTA DAN BUKAN PESERTA ROADSHOW PENDIDIKAN PEMILU DALAM PEMILIHAN UMUM 2014.

PERBEDAAN SIKAP PEMILIH PEMULA ANTARA PESERTA DAN BUKAN PESERTA ROADSHOW PENDIDIKAN PEMILU DALAM PEMILIHAN UMUM 2014.

PERBEDAAN SIKAP PEMILIH PEMULA ANTARA PESERTA DAN BUKAN PESERTA “ROADSHOW PENDIDIKAN PEMILU” DALAM PEMILIHAN UMUM 2014 Uji Beda untuk Mengetahui Perbedaan Sikap Pemilih Pemula Anta[r]

1 Baca lebih lajut

Perbedaan sikap terhadap kenakalan remaja ditinjau dari pola asuh

Perbedaan sikap terhadap kenakalan remaja ditinjau dari pola asuh

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada perbedaan sikap terhadap kenakalan remaja ditinjau dari pola asuh. Pola asuh dipahami sebagai sistem atau cara dalam mendidik anak yang dilakukan oleh orang tua, sedangkan sikap terhadap kenakalan remaja adalah pola dasar dari remaja ketika memberikan respon pada kenakalan remaja. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada perbedaan sikap terhadap kenakalan remaja ditinjau dari pola asuh. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja yang memiliki usia 15- 18 tahun. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 52 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala Likert. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala pola asuh orang tua dan skala sikap terhadap kenakalan remaja. Uji reliabilitas skala dalam penelitian ini menggunakan teknik Alpha Cronbach dengan hasil sebesar 0,859 untuk skala pola asuh dan 0,910 untuk skala sikap terhadap kenakalan remaja. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik uji beda atau uji t. Analisis uji t menghasilkan nilai p=0,003 (p<0,05) yang berarti ada perbedaan antara pola asuh otoriter, permisif dan demokratis dalam hal sikap terhadap kenakalan remaja. Dalam tabel Post Hoc yang menggunakan teknik dari Bonferroni menunjukkan bahwa hanya pola asuh permisif dan demokratis yang tidak memiliki beda dengan nilai p=1,000 (p>0,05) sehingga hanya pola asuh otoriter yang memiliki beda diantara pola asuh yang lain. Hal ini diperkuat dengan jumlah subjek yang memiliki sikap positif atau mendukung kenakalan remaja hanya terdapat pada subjek yang diasuh menggunakan otoriter. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan sikap terhadap kenakalan remaja ditinjau dari pola asuh, sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima.
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

PERBEDAAN SIKAP KERJA KARYAWAN DI BAWAH PEMIMPIN WANITA DAN  Perbedaan Sikap Kerja Karyawan di Bawah Pemimpin Wanita dan di Bawah Pemimpin Pria.

PERBEDAAN SIKAP KERJA KARYAWAN DI BAWAH PEMIMPIN WANITA DAN Perbedaan Sikap Kerja Karyawan di Bawah Pemimpin Wanita dan di Bawah Pemimpin Pria.

Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap kerja karyawan di bawah pemimpin wanita dan di bawah pemimpin pria. Hipotesis yang diajukan yaitu ada perbedaan sikap kerja antara karyawan di bawah pemimpin wanita dan di bawah pemimpin pria. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan di PT. Jamu Air Mancur di Karanganyar. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive quota non-random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 orang dengan perincian 30 karyawan yang dipimpin pemimpin wanita dan 30 karyawan yang dipimpin pemimpin pria.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PERBEDAAN SIKAP TERHADAP SEKS PRANIKAH ANTARA SISWA MAN DAN SMA

PERBEDAAN SIKAP TERHADAP SEKS PRANIKAH ANTARA SISWA MAN DAN SMA

penelitian ini sebanyak 132 siswa yang terdiri dari siswa MAN I Malang sebanyak 66 siswa dan siswa SMA Taman Madya Malang sebanyak 66 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala sikap terhadap seks pra nikah. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah uji t. Hasil analisa menggunakan uji t dan didapatkan t = 9,418 dengan p = 0,000, artinya ada perbedaan sikap terhadap seks pra nikah antar siswa SMA dan MAN. Siswa SMA memiliki sikap yang cenderung lebih positif terhadap seks pra nikah (rerata x = 75,83) dibanding siswa MAN (rerata x = 56,26). Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua siswa SMA mempunyai sikap positif terhadap seks pra nikah, dimana siswa SMA yang mempunyai sikap negatif terhadap seks pra nikah sebanyak 45 siswa atau 31,82%. Sedangkan siswa MAN juga terdapat siswa yang bersikap positif terhadap seks pra nikah sebanyak 8 siswa atau 12,12%.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Perbedaan sikap terhadap perilaku seksual antara remaja yang tinggal di kota dengan di desa.

