Perceived Organizational Support (POS)

Top PDF Perceived Organizational Support (POS):

ANALISA PENGARUH LEADER-MEMBER EXCHANGE TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN MELALUI PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DI RESTORAN DE BOLIVA SURABAYA | Gutama | Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa 2849 5287 1 SM

ANALISA PENGARUH LEADER-MEMBER EXCHANGE TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN MELALUI PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DI RESTORAN DE BOLIVA SURABAYA | Gutama | Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa 2849 5287 1 SM

Abstract : This study aims to measure and examine the influence of Leader- member Exchange (LMX), Employee Job Satisfaction, by Perceived Organizational Support (POS) as a mediator variable in De Boliva Restaurant Surabaya. The data was collected using questionnaires distributes to the respondents. Partial Least Square program is used in this research. The result shows that the Leader-member Exchange has positive but not significant influence upon Employee Job Satisfaction, LMX has positive and significant influence upon POS, and POS has positive and significant influence upon Employee Job Satisfaction.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR MELALUI ORGANIZATIONAL COMMITMENT PADA BEBERAPA PUSKESMAS DI DKI JAKARTA

HUBUNGAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR MELALUI ORGANIZATIONAL COMMITMENT PADA BEBERAPA PUSKESMAS DI DKI JAKARTA

This research refers to a previous study conducted by Nicolas Raineri et al., (2012). This research is about “The Impact of Perceived Organizational Support to Organizational Citizenship Behavior mediated by Organizational Commitment on some health centers in Jakarta”. The background of this research is to analyze the Organizational Citizenship Behavior as determining factors of motivation in the health care industry. The purpose of this research was to examine the relationship Perceived Organizational Support on Organizational Citizenship Behavior through Organizational Commitment. The design of this research using primary data obtained by distributing questionnaires to 100 employees medical and non- medical health center in Jakarta.. Data analysis method used in this research is Structural Equation Model (SEM). The results of this research concluded that there is a positive relationship Perceived Organizational Support on Organizational Citizenship Behavior through Organizational Commitment.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Pengaruh Perceived Organizational Support Terhadap Organizational Commitment Studi mengenai Pengaruh Perceived Organizational Support terhadap Organizational Commitment dalam Rangka Meningkatkan Performa Kerja Peneliti Unit Riset dan Pengembangan PT Kimia

Pengaruh Perceived Organizational Support Terhadap Organizational Commitment Studi mengenai Pengaruh Perceived Organizational Support terhadap Organizational Commitment dalam Rangka Meningkatkan Performa Kerja Peneliti Unit Riset dan Pengembangan PT Kimia

The purpose of this research is to analyze the influence of perceived organizational support on its basic organizational commitment basic component which ares affective commitment, continuace commitment and normative commitment of reseachers in Research and Development unit PT Kimia Farma Tbk.

3 Baca lebih lajut

Pengaruh Perceived Organizational Support dan Kepemimpinan Situational Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Toko Buku Uranus | Christian | Agora 2894 5377 1 SM

Pengaruh Perceived Organizational Support dan Kepemimpinan Situational Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Toko Buku Uranus | Christian | Agora 2894 5377 1 SM

Abstrak — Karyawan memiliki arti penting bagi perusahaan, sehingga perusahaan seperti Uranus perlu segera meninjau kepuasan kerja karyawan. Tak hanya kepuasan kerja, Uranus juga perlu meninjau permasalahan- permasalahan yang mampu mempengaruhi kepuasan kerja, misalnya perceived organizational support dan kepemimpinan Situational. Keberadaan perceived organizational support dalam perusahaan dan kepemimpinan yang tepat diyakini dapat mengarahkan karyawan untuk puas dan optimal dalam bekerja. Hal tersebut membuat diadakan penelitian yang membahas mengenai pengaruh perceived organizational support dan kepemimpinan Situational terhadap kepuasan kerja karyawan Uranus. Jenis dari penelitian ini adalah kuantitatif kausal. Teknik pengumpulan data primer dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Setelah mendapatkan data dari para responden, data-data tersebut diolah dengan menggunakan teknik analisis regresi linier berganda.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT PADA DIMENSI LEARNING ORGANIZATION (Studi pada Karyawan PT. AIR MANCUR, KARANGANYAR).