Perbedaan sikap terhadap perilaku seksual antara remaja yang tinggal di kota dengan di desa.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan sikap terhadap perilaku seksual antara remaja yang tinggal di kota dengan yang di desa. Sikap remaja terhadap perilaku seksual pranikah adalah suatu bentuk evaluasi baik mendukung atau memihak (favorable) maupun tidak memihak (unfavorable) terhadap segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual dalam bentuk bersentuhan, berciuman, bercumbu, maupun berhubungan kelamin dan dilakukan di luar ikatan pernikahan yang resmi menurut hukum dan agama. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada perbedaan sikap terhadap perilaku seksual antara remaja yang tinggal di kota dengan yang di desa, dimana remaja yang tinggal di desa lebih mendukung perilaku seksual dibandingkan dengan di kota. Subjek dalam penelitian ini adalah 72 orang remaja, terdiri dari 41 orang remaja desa dan 31 orang remaja kota. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dan menggunakan metode pengumpulan data berupa Skala Sikap terhadap Perilaku Seksual. Skala disusun berdasarkan struktur sikap dan tahapan dalam perilaku seksual. Skala tersebut terdiri dari 44 item dengan koefisien reliabilitas 0,943. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji - t. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,000 lebih kecil dari 0,05. Nilai mean untuk remaja desa ialah 99,4634 sementara untuk remaja kota ialah 78,4516. Dengan demikian remaja desa lebih mendukung perilaku seksual dibandingkan dengan remaja kota.
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

Perbedaan sikap wanita menikah terhadap poligami ditinjau dari tingkat pendidikan.

Perbedaan sikap wanita menikah terhadap poligami ditinjau dari tingkat pendidikan.

Bertolak dari penjelasan diatas, maka dapat diketahui bagaimana tingkat pendidikan mempengaruhi proses pembentukan sikap seseorang. Hal ini juga didukung dengan adanya jurnal penelitian yang mengatakan bahwa tingkat pendidikan mempengaruhi perkembangan pribadi dan sikap seseorang meliputi aspek kognitif, afektif dan konatif mereka ( Ghazali, 2003 ). Melihat penjelasan diatas, maka yang seharusnya terjadi adalah semakin tinggi tingkat pendidikan wanita, maka semakin mereka menolak poligami dan semakin rendah tingkat pendidikan wanita, maka akan semakin besar kemungkinan mereka menjadi korban praktik poligami. Fenomena inilah yang menarik minat peneliti untuk melihat apakah benar ada perbedaan sikap wanita menikah pada khususnya, terhadap poligami bila ditinjau dari latar belakang tingkat pendidikannya.
Baca lebih lanjut

168 Baca lebih lajut

PERBEDAAN SIKAP ANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TERHADAP PERILAKU ‘TEMAN TAPI MESRA’

PERBEDAAN SIKAP ANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TERHADAP PERILAKU ‘TEMAN TAPI MESRA’

maka hipotesis penelitian diterima. Hal ini ditunjukkan dengan hasil penghitungan Independent sample t-test sebesar 14,912 dengan probabilitas 0,000 (ρ<0,05). Hurlock (2000) berpendapat bahwa pada garis besarnya perbedaan sikap dewasa dini laki-laki dan perempuan disebabkan karena adanya pembentukan sikap yang dilakukan oleh masyarakat, berbeda sejak masa kanak-kanak. Laki-laki dalam norma-norma masyarakat mempunyai kesempatan yang lebih besar dibandingkan perempuan, baik dalam bidang pekerjaan, politik, organisasi maupun dalam pergaulan dengan lawan jenis (Hurlock, 2003). Kaum laki-laki termasuk juga dewasa dini lebih bebas melakukan segala sesuatu termasuk hal-hal yang berhubungan dengan perilaku TTM.
Baca lebih lanjut

0 Baca lebih lajut

PERBEDAAN SIKAP WANITA MENIKAH TERHADAP POLIGAMI DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN

PERBEDAAN SIKAP WANITA MENIKAH TERHADAP POLIGAMI DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN

Bertolak dari penjelasan diatas, maka dapat diketahui bagaimana tingkat pendidikan mempengaruhi proses pembentukan sikap seseorang. Hal ini juga didukung dengan adanya jurnal penelitian yang mengatakan bahwa tingkat pendidikan mempengaruhi perkembangan pribadi dan sikap seseorang meliputi aspek kognitif, afektif dan konatif mereka ( Ghazali, 2003 ). Melihat penjelasan diatas, maka yang seharusnya terjadi adalah semakin tinggi tingkat pendidikan wanita, maka semakin mereka menolak poligami dan semakin rendah tingkat pendidikan wanita, maka akan semakin besar kemungkinan mereka menjadi korban praktik poligami. Fenomena inilah yang menarik minat peneliti untuk melihat apakah benar ada perbedaan sikap wanita menikah pada khususnya, terhadap poligami bila ditinjau dari latar belakang tingkat pendidikannya.
Baca lebih lanjut

166 Baca lebih lajut

Perbedaan sikap mahasiswa terhadap perilaku menyontek ditinjau dari IPK dan moral.