ANALISIS PENGARUH PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT PADA DIMENSI LEARNING ORGANIZATION (Studi pada Karyawan PT. AIR MANCUR, KARANGANYAR).

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa (1) perceived organizational support memiliki efek signifikan pada belajar terus menerus (2) perceived organizational support memiliki efek signifikan pada team learning (3) perceived organizational support berpengaruh signifikan pada pemberdayaan karyawan (4) perceived organizational support memiliki efek signifikan pada system koneksi (5) perceived organizational support tidak memiliki efek pada learning organization (6) perceived organizational support tidak memiliki efek pada dialog (7) perceived organizational support tidak memiliki efek embedded system (8) perceived organizational support tidak memiliki efek pada kepemimpinan strategis
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT (POS) SEBAGAI PEMEDIASI PENGARUH KEADILAN PROSEDURAL, PENGHARGAAN, DUKUNGAN SUPERVISOR DAN KONDISI KERJA TERHADAP KOMITMEN AFEKTIF DI RESTORAN FUSIA SURABAYA | Kristianto | Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa 4134 7890 1

PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT (POS) SEBAGAI PEMEDIASI PENGARUH KEADILAN PROSEDURAL, PENGHARGAAN, DUKUNGAN SUPERVISOR DAN KONDISI KERJA TERHADAP KOMITMEN AFEKTIF DI RESTORAN FUSIA SURABAYA | Kristianto | Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa 4134 7890 1

Pengaruh Perceived Organizational Support (POS) terhadap Komitmen Afektif Hasil terendah terdapat pada pemberian penghargaan berupa emas atas 10,20,30 tahun kerja. Hal ini disebabkan karena pemberian penghargaan oleh Restoran Fusia ini hanya diterima oleh 20 karyawan yang telah bekerja selama 10 tahun ke atas. Namun, untuk karyawan yang belum mencapai 10 tahun masa kerja tidak memperoleh emas sehingga hal ini mempengaruhi hasil. Ditunjang oleh Rhoades dan Eisenberger (2002) yang mengemukakan bahwa Perceived Organizational Support (POS) berkorelasi secara signifikan dan positif dengan komitmen khususnya komitmen afektif. Kemudian dari hasil atas pernyataan Saya melakukan pekerjaan ini dengan senang hati dan tidak terpaksa mendapat rata-rata tertinggi yang membuktikan bahwa para karyawan yang berkarir di Restoran Fusia tidak hanya bekerja sebagai rutinitas semata, melainkan para karyawan merasa memiliki ikatan dengan Restoran Fusia.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DAN ORGANIZATIONAL-BASED SELF ESTEEM TERHADAP WORK ENGAGEMENT

PENGARUH PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DAN ORGANIZATIONAL-BASED SELF ESTEEM TERHADAP WORK ENGAGEMENT

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perceived organizational support dan organizational-based self-esteem terhadap work engagement. Subjek penelitian ini adalah seluruh karyawan tetap mulai dari level staf sampai kepala bagian di PT. Pupuk Kaltim sebanyak 327 karyawan. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling. Pengumpulan data menggunakan skala perceived organizational support, skala organization- based self-esteem, dan skala work engagement. Analisis data yang digunakan yaitu metode regresi berganda dengan uji F dan uji t. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh secara bersama-sama perceived organizational support dan organizational-based self esteem terhadap work engagement dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 (0.000 < 0.05). Hasil analisis lain menunjukkan adanya pengaruh perceived organizational support secara parsial terhadap work engagement dengan nilai signifikansi sebesar 0.002 (0.002 < 0.05), dan adanya pengaruh organizational based self-esteem secara parsial terhadap work engagement dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 (0.000 < 0.05). Ini menunjukkan kedua faktor tersebut mempengaruhi work engagement baik secara bersama-sama maupun parsial. Hasil penelitian dapat memberikan pengetahuan kepada perusahaan untuk meningkatkan work engagement pada karyawan dengan memperhatikan kedua faktor tersebut.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengaruh antara Perceived Organizational Support (POS) dan Psychological Employee Well being (PWB) dengan employee engagement sebagai variabel mediator

Pengaruh antara Perceived Organizational Support (POS) dan Psychological Employee Well being (PWB) dengan employee engagement sebagai variabel mediator

Setelah membahas uji hipotesis mayor, selanjutnya peneliti akan membahas uji hipotesis minor variabel POS dan PWB. Berdasarkan uji hipoteis, diketahui bahwa terdapat nilai signifikansi sebesar 0.012 (p < 0.05) dengan standardized coefficients (β) sebesar 0.198 antara variabel POS dengan PWB. Hal ini menunjukkan adanya kategori korelasi positif yang sangat lemah dan signifikan antara kedua variabel tersebut. Koefisien regresi sebesar 0.264 menyatakan bahwa setiap penambahan satu nilai POS maka akan meningkatkan PWB sebesar 0.264 (26.4 %) dan sebaliknya, jika nilai POS turun sebesar satu, maka PWB akan diprediksi turun sebesar 0.264 (26.4 %). Dari hasil tersebut dapat diasumsikan bahwa semakin tinggi POS yang dimiliki karyawan maka akan semakin tinggi pula PWB karyawan. Hasil diatas membuktikan bahwa hipotesis pertama mengenai hubungan positif signifikan antara Perceived Organizational Support dan Psychological Employee Well-being diterima walaupun korelasi positif yang terbangun dari kedua variabel tersebut masuk dalam kriteria sangat lemah menurut Sarwono (2006).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengujian Model Konseptual Terintegrasi pada Perceived Organizational Support

Pengujian Model Konseptual Terintegrasi pada Perceived Organizational Support

Dengan mengadopsi pada sebuah kerangka pertukaran sosial, Eisenberger et. al. (1986) berpendapat bahwa, keyakinan tersebut menekankan pada bagaimana pekerja mengambil kesimpulan terhadap komitmen organisasi kepada mereka, yang pada gilirannya berkontribusi terhadap komitmen pekerja kepada orgnisasi. Tingkat POS yang tinggi menciptakan perasaan bertanggungjawab, sehingga pekerja tidak hanya berkewajiban melakukan tugas yang dibebankan atasan tetapi juga merasa berkewajiban berperilaku yang mendukung tujuan organisasi. Dengan demikian, pekerja mencari sebuah keseimbangan dalam hubungan pertukaran mereka dengan organisasi melalui sikap dan perilaku yang seimbang dengan tingkat komitmen para pemimpin terhadap mereka sebagai individu.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Pengaruh antara Perceived Organizational Support (POS) dan Psychological Employee Well-being (PWB) dengan employee engagement sebagai variabel mediator.

Pengaruh antara Perceived Organizational Support (POS) dan Psychological Employee Well-being (PWB) dengan employee engagement sebagai variabel mediator.

Tujuan penelitian ini adalah ingin melihat bagaimana pengaruh antara Perceived Organizational Support (POS) dan Psychological Employee Well-being (PWB) pada karyawan dengan employee engagement sebagai variabel mediator. Penelitian ini memiliki empat buah hipotesis. Pertama, POS memiliki hubungan yang positif siginifikan dengan Psychological Employee Well-being (PWB). Kedua, POS memiliki hubungan positif signifikan dengan employee engagement. Ketiga, employee engagement memiliki hubungan yang positif signifikan dengan Psychological Employee Well-being (PWB) dan yang keempat hubungan antara POS dengan Psychological Employee Well- being (PWB) dapat dimediasi oleh employee engagement. Subjek dalam penelitian ini berjumlah sebanyak 159 orang karyawan yang berprofesi sebagai perawat di rumah sakit negeri dan rumah sakit swasta di Sragen, Jawa Tengah. Skala yang digunakan dalam penelitian ini merupakan skala yang telah diadaptasi dari Eisenberger dan Huntington (1986) dan telah disederhanakan untuk POS, Ryff dan Keyes (1995) untuk PWB dan Saks (2006) untuk employee engagement. Reliabilitas skala dalam penelitian ini adalah POS sebesar 0.837, reliabilitas skala PWB sebesar 0.753 dan reliabilitas skala engagement adalah sebesar 0.758. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi sederhana dan causal step analysis yang dikembangkan oleh Baron dan Kenny (1986) untuk melihat efek mediasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh hipotesis dalam penelitian ini diterima. Diketahui nilai standardized coefficients (β) sebesar 0.264 untuk hubungan antara POS dan PWB, 0.198 untuk hubungan antara POS dan employee engagement dan 0.435 untuk hubungan antara engagement dengan PWB. Berdasarkan analisa yang dilakukan menggunakan causal step, diketahui engagement dapat memediasi hubungan antara POS dengan PWB dengan jenis mediasi yang terjadi adalah full mediation.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KOMITMEN AFEKTIF DALAM ORGANISASI YANG DIPENGARUHI PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DAN KEPUASAN KERJA ipi3851