Perbedaan sikap mahasiswa terhadap perilaku menyontek ditinjau dari IPK dan moral.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan sikap mahasiswa terhadap perilaku menyontek ditinjau dari IPK (Asymp. Sig = 0,000 < α = 0,05); dan (2) ada perbedaan sikap mahasiswa terhadap perilaku menyontek ditinjau dari moral (Asymp. Sig = 0,010 < α = 0,05).

2 Baca lebih lajut

PERBEDAAN SIKAP DISIPLIN BERLALU LINTAS DITINJAU  DARI JENIS KELAMIN  Perbedaan Sikap Disiplin Berlalu Lintas Ditinjau Dari Jenis Kelamin.

PERBEDAAN SIKAP DISIPLIN BERLALU LINTAS DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Perbedaan Sikap Disiplin Berlalu Lintas Ditinjau Dari Jenis Kelamin.

4 emosional, sosial, kehangatan, ekspresif dan orientasi interpersonal yang lebih tinggi daripada daripada pria. Karakter lain yang dimiliki oleh seorang perempuan adalah bijaksana, lemah lembut, menyadari perasaan orang lain, reigiusitas, tenang, mempunyai kebutuhan yang besar akan rasa aman, menyukai seni dan cenderung mengekspresikan perasaan. Aube 2000 (Baron dkk, 2012 ) juga berpendapat bahwa alasan dari perbedaan jenis kelamin adalah karena wanita merasa terlalu bertanggung jawab akan kesejahteraan orang lain dan sulit bersikap asertif dalam hubungannya. Uraian diatas apabila dihubungkan dengan sikap disiplin berlalu lintas, pelanggaran lalu lintas pada umumnya lebih sering dilakukan oleh pria daripada seorang wanita karena adanya sifat-sifat yang demikian menyebabkan laki-laki lebih berani dalam mengambil resiko karena mereka memiliki sifat yang senang berpetualang, agresif, bebas, dan berani sehingga laki-laki cenderung lebih berani melanggar peraturan daripada perempuan. Sedangkan wanita cenderung lebih takut untuk melanggar peraturan dibandingkan pria sehingga mendorong wanita untuk bersikap sesuai dengan norma dan hukum yang berlaku di masyarakat.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Perbedaan Sikap Terhadap Menopause Pada Wanita Yang Bekerja Dan Tidak Bekerja

Perbedaan Sikap Terhadap Menopause Pada Wanita Yang Bekerja Dan Tidak Bekerja

Adanya hubungan positif atau negatif individu dengan obyek tertentu akan menimbulkan sikap tertentu. Menurut ahli Psikologi, sikap merupakan bentuk evaluasi atau reaksi perasaan. Sikap sendiri merujuk pada evaluasi individu terhadap berbagai aspek dunia social serta bagaimana evaluasi tersebut memunculkan rasa uska atau tidak suka individu terhadap isu, ide, orang lain, kelompok social dan objek (Baron, 2004). Menurut Azwar (2005) sikap merupakan hasil interaksi antara aspek kognitif, afektif dan konatif. Hal tersebut senada dengan tiga aspek sikap yang diungkapkan oleh Mann (dalam Azwar, 2005), yaitu : aspek kognitif merupakan persepsi, kepercayaan dan stereotype yang dimiliki individu mengenai sesuatu, aspek afektif merupakan perasaan individu terhadap objek sikap dan menyangkut masalah emosi serta aspek konatif berisi kecendrungan untuk bertindak dengan cara-cara tertentu.
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

Mitologi Kedung Wali dan Perbedaan Sikap

Mitologi Kedung Wali dan Perbedaan Sikap

Informasi yang didapatkan dari Kadus Keseneng, Pak Bas menunjukkan sikap positif terhadap Kedung Wali. Beliau sendiri mengajak penulis untuk ke Kedung Wali dan mengambil airnya guna kebaikan hidup penulis di kemudian hari. Pak Bas juga pernah menjadi salah satu penjaga di Kedung Wali dan menyaksikan langsung warga yang merasakan manfaat Air Bertuah. Adapun terhadap sosok Mbah Mandung, Pak Bas percaya bahwa Mbah Mandung sampai saat ini menjadi penjaga Dusun Keseneng sehingga Dusun Keseneng menjadi dusun yang damai. Selain itu, adanya rezeki yang tak terhingga yang bersumber dari pemasukan Curug Tujuh Bidadari pun dipercaya oleh Pak Bas tidak terlepas dari peran Mbah Mandung.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...