KOMITMEN AFEKTIF DALAM ORGANISASI YANG DIPENGARUHI PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DAN KEPUASAN KERJA ipi3851

Shore & Tetrick (1991) juga menyatakan bahwa terdapat perbedaan antara POS dan Kepuasan Kerja, yang mana yang pertama POS merupakan sebuah ukuran umum untuk menilai komitmen dari organi- sasi terhadap karyawannya, sedangkan Kepuasan Kerja berfokus pada berbagai macam sisi dalam pekerjaan; yang kedua POS merupakan sebuah penilaian kognitif atau sebuah rangkaian kepercayaan terhadap kepedulian organisasi sedangkan Kepuasan Kerja merupakan reaksi afektif terhadap elemen- elemen yang berbeda pada situasi kerja. Oleh karena kedua variabel tersebut berbeda maka terdapat dugaan bahwa POS dapat memberikan pengaruh secara langsung terhadap Kepuasan Kerja.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA KARYAWAN BAGIAN RUMAH TANGGA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA.

PENGARUH PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA KARYAWAN BAGIAN RUMAH TANGGA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA.

Berdasarkan hasil penelitian, skor tertinggi variabel POS terdapat pada respon terhadap karyawan yang bermasalah. Sedangkan skor tertinggi variabel kepuasan kerja terletak pada indikator gaji. Ketika karyawan mendapatkan respon terhadap masalah yang mereka hadapi terlebih berkaitan denganpekerjaan, karyawan akan merasa diperhatikan, hal tersebut diyakini akan meningkatkan inisiatif karyawan dalam melaksanakan tugas kantor lebih baik dan melebihi tugas pokok mereka. Dengan inisiatif tersebut terlebih ditunjang dengan pemberian gaji yang sesuai diindikasikan akan mampu meningkatkan perilku OCB karyawan bidang rumah tangga Universitas Negeri Yogyakarta.
Baca lebih lanjut

112 Baca lebih lajut

PENGARUH PELATIHAN KARYAWAN PADA KOMITMEN AFEKTIF YANG DIMEDIASI DENGAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT (POS) (Studi Pada Karyawan PG. MOJO SRAGEN).

PENGARUH PELATIHAN KARYAWAN PADA KOMITMEN AFEKTIF YANG DIMEDIASI DENGAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT (POS) (Studi Pada Karyawan PG. MOJO SRAGEN).

menjadi penting untuk semua karyawan serta dukungan organisasi yang sering dikenal dengan istilah “perceived organizational support”. Dukungan organisasi merupakan konsep yang penting bagi manajemen karena memberikan penjelasan mengenai pengaruh antara perlakuan organisasi, perilaku karyawan terhadap pekerjaan mereka yang berdampak pada komitmen terhadap perusahaan.

Baca lebih lajut

S PSI 1000153 Abstract

S PSI 1000153 Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perceived organizational support (POS) dengan motivasi berprestasi. Perceived organizational support (POS) merupakan persepsi individu mengenai sejauh mana organisasi dapat memberi dukungan yang muncul melalui keadilan, dukungan atasan, dan penghargaan dan kondisi kerja. Motivasi berprestasi merupakan standard of exellence yaitu kecenderungan individu untuk mencapai prestasi secara optimal. Subjek dalam penelitian adalah 77 orang atlet PPLP Propinsi Jawa Barat yang diambil dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan teknik penelitian korelasional. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner yang peneliti susun sendiri. Hasil penelitian menunjukkan gambaran perceived organizational support (POS) secara umum berkategori sedang, gambaran motivasi berprestasi secara umum berkategori sedang, dan terdapat hubungan yang signifikan (r = 0,641, sig.0,000 < 0,05) antara perceived organizational support (POS) dengan motivasi berprestasi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

MODEL ANTESEDEN EMPIRIS YANG MEMPENGARUHI ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOUR (OCB) (Studi Pada RSUP Dr.Kariadi Semarang) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

MODEL ANTESEDEN EMPIRIS YANG MEMPENGARUHI ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOUR (OCB) (Studi Pada RSUP Dr.Kariadi Semarang) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Penelitian oleh Karen Heather Hunter (2011) menghasilkan kesimpulan bahwa Perceived Organizational Support (POS) berpengaruh positif terhadap Felt Obligation (FO) (Hip.1) dan variabel Felt Obligation (FO) yang berpengaruh positif terhadap Organizational Citizenship Behaviour (OCB) (Hip.7) namun belum terdapat bingkai lingkup yang jelas dan menjangkau keseluruhan menjadi sebuah model. Seperti yang diharapkan dalam penelitian Chahal Hardeep (2011) tentang anteseden dan konsekuensi OCB, yang menyarankan agar terdapat pembingkaian lingkup yang lebih mendalam mengenai anteseden OCB pada penelitian di masa depan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S PSI 1000153 Chapter5

S PSI 1000153 Chapter5

1. Tingkat perceived organizational support (POS) pada sebagian besar atlet PPLP Propinsi Jawa Barat berada pada tingkat sedang. Dengan demikian, persepsi atlet terhadap dukungan yang diberikan organisasi cukup baik. Artinya, atlet PPLP Propinsi Jawa Barat menganggap bahwa dukungan organisasi yang diterimanya relatif terpenuhi.

Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - Analisis Anteseden dan Konsekuensi Employee Engagement: Studi pada Starbucks Coffee di Semarang - Unika Repository

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - Analisis Anteseden dan Konsekuensi Employee Engagement: Studi pada Starbucks Coffee di Semarang - Unika Repository

Penelitian yang sama sebelumnya dilakukan oleh Saks (2006) yang menyatakan bahwa topik mengenai anteseden dan konsekuensi employee engagement tersebut merupakan penelitian empiris yang pertama kali dilakukan. Saks (2006) menduga bahwa job characteristic, perceived organizational support, perceived supervisor support, rewards and recognition, procedural justice, dan distributive justice merupakan anteseden terbentuknya employee engagement dalam organisasi. Penelitian tersebut berfokus pada dua tipe employee engagement yaitu job engagement dan organizational engagement. Sedangkan variabel job satisfaction, organizational commitment, intention to quit, dan organizational citizenship behavior (OCBO dan OCBI) merupakan konsekuensi dari employee engagement.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

EMPLOYEE ENGAGEMENT: ANTECEDENTS & PENGARUHNYA PADA KINERJA KARYAWAN UNIKA SOEGIJAPRANATA SEMARANG - Unika Repository

EMPLOYEE ENGAGEMENT: ANTECEDENTS & PENGARUHNYA PADA KINERJA KARYAWAN UNIKA SOEGIJAPRANATA SEMARANG - Unika Repository

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perceived organizational support, perceived supervisor support, reward and recognition, dan karakteristik pekerjaan terhadap employee engagement, serta pengaruh employee engagement pada kinerja karyawan. Objek penelitian ini adalah karyawan administratif Universitas Katolik (UNIKA) Soegijapranata Semarang.

Baca lebih lajut

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP KOMITMEN KARYAWAN PADA ORGANISASI

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP KOMITMEN KARYAWAN PADA ORGANISASI

Organizational commitment is one of important things that must be considered in the work environment. The higher organizational commitment can improve organizational effectiveness. Organizational culture and perceived organizational supportare an important part of organizational commitment. Therefore, the purpose of this study to investigate the influence of organizational culture and perceived organizational support toward organizational commitment. The instrument was used in this study were organizational commitment scale is based on aspects of organizational commitment, organizational culture scale is based on aspects of organizational culture and perceived organizational support scale based on aspects of the perceived organizational support. This study was involved 203 banking employees. The results showed that organizational culture and perceived organizational support influenced of organizational commitment (R=0.604, R 2 =0.364, F=57.351; p<0.01). It means,organizational culture and perceived organizational support contributed to organizational commitment. Meanwhile, organizational culture has a greater contribution to organizational commitment (r square change=0.334) than perceived organizational support (r square change=0.031). This study also showed that two aspects of organizational culture contributed to organizational commitment, there were espoused values and artifacts. Espoused values has a higher contributed to organizational commitment. Meanwhile, for perceived organizational support, fairness aspect contributed to organizational commitment.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 6383 documents...